• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daily N ws Market Snapshot Wednesday, 4 April 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Daily N ws Market Snapshot Wednesday, 4 April 2012"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Major Indices

Close Chg Chg %

JCI 4,215.44 49.37 1.17%

LQ-45 731.64 11.09 1.52%

Turnover (in Mn Rp.)

Volume Value

JCI 4,315.14 6,399.70

LQ-45 1,934.38 4,975.10

Market Cap (in Tn Rp.)

Value JCI 3,703,632.64 LQ-45 2,523,194.37

Foreign Transaction (in Bn Rp.)

Buy Sell Net

Foreign 3.41 2.18 1.23

JCI Top 5 Leading Movers

Close Chg %

BDMN IJ 6,400 39.13 ASII IJ 76,750 2.06 TLKM IJ 7,250 2.84 BMRI IJ 7,100 2.16 BBNI IJ 4,150 2.47

JCI Top 5 Lagging Movers

Close Chg %

EXCL IJ 5,000 -2.91 PGAS IJ 3,700 -1.33 MEGA IJ 3,400 -5.56 ICBP IJ 5,300 -1.85 SMAR IJ 6,300 -3.08

World Indexes

Close Chg % PER

NIKKEI 10,046.92 -0.03% 26.22

HANGSENG 20,790.98 1.31% 9.83

KOSPI 2,047.49 -0.09% 22.06

STI 3,014.98 -0.04% 10.02

DOW JONES 13,199.55 -0.49% 13.59

FTSE 5,838.34 -0.62% 11.20

Commodities

Close Chg %

WTI Crude (US$/barrel) 104 -0.07

Gold 100 (US$/t oz) 1,647 0.06

CPO (RM/MT) 3,472 2.65

Coal Newc. (US$/MT) 105 0.57

Nickel (US$/MT) 18,150 -1.63

Tin (US$/MT) 23,000 -0.11

source : Bloomberg

Daily N ws Market Snapshot

• Market Prediction

Pada perdagangan Selasa (3/4) Indeks Dow Jones ditutup turun 65 poin (-0.49%) ke 13,199.50 setelah bank sentral AS, Federal Reserve Bank, memutuskan tidak akan memberikan kebijakan stimulus tambahan. Minyak light sweet diperdagangkan di level US$103.96 per barel di New York setelah stok minyak AS tercatat naik yang mengindikasikan turunnya jumlah demand akan bahan bakar di negara pengkonsumsi energi terbesar dunia tersebut. IHSG kemarin (3/4) ditutup naik 49 poin (+1.18%) ke 4,215.44 dengan asing tercatat melakukan tercatat melakukan net buy di pasar regular sebesar Rp1.2 triliun dengan saham yang paling banyak dibeli a.l. BMRI, BDMN, ASII, TLKM, dan GGRM. Mata uang Rupiah terapresiasi ke 9,133 per Dollar AS. Secara teknikal, IHSG berhasil melanjutkan penguatannya dan mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah dengan candlestick kembali membentuk bullish marubozu di luar garis upper bollinger band. Indikator RSI bergerak uptrend memasuki area overbought namun indikator stochastic telah membentuk deathcross di area overbought. Pada perdagangan hari ini (4/4), IHSG diperkirakan akan cenderung profit taking dan bergerak dikisaran 4,195-4,250 dengan saham-saham yang dapat diperhatikan a.l. CTRA, UNVR, dan ADHI.

Wednesday, 4 April 2012

“Risk comes from not knowing what you're doing.”

~Warren Buffet~

• Chart in Focus

ADHI (Trading Sell) UNVR (SoS)

SIMP (SoS) BRAU (SoS)

TBIG (Spec Buy)

CTRA (BoW)

Question & Answer :

Kalau kita bahas saham dilihat dari chart kiri ke kanan naik terus adalah saham yg patut di koleksi. Bila chart yang tadinya sideway tiba-tiba naik apa bisa dikoleksi juga mohon jawabannya?

ABMM : 2012, Targetkan Laba Rp1,03 T BORN : 2011, Cetak Laba Bersih Rp2,82 Triliun

• News & Analysis

SSIA : Jual 50 Hektare Kawasan Industry

TLKM : 2012, Proyeksikan Pendapatan Rp76,4 Triliun

(2)

Comment: Kinerja Perusahaan yang baru dipublikasikan (sumber : Bloomberg) menyatakan Pendapatan Perusahaan sampai FY 2011 (Partial) sebesar Rp. 2,8 triliun dimana laba bersih yang tercatat juga sebesar Rp. 257, 48 miliar.

Sementara dari keterangan Perusahaan dari beberapa sumber berita mengatakan bahwa dari sebagian penjualan tersebut terdapat Pendapatan yang masih dibukukan untuk tahun 2011. Perusahaan mendapatkan permintaan lahan industri (order book) sebanyak 170 hektar per Maret 2012 yang dimana harga rata-rata penjualan mencapai US$91 per meter persegi, sehingga total nilainya mencapai US$154 juta, Order book itu terdiri atas komitmen pembelian lahan tahun lalu yang belum dibukukan dalam laporan keuangan 2011 dan komitmen pembelian tahun ini. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan dapat membukukan pendapatan usaha konsolidasi pada 2012 sebesar Rp3,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp550 miliar. Pada perdagangan Comment: Diperkirakan pertumbuhan laba tahun ini akan didorong oleh anak perusahaanya yang bergerak di bidang pertambangan batubara, Reswara Minergi Hartama dimana pada tahun ini diperkirakan akan menghasilkan volume produksi FY2012E sebesar 5,5 juta ton meningkat dari tahun 2,16 juta ton pada tahun lalu. Namun demikian, kami melihat target pertumbuhan laba yang ditetapakan perseroan tergolong optimis karena dengan asumsi manajemen yang menetapkan peningkatan pendapatan 50% dan laba bersih 150% maka Net Profit Margin (NPM) mencapai 10,4% sementara NPM FY2011 hanya 6,3%.

PT ABM Investama Tbk (ABMM) menargetkan pertumbuhan laba pada tahun ini mencapai 150 persen menjadi Rp1,03 triliun dibanding laba pada 2011 yang sebesar Rp415,74 miliar. "Kita harapkan pertumbuhan pendapatan naik 50 persen, dan diharapkan net income bisa tumbuh 150 persen," kata Presiden Direktur ABM Investama Andi Djajanegara. (okezone/wsn)

News & Analysis

ABMM: 2012, Targetkan Laba Rp1,03 T

Open High Low Close

870 900 860 880

BORN

Comment: Peningkatan penjualan sebesar 121% disertai dengan meningkatnya margin laba perseroan. Margin laba operasi meningkat dari 34% pada 2010 menjadi 42% pada 2011. Hal ini menunjukan efektifitas dan efisiensi perseroan.

Posisi Kas perseroan per 31 Des 2011 juga meningkat tajam 122%. Namun DER perseroan juga meningkat tajam dari 0.3 menjadi 0.8. Hal ini disebabkan oleh perjanjian fasilitas pinjaman preekspor dari First Gulf Bank. Fasilitas tersebut memiliki jatuh tempo hingga 14 Juni 2012. Berdasarkan consensus Bloomberg, 1 analis merekomendasikan Buy, 5 Hold dan 3 Sell, dengan target price sebesar Rp 927,-.

Kinerja laba PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN) terbilang fantastis pada tahun lalu. Di akhir 2011, Perseroan berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 2,828 triliun. Jumlah tersebut melonjak lima kali lipat atau sebesar 423% dibanding laba tahun sebelumnya yang hanya Rp 348,859 miliar. Dengan melonjaknya keuntungan perusahaan, maka laba bersih per saham dasar atau earning per share (EPS) BORN juga naik menjadi Rp 103 per saham, dari semula Rp 61 per saham di akhir 2010. (kontan/sly)

BORN: 2011, Cetak Laba Bersih Rp2,82 Triliun

Open High Low Close

1,030 1,080 1,020 1,050

SSIA

Open High Low Close

3,975 3,975 3,900 3,925

ABMM

PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mendapatkan komitmen penjualan lahan sebesar 50 hektare (ha) sepanjang kuartal pertama tahun 2012 ini.

Komitmen penjualan tersebut didapatkan Surya Internusa melalui anak perusahaannya, PT Suryacipta Swadaya, yang merupakan pengembang dan pengelola kawasan industri Suryacipta City of Industry di Karawang Timur.

(KoranJakarta/bsms)

SSIA: Jual 50 Hektare Kawasan Industry

(3)

Question & Answer

Answer: Memang secara teknikal lebih disarankan untuk mengoleksi saham-saham yang sedang bergerak uptrend karena menurut prinsip teknikal yaitu “Price Fluctuates In Trends” atau harga saham biasanya akan bergerak mengikuti trend yang terjadi sebelumnya sampai adanya sinyal reversal atau pembalikan tren. Sementara untuk saham yang pergerakannya sideway namun tiba -tiba bergerak naik tentu harus kita cari tahu apakah ada faktor fundamental atau corporate action yang dilakukan oleh perusahaan tersebut sehingga harganya tiba-tiba bergerak naik. Apabila tidak ada faktor fundamental atau corporate action yang dilakukan emiten tersebut namun harga sahamnya tiba-tiba bergerak naik tentu harus kita waspadai karena adanya indikasi permintaan dan penawaran yang tidak wajar atau bukan riil market demand.

Kalau kita bahas saham dilihat dari chart kiri ke kanan naik terus adalah saham yg patut di koleksi. Bila chart yang tadinya sideway tiba-tiba naik apa bisa dikoleksi juga mohon jawabannya?

nilainya mencapai US$154 juta, Order book itu terdiri atas komitmen pembelian lahan tahun lalu yang belum dibukukan dalam laporan keuangan 2011 dan komitmen pembelian tahun ini. PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) menargetkan dapat membukukan pendapatan usaha konsolidasi pada 2012 sebesar Rp3,2 triliun dan laba bersih sebesar Rp550 miliar. Pada perdagangan kemarin (selasa, 03/04) saham SSIA diperdagangkan naik 2.94 % ( ditutup pada harga Rp. 1050,-), dengan proyeksi laba bersih Rp. 550 miliar, maka EPS SSIA adalah sebesar Rp. 116,90,-, berdasrkan harga penutupan kemarin, maka P/E SSIA ini masih 9x atau masih dibawah dari P/E industri yaitu 11,4x. Kami melihat harga saham SSIA ini masih relatif cukup murah dibanding rata-rata industrinya.

Konsensus Bloomberg untuk saham SSIA adalah sebagai berikut Buy 3:,Hold:1 Sell:1 dengan TP: 1022.

Comment: Pendapatan TLKM yang diproyeksikan mencapai Rp76,4 triliun pada 2012 atau bertumbuh 7.15% dari pendapatan tahun 2011 menurut kami merupakan hal yang positif. Target pertumbuhan pendapatan tersebut dapat tercapai melalui pertumbuhan jumlah pelanggan yang pada 2012 ditargetkan mencapai 142,5 juta atau bertumbuh 9,7% dari tahun 2011. TLKM pada 2011 mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 3,8% menjadi Rp71,25 triliun dari sebelumnya Rp 68,63 triliun pada 2010. Namun demikian, net income TLKM pada 2011 turun menjadi Rp10,97 triliun dari Rp11,54 triliun pada 2010. Sebagai informasi, pendapatan TLKM pada 2011 hanya mencapai 99,3% dari RKAP 2011 yang ditargetkan sekitar Rp71,8 triliun. Konsensus analis (Bloomberg) mencatat 17 rekomendasi beli, 7 rekomendasi tahan dan 1 rekomendasi jual dengan target harga Rp8.153 per saham TLKM.

PT Telkom Indonesia Tbk memproyeksikan pendapatan yang tertuang dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2012 sebesar Rp76,4 triliun.

Angka ini tumbuh 6,40% dari RKAP 2011 sebesar Rp71,8 triliun.

(Investor/AA)

TLKM: 2012, Proyeksikan Pendapatan Rp76,4 Triliun

Open High Low Close

7,100 7,500 7,100 7,250

TLKM

(4)

Charts in Focus

ADHI (Trading Sell) UNVR (SoS)

SIMP (SoS) BRAU (SoS)

TBIG (Spec Buy)

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 750 ML 14,429 OD 10,941

R2 770 DP 10,000 YU 10,491

S1 690 AK 3,321 DB 10,000

S2 660 ID 2,025 FG 1,985

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 3,075 OD 6,431 HD 3,410

R2 3,150 KZ 2,000 CC 1,997

S1 2,925 RX 1,794 AK 1,658

S2 2,825 IN 1,000 AZ 1,644

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 600 YU 15,342 PK 14,998

R2 640 ZP 12,260 KS 6,374

S1 500 FG 6,000 SH 4,500

S2 475 HD 3,500 CC 2,717

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 1,450 YU 3,775 CC 1,911

R2 1,490 DP 1,500 CP 1,370

S1 1,400 ZP 1,005 IN 500

S2 1,360 BM 100 QA 400

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 820 ZP 1,895 YP 2,891

R2 880 PK 1,000 YU 2,190

S1 750 LG 960 OD 742

S2 700 DX 824 AI 410

CTRA (BoW)

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 20,700 FG 1,077 CC 1,898

R2 21,100 DX 524 YU 300

S1 19,950 DB 478 CP 127

S2 19,200 CS 453 DP 100

(5)

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.

No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change without notice. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of the report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2012.

Betrand Raynaldi Head of Research Cement & Strategist

Andrew Argado Consumer Goods

Budhy S M Siallagan Property & Construction

Grady Wijaya Muhammad Wafi

Banking

Fitri Purnamasari

Irlanda Zettira

Eva Puspawati

Hafni Lulu Utfi Humaya

Research Analyst :

Research Support :

eTrading Research

Anthony Alexander Sally Agustina Transportation Wisnu Karto Technical / Infrastructure

Referensi

Dokumen terkait

Pertumbuhan asset menjadi 40 trilun dalam 5 tahun ke depan merupakan hal yang realistis atau tumbuh sebesar di atas 58%/tahun (CAGR) dimana sejak tahun 2006

Comment: Ekspektasi pendapatan perseroan yang ditetapkan sebesar Rp 5,3-5,5 triliun tersebut sesuai dengan proyeksi kami yang memproyeksikan pendapatan JSMR pada tahun 2012

Comment: Long-term lease yang diperoleh dari Lotte Group ini merupakan suatu pendapatan yang sudah cukup besar bagi perusahaan, nilai investasi 20 tahun sebesar USD 27 juta

Menurut kami perusahaan konstruksi yang banyak memperoleh kontrak-kontraknya di Semester II 2010, akan banyak memperoleh pendapatan mereka di akhir tahun 2011 ini dan awal 2012,

Sehingga jika angka Rp 4 triliun tersebut dapat tercapai pada kuartal ini, maka laba bersih BBRI tercatat meningkat sebesar 86,04% dibanding periode yang sama

Dengan penambahan jumlah total saham yang dimiliki Lippo Group secara menyeluruh tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional maupun kinerja LPKR

Pada conference ini sebagian besar perwakilan provinsi memaparkan rencana pembangunan di sector infrastruktur untuk daerah mereka masing-masing sesuai dengan kebutuhan daerahnya,

Comment: dengan naiknya laba AKRA yang disebabkan karena divestasi anak perusahaan ini menjadikan AKRA memiliki dana yang cukup untuk lebih mengembangkan