Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
iPenggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
iiPENGGUNAAN RHIZOBIUM PADA
TANAMAN KEDELAI
Penyusun:
Harnati Rafiastuti Sundari
Dalmadi
Layout:
Agung Susakti
Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Kementerian Pertanian 2012
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
iiiKATA PENGANTAR
Kacang kedelai (Glycine max L.) merupakan tanaman semusim yang telah lama dikenal di Indonesia. Kebutuhan kedelai di Indonesia terus meningkat dan ini tidak bisa diimbangi oleh produksi nasional, sehingga impor kedelai masih terus dilakukan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan produksi kedelai nasional, diantaranya dengan menerapkan teknologi baru.
Ciri khas tanaman kedelai memiliki bintil akar yang dapat mengambil hara N.dari udara jika bersimbiosis dengan bakteri RhizobIa. Untuk memaksimalkan fungsinya, penting dilakukan pemberian inokulan rhizobium. Pemberian inokulan ini dapat mengurangi penggunaan pupuk N, serta mampu meningkatkan produksi kedelai, dan meningkatkan pendapatan petani.
Materi ini diharapkan dapat dimanfaatkan oleh rekan-rekan penyuluh sebagai acuan bagi penyusunan materi penyuluhan yang berkaitan dengan teknologi budidaya kedelai.
Bogor, Juni 2012 Penulis
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
ivDAFTAR ISI
Kata Pengantar ... iii
Daftar Isi ... iv
Pendahuluan ... 1
Profil Tanaman Kedelai... 2
Tanaman Kedelai Mampu Bersimbiosis ... 4
Karakteristik Rhizobium sp... ... 5
Manfaat Bakteri Rhizobium... 6
Cara Pemberian Inokulum... 7
Penutup... 9
Daftar Bacaan ... 9
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
1PENDAHULUAN
Kacang kedelai (Glycine max L.) adalah tanaman semusim yang telah lama dikenal di Indonesia, namun belum semua rakyat mengenalnya, apalagi menanamnya. Penggunaan kedelai di Indonesia diutamakan dalam rangka perbaikan gizi keluarga, namun sampai sekarang untuk memenuhi kebutuhan kedelai masih harus diimpor (Departemen Pertanian, 1986).
Kebutuhan kedelai di Indonesia terus meningkat dan ini tidak bisa diimbangi oleh produksi nasional, sehingga impor kedelai masih terus dilakukan. Sampai saat ini Indonesia masih mengimpor 60 % dari kebutuhan nasional atau sekitar 1,2 juta ton (Anonimus, 2005).
Kedelai merupakan tanaman yang dapat ditanam pada lahan kering, sawah, dan rawa. Pada lahan kering masam dan rawa, produksi kedelai rendah karena hara esensial untuk tanaman diikat oleh Al, Fe, dan Mn. Produksi kedelai tinggi jika ditanam pada kisaran pH tanah 6,2 – 7,0. Tanaman kedelai di Indonesia umumnya ditanam pada tanah masam seperti tanah Ultisol dan Oxisol. Pada lahan sawah, biasa ditanam setelah tanaman padi ke dua (Anonimus, 2010).
Penanaman kedelai di tanah yang subur biasanya tidak menimbulkan masalah, karena pada hakikatnya tanah seperti ini banyak mengandung bahan-bahan organik seperti nitrogen yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebaliknya penanaman kedelai di tanah yang kurang subur atau belum pernah ditanami kedelai sama sekali akan mengakibatkan pertumbuhan kedelai kurang sempurna. Warna daun kurang segar (hijau kekuning-kuningan), karena kekurangan unsur
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
2nitrogen akibat tidak adanya aktivitas bakteri Rhizobium japonicum (Andrianto dan Indarto, 2004).
PROFIL TANAMAN KEDELAI
Sistematika Botani Tanaman Kedelai
Sistematika tanaman kedelai adalah sebagai berikut : Familia : Leguminosae
Sub Famili : Papilionoidae Genus : Glycine Species : Glycine max L
Iklim, Tanah, dan Kandungan Protein pada Tanaman Kedelai
Iklim
Tanaman kedelai sebagaian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis. Kedelai dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas, di tempat - tempat yang terbuka dan bercurah hujan 100–400 mm3 per bulan.
Oleh karena itu, kedelai kebanyakan ditanam di daerah yang terletak kurang dari 400 m di atas permukaan laut. Jadi tanaman kedelai akan tumbuh baik, jika
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
3ditanam di daerah beriklim kering (Andrianto dan Indarto, 2004).
Tanah
Toleransi pH yang baik sebagai syarat tumbuh yaitu antara 5,8–7, namun pada tanah dengan pH 4,5 pun kedelai masih dapat tumbuh baik. Tanah- tanah yang cocok yaitu alluvial, regosol, grumosol, latosol, dan andosol. Pada tanah-tanah podzolik merah kuning dan tanah yang mengandung banyak pasir kwarsa, pertumbuhan kedelai kurang baik, kecuali bila diberi tambahan pupuk organik atau kompos dalam jumlah yang cukup (Andrianto dan Indarto, 2004).
Protein
Dilihat dari kandungan gizinya, kedelai merupakan sumber protein, lemak, vitamin, mineral, dan serat yang paling baik. Susunan asam amino pada kedelai lebih lengkap dan seimbang. Kedelai sangat berkhasiat bagi pertumbuhan dan menjaga kondisi sel tubuh.
Kedelai mengandung protein tinggi dan mengandung sedikit lemak. Protein kedelai juga dibuktikan paling baik dibandingkan jenis kacang-kacangan lainnya.
Kandungan proteinnya setara dengan protein hewani dari daging, susu, dan telur.
Adapun kandungan yang sebenarnya dari kedelai yaitu dalam 100 gram kedelai terdapat: Vitamin A: 110 International Unit (Iu), Vitamin B (Thiamine); 1,07 mg, Niacin 2,3 mg, Besi: 8,0 mg, Fosfor: 586 mg, Kalium:
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
4540 mg, Lemak: 18,1 mg, Karbohidrat: 34,8 gram, Protein; 34 gram, dan 331 kal.
Disarikan dari Media Indonesia, Sobat Sehat.com, dan Anneahira.com
TANAMAN KEDELAI MAMPU BERSIMBIOSIS
Tanaman kedelai merupakan tanaman yang termasuk keluarga kacang-kacangan, dapat mengambil hara N dari udara jika bersimbiosis dengan bakteri Rhizobia. Sebelum mampu mengambil N dari udara, tanaman perlu hara N sebagai starter pertumbuhan awal.
Karena demikian jumlah hara N hanya sebagai starter, maka hara N yang dibutuhkan hanya sedikit kurang lebih 50 kg Urea.
Tidak pada semua tanah terdapat bakteri Rhizobia, sehingga tidak setiap tanaman kedelai dapat mengambil N dari udara.
Tanda yang mudah dilihat jika tanaman kedelai aktif mengambil N dari udara adalah nodul yang berkembang di akar berwarna merah apabila dibelah.
Tanaman kedelai dapat mengambil hara N dari udara apabila : (1) ditanam pada lahan yang sudah mengandung bakteri Rhizobium atau pernah ditanam kedelai atau kacang-kacangan yang lain, (2) pada awal pertumbuhan diberi pupuk Urea sebagai starter pertumbuhan, (3) diberi bakteri Rhizobium dengan cara mencampur benih kedelai yang akan ditanam dengan tanah yang telah ditanami kedelai, (4) diberi inokulasi bakteri Rhizobia. Keberhasilan inokulasi bakteri sangat
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
5dipengaruhi oleh kecocokan antara bakteri dengan jenis tanah dan faktor kompetisi. Faktor utama yang menentukan banyaknya N yang diambil adalah tersedianya C-organik dalam tanah.
KARAKTERISTISK Rhizobium sp
Rhizobium berasal dari kata yaitu “ Rhizo” yang artinya akar dan “bios” yang berarti hidup. Rhizobium adalah bakteri yang bersifat aerob, bentuk batang, koloninya berwarna putih berbentuk sirkulasi, merupakan penghambat nitrogen yang hidup di dalam tanah dan berasosiasi simbiotik dengan sel akar legume, bersifat host spesifik satu spesies. Rhizobium cenderung membentuk nodul akar pada satu spesies tanaman legum saja. Bakteri Rhizobium adalah organotrof, aerob, tidak berspora, pleomorf, gram negatif dan berbentuk batang.
Bakteri Rhizobium mudah tumbuh dalam medium pembiakan organik khususnya yang mengandung ragi atau kentang. Pada suhu kamar dan pH 7,0-7,2. Morfologi Rhizobium dikenal sebagai bakteroid. Rhizobium menginfeksi akar leguminoceae melalui ujung-ujung bulu akar yang tidak berselulose, karena bakteri Rhizobium tidak dapat menghidrolisis selulose.
Rhizobium (Rhizobium leguminosarum) adalah basil gram negatif yang merupakan penghuni biasa di dalam tanah.
Bakteri ini masuk melalui bulu-bulu akar tanaman berbuah polongan dan menyebabkan jaringan agar tumbuh berlebih- lebihan hingga menjadi kutil-kutil. Bakteri ini hidup dalam sel- sel akar dan memperoleh makanannya dari sel-sel tersebut.
Biasanya beberapa spesies Actinomycetes kedapatan bersama-
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
6sama dengan Rhizobium sp dalam satu sel. Rhizobium yang tumbuh dalam bintil akar leguminoceae mengambil nitrogen langsung dari udara dengan aktivitas bersama sel tanaman dan bakteri, nitrogen itu disusun menjadi senyawaan nitrogen seperti asam-asam amino dan polipeptida yang ditemukan di dalam tumbuh-tumbuhan, bakteri dan tanah disekitarnya. Baik bakteri maupun legum tidak dapat menambat nitrogen secara mandiri, bila Rhizobium tidak ada dan nitrogen tidak terdapat dalam tanah legum tersebut akan mati. Bakteri Rhizobium hidup dengan menginfeksi akar tanaman legum dan bersosialisasi dengan tanaman tersebut, dengan menambat nitrogen.
Gambar 1. Bintil Akar
MANFAAT BAKTERI RHIZOBIUM
Pemberian inokulan dapat mengurangi jumlah pupuk N yang digunakan untuk tanaman kedelai, meningkatkan produksi kedelai, dan meningkatkan pendapatan petani.
Jenis bakteri Rhizobium yang dapat mengambil N dari udara, antara lain: Rhizobium, Sinorhizobium, Mesorhizobium,
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
7Bradyrhizobium, Azorhizobium dan Allorhizobium. Bakteri yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum adalah Rhizobium leguminosarum. Sedangkan yang dapat digunakan untuk kedelai: Bradyrhizobium japonicum, B.Elkanii, B.
Liaoningense, dan Sinorhizobium fredii. Inokulan yang digunakan yaitu nodulin merupakan salah satu inokulan bintil akar plus untuk tanaman kacang-kacangan (legum). Nodulin mengandung bakteri Rhizobium sp, Azospirillum dan Bacillus sp. yang bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan tanaman kedelai dalam mengambil hara N, P dan K. Legin merupakan inokulan Rhizobium yang dapat bersimbiosis dengan tanaman legum, dan menambat N dari udara.
CARA PEMBERIAN INOKULUM
Inokulan untuk benih kedelai diberikan menjelang tanam.
Pengolahan tanah, dan saluran pembuangan air harus sudah disiapkan sebelum pemberian inokulan. Cara memberikan inokulan yaitu benih kedelai yang sudah siap, dibawa ke lahan yang akan ditanami. Basahi benih dengan air secukupnya, kemudian ditiriskan. Taburkan inokulan pada benih yang telah dibasahi sampai melekat rata dan segera ditanam.
Pencampuran inokulan dengan benih kedelai dilakukan di tempat yang teduh. Bakteri yang diinokulan dapat mati apabila kena sinar matahari.
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
8
Gambar 2. Kemasan Nodulin
Pada tanah dengan kemasaman kurang dari 5,5 seperti tanah podsolik merah kuning, harus dilakukan pengapuran untuk mendapatkan hasil tanam yang baik. Kapur dapat diberikan dengan cara menyebar di permukaan tanah, kemudian di campur sedalam lapisan olah tanah sekitar 15 cm. Pengapuran dilakukan 1 bulan sebelum musim tanam, dengan dosis 2-3 ton/ha. Diharapkan pada saat musim tanam kapur sudah bereaksi dengan tanah, dan pH tanah sudah mengikat sesuai dengan yang diinginkan. Kapur halus memberikan reaksi lebih cepat dari pada kapur kasar. Sebagai sumber kapur dapat digunakan batu kapur atau kapur tembok (biasanya kapur Dolomit). Pemberian kapur tidak harus dilakukan setiap kali tanam, tetapi setiap 3-4 tahun sekali. Dengan pengapuran, tanah menjadi kaya akan Calsium (Ca) dan Magnesium (mg) dan pH-nya meningkat. Selain itu peningkatan pH dapat menaikkan tingkat persediaan Molibdenum (Mo) yang berperan penting untuk produksi kedelai dan golongan tanaman kacang- kacangan, karena erat hubungannya dengan perkembangan bintil akar.
Penggunaan Rhizobium pada Tanaman Kedelai
|
9PENUTUP
Bakteri Rhizobium merupakan penghambat nitrogen yang hidup di dalam tanah dan berasosiasi simbiotik dengan sel akar legume, bersifat host spesifik satu spesies. Rhizobium cenderung membentuk nodul akar pada satu spesies tanaman legum saja. Jadi inokulan untuk benih kedelai diberikan menjelang tanam dan pemberian inokulan dapat mengurangi jumlah pupuk N yang digunakan untuk tanaman kedelai sehingga dapat meningkatkan produksi kedelai, dan meningkatkan pendapatan petani.
BAHAN BACAAN
Andrianto, T.T., dan N. Indartyo. 2004. Budidaya dan Analisis Usaha Tani Kedelai, Kacang Hijau, kacang panjang.
Absolut . Yogyakarta.
Anonimus. 2005. Bali Jadi Sentra Produksi Kedelai Nasional.
Bali Post. 12 April 2005. Hal. 15. K0lom 3-4.
Anonimus. 2010. Penggunaan Bakteri. Rhizobium untuk Peningkatan Hasil Kedelai. BBSDLP. Bogor
Departemen Pertanian. Balai Informasi pertanian, 1986.
Bercocxok Tanam Kedele. Departemen Pertanian_Press. Medan.