PEMAHAMAN SISWA SEKOLAH DASAR TENTANG GIZI SEBAGAI HASIL BELAJAR MATERI GIZI.

33 

Teks penuh

(1)

DAFTAR ISI

B. Pembelajaran dan Tujuan Pembelajaran Gizi di Sekolah Dasar ... 15

1. Pembelajaran Gizi dalam IPA di Sekolah Dasar ... 15

(2)

BAB III METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Sampel Penelitian ... 39

B. Desain Penelitian ... 40

1. Tahap Persiapan ... 40

2. Tahap Pelaksanaan ... 41

3. Tahap Pembuatan Laporan ... 41

C. Metode Penelitian ... 41

D. Definisi Operasional ... 42

1. Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang Gizi ... 42

2. Hasil Belajar Materi Gizi ... 43

E. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ... 45

F. Teknik Pengolahan Data Penelitian ... 46

BAB IV PENGOLAHAN DATA DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN A. Pengolahan Data Hasil Penelitian... 50

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 77

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan Hasil Penelitian ... 81

B. Saran Hasil Penelitian ... 82

DAFTAR PUSTAKA ... 84

LAMPIRAN-LAMPIRAN : A. KISI-KISI PENELITIAN ... 92

B. INSTRUMEN PENELITIAN ... 94

C. NILAI TES ... 96

D. BIMBINGAN PENULISAN SKRIPSI ... 97

E. SURAT-SURAT ... 99

(3)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Jalur pendidikan formal merupakan jalur pendidikan yang terstruktur dan

berjenjang. Jenjang pendidikan merupakan tahap dalam pendidikan yang

berkelanjutan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan para peserta

didik, keluasan bahan pengajaran dan tujuan pendidikan yang dicantumkan dalam

kurikulum. Jenjang pendidikan terdiri atas pendidikan dasar, pendidikan

menengah dan pendidikan tinggi.

Pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan yang memiliki peranan

penting dalam kehidupan manusia. UNESCO (1996) menegaskan bahwa

pendidikan dasar merupakan kunci yang sangat diperlukan untuk meletakan

fondasi bagi kehidupan dalam memudahkan orang untuk apa yang akan mereka

lakukan serta merencanakan masa depan dan meletakkan landasan bagi belajar

sepanjang hayat (long life learning). Penyelenggaraan pendidikan dimaksudkan

untuk mengembangkan sikap dan kemampuan serta memberikan pengetahuan dan

keterampilan dasar yang diperlukan untuk menyiapkan anak untuk memenuhi

jenjang pendidikan menengah (UNESCO, 1996).

Fungsi penting dari penyelenggaraan pendidikan dasar menurut

Sukmadinata (2003) adalah :

(4)

bagi pemenuhan kebutuhan dan kesejahteraan pribadi siswa. Kedua, sekolah dasar diselenggarakan untuk mengembangkan potensi kemampuan untuk menjalin hubungan dan bekerja sama dalam masyarakat. Lulusan sekolah dasar merupakan calon warga masyarakat dewasa yang harus mampu berinteraksi, menjalin hubungan kerjasama dengan sesamanya dan memenuhi aturan nilai-nilai di lingkungannya. Ketiga, penyelenggaraan sekolah dasar adalah menyiapkan siswa untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang selanjutnya.

Sekolah Dasar (SD) merupakan jenjang paling dasar pada pendidikan

formal di Indonesia. Setiap jenjang sekolah akan memiliki materi pembelajaran

yang berbeda. Materi pembelajaran atau materi ajar (Instructional materials)

adalah pengetahuan, sikap dan keterampilan yang harus dipelajari siswa dalam

rangka mencapai standar kompetensi yang telah ditentukan. Salah satu mata

pelajaran yang diselenggarakan pada jenjang pendidikan dasar adalah Ilmu

Pengetahuan Alam (IPA).

IPA diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan

manusia melalui pemecahan masalah-masalah yang dapat diidentifikasikan.

Pendidikan IPA diharapkan dapat menjadi wahana bagi siswa untuk mempelajari

diri sendiri dan alam sekitar, serta prospek pengembangan lebih banyak dalam

menerapkannya di dalam kehidupan sehari-hari. (Badan Standar Nasional

Pendidikan, 2006).

Studi pendahuluan yang telah dilakukan peneliti yaitu mempelajari

terhadap beberapa buku teks pelajaran. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada

materi pembelajaran IPA, terdapat beberapa kesamaan konsep dalam materi

pembelajaran antar kelasnya. Konsep tersebut merupakan konsep materi gizi yang

(5)

Pada kelas I yang mempelajari tentang jenis makanan sehat dan bergizi

yang dibutuhkan oleh tubuh. Jenis makanan tersebut berupa makanan pokok, lauk

pauk, sayur-sayuran dan buah-buahan. Pada kelas II mempelajari tentang sumber

asal makanan sehat dan berkaitan dengan makhluk hidup yang menguntungkan

berupa hewan dan tumbuhan. Pembagian sumber asal makanan sehat ini dibahas

lebih dalam di kelas III. Pada kelas III mempelajari tentang makanan bergizi

secara lebih mendalam meliputi bahan makanan sumber zat gizi dan pembagian

sumber asalnya yaitu yang bersumber dari hewan serta tumbuhan. Pada kelas IV

mempelajari tentang gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang

kurang. Pada kelas V mempelajari tentang makanan yang baik untuk kesehatan.

Materi gizi pada kelas V merupakan pendalaman materi gizi dari kelas I sampai

dengan kelas IV.

Berdasarkan pengelompokkan materi gizi dalam pelajaran IPA di sekolah

dasar, dapat disimpulkan bahwa materi gizi yang dipelajari yaitu meliputi

jenis-jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, fungsi zat

gizi, gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang kurang, bahan

makanan sumber zat gizi serta makanan bergizi seimbang sebagai hasil belajar

materi gizi.

SD Negeri Guruminda merupakan salah satu lembaga pendidikan dasar

yang menyelenggarakan pembelajaran IPA. Pembelajaran IPA dilaksanakan

dengan tujuan pembelajaran yang tertuang pada standar isi kurikulum sekolah

dasar. Tercapai atau tidaknya tujuan pembelajaran dapat diketahui dengan melihat

(6)

Hasil belajar menurut Sudjana (2011 : 22) adalah “kemampuan

-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya”.

Hasil belajar mengenai materi gizi diharapkan dapat memberikan kontribusi

dalam perilaku gizi siswa yang lebih baik. Hal tersebut sejalan dengan Seminar

“Satelit Meeting” dalam rangka Pra Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi

Tahun 2008 yang memaparkan bahwa :

Anak usia sekolah merupakan target, karena kebiasaan makan pada anak-anak dapat mempengaruhi prefensi dan konsumsi pangan pada kehidupan selanjutnya dan merekomendasikan: 1) pendidikan tentang gizi yang paling penting pentingnya pendidikan gizi sejak dini melalui sekolah, 2) Pemahaman gizi seimbang.

Perilaku gizi siswa yang baik merupakan salah satu dari hasil belajar

mengenai gizi. Perilaku gizi siswa pada mulanya merupakan hasil dari suatu

proses pembelajaran gizi. Hal ini sejalan dengan pertimbangan yang tercantum

dalam penelitian yang dilakukan oleh Madanijah dkk. Bahwa :

Perbaikan perilaku dan tingkat kesehatan pada siswa sekolah dasar (SD) sangat penting dengan pertimbangan bahwa : 1) periode usia siswa SD sedang mengalami tumbuh dan kembang, sehingga memerlukan masukan pengetahuan dan input gizi/ kesehatan yang cukup, 2) jumlah siswa SD cukup besar yaitu 15% dari total populasi, 3) siswa SD dapat sebagai agen perubahan bagi pembentukan perilaku gizi/ kesehatan bagi diri dan keluarganya.

Sementara Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang dilakukan oleh

Departemen Kesehatan pada tahun 2007, menyatakan bahwa di Indonesia :

Di satu sisi anak sekolah mengalami gizi kurang dan di sisi lainnya mengalami gizi lebih. Kondisi gizi kurang akan mengakibatkan pada pertumbuhan fisik, proses berpikir dan daya tahan tubuh menurun. Sementara gizi lebih akan memicu pada penyakit kolesterol tinggi, hipertensi, jantung dan bahkan stroke terutama pada usia dewasa.

Kondisi yang seharusnya terjadi adalah status gizi anak sekolah dalam

(7)

melakukan penelitian tentang pemahaman siswa SD terhadap gizi sebagai hasil

belajar materi gizi. Hal ini dikarenakan hasil belajar materi gizi yang diperoleh

pada pendidikan dasar merupakan bekal untuk menempuh jenjang pendidikan

berikutnya. Hasil belajar tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk

mewujudkan status gizi yang normal melalui pemahaman siswa sekolah dasar

tentang materi gizi.

B. Identifikasi dan Perumusan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah menurut Sukmadinata (2012 : 271) merupakan

“upaya untuk mengelompokkan, mengurutkan sekaligus memetakan masalah

-masalah tersebut secara sistematis berdasarkan bidang-bidang ilmu dan atau

profesi peneliti”. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan

peneliti terhadap penelitian terdahlu dan kondisi pembelajaran di lapangan,

terdapat beberapa masalah yang dapat teridentifikasi berkaitan dengan penelitian

ini yaitu :

a. Kondisi anak sekolah yang sebagian mengalami gizi lebih dan gizi kurang,

sementara kedua kondisi tersebut memiliki resiko buruk terhadap

pertumbuhan dan perkembangannya.

b. Anak usia sekolah merupakan target pendidikan tentang gizi yang paling

penting, karena kebiasaan makan pada masa anak- anak dapat mempengaruhi

preferensi dan konsumsi pangan pada kehidupan selanjutnya.

c. Perbaikan perilaku dan tingkat kesehatan pada siswa SD sangat penting

(8)

tumbuh dan kembang, sehingga memerlukan masukan pengetahuan dan input

gizi/ kesehatan yang cukup, 2) jumlah siswa SD cukup besar yaitu 15% dari

total populasi, 3) siswa SD dapat sebagai agen perubahan bagi pembentukan

perilaku gizi/ kesehatan bagi diri dan keluarganya.

Berdasarkan identifikasi masalah tersebut, peneliti merangkumkannya

kepada fokus yang lebih mendasar yaitu pemahaman siswa sekolah dasar tentang

gizi sebagai hasil belajar materi gizi.

2. Perumusan Masalah

Sugiyono (2009 : 35) mengemukakan bahwa “Perumusan masalah

merupakan suatu pertanyaan yang akan dicarikan jawabannya melalui

pengumpulan data”. Penulis memandang perlu merumuskan masalah, sehingga

masalah dalam penulisan skripsi ini lebih terarah dan jelas. Rumusan masalah

dalam penelitian ini berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan adalah

Bagaimana Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang Gizi Sebagai Hasil Belajar

Materi Gizi?. Perumusan masalah di atas, dapat dijadikan judul skripsi sebagai

berikut : “Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang Gizi Sebagai Hasil Belajar

Materi Gizi”

Pembatasan masalah dilakukan agar penelitian lebih terarah, terfokus dan

tidak menyimpang dari sasaran pokok penelitian. Ruang lingkup permasalahan

dalam penelitian ini yaitu tentang :

a. Pemahaman siswa SD tentang gizi yang didapat dari pembelajaran IPA mulai

(9)

b. Pemahaman siswa SD tentang jenis-jenis zat gizi yang meliputi karbohidrat,

protein, lemak, vitamin dan mineral sebagai hasil belajar materi gizi.

c. Pemahaman siswa SD tentang fungsi zat gizi sebagai hasil belajar materi gizi.

d. Pemahaman siswa SD tentang gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi

zat gizi yang kurang sebagai hasil belajar materi gizi.

e. Pemahaman siswa SD tentang bahan makanan sumber zat gizi sebagai hasil

belajar materi gizi.

f. Pemahaman siswa SD tentang makanan bergizi seimbang sebagai hasil

belajar materi gizi.

C. Tujuan Penelitian

1. Tujuan Umum Penelitian

Tujuan umum dari penelitian ini adalah memperoleh gambaran tentang

pemahaman siswa SD tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi pada siswa

kelas VI SD Negeri Guruminda Kecamatan Arcamanik Kota Bandung.

2. Tujuan Khusus Penelitian

Tujuan khusus yang hendak dicapai dari penelitian ini yaitu memperoleh

gambaran tentang pemahaman siswa SD tentang gizi sebagai hasil belajar materi

gizi meliputi :

a. Pemahaman siswa SD tentang jenis-jenis zat gizi yang meliputi karbohidrat,

protein, lemak, vitamin dan mineral sebagai hasil belajar materi gizi.

(10)

c. Pemahaman siswa SD tentang bahan makanan sumber zat gizi sebagai hasil

belajar materi gizi.

d. Pemahaman siswa SD tentang makanan bergizi seimbang sebagai hasil

belajar materi gizi.

e. Pemahaman siswa SD tentang gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi

zat gizi yang kurang sebagai hasil belajar materi gizi.

D. Metode Penelitian

Metode penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini yaitu metode

deskriptif. Penelitian deskriptif menurut Sukmadinata (2012 : 72) adalah “suatu

bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendeskripsikan atau

menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenomena yang bersifat

alamiah ataupun rekayasa manusia”.

Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu dengan

menggunakan tes objektif. Arifin (2009 : 135) mengungkapkan “Disebut tes

objektif karena penilaiannya objektif. Siapa pun yang mengoreksi jawaban tes

objektif hasilnya akan sama karena kunci jawabannya sudah jelas dan pasti”.

Tipe tes objektif yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe tes yang

memuat aspek hasil belajar pemahaman. Tipe tes yang memuat aspek hasil belajar

pemahaman adalah adalah tipe pilihan ganda (multiple choice) dan tipe tes

(11)

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat. Adapun

manfaat dari penelitian ini adalah :

a. Bagi Guru

1. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran materi

gizi dalam IPA dengan memberikan penguatan tentang materi gizi pada saat

proses pembelajaran.

2. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam bentuk dasar

pemikiran untuk membentuk suatu pendidikan gizi secara mandiri.

b. Bagi Siswa Sekolah Dasar

1. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru dalam

menyelesaikan tes dengan materi gizi.

2. Penelitian ini diharapakan dapat mendorong keingintahuan dalam

memperdalam materi gizi.

F. Struktur Organisasi

Struktur organisasi diperlukan untuk memahami alur pikir dalam penulisan

skripsi ini, adapun struktur organisasi yang berfungsi sebagai pedoman

penyusunan laporan penelitian ini, yaitu sebagai berikut:

Bab I berisi Pendahuluan, yang terdiri dari latar belakang penelitian,

identifikasi dan perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan

struktur organisasi skripsi.

Bab II berisi kajian pustaka serta kerangka pemikiran. Kajian pustaka

(12)

Bab III berisi penjelasan yang rinci mengenai metode penelitian.

Komponen dari metode penelitian terdiri dari lokasi dan subjek penelitian, desain

penelitian berikut dengan ketentuan pemilihan desain penelitian, metode

penelitian berikut dengan ketentuan penggunaan metode penelitian, instrumen

penelitian, teknik pengumpulan data serta analisis data penelitian.

Bab IV berisi hasil penelitian dari analisis data untuk menghasilkan

temuan berkaitan tentang masalah penelitian serta pembahasan yang dikaitkan

dengan kajian pustaka.

Bab V berisi tentang kesimpulan dan saran yang menyajikan tentang

penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil analisis temuan penelitian.

Daftar pustaka memuat semua sumber yang pernah dikutip dan digunakan

dalam penulisan skripsi. Lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam

(13)

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi dan Sampel Penelitian

Lokasi penelitian yang dipilih oleh penulis adalah di SD Negeri

Guruminda, Jl. Indrajaya I No. 1 Kecamatan Arcamanik Bandung. Peneliti

memilik lokasi ini sebagai lokasi penelitian atas dasar permasalahan yang penulis

teliti terdapat di SD Negeri Guruminda.

Pengumpulan data dan sampel dalam suatu penelitian diperoleh karena

adanya sumber data. Sumber data tersebut berupa populasi penelitian. Arikunto

(2010 : 173) mengemukakan bahwa “Populasi adalah keseluruhan subjek

penelitian”. Pendapat tersebut penulis jadikan acuan dalam menentukan populasi

penelitian, dengan demikian yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah

siswa sekolah dasar kelas VI SD Negeri Guruminda yang telah menerima

pembelajaran IPA mulai dari kelas I sampai dengan kelas V.

Sampel menurut Sugiyono (2009 : 81) adalah “bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut”. Pengambilan sampel

dilakukan dengan cara Simple Random Sampling yaitu pengambilan anggota

sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada

dalam populasi itu.

Penentuan sampel mengacu pada Sugiyono (2009 : 87), apabila N

(Populasi) = sebesar 75 dan taraf kesalahan 10%, maka jumlah anggota sampel

sebanyak 59 orang, maka mengacu pada ketentuan tersebut, sampel yang

(14)

B. Desain Penelitian

Pada penelitian ini peneliti tidak melakukan perbandingan antar variabel

maupun perbandingan variabel dengan sampel yang lain. Peneliti hanya

merumuskan masalah secara deskriptif untuk menjawab pertanyaan penelitian

terhadap variabel mandiri.

Tahapan desain penelitian merupakan urutan kerja atau langkah-langkah

yang dilakukan selama penelitian dari awal penelitian berakhir. Arikunto (2010 :

61) mengungkapkan bahwa langkah-langkah penelitian adalah sebagai berikut :

1. Memilih masalah 2. Studi pendahuluan 3. Merumuskan masalah

4. Merumuskan anggapan dasar 5. Memilih pendekatan

6. Menetukan variabel dan sumber data 7. Menentukan dan menyusun instrumen 8. Mengumpulkan data

9. Analisis data

10.Menarik kesimpulan 11.Menulis laporan.

Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini pada dasarnya

adalah sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan

Persiapan penelitian yaitu dengan membuat rancangan penelitian yang

berfungsi sebagai kerangka awal dalam penelitian, sehingga penelitian yang akan

dilakukan terlaksana sesuai dengan tujuan yang akan dicapai. Langkah-langkah

yang dilakukan dalam tahap persiapan yaitu :

a. Pengamatan lapangan untuk menentukan permasalahan yang akan diambil

(15)

c. Penyusunan outline penelitian

d. Proses bimbingan penyusunan BAB I, BAB II, BAB III

e. Penyusunan kisi-kisi instrumen tes

f. Pelaksanaan seminar I

2. Tahap Pelaksanaan

Pelaksanaan penelitian yaitu proses pengambilan dan pengolahan data.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam tahap pelaksanaan adalah :

a. Pelaksanaan tes untuk siswa sekolah dasar

b. Pemeriksaan hasil tes sesuai kunci jawaban

c. Mengukur hasil tes siswa

d. Penyusunan laporan hasil pengolahan data

e. Pembuatan kesimpulan, implikasi dan rekomendasi

f. Pelaksanaan seminar II

3. Tahap Pembuatan Laporan

Pembuatan laporan penelitian yaitu proses penyusunan hasil dari

penelitian ke dalam bentuk yang lebih tersusun rapi dan dapat dimengerti oleh

pembaca. Laporan penelitian berisi tentang seluruh kegiatan penelitian yang telah

dilaksanakan beserta hasil penelitian tersebut. Draft skripsi yang telah disetujui

dijadikan sebagai bahan untuk ujian sidang.

C. Metode Penelitian

Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan

(16)

suatu permasalahan. Metode penelitian yang penulis gunakan adalah metode

deskriptif, sesuai dengan pendapat yang dikemukakan oleh Sukmadinata (2012 :

72) bahwa metode deskriptif yaitu : “Suatu bentuk penelitian yang paling dasar.

Ditujukan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang

ada, baik fenomena yang bersifat alamiah atau rekayasa manusia”.

Metode deskriptif yang penulis gunakan dalam penelitian ini bertujuan

untuk mencari kemampuan responden dalam memahami materi gizi tentang

jenis-jenis zat gizi, fungsi-fungsi zat gizi, bahan makanan sumber zat gizi, makanan

bergizi seimbang serta gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang

kurang, serta dalam bentuk keseluruhan berupa “Pemahaman Siswa Sekolah

Dasar Tentang Gizi Sebagai Hasil Belajar Materi Gizi”.

D. Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini diperlukan untuk menghindari

terjadinya kesalahpahaman antara pembaca dengan penulis tentang istilah dalam

judul penelitian “Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang Gizi Sebagai Hasil

Belajar Materi Gizi”.

Penulis akan mengemukakan definisi operasional sebagai berikut :

1. Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang Gizi

a. Pemahaman

Pemahaman menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdiknas, 2002)

dijelaskan bahwa “kata "pemahaman" berasal dari kata kerja "paham" yang berarti

mengerti benar atau tahu benar”.

(17)

Aspek fundamental dalam pembelajaran, sehingga model pembelajaran harus menyertakan hal pokok dari pemahaman untuk suatu objek meliputi tentang objek itu sendiri, relasi dengan objek lain yang sejenis, relasi dengan objek lain yang tidak sejenis.

Berdasarkan pemaparan tersebut yang dimaksud pemahaman dalam

penelitian ini adalah siswa sekolah dasar yang mengerti benar tentang suatu objek

meliputi jenis-jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral,

fungsi zat gizi, gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang kurang,

bahan makanan sumber zat gizi serta makanan bergizi seimbang.

b. Gizi

Gizi menurut Almatsier (2004 : 3) yang mengemukakan bahwa “kata gizi

berasal dari bahasa Arab ghidza, yang berarti “makanan”. Di satu sisi ilmu gizi

berkaitan dengan makanan dan di sisi lain dengan tubuh manusia”.

Berdasarkan pemaparan tersebut yang dimaksud gizi dalam penelitian ini

adalah suatu hal yang mempunyai hubungan dengan makanan dan tubuh manusia

dan diwujudkan dalam suatu materi pembelajaran IPA.

2. Hasil Belajar Materi Gizi

a. Hasil Belajar

Hasil belajar menurut Slameto (2010 : 2) adalah “suatu proses usaha yang

dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru

secara keseluruhan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan

lingkungannya”.

Berdasarkan pemaparan tersebut yang dimaksud hasil belajar dalam

(18)

memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru melalui pembelajaran

tentang jenis-jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral,

fungsi zat gizi, gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang kurang,

bahan makanan sumber zat gizi serta makanan bergizi seimbang.

b. Materi Gizi

Materi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah materi pembelajaran

atau bahan ajar. Menurut National Centre for Competency Based Training (2007)

didefinisikan yaitu “segala bentuk bahan yang digunakan untuk membantu guru

atau instruktur dalam melaksanakan proses pembelajaran di kelas. Bahan yang

dimaksud bisa berupa bahan tertulis ataupun tidak tertulis”.

Materi gizi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah segala bentuk

bahan yang digunakan untuk membantu guru atau instruktur dalam melaksanakan

proses pembelajaran di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa bahan tertulis

ataupun tidak tertulis mengenai jenis-jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein,

lemak, vitamin dan mineral, fungsi zat gizi, gangguan kesehatan tubuh karena

konsumsi zat gizi yang kurang, bahan makanan sumber zat gizi serta makanan

bergizi seimbang.

Pengertian pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil

belajar materi gizi yang dimaksud dalam penelitian ini mengacu pada pendapat di

atas ialah kemampuan siswa sekolah dasar untuk mengerti benar tentang objek itu

sendiri, relasi dengan objek lain yang sejenis dan tidak sejenis mengenai makanan

yang berkaitan dengan tubuh sebagai proses perubahan tingkah laku melalui

(19)

vitamin dan mineral, fungsi zat gizi, gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi

zat gizi yang kurang, bahan makanan sumber zat gizi serta makanan bergizi

seimbang, yang diukur dengan cara memberikan tes objektif pada siswa dalam

bentuk Pilihan Ganda (Multiple Choice) dan Benar-Salah (True-False).

E. Teknik Pengumpulan Data Penelitian

Teknik pengumpulan data merupakan suatu cara untuk menerapkan

metode pada masalah yang sedang diteliti. Teknik pengumpulan data yang

digunakan penulis adalah dengan menggunakan tes.

Tes pada penelitian ini digunakan untuk menilai dan mengukur hasil

belajar siswa, terutama hasil belajar kognitif pada aspek pemahaman. Tes

dilakukan untuk mengetahui penguasaan materi pembelajaran yang dituangkan

dalam bentuk pemahaman para siswa.

Penggunaan tes dalam penelitian ini mengacu pada pendapat Arifin (2009

: 135) yang mengungkapkan bahwa “Tes objektif sangat cocok untuk menilai

kemampuan yang menuntut proses mental yang tidak begitu tinggi, seperti

mengingat, mengenal, pengertian dan penerapan prinsip-prinsip”.

Tes yang digunakan pada penelitian ini adalah tes objektif. Menurut

Arikunto (2009 : 164) “Tes objektif adalah tes yang dalam pemeriksaannya dapat

dilakukan secara objektif”. Terdapat berbagai macam tes objektif, sebagaimana

yang dikemukakan Witherington (1952) dalam Arifin (2009 : 135) bahwa “There

are many varieties of there new test, but four kinds are in most common use,

(20)

1. Benar-salah (true-false)

Menurut Arifin (2009 : 135) bentuk tes benar-salah adalah “pernyataan yang

mengandung dua kemungkinan jawaban, yaitu benar atau salah”.

2. Pilihan ganda (multiple choice)

Menurut Sudjana (2011 : 48) soal pilihan ganda adalah “bentuk tes yang

mempunyai satu jawaban yang benar atau paling tepat”.

Sudjana (2011 : 25) mengemukakan bahwa “ dalam tes objektif, tipe

pilihan ganda dan tipe benar-salah banyak mengungkapkan aspek pemahaman”.

Mengacu pada pendapat para ahli, maka jenis tes objektif yang digunakan pada

penelitian ini adalah pilihan ganda (multiple choice) dan benar-salah (true-false).

F. Teknik Pengolahan Data Penelitian

Pengolahan data bertujuan untuk mengubah data mentah dari hasil

pengukuran menjadi data yang dapat diinterprestasikan, sehingga dapat

memberikan arahan untuk mengkaji lebih lanjut.

Pada penelitian ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti yang

selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Variabel yang akan diukur

dijabarkan menjadi indikator variabel, kemudian indikator variabel tersebut

dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrumen berupa tes dalam

bentuk pilihan ganda (multiple choice) dan benar-salah (true-false).

Teknik pengolahan data yang digunakan adalah persentase, yaitu

persentase dari hasil tes objektif dengan cara memberikan tes kepada siswa kelas

(21)

benar-salah (true-false). Menurut Arikunto (2009 : 164) “Tes objektif adalah tes

yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif”.

Pengolahan data penelitian dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah

sebagai berikut :

1. Menyusun kisi-kisi instrumen sesuai dengan variabel yang ditentukan.

2. Menyusun tes dalam bentuk pilihan ganda dan benar-salah.

3. Memvalidasi tes menggunakan validitas isi dengan bantuan ahli.

4. Melaksanakan tes untuk siswa kelas VI SD Negeri Guruminda.

5. Memberi skor untuk setiap hasil tes siswa sesuai dengan kunci jawaban. Skor

diberikan sesuai dengan rumus menurut Arifin (2009 : 228) bahwa “setiap

jawaban yang benar diberi skor 1 dan jawaban yang salah diberi skor 0”

6. Mentabulasi data yaitu proses proses pengelompokkan data sesuai dengan

frekuensi data yang ditentukan.

Skor mentah kemudian dikonversikan menjadi nilai dengan skala seratus

(1-100). Skor standar setiap siswa dipersentasekan agar mudah ditafsirkan. Angka

persentase diperoleh dengan menggunakan rumus statistik sederhana yaitu :

Keterangan :

P = persentase f = frekuensi

n = jumlah responden 100 % = bilangan tetap

Ditafsirkan dengan menggunakan kriteria berdasarkan batasan-batasan

yang dikemukakan Santoso (2001 : 57) sebagai berikut :

�= f

(22)

100% : Seluruhnya

Data dikategorikan dengan menggunakan batasan yang dikemukakan oleh

Arikunto dan Jabar (2008 : 35). Batasan tersebut tercantum pada Tabel 3.2 berikut

ini :

Sumber : Arikunto dan Jabar (2008 : 35)

Penentuan frekuensi untuk penelitian ini meliputi kemampuan responden

dalam memahami materi gizi tentang jenis-jenis zat gizi yaitu karbohidrat,

protein, lemak, vitamin dan mineral, fungsi zat gizi, bahan makanan sumber zat

gizi, makanan bergizi seimbang serta gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi

zat gizi yang kurang.

Pengambilan data dilakukan dengan cara memberikan tes objektif kepada

siswa SD dalam bentuk pilihan ganda (multiple choice) dan benar-salah

(true-false), untuk selanjutnya diberikan skor dan dikonversi dalam bentuk nilai skala seratus (1-100) serta menafsirkan data sesuai kriteria pemahaman berdasarkan

(23)

Konversi skor dengan skala seratus mengacu pada Penilaian Acuan

Patokan (PAP). Penilaian ini dilakukan dengan tujuan agar kemampuan siswa

dapat dilihat ketercapaiannya. Hal ini selaras dengan tujuan PAP menurut Arifin

(2009 : 235) yang memaparkan bahwa “tujuan penilaian acuan patokan adalah

untuk mengukur secara pasti tujuan atau kompetensi yang ditetapkan sebagai

kriteria keberhasilannya.”

Penafsiran dengan pendekatan PAP dilakukan dengan cara menurut Arifin

(2009 : 237) yaitu sebagai berikut :

1. Mencari skor ideal, yaitu skor yang mungkin dicapai oleh peserta didik, jika semua soal dapat dijawab dengan betul.

2. Mencari rata-rata (X) ideal dengan rumus : X ideal = 1

2 skor ideal

3. Mencari simpangan baku (s) ideal dengan rumus : s ideal : 1

3 x X ideal

(24)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan Hasil Penelitian

Kesimpulan penelitian mengacu pada tujuan umum serta tujuan khusus

dari penelitian. Kesimpulan mengenai “Pemahaman Siswa Sekolah Dasar Tentang

Gizi Sebagai Hasil Belajar Materi Gizi” dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi

dengan indikator jenis-jenis zat gizi termasuk dalam kriteria cukup. Hal ini

menunjukkan bahwa siswa cukup memiliki pemahaman pada materi tentang

jenis-jenis zat gizi zat gizi yang diperlukan oleh tubuh, komponen 4 sehat 5

sempurna, vitamin yang diperlukan oleh tubuh, jenis zat gizi kelompok

mineral serta kandungan zat gizi dalam bahan makanan.

2. Pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi

dengan indikator fungsi-fungsi zat gizi termasuk dalam kriteria cukup. Hal ini

menunjukkan bahwa siswa cukup memiliki pemahaman pada materi tentang

fungsi mineral, karbohidrat, vitamin, lemak serta fungsi protein.

3. Pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi

dengan indikator bahan makanan sumber zat gizi termasuk dalam kriteria

baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang baik pada

materi tentang bahan makanan sumber protein hewani, bahan makanan

sumber lemak, bahan makanan sumber karbohidrat, jenis vitamin dalam

(25)

4. Pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi

dengan indikator makanan bergizi seimbang termasuk dalam kriteria baik.

Hal ini menunjukkan bahwa siswa memiliki pemahaman yang baik pada

materi tentang bahan makanan kelompok lauk pauk nabati, bahan makanan

kelompok makanan pokok, bahan makanan kelompok lauk pauk hewani,

komponen 4 sehat 5 sempurna serta contoh bahan makanan bergizi.

5. Pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi

dengan indikator gangguan kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang

kurang termasuk dalam kriteria baik. Hal ini menunjukkan bahwa siswa

memiliki pemahaman yang baik pada materi tentang penyebab gondok,

anemia, beri-beri, manfaat kalsium untuk pertumbuhan tulang serta manfaat

vitamin A untuk mata.

6. Pemahaman siswa sekolah dasar tentang gizi sebagai hasil belajar materi gizi

secara keseluruhan meliputi indikator jenis-jenis zat gizi, fungsi zat gizi,

bahan makanan sumber zat gizi, makanan bergizi seimbang serta gangguan

kesehatan tubuh karena konsumsi zat gizi yang kurang berada pada kriteria

cukup.

B. Saran Hasil Penelitian

Penulis mencoba memaparkan saran dari penelitian yang telah dilakukan.

(26)

1. Bagi guru :

a. Hendaknya kegiatan pembelajaran lebih ditingkatkan, agar pemahaman

siswa lebih meningkat sehingga diharapkan dapat memberikan arah

perubahan perilaku gizi yang lebih baik.

b. Hendaknya memberikan materi tambahan mengenai pemilihan makanan

atau makanan jajanan yang baik yang sedang marak di lingkungan

sekolah.

2. Bagi peneliti selanjutnya, hendaknya dapat melakukan penelitian lanjutan

(27)

DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, S. (2004). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Anderson, L. W. dan David R. Krathwohl. (2010) Kerangka Landasan Untuk Pembelajaran, Pengajaran dan Asesmen, Revisi Taksonomi Pendidikan Bloom. Yogyakarta : Pustaka Belajar

Arifin, Z. (2009). Evaluasi Pembelajaran. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : Rineka Cipta

___________dan Abdul Jabar, C.S. (2008). Evaluasi Program Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

__________ (2009). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara

Departemen Kesehatan. (2007). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta : Depkes

Devi, N. (2012). Gizi Anak Sekolah. Jakarta : Buku Kompas

Hamalik, O. (2011). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara

__________ (2004). Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara

Hanafiah dan Suhana. (2009). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung : Refika Aditama

Kemendiknas. (2006). Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta : Badan Standar Nasional Pendidikan

Madanijah, S. Briawan, D. dan D.K. Harsi. (2010). Pengembangan Model Pendidikan Makanan Jajanan Sehat Berbasis Sekolah untuk Tingkat Sekolah Dasar. [Laporan Penelitian]. Bogor : Southeast Asian Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) Center-IPB

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta

Rositawati dan Muharam. (2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas I. Jakarta : Pusat Perbukuan, Depdiknas 2008

(28)

_____________________(2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas III. Jakarta : Pusat Perbukuan, Depdiknas 2008

_____________________(2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas IV. Jakarta : Pusat Perbukuan, Depdiknas 2008

_____________________(2008). Senang Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Kelas V. Jakarta : Pusat Perbukuan, Depdiknas 2008

Ruseffendi, E. T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung : Tarsito

Salirawati, D. Wismono, J. dan Riyanto. (2010). Gembira Belajar IPA 1. Jakarta: Pusat Perbukuan, Kementerian Pendidikan Nasional, 2010

Santoso, S. (2001). Buku Latihan SPSS : Statistika Multivariat. Jakarta : Elex Media Komputindo

Slameto. (2010). Belajar & Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta

Sudjana, N. (2011). Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta

Sugiyono. (2009). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta

Suhardjo. (2003). Berbagai Cara Pendidikan Gizi. Jakarta: Bumi Aksara

Sukmadinata, N. S. (2011). Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktek. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

________________(2012). Penelitian Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

________________ (2003). Pengendalian Mutu Pendidikan Sekolah Dasar Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

(29)

Trianto. (2011). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara

Umar, H. (2011). Metode Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Rajawali Pers

UPI. (2011). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia

Sumber lain:

Admin. (2012). Some Reasons Why You Should Eat Spinach. [Online]. Tersedia : http://gethealthinformations.com. [26 Agustus 2012]

Aghi Faris. (2011). Dengan Konsumsi Wortel Akan Kulit Lebih Cerah. [Online]. Tersedia : http://aghifaris.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Agiel. (2012). Manfaat dari Taoge (Sayur Kecambah). [Online]. Tersedia : http:// belajarerokerok.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

Ahira, A. (2012). Seputar Kandungan Gizi Kacang Tanah. [Online]. Tersedia : http://www.anneahira.com. [26 Agustus 2012]

Air Mineral. (2012). Air Mineral. [Online]. Tersedia : http://rico-kopetensi-1014231250-airmineral.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Al Rijl, K. (2012). Cara Memelihara Kemurnian Genetik dan Produksi Benih Jagung. [Online]. Tersedia : http://lielo23.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Alwie N. (2011). Panduan Memilih Karkas Ayam yang Benar. [Online]. Tersedia : http://alwitech.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

Ama. (2011). Sweet Sour Of My Life. [Online]. Tersedia : http://imiama.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Ari, J. (2011). Jenis Melon di Indonesia. [Online]. Tersedia : http://kabar-agro.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Armia, R. (2011). Kerusakan Pada Biji-Bijian, Kacang-Kacangan dan Umbi-Umbian. [Online]. Tersedia : http://tehape08.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

(30)

Bujikuda. (2012). Belimbing. [Online]. Tersedia : http://bujikuda.blogspot.com.

Darmika, E. (2012). Formalin, Kenali Pemakaiannya Pada Bahan Makanan. [Online]. Tersedia : http://i-kuliner.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Delima Restauran. (2010). Menu. [Online]. Tersedia :

http://delimarestaurant.com.au. [26 Agustus 2012]

Endi. (2012). Bebas Penyakit Osteoporosis dengan Tulang Sehat. [Online]. Tersedia : http://jeligamat.net. [26 Agustus 2012]

Erwin. (2011). Dodol Kentang. [Online]. Tersedia :

http://bp3kpkerinci.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Fahri, M. (2011). Susu Indomilk, Tanggapan untuk Bapak Anangga K. [Online]. Tersedia : http://arrahmah.com. [26 Agustus 2012]

Febrianindya, F. (2012). Tempe Tak Selalu dari Kedelai, Ada Jenis-jenis Tempe Lain. [Online]. Tersedia : http://food.detik.com. [26 Agustus 2012]

(31)

Forex. (2012). Manfaat Kacang Kedelai untuk Kesehatan. [Online]. Tersedia : http://supersibuk.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Gegriie. (2012). Penyakit Kwashiorkor. [Online]. Tersedia : http://gegriie.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

Hanafiah, A. (2009). [Online]. Tersedia : http://anniesahanafiah.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

Ihsan, J.(2011). Manfaat Mengonsumsi Sayuran Hijau Perkecil Resiko Kanker Payudara. [Online]. Tersedia : http://tipscaraberita.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Indoargo Cassava. (2012). Kerjasama Investasi Kebun Singkong. [Online]. Tersedia : http://www.kebunsingkong.com. [26 Agustus 2012]

Inggrid dan Fiqa. (2010). Capcay Capnyus Caphat. [Online]. Tersedia : http://dapurduaistri.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Innoblessing. (2012). Manfaat dan Bahaya Konsumsi Daging. [Online]. Tersedia : http://innoblessing.com. [26 Agustus 2012]

Insurance. (2012). Bahaya Kuning Telur Untuk Kesehatan Jantung Anda. [Online]. Tersedia : http://jawaberita.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Jaller, A. (2011). Keju. [Online]. Tersedia : http://jaller.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

Kabarsidoarjo. (2012). Penderita Gondok Di Sidoarjo Tinggal 7 Persen. [Online]. Tersedia : http://kabarsidoarjo.com. [26 Agustus 2012]

Kate. (2012). Gambar Buah Semangka. [Online]. Tersedia : http://absolut-money.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Khimaini, H. (2012). Apakah Benar Rakyat Indonesia Sudah Menggunakan Garam Yang Beryodium?. [Online]. Tersedia : http://hasankhomaini.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Komoditas Indonesia. (2012). Sumatera Barat Bakal Jadi Sentra Produksi Susu Sapi. [Online]. Tersedia : http://komoditasindonesia.com. [26 Agustus 2012]

(32)

Kotasusu. (2012). Mengenal Jenis Susu. [online]. Tersedia : http://kota5u5u.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Kuliner Nusantara. (2011). Resep Masakan Tumis Kangkung. [Online]. Tersedia : http://www.kulinernusantara.net. [26 Agustus 2012]

Kunjungan Artikel. (2012). Wao Bahaya Konsumsi Nasi Putih Tiap Hari. [Online]. Tersedia : http://kunjunganartikel.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Lasantha. (2011). Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kerusakan Minyak Goreng. [Online]. Tersedia : http://shear-dunkdunk.blogspot.com. [26 Agustus 2012] Tersedia : http://mitra.keran.org. [26 Agustus 2012]

Muslimah Zone. (2012). Ayam Goreng Renyah. [Online]. Tersedia : http://muslimahzone.com. [26 Agustus 2012]

Nifan, A. (2012). 10 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Mata. [Online]. Tersedia : http://nifan10.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Oey Trading. (2008). Spread. [Online]. Tersedia : http://www.oeytrading.com. [26 Agustus 2012]

Ofly. F. (2010). Beras Putih. [Online]. Tersedia : http://berasputih.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Oktabriawatie Waluyani, D. (2012). Kenali Ciri-ciri Hati Sapi yang Terjangkit Cacing. [Online]. Tersedia : http://food.detik.com. [26 Agustus 2012]

Pawon Tlogo. (2012). Sayur Asem Jakarta. [Online]. Tersedia : http://pawontlogo.com. [26 Agustus 2012]

(33)

Priyatin, D. (2011). Resep Gurame Goreng Garing. [Online]. Tersedia : http://denipriyatin.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Raksa, A. (2011). Makan Roti Tawar Dapat Meningkatkan Resiko Tumbuhnya Kanker Payudara [Online]. Tersedia : http://ajiraksa.blogspot.com. [26 Agustus 2012] Tersedia : http://kompitech.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Si Pejuang Kecil. (2012). Eat Fresh Fruit. [Online]. Tersedia : [Online]. Tersedia : http://health.detik.com. [26 Agustus 2012]

Wikusoul. (2010). Berbagai Manfaat dari Buah Pisang. [Online]. Tersedia : http://wikusoul.wordpress.com. [26 Agustus 2012]

Winneke, O. (2010). [Online]. Lontong Praktis Buatan Sendiri. Tersedia : http://food.detik.com. [26 Agustus 2012]

Winneke, O. (2010). Ubi Untuk Salad. [Online]. Tersedia : http://food.detik.com. [26 Agustus 2012]

Yanx. (2012). Benefits of Guava. [Online]. Tersedia : http://blogs-healthy.blogspot.com. [26 Agustus 2012]

Figur

Tabel 3.2 Kriteria Data
Tabel 3 2 Kriteria Data . View in document p.22

Referensi

Memperbarui...