STRATEGI PEMASARAN USAHA DAKAK-DAKAK KURNIA DI NAGARI SIMABUR KECAMATAN PARIANGAN
SKRIPSI
Ditulis Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Ekonomi Jurusan Ekonomi Syariah
OLEH:
RAHMAWATI NIM. 15301220086
JURUSAN EKONOMI SYARIAH FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS ISLAM
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI BATUSANGKAR
1440 H/2019 M
vii
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum, Wr. Wb
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang selalu melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada penulis sehingga dapat menyusun dan menyelesaikan SKRIPSI ini yang berjudul “Strategi Pemasaran Usaha Dakak-Dakak Kurnia Di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan”. Skripsi ini merupakan salah satu syarat dalam menyelesaikan studi strata satu (S1) pada jurusan Ekonomi Syariah Konsentrasi Manajemen Syariah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
Shawalat dan salam penulis sampaikan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah mengajarkan kepada manusia berbagai ilmu pengetahuan dan meninggalkan dua pedoman hidup yakni Al-Quran dan Sunnah untuk mencapai kebahagian hidup di dunia dan di akhirat kelak.
Dalam penyelesaian SKRIPSI ini banyak bantuan, serta bimbingan dari berbagai pihak. Hal ini disebabkan karena keterbatasan yang ada pada diri penulis.
Oleh sebab itu, pada kesempatan ini penulis sampaikan ucapan terimakasih yang tulus kepada kedua orang tua penulis, Ayahanda Erizal dan Ibunda Fitriati serta kakak penulis (Efrinaldi, Albaryanto, Bhetty Febrianti) dan adik penulis Nurul Qholbi dan keluarga besar yang telah memberikan dukungan baik moril maupun materil. Selain itu penulis juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada:
1. Bapak Dr.H.Kasmuri.,MA selaku Rektor IAIN Batusangkar
2. Bapak Dr. Ulya Atsani,S.H.,M.Hum selaku Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam.
3. Bapak Gampito, SE.,M.Si selaku Ketua Jurusan Ekonomi Syariah
4. Bapak Drs.H.Hafulyon.,MM selaku pembimbing akademik sekaligus selaku pembimbing I penulis yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan memotivasi penulis dalam penulisan skripsiini.
5. Bapak M. Hasbi Nasution, S.Ag.,MM selaku pembimbing II penulis yang telah bersedia meluangkan waktunya untuk membimbing dan memotivasi penulis dalam penulisan skripsi ini.
viii
ix ABSTRAK
Rahmawati. NIM 15201220086. Judul skripsi “Strategi Pemasaran Usaha Dakak-Dakak Kurnia Di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan”, Jurusan Ekonomi Syariah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar.
Pokok permasalahan dalam skripsi ini adalahbagaimana strategi pemasaran usaha Dakak-Dakak Kurnia yang meliputi produk, harga, tempat dan promosi. Hal ini dilihat dari meningkatnya jumlah produksi, dan penjualan setiap tahunnya pada usaha Dakak-Dakak Kurnia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bauran pemasaran (Product,Price, Place, and Promotion) Pada Usaha Dakak-Dakak Kurnia di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan.
Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah jenis penelitan lapangan (field research), di mana dalam penelitian ini penulis akan menggambarkan tentang bagaimana Strategi Pemasaran usaha Dakak-Dakak Kurnia.Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan adalah melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pemasaran melalui produk yaitu menghasilkan produk dengan menggunakan peralatan yang masih tradisional, tidak menggunakan bahan pengawet, menggunakan pewarna alami, mendaftarkan usaha ke dinas kesehatan, membuat kemasan dengan desain yang menarik dan rapi, membuat label produk, menciptakan jenis produk yang bervariasi. Strategi pemasaran melalui harga dengan cara penetapan harga sesuai dengan kualitas produk. Strategi pemasaran melalui tempat (saluran distribusi) yaitu dengan cara mengantarkan Dakak-Dakak langsung ke konsumen dan dilakukan dengan sistem titipan di toko. Strategi pemasaran melalui promosi yaitu dengan iklan seperti promosi melalui iklan di radio, promosi penjualan yaitu dengan menggunakan media seperti spanduk, publisitas yaitu dengan cara mempromosikan Dakak-Dakak melalui pameran-pameran seperti pameran daerah dan pameran seni, penjualan personal yaitu dengan cara melakukan penjualan langsung secara pribadi kepada konsumen yang singgah ke kedai Kurnia.
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING HALAMAN PENGESAHAN TIM PENGUJI LEMBAR KEASLIAN DATA
PERSEMBAHAN
KATA PENGANTAR ... vii
ABSTRAK ... ix
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
BAB I : PENDAHULUAN 1
A. Latar Belakang Masalah 1
B. Fokus Penelitian 5
C. RumusanMasalah 5 D. Tujuan Penelitian 5 E. Manfaat Penelitian 6 F. Definisi Operasional 6 BAB II : KAJIAN PUSTAKA 8 A. Landasan Teori 8
1. Strategi 8
a. Pengertian Strategi 8
b. Tingkatan-tingkatan Strategi 9
c. Fungsi-fungsi Strategi 10
d. Unsur-unsur strategi 11
e. Klasifikasi Strategi 13
2. Pemasaran 23
a. Pengertian Pemasaran 23
b. Bauran Pemasaran 24
3. Strategi Pemasaran 43
xi
4. Makanan Tradisional Khas Sumatera Barat...51
B. Penelitian yang Relevan 54
BAB III : METODE PENELITIAN 55
A. Jenis Penelitian 55
B. Latar dan Waktu Penelitian 55
C. Instrumen Penelitian 57
D. Sumber Data 57
E. Teknik Pengumpulan Data 57
F. Teknik Analisis Data 59
G. Teknik Penjaminan Keabsahan Data 59 BAB IV : HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 60
A. Gambaran UmumUsaha Dakak-Dakak 60
1. Sejarah Dakak-Dakak Simabur 60
2. Sejarah Dakak-Dakak Kurnia... 60
B. Pembahasan dan Hasil Penelitian 65
1. Strategi Pemasaran Usaha Dakak-Dakak Kurnia 65
a. Produk 66
b. Harga 67
c. Tempat (Distribusi) 69
d. Promosi 71
BAB V : PENUTUP 75
A. Kesimpulan 75
B. Implikasi 75
C. Saran 76
DAFTAR PUSTAKA 77
LAMPIRAN
xii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data penjualan Dakak-Dakak Kurnia di Nagari Simabur Kecamatan
Pariangan ... 4
Tabel 2.1 Konsep strategi versi Wheelen-Hunger ... 13
Tabel 2.2 Konsep Strategi versi Fred R. David ... 18
Tabel 2.3 Penelitian Relevan ... 54
Tabel 3.1 Jadwal Penelitian ... 56
Tabel 4.1 Tenaga Kerja usaha Dakak-Dakak Kurnia ... 63
Tabel 4.2 Jenis produk yang dihasilkan usaha Dakak-Dakak Kurnia ... 68
Tabel 4.3 Daftar harga Dakak-Dakak Kurnia ... 69
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 4.1 Spanduk Usaha Dakak-Dakak Kurnia...73
1 A. Latar Belakang Masalah
Masalah pemasaran merupakan salah satu dari sekian banyak masalah yang di hadapi perusahaan sehari-hari baik itu perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Menurut William J. Stanton pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Simbolon, 2003:
116)
Usaha yang digerakkan oleh manusia pada umumnya dalam melaksanakan aktifitasnya selalu mempunyai tujuan untuk mencapai hasil yang maksimal, dimana hasil itu tidak lain adalah keuntungan dan laba dari penjualan suatu barang maupun jasa yang dikonsumsikan kepada konsumen. Kesuksesan setiap perusahaan akan sangat bergantung pada manajemen yang efektif, para manajer diibaratkan sebagai pengemudi mobil yang akan menentukan arah yang akan ditempuh oleh mobil tersebut untuk sampai ditempat tujuan. (Sukirno, 2004: 93)
Tujuan perusahaan memproduksi atau memasarkan suatu produk, baik perusahaan dagang ataupun jasa selalu berpatokan kepada apa yang ingin dicapai oleh perusahaan tersebut. Tujuan perusahaan dalam memasarkan produknya ini dapat bersifat jangka pendek atau jangka panjang. (Kasmir & Jakfar, 2006: 66)
Untuk mencapai tujuannya, setiap perusahaan mengarahkan kegiatan usahanya untuk menghasilkan produk yang dapat memberikan kepuasan konsumen, sehingga dalam jangka panjang perusahaan mendapatkan keuntungan keuntungan yang diharapkannya. Oleh karena itu, keberhasilan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh keberhasilan
usaha pemasaran dari produk yang dihasilkan. Keberhasilan ini ditentukan oleh ketepatan produk yang dihasilkannya dalam memberikan kepuasan dari sasaran konsumen yang ditentukannya. Dengan kata lain, usaha-usaha pemasaran haruslah diarahkan pada konsumen yang ingin dituju sebagai sasaran pasarnya. Dalam hal ini, maka usaha pemasaran yang menunjang keberhasilan perusahaan haruslah didasarkan pada konsep pemasaran yang tepat untuk dapat menentukan strategi pasar dan strategi pemasaran yang mengarah kepada sasaran yang dituju. (Assauri, 2010: 1)
Setiap perusahaan yang memasarkan produknya haruslah dengan cara yang benar dan malaksanakannya sesuai dengan ajaran islam, seperti yang dijelaskan oleh QS.an-nisa: 29 yaitu:
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil,kecuali dengan jalan
perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka diantara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh Allah maha penyayang kepada mu”
Menurut M. Quraish Shihab dalam tafsirnya menjelaskan bahwa melalui Allah mengingatkan kepada orang-orang yang beriman untuk tidak memakan atau memperoleh harta yang menjadi sarana kehidupan mereka dengan jalan yang batil atau tidak sesuai dengan tuntunan syariat.
Tetapi hendaklah kamu peroleh harta itu dengan jalan perniagaan yang berdasarkan prinsip kerelaan di antara kamu, kerelaan yang tidak melanggar ketentuan agama. Ayat di atas menekankan juga keharusan mengindahkan peraturan-peraturan yang ditetapkan atau persyaratan yang disepakati bersama selam tidak menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. (Shihab, 2011 : 411)
Indonesia merupakan salah satu Negara yang memiliki keanekaragaman jenis kuliner yang dapat dikembangkan menjadi sebuah home industry di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar pada bisnis ritel makanan yang menjadi makanan khas dan keistimewaan dari berbagai daerah yang ada di Indonesia. Potensi ritel makanan yang besar tersebut dapat dijadikan sebuah peluang untuk mengembangkan produk rumah tangga (home industry) menjadi sebuah bisnis oleh-oleh makanan khas bagi para wisatawan lokal maupun wisatawan asing. Salah satunya daerah yang memiliki potensi ritel makanan yang ada di Indonesia adalah Kabupaten Tanah Datar.
Kabupaten Tanah Datar merupakan wilayah yang terkenal dengan makanan tradisional.Salah satunya di wilayahkecamatan Pariangan yang terkenal dengan makanan yang disebut dengan Dakak-Dakak.Dakak- Dakak merupakan salah satu produk unggulan di Kecamatan Pariangan.Dakak-Dakak merupakan salah satu produk oleh-oleh yang banyak diminati masyarakat, apalagi masyarakat yang datang berkunjung di kecamatan Pariangan tidak lengkap rasanya kalau pulang jika tidak membawa Dakak-Dakak atau makanan khas dari kecamatan Pariangan tersebut.
Salah satu usaha yang memproduksi Dakak-Dakak yang ada di Kecamatan Pariangan adalah usaha Dakak-Dakak Kurnia yang beralamat di Jl. Raya Padang Panjang-Batusangkar Km 11 Simabur.Usaha Dakak- Dakak ini menyediakan Dakak-Dakak bungo durian, Dakak-Dakak dengan variasi berwarna ungu,balado dan memproduksi makanan khas lainnya seperti sanjai, keripik balado dan makanan khas lainnya.Hal ini mendorong usaha Dakak-Dakak Kurnia berupaya agar dapat memuaskan kebutuhan konsumennya, ini dibuktikan dengan semakin meningkatnya jumlah produksi yang dihasilkan dan juga bertambahnya inovasi produk yang dihasilkanoleh usaha Dakak-Dakak Kurnia.
Usaha Dakak-Dakak Kurnia merupakan salah satu usaha rumahan dari sekian banyak usaha home industri lainnya. Namun, yang menarik dari usaha ini adalah hal yang dihasilkan cukup mendapat respon yang baik dari pelanggan. Sehingga diketahui terjadi peningkatan penjualan setiap tahunnya dan semakin meluasnya pemasaran .
Selain usaha Dakak-Dakak Kurnia di Kecamatan Pariangan ada beberapa usaha home industri sejenis yang juga memproduksi usaha Dakak-Dakak yaitu Usaha Dakak-Dakak Murni yang beralamat di nagari Simabur dan Usaha Dakak-Dakak Nila beralamat di nagari Tabek. Pada usaha Dakak-Dakak Murni pemasaran dilakukan di kota Payakumbuh dan Solok, sedangkan usaha Dakak-Dakak Nila melakukan pemasaran di Batusangkar dan Bukittinggi.
Berdasarkan hasil wawancara sementara yang penulis lakukan padausahaDakak-Dakak Kurnia di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan.
Penulis memperoleh data seperti yang terdapat dalam tabel dibawah ini:
Tabel 1.1
Data Penjualan Dakak-Dakak Kurnia di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan dari Tahun 2014- 2018
No Tahun Produksi/Tahun Penjualan Persentase Perubahan 1 2014 20.500 Kg Rp 820.000.000 0 %
2 2015 22.480 Kg Rp 899.200.000 9.65 % 3 2016 23.000 Kg Rp 920.000.000 2.31 % 4 2017 24.000 Kg Rp 960.000.000 4.34 % 5 2018 35.000 Kg Rp 1.400.000.000 45.8 % Sumber: Pemilik Usaha Dakak-Dakak Kurnia Nagari Simabur Kecamatan
Pariangan, 2019
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa usaha Dakak-Dakak Kurnia mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya jumlah produksi, dan penjualan setiap tahunnya dengan rata-rata 15,52%. Dari hasil wawancara sementara penulis dengan pemilik usaha Dakak-Dakak Kurnia di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan diketahui bahwa usaha Dakak-Dakak Kurnia telah melakukan berbagai
macam kegaiatan pemasaran sehingga pasarnya saat ini telah meluas di luar wilayah Batusangkar seperti, Jambi, Pekanbaru, teluk Kuantan dan juga Medan. Sedangkan usaha Dakak-Dakak Murni hanya dipasarkan di Payakumbuh dan Solok dan pada usaha Dakak-Dakak Nila pemasarannya dilakukan di daerah Bukittinggi dan Batusangkar. Berdasarkan hal tersebut diatas diketahui bahwa usaha Dakak-Dakak Kurnia mampu mempertahankanusahanya di tengah banyaknya persaingan usaha sejenis sebagai usaha makanan tradisional di Kecamatan Pariangan. (Pian, wawancara , 4 Februari 2019)
Alasan penulis memilih strategi marketing mix dari strategi pemasaran yang lainnya yaitu karena kempat faktor (Product, Price, Place, Promosi) dalam strategi bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan mewakili faktor-faktor yang ada di pasar. Oleh sebab itu, banyak perusahaan menggunakan strategi bauran pemasaran ini untuk memperoleh laba dari penjualan dan mencapai tujuan yang di inginkan oleh perusahaan.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut untuk melihat kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh usaha Dakak-Dakak Kurnia dengan judul “Strategi Pemasaran Usaha Dakak-Dakak Kurnia di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan”
B. Fokus Penelitian
Agar penelitian ini lebih terarah dan tidak menyimpang dari topik Permasalahan maka penulis memfokuskan penelitian ini pada strategi pemasaran usaha Dakak-Dakak Kurnia di nagari Simabur dilihat dari strategi bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat dan promosi.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan fokus penelitian di atas yang menjadi rumusan masalah penulis yaitu “Bagaimana strategi pemasaran usaha Dakak-Dakak Kurnia dilihat dari bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat dan promosi”?
D. Tujuan Penelitian
Penulisan skripsi ini bertujuan untuk mengetahui strategi pemasaran usaha Dakak-Dakak Kurnia dilihat dari bauran pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat dan promosi yang dilakukan pada usahanya.
E. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini nantinya diharapkan dapat bermanfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan. secara garis besar penelitian ini berguna bagi:
1. Bagi penulis
a. Penelitian ini bermanfaat sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar sarjana ekonomi dalam bidang manajemen syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Batusangkar.
b. Untuk dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang penulis dapatkan selama menjadi mahasiswa di IAIN Batusangkar.
2. Bagi perusahaan
Hasil penelitian ini dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat sebagai bahan evaluasi dalam menentukan kebijakan di masa yang akan datang khususnya dalam pemasaran.
3. Bagi pihak lain
Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai tambahan informasi untuk memperluas ilmu pengetahuan tentang manajemen, khususnya manajemen pemasaran.
F. Defenisi Operasional
Strategi adalah suatu tujuan yang ingin dicapai, upaya untuk mengkomunikasikan apa saja yang akan dikerjakan, oleh siapa saja yang mengerjakannya, bagaimana cara mengerjakannya, serta kepada siapa saja hal-hal tersebut pula dikomunikasikan, dan juga perlu dipahami mengapa hasil kinerja tersebut perlu dinilai. (Assauri, 2013: 3)
Strategi pemasaran adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan sasaran, maksud, dan tujuan yang menghasilkankebijaksanaan utama dan merencanakan pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dicapai oleh perusahaan. (Pasaribu, 2012: 105)
Bauran pemasaran (Marketing Mix) adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasaran. (Assauri, 2010 : 198)
Strategi pemasaran yang penulis maksud adalah suatu rencana yang dilakukan oleh usaha dakak-dakak Kurnia dilihat dari bauran pemasaran.Bauran pemasaran yang penulis maksud adalah kombinasi variabel atau kegiatan inti dari strategi pemasaran yang meliputi produk, harga, tempat, promosi yang dilakukan oleh usaha Dakak-Dakak Kurnia.
Dakak-Dakak merupakan makanan khas dari nagari Simabur kecamatan Pariangan yang terbuat dari tepung beras kemudian dibentuk dengan cetakan yang berlubang-lubang kecil yang terbuat dari tempurung kelapa, dan kemudian digoreng.
8 BAB II
KAJIAN PUSTAKA A. Landasan Teori
1. Strategi
a. Pengertian Strategi
Istilah strategi berasal dari bahasa Yunani Strategeia yang artinya seni atau ilmu untuk menjadi seorang jendral.Strategi juga diartikan sebagai suatu rencana untuk pembagian dan panggunaan kekuatan militer dan material pada daerah-daerah tertentu untuk mencapai tujuan tertentu (Dharmawan, 2012: 3).
Adapun menurut para ahli pengertian strategi adalah sebagai berikut:
1) Menurut Chandler strategi merupakan alat untuk mencapai tujuan perusahaan dalam kaitannya dengan tujuan jangka panjang, program tindak lanjut serta prioritas alokasi sumber daya.
2) Menurut Porter strategi adalah alat yang sangat penting untuk mencapai keunggulan bersaing.
3) Menurut Stephanie K. Marrus strategi adalah sebagai suatu proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat tercapai.
4) Menurut Hamel dan Prahalad strategi adalah tindakan yang bersifat incremental (senantiasa meningkat) dan terus menerus, serta dilakukan berdasarkan sudut pandang tentang apa yang diharapkan oleh para pelanggan di masa depan. Dengan demikian, strategi selalu dimulai dari apa yang yang dapat terjadi dan bukan dimulai dari apa yang terjadi. Terjadinya kecepatan inovasi pasar yang baru dan perubahan pola konsumen memerlukan kompetensi inti (core
competencies).Perusahaan perlu mencari kompetensi inti di dalam bisnis yang dilakukan. (Umar, 2010: 16-17)
5) Menurut Kenneth R. Andrews strategi adalah pola keputusan dalam perusahaan yang menentukan dan mengungkapkan sasaran, maksud atau tujuan yang menghasilkan kebijaksanaan utama dan merencanakan untuk pencapaian tujuan serta merinci jangkauan bisnis yang akan dikejar oleh perusahaan. (Alma, 2014: 199)
6) Dalam buku Assauri (2010) Strategi adalah suatu tujuan yang ingin dicapai, upaya untuk mengkomunikasikan apa saja yang akan dikerjakan, oleh siapa saja yang mengerjakannya, bagaimana cara mengerjakannya, serta kepada siapa saja hal-hal tersebut pula dikomunikasikan, dan juga perlu dipahami mengapa hasil kinerja tersebut perlu dinilai. (Assauri, 2013: 3)
Berdasarkan pengertian yang dikemukakan oleh para ahli di atas maka dapat disimpulkan Strategi adalah suatu cara atau proses yang dilakukan oleh sebuah perusahaan atau organisasi untuk mencapai suatu tujuan dalam menjalankan kegiatan perusahaan atau organisasi tersebut.
b. Tingkatan-tingkatan Strategi
Dalam manajemen strategik, perusahaan pada umumnya mempunyai tiga level atau tingkatan strategi:
1) Strategi Korporasi
Strategi ini menggambarkan arah perusahaan secara keseluruhan mengenai sikap perusahaan secara umum terhadap arah pertumbuhan dan manajemen berbagai bisnis dan lini produk untuk mencapai keseimbanngan portofolio produk dan jasa. Sebagai tambahan, strategi perusahaan adalah:
a) Pola keputusan yang berkenaan dengan tipe-tipe bisnis yang perusahaan sebaiknya terlibat.
b) Arus keuangan dan sumber daya lainnya dari dan ke divisi- divisi yang ada di perusahaan.
c) Hubungan antara perusahaan dan kelompok-kelompok utama dalam lingkungan perusahaan.
2) Strategi Unit Bisnis
Strategi ini biasanya dikembangkan pada level divisi dan menekankan pada perbaikan posisi persaingan produk barang atau jasa perusahaan dalam industrinya atau segmen pasar yang dilayani oleh divisi tersebut. Strategi bisnis umumnya menekankan pada peningkatan laba produksi dan penjualan.
Strategi bisnis yang diimplementasikan biasanya merupakan salah satu strategi overall cost leadership, atau diferensiasi.
3) Strategi Fungsional
Strategi ini menekankan terutama pada pemaksimalan sumber daya produktivitas. Dalam batasan oleh perusahaan dan strategi bisnis yang berada di sekitar mereka, departemen fungsional seperti fungsi-fungsi pemasaran, SDM, keuangan, produksi-operasi mengembangkan strategi untuk mengumpulkan bersama-sama berbagai aktivitas dan kompetensi mereka guna meningkatkan kinerja perusahaan.
(Umar,2010: 17-18)
Berdasarkan tingkatan strategi tersebut diatas maka diketahui bahwa strategi pemasaran termasuk kedalam tingkatan strategi fungsional.
c. Fungsi-fungsi Strategi
Fungsi dari strategi pada dasarnya adalah berupaya agar strategi yang disusun dapat diimplementasikan secara efektif.
Untuk itu, terdapat enam fungsi yang harus dilakukan, yaitu:
1) Mengkomunikasikan suatu maksud (visi) yang ingin dicapai kepada orang lain.
2) Menghubungkan atau mengkaitkan kekuatan atau keunggulan organisasi dengan peluang dari pesaingnya.
3) Memanfaatkan atau mengeksploitasi keberhasilan dan kesuksesan yang didapat sekarang, sekaligus menyelidiki adanya peluang-peluang baru.
4) Menghasilkan dan membangkitkan sumber-sumber daya yang lebih banyak dari yang digunakan sekarang.
5) Mengkoordinasikan dan mengarahkan kegiatan atau aktivitas organisasi ke depan.
6) Menanggapi serta bereaksi atas keadaan yang baru dihadapi sepanjang waktu.
Dari fungsi pertama, maka strategi dirumuskan sebagai tujuan yang diinginkan, dan mengkomunikasikan, tentang apa yang dikerjakan, oleh siapa, bagaimana pelaksanaan pengerjaannya, untuk siapa hal tersebut dikerjakan dan mengapa hasil kinerjanya dapat bernilai. Selanjutnya untuk mengetahui, mengembangkan dan menilai alternatif-alternatif strategi, maka perlu sandingan yang cocok atau sesuai antara kapabilitas organisasi dengan faktor lingkungan, dimana kapabilitas tersebut akan digunakan. Strategi mencoba menghubungkan suatu organisasi dengan individu- individu dan organisasi lainnya.
Fungsi strategi berikutnya adalah menghasilkan sumber- sumber daya yang lebih banyak dari yang digunakan sekarang, khususnya sumber dana dan sumber-sumber daya lain yang diolah atau digunakan. Fungsi yang penting dalam hal ini adalah dihasilkannya sumber-sumber daya nyata yang penting, tidak hanya pendapatan, tetapi juga reputasi, komitmen karyawan, identitas merek dan sumber daya yang tidak terwujud lainnya.Dengan menghubungkan kapabilitas organisasi dengan lingkungan yang terkait, maka fungsi strategi berikutnya adalah mengeksploitasi kesuksesan yang dimiliki organisasi, sekaligus menyelidiki terdapatnya peluang-peluang baru.
Strategi membantu pengkoordinasian dan pengarahan aktivitas organisasi, menunjukkan bagaimana para individu bekerja sama dengan yang lain. Strategi harus menyiapkan keputusan yang cocok atau sesuai dan tentunya hal ini sangat penting bagi upaya untuk pencapaian maksud dan tujuan organisasi. Selanjutnya fungsi terakhir dari strategi adalah proses yang terus menerus berjalan bagi penemuan maksud dan tujuan untuk menciptakan dan menggunakan sumber-sumber daya, serta mengarahkan aktivitas pendukungnya.
Pola fungsi dari strategi harus dijalankan dengan mengikuti pemahaman kondisi yang baru dan akan dihadapi, serta menilai implikasinya terdapat banyak tindakan. Semua hal tersebut harus diperhatikan secara menyeluruh dan dinilai secara satu kesatuan atas suatu strategi yang diambil atau ditetapkan (Assauri, 2013: 7) d. Unsur-unsur Strategi
Bila suatu organisasi mempunyai suatu strategi, maka strategi itu harus mempunyai bagian-bagian yang mencakup unsur- unsur strategi. Suatu strategi mempunyai lima unsur dimana masing-masing unsur dapat menjawab masing-masing pertanyaan berikut:
1) Di mana organisasi selalu aktif dalam menjalankan aktivitasnya. Unsur ini dikenal sebagai gelanggang aktivitas atau arena.
2) Bagaimana kita dapat mencapai arena, yaitu penggunaan sasaran kendaraan atau vehicles.
3) Bagaimana kita dapat menang di pasar. Hal ini merupakan pembeda atau dikenal dengan differentiators.
4) Apa langkah atau tahap, serta urutan pergerakan kegiatan, serta kecepatannya. Unsur ini dikenal sebagai rencana tingkatan atau disebut staging & pacing.
5) Bagaimana hasil akan dapat dicapai, dengan logika ekonomi ataueconomic logic(Assauri, 2013: 4)
e. Klasifikasi Strategi
Strategi-strategi utama (grand strategies) merupakan kumpulan strategi sebagai tindak lanjut dari strategi generik.
Terdapat beberapa strategi utama seperti yang ditulis oleh para ahli, seperti pendapat Fred R. David dan Wheelen-Hunger.
1. Konsep strategi versi Wheelen-Hunger
Strategi utama dari strategi generik versi Wheelen-Hunger yang menggunakan komsep dari GE (General Electric) dapat dilihat melalui tabel berikut dibawah ini:
Tabel 2.1
Konsep strategi versi Wheelen-Hunger Strategi Generik Strategi Utama
Strategi Pertumbuhan (Growth Strategy)
a. Strategi Pertumbuhan Konsentrasi:
1. Horizontal 2. 2. Vertikal
b. Strategi Pertumbuhan Diversifikasi : 1. Terpusat
2. Konglomerasi Strategi Stabilitas
(Stability strategy)
a. Strategi Istirahat (Pause Strategy)/Strategi terus dengan hati-hati (Proceed with Caution staregy)
b. Strategi tanpa perubahan (No change Strategy)
c. Strategi laba (Profit Strategy) Strategi Penciutan
(Retrenchment Strategy)
a. Strategi perubahan haluan (Turnaround Strategy)
b. Strategi memikat perusahaan lain (Captive Company Strategy)
c. Strategi pelepasan (Bankruptcy strategy)/strategi likuidasi (liquidation strategy)
Sumber: Umar, 2010: 22
Adapun konsep strategi menurut versi Wheelen-Hunger adalah sebagai berikut:
a) Strategi generik
Strategi generik terdiri dari yaitu sebagai berikut :
1. Strategi pertumbuhan (Growth). Tujuan strategi perusahaan mengacu pada pencapaian pertumbuhan penjualan, modal, laba atau kombinasi di antara itu. Perusahaan harus terus tumbuh (dengan memanfaatkan peluang-peluang dan memperkecil biaya-biaya) dalam rangka betahan hidup.
2. Strategi stabilitas (stability). Kategori stabilitas paling tepat digunakan oleh perusahaan yang sukses beroperasi pada daya tarik industri menengah. Bisnis pada industri ini berada pada daya tarik industri menengah karena mengahadapi pertumbuhan yang biasa-biasa saja bahkan tidak ada pertumbuhan, atau adanya perubahan lingkungan dan masa depan yang tidak pasti.
3. Strategi penciutan (recrenchment). Strategi ini dilaksanakan jika perusahaan mempunyai posisi persaingan yang lemah dalam daya tarik industrinya. Posisi kompetitif yang lemah mengakibatkan kinerja yang buruk seperti penjulan menurun dan laba berubah menjadi kerugian. Dalam usahanya untuk menghilangkan kelemahan yang akan menyeret perusahaan mundur, pihak manajemen dapat mengikuti satu dari beberapa pengurangan. (Umar, 2010: 22-23)
b) Strategi utama
Strategi utama terdiri dari yaitu sebagai berikut:
1. Strategi pertumbuhan (Growth)
Strategi generik pertumbuhan memiliki dua jenis strategi utama. Setiap jenis strateginya terdiri dari dua macam. Dua jenis strategi utama tersebut adalah:
a. Strategi pertumbuhan konsentrasi
Merupakan strategi di mana perusahaan berkosentrasi dan bertumbuh kembang pada semua atau hampir sumber daya yang sejenis. Strategi ini memiliki dua sub strategi, yaitu : 1) Horizontal. Strategi ini yang dilakukan dengan
memperluas kegiatan-kegiatan perusahaan ke dalam lokasi yang berbeda atau dengan menambah rentang produk atau jasa yang ditawarkan kepada pasar.
2) Vertikal. Strategi ini dapat dilakukan dengan dengan cara mengambil alih fungsi yang sebelumnya disediakan oleh pemasok (Backward Integration) atau oleh pihak distributor (Forward Integration). Dengan kata lain, terdapat satu atau lebih bisnis yang selama ini disediakan oleh perusahaan. Hal ini merupakan strategi utama untuk perusahaan yang memiliki posisi kompetitif pasar yang kuat (high market share) dalam industri yang berdaya tarik tinggi.
b. Strategi pertumbuhan diversifikasi
Strategi ini menuntut perusahaan untuk tumbuh dengan cara menambahkan produk atau divisi yang berbeda dengan produk atau divisi yang telah ada. Strategi ini terdiri dari berbagai cara yang terpusat (konsentrasi) atau konglomerasi secara internal maupun eksternal.
1) Terpusat. Melakukan penambahan produk atau divisi yang sudah ada pada perusahaan sebelumnya, dilakukan dengan cara yang masih sama dengan produk atau jasa yang sudah ada. Strategi ini dapat dilaksanakan apabila perusahaan memiliki posisi bersaing yang kuat, tetapi daya tarik industrinya rendah.
2) Konglomerasi. Melakukan penambahan produk atau divisi yang tidak ada hubungannya dengan lini produk
atau jasa yang telah dimiliki sebelumnya. Strategi ini dapat dilaksanakan dengan apabila perusahaan memiliki posisi bersaing rata-rata, tetapi daya tarik industrinya rendah. Kedua faktor itu mendorong perusahaan untuk melakukan usahanya ke dalam industri yang lain. (Umar, 2010: 25)
2. Kelompok strategi stabilitas (Stability)
Strategi Stabilitas adalah strategi yang paling sesuai bagi perusahaan yang berhasil pada industri dengan daya tarik industri medium. Ada empat bentuk strategi utama yaitu:
a. Strategi istirahat (Pause strategy). Strategi ini tepat dilakukan sebagai strategi sementara agar perusahaan dapat mengonsolidasikan sumber daya yang ada setelah menghadapi pertumbuhan cepat.
b. Strategi waspada (proceed with caution strategy).
Perusahaan tetap menjalankan usahanya dengan hati-hati karena adanya faktor-faktor yang berubah pada lingkungan eksternal, seperti peraturan pemerintah.
c. Strategi tanpa perubahan (No change strategy).
Perusahaan tidak perlu melakukan perubahan-perubahan yang berarti. Disini perusahaan tetap melakukan usaha- usaha yang sedang dijalankan dan hanya melakukan sedikit penyesuaian misalnya karena terjadinya inflasi.
d. Strategi laba (Profit strategy). Strategi ini mengutamakan keuntungan saat ini walau memiliki risiko besar dengan mengorbankan pertumbuhan masa depan. Hasilnya sering kali adalah kesuksesan dalam jangka pendek sekaligus dengan stagnasi dalam jangka panjang. (Umar, 2010: 26)
3. Kelompok strategi penciutan (Retrenchment)
Strategi generik ini bertujuan untuk melakukan penghematan penciutan bila suatu perusahaan mempunyai posisi persaingan yang lemah dibandingkan dengan daya tarik industrinya. Strategi ini tidak banyak dipakai oleh perusahaan karena seolah-olah memperlihatkan kegagalan dalam berusaha. Ada empat bentuk strategi utama:
a. Strategi Turnaround
Strategi ini dianjurkan untuk digunakan pada saat daya tarik industri sedang tinggi walaupun sebenarnya perusahaan mengalami kesulitan walaupun belum kritis.
b. Strategi Captive Company
Pada strategi ini, beberapa aktivitas dari bagian tertentu yang kurang menarik perlu dikurangi sehingga biaya akan berkurang secara signifikan, kemudian diusahakan agar fungsi-fungsi lain menjadi lebih menarik. Dengan demikian, diharapkan ada calon investor mau menginfestasikan modalnya di perusahaan ini.
c. Strategi Sell-Out/Divesment
Jika perusahaan tidak lagi mampu melakukan strategi Captive Company, perusahaan terpaksa harus dijual dan investor segera meningglakan bisnis seperti ini, asalkan saham-saham perusahaan yang akan dijual tidak jatuh., sehingga tidak merugikan para pemegang saham.
d. Strategi Bankruptcy
Strategi bankruptcy (pailit) dapat membantu perusahaan menghindar dari tanggung jawab atau utang-utang dan juga dapat menyatakan tidak berlakunya kontrak- kontrak kerja yang telah disetujui. Sebelum kondisi pailit ini ditentukan, perusahaan dapat berusaha terlebih dulu menghasilkan uang tunai sebanyak-banyaknya dari penjualan aset-aset.
e. Strategi Liquidation
Strategi terakhir yang dapat dilakukan oleh manajemen karena perusahaan sudah relatif tidak memiliki prospek lagi. Ketika industri tidak menarik lagi dan perusahaan juga terlalu lemah untuk dijual, manajemen dapat memilih mengubah sebanyak mungkin kekayaan yang dapat dijual ke dalam bentuk kas, yang dibagikan kepada para pemegang saham setelah membayar utang- utangnya. (Umar, 2010: 28)
2. Konsep Strategi versi Fred R. David
Strategi utama dari strategi generik versi Fren R. David dapat dilihat melalui tabel berikut:
Tabel 2.2
Konsep Strategi versi Fred R. David Strategik Generik Strategi Utama
Strategi Integrasi Vertikal (Vertical Integration Strategy)
a. Strategi Integrasi ke depan(Forward Integration strategy)
b. Strategi integrasi ke belakang (Backward Integration strategy)
c. Strategi Integrasi Horizontal (Horizontal Integration Strategy)
Strategi Intensif (Intensive Strategy)
a. Strategi pengembangan pasar (Market Dev.
Srategy)
b. Strategi pengembangan produk (Product Dev.
Strategy)
c. Strategi Penetrasi Pasar (Market Penetration Strategy)
Strategi Diversifikasi (Diversification Strategy)
a. Strategi Diversifikasi Konsentrik (Concentric Divers. Strategy)
b. Strategi Diversifikasi Konglomerat (Conglomerate Divers. Strategy)
c. Strategi Diversifikasi Horizontal (Horizontal Divers. Strategy)
Strategi Bertahan (Defence Strategy)
a. Strategi Usaha Patungan (Joint Venture Strategy)
b. Strategi Penciutan Biaya (Retrenhment Strategy)
c. Strategi Penciutan Usaha (Divestiture Strategy)
d. Strategi Likuidasi (Liquidation Strategy)
Sumber: Umar, 2010:29
Adapun konsep strategi menurut versi Fred R. David adalah sebagai berikut:
Strategi generik dan utama terdiri dari yaitu sebagai berikut:
1. Kelompok strategi integrasi vertikal (Vertical integration strategy)
Forward Integration, Backward Integration, dan Horizontal Integration merupakan tiga macam strategi yang termasuk di dalam kelompok strategi integrasi. Ketiga strategi itu dipaparkan sebagai berikut:
a. Forward integration strategy. Strategi ini menghendaki agar perusahaan mempunyai kemampuan yang besar terhadap pengendalian para distributor atau pengecer mereka, bila perlu dengan memilikinya. Hal ini dapat dilakukan, jika perusahaan mendapatkan banyak masalah dengan pendistribusian barang atau jasa mereka, sehingga menganggu kestabilan produksi, padahal perusahaan mampu untuk mengelola pendistribusian dimaksud dengan sumber daya yang dimiliki.
b. Backward integration strategy. Pengusaha di bidang manufaktur dan para pengecer membutuhkan barang-barang dari pemasok, misalnya berupa bahan baku. Backward Integration merupakan strategi perusahaan agar pengawasan terhadap bahan baku dapat lebih ditingkatkan, apalagi para pemasok sudah dinilai tidak lagi menguntungkan perusahaan, seperti keterlambatan dalam pengadaan bahan, kualitas bahan yang menurun, biaya yang meningkat sehingga tidak lagi dapat diandalkan.
c. Horizontal integration strategy. Strategi ini bermaksud agar perusahaan meningkatkan pengawasan terhadap para pesaing perusahaan walau harus dengan memilikinya. Tujuan strategi
ini adalah untuk mendapatkan kepimilikan atau meningkatkan pengendalian para pesaing.
2. Kelompok strategi intensif (Intensive strategy)
Market Penetration, Market Development, dan Product Development merupakan ketiga strategi yang termasuk strategi intensif. Ketiga strategi tersebut dipaparkan sebagi berikut:
a. Market penetration strategy. Strategi ini berusaha untuk meningkatkan market share suatu produk atau jasa melalui usaha-usaha pemasaran yang lebih besar. Strategi ini dapat diimplementasikan baik secara sendiri-sendiri atau bersama dengan strategi lain untuk dapat menambah jumlah tenaga penjual, biaya iklan, items untuk promosi penjualan, atau usaha promosi-promosi lainnya.
b. Market Development Strategy. Strategi ini bertujuan untuk memperkenalkan produk-produk atau jasa yang ada sekarang ke daerah-daerah yang secara geografis merupakan daerah baru.
c. Product development strategy.Strategi ini merupakan suatu strategi yang berusaha agar perusahaan dapat meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan atau memodifikasikan produk-produk atau jasa-jasa yang ada sekarang. Tujuan strategi ini adalah untuk memperbaiki atau mengembangkan produk yang sudah ada. (Umar, 2010: 29- 32)
3. Kelompok strategi diversifikasi (Divessification strategy) Terdapat tiga tipe umum strategi diversifikasi yang sudah banyak diketahui dan dimplimentasikan, yaitu Consentric Diversification, Horizontal Diversification, dan Conglomerate Difersification. Ketiga strategi tersebut dipaparkan sebagai berikut :
a. Consentric difersification strategy. Strategi ini dapat dilaksanakan dengan cara menambah produk dan jasa yang baru, tetapi masih saling berhubungan. Tujuan dari strategi ini adalah untuk membuat produk baru yang berhubungan untuk pasar yang sama.
b. Horizontal difersification strategy. Strategi ini dilakukan dengan menambahkan produk dan jasa pelayanan yang baru, tetapi tidak saling berhubungan untuk ditawarkan pada para konsumen yang ada sekarang. Tujuan strategi ini adalah untuk menambah produk baru yang tidak berhubungan dengan tujuan memuaskan pelanggan sama.
c. Conglomerate difersification strategy. Strategi dengan menambahkan produk atau jasa yang tidak saling berhubungan. Tujuan srategi ini adalah untuk menambah produk baruyang tidak saling berhubungan untuk pasar yang berbeda. Hal ini dapat dilakukan, jika industri di sektor ini telah mengalami kejenuhan, ada peluang untuk memiliki bisnis yang tidak berkaitan yang masih berkembang baik, serta memiliki sumber daya untuk memasuki industri baru tersebut. (Umar, 2010: 32-34) 4. Kelompok strategi bertahan (Defensive strategy)
Disamping strategi Integrative, Intensife dan Difersification, perusahaan dapat juga melakukan strategi bertahan (Defensive strategy) yang terdiri dari atas strategi- strategi Joint Venture, Retrenchment dan Liquidation Strategy.
Ketiga strategi tersebut dipaparkan sebagai berikut:
a. Joint venture strategy. Strategi ini merupakan suatu strategi yang populer, di mana terjadi pada saat atau lebih perusahaan membentuk suatu perusahaan temporer atau konsorsium untuk tujuan kapitalisasi modal. Tujuan strategi ini adalah untuk menggabungkan beberapa perusahaan dalam bentuk perusahaan baru yang terpisah dari induk-
induknya. Hal ini dapat dilakukan, jika mereka merasa tidak mampu untuk bersaing dengan perusahaan lain yang lebih besar, atau bermaksud dalam rangka mendapatkan kemudahan-kemudahan lain.
b. Retrechment strategy. Strategi ini dpat dilakukan melalui reduksi biaya dan aset perusahaan. Hal ini dilakukan karena, misalnya telah terjadi penurunan penjualan dan laba perusahaan. Retrechment yang kadang-kadang disebut juga sebagai srategi Turnaround dirancang agar perusahaan mampu bertahan pada pasar persaingannya. Tujuan strategi ini adalah untuk menghemat biaya agar sales ataupun keuntungan dapat dipertahankan dengan cara menjual sebagian aset perusahaan.
c. Divestiture strategy. Menjual satu divisi atau bagian dari perusahaan disebut Divestiture. Strategi Divestiture sering digunakan dalam rangka penambahan modal dari suatu rencana investasi atau untuk menindaklanjuti strategi akuisisi yang telah diputuskan untuk proses selanjutnya.
d. Liquidation strategy. Menjual seluruh aset perusahaan yang dapat dihitung nilainya disebut liquidation. Strategi liquidation merupakan sebuah pengakuan dari suatu kegagalan, dan sebagi akibatnya bisa menjadi strategi yang sulit. Tujuan strategi ini adalah untuk menutup perusahaan.
Hal ini dapat dilakukan jika perusahaan sudah tidak dapat dipertahankan keberadaannya. Dengan menjual harta perusahaan, maka pemegang saham akan dapat memperkecil kerugiannya. (Umar, 2010:34-37)
2. Pemasaran
Kegiatan pemasaran selalu ada dalam setiap usaha, baik usaha yang berorientasi profit maupun usaha-usaha sosial.Hanya saja sebagian pelaku pemasaran tidak atau belum mengerti ilmu pemasaran,tetapi sebenarnya mereka telah melakukan usaha-usaha pemasaran.Hal ini terjadi karena pelaku pemasaran belum pernah belajar atau bahkan belum pernah mendengar kata-kata pemasaran.Justru kejadian seperti ini banyak terjadi di kehidupan masyarakat.
Pentingnya pemasaran dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan dan keinginan masyarakat akan suatu produk atau jasa.
Pemasaran menjadi semakin penting dengan semakin meningkatnya pengetahuan masyarakat.Pemasaran juga dapat dilakukan dalam rangka menghadapi pesaing yang dari waktu ke waktu semakin meningkat.
Para pesaing justru semakin gencar melakukan usaha pemasaran dalam rangka memasarkan produknya(Kasmir, 2005: 59).
a. Pengertian Pemasaran
Pengertian pemasaran menurut para ahli yaitu sebagai berikut:
a) Menurut William J. Stanton pemasaran adalah suatu system keseluruhan dari kegiatan-kegiatan bisnis yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan mendistribusikan barang atau jasa yang memuaskan kebutuhan, baik kepada pembeli yang ada maupun pembeli potensial (Simbolon, 2003: 116)
b) Menurut Philip Kotler pemasaran adalah suatu proses sosial dan manejerial dengan mana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan cara menciptakan serta mempertukarkan produk dan nilai dengan pihak lain. (Kasmir, 2005:61)
c) Menurut American marketing Association pemasaran adalah hasil prestasi kerja kegiatan usaha yang berkaitan dengan
mengalirnya barang dan jasa dari produsen sampai dengan konsumen. (Assauri, 2010:3)
Dari pengertian diatas dapat diuraikan bahwa pemasaran adalah usaha untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen terhadap produk dan jasa. Untuk mengetahui kebutuhan dan keinginan konsumen, maka setiap perusahaan perlu melakukan riset pemasaran, karena dengan melakukan riset pemasaran inilah dapat diketahui keinginan dan kebutuhan konsumen.(Kasmir, 2005:61)
Di samping pengertian yang telah disebutkan di atas, terdapat pengertian yang sering digunakan dalam pembahasan tentang pemasaran, terutama nanti akan digunakan dalam tulisan ini. Pengertian tersebut menyatakan pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Berdasarkan pengertian ini, pembahasan tentang pemasaran dapat lebih jelas dan terbatas dalam pembatasan yang tegas, terkait dengan kegiatan pemasaran yang berlaku universal. (Assauri, 2010: 4)
b. Bauran Pemasaran
a) Pengertian Bauran Pemasaran
Bauran pemasaran (marketing mix) merupakan kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana yang dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Marketing mix terdiri himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin dalam melakukan tugas atau kegiatan pemasarannya.
Dengan demikian, perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat
mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif. (Assauri,2010:
198)
Bauran pemasaran atau dengan istilah lain yaitu marketing mix adalah sejumlah alat pemasaran yang digunakan oleh perusahaan untuk mencapai tujuan dan target pasar yang dituju.
b) Variabel Bauran Pemasaran 1. Strategi Produk
Produk adalah segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk mendapat perhatian, dimiliki, digunakan atau dikonsumsi, yang meliputi barang secara fisik, jasa, kepribadian, tempat, organisasi dan gagasan atau buah pikiran. Dalam produk ini terkandung fungsi produk tersebut dan faktor lain yang diharapkan oleh konsumen tersebut, yang sering dinyatakan sebagai produk plus (pelayanan). (Assauri,2010: 200)
Di dalam strategi marketing mix, strategi produk merupakan unsur yang paling penting, karena dapat mempengaruhi strategi pemasaran lainnya. Strategi yang dapat dilakukan mencakup keputusan tentang acuan atau bauran produk (product mix), merek dagang (brand), cara pembungkusan/kemasan produk (product packaging), tingkat mutu atau kualitas dari produk, dan pelayanan (service) yang diberikan. (Assauri,2010: 200)
1) Merek dagang (Brand)
Merek adalah nama, istilah, tanda atau lambang dan kombinasi dari dua atau lebih unsur tersebut, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan (barang atau jasa) dari seseorang penjual atau kelompok penjual dan yang membedakannya dari produk saingan.
Pemberian merek pada suatu produk dimaksudkan untuk beberapa alasan, yaitu:
a. Untuk tujuan identifikasi, guna mempermudah penanganan (handling) atau mencari jejak (tracing) produk yang dipasarkan.
b. Melindungi produk yang unik dari kemungkinan ditiru pesaing.
c. Produsen ingin menekankan mutu tertentu yang ditawarkan dan untuk mempermudah konsumen menemukan produk tersebut kembali.
d. Sebagai landasan untuk mengadakan diferensiasi harga.
2) Kemasan (Packaging)
Dewasa ini kemasan atau pembungkus mempuny arti yang penting, karena kemasan tidak hanya digunakan sebagai pelindung produk, tetapi juga digunakan untuk dapat menyenangkan dan menarik langganan. Oleh karena itu, kemasan ini termasuk dalam strategi produk, dengan cara memperbaiki bentuk luar dari produk, seperti pembungkus, etiket, warna, dan lain-lain agar dapat menarik perhatian para konsumen dan dapat memberi kesan bahwa produk tersebut mutu atau kualitasnya baik. Oleh karena itu, kemasan yang digunakan seharusnya memenuhi syarat berikut:
a. Harus dapat melindungi produk terhadap kerusakan, kehilangan dan kotoran.
b. Harus ekonomis dan praktis bagi kegiatan pendistribusian produk tersebut.
c. Ukuran kemasan harus sesuai dengan kehendak pembeli, misalnya besar kecil, dan bentuknya sesuai dengan unit kesatuan produk.
d. Kemasan harus memberikan aspek deskriptif, yaitu menunjukkan merek, kualitas, rasa dan campuran atau komposisi yang terdapat dalam produk tersebut.
e. Kemasan hendaklah mempunyai citra dan aspek seni.
(Assauri,2010: 208-210)
3) Kualitas dan Mutu produk
Kualitas produk merupakan hal yang perlu mendapat perhatian utama dari perusahaan atau produsen, mengingat kualitas suatu produk berkaitan erat dengan masalah kepuasan konsumen, yang merupakan tujuan dari kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan. Setiap perusahaan atau produsen harus memilih tingkat kualitas yang akan membantu atau menunjang usaha untuk meningkatkan atau mempertahankan posisi produk itu dalam pasar sasarannya.
4) Pelayanan (service)
Keberhasilan pemasaran produk sangat ditentukan pula oleh baik tidaknya pelayanan yang diberikan oleh suatu perusahaan dalam memasarkan produknya. Pelayanan yang diberikan dalam pemasaran suatu produk mencakup pelayanan sewaktu penawaran produk, pelayanan dalam pembelian dan penjualan produk itu, pelayanan sewaktu penyerahan produk yang dijual, yang mencakup pelayanan dalam pengangkutan yang ditanggung oleh penjual, pemasangan (instalasi) produk itu dan asuransi atau jaminan resiko rusaknya barang dalam perjalanan atas pengangkutan, dan pelayanan setelah penjualan, yang mencakup jaminan atas kerusakan produk dalam jangka waktu tertentu (misalnya 6 bulan) setelah produk dibeli oleh konsumen, perbaikan dan pemeliharaan (service) dari produk itu apabila rusak. (Assauri,2010:213)
Pada dasarnya produk yang dibeli konsumen itu dapat dibedakan atas tiga tingkatan, yaitu:
a. Produk inti (core product), yang merupakan inti atau dasar yang sesungguhnya dari produk yang ingin diperoleh atau didapatkan oleh seorang pembeli atau konsumen dari produk tersebut.
b. Produk formal (formal product), yang merupakan bentuk, model kualitas atau mutu, merek dan kemasan yang menyertai produk tersebut.
c. Produk tambahan (augement product), adalah tambahan produk formal dengan berbagai jasa yang menyertainya, seperti pemasangan (instalasi), pelayanan, pemeliharaan, dan pengangkutan secara Cuma-Cuma. (Assauri,2010:202- 203)
2. Strategi Harga(Price)
Harga merupakan penentuan dari suatu produk yang merupakan titik pertemuan dari produk yang ditawarkan dengan permintaan akan produk yang dimaksud. Metode penetapan harga merupakan suatu keputusan yang penting di dalam pemasaran dari suatu produk. Dalam pengertian lain, Kotler dan Amstrong (1996) mengungkapkan bahwa harga adalah jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk dan jasa, atau jumlah dari nilai yang dipertukarkan konsumen untuk manfaat memiliki atau menggunakan produk dan jasa.
Manfaat yang dapat diperoleh dari penetapan strategi harga adalah sebagai berikut:
a. Isyarat bagi pembeli. Harga mungkin dipergunakan untuk memposisikan merek sebagai produk bermutu tinggi atau sebaliknya, untuk mengejar persaingan langsung dengan merek-merek lain.
b. Instrumen persaingan. Harga merupakan suatu cara yang tepat untuk menyerang persaingan atau kemungkinan lain, untuk memposisikan suatu perusahaan di luar persaingan langsung.
c. Memperbaiki kinerja keuangan. Harga dan biaya menentukan kinerja keuangan. Strategi penetapan harga dinilai berdasarkan dampak yang mungkin ditimbulkannya terhadap neraca keungan perusahaan tersebut, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
d. Pertimbangan bauran pemasaran. Peran harga kerapkali tergantung pada bagaimana variabel-variabel lain digunakan dalam bauran pemasaran. Misalnya, harga dapat digunakan sebagai insintif bagi anggota-anggota saluran dan armada penjualan. (Hardjanto & Amirullah,2005: 145)
Tujuan ditetapkannya harga pada sebuah produk adalah untuk mencapai hal-hal sebagai berikut:
a. Mendapatkan posisi pasar. Misalnya, penggunaan harga rendah untuk mendapatkan penjualan dan pangsa pasar.
b. Mencapai kinerja keuangan. Harga-harga dipilih untuk membantu pencapaian tujuan keuangan seperti kontribusi laba dan arus kas. Harga yang terlalu tinggi mungkin tidak dapat diterima oleh para pembeli.
c. Penentuan posisi produk. Harga dapat digunakan untuk meningkatkan citra produk, mempromosikan kegunaan produk, menciptakan kesadaran, dan tujuan penentuan posisi lainnya.
d. Mempengaruhi persaingan. Manajemen mungkin ingin menghambat para pesaing yang sekarang untuk tidak dapat masuk ke pasar atau untuk tidak melakukan pemotongan harga. (Hardjanto & Amirullah,2005: 146)
Selain itu tujuan strategi penetapan harga perlu ditentukan terlebih dahulu, agar tujuan perusahaan tercapai. Hal ini penting, karena tujuan perusahaan merupakan dasar atau pedoman bagi perusahaan dalam menjalankan kegiatan pemasaran, termasuk kebijakan penetapan harga. Ada beberapa tujuan penetapan harga yang diambil, yaitu :
a. Memperoleh laba yang maksimum. Salah satu tujuan yang paling lazim dalam penetapan harga adalah memperoleh hasil laba jangka pendek yang maksimal. Pencapaian tujuan ini dilakukan dengan cara menentukan tingkat harga yang
memperhatikan total hasil penerimaan penjualan (sales revenue) dan total biaya. Dalam hal ini perusahaan menetapkan harga untuk memperoleh tingkat keuntungan (rate of return) yang maksimal paling memuaskan.
b. Mendapatkan share pasartertentu. Sebuah perusahaan dapat menetapkan tingkat harga untuk mendapatkan atau meningkatkan share pasar, meskipun mengurangi tingkat keuntungan pada masa itu. Strategi ini dilakukan perusahaan karena perusahaan percaya bahwa jika share pasar bertambah besar, maka tingkat keuntungan akan meningkat pada masa depan. Oleh karena itu, banyak perusahaan yang melakukan penetrasi pasar dengan cara menetapkan harga yang relatif rendah dari harga pasaran, sehingga memperoleh share pasar yang lebih besar.
c. Memperoleh pasar (market skimming). Perusahaan mengambil manfaat memperoleh keuntungan dari bersedianya pembeli membayar dengan harga yang lebih tinggi dari pembeli yang lain, karena barang yang ditawarkan memberikan nilai yang lebih tinggi bagi mereka.
d. Mencapai tingkat hasil penerimaan penjualan maksimum pada waktu itu. Perusahaan menetapkan harga untuk memaksimumkan penerimaan penjualan pada masa itu. Tujuan itu hanya mungkin dapat dicapai apabila terdapat kombinasi harga dan kuantitasproduk yang dapat menghasilkan tingkat pendapatan yang paling besar.
e. Mencapai keuntungan yang ditargetkan. Perusahaan menetapkan harga tertentu untuk dapat mencapai tingkat laba yang berupa rate of return yang memuaskan. Meskipun harga yang lebih tinggi dapat memberikan atau mengasilkan tingkat laba yang berlaku (conventional) bagi tingkat investasi dan risiko yang diatnggung.
f. Mempromosikan produk. Perusahaan menetapkan harga khusus yang rendah untuk mendorong penjualan bagi produknya, bukan semata-mata bertujuan mendapatkan keuntungan yang besar. Perusahaan dapat menetapkan harga yang rendah pada suatu waktu untuk suatu macam produk,dengan maksud agar langganan membeli juga produk lain yang dihasilkan perusahaan. (Assauri,2010: 225)
Setelah ditentukan tujuan penetapan harga, maka perlu dipelajari prosedur penetapan harga. Pada dasarnya penetapan harga dapat dikelompokkan ke dalam salah satu dari tiga orientasi, yaitu orientasi biaya, orientasi permintaan, dan orientasi persaingan.
a. Penetapan harga dengan orientasi biaya
a) Penetapan harga secara mark-up (mark-up pricing). Dalam hal ini harga jual yang ditetapkan dilakukan dengan cara menambahkan suatu persentase tertentu dari total biaya variabel atau harga beli dari seorang pedagang (supermarket).
b) Penetapan harga dengan cost plus(cost pluspricing). Dalam hal ini harga jual yang ditetapkan dilakukan dengan cara menambahkan prosentase tertentu dari total biaya (cost of good sold)
c) Penetapan harga sasaran (target pricing). Dalam hal ini harga jual yang ditetapkan dapat memberikan tingkat keuntungan tertentu yang dianggap wajar. Keuntungan wajar ini diperoleh untuk tingkat investasi tertentu dan risiko yang mungkin terjadi.
b. Penetapan harga dengan orientasi permintaan
a) Penetapan harga berdasarkan persepsi atau penilaian konsumen terhadap suatu produk (perceived value pricing).
Penetapan harga ini sangat mempengaruhi posisi produk di
pasar, sehingga pengaruh ini perlu dipertimbangkan oleh si produsen.
b) Penetapan harga dengan cara diskriminasi atau diferensiasi harga (demand diferential pricing). Diskriminasi atau diferensiasi harga ini dilakukan dengan mempertimbangkan perbedaan permintaan, yang dapat didasarkan pada pelanggan, produk, tempat dan waktu. Penetapan harga ini pada umumnya menekankan dasar pertimbangannya pada pola permintaan.
c) Penetapan harga dengan orientasi persaingan
Terdapat dua jenis penetapan, harga dalam hal ini, yaitu:
a) Penetapan harga berdasarkan tingkat harga rata-rata industri yang terdapat (going rate pricing). Penetapan harga seperti ini dilakukan dengan alasan sebagai berikut:
1. Perusahaan mengalami kesukaran untuk mengukur biaya, sehingga sulit untuk menentukan harga yang wajar.
Kesulitan perusahaan untuk mengetahui reaksi dari para pembeli dan saingan terhadap perbedaan harga di pasar.
2. Pandangan bahwa dari pada menganggu keseimbangan harga di pasar, lebih baik mengikuti harga yang berlaku di pasar itu.
b) Penetapan harga tender atau pelelangan (sealed-bid pricing. Harga penawaran yang ditetapkan diajukan dalam sampul tertutup, sedangkan pembeli dapat memilih penjual yang dianggapnya mempunyai harga yang rendah dengan spesifikasi yang diharapkan.
(Assauri, 2010:228-230)
3. Srategi Distribusi (Penyaluran)
Strategi distribusi pemasaran adalah menentukan metode dan jalur yang akan dipakai dalam menyalurkan produk ke pasar.
Strategi distribusi adalah penting untuk menentukan bagaimana mencapai target pasar dan bagaimana untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi distribusi yang berbeda-beda (Jakfar, 2006: 113).
Distribusi adalah cara perusahaan menyalurkan barangnya, mulai dari perusahaan sampai ke tangan konsumen akhir.
Distribusi dapat pula diartikan sebagai cara menentukan metode dan jalur yang akan dipakai dalam menyalurkan produk kepasar.
Pendek atau panjangnya jalur yang digunakan perlu dipertimbangkan dengan matang.Strategi distribusi penting dalam upaya perusahaan melayani konsumen tepat waktu dan tepat sasaran.Keterlambatan dalam penyaluran mengakibatkan perusahaan kehilangan waktu dan kualitas barang serta diambilnya kesempatan oleh pesaing.Oleh karena itu, perusahaan harus memiliki strategi untuk mencapai target pasar dan menyelenggarakan fungsi distribusi yang berbeda-beda (Kasmir, 2011: 195).
Saluran distribusi memiliki fungsi tertentu.Fungsi-fungsi tersebut menunjukkan betapa pentingnya strategi distribusi bagi perusahaan. Adapun fungsi saluran distribusi adalah sebagai berikut :
a) Fungsi transaksi
Fungsi transaksi adalah fungsi yang meliputi bagaimana perusahaan menghubungi dan mengomonikasikan produknya dengan calon pelanggan.Fungsi ini membuat mereka sadar terhadap produk yang telah ada dan menjelaskan kelebihan serta manfaat produk tersebut.
b) Fungsi logistik
Fungsi logistik merupakan fungsi yang meliputi pengangkutan dan penyortiran barang, termasuk sebagai
tempat menyimpan, memelihara dan melindungi barang.Fungsi ini penting agar barang yang diangkut tiba tepat waktu dan tidak rusak atau cepat busuk.
c) Fungsi fasilitas
Fungsi fasilitas meliputi penelitian dan pembiayaan.Penelitian yakni mengumpulkan informasi tentang jumlah anggota saluran dan pelanggan lainya.Pembiayaan adalah memastikan bahwa anggota saluran tersebut mempunyai uang yang cukup guna memudahkan aliran barang melalui saluran distribusi sampai ke konsumen akhir (Kasmir, 2011: 196).
Strategi distribusi adalah penting untuk menentukan bagaimana mencapai target pasar dan bagaimana untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi distribusi yang berbeda-beda.
Dalam strategi saluran distribusi terdapat beberapa tujuan yang hendak dicapai perusahaan. Strategi yang dijalankan tersebut akan memberikan banyak manfaat dalam berbagai hal yaitu:
a) Melayani konsumen secara tepat.
b) Menjaga mutu produk agar tetap stabil.
c) Menghemat biaya.
d) Menghindari pesaing (Kasmir, 2011: 196)
Faktor-faktor yang mempengaruhi strategi distribusi adalah:
a) Pertimbangan pembeli atau faktor pasar
Karakteristik pelanggan mempengaruhi keputusan apakah menggunakan suatu pendekatan distribusi langsung.
Perusahaan harus mempertimbangkan jumlah dan frekuensi pembelian. Juga perlu dipertimbangkan sasaran pelanggan apakah sasarannya pasar konsumen atau pasar industri.
Lokasi geografis dan ukuran pasar juga penting di pertimbangkan.
a) Karakteristik produk
Produk yang kompleks, dibuat khusus dan mahal cenderung menggunakan saluran distribusi yang pendek dan langsung.
b) Faktor produsen atau dipertimbangkan pengawasan dan keuangan.
Produsen yang memiliki sumber daya keuangan, manajerial dan pemasaran yang besar, dapat (lebih baik) menggunakan saluran langsung.Sebaliknya perusahaan yang kecil dan lemah lebih baik menggunakan jasa perentara (Kasmir, 2011: 197)
Selain strategi distribusi strategi Tempat juga termasuk kegiatan-kegiatan perusahaan yang membuat produk tersedia bagi pelanggan sasaran. Tempat bukan berarti hanya lokasi perusahaan saja tapi juga termasuk di dalamnya: saluran pemasaran, kumpulan dan pengaturan lokasi, persediaan serta transportasi.
Lokasi bisa di ukur melalui seberapa strategis tempat tersebut, fasilitas yang bisa didapat oleh calon konsumen, serta kemudahan dalam mengakses lokasi tersebut. Keputusan-keputusan lokosi dan saluran penjualan meliputi pertimbangan mengenai cara penyampaian produk kepada pelanggan dan dimana produk harus ditempatkan.
Strategi tempat merupakan strategi yang penting untuk menentukan bagaimana mencapai target pasar dan bagaimana untuk menyelenggarakan fungsi-fungsi distribusi yang berbeda.
Faktor-faktor yang diperhatikan diantaranya, adalah:
1) Pertimbangan pembeli atau faktor pasar
Perusahaan harus mempertimbangkan jumlah dan frekuensi pembelian dan mempertimbangkan sasaran pelanggan apakah sasarannya pasar konsumen atau pasar industri. Lokasi geografis dan ukuran pasar juga penting dipertimbangkan.