BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Pustaka
Berikut beberapa tinjauan pustaka yang digunakan penulis untuk menyelesaikan penelitian:
2.1.1 Objek Penelitian
Objek penelitian pada tugas akhir ini yaitu sistem desalinasi air otomatis, dengan objek utamanya yaitu air yang telah melewati proses desalinasi.
2.1.2 Desalinasi Air
Menurut KBBI Desalinasi adalah “proses membuat tawar air laut; proses membuat air tawar dari air asin” [10]. Teknologi desalinasi air garam terbagi menjadi dua secara garis besar yaitu; (a) Thermal Desalination dan (b) Membrane Desalination.
Kedua teknologi yang digunakan tersebut hanya memiliki perbedaan dari sumber energinya. Pada teknologi Thermal Desalination penggunaan sumber energi didapat dari panas yang terkonveksi, terkonduksi atau terradiasi. Sehingga pada proses yang menggunakan teknologi Thermal Desalination terjadi proses penguapan air garam untuk menurunkan kadar garamnya. Hasil air laut yang menggunakan teknologi Thermal Desalination memiliki kadar garam yang sangat rendah sekitar 10 ppm. Sedangkan dalam teknologi membrane desalination atau bisa disebut dengan Reverse Osmosis penggunaan sumber energi didapat dari listrik untuk menggerakkan membrane semipermeable sehingga dapat memisahkan kadar garam dengan air laut. Hasil air laut yang menggunakan teknologi Reverse Osmosis memiliki kadar garam sekitar 350-500 ppm.[11].
Teknologi desalinasi yang digunakan pada pengembangan alat ini merupakan teknologi Thermal Desalination yang menggunakan tenaga surya untuk penguapannya hal ini dibantu dengan material panas yang digunakan untuk menangkap panas yang dipancarkan oleh sinar matahari. Apabila proses yang dapat
dilakukan secara otomatis serta dapat dimonitoring tidak menutup kemungkinan penggunaan sumber daya akan lebih efisien kedepannya.
2.1.3 Sistem Tertanam
Definisi umum mengenai sistem tertanam yaitu suatu sistem pengolah informasi yang digabungkan atau ditanamkan ke suatu produk atau benda lain bukan untuk general purpose melainkan untuk single purpose. Sistem pengolah informasi di sini tidak harus berupa komputer atau mikroprosesor sehingga dapat memberikan respon secara real time. [12]. Berbeda tujuan dengan Internet of Things (IoT) sistem tertanam hanya mengintegrasikan sistem yang terhubung dengan mikrokontroller secara langsung (real time). Sistem tertanam merupakan sebuah terobosan yang dapat digunakan sebagai penunjang dalam segala aktivitas manusia. Dengan mengintegritaskan sebuah mikrokontroler yang dapat dipergunakan sebagai sistem pengolah informasi ini mengatur segala peraktivitasan dari sebuah sensor yang membaca data hingga sebuah actuator yang dapat melakukan sesuatu aksi.
2.1.4 Fuzzy Sugeno
Sebuah penyelesaian untuk penentuan sebuah variabel tidak dapat dipastikan dengan hanya memberikan sesuatu dengan kategori benar atau salah (satu atau nol).
Oleh sebab itu penggradienan mengenai nilai tersebut dapat dilakukan dengan menggunakan fuzzy logic dimana nilai sebuah variabel dapat dikategorikan dengan
“sangat banyak”, “banyak”, “sedikit” dan “sangat sedikit”. [13]. Sehingga pengkategorian dalam penetapan nilai variabel yang akan diterapkan pada sistem bernilai tidak hanya 0 atau 1 melainkan lebih dari itu tergantung pada sistem apa yang ingin dikembangkan. Biasanya dalam pengembangan struktur dasar fuzzy logic terdiri dari empat proses, proses fuzzifikasi, proses pembentukan rule basis fuzzy, inferensi, dan proses defuzifikasi. [13]. Proses fuzzifikasi yaitu proses yang diperuntukkan mengubah suatu masukkan dari bentuk tegas(crisp) menjadi fuzzy (variabel linguistic). Proses pembentukan rule basis fuzzy yaitu proses yang akan digunakan oleh fuzzy untuk membuat aturan. Proses inferensi yaitu suatu kaidah fuzzy yang akan menghasilkan aturan dari setiap output. Proses defuzifikasi merupakan proses perhitungan dari keluaran bentuk tegas (crisp output) [14].
Berikut merupakan persamaan yang digunakan untuk melakukan perhitungan fuzifikasi:
𝑊𝐴 =∑18𝑛=1𝑎𝑛𝑧𝑛
∑18𝑛=1𝑎𝑛
(2.1)
𝑅𝑢𝑙𝑒𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 𝑎1𝑧1+ 𝑎2𝑧2 + 𝑎3𝑧3+ 𝑎4𝑧4+ ⋯ + 𝑎𝑛𝑧𝑛 (2.2) 𝐷𝑒𝑓𝑢𝑧𝑠𝑐𝑜𝑟𝑒 = 𝑎1+ 𝑎2 + 𝑎3+ 𝑎4+ ⋯ + 𝑎𝑛 (2.3) Keterangan :
WA = Nilai rata-rata
Rulescore = Penjumlahan hasil perkalian nilai predikat dengan indeks nilai output Defuzscore = Penjumlahan nilai predikat hingga ke – n
an = Nilai predikat aturan ke – n
zn = Indeks nilai output (konstanta) ke – n
Logika fuzzy memiliki beberapa metode dalam hal memprediksi, yang diterapakan pada sistem ini yaitu Fuzzy metode Sugeno yang dibuat oleh Michio Sugeno. Fuzzy metode Sugeno memiliki kemiripan dengan Fuzzy metode Mamdani, perbedaannya dengan metode Mamdani dalam hal konsekuensi yang bukan dalam bentuk himpunan fuzzy tetapi dalam bentuk konstanta atau persamaan linier.
2.1.5 Arduino Mega
Arduino Mega merupakan papan mikrokontroler yang berbasis ATMega2560.
Memiliki empat belas pin input dari output digital dimana enam pin tersebut dapat digunakan sebagai output PWM dan 54 pin output/input dan memiliki 16 pin analog, 16 MHz osilator Kristal, koneksi USB, jack power, ICSP Header, dan tombol reset.[15]. Arduino mega merupakan sebuah papan mikrokontroler yang berbasis open source sehingga papan mikrokontroler ini mampu digunakan untuk mengembangkan obyek interaktif mandiri di sistem yang akan dikembangkan.
Mikrokontroler Arduino pun memiliki berbagai macam jenisnya namun untuk mengefisiensikan penggunaan sumber daya tipe mega lah yang tepat.
Gambar 2.1 Arduino Mega (Sumber: arduino.cc/en/Main/arduinoBoardMega2560)
2.1.6 Relay
Relay adalah Saklar (Switch) yang dioperasikan secara listrik dan merupakan komponen Electromechanical (Elektromekanikal) yang terdiri dari 2 bagian utama yakni Elektromagnet (Coil) dan Mekanikal (seperangkat Kontak Saklar/Switch).
Relay menggunakan Prinsip Elektromagnetik untuk menggerakkan Kontak Saklar sehingga dengan arus listrik yang kecil (low power) dapat menghantarkan listrik yang bertegangan lebih tinggi.[16]. Kegunaan relay yang dapat memutus sambungkan aliran daya pada sensor atau pun actuator yang dirancang pada sistem ini akan menghemat penggunaan sumber daya pada keseluruhan sistem.
Gambar 2.2 Relay Dual Channel (Sumber: components101.com /5v-dual-channel-relay-module)
2.1.7 Sensor DHT11
Sensor DHT11 merupakan sensor multifungsi yang dapat menyensor suhu serta menyensor kelembaban udara. Jangkauan pengukuran temperatur dari sensor ini adalah 0-50°C dan jangkauan pengukuran kelembaban relatif sebesar 20-90%.
Sensor DHT11 membutuhkan catu daya sebesar 3 sampai 5,5 Volt DC. Keakuratan untuk kelembaban relatifnya sebesar ± 4% dan keakuratan untuk temperatur sebesar
± 2°C. [17]. Sensor DHT11 memiliki dua jenis yang berbeda yaitu DHT11 3 pin dan DHT11 4 pin. Pada DHT11 3 pin terdapat pin Vcc yang dihubungkan pada daya 5v, pin GND (ground) dihubungkan pada GND pada papan Arduino, pin keluaran (output) merupakan pin yang akan mengirim data dan dihubungkan dengan papan Arduino untuk proses pengolahan data selanjutnya. Teruntuk sensor DHT11 4 pin yang membedakan hanyalah terdapatnya pin NC (Normally Close) yang membuat High tidak terhubung dan saat Low terhubung[18]. Dari spesifikasi serta kegunaan sensor ini merupakan hal yang tepat untuk mengintegrasikan dengan sistem untuk proses desalinasi.
Gambar 2.3 Sensor DHT11 (Sumber: components101.com /dht11-temperature-sensor)
2.1.8 Sensor Kadar Garam
Sensor kadar garam yang dirancang dapat terintegrasi dengan papan mikrokontroler Arduino ini memiliki bagian bagian yang terbuat dari stik stainless. Hal ini berfungsi untuk menerima data dari bahan yang diuji. [19]. Berikut merupakan spesifikasi sensor garam :
1 Bekerja pada tegangan DC 5 Volt 2 Support Arduino serta mikrokontroler
3 Koefisien linearitas data konduktivitas sebesar 0.9639 4 Koefisien lineritas data TDS sebesar 0.983
5 Memiliki sensitivitas pada bahan yang bersifat konduktif
6 Kedalaman cairan saat pengukuran sebesar 5,5 cm dari ujung sensor
Gambar 2.4 Sensor TDS Kadar Garam (Sumber: depoinovasi.com/produk-510-sensor- konduktivitas--tds--kadar-garam.html)
2.1.9 Pompa Air Mini
Menurut Santoso & Arfianto (2014) Motor AC adalah alat yang mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (putaran). Energi mekanik diperoleh kerena arus listrik yang mengalir melalui penghantar berada pada medan magnet sehingga timbul daya dorong mekanik. Motor pompa ini dapat mengalirkan air, dengan cara menghisap air melalui lubang dibagian bawah dan mengalirkanya ke samping, sehingga akan dihasilkan suatu aliran air dengan kecepatan tertentu. [20].
Penggunaan pompa air mini dalam sistem ini untuk menyalurkan air garam yang berada dalam wadah agar dipindahkan ke piringan hitam untuk proses penguapan dan dengan spesifikasi 18 watt ini yang menjadikan alat ini tepat tuk diintegrasikan.
Gambar 2.5 Pompa Air Mini (Sumber: blibli.com/p/amara-1200-pompa-aquarium)
2.1.10 Sensor Air HW-038
Sensor air HW-038 merupakan sensor yang diperuntukkan mencek ketinggian air pada bagian tetentu. Ketinggian air yang diatur oleh sensor ini dioutputkan dengan sinyal analog [21]. Ketinggian air yang ditentukan oleh sensor air HW-038
diperuntukkan mengatur ketinggian air pada wadah air bersih agar tidak membasahi komponen yang bebrada di dalamnya.
Gambar 2.6 Sensor Air HW-038 2.1.11 Sensor FC-37
Prinsip kerja sensor ini yaitu pada saat air turun dan mengenai panel sensor maka akan terjadi proses elektrolisasi oleh air. Dikarenakan air termasuk golongan cairan elektrolit yang dimana cairan tersebut dapat menghantarkan arus listrik. Pada sensor ini terdapat ic komprator yang mengeluarkan output berupa logika High dan Low.
Dengan terdapatnya dua tipe keluaran yaitu digital dan analog. Sensor ini dapat digunakan untuk memantau kondisi ada atau tidaknya air di lingkungan sekitarnya baik berupa sinyal digital maupun analog. [22]. Ketika panel sensor yang terkena air dari wadah pemanas maka sensor ini akan memberikan output ke relay untuk mematikan pompa agar tidak melebihi kapasitas wadah pemanas.
Gambar 2.7 Sensor Hujan (Sumber: components101.com/sensors/rain-drop-sensor-module)
2.1.12 Suhu dan Kelembaban Udara
Menurut Ari Rahayuningtyas dan Seri Intan Kuala dalam jurnal Pengaruh Suhu Dan Kelembaban Udara Pada Proses Pengeringan Singkong (Studi Kasus : Pengering Tipe Rak) memaparkan suhu beserta kelembaban udara merupakan faktor penentu proses pengeringan. Data yang mereka analisis memiliki simpulan bahwa semakin besar perbedaan suhu (antara medium pemanas dengan bahan) maka akan semakin cepat proses perpindahan panas sehingga proses penguapan akan semakin cepat pula. Hasil data untuk suhu beserta kelembaban pada hasil pengamatan mereka pada menit 0 kelembaban 89%, 30 menit kemudian menjadi 45% berdasarkan kenaikkan suhu yang berawal dari 27˚C meningkat pada 30 menit awal menjadi 56˚C yang mengakibatkan proses pengeringan semakin cepat. [23]. Penetapan parameter suhu dan kelembaban tidak luput dari hasil pengamatan dan analisa yang dipaparkan oleh Eka Mey Jesiani, Apriansyah, dan Riza Adriat menjelaskan tingkat evaporasi (penguapan) akan berbanding lurus dengan suhu udara apabila suhu udara mengalami peningkatan maka tingkat evaporasi pada area tersebut pun akan meningkat. Berbanding terbalik dengan kelembaban udara, apabila kelembaban udara mengalami peningkatan maka tingkat evaporasi akan semakin menurun.[24].
Berdasarkan dua rujukan jurnal tersebut sistem yang dirancang memiliki basis pada 27˚C untuk suhu dan kelembaban sebesar 80% hal ini digunakan sebagai pengefisienan sumber daya sistem yang akan digunakan.
2.1.13 Standar Air Tawar
Nilai salinitas untuk air tawar berkisar antara 0-0,5 ppt, payau berkisar antara 0,5- 30 ppt (salinitas air payau), dan salinitas perairan laut >30 ppt.[3]. Teori pada hasil penelitian ini, akan penulis jadikan sebagai landasan pengukuran kadar garam pada air yang telah melewati proses desalinasi.
2.1.14 Pulau Tangkil
Pulau Tangkil merupakan pulau yang terletak pada Sukajaya Lempasing, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran Lampung. Merupakan pulau yang acapkali dijadikan tempat tujuan wisata keluarga. Pulau ini memiliki pantai yang berpasir putih serta dikelola oleh 2 kepala keluarga di pulau tersebut.
2.1.15 Evaporation Flux
Evaporation Flux atau yang biasa disebut dengan laju penguapan yang dikemukakan oleh Irving Langmuir ini dapat memproyeksikan laju penguapan dari suatu zat yang berada pada kondisi kelembaban tertentu dan pada suhu tertentu [25].
Rumus ini dikembangkan lagi oleh Hertz-Knudsen untuk pengaplikasian perhitungan pada lapisan molekul gas yang menggunakan parameter berupa perubahan tekanan molekul gas tersebut[26]. Berikut merupakan rumus laju evaporasi:
d𝑀
dt = (pv− pp)√ m
2𝜋RT (2.4)
Dengan persamaan dari pressure vapor adalah sebagai berikut:
pv= Hr100% Pa 0.62198+Hr100%
(2.5)
Persamaan dari pressure partial tidaklah berbeda dengan pressure vapor melainkan hanya berdasarkan dari kelembaban yang dipantau saja yang berbeda. Sehingga persamaan dari pressure partial sebagai berikut:
𝑝𝑣 = 𝐻𝑟𝑥% 𝑃𝑎 0.62198 + 𝐻𝑟𝑥%
(2.6)
Hr = Humidity ratio
Pv = Tekanan saat menguap
Pp = Tekanan pada kondisi diamati m = Berat mol
Pa = tekanan atmosfir (101325 pa)
R = Konstanta gas ideal (8.314 Joules/(mol Kelvin)) T = Temperatur (Kelvin)
Namun nyatanya pada penerapan untuk mengetahui laju evaporasi dari suatu zat bisa dipastikan ketika paramaterrnya konstan atau berada pada kondisi yang serupa dalan kurum waktu tertentu. Hal ini juga dikarenakan adanya lapisan uap air pada permukaan air, yang mendekati kondisi uap jenuh. Sehingga penguapan jauh lebih kecil bahkan dikarenakan factor ini juga yang menyebabkan perbandingan actual laju evaporasi dengan perhitungan memiliki perbandingan dari 1/100000 hingga 1/1000000 [27].
2.1.16 Persentase Galat
Persentase galat atau biasa disebut dengan kesalahan pengukuran merupakan hasil pengurangan dari suatu parameter percobaan dengan parameter basis yang baku.
Hasil ini lalu di kali dengan 100% untuk menjadikannya dalam persentase [28].
Berikut merupakan rumus dari persentase eror:
% error=|nilai asli - nilai ukur
nilai asli | (2.7)
2.2 Tinjauan Studi
Adapun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan tugas akhir peneliti dijadikan sebagai bahan referensi dalam merancang bangun alat nantinya sebagai berikut:
1 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Arwin Wijaya tahun 2020 dengan judul “Purwarupa penyiraman otomatis dengan arsitektur mqtt dan logika fuzzy sugeno untuk meningkatkan keefektifan manajemen penyiraman tanaman (studi kasus : itera)” pada tugas akhir tersebut menjelaskan bagaimana proses penyiraman secara otomatis dengan fuzzy logic sugeno. Proses penyiraman otomatis berawal dari sensor sensor yang terbaca oleh mikrokoontroller lalu setiap inputannya dimasukkan kedalam proses fuzifikasi lalu dari output defuzifikasinya tersebut berbentuk aksi yang akan dilakukan oleh aktuator [14].
2 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Abdul Azis dan Nuryake Fajaryati tahun 2018, pada jurnal Elinvo (Electronics, Informatics, and Vocational Education) yang berjudul “Reosquido Desalinasi Metode
Evaporasi dengan Ultraviolet Berbasis Mikrokontroller” jurnal tersebut menjelaskan tentang perancangan sistem tertanam dengan papan mikrokontrolernya Arduino Mega yang diintegrasikan dengan sensor TDS/
kadar garam, sensor suhu DS18B20, relay, LCD 20x4, dan pemanas. Cara kerja dari alat ini yaitu : TDS dan sensor suhu yang membaca keadaan kadar garam serta temperatur pada air akan diproses pada Arduino Mega dengan keterangan apabila lebih dari 100 derajat celcius maka relay akan mematikan pemanas secara otomatis dan apabila kurang relay akan menghidupkan pemanas secara otomatis. Setelah dilakukan proses penguapan air laut akan menempel pada dinding atap yang di desain berbentuk pyramid dan akan mengalir pada bak penampungan.[5].
3 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Ayndri Widi Prabowo tahun 2017, pada skripsi yang berjudul “Perancangan Dan Simulasi CFD Sistem Desalinasi Air Laut Berbasis Solar Concentrator” Skripsi tersebut menjelaskan tentang perancangan suatu alat yang melakukan proses desalinasi air secara alami tanpa menggunakan mikrokontroler. Alat yang dirancang menggunakan energy terbarukan yaitu sinar matahari dikarenakan untuk digunakan pada daerah yang tidak terjamah oleh PLN.
Cara kerja dari alat ini yaitu : cahaya matahari yang dipantulkan akan dikumpulkan pada satu titik fokal yang dimana titik fokal ini diletakkan pipa penyerap yang digunakan sebagai penampung air laut, temperature pada permukaan pipa akan meningkat seiring berjalannya waktu titik fokal tersebut terkena sinaar matahari dan proses penguapan akan terjadi. Lalu air tawar akan ditampung pada bak penampungan air bersih.[4].
4 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Muhammad Yasir tahun 2019, pada skripsi yang berjudul “Prototype Desalinasi Air Laut Dengan Sistem Hybrid” skripsi tersebut menjelaskan tentang perancangan alat desalinasi air laut yang dilakukan secara hybrid. Dengan maksud hybrid disini adalah sistem yang dirancang bisa melakukan proses penguapan dengan pemanas apabila cuaca di waktu tersebut tidak memungkinkan untuk dilakukannya proses penguapan, namun apabila sinar matahari tercukupi maka relay akan mematikan pemanas dari inputan sensor suhu DS18B20 yang didapat pada
suhu keadaan sekitar. Cara kerja alat : sistem akan melakukan pengecekan suhu dengan sensor suhu DS18B20 apabila sensor suhu menangkap keadaan suhu yang memungkinkan relay akan mematikan pemanas dan dilakukannya proses penguapan secara alami. Lalu uap air akan ditampung pada wadah air bersih. [6].
5 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Yogi Januardi dkk, tahun 2016, pada jurnal e-Proceeding of Engineering yang berjudul “Sistem Desalinasi Air Laut Menggunakan Prinsip Capacitive Deionization ( Cdi ) Berbasis Karbon Aktif” jurnal tersebut menjelaskan tentang perancangan sistem desalinasi air otomatis dengan menitik beratkan pada proses fisis. Adapun alat alat yang digunakan seperti Arduino Mega sebagai mikrokontroler, pompa peristaltic DC, keypad 4x3 dan h-bridge driver motor. Cara kerja alat ini yaitu : dimulai dari dua elektroda karbon yang dialiri tegangan sehingga dapat mengikat ion ion garam berdasarkan prinsip gaya coulomb. Air yang terdorong dengan debit 0-30ml/menit secara terus menerus oleh pompa peristaltic DC ini akan melalui sel karbon tersebut sehingga air yang akan dikeluarkan berupa air yang telah melewati proses tersebut dan akan dicek kadar garamnya dengan sensor konduktivitas/TDS.[7].
6 Menurut penelitian yang dilakukan oleh Akbar Sujiwa dan Sagita Rochman tahun 2019, pada jurnal Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian yang berjudul “Pengembangan Sistem Kontrol Serta Monitoring Suhu dan Volume Air Berbasis Web Pada Perangkat Desalinasi Air Laut” jurnal tersebut menjelaskan tentang sistem desalinasi air otomatis yang di integrasikan dengan web. Dengan raspberry pi sebagai papan mikrokontroler yang akan memonitoring secara real time lewat web. Panel surya digunakan sebagai penghasil daya dari sinar matahari. Daya tersebut akan disimpan pada baterai. Lalu baterai akan memberikan dayanya untuk menghidupkan pemanas. Setelah proses desalinasi terlewati air bersih akan tersimpan pada bejana penampung air.[8].
Perbandingan antar referensi untuk penelitian dapat dilihat pada tabel 2.1 :
Tabel 2.1 Tinjauan Pustaka
No Penulis Permasalaha n dan Tujuan
Metode Teknik Evaluasi
Dat a
Kontribu si
Kekur angan*
1 Muham
mad Abdul Azis dan Nuryake Fajaryat i [2018]
[Reosqu ido Desalina si Metode Evapora si dengan Ultravio let Berbasis Mikroko ntroller]
Penelitian ini bertujuan untuk
membuat alat Reosquido desalination metode evaporasi dengan menggunakan mikrokontroll er. Alat ini dapat mengontrol suhu untuk mempercepat proses evaporasi dalam
menghasilkan air tawar.
Metode
Metode rancang bangun analisis, design, pengemb angan, pelaksan aan, dan evaluasi
Validasi sistem melalui sensor sensor yang mencek keadaan lalu diproses oleh Arduino
Inp utan suh u, dan kad ar gara m.
Membuat design rancangan alat proses desalinasi secara otomatis dengan air laut sebagai objeknya
sistem belum dapat memati kan pemana s ketika air dalam pemana s telah habis.
Sistem belum dapat mengu bah air untuk langsun g diminu m 2 Ayndri
Widi Prabow o [2017][
Peranca ngan Dan Simulasi CFD Sistem Desalina si Air Laut Berbasis Solar Concent rator]
Perancangan Dan Simulasi CFD Sistem Desalinasi Air Laut Berbasis Solar
Concentrator ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan ketimpangan jumlah volume air laut disbanding dengan air tawar yang sangat sedikit dengan menggunakan sinar matahari sehingga
Solar concentr ator dimana memusaa tkan panas matahari pada satu titik vokal dan menyeba rkan panas tersebut ke air agar dapat dilakuka nnya proses penguap an
- Suh
u pad a ling kun gan seki tar, wak tu unt uk pros es yan g dila kuk an, inte nsit as pan
Membuat rancangan alat untuk melakuka n proses desalinasi tanpa listrik dengan mengguna kan metode solar concentrat or
Alat yang dicipta kan tidak terinteg rasi oleh sistem untuk memon itoring secara otomati s Proses pendes alinasia n tidak sepenu hnya otomati s
No Penulis Permasalaha n dan Tujuan
Metode Teknik Evaluasi
Dat a
Kontribu si
Kekur angan*
ramah lingkungan
as mat ahar i yan g terk ena titik vok al
dikaren akan ada campur tangan manusi a untuk memas ukkan air kedala m wadah penamp ungan air
3 Muham
mad Yasir [2019][
Prototyp e Desalina si Air Laut Dengan Sistem Hybrid]
Prototype Desalinasi Air Laut dengan Sistem Hybrid ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan ketersediaan air tawar yang semakin menipis dengan menggunakan sistem hybrid dimana sistem dapat
melakukan proses desalinasi secara alami menggunakan sinar matahari atau dengan menggunakan pemanas ketika beberapa factor tidaklah memungkinka n dengan sinar matahari
Metode rancang bangun analisis, design, pengemb angan, pelaksan aan, dan evaluasi
Validasi sistem melalui sensor sensor yang mencek keadaan lalu diproses oleh Arduino
Suh u, kad ar gara m PH, day a, vol ume air, dan hasi l uap
Membuat rancangan alat untuk proses desalinasi air otomatis dengan sistem hybrid
Sistem terlalu besar mengg unakan listrik dikaren akan mengg unakan pemana s
4 Yogi Januardi
Sistem Desalinasi Air
Capaciti ve
Analisis konvensio
Deb it
Membuat rancangan
Teknik evaluas
No Penulis Permasalaha n dan Tujuan
Metode Teknik Evaluasi
Dat a
Kontribu si
Kekur angan*
, Memori a Rosi dan I P.
Handay ani[201 6][
Sistem Desalina si Air Laut Menggu nakan Prinsip Capaciti ve Deioniz ation ( Cdi ) Berbasis Karbon Aktif]
Laut
Menggunakan Prinsip Capacitive Deionization ( Cdi ) Berbasis Karbon Aktif bertujuan untuk melakukan proses pemisahan garam dari air laut
menggunakan prinsip gaya coloumb sehingga dibutuhkannya sebuah
instrumen yang dapat mengatur kecepatan aliran air garam.
deionizat ion
nal dari data yang dimonitor ing oleh Arduino
air, dan kad ar gara m
alat yang dapat melakuka n proses desalinasi air otomatis dengan konsep CDI.
Menemuk an keefektifit asan pada konsep CDI untuk proses desalinasi air
i data dilakuk an dengan cara mengo bservas i dari hasil output sehingg a keluara n yang terbaik nya belum dapat ditentu kan oleh sistem
5 Akbar Sujiwa, Sagita Rochma n [2019]
[Penge mbanga n Sistem Kontrol Serta Monitor ing Suhu dan Volume Air Berbasis Web Pada Perangk at Desalina si Air Laut]
Pengembanga n Sistem Kontrol Serta Monitoring Suhu dan Volume Air Berbasis Web Pada
Perangkat Desalinasi Air Laut bertujuan untuk
mengurangi permasalan proses desanilasi yang
dikendalikan secara manual.
Metode rancang bangun analisis, design, pengemb angan, pelaksan aan, dan evaluasi
Validasi sistem melalui sensor sensor yang mencek keadaan lalu diproses oleh Raspberry Pi 3
Suh u, kele mba bab an, day a, kad ar gara m
Merancan g serta membang un alat yang dapat melakuka n proses desalinasi air secara otomatis.
Serta dapat diakses melalui web, dan dikontrol melalui smartphon es.
Alat tidak meman askan air melalui sinar mataha ri melain kan dari pemana s yang bersum ber dari panel surya.
Sehing ga proses pemana san akan
No Penulis Permasalaha n dan Tujuan
Metode Teknik Evaluasi
Dat a
Kontribu si
Kekur angan*
menun ggu hingga batre yang mendap atkan suplai dari panel surya tercuku pi.