BAB III METODOLOGI PENELITIAN. A. Metode Penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti termasuk dalam penelitian

Teks penuh

(1)

commit to user

24

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN A. Metode Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh peneliti termasuk dalam penelitian deskriptif non eksperimental dengan metode survey. Penelitian survey adalah pengumpulan informasi secara sistematik dari responden dengan maksud memahami aspek perilaku dari populasi yang diteliti (Sekaran, 2006).

Survei dilakukan dengan metode non probability sampling, karena metode ini tidak memberi peluang / kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Ada banyak cara pengambilan sampel tetapi pada penelitian ini digunakan teknik pengambilan sampel Judgemental sampling, yaitu teknik penarikan sampel yang dilakukan berdasarkan karakteristik

yang ditetapkan terhadap elemen populasi target yang disesuaikan dengan tujuan atau masalah penelitian (Somantri dan Muhidin, 2006).

B. Identifikasi Variabel

Menurut Sugiyono (2010) variabel penelitian adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek, atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Adapun dalam penelitian ini variabel yang terlibat yaitu : Variabel bebas : Profil responden

Variabel tergantung : Pemilihan obat

(2)

commit to user Variabel moderator : Alasan pemilihan obat

C. Subyek Penelitian

Menurut Hasan (2002) populasi adalah totalitas dari semua obyek atau individu yang memiliki karakteristik tertentu, jelas dan lengkap yang akan diteliti.

Populasi dari penelitian adalah masyarakat Kelurahan Wuryorejo Kecamatan Wonogiri. Pada penelitian ini pemilihan obat berdasarkan empat kategori penyakit yaitu penyakit infeksi, penyakit endokrin dan sistem peredaran darah, penyakit gangguan pernapasan, dan penyakit gangguan pencernaan. Untuk mendapatkan data yang representative, tidaklah selalu perlu untuk meneliti semua individu dalam populasi tapi cukup dengan mengambil wakil dari populasi itu yang sering kita sebut sampel. Sampel adalah bagian dari populasi yang diambil melalui cara- cara tertentu yang juga memiliki karakteristik tertentu, jelas, dan lengkap yang dianggap bisa mewakili populasi. Keterwakilan populasi oleh sampel dalam penelitian merupakan syarat penting untuk melakukan generalisasi, sehingga diperlukan jumlah sampel yang representative agar diperoleh data yang mampu mewakili populasi tersebut.

Jumlah penduduk di wilayah tersebut pada tahun 2014 berdasarkan jumlah KK adalah 269 KK. Diasumsikan jumlah penduduk setiap satu KK terdiri dari 2 orang yang memenuhi kriteria inklusi, sehingga jumlah total populasi diasumsikan 538 orang.

Salah satu cara untuk menentukan jumlah sampel yang diketahui jumlah populasinya agar data yang diambil akurat digunakan metode menetukan jumlah sampel dengan rumus Slovin (Sevilla et. al., 2007), sebagai berikut :

(3)

commit to user n =

Keterangan :

n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi

e = Batas Toleransi Kesalahan (error tolerance)

Batas toleransi kesalahan dinyatakan dengan persentase. Semakin kecil toleransi kesalahan, semakin akurat sampel menggambarkan populasi. Pada penelitian ini dipilih batas kesalahan 5% yang artinya memiliki tingkat akurasi 95%. Dipilih batas toleransi kesalahan 5% karena menurut Sekaran (2006) pada penelitian tingkat kesalahannya dapat dipilih berdasarkan pada tabel Isaac dan Michael yaitu 1%, 5%, dan 10%. Pada penelitian sosial maksimal tingkat kesalahannya adalah 5% (0,05). Untuk memperjelas jumlah sampel yang digunakan dapat dijelaskan dalam perhitungan sebagai berikut :

n = N / (1 + Ne²) = 538 / (1+ 538x 0,05x0,05) = 229,42 ~ 230 orang.

Berdasarkan perhitungan jumlah sampel sebanyak 230 orang, pengambilan sampel tiap RT dibagi agar proporsional. Berikut ini adalah pembagian jumlah sampel :

1. RT 01 sebanyak 90 KK : = 76,9 ~ 77 orang

2. RT 02 sebanyak 59 KK : = 50,4 ~ 50 orang

3. RT 03 sebanyak 42 KK : = 35,9 ~ 36 orang

(4)

commit to user

4. RT 04 sebanyak 50 KK : = 42,7 ~ 43 orang

5. RT 05 sebanyak 28 KK : = 23,9 ~ 24 orang

Responden dalam penelitian ini harus memenuhi kriteria inklusi dan ekslusi sebagai berikut.

Kriteria Inklusi :

1. Warga RW 01 Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri baik yang pernah menggunakan atau yang akan menggunakan obat herbal atau obat kimia sintetis di masa yang akan datang.

2. Berusia 17-65 tahun.

3. Bersedia mengisi kuesioner Kriteria ekslusi :

1. Kuesioner yang pengisiannya tidak lengkap.

D. Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di RW 01 Kelurahan Wuryorejo, Kabupaten Wonogiri. Pengambilan sampel dilaksanakan pada bulan Januari 2014.

E. Alat dan Bahan

Alat yang diperlukan adalah buku-buku pustaka yang terkait dengan penelitian dan jurnal-jurnal tentang pengaruh profil responden, dan software SPSS 17. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dari kuisioner yang disebar di RW 01 Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri.

(5)

commit to user

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara self administered questionnaires, yaitu responden diminta untuk mengisi sendiri kuesioner yang

diberikan. Pengumpulan data dilakukan di lingkungan warga RW 01 Kelurahan Wuryorejo.

G. Analisis Data

Data yang diperoleh dari warga RW 01 Kelurahan Wuryorejo diolah menggunakan Microsoft Excel 2007 dan SPSS17 for Windows yaitu crosstabs dan chi square. Crosstabs atau tabulasi silang adalah prosedur yang menyajikan

deskripsi data dalam bentuk baris dan kolom. Crosstabs digunakan untuk melakukan analisis hubungan di antara baris dan kolom (Wahana, 2009). Chi square digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel. Dengan

menggunakan chi square untuk mengetahui apakah data seragam atau tidak. Uji ini juga disebut uji keselarasan (Sugiyono, 2010). Jika hasil pengukuran keselarasan baik maka hipotesis awal diterima, dan jika hasil pengukuran keselarasan buruk maka hipotesis awal ditolak (Wahid, 2005). Uji chi square dipilih berdasarkan tabel pedoman uji statistik pada tabel II berikut :

(6)

commit to user

Tabel II. Pedoman uji statistik (Saryono, 2011)

Skala Pengukuran

Variabel

Jenis Hipotesis Komparatif / Asosiatif

Korelatif 2 Kelompok >2 kelompok

Berpasangan Tidak Berpasangan

Berpasangan Tidak Berpasangan UJI NON PARAMETRIK

Nominal Mc Nemar Marginal Homogenity

Chi Square Fisher Kolmogrov smirnov

Cochran Chi Square Fisher Kolmogrov smirnov

Coefisien kontingensi Lambda Ordinal Mc Nemar

Marginal Homogenity

Chi Square Fisher Kolmogrov smirnov

Cochran Chi Square Fisher Kolmogrov smirnov

Sommera’d Gamma

Wilcoxon Mann- whitney

Friedman Kreuskal- wallis

Spearman

UJI PARAMETRIK Numerik

(Interval dan Rasio)

Uji

Berpasangan

Uji t tidak berpasangan

Anova Anova Pearson

Pada penelitian ini skala datanya yaitu :

1. Jenis Kelamin : Nominal

2. Usia : Ordinal

3. Tingkat Pendidikan : Ordinal

4. Jenis Pekerjaan : Nominal

5. Rata-rata pengeluaran per bulan : Ordinal

Hasil analisa chi square diketahui bila :

1. Apabila diperoleh nilai chi square > taraf signifikansi (0,05) maka H0 diterima, yang berarti tidak terdapat perbedaan antara profil responden dengan pemilihan obat herbal dan obat kimia sintetis di Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri.

(7)

commit to user

2. Apabila diperoleh nilai chi square > taraf signifikansi (0,05) maka H0 ditolak, yang berarti terdapat perbedaan antara profil responden dengan pemilihan obat herbal dan obat kimia sintetis di Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri.

H. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan kata yang menyatakan abstraksi dan digeneralisasikan dari hal-hal yang khusus mengenai suatu fenomena dari sejumlah karakteristik kejadian atau keadaan kelompok atau individu tertentu,yang disebut juga dengan konsep. Pentingnya definisi operasional adalah untuk menghindarkan perbedaan pengertian atau penafsiran mendua (ambiguitas) dari suatu istilah yang dipakai ( Effendi dan Masri, 2001 ).

Penelitian ini mempunyai definisi operasional sebagai berikut :

1. Profil Responden adalah gambaran mengenai identitas penjawab kuesioner untuk kepentingan penelitian yang meliputi jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, dan rata-rata pengeluaran per bulan.

2. Jenis kelamin : jenis kelamin responden diketahui berdasarkan pengamatan dan pengakuan, dibuat kategori laki-laki dan perempuan.

3. Usia : usia responden pada saat penelitian dihitung dari tanggal lahir sampai penelitian berlangsung, dibuat kategori berumur lebih dari atau sama dengan 17 tahun sampai dengan lansia (65 tahun).

(8)

commit to user

4. Tingkat pendidikan : tingkat pendidikan responden ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan terakhir yang telah ditempuh, dibuat kategori tingkat pendidikan SD, SMP, SMA/SMK, dan Sarjana.

5. Pekerjaan : pekerjaan responden diketahui berdasarkan pengakuan dalam kuisioner, dibuat kategori pegawai swasta, BUMN, PNS, wiraswasta, ibu rumah tangga, dan lainnya.

6. Pengeluaran rata-rata tiap bulan : pengeluaran responden diketahui berdasarkan pengakuan dalam kuisioner, dibuat kategori < Rp. 375.000,00 (Sangat bawah/miskin), Rp. 375.000,00 – 700.000,00 (Kelas Bawah), Rp.

750.000,00 – 1.877.000,00 (Kelas Menengah), Rp. 1.877.000,00 – 3.754.000,00 (Kelas Menengah Atas), > Rp. 3.754.000,00 (Kelas Atas).

7. Responden adalah warga RW 01 Kelurahan Wuryorejo Kabupaten Wonogiri baik yang pernah menggunakan obat herbal atau obat kimia sintetis ataupun yang akan memilih obat herbal atau obat kimia sintetis jika sakit infeksi, gangguan endokrin dan sistem peredaran darah, gangguan pernapasan, dan gangguan pencernaan.

8. Niat beli adalah kecenderungan responden untuk membeli obat yang dipilih untuk kategori penyakit dimasa yang akan datang.

Figur

Tabel II. Pedoman uji statistik (Saryono, 2011)

Tabel II.

Pedoman uji statistik (Saryono, 2011) p.6

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :