PROVINS! JAWA TIMUR
PERATURAN BUPATI BLITAR NOMOR f:.3 TAHUN 2021
TENTANG
TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRENGAT KABUPATEN BLITAR DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
BUPATI BLITAR,
Menimbang bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 83 ayat (6) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah, perlu menetapkan Peraturan Bupati tentang Tarif Layanan Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Srengat Kabupaten Blitar;
Mengingat 1. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950 Nomor 41) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 1965 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotapraja Surabaya dan Daerah Tingkat II Surabaya dengan mengubah Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur dan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kabupaten/Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Daerah Istimewa Jogyakarta (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1965 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2730);
2. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355);
3. Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktek Kedokteran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 116, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4431);
4. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4456) sebagaimana telah diubah dengan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 112, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5038};
6. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063) sebagaimana telah diubah dengan Pasal 60 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
7. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 153, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5072) sebagaimana telah diubah dengan Pasal 61 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573;
8. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang
Undang Nomor 12 Tahun 2011 ten tang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 183, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6398);
9. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Pasal 176 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);
10. Pera tu ran Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 ten tang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 48, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4502) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2007 Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 171, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5340);
11. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 2036) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 80 Tahun 2015 tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 157);
Menetapkan
12. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 85 Tahun 2015 tentang Pola Tarif Nasional Rumah Sakit (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 9);
13. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 79 Tahun 2018 tentang Badan Layanan Umum Daerah {Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1213);
14. Peraturan Daerah Kabupaten Blitar Nomor 1 Tahun 2020 tentang Pendirian Rumah Sakit Umum Daerah Srengat (Lembaran Daerah Kabupaten Blitar Tahun 2020 Nomor 1/E, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 56);
15. Peraturan Bupati Blitar Nomor 1 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Hubungan Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Srengat (Berita Daerah Kabupaten Blitar Nomor 2020 Nomor 1/E);
MEMUTUSKAN
PERATURAN BUPATI TENTANG TARIF LAYANAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SRENGAT KABUPATEN BLITAR.
BAB I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati ini yang dimaksud dengan:
1. Daerah adalah Kabupaten Blitar.
2. Pemerintah Daerah adalah Pemerintah Kabupaten Blitar.
3. Bupati adalah Bupati Blitar.
4. Direktur adalah Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Srengat Kabupaten Blitar.
5. Rumah Sakit Umum Daerah Srengat Kabupaten Blitar yang selanjutnya
disebut RSUD Srengat adalah rumah sakit milik Pemerintah Daerah yang
telah ditetapkan sebagai badan layanan umum daerah secara penuh.
6. Badan Layanan Umum Daerah yang selanjutnya disingkat BLUD adalah Rumah Sakit di lingkungan Pemerintah Daerah yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang dan / atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan mencari keuntungan, dan dalam melakukan kegiatan didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas.
7. Pelayanan Kesehatan adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensi dan kewenangannya, meliputi semua pelayanan kesehatan paripurna yang diberikan kepada seseorang atau badan dalam bentuk pelayanan rawat jalan, rawat darurat, rawat inap, pelayanan med.is, pelayanan penunjang medik, pelayanan keperawatan, rehabilitasi medik, pemeriksaan laboratorium kesehatan lingkungan dan pelayanan kesehatan lainnya.
8. Tarif Pelayanan Kesehatan yang selanjutnya disebut Tarif adalah sebagian atau seluruh biaya penyediaan Pelayanan Kesehatan lainnya yang ada di RSUD Srengat yang dibebankan kepada pasien/ masyarakat/ penjamin dengan tetap mempertimbangkan kontinuitas dan pengembangan mutu layanan, daya beli masyarakat serta daya saing pelayanan sejenis tidak termasuk pasien dengan penjaminan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.
9. Wajib Bayar Tarif Layanan adalah orang pribadi atau badan yang menerima pelayanan di RSUD Srengat.
10. Pelayanan Rawat Jalan adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan sesuai dengan kompetensinya dan kewenangan yang dapat berupa pelayanan promotif, preventif, diagnostik, konsultatif, kuratif atau rehabilitatif tanpa menginap.
11. Pelayanan Gawat Darurat adalah pelayanan RSUD Srengat yang memberikan pelayanan pertama pada pasien dengan ancaman kematian dan atau kecacatan secara terpadu dengan melibatkan multi disiplin.
12. Pelayanan
Emergencyadalah pelayanan yang bersifat darurat dan dapat mengancam nyawa dan/atau anggota badan jika tidak segera di lakukan tindakan.
13. Pelayanan Pra-Rumah Sakit atau
Pre-Hospital Careyang selanjutnya disingkat PHC adalah pelayanan kegawatdaruratan yang dilakukan di lokasi kejadian, selama perjalanan dan segera setelah sampai di rumah sakit baik oleh petugas rumah sakit maupun petugas kesehatan di luar rumah sakit.
14. Pelayanan Rawat Inap adalah pelayanan yang diberikan oleh tenaga kesehatan
sesuai dengan kompetensinya dan kewenangan yang dapat berupa pelayanan
promotif, preventif, diagnostik, konsultatif, kuratif atau rehabilitatif dengan
menempati tempat tidur di RSUD Srengat dengan perawatan.
15. Pelayanan Medis adalah pelayanan yang bersifat individu yang diberikan oleh tenaga medis dan perawat berupa pemeriksaan, pelayanan konsultasi dan tindakan.
16. Pelayanan Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari Pelayanan Kesehatan yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan ditujukan kepada individu, keluarga, kelornpok, atau masyarakat bruk sehat maupun sakit.
17. Pelayanan Medis Gigi dan Mulut adalah setiap penyelenggaraan upaya kesehatan gigi dan rnulut yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut yang dilakukan untuk meningkatkan kesehatan gigi dan mulut, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan gigi dan mulut perorangan, keluarga, kelompok atau masyarakat secara paripurna, terpadu dan berkualitas.
18. Pelayanan Konsultasi Khusus adalah pelayanan yang diberikan dalam bentuk konsultasi psikiatri, gizi, dan konsultasi lainnya.
19. Konsultasi Medis adalah permohonan konsultasi oleh dokter umum kepada dokter spesialis, dokter gigi, dan atau konsultasi antar disiplin ilmu yang dilakukan oleh dokter spesialis untuk penyembuhan pasien.
20. Konsultasi Dokter Spesialis adalah konsultasi yang dilakukan oleh dokter penanggung jawab pasien kepada dokter spesialis lain yang dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) episode.
21. Konsultasi Dokter Sub Spesialis adalah konsultasi yang dilakukan oleh dokter penanggung jawab pasien kepada dokter sub spesialis yang dilakukan 1 (satu) kali dalam 1 (satu) episode.
22. Pelayanan Konsultasi melalui Telepon adalah konsultasi yang dilakukan oleh dokter umum kepada dokter spesialis/ sub spesialis, dokter gigi, dan atau konsultasi antar disiplin ilmu yang dilakukan oleh dokter spesialis yang bersifat segera atau mendesak atau di luar jam kerja yang dapat mengancam nyawa dan atau anggota badan yang apabila dibiarkan dapat menimbulkan kecacatan dan atau kematian.
23. Pelayanan Pasca Rumah Sakit adalah pelayanan yang dilakukan di luar rumah sakit setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit bruk oleh petugas RSUD Srengat maupun petugas kesehatan di luar RSUD Srengat (petugas kesehatan yang tergabung dalam system Publik Safety Center).
24. Pelayanan Home Care adalah Pelayanan Kesehatan yang dilakukan di luar rumah sakit baik oleh petugas kesehatan rumah sakit maupun petugas kesehatan di luar rumah sakit (petugas kesehatan yang tergabung dalam sistem Publik Safety Center).
25. Pelayanan Penunjang Klinik: adalah pelayanan kepada pas1en untuk membantu penegakan diagnosis, terapi, dan penunjang lainnya.
26. Pelayanan Penunjang Non Klinik adalah pelayanan yang diberikan di RSUD Srengat yang secara tidak langsung berkaitan dengan pelayanan.
27. Pelayanan Rehabilitasi Medis adalah pelayanan yang diberikan kepada pasien dalam bentuk pelayanan fisioterapi, terapi okupasional, terapi wicara, ortotik/ prostetik, bimbingan sosial medis dan jasa psikologi serta rehabilitasi lainnya.
28. Pelayanan Kefarmasian adalah suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien.
29. Pelayanan Transportasi Pasien adalah pelayanan transportasi dengan mobil khusus pengangkut pasien (ambulans} disertai petugas kesehatan.
30. Pelayanan Tansportasi Jenazah adalah pelayanan penghantaran jenazah yang meninggal di RSUD Srengat atau di luar RSUD Srengat, dengan mobil khusus pengangkut jenazah.
31. Ruang Perawatan adalah ruang untuk merawat pasien rawat inap yang terdiri dari ruang perawatan VIP, ruang perawatan kelas I, kelas II, kelas III dan ruang perawatan non kelas.
32. Ruang Pera.watan Non Kelas adalah ruang perawatan di kamar bersalin, kamar bayi baru lahir ( neonatal), rawat darurat dan perawatan intensif.
33. Tindakan Medis Operatif adalah tindakan yang dilaksanakan oleh dokter untuk keperluan penegakan diagnosis dan terapi dengan cara pembedahan/ operasi dan/ a tau pertolongan persalinan yang dilakukan di ruang operasi.
34. Tindakan Medis Non Operatif adalah tindakan kepada pas1en tanpa pembedahan, baik disertai tindakan anestesi atau tanpa tindakan anestesi untuk membantu penegakan diagnosis dan/ atau terapi.
35. Pelayanan Bedah Sehari atau One Day Care Surgery yang selanjutnya disingkat ODCS adalah pelayanan tindakan operasi yang memerlukan pengawasan sesaat setelah selesai operasi dan pasien boleh langsung pulang setelah kondisi stabil atau pasien masuk rawat inap apabila diperlukan.
36. Tindakan Medis Darurat adalah tindakan med.is yang harus dilaksanakan segera pada suatu keadaan kegawatdaruratan dalam rangka upaya penyelamatan jiwa dan atau anggota badan pasien dalam rangka mencegah kecacatan.
37.
Visite
adalah pelayanan kepada pasien yang dilakukan oleh tenaga medis dan/atau profesional pemberi asuhan lain di ruang rawat inap.
38. lntensive Care Unit yang selanjutnya disingkat ICU adalah tempat perawatan khusus yang dikelola untuk merawat pasien sakit berat dan kritis, cedera dengan penyulit yang mengancam nyawa dengan melibatkan tenaga kesehatan terlatih, serta didukung dengan kelengkapan perawatan khusus.
39.Intensi.ve Cardiac Care Unit yang selanjutnya disingkat ICCU adalah tempat perawatan terhadap pasien intensif kardiovaskuler yang mengancam nyawa dengan melibatkan tenaga kesehatan terlatih, serta didukung dengan kelengkapan peralatan khusus.
40.Neonatal Intensive Care Unit yang selanjutnya disingkat NICU adalah tempat perawatan khusus yang dikelola untuk merawat pasien sakit berat dan kritis, cedera dengan penyulit yang mengancam nyawa dengan melibatkan tenaga kesehatan terlatih, serta didukung dengan kelengkapan peralatan khusus untuk bayi yang berumur di bawah 1 (satu} bulan.
41. Pediatric Intensive Care Unit yang selanjutnya disingkat PICU adalah tempat perawatan khusus yang dikelola untuk merawat pasien sakit berat dan kritis, cidera dengan penyulit yang mengancam nyawa dengan melibatkan tenaga kesehatan terlatih, serta didukung dengan kelangkapan perawatan khusus untuk anak yang berumur di atas 1 (satu) bulan sampai 15 (lima belas) tahun.
42. Ruang Observasi Intensifyang selanjutnya disingkat ROI adalah fasilitas rawat inap yang disediakan khusus untuk pasien yang memerlukan perawatan, perhatian, dan penanganan khusus.
43. Pengujian Kesehatan adalah pemeriksaan untuk mengetahui status kesehatan seseorang yang digunakan untuk berbagai keperluan.
44. Hemodialisis adalah suatu proses pembersihan darah dari zat-zat sampah melalui proses penyaringan di luar tu.huh, hemodialisis menggunakan ginjal buatan berupa mesin dialisis.
45. Endoskopi adalah suatu prosedur pemeriksaan yang bertujuan untuk melihat kondisi organ tubuh tertentu secara visual dengan menggunakan alat khusus yang disebut endoskop.
46. Pemulasaraan/Perawatan Jenazah adalah kegiatan yang meliputi perawatan jenazah, konservasi, bedah mayat yang dilakukan oleh RSUD Srengat.
4 7. Vzsum et Repertum yang selanjutnya disingkat VeR adalah surat keterangan hasil pemeriksaan terhadap seseorang baik hidup maupun meninggal yang digunakan untuk kepentingan hukum.
48. Otopsi adalah kegiatan bedah mayat oleh dokter untuk menetapkan sebab kematian baik untuk kepentingan proses hukum dan atau kepentingan medikolegal lainnya.
49. Obat adalah bahan atau paduan bahan, termasuk produk biologi yang digunakan untuk mempengaruhi atau menyelediki sistem :fisiologi/ keadaan patologi dalam rangka penetapan diagnosis, pencegahan, penyembuhan, pemulihan, peningkatan kesehatan dan kontrasepsi untuk manusia.
50. Alat Kesehatan yang selanjutnya disebut Alkes adalah instrumen, aparatus, mesin dan/atau implan yang tidak mengandung Obat yang digunakan untuk mencegah, mendiagnosis, menyembuhkan dan meringankan penyakit, merawat orang sakit, memulihkan kesehatan pada manus1a dan/ atau membentuk struktur dan memperbaiki fungsi tubuh.
51. Sewa Gedung, Sarana dan Prasarana adalah biaya yang dikenakan atas penggunaan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh RSUD Srengat.
52. Penjamin adalah orang atau badan hukum sebagai penanggung biaya pelayanan dari seseorang yang menjadi tanggungannya.
53. Prioritas 1 adalah keadaan yang mengancam nyawa/ adanya gangguan
ainvay breaching circulationdan perlu tindakan segera, misalnya
cardiac arrest,penurunan kesadaran, trauma mayor dengan perdarahan hebat.
54. Prioritas 2 adalah keadaan mengancam nyawa tetapi tidak memerlukan tindakan darurat di mana setelah dilakukan resusitasi maka ditindaklanjuti oleh dokter spesialis.
55. Prioritas 3 adalah keadaan yang tidak mengancam nyawa tetapi memerlukan tindakan darurat, pasien sadar, tidak ada gangguan
ainvay breaching circulationdan dapat langsung diberikan terapi
definitiveuntuk tindak lanjut ke poliklinik.
56. Sarana Pelayanan Kesehatan Pemerintahan Daerah adalah unit organ1sas1 fungsional milik Pemerintah Daerah yang bertugas memberikan Pelayanan Kesehatan kepada masyarakat.
57. Pasien adalah setiap orang yang melakukan konsultasi masalah kesehatannya untuk memperoleh Pelayanan Kesehatan yang dibutuhkan.
58. Dokter Spesialis Tamu adalah dokter spesialis yang bukan merupakan tenaga tetap RSUD Srengat yang diberikan izin melakukan pelayanan medis tertentu
(clinical pri.viledge)
sesuai dengan perjanjian kerja sama yang disepakati.
59. Pelayanan Konsultasi adalah pelayanan saran dan pertimbangan dalam bidang tertentu oleh tenaga kesehatan yang berkompeten dalam bidangnya terhadap kondisi Pasien atau kondisi kesehatan lainnya.
60. Pelayanan Rawat Isolasi adalah perawatan di ruang isolasi bagi Pasien yang
menderita atau diduga menderita penyakit menular yang membahayakan.
kegagalan fungsi organ utama, pelayanan rawat intensif yang meliputi ICU, ICCU, PICU, NICU, dan ROI.
62. Pelayanan Laboratorium Klinik adalah pelayanan pemeriksaan laboratorium berdasarkan kondisi klinis atau kelainan klinis (patologi klinik} untuk menegakkan diagnosa klinis seseorang Pasien yang diduga (suspek) menderita penyakit atau kelainan (patologis).
63. Tindakan Medik Anestesi adalah tindakan medik yang menggunakan peralatan medik dan Obat anestesi sehingga terjadi kondisi anestesia baik secara menyeluruh (general anesthesia) atau pada sebagian tubuh Pasien (regional anesthesia} maupun tindakan resusitasi yang dilakukan dokter spesialis anestesi.
64. Penata Anestesi adalah tenaga perawat anestesi atau tenaga perawat yang memperoleh pelatihan dan pendidikan anestesi (bersertifikat) yang diberi kewenangan melakukan tindakan anestesi terbatas di bawah tanggung jawab dokter operator atau dokter spesialis anestesi yang mendelegasikan kewenangan.
65. Tindakan Perawatan adalah tindakan yang dilakukan oleh perawat/bidan profesional baik tindakan mandiri dan atau tugas limpah/ mandat/ kolaborasi dengan tim kesehatan lain untuk mencapai tujuan pemeliharaan, mempertahankan atau pengobatan Pasien.
66. Jasa Pelayanan Kesehatan adalah imbalan jasa yang diterima oleh pelaksana pelayanan atas jasa yang diberikan kepada Pasien atau pengguna RSUD Srengat dalam rangka observasi, diagnosis, pengobatan, konsultasi, Visite, rehabilitasi medik, pemeriksaan penunjang medik, pemeriksaan laboratorium kesehatan masyarakat dan/atau pelayanan lainnya.
67. Jasa Sarana adalah jasa yang diterima oleh RSUD Srengat atas pemakaian sarana, fasilitas, bahan alat, bahan habis pakai dasar, dan bahan lainnya yang dipergunakan langsung dalam rangka Pelayanan Kesehatan atau pelayan lainnya dan merupakan komponen tarif.
68. Bahan dan Alat Habis Pakai yang selanjutnya disingkat BAHP adalah bahan, Alkes, bahan kimia, Obat tertentu yang merni]iki sifat habis pakai yang digunakan secara langsung untuk Pelayanan Kesehatan dan pelayanan lainnya yang disediakan oleh RSUD Srengat sebagai komponen biaya operasional.
69. Tarif Akomodasi atau Tarif Sewa Kamar adalah penggunaan fasilitas ruang rawat inap meliputi linen, fasilitas kamar, peralatan med.is tertentu dan pelayanan dasar dalam rangka observasi, diagnosis dan terapi tidak termasuk makan/ diet disesuaikan dengan kelas perawatan di RSUD Srengat.
70. Biaya Makan adalah biaya makan bagi Pasien yang disediakan oleh RSUD Srengat.
71. Hari Rawat Inap adalah Iamanya penderita dirawat yang jumlahnya dihitung berdasarkan tanggal masuk dirawat mulai jam 00.00 (jam nol nol) hingga tanggal keluar RSUD Srengat atau meninggal.
72. Pelayanan Pasien Privat adalah pelayanan Pasien secara privat terdiri dari kelas II, kelas I, VIP B dan VIP A dengan fasilitas dan sarana khusus sesuai kebutuhan Pasien privat yang dirawat oleh tenaga medis spesialis yang dipilih oleh Pasien dan/ atau keluarganya.
73. Sistem Remunerasi adalah sistem pembagian Jasa Pelayanan Kesehatan sebagai insentif yang diterima oleh pelaksana pelayanan dan petugas lainnya langsung maupun tidak berlangsung berdasarkan kriteria/indeks behan kerja, indeks risiko, dan/indeks lainnya yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati.
74. Biaya Satuan yang selanjutnya disebut Unit Cost adalah metode perhitungan Jasa Sarana per unit layanan dengan metode tertentu meliputi biaya umum (fix cost) biaya pemeliharaan, biaya investasi/biaya modal maupun biaya variabel (variable cost).
75. Pelayanan Rekam Medik adalah pelayanan pengelolaan rekam medik Pasien meliputi: pemberian nomor identitas Pasien, pemberian koding penyakit, pengisian data demografi, pencarian kembali dokumen rekam medik Pasien kunjungan ulang, penghantaran dokumen rekam medik antar unit pelayanan dan penyimpanan.
76. Pelayanan Administrasi Rawat Inap adalah pelayanan administrasi yang meliputi Pelayanan Rekam Medik, surat keterangan rawat, surat keterangan kelahiran, pelayanan administrasi keuangan dan/ atau pelayanan pengkabaran selama Pasien rawat inap di RSUD Srengat.
77. Jaminan Kesehatan Nasional yang selanjutnya disingkat JKN adalah jaminan berupa perlindungan kesehatan agar peserta memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh Pemerintah.
78. Program Jaminan Kesehatan Kabupaten yang selanjutnya disebut Program Jamkeskab adalah program jaminan pembiayaan kesehatan yang diberikan Pemerintah Daerah bagi penduduk/warga tidak mampu yang tidak memiliki jaminan kesehatan lainnya.
79. Penerima Bantuan Iuran yang selanjutnya disingkat PBI adalah peserta jaminan kesehatan bagi fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya
ditanggung oleh pemerintah sebagai peserta program jaminan kesehatan.
80. Penerima Bantuan Kesehatan dengan Keadaan Tertentu adalah penerima bantuan kesehatan yang tidak ditanggung baik oleh Jamkeskab maupun PBI yang telah menjalani perawatan di RSUD Srengat meliputi gelandangan, orang terlantar, korban kekerasan dalam rumah tangga dan Lain-lain yang dibiayai oleh Pemerintah Daerah baik dengan anggaran pendapatan belanja daerah yang kriterianya telah ditetapkan dengan Keputusan Direktur.
BAB II
NAMA, OBJEK, SUBJEK DAN TEMPAT TARIF LAYANAN KESEHATAN
Pasal 2
Dengan nama Tarif Layanan Kesehatan dipungut biaya pelayanan sebagai pembayaran atas layanan di RSUD Srengat maupun di luar RSUD Srengat.
Pasal 3 Objek Tarif meliputi
a. pelayanan kesehatan;
b. pelayanan penelitian;
c. pelayanan administrasi manajemen; dan d. pelayanan pemanfaatan aset.
Pasal 4
Subjek Tarif adalah setiap orang pribadi atau badan hukum yang mendapatkan Pelayanan di RSUD Srengat.
Pasal 5
Tempat layanan kesehatan adalah tempat dilakukannya Pelayanan Kesehatan baik di RSUD Srengat maupun di luar RSUD Srengat.
BAB III
PELAYANAN KESEHATAN
Bagian Kesatu Jenis Pelayanan
Pasa16
( 1) Pelayanan Kesehatan sebagaimana climaksud dalam Pasal 3 huruf a meliputi semuajenis kegiatan pelayanan yang diselenggarakan oleh RSUD Srengat.
(2) Jenis kegiatan pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas:
a. Pelayanan Medis;
b. Pelayanan Keperawatan dan kebidanan; dan
c. Pelayanan Penunjang Klinik dan Pelayanan Penunjang Non Klinik.
(3) Jenis kegiatan pelayanan sebagairnana dimaksud pada ayat (1) dibedakan berdasarkan kelas perawatan sebagai berikut
a KelasVIP;
b. Kelas I;
C. Kelas II;
d Kelas ID; dan e. Non Kelas.
BagianKedua
Tempat Pelayanan Kesehatan
Pasal 7
( 1) Kegiatan Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat ( 1) yang dikenakan Tarif dikelompokkan berdasarkan jenis pelayanan pada masing-masing tempat pelayanan.
(2) Tempat pelayanan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) terdiri atas : a. Pelayanan Rawat Jalan;
b. Pelayanan Gawat Darn.rat;
c. Pelayanan Rawat Inap;
d. pelayanan bersalin;
e. pelayanan tindakan medik;
f. pelayanan penunjang medik;
g. bank darah rumah sakit;
h. pelayanan forensik;
1. ambulans;
j. pengelolaan limbah;
k. sterilisasi alat;
1. gas medik;
m. PHC;
n. Pelayanan Pasca-Rumah Sakit;
o. Pelayanan Home Care;
p. Pelayanan tindakan keperawatan; dan
q. Pelayanan Konsultasi langsung dan/ atau melalui sarana telemedicine.
(4) Tempat Pelayanan Rawat Jalan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf a meliputi poliklinik, kamar operasi, rawat rehabilitasi, dan kamar tindakan lainnya.
(5} Tempat Pelayanan Gawat Darura.t sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf b meru pakan Instalasi Gawat Darurat dengan jenis pelayanan yang digolongkan menurut tipe dan tingkat kegawatan kondisi pasien yakni a. Prioritas 1 (Red Zorie) - kasus berat / mengancam nyawa dan atau
anggota badan yang berakibat fatal kalau tidak ditangani saat itu juga;
b. Prioritas 2 (Yellow Zone)- kasus sedang / mengancam nyawa dan atau anggota badan yang berakibat fatal kalau tidak ditangani segera; dan c. Prioritas 3 (Green 7A:me) - kasus ringan / tidak mengancam nyawa dan
atau anggota badan.
(6) Tempat Pelayanan Rawat Inap sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf c meliputi Ruang Perawatan, kamar operasi, kamar bersalin, rawat intensif, dan rawat rehabilitasi.
(7) Tarif Pelayanan Gawat Darurat sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dalam bentuk biaya pemeriksaan dan tindakan paket keperawatan berlaku untuk I (satu) kali kunjungan berdasarkan tingkatan jenis pelayanan.
(8) Bagi Pasien yang dikonsultasikan kepada dokter lain ditambah jasa konsultasi.
(9) Bagi Pasien yang memerlukan tindakan medik di luar paket sesuai dengan kelompok dan penunjang medik lebih lanjut pada Pelayanan Gawat Darurat dibayar secara terpisah oleh penerima jasa.
( 10) Bagi Pasien dalam kondisi khusus yang perlu observasi, perawatan, diagnosa, pengobatan dan/ atau pelayanan lain yang dirawat lebih dari 6 (enam) jam, dikenakan tarif sesuai dengan hari rawat non kelas.
(11) Pelayanan Pasca Rumah Sa.kit dan Pelayanan Home Care sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf n dan huruf o merupakan pelayanan yang dilakukan di luar RSUD Srengat baik oleh petugas RSUD Srengat maupun petugas Kesehatan di luar RSUD Srengat.
Bagi.an Ketiga Pelayanan Medis
Pasa18
(1)
Pelayanan Medis sebagaimana dimaksud dalam Pasal6
ayat(2)
huruf a meliputi:a pemeriksaan dan Pelayanan Konsultasi;
h Visite dan Pelayanan Konsultasi;
c. Tindakan Medis Operatif;
d Tindakan Medis Non Operatif; dan e. persalinan.
(2) Pemeriksaan dan Pelayanan Konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a merupakan pelayanan yang dilakukan di rawat jalan dan rawat darurat dan di luar RSUD Srengat (lwme care/ telemedicine).
(3} Visite dan Pelayanan Konsultasi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf b merupakan Pelayanan Medis yang dilakukan di rawat inap dan home care.
(4) Tindakan Medis Operatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan tindakan pembedahan yang dilakukan di kamar operasi pada Pelayanan Rawat Jalan, rawat inap, dan rawat darurat, yang dibedakan atas:
a Tindakan Medis Operatif kecil;
b. Tindakan Medis Operatif sedang;
c. Tindakan Medis Operatif besar; dan d Tindakan Med.is Operatif khusus.
(5) Tindakan Medis Non Operatif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf d merupakan tindakan tanpa pembedahan yang dilakukan pada Pelayanan Rawat Jalan, rawat inap, dan rawat darurat, home care/
telemedicine yang dibedakan atas:
a. Tindakan Medis Non Operatif kelompok 1;
b. Tindakan Medis Non Operatifkelompok 2;
c. Tinrlakan Med.is Non Operatif kelompok 3;
d. Tindakan Medis Non Operatif kelompok 4;
e. Tindakan Med.is Non Operatif kelompok 6;
g. Tindakan Medis Non Operatif kelompok 7; dan h. Tindakan Medis Non Operatif kelompok 8.
(6) Persalinan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf e merupakan Pelayanan Medis yang dilakukan di rawat inap yang dibedakan atas:
a persalinan normal;
b. persalinan pervaginam dengan tindakan; dan c. pelayanan bayi baru lahir.
(7) Besa.ran Tarif dan penjabaran serta pengelompokan Tindakan Medis Operatif dan Tindakan Medis Non Operatif baru selain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Direktur sepanjang mendapat persetujuan Bupati.
Bagian Keempat
Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan Pasal 9
( 1) Pelayanan Keperawatan dan kebidanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf b merupakan pe1ayanan yang di1akukan oleh perawat dan bidan.
(2) Jenis Pelayanan Keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (l)meliputi:
a. Pelayanan Keperawatan gawatdarurat;
b. Pe1ayanan Keperawatan bedah;
c. Pelayanan Keperawatan penyakit dalatn;dan
d. Pelayanan Keperawatan anak.
(3) Jenis pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a.. pelayanan kesehatan ibu;
b. pelayanan kesehatan bayi barulahir;
c. pelayanan kesehatan reprcxluksi perempuan dan keluarga berencana; dan d. pe1ayanan kegawatdaruratan Obstetri-Gynecology.
(4} Pelayanan Keperawatan dilaksanakan oleh tenaga perawat.
(5) Pelayanan kebidanan dilaksanakan oleh tenaga bidan.
(6) Tindakan Pelayanan Keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
dan tindakan pelayanan kebidanan sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) meliputi tindakan mandiri, tindakan tugas limpah dan/ atau
tindakan kolaborasi sebagai tim kesehatan.
BagianKefuna
Pelayanan Penunjang Klinik dan Penunjang Non Klinik
Pasal 10
(1)
Pelayanan Penunjang Klinik dan Penunjang Non Klinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (2) huruf c merupakan pelayanan untuk menunjang Pelayanan Medis.(2)
Jenis Pelayanan Penunjang Klinik sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
meliputi:a. pelayanan Laboratorium Klinik;
b. pelayanan Radiologi;
C. pelayanan Rehabilitasi Medis;
d. pelayanan darah;
e. pelayanan hemodialisa;
f. Pelayanan Gizi;
g. Pelayanan CSSD;
h. Pelayanan Rekam Medis;
1. pelayanan akupunktur; dan J. pelayanan herbal.
(3)
Pelayanan Laboratorium K1inik sebagaimana climaksud pada ayat(2)
huruf a terdiri atas:a. pemeriksaan patologi klinik;
b. pemeriksaan patologi anatomi; dan c. pemeriksaan mikrobiologi klinik.
(4)
Pelayanan akupuntur dan pelayanan herbal sebagaimana dimaksud pada ayat(2)
huruf i dan huruf j ditetapkan dengan Peraturan Direktur.(5)
Jenis Pelayanan Penunjang Non K1inik sebagaimana climaksud pada ayat (1) meliputi:a. Pelayanan Kefarmasian;
b. pelayanan forensik dan Pemulasaran Jenazah;
c. pelayanan laundry;
d. pemeliharaan sarana prasarana dan Alkes;
e. instalasi pengolahan air limbah; dan
f. pengelolaan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3).
(6)
Pelayanan Kefarmasian sebagaimana dimaksud pada ayat(5)
huruf a terdiri atas:a. pelayanan farmasi klinis; dan b. pelayanan farmasi non klinis.
(7) Pelayanan forensik dan Pemulasaraan Jenazah sebagaimana dimaksud pada ayat (3) huruf
c
terdiri atas:a. Perawatan Jenazah dan penyimpanan jenazah; dan b. bedah mayat.
Pasal 11
(1)
Pemeriksaan dan/atau tindakan medik pada Pasien rawat jalan dan rawat darurat yang memerlukan obsetvasi, konsultasi, layanan laboratorium klinik, radiodiagnostik, diagnostik elektromedik, dan/atau rehabilitasi medik dikenakan Tarif sesuai jenis Pelayanan Kesehatan yang diterimanya dengan bukti pembayaran yang dikeluarkan pada hari yang sama.(2) Pemeriksaan dan/atau tindakan medik sebagaimana dimaksud pada ayat
( 1)
dilakukan oleh dokter spesialis.(3}
Dalam keadaan tertentu, _pemeriksaan dan/ atau tindakan medik sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dilimpahkan kepada dok:ter umum.(4)
Pelimpahan sebagaimana dimaksud pada ayat(3)
menjadi tanggung jawab dok:ter spesialis yang melimpahkan.(5) Pengenaan Tarif sebagaimana dimaksnd pad.a ayat ( 1) dibedakan atas pelayanan kegawatdaruratan dan pelayanan non kegawatdaruratan dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan, kompleksitas kondisi Pasien, variabilitas risiko pada Pasien, penyediaan peralatan emergensi, dan tenaga kesehatan serta layanan penyelamatan jiwa Pasien.
(6) Observasi Pasien di IGD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 6 (enam) jam.
(7) Dalam hal observasi Pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dilakukan lebih dari 6 (enam) jam maka observasi dilanjutkan di ROI, ruang rawat inap, atau dirujuk.
(8) Setiap Pasien baru dikenakan Tarif pelayanan administrasi rekam medik dan kartu Pasien yang berlaku seumur hidup/ single numbering identity.
Pasal 12
(1) Setiap Pasien yang memerlukan rawat inap dikenakan biaya akomodasi sesuai kelas perawatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7 ayat (2).
(2) Klasifikasi kelas perawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tidak membedakan mutu pelayanan.
(3) Dalam hal terjadi pembedaan sarana yang lebih bersifat khusus berdasarkan permintaan dan/ atau kebutuhan Pasien, dik:enakan besaran Tarif yang berbeda.
(4)
Biaya akomodasi dihitung harian tidak termasuk Biaya Makan Pasien.(5) Pasien rawat inap yang dirawat kurang dari 24 (dua puluh empat) jam karena berbagai sebab, dikenakan biaya akomodasi 1 (satu) hari sesuai kelasnya.
(6)
Bayi yang dirawat gabung dengan ibunya dikenakan Tarif sesuai kelas yang ditempati ibunya.(7)
Bayi dengan kelainan atau sakit yang dirawat tersendiri dikenakan Tarif sesuai dengan kelas perawatan yang ditempati.(8)
Tarif Visite Pasien rawat inap berlaku ketentuan sebagai berikut:a
besaran Tarif Visite dibedakan sesuai dokter yang merawat; danb.
dalam hal Pasien dirawat lebih dari 1 (satu) dokter, maka Visitedokter yang merawat sesuai kunjungan masing-masing.
Pasal 13
(1)
Pasien yang dijamin Program Jamkeskab yang membutuhkan rawat inap ditempatkan di kelas III.(2} Dalarn hal tempat tidur pada ruang rawat inap kelas III penuh, Pasien sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
untuk sementara ditempatkan di kelas lain yang dapat menampung sampai dengan tersedianya tempat tidur pada ruang rawat inap kelas ID.(3)
Pasien tahanan Kepolisian atau Kejaksaaan yang menjalani rawat inap ditempatkan di kelas III.(4) Keamanan dan pembiayaan Pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dijamin oleh pihak Kepolisian atau Kejaksaan.
(5)
Setiap Pasien rawat inap dikenakan biaya Pelayanan Administrasi Rawat Inap dan dipungut 1 (satu) kali selama dirawat.(6) Pasien terlantar, gelandangan, dan pengemis ditempatkan di kelas ill.
(7)
Pasien sebagaimana dimaksud pada ayat(6)
ditanggung oleh negara melalui BPJS Kesehatan atau dijamin oleh Program Jamkeskab atas rekomendasi perangkat daerah yang membidangi urusan sosial.Pasal 14
( 1) Pelayanan Medis terdiri dari Pelayanan Medis urn um, Pelayanan Medis spesialis, dan Pelayanan Medis sub spesialis.
(2) Pelayanan medis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi tindakan/ kegiatan Visite, konsultasi medis, konsultasi psikiatri, konsultasi psikologi, tindakan medis operatif, tindakan medis non operatif, tindakan medis psikiatrik, rehabilitasi medis, dan/ atau penunjang klinik.
(3) Tarif pelayanan dikenakan berdasarkan kriteria pelayanan, kompleksitas, risiko, profesionalitas, penggunaan alat kedokteran canggih, dan/ atau tindakan medis operatif maupun non operatif.
(4) Tindakan med.is pelayanan operasi di RSUD Srengat diklasifikasikan menjadi tindakan medis operasi elektif (terencana) dan tindakan medis operasi cito yang meliputi tindakan medis operasi kecil, sedang, besar, dankhusus.
(5} Tindakan med.is pelayanan operasi di RSUD Srengat selain sebagaimana dimaksud pada ayat (4) merupakan ODCS.
(6) Pelayanan Medis Gigi dan Mulut meliputi pemeriksaan, konsultasi, dan tindakan med.is gigi dan mulut oleh dokter gigi dan dokter gigi spesialis.
(7) Setiap Pelayanan Medis Gigi dan Mulut dikenakan Tarif sesuai jenis pelayanannya.
(8} Tindakan med.is yang membutuhkan Alkes habis pakai di luar komponen Tarif dikenakan Tarif tersendiri sesuai dengan jenis dan jumlah Alkes habis pakai yang dibutuhkan.
Pasal 15
( 1) Pelayanan pertolongan persalinan diklasifikasikan berdasarkan persalinan normal dan persalinan dengan penyulit disertai tindakan medik serta kategori tenaga kesehatan yang menolong (bidan, dokter, dokter spesialis}.
(2) Tarif pelayanan persalinan tidak termasuk akomodasi rawat bersalin, tindakan keperawatan, maupun pemeriksaan penunjang klinik dan penunjang nonklinik yang diperhitungkan tersendiri sesuai jenis pelayanan yang diterima.
(3) Besaran Tarif pelayanan persalinan yang dijamin oleh Pemerintah melalui Program Jaminan Persa1inan sesuai besaran Tarif yang berlaku dalam program tersebut.
(4) Pasien ibu hamil dengan kelainan atau penyulit yang membutuhkan
observasi sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi,
dikenakan Tarif pelayanan sesuai pelayanan yang diterima.
(5) Perawatan bayi baru lahir dengan kelainan atau penyakit tertentu dirawat tersendiri dan dipungut Tarif penuh sesuai dengan jenis pelayanan yang diterimanya.
(6) Pelayanan tindakan medik keluarga berencana tidak termasuk bahan atau alat kontrasepsi yang diperhitungkan tersendiri sesuai jenis Keluarga Berencananya.
(7) Dalam hal bahan atau alat kontrasepsi sebagaimana dimaksud pada ayat (6) dijamin oleh Pemerintah atau Pemerintah Daerah, maka hanya dikenakan Tarif pelayanan keluarga berencana.
(8) Besaran Tarif pelayanan keluarga berencana diklasifikasikan atas pelayanan keluarga berencana dengan penyulit dan pelayanan keluarga berencana tanpa penyulit.
(9) Tindakan medik yang merupakan 1 (satu} rangkaian pelayanan yang tidak dapat dipisahkan, tidak dapat dikenakan Tarif secara terpisah.
Pasal 16
Pelayanan Laboratorium Klinik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 10 ayat (2) huruf a meliputi pemeriksaan:
a · hematologi;
b. kimia klinik;
c. imunoserologi;
d. parisotologi; dan e. mikrobiologi klinik.
Pasal 17
(1) Pelayanan VeR di RSUD Srengat diberikan bagi korban hidup dan meninggal.
{2} Pelayanan
medico legal,meliputi:
a. pelayanan keterangan kematian dengan pemeriksaan luar dan dalam jenazah;
b. pelayanan klaim asuransi;
c. pelayanan resume medis;
d. pelayanan salinan dokumen rekam medis; dan
e. pelayanan surat keterangan sehat untuk berbagai keperluan.
Pasal 18 (1) Pelayanan Pengujian Kesehatan meliputi:
a. pemeriksaan kesehatan calon tenaga kerja;
b. pemeriksaan kesehatan untuk asuransi;
c. pemeriksaan kesehatan untuk keperluan sekolah; dan d. pemeriksaan kesehatan untuk keperluan lainnya.
(2) Setiap pelayanan Pengujian Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat
( 1)
dipungutTarif,
tidak termasukTarif
pemeriksaan penunjang klinik yang diperhitungkan tersendiri sesuai jenis pemeriksaan lain yang dibutuhkan.(3) Pengujian Kesehatan untuk calon tenaga kerja dilaksanakan sesuai standar kebutuhan jenis pekerjaannya serta pemeriksaan penunjang diagnostik yang dibutuhkan.
Pasal 19
(1) Pelayanan terapi oksigen meliputi pemakaian oksigen menggunakan
nasal canule
atau masker yang dihitung tersendiri per jam pemakaian.(2) Pelayanan pemakaian
nebulizer
untuk melancarkan jalan nafas, dihitung setiap kali pemakaian tidak termasuk obat-obatan yang dibutuhkan sesuai indikasi medis.Pasa.120
(1) Pelayanan farmasi di RSUD Srengat meliputi :
a. pengelolaan sediaan farmasi, Alkes dan bahan medis habis pakai; dan b. pelayanan farmasi klinik.
(2) Pelayanan
gizi
meliputi:a. menyelenggarakan asuhan gizi berstandar di rawat inap dan rawat jalan;
b. menyelenggarakan makanan dan minuman sesuai standar kebutuhan
gizi
Pasien; danc. menyelenggarakan penyuluhan dan konseling
gizi.
Pasal 21
(1) Pelayanan radiologi di RSUD Srengat merupakan pelayanan radiologi yang menggunakan radiasi pengion dan non pengion.
(2) Jenis pelayanan radiologi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi:
a Radio diagnostik (x-ray) ; h Imaging diagnostik (USG); d.an
c.
CTScan.Pasal 22
Pelayanan transportasi di RSUD Srengat meliputi:
a Pelayanan Transportasi Pasien dengan mobil ambulans disertai Petugas Kesehatan; dan
b. Pelayanan Transportasi Jenazah dengan mobil pengangkut jenazah.
Pasal 23
(1)
Pelayanan Rekam Medik meliputi Pelayanan Rekam Medik rawat jalan, rekam medik rawat darurat, dan rekam medik rawat inap yang berlaku ketentuan 1 (satu) Pasien 1 (satu) nomor rekam medik (single numbering identity), dan dikenakan biaya administrasi.(2)
Pelayanan Administrasi Rawat Inap sudah termasuk Pelayanan Rekam Medik, surat keterangan medik, administrasi keuangan ( billing) dikenakan Tarif sekali sela:ma dirawat.Pasal 24
(1) Pelayanan Kesehatan penjaminan pihak ketiga berbentuk Badan, harus diatur dalam perjanjian kerja sama yang mengatur hak dan kewajiban para pihak.
(2) Pasien penjaminan meliputi:
a pelayanan Pasien Program BPJS PBI, dan Jamkeskab;
h pelayanan Pasien Program BPJS Non PBI;
c. pelayanan Pasien Asuransi Swasta;
d pelayanan Pasien BPJS Ketenagakerjaan;
e. pelayanan Pasien JASA RAHARJA; dan
f pelayanan Pasien perusahaan perseroan lainnya.
(3) Pelayanan Rawat Inap bagi Pasien Program BPJS PBI dan/ atau Jamkeskab ditempatkan di Kelas III.
(4) Dalam hal kapasitas tempat tidur pada ruang rawat inap Kelas III penuh, maka Pasien Program BPJS PBI dan/ atau Jamkeskab ditempatkan sementara di kelas yang lebih tinggi sampai dengan tempat tidur kelas III tersedia.
(5) Pasien penjaminan di luar Program BPJS, PBI dan/atau Jamkeskab yang menghendaki kenaikan kelas pelayanan di luar perjanjian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), maka Pasien yang bersangkutan wajib membayar selisih Tarif (
cost sharing)yang sudah ditetapkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
BAB IV
PELAY ANAN PENELITIAN
Pasal 25
(1) Pelayanan penelitian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b meliputi:
a. penelitian/ observasi/ pengambilan kasus;
b. peminjaman berkas rekam medik;
c.
ethical clearance;dan
d. pemanfaatan hasil kajian/ analisa data/ produk kebijakan.
(2) penelitian/observasi/pengambilan kasus sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a diberlakukan untuk perorang perkasus.
(3) peminjaman berkas rekam medik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b di berlakukan per-berkas.
(4)
ethical clearancesebagaimana dirnaksud pada ayat (1) huruf c diberlakukan per-penelitian.
( 5) Pemanfaatan hasil kajian/ analisa data/ produk kebijakan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf d diberlakukan per-periode.
BAB V
PELAYANAN ADMINISTRASI MANAJEMEN
Pasal 26
(1) Pelayanan administrasi manajemen sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf c meliputi:
a.
buku catatan medis Pasien;
b.
VeR;C.
surat keterangan asuransi;
d. legalisasi surat;
e. pemanfaatan aset;
f. konsultasi manajemen;
g. kartu Pasien; dan
h.pelayanan fotokopi.
(2) buku catatan medis Pasien sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf a merupakan resume medis Pasien yang dapat diperoleh dari instalasi rekam medis.
(3) VeR sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b digunakan untuk memenuhi permintaan pihak berwajib/ berwenang untuk penyelesaian hukum dari instalasi Pemulasaraan Jenaza.h.
(4) Surat keterangan asuransi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c merupakan administrasi dalam rangka memenuhi permintaan asuransi terkait dari instalasi rekam medis.
(5) Legalisasi surat, pemanfaatan aset, konsultasi manaJemen, dan pelayanan fotokopi sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf c, huruf d, huruf e, huruf f, dan huruf h merupakan pelayanan administrasi manajemen yang dapat dipenuhi bagian umum.
(6) Kartu Pasien sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf g merupakan kartu hak berobat pasien yang berlaku seumur hidup yang menjadi tanggung jawab rekam medis.
BAB VI
PELAYANAN PEMANFAATAN ASET Pasal 27
(1) Pelayanan pemanfaatan aset sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d meliputi:
a. sewa gedung;
b. sewa tanah;
c. sewa sarana - prasarana; dan d. sewa lahan parkir.
(2} Pelayanan pemanfaatan aset sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi pendapatan BLUD RSUD Srengat.
BAB VII
PENGHITUNGAN TINGKAT PENGGUNAAN JASA Pasal28
(1) Tingkat pengenaan jasa dihitung berdasarkan frekuensi, sifat, tempat, dan
jenis pelayanan serta kelas perawatan.
(2) Penghitungan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan metode activity based dalam rangka mengetahui Unit
Cost
dari setiap layanan yang digunakan, dimana metode ini merupakan suatu cara yang dapat dilakukan untuk dapat menghitung suatu biaya yang akurat.BAB VIII
PRINSIP DAN SASARAN DALAM PENETAPAN
STRUKTUR DAN BESARAN TARIF LAYANAN KESEHATAN
Pasal 29
(1) Prinsip dan sasaran dalam penetapan struktur dan besaran pemungutan
Tarif
Layanan Kesehatan dimak�udkan untuk menutup biaya penyelenggaraan pelayanan dengan mempertimbangkan unit cost, daya beli masyarakat dan praktek bisnis yang sehat.(2) Komponen Tarif yang berlaku untuk semua jenis pelayanan meliputi jasa sarana dan jasa pelayanan sesuai dengan kebutuhan masing - masing jenis pelayanan.
BAB IX
STRUKTUR DAN BESARAN TARIF LAYANAN KESEHATAN
Pasal
30
(1)
Struktur dan besaranTarif
sebagaimana tercantum dalam Lampiran Peraturan Bupati ini.(2) Rincian penetapan jasa sarana yang merupakan komponen Tarif ditetapkan dengan Peraturan Direktur dengan mempertimbangkan tingkat kesulitan tindakan dan kecanggihan alat.
(3) Besarnya Jasa Pelayanan Kesehatan yang dibayarkan kepada pegawai RSUD Srengat paling banyak 40% (empat puluh persen) dari pendapatan
fungsional RSUD Srengat.
(4) Besaran pembagian Jasa Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) untuk tiap - tiap jenis pelayanan ditetapkan dengan Peraturan Direktur.
(5) Tarif bagi peserta asuransi atau perusahaan atau badan hukum atau pihak Penjamin lainnya ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan diatur dengan suatu perikatan kerja sama
antara pihak RSUD Srengat dan pihak Penjamin.
Pasal 31
( 1) Besaran Tarif RSUD Srengat dilakukan pemnJauan dengan memperhatikan:
a indeks harga dan perkembangan perekonomian; dan
h penambahan Jen1s Pelayahan Kesehatan yang mampu diselenggarakan RSUD Srengat.
(2) Penambahan jenis Pelayanan Kesehatan sebagaimana dimaksud pada ayat ( 1) huruf b disesuaikan dengan mempertimbangkan:
a. ketersediaan tenaga kesehatan terutama tenaga medis spesialis, tenaga keperawatan dan tenaga kesehatan lainnya;
b. kewenangan dan kompetensi untuk melaksanakan Pelayanan Kesehatan sesuai peraturan perundangan-undangan;
c. kelengkapan sarana, fasilitas dan peralatan medik sesuai standar yang ditetapkan dan kemampuan pembiayaan daerah; dan
d. adanya permintaan ( need-demand) masyarakat untuk mendekatkan (akses) Pelayanan Kesehatan yang bermutu dengan tarif yang terjangkau ( ability to pay, willingness to pay).
(3)
Besaran tarif hasil peninjauan sebagaimana dimaksud pada ayat(2)
ditetapkan dengan Peraturan Bupati.BABX
TATA CARA PEMBAYARAN
Pasa.132
( 1)
Pembayaran dilakukan langsung oleh Pasien atau keluarga Pasien di tempat pembayaran yang telah disediakan.(2} Bagi Wajib Bayar Tarif Layanan yang t.idak dapat memenuhi kewajibannya tepat pada waktunya, dilakukan musyawarah untuk memperoleh kesepakatan cara pembayaran.
(3) Terhadap wanprestasi / gagal bayar hasil musyawarah yang dilakukan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) diberlakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
( 4} Pembayaran bagi peserta asuransi atau perusahaan atau badan hukum atau Penjamin lainnya dilaksanakan sebagaimana diatur da)am perikatan kerja sama antara kedua belah pihak.
BABXI
TATA CARA PENAGIHAN
Pasal 33
( 1)
Surat teguran atau surat peringatan atau surat lain sejenis sebagai awal tindakan pelaksanaan penagihan Tarif Layanan dikeluarkan 7 (tujuh) hari sejak saat jatuh tempo pembayaran.(2)
Dalam jangka waktu7
{tujuh) hari setelah tanggal surat teguran atau surat lain yang sejenis disampaikan Wajib Bayar Tarif Layanan harus melunasi Tarif layanan yang terutang.(3) Apabila setelah melalui 3 (tiga) tahap penagihan hutang pembayaran tidak dapat dilunasi, akan dilakukan mekanisme penagihan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
(4) Surat teguran, surat peringatan atau surat lain yang sejenis sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
ditandatangani oleh Direktur.BAB XII
SAAT TARIF LAYANAN TERUTANG
Pasal 34
Dalam hal Wajib Bayar Tarif Layanan yang tidak memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 ayat (2) maka Tarif yang dibebankan menjadi Tarif layanan terutang.
BAB XIII
PENGURANGAN, KERINGANAN DAN PEMBEBASAN TARIF LAYANAN
Pasal 35
(1) Bupati melalui Direktur dapat memberikan pengurangan, keringanan dan pembebasan Tarif terhadap Pasien tidak mampu dan Pasien lainnya.
(2) Pemberian pengurangan atau keringanan Tarif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memperhatikan kemampuan Wajib Bayar untuk mengangsur.
(3) Pemberian pengurangan, keringanan atau pembebasan Tarif bagi masyarakat tidak mampu dibuktikan dengan Surat Tidak Mampu dari Kepala Desa/Lurah domisili Pasien yang bersangkutan sesuai peraturan perundang-undangan.
(4) Ketentuan mengenai pemberian pengurangan, keringanan, dan pembebasan tarif layanan kesehatan terhadap Pasien tidak mampu dan Pasien lainnya sebagaimana dimaksud pada ayat
(1)
diatur lebih lanjut dalam Keputusan Direktur.BAB XIV
PENGELOLAAN PENERIMAAN RUMAH
SAKITPasal 36
(1)
Penerimaan fungsional RSUD Srengat terdiri dari jasa sarana dan jasa layanan.(2) Penerimaan fungsional seluruhnya digunakan langsung oleh RSUD Srengat.
(3} Tata cara pengelolaan seluruh penerimaan rumah sakit yang terdiri atas pemungutan, pembukuan, penyaluran dan penggunaan dana serta pelaporan dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
BABXV
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN
Pasal 37
Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dilaksanakan oleh Bupati atau pejabat yang ditunjuk.
Pasal 38
Dalam rangka penertiban, pengawasan dan pengendalian terhadap pelayanan kesehatan dibentuk Dewan Pengawas dan Tim Pembina yang ditunjuk oleh Bupati.
BAB XVI
KETENTUAN PENUTUP Pasal39
Peraturan Bupati ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Bupati ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kabupaten Blitar.
Ditetapkan di Blitar
Diundangkan di Blitar
pada tanggal 30 .Agu.stus 2021
SEKRETARIS DAERAH KABUPATEN BLITAR,
IZULMAROM
BERITA DAERAH KABUPATEN BLITAR TAHUN 2021 NOMOR .. 43/.Jii pada tanggal
ttd