MATA KULIAH PERENCANAAN WILAYAH PROGRAM STUDI S-1 PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

Teks penuh

(1)

MATA KULIAH

PROGRAM STUDI S-1

PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS SEBELAS MARET

PERENCANAAN WILAYAH

(2)

02 Juni 2022

Mata Kuliah: Perencanaan Wilayah

PERENCANAAN WILAYAH BERBASIS INFRASTRUKTUR

Soedwiwahjono PWK FT UNS SARANA DAN PRASARANA

Infrastruktur: segala sesuatu yg merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses.

Baca:

Rajiv R. Thakur. ed. 2020, Urban and Regional Planning and Development 20th Century Forms and 21st Century Transformations. Springer, Champ Switzerland

Simon Bell, et al. 2022. Urban Blue Spaces Planning and Design for Water, Health and Well-Being. Routledge. London

BPSDM PUPR. 2017. Perencanaan Pengembangan Infrastruktur dalam Konteks

(3)

REVIEW INFRASTRUKTUR

Apa infrastruktur?

Tipe atau jenis infrastruktur?

Peran infrastruktur?

(4)

REVIEW INFRASTRUKTUR

Infrastruktur: segala sesuatu yg merupakan

penunjang utama terselenggaranya suatu proses.

(5)

ATTRIBUT INFRASTRUKTUR

Penjelasan infrastruktur lebih kepada sejumlah deskripsi karakteristik:

Fasilitas infrastruktur umumnya disediakan untuk kelompok besar orang

Infrastruktur membantu memberikan layanan penting untuk berfungsinya organisasi atau masyarakat

Infrastruktur membantu mencapai tujuan ekonomi dan sosial

Infrastruktur adalah basis di mana masyarakat berkegiatan

(6)

TIPE INFRASTRUKTUR

Infrastruktur sendiri dapat dipilah menjadi tiga bagian besar:

Infrastruktur keras (physical hard infrastructure)

meliputi jalan raya dan kereta api, bandara, dermaga, pelabuhan, dan saluran irigasi.

Infrastruktur keras non-fisik (non-physical hard infrastructure)

yang berkaitan dengan fungsi utilitas umum, seperti ketersediaan air bersih berikut instalasi pengolaan air dan jaringan pipa penyalur, pasokan listrik,

jaringan telekomunikasi (telepon dan internet), dan pasokan energi mulai dari minyak bumi, biodiesel, dan gas berikut pipa distribusinya.

Infrastruktur lunak (soft infrastructure)

Biasa pula disebut kerangka institusional atau kelembagaan yang meliputi berbagai nilai (termasuk etos kerja), norma (khususnya yang telah dikembangkan dan

dikodifikasikan menjadi peraturan hukum dan perundang-undangan), serta kualitas pelayanan umum yang disediakan oleh berbagai pihak terkait, khususnya pemerintah.

(7)

TIPE INFRASTRUKTUR

we will narrow down our perception of infrastructure and restrict it to PHYSICAL INFRASTRUCTURE of the following types:

Transportation Infrastructure

E.g: Roads, Bridges, Airports, Ports, Waterways

Water and Sanitation Infrastructure

E.g: Water Supply Systems, Sewage treatment systems

Energy Infrastructure

E.g: Dams, power plants, power distribution and transmission facilities, pipelines

Telecommunication Infrastructure

Housing, Facilities and Recreation, etc.

Contoh physical hard infrastructure & non-physical hard infrastructure

(8)

INFRASTRUKTUR FISIK

(9)

INFRASTRUKTUR FISIK

(10)

INFRASTRUKTUR FISIK

(11)

INFRASTRUKTUR FISIK

(12)

PERAN INFRASTRUKTUR

The importance of infrastructure is two-fold:

Infrastructure is instrumental in promoting economic growth.

(Infrastruktur berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi)

Infrastructure also plays a role in alleviating poverty

(Infrastruktur juga berperan dalam pengentasan kemiskinan)

BAGAIMANA BISA?

(13)

Di Indonesia

termasuk kebijakan nasional yang bersifat strategis antara lain pengembangan infrastruktur, pengembangan wilayah, dan

pengembangan ekonomi.

(Contoh bahwa infrastruktur juga berperan dalam peningkatan GDP - pengentasan

kemiskinan)

(14)

Di Indonesia

Jaringan prasarana wilayah provinsi dan kabupaten/kota yang dikembangkan untuk

mengintegrasikan wilayah untuk melayani kegiatan- kegiatannya meliputi sistem jaringan transportasi, sistem jaringan energi dan kelistrikan, sistem

jaringan telekomunikasi, dan sistem jaringan

sumber daya air, termasuk seluruh daerah hulu bendungan/waduk dari daerah aliran sungai.

(15)

Untuk apa (apa peran) infrastruktur berikut?

15

INFRASTRUKTUR Fisik

1. Sistem penyediaan air bersih, termasuk dam, reservoir, transmisi, treatment, dan fasilitas distribusi;

2. Sistem manajemen air limbah, termasuk pengumpulan, treatment, pembuangan, dan sistem pemakaian kembali;

3. Fasilitas manajemen limbah padat;

4. Fasilitas transportasi, termasuk jalan raya, jalan rel dan bandar udara.

Termasuk di dalamnya adalah lampu, sinyal, dan fasilitas kontrol;

5. Sistem transit publik;

6. Sistem kelistrikan, termasuk produksi dan distribusi;

7. Fasilitas pengolahan gas alam;

8. Fasilitas pengaturan banjir, drainase, dan irigasi;

9. Fasilitas navigasi dan lalu lintas/jalan air;

10.Bangunan publik seperti sekolah, rumah sakit, kantor polisi, fasilitas pemadam kebakaran;

11.Fasilitas perumahan;

12.Taman, tempat bermain, dan fasilitas rekreasi, termasuk stadion.

(16)

MENGAPA PERENCANAAN WILAYAH?

Perencanaan wilayah dapat dilihat sebagai respon terhadap masalah tertentu dengan dimensi wilayah

(17)

WILAYAH

Perencanaan wilayah merupakan upaya untuk mengembangkan suatu wilayah.

Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait yang

batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan aspek administratif dan/atau aspek fungsional.

Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang Undang-undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

(18)

WILAYAH

Wilayah pada umumnya tidak sekedar merujuk suatu area, melainkan merupakan suatu

kesatuan ekonomi, politik, sosial, administrasi, alam lingkungan, iklim hingga geografis, sesuai dengan tujuan pembangunan.

Wilayah sebagai suatu area geografis, teritorial atau tempat, yang dapat berwujud sebagai suatu negara, negara bagian, provinsi, distrik, dan

perdesaan.

Murty, 2000 dalam Ernan Rustiadi 2009 hal 26

(19)

WILAYAH

Wilayah adalah adalah bentuk istilah teknis klasifikasi spasial dan ada dua tipe wilayah:

⚫ Wilayah formal, merupakan tempat-tempat yang memiliki kesamaan-kesamaan

karakteristik;

⚫ Wilayah fungsional atau nodal, merupakan konsep wilayah dengan menekankan

kesamaan keterkaitan antarkomponen atau lokasi/tempat.

Johnston, 1976 dalam Ernan Rustiadi 2009 hal 26

Ernan Rustiadi, Sunsun Saefulhakim, Dyah R Panuju. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah.

Crestpent Press dan Yayasan Obor Indonesia

(20)

PENGEMBANGAN WILAYAH

Pengembangan wilayah sangat diperlukan karena kondisi fisik geografis, sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang sangat berbeda antara suatu wilayah dengan wilayah lainnya

sehingga penerapan kebijakan pengembangan wilayah itu sendiri harus disesuaikan dengan kondisi, potensi, dan isu permasalahan di wilayah bersangkutan.

Pengembangan wilayah merupakan upaya untuk memacu perkembangan sosial ekonomi,

mengurangi kesenjangan antar-wilayah, dan

menjaga kelestarian lingkungan hidup pada suatu wilayah.

(21)

ISU KEWILAYAHAN ➔ INFRASTRUKTUR

Bagaimana isu pengembangan infrastruktur dalam konteks pengembangan wilayah; keterpaduan

perencanaan pengembangan wilayah dan infrastruktur wilayah pengembangan?

INFRA- STRUKTUR

PENGEMBANGAN

WILAYAH ISU-ISU

DISPARITAS

KONEKTIVITAS

URBANISASI

SUMBER DAYA

(22)

PERAN DAN FUNGSI INFRASTRUKTUR DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Infrastruktur memiliki peranan positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah,

misalnya dalam jangka pendek menciptakan lapangan kerja sektor konstruksi, dan jangka menengah serta panjang akan mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas sektor-sektor terkait.

(23)

LIHAT VIDEO

https://www.youtube.com/watch?v=kMdoaaeN8a8

China's Mega Projects Construction Infrastructure | The Future 2021

https://www.youtube.com/watch?v=1Zc92Y7wKBA Pembangunan Infrastruktur Indonesia 2022

https://www.youtube.com/watch?v=E_6t-_HosFU

Lima Tahun Maju Bersama PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

(24)

ISU PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR

DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN WILAYAH Isu dan tantangan terkait pengembangan

infrastruktur dalam konteks pengembangan wilayah:

Disparitas antar wilayah relatif yang tinggi

Misalnya di Indonesia disparitas antara Kawasan Barat Indonesia (KBI) dan Kawasan Timur Indonesia (KTI).

Tantangan ke depan adalah kebutuhan untuk mengembangkan infrastruktur menuju

keseimbangan yang lebih baik bagi

pembangunan daerah yang diharapkan dapat mengurangi kesenjangan wilayah.

(25)

DISPARITAS

25

Isu keadilan dalam pembangunan kewilayahan, menjadi perbincangan hangat, terutama terkait dengan masalah

“kesenjangan wilayah” (regional imbalances)

➔ DISPARITAS

Di Indonesia, isu kesenjangan wilayah misalnya kepada kesenjangan antara desa dan kota, antara Kawasan Timur Indonesia dan Kawasan Barat

Indonesia, serta antara Jawa dan luar Jawa.

Banyak pakar yang percaya bahwa kesenjangan wilayah merupakan harga wajar yang harus dibayar dalam

proses pembangunan. Sederhana saja alasannya, yakni ada keterkaitan antara wilayah satu dengan wilayah yang lain sebagai sebuah sistem. Dengan kata lain ada proses interaksi dan interdependensi antar subsistem

(26)

26

DISPARITAS

PUSAT Pi

Pj5

Pj4 Pj1

Pj2

i

Pj3

j1

j4 j5

j3 PUSAT DAN SUB -SUB PUSAT

(27)

DISPARITAS

Beberapa indikator yang digunakan untuk

memperlihatkan bahwa sebuah wilayah dianggap lebih maju dibandingkan dengan wilayah yang

lainnya cukup banyak.

Hill (1993) misalnya menyebut indikator yang bersifat statis

seperti: Indeks Pembangunan Manusia (human development index), Indeks Kualitas Kehidupan secara Fisik (physical quality of life index), maupun laju PDRB (product domestic regional bruto).

(28)
(29)

A primate city (Latin: 'prime', 'first rank'[1]) is a city that is the largest in

its country, province, state, or region, and disproportionately larger than any others in the urban hierarchy.[2]

(30)

Koefisien Gini adalah ukuran yang dikembangkan oleh

statistikus Italia, Corrado Gini, dan dipublikasikan pada tahun 1912 dalam karyanya, Variabilità e mutabilità.

Koefisien ini biasanya digunakan untuk mengukur kesenjangan pendapatan dan kekayaan. Di seluruh dunia, koefisien bervariasi dari 0.25 (Denmark) hingga 0.70 (Namibia).

Koefisien gini memiliki indeks yang memiliki rentang nilai antara 0 sampai dengan 1. Nilai 0 berarti tidak ada kesenjangan ekonomi, atau

perekonomian merata pada daerah tersebut. Sementara itu, nilai 1 menunjukkan nilai kesenjangan maksimal.[1]

(31)

ISU PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN WILAYAH

Belum mantapnya konektivitas antar wilayah oleh infrastruktur di darat dan laut, serta

pengembangan kota maritim/pantai.

Tantangan ke depan adalah meningkatkan konektivitas antar wilayah dan bagaimana untuk meningkatkan indeks daya

saing nasional.

Isu dan tantangan terkait pengembangan infrastruktur dalam konteks pengembangan wilayah:

(32)

KONEKTIVITAS

Misalnya, di Indonesia, penguatan konektivitas nasional merupakan salah satu strategi yang ditempuh dalam rangka percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi.

Terdapat tiga prinsip konsep konektivitas:

• Pertama, memaksimalkan pertumbuhan melalui kesatuan kawasan, tetapi bukan keseragaman (inclusive

development) dengan menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan.

• Kedua, memperluas pertumbuhan melalui konektivitas wilayah-wilayah melalui inter-moda supply chain system yang menghubungkan hinterland dan yang tertinggal

dengan pusat-pusat pertumbuhan.

• Ketiga, mencapai pertumbuhan inklusif dengan

menghubungkan daerah terpencil dengan infrastruktur dan

(33)

KONEKTIVITAS

Menurut Ekonom The World Bank, Sjamsu Rahardja, Indonesia harus

memprioritaskan konektivitas antarwilayahnya sebab konektivitas memiliki tiga dimensi penting yakni:

pengurangan kemiskinan,

pembangunan wilayah, dan

peningkatan daya saing.

Ia mengatakan, melalui sistem konektivitas yang baik maka pusat pembangunan akan terjadi dengan sendirinya.

(34)

KONEKTIVITAS

Sebagaimana diketahui, konektivitas nasional Indonesia merupakan bagian dari konektivitas global. Oleh karena itu, perwujudan penguatan konektivitas nasional perlu mempertimbangkan keterhubungan

Indonesia dengan pusat-pusat perekonomian regional dan dunia (global) dalam rangka meningkatkan daya saing nasional.

The new method re-evaluates the 12 pillars of competitiveness:

Institutions, Infrastructure, Technological Maturity,

Macroeconomic Environment, Health, Education and Skills, Goods Market, Labor Market, Financial System, Market Size, Business Dynamics, Innovation Capacity.

(35)

KONEKTIVITAS

Maksud dan tujuan Penguatan Konektivitas

⚫ Menghubungkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi utama

untuk memaksimalkan pertumbuhan berdasarkan prinsip

keterpaduan, bukan keseragaman, melalui inter-modal supply chains systems.

(36)

KONEKTIVITAS

Maksud dan tujuan Penguatan Konektivitas

⚫ Memperluas pertumbuhan ekonomi

melalui peningkatan aksesibilitas dari pusat-pusat pertumbuhan ekonomi ke wilayah belakangnya (hinterland).

(37)

KONEKTIVITAS

Maksud dan tujuan Penguatan Konektivitas

⚫ Menyebarkan manfaat pembangunan secara luas (pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan)

melalui peningkatan konektivitas dan pelayanan dasar ke daerah tertinggal, terpencil dan perbatasan dalam rangka pemerataan pembangunan.

(38)

ISU PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN WILAYAH

Urbanisasi yang tinggi yang diikuti persoalan perkotaan seperti urban sprawl dan penurunan

kualitas lingkungan, pemenuhan kebutuhan dasar, dan kawasan perdesaan sebagai hinterland belum maksimal dalam memasok produk primer.

Tantangan ke depan adalah mengembangkan infrastruktur untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengelola urbanisasi.

Isu dan tantangan terkait pengembangan infrastruktur dalam konteks pengembangan wilayah:

(39)

URBANISASI

Salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian adalah semakin banyaknya penduduk Indonesia yang tinggal di daerah perkotaan.

Peningkatan jumlah penduduk perkotaan ini antara lain

disebabkan karena semakin

banyaknya penduduk dari daerah perdesaan yang menjadi

penduduk kota.

Berdasarkan perkiraan pada tahun 2025 jumlah penduduk yang tinggal di perkotaan akan mencapai 60%. Sebaliknya jumlah penduduk di perdesaan semakin menurun.

(40)

URBANISASI

Urbanisasi yang terjadi seperti yang digambarkan di

atas, menimbulkan berbagai permasalahan perkotaan, terutama terkait dengan kesejahteraan, kehidupan

masyarakat perkotaan, dan kualitas hidup lingkungan.

Masalah yang terkait dengan kualitas lingkungan hidup dan pada akhirnya kualitas hidup masyarakat kota, meliputi aspek fisik seperti kualitas udara, air, tanah;

kondisi lingkungan perumahannya seperti kekumuhan, kepadatan yang tinggi, lokasi yang tidak memadai serta kualitas dan keselamatan

bangunannya;

ketersediaan sarana dan prasarana serta pelayanan kota lainnya;

(41)

URBANISASI

Aspek sosial budaya dan ekonomi seperti kesenjangan dan ketimpangan kondisi antar golongan atau antar warga, tidak tersedianya wahana atau tempat untuk menyalurkan kebutuhan-kebutuhan sosial budaya, seperti untuk berinteraksi dan mengejawantahkan aspirasi-aspirasi sosial

budayanya; serta jaminan perlindungan hukum dan keamanan dalam melaksanakan kehidupannya.

Kemiskinan yang akan berdampak pada kemampuan warga untuk membayar pajak yang diperlukan untuk membangun fasilitas dan infrastruktur umum di kawasannya.

Kohesi sosial dan kesetaraan merupakan faktor penting dalam kualitas hidup di perkotaan.

(42)

ISU PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR DALAM KONTEKS PENGEMBANGAN WILAYAH

Pemanfaatan sumber daya yang belum

optimal dalam mendukung kedaulatan pangan &

penyediaan air, dan kemandirian energi.

Isu dan tantangan terkait pengembangan infrastruktur dalam konteks pengembangan wilayah:

(43)

PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR

Salah satu sumber daya alama adalah

Sumber daya air yang berguna atau potensial

bagi manusia dalam memenuhi kebutuhan sehari- hari di berbagai sektor kehidupan.

Sumber daya air termasuk sumber daya alam yang tidak hidup (abiotik) namun dapat diperbaharui (renewable

resources)

(44)

BENDUNGAN/

DAM

IRIGASI

PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR

(45)

PEMANFAATAN SUMBER DAYA

Kelestarian sumber daya alam merupakan hal yang terkait erat dengan pengembangan wilayah sebagai suatu kesatuan

ekosistem.

Kesenjangan sosial merupakan permasalahan kota yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kenyamanan.

Sumber dari kesenjangan sosial adalah timpangnya kondisi kelompok masyarakat miskin dan masyarakat kaya, yang disebabkan karena tidak adilnya akses bagi pemanfaatan sumber daya yang ada, sehingga menyebabkan semakin terpinggirnya kelompok miskin.

(46)

PEMANFAATAN SUMBER DAYA

Permasalahan ketersediaan air bersih merupakan salah satu masalah utama.

Ketersediaan air bersih untuk perkotaan, misalnya, ini terkait erat dengan permasalahan pemanfaatan, pemeliharaan, dan kelestarian sumber daya air

yang pada umumnya berada di wilayah sekitarnya.

Pengembangan kota juga harus memperhatikan daya dukungnya dengan mengendalikan

perkembangan fisiknya dan menetapkan daerah daerah cadangan dan reservasi disertai dengan pelaksanaan yang ketat.

(47)

PEMANFAATAN, PEMELIHARAAN, DAN KELESTARIAN SUMBER DAYA

(48)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Konsep regionalisasi merupakan pendekatan yang dipandang mampu mengatasi persoalan

pembangunan infrastruktur yang selama ini cenderung berjalan secara parsial antarsektor, dan belum

dipayungi oleh strategi pengembangan wilayah yang jelas.

Sehingga yang terjadi – tanpa konsep regionalisasi – dalam pelaksanaannya cenderung tidak fokus pada satu wilayah pengembangan yang diprioritaskan.

(49)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Konsep regionalisasi mengedepankan pembangunan infrastruktur yang didasarkan atas keterpaduan

antarsektor dan strategi pengembangan kewilayahan yang efektif sebagai upaya mengurangi, misalnya isu ketimpangan suatu wilayah.

(50)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Menurut Adisasmita (2008), regionalisasi kawasan sangat

dipengaruhi oleh tujuan pendelineasian wilayah tersebut, yang umumnya untuk kepentingan ekonomi seperti pendapatan,

investasi, volume perdagangan, dan kepentingan ekonomi lainnya.

Regionalisasi tentunya akan memberikan dampak (baik positif maupun negatif) bagi manusia, alam, dan kegiatan ekonomi di dalam maupun di luar kawasan.

(51)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Oleh karena itu nantinya diharapkan efek dari konsep regionalisasi

yang efektif ini adalah pertumbuhan ekonomi dalam rangka merapatkan kesenjangan.

Pertumbuhan yang diharapkan adalah meningkatnya pendapatan

perkapita, menurunnya rasio gini, meningkatnya keterkaitan ekonomi antar wilayah, meningkatnya iklim investasi, meningkatnya volume perdagangan wilayah, meningkatnya kesejahteraan masyarakat yang salah satunya

ditunjukan dengan meningkatnya IPM, menurunnya tingkat pengangguran dan kemiskinan.

(52)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Efektifitas konsep regionalisasi salah satunya dipengaruhi oleh keterkaitan antarkawasan di dalam delineasi region yang ditentukan.

Keterkaitan antarkawasan ini dimaksudkan untuk memperkuat interaksi dan membentuk satu jejaring ekonomi yang kuat, sebagaimana tujuan dari konsep regionalisasi ini, yakni meningkatnya aktivitas ekonomi.

(53)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Level konektivitas akan sangat menentukan besaran (magnitude)

dampak regionalisasi dan jangkauan pelayanan perwilayahan (coverage area).

Konektivitas yang dikembangkan dalam skala mikro dengan mengaitkan aktivitas-aktivitas ekonomi kecil yang berlangsung dalam skala mikro tentu akan memberikan magnitude dampak dan coverage yang lebih kecil, dibandingkan dengan mengembangkan konektivitas antara dua entitas ekonomi yang besar.

(54)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Salah satu upaya menciptakan konektivitas pada regionalisasi kawasan adalah melalui penyediaan infrastruktur pendukung konektivitas.

Transportasi (jaringan jalan dan pergerakan), energi, telekomunikasi, sumber daya air, adalah beberapa infrastruktur pendukung konektivitas dalam regionalisasi kawasan.

massa = M1 F massa = M2

d

1 konektivitas 2

mendorong peningkatan aktivitas ekonomi

(55)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Shane (2005) memperkenalkan istilah enclave dan armatures dalam suatu region. Enclave yang identik dengan nodes

terhubung satu sama lain oleh armatures yang identik

dengan garis lurus gaya gravitasi, sehingga keterkaitan antara satu node dengan node lainnya membentuk jejaring yang utuh seperti bentuk diagram struktur atom.

Pembangunan jalan tol sebagai contoh, merupakan salah

satu upaya menciptakan keterkaitan pada dua atau lebih entitas ekonomi yang besar, sehingga menimbulkan besaran dampak regionalisasi dan jangkauan pelayanan perwilayahan yang sangat besar pula.

Maka penentuan level konektivitas dalam regionalisasi kawasan menjadi sangat penting.

Shane, D. G. (2005) Recombinant Urbanism: Conceptual Modelling in Architecture, Urban Design, and City Theory. Chichester, UK: Wiley.

(56)

Armatures dapat dianalogikan dengan infrastruktur

pendukung konektivitas seperti transportasi (darat, laut, udara), energi, telekomunikasi, sumber daya air,

sementara enclave dapat dianalogikan dengan infrastruktur pendukung di dalam kantung permukiman maupun kantung produksi, seperti infrastruktur perumahan dan permukiman, pertanian, perikanan, dan lain-lain.

Enclaves and Armatures

(57)

Enclaves and Armatures

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

ARMATURES

infrastruktur pendukung koneksi

ARMATURES

E.g. the number of workers who work in area j and live in area i

W ij = k i l j E j P i d ij -1

i j

ENCLAVES

infrastruktur internal

ENCLAVES

(58)

Enclaves and Armatures

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Enclave dan armatures akan membentuk satu jejaring besar yang utuh dan kuat sebagaimana bentuk diagram struktur atom yang secara kongkrit diwujudkan dengan keterpaduan infrastruktur.

Keterpaduan infrastruktur secara utuh diwujudkan melalui upaya menerpadukan infrastruktur di dalam kawasan (mikro),

infrastruktur antarkawasan mikro di dalam kawasan skala mezzo,

infrastruktur antarkawasan mezzo di dalam wilayah makro, serta

infrastruktur antarwilayah makro.

(59)

STRATEGI PENDEKATAN PENGEMBANGAN WILAYAH DENGAN INFRASTRUKTUR

komprehen sif.

Kemudia

n pertanyaannya adalah bagaimana konsep

Beberapa konsepsi regionalisasi yang bisa

menggambarkan penjelasan tersebut dapat ditemui pada teori klasik perkembangan wilayah, seperti

kutub pertumbuhan (growth pole theory).

Mendelineasi kawasan pusat pertumbuhan dan

wilayah hinterland dengan maksud agar economic flow dapat menetes dari pusat ke wilayah

belakangnya. Konsep ini diperkenalkan oleh Francois Perroux (1955), seorang regional economist dari

Perancis.

(60)

Soedwiwahjono PWK FT UNS TEORI KUTUB PERTUMBUHAN

GROWTH POLE THEORY

Dalam teori ini dinyatakan bahwa pembangunan kota atau wilayah di mana pun bukan merupakan suatu proses yang terjadi secara serentak,

tetapi muncul di tempat-tempat tertentu dengan kecepatan dan intensitas yang berbeda-beda.

STRUKTUR WILAYAH

(61)

Pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) juga ditentukan oleh pengembangan infrastruktur.

SDGs dan INFRASTRUKTUR

(62)

SDGs dan INFRASTRUKTUR

(63)

PERAN DAN FUNGSI INFRASTRUKTUR DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Infrastruktur memiliki peranan positif terhadap

pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah, dengan jangka pendek menciptakan lapangan kerja sektor konstruksi dan jangka menengah dan

panjang akan mendukung peningkatan efisiensi dan produktivitas sektor-sektor terkait.

(64)

Infrastructure, Economic Growth and Poverty Reduction

Economic Growth

Poverty Reduction

Transportation Faster access to destinations, increase in productivity

More reliable access to markets so that fresher goods can be sold at lower wastage levels

Water and Sanitation Incentives for construction of facilities, infrastructure and

residential infrastructure, which in turn promote economic growth

Improved health, reduction in health related spending, potential increase in income savings

Telecommunications Improved access and transfer of data, leading to reduced travel times and increases in productivity

Increased access to information leading to improved ability to make decisions on issues like selling price of produce etc

Energy Reliable and abundant power

enables setting up of industries and residences that create jobs,

manufacture products and promote economic growth

24 hour electricity increase the duration of the productive working day, thereby

augmenting income, increasing agricultural yields etc.

(65)

PERAN DAN FUNGSI INFRASTRUKTUR DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Infrastruktur sepertinya menjadi jawaban dari kebutuhan negara yang ingin mendorong

pertumbuhan ekonomi dan pengembangan wilayah, dengan membantu:

⚫ penanggulangan kemiskinan;

⚫ meningkatkan kualitas hidup;

⚫ mendukung tumbuhnya pusat ekonomi; dan

⚫ meningkatkan mobilitas barang dan jasa; serta

⚫ merendahkan biaya aktifitas investor.

(66)

PERAN DAN FUNGSI INFRASTRUKTUR DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Lebih rinci terkait peran infrastruktur terhadap pengembangan wilayah adalah sebagai berikut:

⚫ Mempengaruhi marginal productivity;

⚫ Mengurangi biaya produksi;

Memberikan dampak terhadap kondisi Demand & Supply;

⚫ Memberikan dampak yang signifikan terhadap elastisitas pertumbuhan ekonomi

(Untuk diketahui, menumbuhkan pertumbuhan ekonomi 1%

diperlukan dukungan investasi pada infrastruktur sebesar 1% dari PDRB)

(67)

PERAN DAN FUNGSI INFRASTRUKTUR DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Mempengaruhi Tingkat Harga.

Keberadaan sarana dan transportasi akan dapat menurunkan harga.

Infrastruktur memiliki peran juga terhadap peningkatan daya saing wilayah:

⚫ Meningkatkan derajat keterkaitan wilayah sebagai lokasi investasi

(contoh: kawasan industri lebih menarik daripada lahan industri individual).

⚫ Mempengaruhi minat investor untuk menanamkan modalnya.

Wilayah yang memiliki prasarana yang lengkap akan lebih mudah untuk menarik investasi.

(68)

PERAN DAN FUNGSI INFRASTRUKTUR DALAM PENGEMBANGAN WILAYAH

Mempengaruhi Tingkat Harga.

Keberadaan sarana dan transportasi akan dapat menurunkan harga.

Dalam peningkatan kualitas hidup, infrastruktur memiliki peran sebagai berikut:

⚫ Menciptakan kenyamanan pada lingkungannya;

⚫ Meningkatkan kesejahteraan;

⚫ Memiliki dampak positif terhadap stabilitas makro ekonomi.

(69)

INFRASTRUKTUR DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

69

⚫ Dalam teori-teori pertumbuhan, infrastruktur secara khusus masuk dalam modal publik dan sering disebut sebagai faktor produksi tidak

dibayar yang mendorong secara langsung peningkatan produksi.

⚫ Di lain sisi infrastruktur juga sering disebut sebagai faktor penambah di mana akan

mendorong terjadinya peningkatan produktivitas.

⚫ Infrastruktur juga sebagai faktor pemicu yang

berkontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan individu

(Crescenzi dan Pose 2012 dalam Prasetyo)

Riccardo Crescenzi, Andrés Rodríguez-Pose.2012. Infrastructure and regional growth in the European Union. Papers in Regional Science © 2012 RSAI. Published by Blackwell Publishing, 9600 Garsington Road, Oxford OX4 2DQ, UK and 350 Main Street, Malden MA 02148, USA.

(70)

INFRASTRUKTUR DAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Roberta Capello, 2007. A forecasting territorial model of regional growth: the MASST model. The Annals of Regional Science volume 41, pages753–787 (2007)

Infrastruktur merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam pembangunan regional, dengan infrastruktur yang lebih baik akan menarik perusahaan baru untuk masuk kedalam suatu wilayah.

Infrastruktur yang baik juga merupakan sumber daya saing bagi perusahaan untuk beroperasi pada wilayah tersebut. Hal tersebut akan meningkatkan produktivitas, dan melalui peningkatan akses, akan menurunkan biaya pembelian.

infrastruktur sosial berdampak langsung pada kualitas hidup dan modal manusia, sehingga akan berpengaruh pada produksi hanya dalam jangka panjang dan efeknya tidak hanya berdampak pada area yang dibangun infrastruktur sosial tersebu

(Capello 2007 dalam Prasetyo)

(71)

INFRASTRUKTUR DAN KETIMPANGAN

Penanggulangan kemiskinan dan ketimpangan distribusi

pendapatan merupakan inti dari semua masalah pembangunan dan merupakan tujuan utama kebijakan pembangunan di

banyak negara.

Ketimpangan dalam hal distribusi pendapatan dan aset hanyalah bagian kecil dari masalah ketimpangan yang sebenarnya lebih luas di negara berkembang.

Selain ketimpangan pendapatan masih terdapat bentuk-bentuk ketimpangan lainnya, yaitu ketimpangan kekuasaan, prestise, status, gender, kepuasan kerja, kondisi kerja, derajat partisipasi, kebebasan memilih, dan berbagai dimensi lainnya

Pengukuran ketimpangan pendapatan secara umum dibagi ke dalam dua ukuran pokok yaitu distribusi pendapatan perseorangan atau distribusi ukuran pendapatan dan distribusi pendapatan “fungsional” atau pangsa distribusi pendapatan per faktor produksi.

(72)

Pembangunan infrastruktur dalam kondisi yang tepat dapat menimbulkan dampak yang positif pada pendapatan dan

kesejahteraan dari rakyat yang miskin dan akan meningkatkan rata-rata pendapatan mereka.

Infrastruktur akan menolong individu yang lebih miskin dan wilayah yang terbelakang untuk mengakses aktivitas ekonomi, kemudian dari akses tersebut akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk menambah peluang peningkatan

produktivitasnya.

(73)

KRISIS DALAM PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

73

Despite the importance of infrastructure for economic and social well-being, we are faced with several problems

Infrastructure in developed countries is old, unreliable, inefficient and in need of replacement.

The USA is embarking on a major plan relating to infrastructure spending

In developing countries, infrastructure is often not available

Large portions of urban and rural populations in developing countries have inadequate access to water and sanitation

Power supply is non-existent or unreliable and people are faced with frequent power-cuts

Quality of road infrastructure is often bad, leading to long travel times and increased vehicle maintenance costs. Width of roads is also often a constraining factor leading to traffic jams and blocks.

This is therefore a golden opportunity for engineers with technical as well as

managerial and policy level knowledge of these issues, since there is a huge demand for such people to enter the workforce and solve the worlds infrastructure

inadequacies.

(74)

Latihan

1. Sebutkan dan jelaskan isu dan tantangan pengembangan infrastruktur!

2. Jelaskan kondisi permasalahan disparitas

(kesenjangan) antar wilayah di Indonesia saat ini!

3. Bagaimana strategi untuk mengurangi permasalahan kesenjangan wilayah di Indonesia dengan

infrastruktur?

4. Jelaskan konsep regionalisasi dan kaitannya dengan isu dan tantangan pengembangan wilayah!

5. Jelaskan peran infrastruktur terhadap terhadap peningkatan daya saing wilayah!

(75)
(76)

INFRASTRUKTUR BIRU

Blue Infrastructure

"Blue infrastructure" refers to urban infrastructure relating to water.

Blue infrastructure is commonly associated with green infrastructure in urban environments and may be referred to as "blue-green

infrastructure" when being viewed in combination.

(77)

OK,

dimohon kemudian eksplorasi materi sendiri

Figur

Memperbarui...

Related subjects :