• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh: Kasemi SDN I Watuagung, Watulimo, Trenggalek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh: Kasemi SDN I Watuagung, Watulimo, Trenggalek"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR BIDANG STUDI MATEMATIKA PERKALIAN DAN PEMBAGIAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE

KONSTRUKTIVISME PADA SISWA KELAS III SDN I WATUAGUNG KECAMATAN WATULIMO TRENGGALEK SEMESTER I TAHUN 2013/2014

Oleh:

Kasemi

SDN I Watuagung, Watulimo, Trenggalek

Abstrak: Dalam upaya pencapaian prestasi belajar yang optimal diperlukan suatu tindakan action research. Kegiatan penelitian tindakan (action research) berupaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas, agar diperoleh peningkatan prestasi belajar dari masing-masing individu siswa yang belajar. Upaya yang dilakukan adalah dengan implementasi strategi pembelajaran konstruktivisime. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas III Semester I SDN I Watuagung Tahun 2013/2014 dengan jumlah adalah 7 siswa. Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai, seperti apa yang telah didesain dalam faktor yang diteliti. Nilai pada hasil tes sebelumnya merupakan hasil belajar awal, sedangkan observasi awal dilakukan untuk dapat mengetahui tindakan yang tepat yang diberikan dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa kelas III SDN I Watuagung Tahun 2013/2014 Semester I. Berdasarkan pada pelaksanaan tindakaan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar siswa kelas III SDN I Watuagung mengalami peningkatan pada pembelajaran matematika setelah menerapkan model belajar konstruktivisme hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada sebelum siklus sebesar 67,14 mengalami peningkatan pada siklus I sebesar 73,57 dan siklus ke II 84,29 dengan ketuntasan belajar sebesar 85,71%.

Kata kunci : Model Belajar Konstruktivisme, Prestasi Belajar Matematika.

Pendidikan sebagai proses pembudayaan ko- drat alam merupakan usaha memelihara dan memajukan serta mempertinggi dan mem- perluas kemampuan-kemampuan kodrati un- tuk mempertahankan hidup. Proses pembu- dayaan tersebut bertujuan membangun kehi- dupan individual dan sosial. Tujuan pendidi- kan yang bersifat individual adalah individu- individu yang mencapai kemerdekaan lahir dan batin. Sedangkan tujuan sosial pendi- dikan adalah membangun secara bersama- sama oleh segenap individu-individu yang merdeka lahir dan batin, suatu masyarakat berkebudayaan kebangsaan yang khas ber- dasarkan adab manusia, sehingga terwujud kehidupan bersama yang tertib dan damai,

yang didalamnya terdapat kemerdekaan pri- badi, kebangsaan, dan kemanusiaan yang seimbang dan seiring berjalan.

Guru merupakan sebagai pelaksana pendidikan terdepan, harus mampu merenca- nakan suatu strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada anak didik, untuk mengembangkan potensi yang ada pa- da diri siswa melalui kegiatan belajar meng- ajar di kelas. Potensi tersebut dapat dikem- bangkan oleh siswa apabila di dalam diri sis- wa terdapat minat untuk mengetahui sesuatu.

Berdasarkan pernyataan di atas, menun- jukkan bahwa minat memiliki peran penting dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.

Untuk itu guru harus mampu me-

(2)

27

ngembangkan dan meningkatkan minat bela- jar siswa agar mencapai presrasi belajar yang optimal.

Dalam mengembangkan minat siswa pada pembelajaran matematika diperlukan suatu strategi pembelajaran yang tepat. Hal ini disebabkan mata pelajaran matematika bertujuan untuk mendidik peserta didik untuk memiliki kemampuan memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma secara luwes efsien dan tepat.

Matematika timbul karena pikiran-pikiran manusia yang berhubungan dengan ide, pro- ses dan penalaran. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas ialah Aritmatika, Aljabar, geometri dan analisis (analysiss) di- mana arti dari aritmatika mencakup antara lain teori bilangan dan statistikMatematika juga bertujuan untuk memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masa- lah, merancang model matematika, menye- lesaikan model dan menafsirkan solusi yang diperoleh.

Ada beberapa hal yang dapat dilaku- kan oleh guru dalam proses pembelajaran guna mengatasi masalah kemrosotan prestasi belajar salah satunya adalah kemampuan guru dalam menggunakan strategi dalam kegiatan pembelajaran. Belajar merupakan kegiatan aktif siswa dalam membangun makna atau pemahaman. Dengan demikian, guru perlu memberikan dorongan kepada siswa untuk menggunakan otoritasnya dalam membangun gagasan. Tanggung jawab belajar berada pada diri siswa, tetapi guru bertanggungjawab untuk menciptakan situasi yang mendorong prakarsa, motivasi, dan tanggung jawab siswa untuk belajar sepan- jang hayat (Depdiknas, 2002).

Dalam upaya pencapaian prestasi be- lajar yang optimal diperlukan suatu tindakan

action research. Kegiatan penelitian tinda- kan (action research) berupaya untuk me- ningkatkan prestasi belajar siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas, agar diper- oleh peningkatan prestasi belajar dari ma- sing-masing individu siswa yang belajar.

Menurut Hamalik (2002), mengatakan bah- wa strategi merancang sistem pembelajaran adalah suatu rencana untuk mengerjakan prosedur merancang sistem secara efisien.

Strategi dasar dalam perencanaan meliputi:

(1) menganalisa tuntutan sistem, (2) men- desain sistem, dan (3) mengevaluasi dampak sistem. Upaya yang dilakukan adalah dengan implementasi strategi pembelajaran konstruktivisime.

Nurhadi (2003) mengatakan bahwa konstruktivisme merupakan landasan berfikir (filosofi) pembelajaran kontekstual, yaitu bahwa pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak sekonyong-konyong. Pengetahuan bu- kanlah seperangkat fakta-fakta, konsep atau kaidah yang siap untuk diambil dan diingat manusia harus mengkonstruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalaman nyata. Sedangkan menurut Hudoyo (1976) dalam proses pembelajaran, strategi pembe- lajaran konstruktivisme merupakan pende- katan yang memberikan pengakuan terhadap keragaman siswa. Dalam pandangan pembe- lajaran konstruktivisme ini diakui bahwa siswa, pada awal proses pembelajaran, telah memiliki konsep kognitif, afektif dan psiko- motor tertentu sebagai akibat pembelajaran dan pengalaman sebelumnya.

Zamroni (1999) mengatakan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam belajar mengajar konstruktivisme. Di- antaranya: (1) murid harus selalu aktif selama proses pembelajaran; (2) proses aktif adalah

(3)

proses membuat segala sesuatu masuk akal;

(3) interpretasi selalu dipengaruhi oleh pengetahuan sebelumnya; (4) kegiatan belajar mengajar tidak hanya proses penga- lihan pengetahuan, tetapi juga pengalihan ketrampilan dan kemampuan.

Berdasarkan pada konsep strategi pembelajaran konstruktivisme yang disam- paikan oleh para pakar pendidikan tersebut tersebut di atas, peneliti akan mencoba mela- kukan suatu usaha penelitian tindakan (Action Research) dalam meningkatkan pres- tasi belajar siswa Kelas III Semester I SDN I Watuagung melalui startegi pembelajaran konstruktivisme.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di Kelas III Semester I SDN I Watuagung Tahun 2013/2014 dengan jumlah adalah 7 siswa.

Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari 2 siklus. Tiap siklus dilaksanakan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai, seperti apa yang telah didesain dalam faktor yang diteliti. Nilai pada hasil tes sebelumnya merupakan hasil belajar awal, sedangkan observasi awal dilakukan untuk dapat mengetahui tindakan yang tepat yang diberi- kan dalam rangka meningkatkan prestasi be- lajar siswa. Dari evaluasi dan observasi awal, maka dalam refleksi ditetapkanlah meng- gunakan model belajar konstruktivisme.

Dengan berpatokan pada refleksi awal tersebut, maka dilaksanakan penelitian tindakan kelas ini dengan 2 siklus, di mana setiap siklus terdiri dari tahap Perencanaan, Observasi, Tindakan, dan Refleksi. Untuk menganalisa data yang diperlukan dalam pe- nelitian digunakan pengumpulan data seba- gai berikut: (1) Melaksanakan tes serta mem- buat rerata nilai tes; (2) Membandingkan hasil tes rata-rata siklus I dan II; (3)

Menyimpulkan temuan-temuan dari anggota tim berupa hasil observasi lapangan ber- dasarkan instrumen yang telah dipersiapkan.

HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan Siklus I

Refleksi Awal

Dalam kegiatan refleksi awal ini di- temukan adanya kemerosotan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Hal ini disebabkan karena belum mampu me- ngaitkan materi dari pengetahuan siswa sebe- lumnya.

Perencanaan

Perencanaan penelitian tindakan ke- las siklus I terdiri dari: (a) Persiapan rencana pembelajaran. Rencana pembelajaran yang diterapkan dalam pembelajaran matematika disesuaikan dengan metode pembelajaran yang digunakan yaitu model belajar kons- truktivisme; (b) Penyusunan Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS dirancang secara kons- truktif, dengan harapan melibatkan siswa se- cara aktif dalam pengetahuan dan pemaha- man materi pembelajaran yang disampaikan oleh guru; (c) Penyusunan lembar observasi siswa dan guru; (d) Penyusunan lembar eva- luasi; (e) Penyusunan lembar penilaian; (f) Penyusunan jadwal penelitian.

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran mengacu pada skenario pembelajaran. Untuk memper- oleh gambaran yang jelas mengenai langkah- langkah pembelajaran matematika dengan metode konstruktivisme rencana pembela- jaran siklus I sebagai berikut: Kegiatan Awal, dengan rincian sebagai berikut: (a) Guru mengecek kehadiran siswa; (b) Guru mengeluarkan keranjang merah; (c) Siswa diminta untuk menebak isi keranjang; (d)

(4)

29

Setelah tertebak guru melakukan tanya jawab. Kegiatan Inti, dengan rincian sebagi berikut: (a) Siswa menerima pembagian lem- bar kerja dari guru; (b) Siswa diminta untuk membentuk kelompok sesuai dengan keinginan siswa dengan jumlah anggota 3-4 orang; (c) Siswa mendiskusikan lembar kerja siswa; (d) Secara kelompok siswa menyele- saikan perkalian; (e) Melaporkan hasil kerja kelompok; (f) Menyimpulkan bersama hasil kerja kelompok; (g) Penegasan catatan siswa secara individu; (h) Mengerjakan tes mandiri. Kegiatan Akhir, dengan rincian sebagai berikut: (a) Pemberian tugas rumah;

(b) Memajangkan hasil pekerjaan siswa.

Pengamatan

Berdasarkan paparan data kegiatan siklus I, maka diperoleh hasil bahwa strategi pembelajaran konstruktivisme berdampak positif terhadap minat belajar bidang studi Matematika Pokok bahasan Perkalian Dan Pembagian siswa, sehingga berpengaruh ter- hadap hasil belajar siswa Kelas III Semester

I SDN I Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan bela- jar mata pelajaran Matematika Pokok bahas- an Perkalian Dan Pembagian.

Dari 7 responden, keaktifan siswa da- lam pembelajran 62,50%. Dari hasil per- sentase tersebut menunjukkan bahwa aktivi- tas siswa dalam kegiatan belajar mengajar mulai menunjukkan aktivitas yang berarti. Di samping itu hasil belajar yang diperoleh siswa yang memperoleh hasil evaluasi baik ada 0 siswa dengan persentase 0,00%, yang tergolong sedang ada 6 siswa dengan persentase 85,71%, sedangkan hasil belajar tergolong kurang 1 siswa dengan persentase 14,29%.

Dari frekuensi data diketahui kategori kurang dalam motivasi belajar adalah 0,01- 6,00 dengan frekuensi 1 dan persentase 14,29%, kategori nilai sedang adalah 6,01- 8,00 dengan frekuensi 6 dengan persentase 85,71%, sedangkan kategori hasil belajar baik adalah 8,01-10,00 dengan frekuensi 0 persentase 0,00%.

Gambar 1 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa kegiatan belajar mengajar siklus I

60.8 61 61.2 61.4 61.6 61.8 62 62.2 62.4 62.6

AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 61.46

62.5

AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA

(5)

Gambar 2 Persentase Prestasi belajar Siswa dalam kegiatan belajar mengajar siklus I

Refleksi

Berdasarkan paparan data tentang ak- tivitas dan prestasi belajar siswa Kelas III SDN I Watuagung Kecamatan Watulimo Ka- bupaten Trenggalek, dapat disimpulkan se- bagai berikut: (1) Aktivitas siswa dalam ke- giatan belajar mulai nampak terlihat ada pe- ningkatan dibandingkan dengan kegiatan belajar mengajar sebelumnya; (2) Beberapa siswa cepat dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil evalu- asi belajar yang dilakukan oleh guru bebe- rapa siswa tidak mengalami kesulitan; (3) Beberapa siswa sudah ada keberanian dalam menyampaikan pendapat; (4) Kegiatan dis- kusi sudah tekesan hidup dan berjalan, tetapi masih didominasi oleh siswa yang pandai.

Kegiatan Siklus 2 Perencanaan

Perencanaan tindakan pada siklus II adalah: (a) Memotivasi siswa untuk aktif da- lam pembelajaran, khususnya siswa berke- mampuan rendah. Dengan memberikan re- ward berupa tambahan poin, pemberian sti- ker kecil dan pujian; (b) Peneliti memberikan penguatan positif.

Pelaksanaan

Dalam pelaksanaan pembelajaran di- berikan pembinaan kepada guru binaan untuk menerapkan pembelajaran konstruktivisme secara optimal, pemberian penguatan positif kepada siswa serta memotivasi siswa untuk aktif dalam pembelajaran. Skenario pem- belajaran rencana pembelajaran siklus II ditampilkan sebagai berikut. Kegiatan Awal, terdiri dari: (a) Guru mengecek keha- diran siswa; (b) Guru mengeluarkan keran- jang merah; (c) Siswa diminta untuk mene- bak isi keranjang; (d) Setelah tertebak guru melakukan tanya jawab. Kegiatan Inti, ter- diri dari: (a) Siswa menerima pembagian lembar kerja dari guru; (b) Siswa diminta un- tuk membentuk kelompok sesua dengan keinginan siswa dengan jumlah anggota 3-4 orang; (c) Siswa mendiskusikan lembar kerja siswa; (d) Secara kelompok siswa menye- lesaikan pembagian; (e) Melaporkan hasil kerja kelompok; (f) Menyimpulkan bersama hasil kerja kelompok; (g) Penegasan catatan siswa secara individu; (h) Mengerjakan tes mandiri. Kegiatan Akhir, terdiri dari: (a) Pemberian tugas rumah; (b) Memajangkan hasil pekerjaan siswa.

0.00

85.71

14.29

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00 90.00

baik sedang kurang

baik sedang kurang

(6)

31

Pengamatan

Secara umum, hasil dari observasi dan catatan selama kegiatan penelitian ber- langsung, menunjukkan bahwa strategi pem- belajaran konstruktivisme berdampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa Ke- las III Semester I SDN I Watuagung Keca- matan Watulimo Kabupaten Trenggalek da- lam kegiatan belajar mata pelajaran Matema- tika Pokok bahasan Perkalian Dan Pem- bagian. Berdasarkan observasi yang dilaku- kan dalam kegiatan belajar mengajar pada tahap siklus II, dapat dicatat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (diskusi kelas) dengan strategi pembelajaran konstruktivisme yang disampaikan oleh pe- neliti. Dari 7 responden, persentase keaktifan siswa 72,50%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar mulai me- nunjukkan aktivitas yang berarti. Di samping itu hasil belajar yang diperoleh siswa yang memperoleh hasil evaluasi baik ada 5 siswa dengan persentase 71,43%, yang tergolong sedang ada 1 siswa dengan persentase 14,21%, sedangkan hasil belajar tergolong kurang ada 1 siswa dengan persentase 14,21%.

Dari frekuensi data dapat diketahui kategori kurang dalam motivasi belajar ada- lah 0,01-6,00 dengan frekuensi 1 dan persen- tase 14,29%, kategori nilai sedang adalah 6,01-8,00 dengan frekuensi 1 dan persentase 14,29%, sedangkan kategori hasil belajar baik adalah 8,01-10,00 dengan frekuensi 5 persentase 71,43%.

Refleksi

Berdasarkan paparan data tentang aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas III Semester I SDN I Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, refleksi dari hasil temuan kegiatan penelitian sebagai berikut: (1) aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mulai nampak terlihat ada pening- katan dibandingkan dengan kegiatan belajar mengajar sebelumnya, (2) siswa cepat dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil evaluasi belajar yang dilakukan oleh guru beberapa siswa tidak mengalami kesulitan (3) sudah ada keberani- an dalam menyampaikan pendapat, (4) kegiatan diskusi sudah terkesan hidup dan berjalan (5) guru mampu memberikan pengu- atan positif secara maksimal.

Gambar 1 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa dalarn kegiatan belajar mengajar siklus II 72.34

72.36 72.38 72.40 72.42 72.44 72.46 72.48 72.50

AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA 72.40

72.50

AKTIVITAS GURU AKTIVITAS SISWA

(7)

Gambar 2 Persentase Prestasi belajar Siswa dalam kegiatan belajar mengajar siklus II

Berdasarkan pada pembahasan rumu- san masalah dalam penelitian tindakan ini, menunjukkan bahwa Metode Konstruktivis- me dalam kegiatan belajar mengajar mata pelajaran Matematika bagi siswa Kelas III Semester I SDN I Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek dimaksud- kan untuk: (1) Meningkatkan Aktivitas Sis- wa; (2) Respon Siswa; (3) Meningkatkan Prestasi Siswa

Prestasi yang diperoleh oleh siswa Kelas III Semester I SDN I Watuagung Ke- camatan Watulimo Kabupaten Trenggalek menunjukkan peningkatan lebih baik. Hal ini ditujukan dari hasil observasi peneliti dalam serangkaian kegiatan penelitian tindakan,

khususnya kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil kegiatan yang diperoleh melipu- ti, peningkatan aktivitas, motivasi dan moti- vasi belajar. Untuk motivasi belajar ditunjuk- kan pada hasil evaluasi pada siklus II, diperoleh sebagai berikut. Dari 7 siswa Kelas III Semester I SDN I Watuagung Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek tersebut diketahui, hasil belajar dengan kategori nilai kurang dalam motivasi belajar adalah 0,01- 6,00 dengan frekuensi 1 dan persentase 5,00%, kategori nilai sedang adalah 6,01- 8,00 dengan frekuensi 3 dan persentase 16,67%, sedangkan kategori hasil belajar baik adalah 8,01-10,00 dengan frekuensi 16 persentase 88,89%.

Gambar 3 Perkembangan Prestasi Belajar Siswa

71.43

14.29 14.29

0.00 10.00 20.00 30.00 40.00 50.00 60.00 70.00 80.00

baik sedang kurang

Series1

0.00 20.00 40.00 60.00 80.00 100.00

SEB. SIKLUS SIKLUS I SIKLUS II

67.14 73.57

84.29

42.86

71.43

85.71

NILAI RATA-RATA

%KETUNTASAN

(8)

33

PENUTUP Kesimpulan

Dalam pembelajaran konstruktivis- me, guru terlebih dahulu membagi kelas dalam kelompok kecil. Guru dalam pembela- jaran mempersiapkan lembar kerja siswa yang sudah diadopsi dari strategi pembela- jaran yang digunakan. Dalam pembelajaran guru berusaha untuk mengaitkan pengetahu- an dan pengalaman siswa dalam materi, se- hingga siswa merasa mudah untuk mema- hami materi yang disampaikan oleh guru.

Prestasi belajar siswa kelas III SDN I Watu- agung mengalami peningkatan pada pem- belajaran matematika setelah menerapkan model belajar konstruktivisme hal tersebut ditunjukan dengan peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 73,57 mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 71,43 dengan persentase ketuntasan 85,71%.

Saran

Saran-saran yang dapat diberikan se- bagai berikut. (1) Guru hendaknya memper- timbangkan pemberian materi dengan ber- bagai macam strategi. Salah satunya adalah pendekatan pembelajaran konstruktivisme;

(2) Perlunya peningkatan penerapan strategi pembelajaran konstruktivisme dalam kegiat- an belajar mengajar; (3) Pendekatan ini perlu diulang-ulang dengan memberikan materi yang sederhana menuju ke materi yang lebih variatif; (4) Minat belajar siswa dapat dimun- culkan dengan berbagai macam teknik dan metode yang disampaikan oleh guru; (5) Strategi pembelajaran konstruktivisme meru- pakan salah satu cara yang dapat ditawarkan oleh peneliti. Dengan harapan bila motivasi belajar siswa meningkat prestasi belajar yang diperoleh siswa juga akan meningkat pula.

DAFTAR RUJUKAN

Departemen Pendidikan Nasional. 2002.

Petunjuk Pelaksanaan Penilaian Kelas di SD, SDLB, SLB Tingkat Dasar dan MI. Jakarta: Depdiknas-Dirjen Dikdasmen.

Fahrurrazy. 2000. Pendekatan Konstruktivis dalam Proses Belajar dan Mengajar, Makalah Seminar Demokratisasi dan Desentralisasi Pendidikan. Malang:

UM Malang.

Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengajar.

Jakarta: PT Bumi Aksara

Hamalik, O. 2002. Perencanaan Pembela- jaran Berdasarkan Pendekatan Sistem.

Jakarta: PT Bumi Aksara

Hudoyo, Herman. 1976. Strategi mengajar Matematika. Malang: IKIP Malang Nurhadi, 2002. Pendekatan Kontekstual. Ma-

lang: Universitas Negeri Malang Nurhadi, & Senduk, G., A., 2003. Pembe-

lajaran Kontekstual dan Penerapan- nya dalam KBK. Malang: Universitas Negeri Malang.

Poerwadarminta. 1984. Petunjuk Mengguna- kan Bahasa Indonesia Secara Tepat- Praktis. Yogyakarta: U.P. Indonesia.

Zamroni.1999. Pengantar pengembangan teori sosial. Jakarta: Proyek Pengem- bangan Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan

Gambar

Gambar 1 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa kegiatan belajar mengajar siklus I
Gambar 2 Persentase Prestasi belajar Siswa dalam kegiatan belajar mengajar siklus I
Gambar 1 Persentase Aktivitas Guru dan Siswa dalarn kegiatan belajar mengajar siklus II72.3472.3672.3872.4072.4272.4472.4672.4872.50
Gambar 2 Persentase Prestasi belajar Siswa dalam kegiatan belajar mengajar siklus II

Referensi

Dokumen terkait

5574 tidak signifikan terhadap return saham perusahaan perbankan sebab obyek penelitian tersebut sama dengan penelitian ini, yaitu perusahaan perbankan di Bursa

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, dengan sifat rahman dan rahim-Nya telah memberikan berkat dan kesempatan dan kesehatan kepada penulis sehingga penulis dapat

• Harga pokok meliputi harga faktur ditambah semua beban yg dikeluarkan sampai barang tiba / ada di gudang pembeli / importir.. • Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak

Bahaya penghirupan Berdasarkan data yang tersedia, kriteria klasifikasi tidak terpenuhi. Efek-efek kronis

gangguan saluran pencernaan pada pasien yang menderita nyeri perut. Bukan masalah terkait obat karena nyeri perut disebabkan oleh gastroenteritis, bukan karena penggunaan

Metode Pengumpulan data yang dilakukan yaitu dengan metode interview/wawancara, observasi, dan studi pustaka Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam

Penelitian ini merupakan penelitian lapangan secara studi kasus menggunakan desain deskriptif, yaitu dengan menggambarkan suatu kasus peran lembaga perbankan mengatasi

a) Asas manfaat dimaksudkan untuk mengamanatkan bahwa segala upaya dalam penyelenggaraan perlindungan konsumen harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kepentingan konsumen