BAB I PENDAHULUAN. tujuan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan hasil yang

Teks penuh

(1)

1 1.1 Latar Belakang Masalah

Pendidikan adalah suatu proses yang sadar tujuan. Dalam pendidikan, tujuan dapat diartikan sebagai suatu usaha untuk memberikan hasil yang diharapkan dari siswa/subjek belajar. Dimana pendidikan saat ini harus menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif dan afektif, sehingga mampu mendorong peserta didik atau siswa agar lebih baik dalam melakukan observasi, memiliki kemampuan bertanya, memiliki daya nalar dan dapat mengomunikasikan/mempresentasikan apa yang diperoleh atau diketahui setelah siswa menerima materi pembelajaran di sekolah (Hosnan, 2014:2).

Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional telah mengadopsi taksonomi dalam bentuk rumusan sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara utuh/holistik. Dengan demikian proses pembelajaran secara utuh melahirkan kualitas pribadi yang mencerminkan keutuhan penguasaan sikap, pengetahuan, dan keterampilan (Permendikbud, 2013:4).

Kurikulum dipahami sebagai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 bahwa kurikulum Indonesia sebelumnya mengimplementasikan kurikulum dalam bentuk kurikulum tingkat satuan pendidikan, yaitu kurikulum operasional yang disusun

(2)

oleh dan dilaksanakan di setiap satuan pendidikan. Pemberlakuan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada implementasi regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter), yaitu: (a) Menekankan pada ketercapaian kompetensi siswa baik secara individual maupun klasikal; (a) Berorientasi pada hasil belajar (learning outcomes) dan keberagaman; (c) Penyampaian dalam pembelajaran menggunakan pendekatan dan metode yang bervariasi; (d) Sumber belajar bukan hanya guru, tetapi juga sumber belajar lainnya yang memenuhi unsur edukatif; (e) Penilaian menekankan pada proses dan hasil belajar dalam upaya penguasaan atau pencapaian suatu kompetensi (Hidayat, 2013:17).

Pendidikan kurikulum 2013 menggunakan satu tema sebagai pemersatu yang disebut dengan pembelajaran tematik terpadu. Pembelajaran Tematik meliputi berbagai mata pelajaran yang disajikan secara terpadu dengan tema sebagai pemersatunya. Untuk menyatukan berbagai kompetensi dasar dari berbagai mata pelajaran, perlu penelaahan atau kajian yang mendalam dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Pembelajaran tematik disajikan secara fleksibel, tidak dipaksakan, melainkan mengalir begitu saja keterpaduannya, saling melengkapi, saling mengkait, dan tidak terpisahkan. Pelaksanaan pembelajarannya menggunakan pendekatan saintifik (Kemendikbud, 2013:2).

Kurikulum tahun 2013 mengakomodir keseimbangan antara soft skils dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

Kompetensi dikembangkan melalui pembelajaran tematik terpadu yang dilaksanakan dengan pendekatan saintifik. Pada kurikulum 2013 pembelajaran

(3)

tematik terpadu diberlakukan di seluruh kelas di sekolah dasar. Model pembelajaran tematik meliputi seluruh mata pelajaran yaitu: Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS, Seni Budaya dan Prakarya, serta Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang disajikan secara terpadu dengan tema sebagai pemersatu (Kemendikbud, 2013:2). Pemberlakuan kurikulum 2013 bertujuan untuk mengembangkan kretivitas berpikir yang dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam mengonstruksi pengetahuan baru sebagai upaya meningkatkan penguasaan yang baik terhadap materi pembelajaran (Abidin, 2014:1).

Pembelajaran tematik terpadu merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema. Pengintegrasian tersebut dilakukan dalam dua hal, yaitu integrasi sikap keterampilan dan pengetahuan dalam proses pembelajaran dan integrasi berbagai konsep dasar yang berkaitan. Tema merajut makna berbagai konsep dasar sehingga peserta didik tidak belajar konsep dasar secara parsial. Dengan demikian tujuan pembelajarannya memberikan makna yang utuh kepada siswa seperti tercermin pada berbagai tema yang tersedia (Kemendikbud, 2013:4).

Tujuan merupakan suatu cita-cita yang ingin dicapai dalam pelaksanaan pembelajaran. Menurut (Fathurrohman dan Sutikno, 2007:13) tidak ada suatu pembelajaran yang diprogramkan tanpa tujuan, karena hal ini merupakan kegiatan yang tidak memiliki kepastian dalam menentukan arah, target akhir dan prosedur yang dilakukan. Sedangkan menurut (Sanjaya, 2006:68) tujuan pembelajaran merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali

(4)

pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi siswa, termasuk di suatu sekolah, maka menerapkan tujuan pembelajaran ini adalah tugas guru. Untuk itulah seorang guru harus memahami tujuan pembelajaran yang akan dikuasai oleh anak didik sebelum memulai kegiatan pembelajaran. Karena kegiatan pembelajaran bukanlah penguasaan materi pelajaran saja, akan tetapi proses untuk mengubah tingkah laku siswa sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

Kegiatan pembelajaran yang dibangun oleh guru dan siswa adalah kegiatan yang bertujuan. Sebagai kegiatan yang bertujuan, maka segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Sanjaya, 2006:63). Dalam suatu proses pembelajaran yang akan diajarkan tidak pernah terlepas dari suatu tujuan pembelajaran. Dimana untuk mencapai itu semua, guru harus benar-benar tahu apa saja kegiatan yang akan disampaikan kepada siswa agar tujuan yang diharapkan bisa tercapai sepenuhnya.

Pelaksanaan di sekolah dalam penerapan proses pembelajaran tematik terpadu yang terdapat pada kurikulum 2013 masih belum maksimal dalam mencapai tujuan pembelajaran. Guru masih mendapatkan kendala. Kendala tersebut terjadi pada proses memahami tujuan yang ada di buku guru. Hal ini dikarenakan buku guru masih minim mengenai penjelasan yang harus dilakukan oleh guru dalam kegiatan pembelajaran di kelas, sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai masih belum tercapai sepenuhnya.

Menurut (Kemendikbud, 2013:14) tentang Panduan Teknis Penyusunan RPP, bahwa metode pembelajaran belum disajikan secara ekplisit dalam buku guru, kegiatan pembelajaran belum terinci (pendahuluan, inti, dan penutup), proses pembelajaran juga belum terlihat secara nyata. Untuk itu apabila guru kelas

(5)

hanya terpaku dengan buku panduan guru saja tanpa menguasai tujuan pembelajaran kurikulum 2013 saat ini, maka tujuan yang ingin dicapai tidak akan tercapai sepenuhnya.

Berdasarkan wawancara pertama yang dilakukan peneliti dengan wali kelas IV pada tanggal 20 September 2014 di SDN landungsari 02 yang telah melaksanakan kurikulum 2013 mengatakan bahwa, dalam proses pembelajaran tematik terpadu, guru masih kesulitan dalam memahami tujuan pembelajaran yang ada di buku guru, guru kelas masih terpaku pada buku panduan guru sehingga kegiatan pembelajaran yang disampaikan kepada siswa kurang sesuai dengan apa yang ada pada tujuan pembelajaran di buku guru. Pada kurikulum 2013, sebenarnya guru sudah dipermudah dalam membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang sudah tertera pada buku guru, namun kegiatan pembelajaran dalam panduan buku guru masih belum maksimal dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Berdasarkan uraian di atas dan kebijakan pemerintah, tentang pentingnya ketercapaian tujuan pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran tematik terpadu. Salah satu upaya yang dilakukan oleh guru adalah dengan mencari refrensi sendiri mengenai materi yang akan diajarkan, baik di internet, permendikbud, maupun di sekolah-sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013. Sehingga peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dalam bentuk skripsi yang berjudul “Analisis Tujuan Pembelajaran Buku Guru Kurikulum 2013 Kegiatan Pembelajaran Tematik Terpadu di Kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang”.

(6)

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana pelaksanaan kegiatan pembelajaran tematik dalam mencapai tujuan pembelajaran pada buku guru kurikulum 2013 di kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang?

2. Apa kendala yang dihadapi guru dalam mencapai tujuan pembelajaran pada buku guru kurikulum 2013 di kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang?

3. Bagaimana upaya yang ditawarkan untuk mengatasi kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran pada buku guru kurikulum 2013 di kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdsarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui dan mendeskripsikan kegiatan pembelajaran tematik dalam mencapai tujuan pembelajaran pada buku guru kurikulum 2013 di kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

2. Mengetahui dan mendeskripsikan kendala yang dihadapi guru dalam mencapai tujuan pembelajaran pada buku guru kurikulum 2013 di kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

3. Mengetahui dan mendeskripsikan upaya yang ditawarkan untuk mengatasi kendala yang dihadapi guru dalam mencapai tujuan pembelajaran pada buku

(7)

guru kurikulum 2013 di kelas IV SDN Landungsari 02 Kecamatan Dau Kabupaten Malang.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang ingin diperoleh setelah melakukan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1.4.1 Secara Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai wawasan ilmu pendidikan di sekolah dasar maupun jenjang pendidikan yang lebih tinggi, khususnya dalam mengembangkan pembelajaran tematik terpadu.

1.4.2 Secara Praktis a. Bagi Siswa

Penelitian ini dapat bermanfaat bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna melalui pembelajaran tematik terpadu di sekolah sehingga prestasi belajar siswa meningkat.

b. Bagi Guru

Hasil dari penelitian ini dapat menjadi panduan bagi para guru dalam melakukan proses pembelajaran tematik terpadu di kelas, sehingga tujuan pembelajaran yang diinginkan bisa tercapai dengan maksimal.

c. Bagi Sekolah

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi bagi Kepala Sekolah untuk mengambil suatu kebijakan yang paling tepat dalam peningkatan prestasi belajar siswa di sekolahnya.

(8)

d. Bagi Peneliti Selanjutnya

Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan bagi peneliti selanjutnya dalam mengembangkan keilmuan, dan juga sebagai perbandingan hasil penelitian yang dilakukan mengenai ketercapaian tujuan pembelajaran buku panduan guru.

1.5 Batasan Penelitian 1.5.1 Tema Pelajaran

Batasan yang dipilih oleh peneliti adalah mengacu pada tema “Berbagai Pekerjaan” subtema “Jenis-jenis Pekerjaan” kelas IV semester 1.

1.5.2 Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Landungsari 02 Dau Malang pada semester 1 tahun ajaran 2014/2015 dengan jumlah siswa 11 siswa.

1.6 Definisi Istilah 1.6.1 Analisis

Analisis adalah penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan sebenarnya yang dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber, baik data dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliisan dalam catatan lapangan di lokasi penelitian, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan sebagainya (Ghony dan Almanshur, 2012:245).

1.6.2 Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh anak didik setelah mereka mempelajari bahasan tertentu dalam bidang studi tertentu dalam satu kali pertemuan. Karena hanya guru yang memahami kondisi

(9)

lapangan, termasuk di suatu sekolah, maka menjabarkan tujuan pembelajaran ini adalah tugas guru (Sanjaya, 2006:68).

1.6.3 Buku Guru

Buku guru adalah buku panduan guru berupa panduan pelaksanaan proses pembelajaran, panduan pengukuran dan penilaian proses serta hasil belajar (Hidayat, 2013:158).

1.6.4 Kurikulum 2013

Kurikulum tahun 2013 mengakomodir keseimbangan antara soft skils dan hard skills yang meliputi aspek kompetensi sikap, ketrampilan, dan pengetahuan.

Kompetensi dikembangkan melalui pembelajaran tematik terpadu yang dilaksanakan dengan pendekatan sains (Kemendikbud, 2013:2).

1.6.5 Tematik Terpadu

Tematik terpadu menurut Kemendikbud No. 67 (2013:132) merupakan pendekatan pembelajaran yang meingintegrasikan berbagai kompetensi dari berbagai mata pelajaran ke dalam berbagai tema.

1.6.6 Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan pembelajaran yang dibangun oleh guru dan siswa adalah kegiatan yang bertujuan. Sebagai kegiatan yang bertujuan, maka segala sesuatu yang dilakukan guru dan siswa hendaknya diarahkan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan (Sanjaya, 2006:63).

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :