• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Penelitian"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Muhamad Sigit Pramono, 2016 1

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Penelitian

Pada era globalisasi, pendidikan memiliki peran yang penting dalam menghasilkan generasi penerus bangsa, dan dijadikan sebagai tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Sebagaimana dijelaskan dalam indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Dalam indikator IPM tersebut terdapat tiga dimensi yakni dimensi ekonomi, kesehatan, dan pendidikan. Adapun menurut United Nations Development Programe (1990) pada dimensi pendidikan terdapat dua indikator, yaitu Angka Melek Huruf, dan Rata-Rata Lama Sekolah yang merujuk pada pendidikan dasar. Sejalan dengan hal tersebut peran pendidikan sangat penting untuk mendorong IPM.

Menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 pasal 17, Pendidikan Dasar merupakan jenjang pendidikan yang mendasari jenjang pendidikan menengah. Pendidikan dasar berbentuk Sekolah Dasar / Madrasah Ibtidaiyah (MI), dan Sekolah Menengah Pertama atau bentuk lain yang sederajat, dan pada pasal 6 disebutkan bahwa setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan bermutu dan setiap warga negara yang berusia tujuh sampai lima belas tahun wajib mengikuti pendidikan dasar selama 9 tahun berupa kebijakan program pemerintah dan tertuang dalam pasal 34 mengenai wajib belajar.

Salah satu pendidikan yang perlu direncanakan secara rinci yakni Pendidikan dasar, dimana keberadaan pendidikan dasar sangat penting bagi keperluan pengembangan sumber daya manusia, sebab pada jenjang pendidikan ini seseorang dikembangkan untuk menguasai berbagai kemampuan dasar sebagai bekal dirinya pada pendidikan selanjutnya.

Kemampuan siswa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi akan dibentuk ketika siswa tersebut menempuh pendidikan pada jenjang pendidikan dasar.

Dalam penyelenggaraan pendidikan, salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan wajardikdas 9 tahun adalah tenaga pendidik yang berkualitas dan menunjang pada proses kegiatan belajar mengajar. Adapun hal penting yang perlu direncanakan ialah jumlah dan kualifikasi Guru.

(2)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Salah satu pendekatan perencanaan pendidikan yang menghitung jumlah kebutuhan guru untuk pendidikan dasar dengan menggunakan pendekatan social demand, yakni suatu pendekatan yang dimaksudkan untuk mengatasi pemerataan akses pendidikan dalam pemenuhan SPMP dan SNP.

Seperti yang dikemukakan oleh Kumar (2004, hlm.143) “The estimates of the social demand based upon the demographic trends, an also based upon the transition probabilities of enrollment, the admission rates, the retention rules do and wastage roles etc. at different level of education”. Dengan demikian, dasar dari perencanaan pendidikan dasar adalah melalui pendekatan social demand yang dasarnya adalah pertumbuhan penduduk usia sekolah (PUS), artinya perencanaan ini didasarkan pada tren kependudukan. Dalam menghitung jumlah pertumbuhan PUS, digunakan metode dengan teknik proyeksi. Proyeksi adalah salah satu teknik yang dapat digunakan dalam perencanaan pendidikan (Usman, 2014, hlm.100).

Menurut UNESCO (2010, hlm.3):

Projection techniques are at the core of educational planning as they serve to convert the sought objective into quantifable scenarios. They are requisite tools for policy dialogue and the formulation of educational strategies. Projection and simulation models make it possible to translate the requisite task into calculation of the financial, physical and human resources required.

Merujuk pada pendapat UNESCO diatas maka, proyeksi merupakan alat yang diperlukan untuk penetuan kebijakan dan perumusan strategi pendidikan. Proyeksi memungkinkan untuk menerjemahkan tugas yang diperlukan dalam perhitungan keuangan, fisik, dan sumber daya manusia yang dibutuhkan. Proyeksi PUS dimaksudkan untuk mengetahui jumlah penduduk usia sekolah dalam suatu kawasan, yang digunakan sebagai data dasar dalam menghitung kebutuhan pendidik atau guru yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan kriteria SNP yaitu satu orang guru mengajar kapasitas maksimum siswa sebanyak 28 peserta didik agar pelaksanaan pendidikan berjalan secara optimal.

(3)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Sebagai bahan kajian ada sejumlah hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai perencanaan tenaga pendidik di berbagai jenjang sekolah maupun wilayah yang berbeda. Adapun hasil penelitian sebagai berikut:

Penelitian yang dilakukan oleh Iman Sayogyo (1998) yang mengkaji Perencanaan Pengadaan Guru Bidang Studi Umum di Madrasah Tsanawiyah Negeri dan Kaitannya dengan kualitas hasil belajar di MTsN Srono Kabupaten Banyuwangi Provinsi Jawa Timur. Dari hasil penelitian diperoleh gambaran sebagai berikut:

Secara umum perencanaan guru bidang studi umum dapat dikatakan efektif. Perencanaan yang dilakukan Depag Pusat cukup efektif, akan tetapi perencanaan di MTsN Srono belum efektif, disebabkan terbatasnya biaya yang tersedia. Dilihat dari pelaksanaan penyediaan guru bidang studi umum yang dilakukan Depag dapat dinilai efektif, sedangkan pelaksanaan oleh pihak sekolah masih perlu pembinaan serius. Sementara itu, pengawasan berjalan baik dan masih ada aspek tertentu yang perlu mendapat perhatian serius.

Sedangkan dilihat dari kualitas hasil belajar siswa dalam dua tahun terakhir cukup menggembirakan, dimana angka NEM dan Raport termasuk bagus.

Sedangkan penelitian yang dilakukan Efnil (2003) yang mengkaji tentang Analisis Perencanaan Tenaga Kependidikan Guru SD di Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Dari hasil penelitiannya diperoleh gambaran sebagai berikut:

(1). Dalam tahun 1998/1999 sampai tahun 2002/2003 pemerintah Kabupaten Kampar belum mampu memenuhi kebutuhan tenaga Guru SD; (2) Sampai akhir Agustus tahun 2002 pemerintah hanya mampu memenuhi kebutuhan tenaga Guru SD sebesar 89% atau 3.502 orang dari jumlah keseluruhan guru yang dibutuhkan yaitu 3.934 orang, yang terdiri dari guru kelas 2.698 orang (88%) dari kebutuhan 3.068 guru; guru PAI 459 (106%) dari kebutuhan 433 orang (kelebihan); guru Penjaskes 344 orang (79%) dari kebutuhan 433 orang. (3) Dalam kurun waktu yang sama terdapat penyebaran guru SD yang tidak merata pada setiap Kecamatan. (4). Proses dan prosedur yang dilakukan Pemerintah Daerah dalam memenuhi kebutuhan guru SD dalam kurun waktu 1998/1999 sampai tahun 2002/2003 adalah dengan

(4)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

mengangkat tenaga guru kontrak SD serta adanya kebijakan merger (penggabungan beberapa SD); (5) Dari hasil proyeksi kebutuhan tenaga guru SD untuk tahun 2003/2004 sampai tahun 2007/2008 menunjukan bahwa tingkat pertumbuhan tenaga guru SD rata-rata sebesar 3,83% per tahun.

Penelitian yang dilakukan oleh Ono Wiharna (2005) yang mengkaji tentang Perencanaan Kebutuhan Guru Sekolah Dasar Berdasarkan Pendekatan Wilayah. Dari hasil penelitiannya diperoleh gambaran sebagai berikut:

(1). Pemerataan penyebaran tenaga guru SD perlu dilakukan antara lain dengan melakukan mutasi bagi para guru SD yang berada di wilayah Kecamatan Ujung Berung. (2) Untuk pengembangan pengadaan tenaga guru SD perlu dirancang model Sistem Informasi Manajemen (SIM) yang memadai untuk memudahkan memperoleh data dan informasi personil guru SD. (3) Perencanaan kebutuhan guru SD perlu memperhatikan beberapa faktor determinan yang mendasari yaitu pertumbuhan penduduk, pertumbuhan anak usia pra sekolah, tingkat pertumbuhan murid SD, guru yang mutasi/promosi dan guru SD yang pensiun dan meninggal dunia.

Penelitian yang dilakukan Rizky Siswanti (2012) yang mengkaji tentang Kebutuhan Guru SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun 2010 dan Proyeksi Kebutuhan Jumlah Guru SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun 2011-2018. Dari hasil penelitiannya diperoleh gambaran sebagai berikut:

(1). Guru SD/MI Kecamatan Sidomukti yang telah memenuhi kualifikasi sarjana di 20 SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun 2010 berjumlah 111 guru. (2) Kebutuhan Guru di 20 SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga Tahun 2010 menurut rasio guru/murid (1:32) berjumlah 135 guru. (3) Kebutuhan jumlah guru di SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga pada tahun 2011 sebanyak 73 guru. Kebutuhan guru SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga dari tahun 2011 sampai 2018 cenderung mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Penuruna kebutuhan jumlah guru SD/MI Kecamatan Sidomukti Kota Salatiga 8%.

Penelitian yang dilakukan Devi Nuranti (2015) yang mengkaji tentang Analisis Kebutuhan Ruang Kelas Sekolah Dasar Berdasarkan Proyeksi

(5)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Pertumbuhan Penduduk Usia Sekolah di Kota Cirebon Tahun 2015-2019. Dari hasil penelitiannya diperoleh gambaran sebagai berikut:

(1). Pertumbuhan penduduk usia sekolah menjadi salah satu faktor penentu kebutuhan ruang kelas terus mengalami peningkatan, namun tidak diikuti oleh pembangunan ruang kelas baru (RKB) atau rehabilitasi ruang kelas. (2) RKB yang dibutuhkan pada tahun 2015/2016 sebanyak 199 unit, dan ruang kelas rehab sebanyak 50 unit. (3) Penentuan estimasi biaya pembangunan satu unit RKB menggunakan harga satuan PU dan harga perkiraan sendiri (HPS) dari pemerintah Kota Cirebon yang ditetapkan oleh peraturan dari dinas PU.

Dari kelima hasil penelitian tadi yang pada konsep analisis kebutuhan tenaga guru pada prinsipnya hampir sama, namun yang berbeda adalah jenjang pendidikan, bidang studi, departemen, dan kewilayah yang objeknya berbeda.

Adapun hasil studi pendahuluan yang dilakukan penulis, kondisi Kota Cimahi saat ini menunjukan bahwa jumlah Guru SD masih mengalami kekurangan sebanyak 232 orang untuk memenuhi kebutuhan ideal sesuai dengan standar nasional pendidikan, hal ini disebabkan oleh pendistribusian guru yang tidak merata. Adapun tingkat ketuntasan wajardikdas kota Cimahi sebesar 100% dan sudah tercapai sejak tahun 2005, serta mulai tahun 2006 pemerintah Kota Cimahi mencanangkan rintisan pendidikan wajib belajar 12 tahun. (Rencana Jangka Panjang Daerah Cimahi 2005-2025, hlm. 4)

Mengingat pentingnya keberhasilan program pendidikan dasar yang salah satunya didukung oleh tersedianya guru maka perlu diteliti mengenai kebutuhan jumlah guru. Adapun subjek penelitian adalah kota cimahi, yang akan dianalisis mengenai kebutuhan jumlah guru SD, sejalan dengan analisis tersebut dapat disusun dokumen perencanaan pendidikan yang lebih akurat, khususnya terkait dengan kebutuhan guru yang relevan di Kota Cimahi, dengan demikian judul penelitian yang diangkat oleh peneliti adalah “Analisis Kebutuhan Guru Sekolah Dasar di Kota Cimahi Tahun 2015-2020 (Implementasi Social Demand Approach dalam Perencanaan Pendidikan)”.

(6)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

B. Rumusan Masalah Penelitian

Berdasarkan latar belakang diatas, masalah dalam penelitian ini mengarah pada pendistribusian tenaga pendidik ke sekolah. secara konseptual, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui analisis kebutuhan guru Sekolah Dasar di Kota Cimahi dengan mengimplemenasikan Social Demand Approach dalam Perencanaan Pendidikan.

Adapun secara kontekstual, penelitian ini dilakukan di instansi negeri yaitu Dinas Pendidikan Kota Cimahi. Sedangkan masalah yang akan dikaji dapat dirumuskan sebagai pertanyaan penelitian sebagai berikut:

1. a. Berapa jumlah penduduk kota Cimahi tahun 2015-2020 berdasarkan perhitungan proyeksi penduduk tahun 2010-2014?

b. Berapa jumlah penduduk usia sekolah (7-12) tahun di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020 berdasarkan perhitungan proyeksi penduduk tahun 2010-2014?

c. Berapa jumlah penduduk usia masuk sekolah (6 dan 7) tahun di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020 berdasarkan perhitungan proyeksi penduduk tahun 2010-2014?

d. Berapa jumlah peserta didik keseluruhan berdasarkan APK pada tahun 2015-2020 berdasarkan perhitungan proyeksi penduduk tahun 2010- 2014?

2. Berapa proyeksi jumlah peserta didik baru yang terserap oleh SD, pada setiap kecamatan di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020?

3. Berapa proyeksi jumlah guru yang dibutuhkan di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020?

4. Berapa estimasi jumlah guru sekolah dasar yang diperlukan pada setiap kecamatan di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020?

C. Tujuan Penelitian 1. Tujuan Umum

Tujuan secara umum dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis ketersedian guru SD yang dibutuhkan melalui pendekatan social demand pada Dinas Pendidikan Kota Cimahi.

(7)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

2. Tujuan Khusus

Adapun tujuan khusus dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi, mengenai:

a. 1) Proyeksi jumlah penduduk kota Cimahi tahun 2015-2020

2) Proyeksi jumlah penduduk usia sekolah (7-12) tahun di Kota Cimahi

pada tahun 2015-2020

3) Proyeksi jumlah penduduk usia masuk sekolah (6 dan 7) tahun di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020

4) Proyeksi jumlah peserta didik keseluruhan berdasarkan APK pada tahun 2015-2020

b. Proyeksi jumlah peserta didik baru yang terserap oleh SD, pada setiap kecamatan di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020

c. Proyeksi jumlah guru yang dibutuhkan di Kota Cimahi pada tahun 2015-2020

d. Teranalisanya estimasi jumlah guru sekolah dasar yang diperlukan pada setiap kecamatan di kota Cimahi pada tahun 2015-2020

D. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat memberikan manfaat baik secara teoritis maupun praktis sebagai berikut:

1. Secara Teoritis

Secara teoritis diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan wawasan ilmu administrasi pendidikan, khususnya untuk mengembangkan wawasan keilmuan mengenai keterampilan menyusun perencanaan pendidikan dalam membuat proyeksi kebutuhan aspek pendidikan.

2. Secara Praktis

Secara praktis hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan bagi para pengambil keputusan di Dinas Pendidikan Kota Cimahi sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebutuhan akan tenaga pendidik /

(8)

Muhamad Sigit Pramono, 2016

ANALISIS KEBUTUHAN GURU SEKOLAH D ASAR D I KOTA CIMAHI TAHUN 2015-2020 Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu|perpustakaan.upi.edu

Guru Sekolah Dasar di Kota tersebut untuk kurun waktu enam tahun mendatang.

E. Struktur Organisasi Skripsi

Untuk memudahkan pembaca melihat dan memahami isi dari laporan penelitian ini, peneliti mengurutkan sistematikanya sebagai berikut:

BAB I : Pendahuluan, berisi uraian mengenai latar belakang penelitian, rumusan masalah penelitia, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan struktur organisasi skripsi

BAB II : Kajian Pustaka, berisi konsep-konsep dan teori-teori yang melandasi penelitian yang dilakukan, yang diperoleh dari buku dan sumber-sumber lain yang mendukung

BAB III : Metode Penelitian, berisi penjabaran yang rinci mengenai metode penelitian serta komponen-komponen penelitiannya.

Dalam hal ini, peneliti menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif

BAB IV : Temuan dan Pembahasan, memuat pengolahan atau analisis data beserta pembahasan atau analisis hasil temuan di lapangan dengan pemaparan dan pembahasan data yang disajikan

BAB V : Kesimpulan dan Saran, menyajikan penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian

Referensi

Dokumen terkait

3) Setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya dan kelompok yang lain ikut mencermati serta mempertanyakan beberapa hal yang berkaiatan dengan kandungan

[r]

- SAHAM SEBAGAIMANA DIMAKSUD HARUS DIMILIKI OLEH PALING SEDIKIT 300 PIHAK & MASING2 PIHAK HANYA BOLEH MEMILIKI SAHAM KURANG DARI 5% DARI SAHAM DISETOR SERTA HARUS DIPENUHI

[r]

Adapun tanggung jawab Notaris sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal secara umum dan pelaksanaan pembuatan perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas menjelang proses emisi

[r]

Sehingga dapat dilihat hasil penilaian rata – rata yang dicapai nilai dari kegiatan kondisi awal 64,77 dan pada silkus pertama nilai rata – rata yang dicapai 65,45

sekolah dalam menyediakan fasilitas olahraga hanya bolavoli mini yang minimal, Kendala-kendala dalam pelaksanaan ekstrakurikuler Sekolah Dasar Negeri Temon