• Tidak ada hasil yang ditemukan

DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LINGGA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DINAS PERHUBUNGAN KABUPATEN LINGGA"

Copied!
82
0
0

Teks penuh

(1)

- i

A 2016 - 2021 (RENSTRA)

KABUPATEN LINGG TAHUN

DINAS PERHUBUNGAN

(2)

- i Syukur Alhamdulillah Kami panjatkan ke hadirat ALLAH SWT, karena berkat rahkmat dan karunia-Nya. Kami dapat menyelesaikan Perubahan Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lingga Tahun 2016 -2021, yang semula Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika berubah menjadi Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Tahun 2016 -2021

Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Tahun 2016 -2021 ini disusun melalui berbagai tahapan, termasuk interaksi dengan para pemangku kepentingan di pusat dan daerah, partisipasi seluruh pejabat Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, serta dengan memperhatikan arah reformasi perencanaan dan penganggaran yang telah ditentukan.

Renstra ini juga disusun dengan semangat untuk menjaga kesinambungan pembangunan daerah dan sebagai landasan bagi Pemerintah Kabupaten Lingga dalam menentukan arah pembangunan bidang perhubungan ke depan.

Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Tahun 2016 - 2021 ini berfungsi sebagai pedoman, penentu arah, sasaran dan tujuan bagi aparatur dalam melaksanakan tugas penyelenggaraan pemerintahan, pengelolaan pembangunan, dan pelaksanaan pelayanan kepada stakeholders.

Rencana Strategis ini mengacu pada Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Lingga 2016 - 2021. Rencana Strategis Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga Tahun 2016 – 2021 diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam pencapaian Pembangunan Daerah di sektor Transportasi.

Daik Lingga, Juni 2018

KEPALA DINAS PERHUBUNGAN

KABUPATEN LINGGA

Drs. ABDUL RAKHMAN, MM

NIP. 19580726 198803 1 004

(3)

- ii

(4)

- iii KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI ...

DAFTAR TABEL ...

DAFTAR BAGAN...

I ii iv V

BAB I PENDAHULUAN ... 1

I.1 Latar Belakang ... 1

I.2 Landasan Hukum ... 3

I.3 Maksud dan Tujuan ... 7

I.4 Sistematika Penulisan ... 8

BAB II GAMBARAN PELAYANAN DISHUBKOMINFO ... 10

2.1 Tugas, Fungsi, dan Struktur Organisasi Dishub ... 10

2.2 Sumber Daya SKPD ... 27

2.3 Kinerja Pelayanan SKPD ... 34

2.4 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Dishub ... 38

BAB III ISU- ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS POKOK DAN FUNGSI ... 40

3.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan Dishub ... 40

3.2 Telahaan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih ... 40

3.3 Telahaan Renstra Kementerian /Lembaga dan Renstra Dinas Provinsi ... 42 3.4 Telahaan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis ... 56

3.5 Penentuan Isu-Isu Strategis ... 65

BAB IV TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN ... 67

4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah ... 67

4.2 Strategi dan Kebijakan ... 70

BAB V RENCANA PROGRAM, KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK

SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF ... 72

(5)

Pendahuluan -iv

BAB VII PENUTUP ... 92

(6)

- v DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Jumlah Personil ... 28

Tabel 2.2 Jumlah pegawai yang menduduki Jabatan dan Staf ... 28

Tabel 2.3 Jumlah pegawai yang menduduki Pangkat/gol ... 29

Tabel 2.4 Jumlah pegawai Pendidikan ... 29

Tabel 2.5 Jumlah pegawai Kesarjanaan ...

30

Tabel 2.6 Daftar Aset Dinas Perhubungan... 32

Tabel 2.7 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dishub ... 35

Tabel 2.8 Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan ... 37

Tabel 3.1 Sasaran dan Indikator Sasaran Kementerian Perhubungan………. 44

Tabel 3.3 Sasaran dan Indikator Sasaran Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau……….. 53

Tabel 3.5 Hasil KLHS RPJMD Kabupaten Lingga Terkait Mitigasi Program Bidang Perhubungan ………... 59 Tabel 4.1 Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan ... 68

Tabel 4.2 Tujuan, Sasaran, Strategi, dan Kebijakan ... 71

Tabel 5.1 Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, KelompokSasaran, dan Pendanaan Indikatif …. ... 76

Tabel 5.2 Rencana Program dan Kegiatan Dinas Perhubungan Tahun 2017 ... 80

Tabel 6.1 Indikator Kinerja Dinas Perhubungan yangMengacu pada Tujuan dan

SasaranRPJMD... 89

(7)

- vi DAFTAR BAGAN

Bagan 2.1 Struktur Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Perhubungan Kabupaten

Lingga………...

12

(8)

Pendahuluan - 1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Rencana Strategis DISHUBKOMINFO Kabupaten Lingga Tahun 2016-2021 telah ditetapkan pada 13 September 2016 melalui Surat Keputusan Kepala DISHUBKOMINFO Nomor 12 Tahun 2016 tentang Penetapan Rencana Strategis Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lingga Tahun 2016-2021.

Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah berimplikasi pada perubahan dokumen perencanaan untuk disesuaikan dengan Struktur Organisasi maupun nama Organisasi Perangkat Daerah yang baru, yang semula Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika berubah menjadi Dinas Perhubungan. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Lingga melakukan review/revisi terhadap RPJMD Kabupaten Lingga Tahun 2016-2021. Sejalan dengan perubahan nama Organisasi Perangkat Daerah, Struktur Organisasi dan RPJMD, maka dilakukan review/revisi terhadap Renstra DISHUB Kabupaten Lingga Tahun 2016-2021.

Perubahan Renstra DISHUB Kabupaten Lingga Tahun 2016-2021 sesuai dengan hasil review yang dilakukan mencakup :

1. Penyesuaian tugas pokok dan fungsi

2. Penyempurnaan tujuan dan sasaran OPD

3. Penyempurnaan indikator dan target kinerja

4. Penyesuaian nomenklatur program dan kegiatan

5. Penyederhanaan kegiatan

(9)

Pendahuluan -2 Perencanaan strategis merupakan proses secara sistematis yang berkelanjutan dari pembuatan keputusan yang beresiko, dengan memanfaatkan sebanyak-banyaknya pengetahuan antisipatif, mengorganisasi secara sistematis usaha-usaha melaksanakan keputusan tersebut dan mengukur hasilnya melalui umpan balik yang terorganisir dan sistematis.

Dalam sistem akuntabilitas kinerja instansi pemerintah yang merupakan instrumen pertanggungjawaban, perencanaan strategis merupakan langkah awal untuk melakukan pengukuran kinerja instansi pemerintah. Perencanaan ini merupakan integrasi antara keahlian sumber daya manusia dan sumber daya lain agar mampu menjawab tuntutan perkembangan lingkungan strategis, serta tetap berada dalam tatanan sistem manajemen nasional. Dengan demikian rencana strategis DISHUB Kabupaten Lingga merupakan Rencana Induk (master plan) yang komprehensif tentang bagaimana DISHUB akan mencapai tujuannya.

Perubahan Rencana Strategis DISHUB Kabupaten Lingga merupakan dokumen perencanaan jangka menengah yang mengacu pada Perubahan Rencana Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lingga 2016-2021 yang disusun sebagai pedoman dalam melaksanakan perencanaan pembangunan selama lima tahun kedepan berdasarkan visi, misi, tujuan, strategi yang dirumuskan dan disepakati sebagai dasar untuk melaksanakan program dan kegiatan.

1.2. Landasan Hukum

1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2002 tentang Pembentukan

Provinsi Kepulauan Riau (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002

Nomor 111, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4237);

(10)

Pendahuluan -3 2. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4287);

3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Lingga di Provinsi Kepulauan Riau (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 146, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4341);

4. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);

5. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);

6. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444);

7. Undang–Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang tentang Rencana Pembangunan

Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia

Tahun 2007 Nomor 33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor

4700);

(11)

Pendahuluan -4 8. Undang–Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725);

9. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 64, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4849);

10. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 1);

11. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5025);

12. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038);

13. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587);

14. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578);

15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi

Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian,

(12)

Pendahuluan -5 dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);

16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 No. 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia N0. 4817);

17. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4833);

18. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Undang- Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 5149);

19. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah

20. Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;

21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman

Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali, terakhir

dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan

Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang

Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun

2011 Nomor 310);

(13)

Pendahuluan -6 22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);

23. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 81 Tahun 2011 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Perhubungan Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten/Kota;

24. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 67 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Kajian Lingkungan Hidup Strategis Dalam Penyusunan Atau Evaluasi Rencana Pembangunan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 994);

25. Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM. 2 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Penerapan dan Pencapaian Standar Pelayanan Minimal Bidang Perhubungan Daerah Provinsi dan Daerah Kabupaten / Kota;

26. Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 05 Tahun 2011 tentang Pembentukan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Lingga;

27. Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 2 Tahun 2013 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Lingga Tahun 2011-2031;

28. Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 5 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Lingga Tahun 2005-2025;

29. Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 4 Tahun 2018 tentang Perubahan

Atas Peraturan Daerah Kabupaten Lingga Nomor 9 Tahun Tentang Rencana

(14)

Pendahuluan -7 Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Lingga tahun 2016- 2021.

1.3. Maksud dan Tujuan 1. Maksud

Maksud penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga 2017 – 2021 adalah untuk menyediakan dokumen perencanaan jangka menengah sebagai perangkat untuk mencapai harmonisasi perencanaan daerah dan acuan resmi dalam menyusun Rencana Kerja (Renja) dalam mencapai tujuan Pembangunan.

2. Tujuan

Tujuan penyusunan renstra Dinas Perhubungan sebagai berikut :

a. Memudahkan seluruh jajaran aparatur Dinas Perhubungan dalam mencapai tujuan dan sasaran dengan strategi dan kebijakan yang tepat.

b. Menyediakan satu acuan resmi dalam menentukan prioritas program dan kegiatan tahunan bagi Dinas Perhubungan .

c. Merupakan pedoman penyusunan Rencana Kerja (Renja) SKPD, RKA dan DPA SKPD.

d. Menyediakan satu tolok ukur untuk evaluasi kinerja tahunan Dinas Perhubungan .

1.4. Sistematika Penulisan

Penyusunan Rencana Strategis Dishub Kabupaten Lingga Tahun 2017-2021 ini

(15)

Pendahuluan -8 berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah Pasal 93 bahwa penyajian rancangan Renstra SKPD provinsi dan kabupaten/kota dengan sistematika paling sedikit sebagai berikut:`

BAB I Pendahuluan memuat tentang latar belakang, landasan hukum, maksud dan tujuan penyusunan rencana strategis ini, serta sistematika penulisan.

BAB II Berisikan Gambaran pelayanan OPD, menjelaskan tugas, fungsi dan struktur organisasi, menjelaskan sumber daya OPD, kinerja pelayanan SKPD serta tantangan dan peluang pengembangan pelayanan

BAB III Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi PD memuat identifikasi permasalahan berdasarkan tugas dan fungsi pelayanan PD, telaahan visi, misi dan program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih, telaahan renstra K/l, renstra provinsi/kab/kota dan telaahan RTRW dan KHLS serta penentuan isu-isu strategis,

BAB IV Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan yang menjelaskan tujuan, sasaran, strategi dan kebijakan yang ditetapkan oleh PD untuk 5 tahun ke depan dalam mencapai visi dan misi Bupati terpilih,

BAB V Rencana Program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran dan pendanaan indikatif, menjelaskan rencana program dan kegiatan selama 5 tahun ke depan

BAB VI

Indikator kinerja PD yang mengacu pada tujuan dan sasaran RPJMD,

dalam bagian ini dikemukakan indikator kinerja PD yang secara langsung

menunjukkan kinerja yang akan dicapai PD dalam 5 tahun mendatang

(16)

Pendahuluan -9 sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran

.

BAB VII PENUTUP

(17)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah - 10 BAB II

GAMBARAN PELAYANAN PERANGKAT DAERAH

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi Perangkat Daerah

1) Dinas Perhubungan Tipe B, Menyelenggarakan Urusan Pemerintahan Bidang Perhubungan, Mempunyai tugas membantu Bupati melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah dan tugas pembantuan yang diberikan kepada Kabupaten, terdiri atas 1 (Satu) Sekretariat dan paling banyak (tiga) bidang, sekretariat terdiri atas paling banyak 3 (tiga) Subbagian dan masing- masing bidang terdiri atas paling banyak 3 (tiga) Seksi.

2) Berdasarkan kemampuan anggaran dan keterbatasan sumberdaya aparatur, maka Dinas Perhubungan terdiri atas :

A. Kepala

B. Sekretaris terdiri dari :

1. Sub Bagian Umum dan Keuangan 2. Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi

C. Bidang Perhubungan Laut dan Udara terdiri dari : 1. Seksi Lalu lintas Angkutan Laut dan Udara 2. Seksi Keselamatan Pelayaran dan Penerbangan D. Bidang Perhubungan Darat terdiri dari :

1. Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

2. Seksi Teknik daan Keselamatan Angkutan Darat

3) Bagan Struktur Organisasi Dinas Perhubungan sebagaimana dimaksud pada Pasal

227 ayat (2) tercantum dalam lampiran XV bagan Organisasi perangkat daerah

yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari peraturan bupati ini.

(18)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -11

BAGAN 2.1.

STRUKTUR ORGANISASI PERANGKAT DAERAH DINAS PERHUBUNGAN

KABUPATEN LINGGA KEPALA DINAS

BIDANG PERHUBUNGAN LAUT DAN UDARA

SEKSI LALU LINTAS ANGKUTAN LAUT DAN

UDARA

SEKSI KESELAMATAN PELAYARAN DAN

PENERBANGAN

BIDANG PERHUBUNGAN DARAT

SEKRETARIAT

SEKSI LALU LINTAS ANGKUTAN JALAN

TEKNIK DAN KESELAMATAN ANGKUTAN DARAT

UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS (UPTD)

SUB BAGIAN UMUM DAN KEUANGAN

SUB BAGIAN PERENCANAAN DAN

EVALUASI

(19)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -12 TUGAS DAN FUNGSI

Pasal 228

Dinas Perhubungan mempunyai tugas membantu Bupati dalam melaksanakan urusan pemerintahan dibidang perhubungan.

Dalam melaksanakan tugas, Dinas Perhubungan mempunyai tugas sebagaimana dimaksud, menyelenggarakan fungsi :

a. Perumusan kebijakan di bidang perhubungan.

b. Pelaksanaan kebijakan dibidang perhubungan.

c. Pelaksanaan perencanaan dan evaluasi serta pelaporan dibidang perhubungan.

d. Pelaksanaan administrasi dinas dibidang perhubungan.

e. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh Bupati terkait dengan bidang Perhubungan.

Pasal 229

Kepala Dinas Perhubungan mempunyai tugas memimpin, melakukan pembinaan, mengoordinasikan, menyelenggarakan, merumuskan dan mengawasi serta mengendalikan pelaksanaan tugas dan fungsi sebagaimana disebut pasal 228 ayat (1) daan ayat (2).

Pasal 230

(1) Sekretariat dipimpin oleh sekretaris, yang bertanggungjawab kepada kepala dinas

yang mempunyai tugas mengoordinasikan, merumuskan pengelolaan umum,

(20)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -13 kepegawaian,keuangan, perencanaan dan evaluasi serta pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi dilingkungan dinas.

(2) Untuk melaksanakan tugas pada ayat (1), sekretaris mempunyai fungsi : a. Penyelenggaraan urusan penyusunan tatausaha dan kepegawaian;

b. Penyelenggaraan urusan Penyusunan administrasi keuangan;

c. Penyelenggaran urusan penyusunan administrasi perencanaan dan evaluasi kegiatan dibidang perhubungan;

d. Penyelenggaraan urusan penyusunan perlengkapan, rumah tangga, organisasi serta hubungan masyarakat;

e. Penyelenggaraan pengelolaan barang milik/kekayaan negara dan layanan pengadaan barang/jasa dilingkup Dinas Perhubungan;

f. Pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas administrasi dilingkungan dinas perhubungan;

g. Pengelolaan sarana dan prasarana serta aset yang menjadi tanggungjawab dibidang perhubungan;

h. Memberikan saran dan pertimbangan teknis lingkup dibidang perhubungan;

i. Koordinasi pelaksanaan tugas dan pemberian dukungan administrasi kepada seluruh unsur organisasi dilingkungan bidang perhubungan;

j. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Pasal 231

Susunan Organisasi Sekretariat Dinas Perhubungan terdiri atas :

a. Sub Bagian Umum dan Keuangan;

(21)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -14 b. Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi

Pasal 232

1. Sub bagian umum dan keuangan mempunyai tugas sebagai berikut : a. Menyiapkan bahan perencanaan program kegiatan dinas;

b. Menerima dan mengendalikan administrasi surat menyurat;

c. Menyiapakan pengolahan, pengetikan, pencatatan surat menyurat dan naskah dinas lainnya;

d. Menyelenggarakan administrasi tata persuratan, perlengkapan dan administrasi kepegawaian, pembinaan karir, prestasi kerja pegawai;

e. Mengatur, merawat dan menata kearsipan;

f. Menyiapkan fasilitas akomodasi fasilitas kantor, rapat dinas dan upacara, keprotokolan dan kehumasan;

g. Memfasilitasi pelaksanaan perjalanan dinas, pengurusan kendaraan bermotor, keamanan dan urusan rumah tangga;

h. Mengkoordinasikan pengelolaan administrasi barang dan aset dinas meliputi perlengkapan dan inventaris, pengadaan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan penghapusan barang;

i. Melaksanakan pembukuan, verifikasi dan pembinaan bendaharawan;

j. Melaksanakan penyelesaian administrasi gaji pegawai;

k. Menyusun dan menyampaikan laporan pertanggungjawaban keuangan;

l. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Sub bagian perencanaan dan evaluasi mempunyai tugas sebagai berikut :

(22)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -15 a. Merencanakan, merumuskan dan menyusun kegiatan Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan;

b. Menghimpun dan mempelajari peraturan dan perundang - undangan, kebijakan teknis, pedoman dan petunjuk teknis serta bahan - bahan lainnya yang berhubungan dengan tugas Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi sebagai pedoman dan landasan kerja;

c. Mengumpulkan, menghimpun dan mengelola data dan informasi yang berhubungan dengan tugas Sub BagianPerencanaan dan Evaluasi;

d. Menyiapkan bahan - bahan dalam rangka penyusunan kebijakan, pedoman dan petunjuk teknis mengenai tugas Sub BagianPerencanaan dan Evaluasi;

e. Menginventarisasi permasalahan - permasalahan yang berhubungan dengan tugas Sub Bagian Perencanaan dan Evaluasi serta menyiapkan bahan - bahan dalam rangka pemecahan masalah;

f. Melakukan perencanaan danevaluasi terhadap program kerja secara berkala;

g. Melakukan evaluasi dan menyusun laporan terhadap semua hasil pelaksanaan kegiatan dinas;

h. Menyusun Rencana Anggaran, Kegiatan dan program kerja tahunan, jangka menengah dan jangka panjang;

i. Menyusun anggaran kegiatan kedalam Rencana Kerja dan Anggaran Satuan Kerja Dinas;

j. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh Sekretaris

sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan

tugas.

(23)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -16 Pasal 233

Bidang Perhubungan Laut dan Udara mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas Perhubungan di bidang Perhubungan Laut dan Udara.

Dalam melaksanakan tugas bidang perhubungan laut dan udara mempunyai tugas, menyelenggarkan fungsi :

a. Pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional angkutan laut dan udara dalam daerah;

b. Pengendalian dan pengawasan kegiatan Operasional Penunjang angkutan laut dan udara dalam daerah;

c. Pengendalian dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan dan bandara dalam daerah;

d. Pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional penunjang kepelabuhanan dan bandara dalam daerah;

e. Pengendalian dan pengawasan kegiatan perkapalan, kepelautan pesawat dan pilot serta manajemen keselamatan kapal dan pesawat;

f. Pengendalian dan pengawasan kegiatan tertib pelabuhan dan bandara serta status hukum kapal dan pesaawat;

g. Pengendalian dan pengawasan kegiatan penunjang keselamatan pelayaran dan penerbangan;

h. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Pasal 234

(24)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -17 Penyusunan organisasi Bidang Perhubungan Laut dan Udara terdiri atas:

a. Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Udara.

b. Seksi Keselamatan Pelayaran dan Penerbangan.

Pasal 235

1. Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Udara mempunyai tugas sebagai berikut : a. Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional angkutan

laut dan udara dalam daerah;

b. Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional penunjang angkutan laut dan udara dalam daerah;

c. Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan kepelabuhanan dan bandara dalam daerah;

d. Melakukan pengendalian dan pengawasan kegiatan penunjang kepelabuhanan dan bandara dalam daerah.

e. Menyiapkan bahan perumusan, perizinan usaha jasa angkutan laut dan udara serta usaha jasa penumpang angkutan laut dan udara, penetapan tarif angkutan laut dan udara serta tarif bongkar muat;

f. Melakukan pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan manajemen kepelabuhanan dan perhubungan udara;

g. Melakukan pengendalian dan pengawasan pelayanan perhubungan laut dan udara

h. Melakukan pengendalian dan pengawasan sarana dan prasarana

perhubungan laut dan udara;

(25)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -18 i. Menyiapkan perumusan perizinan, tatanan kepelabuhanan dan bandara, penyiapan batas daerah lingkungan kerja dan lingkungan kepentingan pelabuhan dan bandara, penyiapan lahan pengendalian, pengawasan serta pengelolaan pelabuhan dan bandara serta pelaksanaan tarif jasa kepelabuhanan dan udara;

j. Menyiapkan bahan pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional angkutan darat dilingkungan kerja pelabuhan dan bandara, kegiatan pengerukan dan reklamasi perairan laut, pantai dan memperpanjang, melebarkan area bandara serta menyiapkan bahan pengendalian dan pengawasan kegiatan operasional keamanan dan ketertiban pelabuhan dan bandara;

k. Melakukan pengendalian dan pengawasan keselamatan lalu lintas angkutan laut dan udara;

l. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya di bidang lalu lintas angkutan laut dan udara yang diberikan oleh Kepala Bidang Perhubungan Laut dan Udara.

2. Seksi Keselamatan Pelayaran dan Penerbangan mempunyai tugas sebagai berikut:

a. Melakukan pengendalian dan pengawasan serta penyiapan perumusan teknis di bidang keselamatan pelayaran dan penerbangan;

b. Melaksanakan pengembangan, pengukuran, pemeriksaan dan pengujian

sertifikat, kegiatan pengawakan kapal dan pesawat serta dokumen pelaut

dan pilot, perlindungan awak, tertib bandara, tertib berlayar dan terbang,

pendaftaran bangsal kapal dan pesawat;

(26)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -19 c. Melaksanakan pembinaan sarana bantu navigasi pelayaran dan penerbangan, telekomunikasi pelayaran dan penerbangan, patroli laut dan udara, penanggulangan pencemaran dan penanggulangan musibah (SAR) serta pemanduan kapal dan pesawat serta kegiatan jasa maritim dan kedirgantaraan;

d. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yaang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

Pasal 236

Bidang Perhubungan Darat mempunyai tugas melaksanakan tugas Dinas Perhubungan di bidang Perhubungan Darat.

Dalam melaksanakan tugas Dinas Perhubungan di bidang Perhubungan Darat, menyelenggarakan fungsi :

a. Penyusunan rencana dan program penyelenggaraan manajemen dan rekayasa lalu lintas;

b. Penyusunan rencana dan program pelayanan angkutan di dalam daerah;

c. Penyusunan rencana dan program prasarana perhubungan darat di dalam daerah;

d. Penyusunan rencana dan program keselamatan lalu lintas dan angkutan di dalam daerah;

e. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yaang diberikan oleh atasan sesuai

dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

(27)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -20 Pasal 237

Penyusunan Organisasi Bidang Perhubungan Darat terdiri atas :

1. Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

2. Seksi Teknik dan Keselamatan Angkutan Darat.

Pasal 238

1. Seksi Lalu Lintas Angkutan Darat mempunyai tugas sebagai berikut :

a. Melakukan penyiapan penyusunan dan penetapan jaringan transportasi jalan kabupaten serta penetapan lintas penyeberangan di dalam Daerah;

b. Melakukan penyiapan penetapan perizinan pelayanan dan pengendalian kelebihan muatan, penetapan standar batas maksimum muatan dan berat kendaraan pengangkut barang di dalam daerah;

c. Melakukan kerja operasional prasarana perhubungan darat dan pengawasan teknis penyelenggaraan prasarana perhubungan darat di dalam daerah;

d. Melaksanakan penyiapan perencanaan kebutuhan, pemeliharaan dan penyelenggaraan terminal penumpang, terminal barang, halte dan lay bus;

e. Melaksanakan pemberian izin dan pembinaan bengkel umum kendaraan bermotor;

2. Seksi Teknik dan Keselamatan Angkutan Darat mempunyai tugas sebagai berikut : a. Melakukan pengendalian dan pengawasan penyelenggaraan manajemen

mengenai teknik dan keselamatan angkutan darat;

b. Melakukan penyiapan bahan bimbingan dan penyuluhan mengenai teknik

dan keselamatan angkutan darat;

(28)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -21 c. Melakukan penyusunan rencana dan program teknik dan keselamatan

angkutan darat di dalam daerah;

d. Melakukan penyiapan penetapan lokasi pemasangan dan pemeliharaan alat pengawasan, alat pengamanan rambu-rambu lalu lintas jalan, analisa daerah rawan kecelakaan lalu lintas serta penetapan dan pengelolaan uji berkala penetapan dan pengelolaan uji berkala kendaraan bermotor;

e. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yaang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas.

2.2. Sumber DayaPerangkat Daerah 2.2.1. Sumber Daya Manusia (SDM)

Dalam menyelenggarakan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat dibutuhkan sumber daya yang memadai agar kegiatan dapat terlaksana dengan cepat, tepat, transparan dan akuntabel, sehingga berdampak pada kinerja suatu instansi pemerintah.

Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga di dukung oleh 164 (seratus

enam puluh empat) orang personil, yang terdiri dari 25 (dua puluh lima) orang

Pegawai Negeri Sipil (PNS), 10 (sepuluh) orang Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan 126

(seratus duapuluh enam) Tenaga Harian Lepas (THL) jumlah keseluruhan personil

Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga 161 orang, dapat dilihat tabel 2.1 dibawah ini :

(29)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -22 Tabel2.1

Jumlah Personil

NO Personil JUMLAH (ORANG) %

1 Pegawai Negeri Sipil (PNS) 25 16

2 Pegawai Tidak Tetap (PTT) 10 6

3 Tenaga Harian Lepas (THL) 126 78

JUMALH 161 100

Sumber : Bagian Umum DISHUBKOMINFO 2017

Tabel diatas menunjukkan bahwa pegawai Perhubungan, komunikasi dan Infromatika Kabupaten Lingga masih ada yang banyak belum diangkat menjadi pegawai negeri yaitu Pegawai Tidak Tetap dan THL. Sehingga tim, tentang kondisi personil dibawah ini difokuskan hanya pada PNS sebanyak 25 orang.

a. Jumlah Pegawai yang Menduduki Jabatan dan Staf

Jumlah Pegawai yang Menduduki Jabatan Dan Staf Sesuai dengan Perda nomor 05 tahun 2011 tentang pembentukan Dinas Daerah Kabupaten Lingga, maka pengisian formasi jabatan struktural di Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga terdiri dari eselon II,III dan IV yaitu sebanyak 8 orang. Selengkapnya dapat dilihat table II.2 dibawah ini.

Tabel 2.2

Jumlah pegawai yang menduduki Jabatan dan Staf, tahun 2017

NO JABATAN/STAF JUMLAH

(ORANG)

%

1 Eselon II 1 4

2 Eselon III 3 12

3 Eselon IV 4 16

4 Staf 17 68

JUMLAH 26 100

Sumber : Bagian Umum dan Keuangan DISHUB 2017

(30)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -23 b. Jumlah Pegawai Berdasarkan Golongan/ Pangkat

Dari 25 jumlah Pegawai (PNS) yang ada di Dinas Perhubungan terdapat 4 orang pegawai yang berstatus golongan II, 17 orang pegawai yang berstatus golongan III sedangkan golongan IV sebanyak 4 orang. Selengkapnya dapat dilihat tabel 2.3 dibawah ini :

Tabel 2.3

Jumlah pegawai berdasarkanPangkat/Golongan tahun 2017

NO GOLONGAN JUMLAH (ORANG) %

1 IV 4 16

2 III 17 68

3 II 4 16

JUMLAH 25 100

Sumber : Bagian Umum dan Keuangan DISHUB 2017

c. Jumlah Pegawai Berdasarkan Pendidikan

Apabilan dilihat dari tingkat Pendidikan pegawai Dinas Perhubungan yang ada, maka status pendidikan dengan lebih mendominasi Sarjana/Strata-1 ( S1 ) yaitu sebesar 48 %, sarjana muda/D3 sebesar 40 %, sedangkan yang paling rendah yaitu tingkat SLTA/SMK sebesar 12 %. Selengkapnya dapat dilihat tabel II.4 dibawah ini.

Tabel 2.4.

Jumlah pegawai berdasarkanPendidikan tahun 2017.

NO PENDIDIKAN JUMLAH (ORANG) %

1 Strata-1 ( S1 ) 12 48

2 Sarjana Muda/ D3 10 40

3 SLTA/SMK 3 12

JUMLAH 25 100

Sumber : Bagian Umum dan Keuangan DISHUB 2017

(31)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -24 Tabel diatas menunjukkan bahwa tenaga kerja di Dinas Perhubungan sebanyak 48 % adalah pegawai dengan klasifikasi sarjana, sarjana muda dan SLTA/SMK. Hal ini sebenarnya sudah merupakan hal yang baik bahwa sumber daya manusia yang ada di Dinas Perhubungan umumnya tingkat perguruan tinggi, sehingga diharapkan Pelayanan Bidang Perhubungan menjadi lebih baik.

d. Jumlah Pegawai Berdasarkan Jenis Disiplin Ilmu

Apabila dilihat dari jenis disiplin ilmu, terdapat 55 % yang terdiri dari 8 jenis disiplin ilmu. Sarjana Muda (D3) sebesar 45 % yang terdiri dari 8 jenis disiplin ilmu.didominasi oleh sarjana strata 1 dengan latarbelakang sarjana muda.Selengkapnya dapat dilihat tabel II.5 dibawah ini.

Tabel 2.5.

Jumlah pegawai Berdasarkan Kesarjanaan NO KESARJANAAN/DISIPLIN ILMU JUMLAH

(orang)

%

A SARJANA 12 55

1 Manajemen Transportasi (Laut) 2

2 Teknik Mesin 2

3 Teknik Elektro 2

4 Tehknik Informatika 1

5 Ilmu Pemerintahan 1

6 Ilmu Komunikasi 1

7 Perikanan 1

8 Pendidik 2

B SARJANA MUDA 10 45

1 Teknik Mesin 3

2 Teknika 1

3 Teknik Permesinan Kapal 1

4 Teknik Bangunan Kapal 1

5 Nautika 1

6 Manajemen Informatika 1

7 Ekonomi Perbankan 1

8 Teknik Elektro Telekomunikasi 1

Jumlah 22 100

Sumber : Bagian Umum DISHUB 2017

(32)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -25 Tabel diatas menunjukkan bahwa klasifikasi disipiln ilmu pegawai yang ada di Dinas Perhubungan menunjukkan hal yang bervariasi, hal ini diseusaikan dalam perumusan pelayanan di bidang perhubungan di Kabupaten Lingga, namun pada kondisi saat ini Dinas Perhubungan membutuhkan pegawai dengan kompetensi disiplin ilmu sebagai berikut :

1) Transportasi Darat;

1) Ilmu Pemerintahan;

2) Teknik Sipil;

3) Perencanaan Wilayah;

4) Arsiparis;

5) Teknik informasi;

Sehingga diharapkan dengan adanya penambahan pegawai dengan disiplin ilmu tersebut dapat meningkatkan pelayanan di bidang perhubungan di Kabupaten Lingga semakin berkualitas.

2.2.2. Sarana Prasarana

Dalam pelaksanaan tugas sangat dibutuhkan sarana dan prasarana yang

memadai agar proses pencapaian tujuan yang diharapkan dapat berjalan dengan

efisien dan efektif. Pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga masalah sarana dan

prasarana memang masih dirasakan kurang memadai, namun dengan keterbatasan

yang ada tentunya kita berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas yang

diemban dan tentunya kedepan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana

yang ada sehingga efektifitas dan efisiensi dapat terus tercipta.

(33)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -26 Sebagai gambaran mengenai sarana dan prasarana yang ada pada Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga, dapat dilihat sebagai berikut :

Tabel 2.6

Daftar Aset Dinas Perhubungan

NO ASET JUMLAH

SATUAN KEADAAN

1 Perlengkapan Barang Bergerak

 Roda 4 7 Unit Baik

 Roda 3 2 Unit Kurang baik

 Roda 2 4Unit Kurang baik

2 Perlengkapan Barang Tidak Bergerak

 Tanah 1 Lahan Sertifikat

 Bangunan 3 Unit

 dst ………..

3 Perlengkapan Barang Elektronik

 Pesawat Telepon 60 Unit Baik

 Radio Komunikasi 50 Unit

 Televisi 10 Unit

 Komputer Portable 22 Unit

 Laptop/notebook 35 Unit

 Printer 23 Unit

 Sound System 1 Unit

 CCTV 32 Unit Rusak

 Mesin Penghancur kertas 1 Unit Baik

 Mesin Tik Elektronik 1 Unit Kurang Baik

 Lampu Rotari 1 Unit Baik

 Wirelees-lan 2 Unit Baik

 UPS/stabilizer 1 Unit Kurang baik

 Kamera 10 Unit

 Proyektor 2 Unit Baik

 DVD 2 Unit Baik

 AC 23 Unit

 Neon Box Banner 5 Unit

 Wirelees-lan 2 Unit Baik

 Scanner 1 Unit Baik

 Dispenser 1 Unit Baik

 Lemasi es 1 unit Baik

 Recoder portable 3 Unit Baik

 Antena Parabola 10 Unit Baik

 Mesin Laminating 1 Unit Baik

(34)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -27

NO ASET JUMLAH

SATUAN KEADAAN

4 Perlengkapan Kantor

 Meja 81 Unit

 Kursi 174 Unit

5 Perlengkapan Alat Uji :

 Break tester portable 1 unit Baik

 Timbangan digital portable 1 unit Baik

 Alat uji emisi (jenis solar) 1 unit Baik

6 Perlengkapan Kantor lainnya:

 Mesin tik 1 Unit Rusak

 Brankas 2 unit Baik

 Genset 2 unit Kurang baik

 Lemari besi 8 Unit Baik

 Rak Kayu 11 Unit Baik

 Filing kabinet 11 Unit Baik

 Tabung pemadam api 16 Unit Baik

 Tabung gas 1 Unit Baik

7 Perlengkapan Lalu Lintas :

 Traffic Light 1 unit Baik

 Warning light 21 unit

 Marka Jalan

 Rambu-Rambu Lalu Lintas (Darat)

 Rambu-Rambu Lalu Lintas (Laut)

 Guard Rail /pagar pengaman 19 lokasi

 Papan nama jalan

 water barrier

 RPPJ

 Deliniator 398 unit

 Halte

 Pelabuhan 50 Unit 39 BAIK

11 RUSAK

 Pelabuhan Penyeberangan 2 Unit Baik

 Halte 18 Unit Baik

 Terminal 1 Unit

 GPS 7 Unit Baik

Sumber : Pengurus Barang DISHUB 2017

2.3. Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah

Pelayanan tingkat capaian kinerja Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga

berdasarkan sasaran Renstra Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga periode 2010-

(35)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -28 2015 akan menampilan indicator kinerja yang sesuai Standar Pelayanan Minimal dan indicator kinerja berdasarkan Lampiran I Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Aspek Fokus Dan Indikator Kinerja Menurut Bidang Urusan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Provinsi/Kabupaten/Kota.

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga dapat

dilihat di tabel 2.7 di bawah ini :

(36)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -29 Tabel 2.7

Pencapaian Kinerja Pelayanan Dishub Pemerintah Kabupaten Lingga

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Dishub Kominfo

Target Renstra Dishub KominfoTahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015

(1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

1 Tersedianya angkutan umum yang melayani wilayah yang telah

tersedia jaringan jalan untuk jaringan jalan Kabupaten/Kota 30% 30% 30% 30% 30% 35% 14% 31% 14% 8% 116 % 47 % 103 % 47 % 27%

2 Tersedianya fasilitas perlengkapan jalan (rambu, marka, dan

guardrill) pada jalan Kabupaten/Kota. 27.02% 32.98% 33.1%2 33,12% 33,12% 27.02% 32.98% 33.1%2 33,12% 33,12% 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

3 Terpenuhinya standar keselamatan bagi angkutan umum yang

melayani trayek di dalam Kabupaten/Kota. 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

4

Terpenuhinya standar keselamatan bagi kapal sungai dan danau yang beroperasi pada lintas antar pelabuhan dalam satu Kabupaten/Kota

100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100% 100%

5 Jumlah Arus Penumpang Angkutan Umum (bukan Plat Kuning) 48.000 50.000 52.000 54.000 56.000 51.971 52.511 53.111 53.810 54.120 108 % 105 % 102 % 100 % 97 %

6 Jumlah Uji KIR Angkutan Umum 100 120 150 180 200 80 95 106 197 134 80 % 79 % 71 % 109 % 67 %

7 Jumlah Pelabuhan Laut/Udara/Terminal Bis 15 30 45 60 75 11 2 12 5 - 73 % 7 % 27 % 8 % 0 %

8 Jumlah Angkutan Darat 50 100 200 300 400 145 150 170 365 370 290 % 150 % 85 % 122 % 93 %

9 Jumlah Penumpang angkutan darat 48.000 50.000 52.000 54.000 56.000 51.971 52.511 53.111 53.810 54.120 108 % 105% 102 % 100 % 97 % 10 Rasio panjang jalan per jumlah kendaraan 30 % 40 % 50 % 60 % 70 % 34 % 49,9 % 56,1 % 61,5 % 65,8 % 113 % 125 % 112 % 103 % 94 % 11 Jumlah orang/ barang yang terangkut angkutan umum 48.000 50.000 52.000 54.000 56.000 51.971 52.511 53.111 53.810 54.120 108 % 88 % 77 % 69 % 92 % 12 Jumlah orang melalui Pelabuhan/dermaga Ro-Ro per tahun 10.000 15.000 20.000 25.000 30.000 10.111 13.212 15.440 17.337 27.678 108 % 88 % 77 % 69 % 92 % 13 Jumlah orang melalui Pelabuhan pertahun - - 12.800 14.500 17.200 - - 12.800 14.500 17.200 - - 100 % 100 % 100 %

(37)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -30

NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi Dishub Kominfo

Target Renstra Dishub KominfoTahun Realisasi Capaian Tahun Rasio Capaian pada Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015

(1) (2) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

14 Jumlah orang melalui Bandara pertahun - - 2.640 - 4.300 - - 2.640 - 4.300 - - 100 % - 100 %

15

16

17

18

(38)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -31 Tabel 2.8

Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan

Dinas Perhubungan, Komunikasi dan InfrormatikaKabupaten Lingga

Uraian Anggaran pada Tahun ke- Realisasi Anggaran pada Tahun ke- Rasio antara Realisasi dan

Anggaran Tahun ke-

Rata-rata Pertumbuhan

2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 2011 2012 2013 2014 2015 Anggaran Realisasi

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18)

Belanja langsung 24.453.374.615 18.726.704.743 21.142.153.000 18.803.317.700 14.700.715.712 22.430.381.172 15.992.772.795 17.344.380.359 12.944.437.490 8.845.348.686 91,73% 85,40% 82,04% 68,84% 60,17% (1.950.531.781) (2.717.066.497) - Belanja

pegawai

630.588.000 1.180.026.000 1.462.463.000 2.858.765.400 2.638.590.400 628.000.000 891.327.000 1.170.106.000 2.485.561.500 2.361.320.000 99,59% 75,53% 80,01% 86,95% 89,49% 401.600.480 346.664.000

- Belanja barang dan jasa

8.464.259.615 10.769.575.243 7.832.020.750 8.043.654.180 8.273.201.912 7.614.259.615 9.324.472.231 6.583.756.375 5.511.888.140 4.596.737.550 89,9% 86,58% 84,06% 68,52% 55,56% (38.211.541) (603.504.413)

- Belanja modal 15.302.218.615 6.777.103.500 11.847.669.250 7.900.898.120 3.788.923.400 14.188.121.557 5.360.425.208 9.590.517.984 4.946.987.850 1.887.291.136 92,38% 79,10% 80,95% 62,61% 49,81% (2.302.659.043) (2.460.166.084) Total 24.453.374.615 18.726.704.743 21.142.153.000 18.803.317.700 14.700.715.712 22.430.381.172 15.992.772.795 17.344.380.359 12.944.437.490 8.845.348.686 91,73% 85,40% 82,04% 68,84% 60,17% (1.950.531.781) (2.717.066.497)

(39)

Gambaran Pelayanan Perangkat Daerah -32 2.4. Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan Perangkat Daerah

Tantangan dan peluang pengembangan yang dihadapi Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga tahun 2017-2021 akan diuraikan di bawah ini.

1. Tantangan

a) Kondisi geografi Kabupaten Lingga yang terdiri atas pulau-pulau menjadi tantangan dalam penyediaan sarana dan prasarana perhubungan.

b) Meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kapal angkutan dan moda transportasi pedesaan

c) Adanya keinginan masyarakat bahwa tarif angkutan kapal laut dari pulau ke pulau yang terjangkau.

d) Adanya peningkatan kebutuhan kualitas dan kuantitas dermaga bagi masyarakat.

2. Peluang Pengembangan Pelayanan

 Dukungan Pemerintah Pusat melalui DAK;

(40)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -33 BAB III

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan

Permasalahan-permasalahan pelayanan Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga berdasarkan uraian di Gambaran Umum Pelayanan Perangkat Daerah adalah sebagai berikut.

1. Kualitas SDM yang belum memadai;

2. Masih kurangnya jumlah pelabuhan/dermaga yang tersedia;

3. Masih rendahnya Pelayanan kepada pengguna Jasa Pelabuhan;

4. Masih minimnya Sarana dan Prasarana Perhubungan;

5. Masih minimnya ketersedian rambu-rambu keselamatan jalan;

6. Belum optimalnya manajemen dan dukungan fasilitas perhubungan.

7. Belum tersedianya angkutan umum bagi masyarakat.

3.2. Telahaan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih Berdasarkan pada kondisi daerah, potensi, kondisi, permasalahan, tantangan dan peluang dalam pembangunan daerah dan mengacu pada visi kepaladaerah terpilih dalam pelaksanaan pemilihan umum kepala daerah maka pembangunan Kabupaten Lingga dalam 5 (lima) tahun kedepan adalah sebagai berikut :

“Menjadikan Lingga Sebagai Pusat Sumber Daya Kelautan Menuju Masyarakat Maju, Sejahtera, Agamis Dan Berbudaya”.

Dalam upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Lingga tahun 2017-

2021 tersebut, maka misi pembangunan Kabupaten Lingga adalah sebagai berikut:

(41)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -34 1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berlandaskan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Iman dan Taqwa (IMTAQ)di segala aspek kehidupan.

2. Pengembangan dan peningkatan usaha dan produktifitas sumberdaya kelautan melalui usaha kecil menengah dan besar.

3. Meningkatkan kesejahteraan pelaku dan pengelola usaha sumberdaya kelautan melalui keterkaitan usaha dan industri kelautan skala besar, menengah dan kecil.

4. Meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan melalui penguatan keterkaitan agroindustri skala besar, menengah dan kecil.

5. Meningkatkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dari jasa, pariwisata dan ekonomi kreatif serta transportasi.

6. Meningkatkan aksesibilitas melalui pembangunan infrastruktur wilayah dan pedesaan yang berwawasan lingkungan.

7. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintah daerah dan pelayanan pada masyarakat.

Dari 7 (Tujuh) misi dalam upaya mewujudkan visi pembangunan Kabupaten Lingga tahun 2017-2021 tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga untuk mensukseskan visi tersebut mengacu pada misi ke 5 (Lima) dan ke 6 (Enam)yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi,yaitu:

a. Misi ke Lima

Meningkatkan sumber-sumber pertumbuhan ekonomi dari jasa, pariwisata dan

ekonomi kreatif serta transportasi.

(42)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -35 b. Misi ke Enam

Meningkatkan aksesibilitas melalui pembangunan infrastruktur wilayah dan pedesaan yang berwawasan lingkungan.

Dinas Perhubungan Kabupaten Lingga sebagai pendukung sektor ekonomi mengedepankan program dan kegiatan pembangunan transportasi agar pelayanan sesuai dengan standar pelayanan minimal sehingga terjadi peningkatan aksebilitas masyarakat terhadap pelayanan sektor perhubungan guna mendorong pengembangan konektivitas antar wilayah di Kabupaten Lingga sampai kedaerah pedalaman/terpencil serta meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana transportasi.

3.3. Telahaan Renstra Kementerian /Lembaga dan Renstra Dinas Provinsi

Telahaan Renstra Kementerian/Lembaga yang dilakukan adalah terhadap Kementerian Perhubungan

3.3.1. Telahaan Renstra Kementerian Perhubungan

Sasaran pembangunan transportasi dalam Rencana Strategis Kementerian Perhubungan Tahun 2015-2019 dijabarkan dalam 3 aspek yaitu (i) keselamatan dan keamanan, (ii) pelayanan transportasi, dan (iii) kapasitas transportasi sesuai tugas dan tupoksi Kementerian Perhubungan untuk mewujudkan transportasi yang handal, berdaya saing dan memberikan nilai tambah.

Adapun sasaran pembangunan infrastruktur transportasi Tahun 2015-2019, dapat diuraikan sebagai berikut :

A. Keselamatan dan Keamanan Transportasi

Aspek keselamatan dan keamanan transportasi, meliputi :

(43)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -36 1. Menurunnya angka kecelakaan transportasi;

2. Menurunnya jumlah gangguan keamanan dalam penyelenggaraan transportasi;

B. Pelayanan Transportasi

Aspek pelayanan transportasi, meliputi :

1. Meningkatnya kinerja pelayanan sarana dan prasarana transportasi;

2. Terpenuhinya SDM transportasi dalam jumlah & kompetensi sesuai dengan kebutuhan;

3. Meningkatnya kualitas penelitian sesuai dengan kebutuhan;

4. Meningkatnya kinerja capaian Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan good governance;

5. Meningkatnya penetapan regulasi dalam implementasi kebijakan bidang perhubungan;

6. Menurunnya emisi gas rumah kaca (GRK) dan meningkatnya penerapan teknologi ramah lingkungan pada sektor transportasi;

7. Meningkatnya kualitas kinerja pengawasan dalam mewujudkan clean governance;

C. Kapasitas Transportasi

Aspek kapasitas transportasi, meliputi :

1. Meningkatnya kapasitas sarana dan prasarana transportasi dan keterpaduan sistem transportasi antarmoda dan multimoda;

2. Meningkatnya produksi angkutan penumpang dan barang;

3. Meningkatkan layanan transportasi di daerah rawan bencana, perbatasan, terluar dan khususnya wilayah timur Indonesia;

4. Meningkatnya pelayanan angkutan umum massal perkotaan;

(44)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -37 5. Meningkatnya aplikasi teknologi informasi dan skema sistem manajemen

transportasi perkotaan.

Berikut ini akan diperlihatkan indikator sasaran Kementerian Perhubungan.

Tabel 3.1

Sasaran dan Indikator Sasaran Kementerian Perhubungan

NO SASARAN INDIKATOR SASARAN

1 Menurunnya angka kecelakaan transportasi Ratio kejadian kecelakaan transportasi nasional

Jumlah pedoman standar keselamatan

Jumlah sarana dan prasarana keselamatan

2 Menurunnya Jumlah Gangguan Keamanan dalam Penyelenggaraan Transportasi

Jumlah gangguan keamanan pada pelayanan jasa transportasi

3 Meningkatnya kinerja pelayanan sarana dan prasarana transportasi

Jumlah pedoman standar pelayanan sarana dan prasarana transportasi

Kinerja Prasarana Transportasi (UPT)

4 Terpenuhinya SDM transportasi dalam jumlah

& kompetensi sesuai dengan kebutuhan

Peningkatan Jumlah Lulusan SDM Transportasi Bersertifikat 5 Meningkatnya kualitas penelitian sesuai

dengan kebutuhan

Persentase pemanfaatan penelitian yang dijadikan bahan rekomendasi kebijakan

6 Meningkatnya kinerja Kementerian Perhubungan dalam mewujudkan good governance

Penuntasan pelaksanaan reformasi birokrasi

Nilai aset negara yang berhasil

(45)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -38

NO SASARAN INDIKATOR SASARAN

diinventarisasi sesuai kaidah pengelolaan BMN

Opini BPK atas laporan keuangan Kementerian Perhubungan

Nilai AKIP Kementerian Perhubungan

Jumlah penyederhanaan perijinan di lingkungan Kementerian Perhubungan Keterbukaan Informasi Publik 7 Meningkatnya penetapan dan kualitas regulasi

dalam implementasi kebijakan bidang perhubungan

Jumlah peraturan perundang- undangan di sektor transportasi yang ditetapkan (selain keputusan menteri)

8 Menurunnya emisi gas rumah kaca (RAN-GRK) dan meningkatnya penerapan teknologi ramah lingkungan pada sektor tansportasi

Jumlah emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi nasional yang dapat diturunkan

Jumlah prasarana yang telah menerapkan konsep ramah lingkungan

9 Meningkatnya kualitas kinerja pengawasan dalam rangka mewujudkan clean governance

Persentase Rekomendasi Hasil Audit yang ditindaklanjuti

Jumlah Pegawai Inspektorat Jenderal yang memiliki sertifikat JFA

10 Meningkatnya layanan transportasi di daerah rawan bencana, perbatasan, terluar, terpencil dan khususnya wilayah timur Indonesia

Peningkatan kapasitas

prasarana

(46)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -39

NO SASARAN INDIKATOR SASARAN

Peningkatan kapasitas sarana Terselenggaranya Proses Kerjasama Pemerintah Swasta dalam penyediaan infrastruktur transportasi

11 Meningkatnya layanan transportasi di daerah rawan bencana, perbatasan, terluar, terpencil dan khususnya wilayah timur Indonesia

Jumlah lintasan/ rute angkutan perintis

Jumlah lintasan/ rute angkutan perintis menjadi komersial 12 Meningkatnya pelayanan angkutan umum

massal perkotaan

Jumlah wilayah perkotaan yang menerapkan sistem angkutan massal berbasis jalan dan kereta api

Modal share (pangsa pasar) angkutan umum perkotaan di Kota Megapolitan/Metropolitan/

Besar khusus BRT 13 Meningkatnya aplikasi teknologi informasi dan

skema sistem manajemen transportasi perkotaan

Jumlah kota yang menerapkan pengaturan persimpangan denganmenggunakan teknologi informasi (ATCS) di seluruh ibukota provinsi/ kota besar/

kota metropolitan

3.3.2. Telahaan Renstra Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

Upaya Dinas Perhubungan Provinsi mendukung pencapaian Misi Ke-2 dari

RPJMD Provinsi Kepulauan Riau, Dinas Perhubungan Provinsi menetapkan tujuan

meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterhubungan antar wilayah dan

(47)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -40 antar pulau untuk mendukung pertumbuhan wilayah secara merata. Adapun sasarannya yaitu terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat produksi (konektivitas) antar pulau dan antar kabupaten/kota di wilayah provinsi.

Tujuan yang ingin dicapai Rencana Strategis Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dalam kurun waktu tahun 2017-2021 sebagai berikut:

1. Meningkatkan ketertiban dan keselamatan berlalulintas pada jalan provinsi

2. Meningkatkan pelayanan angkutan penyeberangan bagi masyarakat.

3. Meningkatkan kapasitas sarana dan prasarana serta pelayanan transportasi laut.

4. Meningkatkan pelayanan angkutan udara perintis antar kabupaten/ kota.

5. Meningkatkan kapasitas bagi aparatur di bidang perhubungan.

Adapun sasaran yangakandicapai Rencana Strategis Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau dalam kurun waktu tahun 2017-2021 sebagai berikut:

1. Meningkatnya ketersediaan fasilitas keselamatan jalan pada jalan provinsi.

2. Meningkatnya cakupan pelayanan angkutan penyeberangan antar kabupaten/kota dan lintas penyeberangan.

3. Meningkatnya cakupan pelayanan transportasi laut.

4. Meningkatnya cakupan pelayanan angkutan udara perintis antar kabupaten/ kota.

5. Meningkatnya jumlah SDM perhubungan memiliki kompetensi di bidang

(48)

Tujuan, Sasaran, Strategi dan Kebijakan -41 perhubungan.

Berikut ini akan diperlihatkan indikator sasaran Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau.

Tabel 3.3

Sasaran dan Indikator Sasaran Dinas Perhubungan Provinsi Kepulauan Riau

NO SASARAN INDIKATOR SASARAN

1 Meningkatnya ketersediaan fasilitas keselamatan jalan pada jalan provinsi

Persentase ketersediaan fasilitas keselamatan jalan pada jalan provinsi

2 Meningkatnya cakupan pelayanan angkutan penyeberangan antar kabupaten/kota dan lintas penyeberangan

Persentase Penyediaan Pelabuhan Penyeberangan (roro) yang melayani Lintas Penyeberangan antar Kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Kepri Persentase Penyediaan Kapal Penyeberangan yang melayani angkutan penyeberangan antar kabupaten / kota dalam wilayah Provinsi Kepri Persentase pelayanan lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang terlayani

3 Meningkatnya cakupan pelayanan transportasi laut

Persentase Penyediaan

Pelabuhan Laut yang

melayani angkutan Laut

Referensi

Dokumen terkait

Kelayakan usaha untuk mengetahui tingkat kelayakan apabila dijalankan memberikan keuntungan sehingga dapat menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam menjalankan usaha

Apabila ada anggota jemaat yang berkeberatan terhadap nama-nama calon baptis anak yang diwartakan oleh karena tidak terpenuhi syarat- syarat Baptis Kudus Anak, maka

Prestasi guru yang terjadi di sekolahan biasanya ditunjukkan dengan mutu kerja (ketrampilan dalam melakukan pekerjaan) yaitu terpenuhinya target mengajar yang sesuai dengan

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Unit Pelaksanaa Teknis Parkir Dinas Perhubungan klungkung, mengatakan bahwa:“Dinas Perhubungan Kabupaten Klungkung bekerja

Output Rencana Kerja Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lamandau adalah Program Tahunan Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten

Hasil dari data yang telah diolah dan dianalisa, faktor penyebab kecacatan bentuk tidak sesuai yaitu operator kurang hati-hati dengan nilai RPN 120, penyebab cacat sablon

Dari data pada Tabel 12 diperoleh secara statistik bahwa C/N rasio kompos pada masing-masing macam bahan lokal kompos antar perlakuan menunjukkan berbeda nyata,

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sampang bertangung jawab secara administrasi maupun teknis atas pelaksanaan Indikator Kinerja Individu Dinas Perhubungan Kabupaten