1. Membiarkan dasar lembah yang dibentuk oleh struktur geologi tetap terbuka sepeti keadaan semula mempertahankan sebagai daerah resapan

Download (0)

Full text
(1)

Metode Pengelolaan Lokasi Periode Pelaksana Pengawas Penerima Laporan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

- Untuk menghindari perubahan bentang alam.

1. Membiarkan dasar lembah yang dibentuk oleh struktur geologi tetap terbuka sepeti keadaan semula mempertahankan sebagai daerah resapan

-Untuk meminimalisasikan penurunan produktivitas aquifer

2. Menanam bagian lahan yang terbuka dengan tumbuhan penutup agar aliran permukaan diperkecil dan memperbesar resapan air.

- untuk meminimalisasikan penurunan muka air tanah

3. Pembuatan kolam tandon air hujan. Disamping itu kolam tersebut dapat difungsikan ganda dengan ditebari jenis ikan yang menyukai makan jentik nyamuk

4. Pengelolaan secara baik terhadap limbah, pengolahan kelapa sawit

Menampung limpasan permukaan pada suatu daerah dan mengealirkannya ke tempat lain.

- Kecepatan air sedemikian rupa sehingga tidak terjadi pengendapan dan merusak saluran.

1. Melakukan pengumpulan serasah dari hasil dan menghindarinya masuk ke badan air sungai yang berada di hilir lokasi dengan cara menimbunya.

2. Penataan sistem drainase (Penirisan) : saluran air diluar atau didalam.

3. Mengatur pengeluaran air ke badan sungai dengan mengacu kapasitas sungai.

1. Melaksanakan syarat-syarat pengunaan lahan, kehutanan sebagaimana tertuang pada izin penggunaan laha hutan.

2. melakukan penebangan vegetasi / tumbuhan secara terbatas yaitu hanya pada lokasi pembangunan kebun kelapa sawit

1. Melakukan pembukaan lahan secara terbatas yaitu pad lokasi penanaman kelapa sawit.

2. Tidak melakukan perburuan satwa liar dan atau menganjurkan kepada pelaksana pekerja konstruksi pembangunan prasarana infrastruktur dilokasi untuk tidak melakukan perburuan satwa liar di kawasan hutan yang dibuka terutama jenis-jenis

RINGKASAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL)

KEGIATAN KEBUN KELAPA SAWIT DAN PABRIK PENGOLAHAN KELAPA SAWIT PT. FAJAR BAIZURY & BROTHERS

Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

Setelah kegiatan selesai dilakukan pada masing- masing Blok dengna periode pengelolaan.

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor Pelaksana

Dinas sumber daya Air Kabupaten Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

Di lokasi area perkebunan Kelapa sawit PT. Fajar Baizury

& Brothers

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor Pelaksana

Pemerintahan Kab. Nagan raya C/q Dinas Kehutanan Kab. Nagan Raya. Dan BKSDA

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

Kegiatan kebun kelapa sawit

Pengelolaan dilakukan pada saat pembersihan kebun kelapa sawit

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor Pembangunan

Pemerintahan Kab. Nagan raya C/q Dinas Kehutanan Kab. Nagan Raya.

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

5

Berkurangnya jumlah habitat dan satwa liar

Kegiatan pembukaan dan pematangan lahan yang akan dilakukan dilakukan pada lokasi rencana yang menimbulkan habitat satwa liar baik yang dilindungi maupun tidak dilindungi.

Keberadaan jenis-jenis satwa liar dilindungi

Di lokasi area pengelolaan kawasan kebun PT. Fajar Baizury & Brothers Menghindari intensitas hilangnya

habitat satwa liar terutama yang dilindungi yang terdapat di sekitar lokasi

Kelimpahan dan keanekaragaman vegetasi

terkait dengan dampak hilangya jenis tanaman dari lokasi tapak pembangunan, yaiuti

1. Menghindari penebangan.

2. Melestarikan jenis vegetasi dilindungi 4

Hilangnya individu-individu jebis vegetasi hutan

Pengelolaan dilakukan pada tahap pengoperasian n kebun kelapa sawit 3 Penuruanan

Kualitas Air sungai

Sumber dampak aktifitas kebun kelapa sawit

Baku Mutu Kualitas air sungai yang digunakan :

- TDS = 1.500 Mg/l - PH = 5-9 - Fe = 5 mg/l - SO2 = 400 mg/l - BOD = 6 mg/l - COS = 10 mg/l - minyak lemak = 0

Di lokasi area perkebunan Kelapa sawit PT. Fajar Baizury

& Brothers

Tahap operasi dengan periode pengolahan setiap 3 bulan sekali

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor Pelaksana mengedalikan / mengurangi laju aliran

air permukaan (Run-off) dari lokasi kebun kelapa sawit yang sedang dibersihkan tidak menimbulkan dampak

Untuk meminimalisasi penuruna kualitas air sungai yang disebabkan aktivitas kebun kelapa sawit yang diduga akan menimbulkan dampak penurunan kualitas air sungai pada badan air sungai di hilir areal dengan cara mengelola pada sumber dampaknya.

2 peningkatan Debit air permukaan

Kegiatan pembersihan kebun kelapa sawit yang ditutupi oleh tanaman penutup

Debit air sungai penerima badan limpasan aliran permukaan

Perkebunan kelapa sawit PT.

Fajar Baizury & Brothers

Institusi Pengelolaan Lingkungan

1 Perubahan bentang alam

Menimbulkan perubahan bentang alam dari hutan rawa jadi areal kebun kelapa sawit

terjadinya perubahan bentang alam

Pada tahap operasi pada saat pengangkutan hasil dengan periode setiap 3 Bulan

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor Pelaksana

Dinas Perkebunan Kab. Nagan Raya

No Dampak

Penting

Sumber Dampak

Penting Tolak Ukur Tujuan Pengelolaan Lingkungan

Rencana Pengelolaan Lingkungan

Bupati Kab. Nagan raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan kebersihan kabupaten Nagan Raya Di lokasi area perkebunan

Kelapa sawit PT. Fajar Baizury

& Brothers

(2)

1. Perbaikan secara berkala terhadap peralatan tranportasi bergerak secara optimal dengan pengeluaran emisi debu dan gas buang sesuai dengan standar kelayakan peralatan.

2. Pada lokasi yang dekat dengan pemukiman dan atau jalan umum.

3 Penyiraman secara berkala pada lokasi jalan yang dilalui kendaraan perkebunan, terutama musim kemarau.

1. Penataan sistem drainase didalam kawasan dengan cara memisahkan drainase air hujan dan drainase air kotor yang berasal dari fasilitas/utilitas karyawan dan saluran air limbah dari proses pengolahan buah kelapa sawit

2. Melakukan pengolahan air limbah dari proses produksi dan utilitas karyawan pada sarana pengelolaan air limbah

3. Melakukan pengumpulan oli dan minyak pelumas bekas aktivitas pabrik untuk mengumpulkan minyak pelumas dan oli bekas hal ini mengacu pada Kep.Bapedal No. 255/BAPEDAL/08/1996 tentang tata cara dan persyaratan penyimpanan dan pengumpulan oli bekas.

1. Pemberian insentif dan gaji kepada tenaga kerja lokal sesuai UMP dan tidak membedakannya dengan tenaga kerja diluar daerah pada posisi yang sama.

2. Menggalakkan pemanfaatan sumber daya lokal dengan meningkatkansektor pertanian , peternakan dan perkebunan yang terserap dipasaran lokal untuk pemenuhan kebutuhan karayawan . Menyediakan prasarana dan sarana perekonomian seperti pasar, dan sebagainya.

3.menyediakan modal usaha yang memadai untuk mendukung aktivitas usaha di sektor informal selain sebagai pekerja pada kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit. Lebih memprofesionalkan organisasi perekonomian khususnya di gampong sekitar.

Meminimalisasi intensitas pencemaran udara terutama dengan parameter debu pada sumbernya yaitu kegiatan pengangkutan buah kelapa sawit.

Di lokasi pengelolaan dampak penurunan kualitas air sungai yaitu dilokasi PT. Fajar Baizury

& Brothers

Meningkatkan dampak positif kegiatan pengoperasian terutam bagi

perekonomian masyarakat

Pada waktu

pengangkutan buah kelapa sawit terutama pada musim kemarau

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

Dijalan yang melewati pemukiman penduduk.

7 Dampak penuruan kualitas air sungai

Sumber dampak yaitu limbah Domestik dan air limbah domestik dan air Limbah pengelolan buah kelapa sawit serta limbah kegiatan perbengkelan

Baku mutu kualitas air sungai dengan baku mutu kualitas air sungai yang digunakan.

- TDS = 1.500 mg/l - PH = 5 - 9 - Fe = 5 mg/l - SO4 = 400 mg/l - BOD = 6 mg/l - COD = 10 mg/l - Minyak lemak = 0

Untuk meminimalisasi beban cemaran yang diterima badan air sungai yang berasal dari limbah penimbunan dan pengolahan buah sawit limbah cair aktivitas perbengkelan serta Limbah Domestik Karyawan.

6 Penurunan kualitas udara

kegiatan pengangkutan buah kelapa sawit

Baku mutu kualitas udara ambien dengan parameter utama SO2, NO2, dan Debu (Partikulat) sesuai dengan PP No 41 Tahun 1999

PT. Fajar Baizury

& Brothers c/q Kontrkator Operasional

Bapeda Biro Perekonomian Kabupaten Nagan Raya 8

Peningkatan Perekonomian daerah

Operasional perusahaan berdampak langsung pada peningkatan jumlah penduduk dan multifier efek bangkitkan kegiatan transaksi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja operasional kegiatan kebun dan pabrik program community development

Adanya pertumbuhan ekonomi dan bangkitnya aktifitas perekonomian masyarakat munculnya warung, toko, jasa transportasi, jasa penyewaan rumah kontrakan, dll di gampong wilayah studi.

1. Tingkat peningkatan pendapatan masyarakat.

2. Mengoptimalisasikan sumber

daya manusia manusia

setempat.

3. Meningkatkan perekonomian lokal melalui inovasi baru

Gampong dalam wilayah kecamatan Tadu Raya dan kecamatan Kuala Pesisir

Dilakukan sebelum tahap operasional dan selama tahap Operasional

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor operasional

Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

PT. Fajar Baizury

& Brothers dan Kontraktor Pelaksana

Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

Pengelolaan ilakukan pada tahap operasi site stockpile dengan periode pemeliharaan setiap 3 Bulan sekali.

(3)

4. pembinaan masyarakat setempat melalui program pelatihan yang melibatkan kantor pemerintahan dan Dinas tenaga kerja untuk mengantisipasi pertumbuhan kegiatan perekonomian di gampong. Mendorong dan meningkatkan aktivitas, kreativitas, prestasi dan partisipasi masyarakat melalui wirausahawan penjaringan informasidengan sistem "Jemput bola"

guna mendapat feed back Positif dari masyarakat.

1) Mencegah terjadinya penurunan kualitas udara dan penurunan kualitas air sungai yang menyebar kegiatan lingkungan pemukiman penduduk dengan cara mengelola limbah debu dan gas serta limbah cair pada sumber dampaknya.

2) Membantu masyarakat yg menderita penyakit saluran pernafasan bagian atas, penyakit perut dan penyakit lain yang diduga sakit karena adanya pencemaran lingkungan oleh kegiatan pengolahan dan pengkebun dan afdeling kebun di poliklinik sekitar PT Fajar Baizury & Brothers atau rumah sakit rujukan.

3) mengoperasikan Klinik perusahaan yang dapat juga dimanfaatkan oleh masyarakat setempat shg dpt menanggulangi kekurangan fasilitas kesehatan yg memadai di wilayah studi.

4) Bersama aparat terkait (Dinkes) setempat melakukan penyuluhan kesehatan masyarakat terutama masyarakat desa di wilayah dampak kegiatan perkebunan dan pabrik pengolahan buah kelapa sawit. bersama dengan masyarakat menyelenggarakan kegiatan sanitasi lingkungan untuk menghindari penyakit yang disebabkan karena lingkungan yang kurang baik atau adanya vektor penyakit menular seperti penyakit malaria, demam berdarah, penyakit kulit, penyakit disentri dll.

untuk menekan dapak negatif meningkatnya beban lau lintas darat perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1) Secara periodik pihak perusahaan melakukan perbaikan seluruh badan jalan yang dilewati Dump Truck kebun dan afdeling kebun; seperti meningkatkan kapasitas lapisan perkerasan;

menambal lubang jalan,

2) memperbaiki gorong-gorong yang rusak diseduaikan dengan berat tonase truk, serta meningkatkan kontruksi jembatan agar mampu menahan beban truk.

Lokasi pengelolaan dampak meningkatnya beban lau lintas adalah sepanjang jalan kebun dan afdeling hingga lokasi pabrik.

Pengeloaan dampak selama tahap operasi,

dengan ketentuan bahwa pada akhir tahun

seluruh badan jalan angkut harus dlm kondisi

baik.

PT. Fajar Baizury

& Brothers c/q Divisi Produksi energi dan atau Divisi lain yg diberi wewenang

Dinas Perhubungan Darat Kab.

Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

9

meningkatnya beban transportasi dampaklangsung kegiatan kebun dan pabrik dengan menggunakan dump truck 20 ton atau 30 ton

Meningkatnya beban transportasi sehingga menimbulkan kemacetan dan kecalakaan lalu lintas di lokasi Crossing dengan Jalan raya

Tolak ukur yang digunakan untuk mengukur komponen lingkungan yang terkena dampak adalah tingkat kelancaran lalu lintas

Tujuan rencana pengelolaan dampak adalah menjamin agar lalu lintas dari lokasi perkebunan menuju pabrik pengolahan kelapa sawit tidak mengganggu kepentingan lalu lintas domestik.

Meningkatkan dampak positif kegiatan pengoperasian terutam bagi

perekonomian masyarakat

tujuan rencana pengelolaan lingkungan yaitu untuk meminimalisasi dampak kegiatan pengoprasian kegiatan - kegiatan terhadap kesehatan masyarakat. Dalam hal ini terutama dampak trurunan dari penurunan kualitas udara dan penurunan kualitas air sungai.

Poliklinik PT Fajar Baizury &

Brothers dengan kelompok masyarakat yaitu masyarakat desa, Kecamatan Tadu Raya dan Kecamatan Kuala Pesisir yg berada pada wilayah sebaran dampak kegiatan penambangan, pengolahan dan pengkebun dan afdeling PT. Fajar Baizury & Brothers

Pengelolaan dilakukan selama tahap operasi kebun dan pabrik kelapa sawit PT Fajar Baizury &

Brothers

PT. Fajar Baizury

& Brothers c/q Poliklinik Perusahaan

Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan kebersihan kabupaten Nagan Raya Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

9

Terjadinya gangguan kesehatan masyarakat

Dampak tidak langsung pengoperaian (penimbunan material , pengolahan TBS dan operasi fasilitas akomodasi) apabila pencemaran udara dan limbah padat yang dihasilkan tidak dikelola dengan baik dan dampak sekunder apabila terjadi bentukan lingkungan kumuh disekitar lokasi.

Kesehatan masyarakat yang ditandai dengan banyaknya penderita penyakit saluran pernafasan bagian atas dan penyakit lain di desa-desa wilayah studi terutama yang terdekat dengan lokasi.

PT. Fajar Baizury

& Brothers c/q Kontrkator Operasional

Bapeda Biro Perekonomian Kabupaten Nagan Raya 8

Peningkatan Perekonomian daerah

Operasional perusahaan berdampak langsung pada peningkatan jumlah penduduk dan multifier efek bangkitkan kegiatan transaksi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja operasional kegiatan kebun dan pabrik program community development

Adanya pertumbuhan ekonomi dan bangkitnya aktifitas perekonomian masyarakat munculnya warung, toko, jasa transportasi, jasa penyewaan rumah kontrakan, dll di gampong wilayah studi.

1. Tingkat peningkatan pendapatan masyarakat.

2. Mengoptimalisasikan sumber

daya manusia manusia

setempat.

3. Meningkatkan perekonomian lokal melalui inovasi baru

Gampong dalam wilayah kecamatan Tadu Raya dan kecamatan Kuala Pesisir

Dilakukan sebelum tahap operasional dan selama tahap Operasional

(4)

1) Perawatan secara berkala terhadap alat transportasi bergerak (peralatan berat bahan baku, kendaraan truk dan belt conveyor) agar senantiasa dapat dioperasikan secara optimal dengan pengeluaran emisi debu dan gas buang sesuai standart kelayakan peralatan tersebut.

- Penyiraman secara berkala pada lokasi, jalan-jalan yg dilalui kendaraan proyek dan tempat-tempat lain yg berpotensi menghasilkan debu. Hal ini terutama dilakukan pd waktu musim kemarau.

- Penanaman tanaman penghijauan di sekeliling kawasan yg dialokasikan untuk buffer zone dengan jenis tanaman pepohonan yg dapat berfungsi penetrasi polutan debu dan kebisingan.

1) Mencegah terjadinya penurunan kualitas udara dengan parameter CO, Nox, dan debu menyebar kelingkungan pemukiman penduduk dengan cara preventif yaitu memelihara kendaraan secara berkala dan melakukan penyiraman secara berkala terutama pada jalur yg dilalui kendaraan proyek yang melintasi pemukiman penduduk

2) Membantu masyarakat yang menderita penyakit saluran pernafasan bagian atas, dan penyakit lain yang diduga sakit karena adanya dampak kegiatan pengoperasian pabrik kelapa sawit dgn meberi pengoabatan gratis di poliklinik PT. Fajar Baizury &

Brothers atau rumah sakit rujukan.

3) Mengupayakan agar pelayanan kesehatan di poliklinik perusahaan tdk hanya diperuntukkan bagi karyawan perusahaan ttp sedapat mungkin dapat melayani masyarakat umum yang terkait dengan kegiatan pekerjaan. Jika belum mampu melayani untuk umum, setidak-tidaknya perusahaan dpt berkompromi untuk melayani PPPK atau kalau ada kecelakaan yang bersifat gawat darurat. Melakukan penyuluhan kesehatan terpadu rutin dan tdk dipungut biaya. Disamping itu melakukan pengasapan (foging) di lingkungan pemukiman dan kantor, pemeriksaan kesehatan atau general check up setiap tahun ataupun pelayanan sosial lainnya (misal sunatan massal, operasi bibir sumbing, pengobatan mata dan pemeberian vitamin, dsb.) 11

Terjadinya gangguan kesehatan masyarakat

Dampak tidak langusng kebun dan pabrik dengan menggunakan dump truck 20 ton atau 30 ton apabila cemaran debu dan gas CO, Nox, Sox, yang ditimbulkan tidak dikelola sebaik-baiknya.

Kesehatan masyarakat yang ditandai dengan banyaknya penderita penyakit saluran pernafasan bagian atas masyarakat dipemukiman penduduk yang terdapat di perkampungan yang terlintas kendaraan kebun dan pabrik kelapa sawit.

Tujuan rencana pengelolaan lingkungan yaitu untuk menimalisasi dampak kegiatan kebun dan pabrik kelapa sawit terhadap kesehatan masyarakat.

Lokasi pengelolaan dilakukan pd sumber pencemaran udara yaitu lokasi areal terutama di lokasi penimbunan, pengolahan dan operasi faslitas akomodasi.

Pengelolaan dilakukan waktu musim kemarau pd tahap operasi yaitu saat berlangsungnya kegiatan pengoperasian.

PT. Fajar Baizury

& Brothers c/q Kontraktor pengoperasian

Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

10 Penurunan kualitas udara

Sumber dampak komulatif kegiatan pengoperasian (penimbunan, pengolahan dan operasi fasilitas akomodasi sehingga dampaknya tidak menyebar ke lingkungan

Baku mutu kualitas udara ambien dengan parameter utama SO2, NO2, dan Debu (Partikulat) sesuai dengan PP No 41 Tahun 1999, Kepmen LH No. Kep-48/MENLH/11/1966, Kep-13/MENLH/3/1995, dan Kep-02/MENLH/1998 serta Kep- 49/MENLH/11/1996

Untuk meminimalisasi mengurangi intensitas pencemaran udara terutama parameter SOx, Nox, dan debu pada sumbernya yaitu kegiatan pengoperasian (penimbunan, dan operasi fasilitas akomodasi), sehingga dampaknya tidak menyebar ke lingkungan pemukiman penduduk.

Pengelolaan dilakukan selama tahap operasi sawit PT Fajar Baizury &

Brothers

PT. Fajar Baizury

& Brothers c/q Poliklinik Perusahaan

Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati Kab. Nagan Raya c/q Kantor Lingkungan Hidup dan Kebersihan Nagan Raya

Poliklinik PT Fajar Baizury &

Brothers dengan kelompok masyarakat sasaran yaitu masyarakat desa, Kecamatan Tadu Raya dan Kecamatan Kuala Pesisir pada wilayah sebaran dampak kegiatan kebun dan pabrik PT. Fajar Baizury &

(5)

Metode Pengumpulan data Lokasi Frekuensi / Jangka waktu Analisis Data Pelaksana Pengawas Penerima Laporan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12

1. wawancara dengan pekerja

proyek dan penduduk. 1. Lokasi kebun kelapa sawit

2. Melakukan pengukuran muka air tanah pada sumur bor/ pantau

2. Perkampungan penduduk yang terdekat dengan lokasi kebun

- Untuk mengetahui efektifitas upaya meminimalisasi penurunan kesuburan tanah.

1. Pengamatan langsung kelapangan, indikasi peningkatan debit air sungai.

- Untuk mengetahui perubahan debit air

sungai krueng tadu. 2. Melakukan pengukuran debit air dari kolam pengelolaan Limbah - Untuk mengetahui efektifitas

meminimalisasi limpasan permukaan dari jalan tambang yang sedang dikerjakan.

- Memantau menurunnya kualitas air.

1. Tingkat pertumbuhan ekonomi dan bangkitkan aktivitas perekonomian masyarakat.

1. Untuk menelaah dan mengkaji sejauh mana realisasi program CD yg akan direncakan.

1. Kunjungan lapangan utk mengetahui utk efektifitas pengelolaan lingkungan.

- Di Gampong

2. Peningkatan pendapatan masyarakat baik lokal maupun pendatang

2. Untuk memantau sejauh mana kepedulian PT. Fajar Baizury & brothers thd pembinan dan pemberdayaan SDM setempat.

2. Wawancara dgn masyrakat disekitar lokasi kegiatan mengenai program community development

- Digampong sekitar pertambangan yang mengalami peningkatan penduduk cukup tinggi 1. Untuk mengetahui efektifitas

pengelolaan lingkungan sesuai yang direncanakan.

1. Kunjungan lapangan utk mengetahui efektifitas pengelolaan lingkungan.

2. Untuk mengidentifikasi seberapa besar timbulnya gangguan kesehatan masyarakat diperkampungan penduduk yang disebabkan oleh pencemaran udara di site stockpile.

2. Membuat laporan bulanan berupa work sheet yang dikordinasikan oleh bagian safety environment. Mengumpulkan data dari Puskesmas Kec. Kuala, Kuala Pesisir dan Tadu Raya

1. Untuk mengetahui besarnya bangkitan lalu lintas kendaraan dump truck di jalan kebun

1. Kunjungan lapangan sepanjang jalan angkutan.

2. Untuk memantau kejadian kemacetan dan kecelakaan lalu lintas terutama di lokasi crossing dengan jalan simpang masuk.

2. Disamping itu dilakukan pencatatan seluruh kejadian, protes, keberatan, ketidak puasan dan konflik antara pengguna jalan di simpang masuk.

1. wawancara dengan pekerja proyek dan penduduk.

1. Di tiga Lokasi yaitu room coal, Konveyor dan atau pemuatan sawit keatas barge serta lokasi bengkel alat berat 2. melakukan pengukuran

dilapangan dengan peralatan kualitas udara

2. Perkampungan penduduk yang dilewati jalan kebun.

1. Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan lingkungan sesuai yang direncanakan.

1. Kunjungang Lapangan untuk mengetahui efektivitas pengelolaan lingkungan.

RINGKASAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL) PEMBANGUNAN KEBUN DAN PABRIK KELAPA SAWIT PT. FAJAR BAIZURY & BROTHERS

4

Peningkatan Perekonomian daerah terutama di sektor informal dan jasa

Dampak langsung kegiatan peningkatan penduduk, multifier effect bangkitkan kegiatan transaksi pemenuhan kebutuhan tenaga kerja operasional

Dilokasi areal kebun pemantauan besarnya limpasan aliran permukaan dilakukan diarea kebun yang sedang dikerjakan.

Dilakukan pada tahap operasi dengan periode plaporan tiga bulan sekali

Tabulasi data dari hasil analisi tersebut dapat dibandingkan dengan rona awal

pemrakarsa Cq Kontraktor kegiatan kebun kelapa sawit

Dinas Kimpraswil kab. Nagan Raya

Rencana Pemantauan Lingkungan Institusi Pemantauan Lingkungan

No Jenis dampak Sumber Dampak Tolak Ukur

Pemantauan dilakukan pada operasional site stockpile dgn periode pelaporan hasil pemantauan setiap tiga bulan sekali

Data dan informasi yang terkumpul kemudian tabulasi dan dianalisis

Bappeda Kab.

Nagan Raya

Dinas Sosial dan Bappeda Kab Nagan Raya.

Bupati c/q kantor Lingkungan Hidup dan kebersihan Kabupaten Nagan Raya Bupat C/q kantor lingkungan hidup dan kebersihan Kab.

Nagan Raya

Pembukaan lahan baru

Gunakan baku mutu air klas II terutama kekeruhan air sungai.

Padatan tersuspensi dan padatan terlarut pada badan air terdekat dengan kegiatan kebun sawit dan pabrik PKSnya

Memantau saluran drainase air hujan di sepanjang jalur jalan kebun yang dibuat memantau sedimentasi pada badan air terdekat 1 Perubahan

bentang alam

tertutupnya lahan dengan tanaman sawit

Bentang alam kemiringan dan stabilitas lahan serta fenomena pelapisan tanah

Untuk mengetahui kondisi bentang alam, kemiringan dan stabilitas lahan serta fenomena pelapisan batuan.

Untuk mengetahui muka air tanah

Bupati C/q kantor Lingkungan Hidup dan kebersihan kabupaten Nagan Raya Musim Hujan, pengambilan

sampel laporan dibuat setiap tiga bulan sekali

Tabulasi data dari hasil analisa tersebut dibandingkan dengan tolak ukur (Baku mutu kelas II)

Pemrakarsa c/q kontraktor pembangunan dan perbaikan jalan kebun

Dinas sosial dan Bapedda Kab. Agam

Data dan informasi yang terkumpul kemudian tabulasi dan dianalisis secara deskriptif apabila banyak pekerja atau masayarakat yang sekitar yang terkena ISPA

Puskesmas Kec.

Tadu Raya Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati C/q Kantor lingkungan Hidup 2 Peningkatan debi

air sungai

Baku mutu kualitas air

Tolok ukur karakteristik dan debit air sungai penerima badan limpasan aliran permukaan yaitu anak sungai krueng

Dilokasi areal kebun pemantauan besarnya limpasan aliran permukaan di lakukan di area kebun yang sedang di kerjakan

Segera setelah kegiatan penambangan pada setiap area kegiatan. Dengan periode pelaporan hasil setiap tiga bulan.

Tabulasi data dari hasil analisi tersebut dapat dibandingkan dengan rona awal

pemrakarsa Cq Kontraktor kegiatan kebun kelapa sawit

Dinas Perkebunan dan Dinas pekerjaan umum (Sub dinas sumberdaya air) Kab. Nagan Raya.

Bupati C/q Kantor Lingkungan Hidup dan kebersihan Kab.

Nagan Raya

3

Penurunan Kualitas air sungai dan alur

8

Peluang terjadinya gangguan kesehatan masyarakat

Kegiatan pengangkutan

Kondisi sanitasi lingkungan pemukiman penduduk dan kesehatan masyarakat yang ditandai dengan banyaknya penderita penyakit saluran pernafasan bagian atas.

Musim kemarau, pengambilan sampel. Laporan dibuat tiga bulan sekali

Dijalan yang dilalui oleh kendaraan pada kegiatan pengangkutan

Pemantauan dilakukan pada operasional dengan periode pelaporan hasil pemantauan setiap tiga bulan sekali 7

Penurunan kualitas udara di sekitar lokasi

Kegiatan pengangkutan

Kualitas udara dengan parameter utama SO2, NO2 dan debu. Baku mutu yang digunakan P.P.P.R.I No 41 Tahun 1999

Untuk mengetahui efektifitas pengelolaan lingkungan sesuai dengan RKL untuk mengetahui kualitas udara ambien

Pemantauan dilakukan selama kegiatan operasional pengangkutan sawit dengan periode pelapporan hasil pemantauan setiap tiga bulan sekali

Tabulasi data, dari hasil analisa tsb dapat dibandingkan dengan tolak ukur (Baku Mutu)

Bupati C/q Kantor lingkungan Hidup Dinas

Kesehatan Kab. Nagan Raya Puskesmas Kec.

Tadu Raya 6

Meningkatnya beban transportasi

Kegiatan pengangkutan

Tingkat kelancaran lalu lintas angkutan sawit dari lokasi kegiatan menuju ke lokasi, tanpa mengganggu kepentingan (Kelancaran) lalu linta reguler

Disepanjang jalan angkutan sawit dari lokasi kebun hingga

lokasi pabrik PKS

Bupati C/q Kantor lingkungan Hidup

Data dan informasi yang terkumpul kemudian tabulasi dan dianalisis secara deskriptif apabila meningkatnya beban transportasi sangat mengganggu kelancaran lalu lintas umum

PT. Fajar Baizury

& Brother divisi produksi atau divisi lainj yang diberi wewenang atau vendor pihak ketiga

Polisi lalu lintas polres dan dinas perhubungan darat Kabupaten Nagan raya.

Bupati C/q Kantor lingkungan Hidup Kantor perumahan karyawan

PT. Fajar Baizury & Brothers penduduk digampong Rambong gunung pungki dan gampong lain yang terdapat diwilayah studi

Pemantauan dilakukan pada operasional site stockpile dgn periode pelaporan hasil pemantauan setiap tiga bulan sekali

Data dan informasi yang terkumpul kemudian tabulasi dan dianalisis secara deskriptif apabila banyak pekerja atau masayarakat yang sekitar yang terkena ISPA

Puskesmas Kec.

Kuala (Kuala Pesisir) dan Puskesmas Kec.

Tadu Raya Dinas Kesehatan dab Bappeda Kab.

Nagan raya

Tujuan Pemantauan Lingkungan

Peluang terjadinya gangguan kesehatan masyarakat 5

Tidak langsung pengoperasian dan pengolahan sawit dan operasi fasilitas akomodasi

Kondisi sanitasi lingkungan pemukiman penduduk dan kesehatan masyarakat yang ditandai dengan banyaknya penderita penyakit saluran pernafasan bagian atas.

(6)

2. Untuk mengidnetifikasi seberapa besar timbulnya gangguan kesehatan masyarakat diperkampungan penduduk

2.Mengumpulkan data dari Puskesmas Kec. Kuala Pesisir dan Kec Tadu Raya.

Data dan informasi yang terkumpul kemudian tabulasi dan dianalisis secara deskriptif apabila banyak pekerja atau masayarakat yang sekitar yang terkena ISPA

Puskesmas Kec.

Tadu Raya Dinas Kesehatan Kab. Nagan Raya

Bupati C/q Kantor lingkungan Hidup 8

Peluang terjadinya gangguan kesehatan masyarakat

Kegiatan pengangkutan

Kondisi sanitasi lingkungan pemukiman penduduk dan kesehatan masyarakat yang ditandai dengan banyaknya penderita penyakit saluran pernafasan bagian atas.

Dijalan yang dilalui oleh kendaraan pada kegiatan pengangkutan

Pemantauan dilakukan pada operasional dengan periode pelaporan hasil pemantauan setiap tiga bulan sekali

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in