• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERAPAN KURIKULUM 2013 DI ERA PANDEMI COVID-19

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERAPAN KURIKULUM 2013 DI ERA PANDEMI COVID-19"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

67

PERAPAN KURIKULUM 2013 DI ERA PANDEMI COVID-19

Natalia Zeva Chrisanti Mahasiswa BK FKIP UKSW Salatiga

ABSTRAK

Kurikulum menjadi peranan yang sangat penting dalam dunia pendidikan sebagai pengarah tujuan pendidikan kedepannya agar berjalan menjadi lebih baik dan maksimal. Dalam pengaplikasian kurikulum 2013 dikembangkan disekolah untuk menyesuaikan keadaan dan kebutuhan lingkungan, karena hal tersebut berkaitan satu sama lain didalamnya dan menjadi acuan semua pihak yang berperan dalam melaksanakan kurikulum yang berlaku. Proses kurikulum meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, pengawasan, dalam pembangunan kurikulum yang baik tentu membutuhkan kajian dan pemikiran yang mendalam seperti di era pandemi saat ini.Pendidikan pada dasarnya menjadi usaha manusia untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, baik yang didapat dari lembaga formal maupun informal. Untuk mencapai hal tersebut maka diperlukan tujuan pendidikan yang tepat. Tujuan pendidikan akan menentukan keberhasilan dalam proses pembentukan pribadi manusia, tentunya diimbangi dengan unsur-unsur lain dalam pendidikan.

Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis pentingnya peranan kurikulum dalam mencapai tujuan pendidikan di era pandemi covid-19.

Kata kunci: kurikulum 2013, Pandemi Covid-19

PENDAHULUAN

Kurikulum merupakan salah satu komponen yang penting dalam penyelanggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum adalah suatu rencana yang dijadikan sebagai pedoman atau Pegangan dalam kegiatan proses belajar mengajar Sukmadinata (2009). Jadi kurikulum K 13 adalah rancana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, bahan pelajaran serta metode yang digunakan, sebagai pedoman dalam kegiatan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Sejalan dengan perkembangan zaman, kurikulum pun juga ikut berkembang untuk memenuhi tuntutan pendidikan. Salin itu perubahan yang terjadi merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menciptakan generasi bangsa yang memiliki sumber daya manusia dengan kualitas yang baik dan dapat bersaing dengan negara lain.

Di Indonesia sendiri tingkat pendidikannya masih rendah. Hasan, H (2009) Hal ini terbukti dari servei yang dilakukan oleh Organization For Economic Co-operation and Development (OECD) tentang kualitas pendidikan, dan Indonesia berada pada peringkat 69 dari 76 negara anggota OECD. Hal ini tentu suatu pukulan kuat bagi Bangka indonesia, dimana dengan berbagai sumbera alama yang ada namun tidak didukung oleh sumber daya manusianya yang berkualitas. Hal ini juga mengakibatkan berbagai kurugian dari Negara indonesia, salah satunya yaitu banyak penduduk indonesia yang tergolong dalam tingkat perekonomian menegah kebawah. Kondisi ini tentu sangat memprihatinkan. Diamana dengan kekayaan alam melimpah namun tidak dapat diimbangi oleh sumber daya manusia yang berkualitas baik. Akibatnya sumber daya alam yang ada harus dikelola oleh Negara lain, dan di jual kembali ke indonesia dengan harga yang jauh lebih mahal.

(2)

68

Indonesia selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pendidikannya, salah satunya dengan melakukan perubahan kurikulum tersebut. Dapat dilihat bahwa di indonesia telah sering dilakukan berbagai perubahan kurikulum. Dimana yang sebelumnya menggunakan kurikulum 2006 KTSP (kurikulum tingkat satuan pendidikan) sekarang diganti dengan kurikulum 2013. Alasan adanya pergantian kurikulum merupakan salah satu cara untuk mengatasi masalah masalah pendidikan.

Kurikulum 2013 dipakai sejak tahun ajaran 2013/2014 dalam Sistem Pendidikan Indonesia. Masrokhah (2020), Kurikulum 2013 adalah kelanjutan dan penyempurna 'Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP)'.

Kurikulum 2013 ini sudah berjalan hingga tahun 2013-2019 namun menjadi sebuah problem semenjak adanya COVID-19 yang melanda seluruh dunia tanpa terkecuali di Indonesia.

Pemerintah menerapkan kebijakan baru terkait untuk memutuskan mata rantai virus dan menerapkan kebijakan berskala besar (sosial distancing). Hampir semuanya berdampak tidak terkecuali bidang pendidikan, dan pemerintah mengganti model pembelajaran di sekolah ataupun diperguruan tinggi sejak 16 mei 2020 sampai waktu yang akan diberitahukan lebih lanjut. Pandemi ini memaksa belajar mengajar di sekolah yang biasanya langsung berubah menjadi daring. Tentunya beberapa pihak tidak siap akan hal pembelajaran secara online, baik guru, siswa, maupun orang tua. Apalagi jika harus menerapkan sistem kurikulum 2013 yang kompleks dalam pembelajaran online.

Untuk itulah sebagai cara ataupun upaya untuk mengatasi masalah pendidikan di era pandemi covid-19, kurikulum juga harus mempunyai pengelolaan yang disebut dengan administrsi kurikulum. Banyak yang tidak sadar bahwa keberhasilan suatu pendidikan hanya bergantung dari guru ataupun sarana dan prasana. Padahal di samping itu untuk mengkoordinasikan semua agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan ada suatu administrasi kurikulum yang mengatur untuk terlaksananya kegiatan tersebut. Dan dalam mengelola kurikulum juga dibutuhkan orang yang ahli dibidangnya, jika tidak maka semua kegiatan yang berlangsung di satuan pendidikan tersebut tidak akan berjalan dengan baik dan terarah sesuai dengan tujuan pendidikan

PERMASALAHAN KURIKULUM 2013 DI ERA PANDEMI COVID

Indonesia memiliki potensi yang sangat baik untuk menjadi Negara maju dengan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas. Namun hal tersebut tidak dapat terwujud begitu saja. Banyak halangan dan masalah yang dihadapi oleh pendidikan yang ada di Indonesia. Salah satu masalah tersebut adalah administrasi kurikulum di era pandemi. Untuk mencapai tujuan pendidikan yang sesuai dengan harapan tentu harus ada pengelolaan kurikulum yang baik terkhusus di era pandemi ini.

Wahyono (2020) Pandemi COVID-19 mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan, tak terkecuali aspek pendidikan. Untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19 semua siswa di berbagai Negara meniadakan kegiatan di sekolah. Hingga April 2020, lebih 400 juta siswa di dunia diwajibkan untuk belajar di rumah. Konsekuensi dari penutupan Lembaga Pendidikan secara fisik dan mengganti dengan belajar dari rumah sebagaimana kebijakan pemerintah adalah adanya perubahan sistem belajar mengajar yaitu berimigrasi ke sistem digital, yang dikenal dengan pembelajaran daring. Negara Indonesia juga melakukannya meskipun menyadari bahwa ada disparitas terhadap akses teknologi pembelajaran dan beragamnya latar belakang orang tua, Kementerian Pendidikan dan

(3)

69

Kebudayaan Republik Indonesia dengan tegas memberlakukan kebijakan pembelajaran daring. Perubahan pola belajar mengajar tak terlepas dari peran guru, guru harus siap dengan berbagai kondisi pembelajaran dan kondisi siswa, termasuk perkembangan kehidupan di masyarakat.

Merujuk pada pembahasan diatas Abidin, Z (2020) Permasalahan yang timbul dari pembelajaran jarak jauh cukup meresahkan baik bagi guru, siswa, maupun orang tua.Seperti guru yang kesulitan untuk menerapkan kurikulum 2013 dalam pendidikan jarak jauh yang mana pada kurikulum 2013 memiliki jam yang cukup banyak sedangkan selama pembelajaran jarak jauh terjadi pengurangan jam pembelajaran.Sulitnya berkomunikasi kepada siswa dan orang tua juga menjadi hambatan bagi guru untuk mengawasi siswa.

Dalam hal tersebut siswa juga memiliki masalah yakni sulit memahami materi, dan hilangnya rasa tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas. Terkait dengan permasalahan siswa orang tua juga memiliki permasalahan yaitu ekonomi yang mengakibatkan tidak dapat memenuhi fasilitas yang memadai seperti internet dan perangkat elektronik lainnya.

Suatu pendidikan dapat berjalan dengan baik harus ada panduan dan pedoman dalam melaksanakan pendidikan tersebut. Dan pedoman dan panduan itu adalah kurikulum.

Kita harus paham bahwa kurikulum merupakan jantungnya pendidikan. Untuk itulah perlu administrasi kurikulum yang baik untuk tercapainya tujuan pendidikan.

PRINSIP PERENCANAAN PENGEMBANGAN KURIKULUM 2013

Perencanaan merupakan tahap awal dalam pembuatan kurikulum. Listiyaningsih (2014) Perencanaan adalah sebuah proses untuk mengambil keputusan mengenai tujuan pendidikan yang harus dicapai serta pengalaman belajar yang harus didapatkan oleh peserta didik dalam kurikulum tersebut. Asmariani (2020), Adapun prinsip- prinsip dalam perencanaan pengembangan kurikulum adalah sebagai berikut:

Prinsip relevansi

Kurikulum yang dirumuskan haruslah relevan atau sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, dan perkembangan masyarakat. Makna dari relevansi disini ialah kesesuaian antara komponen- komponen yang terdapat didalam kurikulum yang menunjukkan keterpaduan kurikulum.

Prinsip efektivitas

Efektifitas diartikan sebagai keadaan yang menunjukkan tingkat keberhasilan atau pencapaian suatu tujuan yang akan dicapai. Kurikulum merupakan jabaran dari perencanaan sistem pendidikan dari kebijakan-kebijakan pemerintah. Kurikulum digunakan sebagai pedoman atau acuan dalam pelaksanaan pendidikan sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Prinsip efisiensi

Kurikulum yang dibuat haruslah seefisien mungkin, dimana dalam pelaksanaannya harus praktis, mudah dilaksanakan, menggunakan alat-alat sederhana dan biayanya rendah.

Kurikulum yang ada tidak boleh memberatkan pihak yang melaksanakannya.

Prinsip continuitas

Dikarenakan proses belajar anak berlangsung secara berlanjut, maka pengalaman

(4)

70

belajar yang terdapat dalam kurikulum juga harus memiliki sifat berkelanjutan antara satu jenjang pendidikan dengan tingkatan yang diatasnya, dimulai dari tingkatan paling rendah dengan pemahaman yang paling sederhana hingga terus berlajut ke tingkatan selanjutnya dengan pemahaman yang lebih kompleks.

Prinsip fleksibelitas

Dalam pelaksanaannya kurikulum harus bisa menyesuaikan dengan kondisi ada, seperti karakteristik sekolah dan latar belakang siswa. Hal ini bertujuan agar siswa dapat menerima manfaat dari proses pendidikan yang ia jalani dan berguna untuk mempersiapkan penerus bangsa yang mampu bersaing di masa mendatang meskipun dengan kondisi dan latar belakang yang berbeda.

Setelah proses perencanaan selesai maka tahap selanjutnya adalah pengorganisasian. Pengorganisasian kurikulum adalah struktur program kurikulum berupa kerangka umum program-program yang akan di sampaikan pada peserta didik’ sebuah kurikulum harus memuat pernyataan tujuan, menunjukkan pemilihan dan pengorganisasian bahan pelajaran serta rancangan penilaian hasil belajar Musthofa Rembangy (2008).

Organisasi kurikulum merupakan pola atau desain bahan kurikulum yang tujuannya untuk mempermudah siswa dalam mempelajari bahan pelajaran serta juga mempermudah siswa dalam melakukan kegiatan belajar sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif.

PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DI ERA PANDEMI COVID-19

Pelaksanaan merupakan kegiatan implementasi kurikulum yang dilakukan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Implementasi kurikulum adalah penerapan program kurikulum yang telah dikembangkan dalam tahap-tahap sebelumnya, kemudian diujicobakan dengan pelaksanaan serta disesuaikan dengan situasi dan kerakteristik peserta didik, baik perkembangan intelektual, emosional serta fisiknya.

Dalam tahap ini guru memiliki peran yang sangat penting, sebab guru lah yang mengkoordinasikan situasi dikelas. Guru akan menyampaikan pelajaran dengan berpedoman pada kurikulum yang etlah dibuat. Jika guru tidak professional maka, juga akan menjadi masalah dan emnjadi salah astu penyebab tidak berjalan dengan baiknya program pendidikan.

Untuk memantau jalannya administrasi kurikulum dengan baik, maka harus dilakukannya kegiatan pengawasan. Tujuan adanya pengawasan ini ialah untuk memastikan semua pelaksanaan berjalan sesuai dengan apa yang direncanakan. Pengawasan ini penting dalam sebuah administrasi karena untuk memantau jalannya sebuah proses dengan baik dan sesuai tujuan tanpa ada masalah ataupun melenceng dari apa yang diharapkan. Menurut Afriansyah (2019) proses pengawasan dilakukan dengan pemeriksaan untuk memastikan kalau semua berjalan sesuai rencana.

Dalam situasi COVID-19 kurikulum adalah sebuah hal yang harus disesuaikan dengan keadaan. Kurikulum. Kurikulum harus disederhanakan atau seorang pendidikan tidak mesti senantiasa berinteraksi sehingga pembelajaran disesuaikan dengan bagaimana sekolah dan murid berada. Program merdeka belajar memberi kebebasan satuan pendidikan untuk melakukan perubahan yang dapat dipakai dalam berbagai keadaan. Pendidik diharapkan bisa melaksanakan pembelajaran yang bervariasi seperti menentukan

(5)

71

kompetensi dasar dan materi untuk disederhanakan. Para pendidik diharapkan melaksanakan inovasi pembelajaran tanpa meninggalkan prinsip pembelajaran dari rumah di masa pandemi COVID-19.

PENERAPAN PENGAJAR DALAM MENERAPKAN KURIKULUM 2013

Kurniaman (2017) Prinsip dasar dalam kurikulum 2013 adalah penekanan terhadap kemampuan guru mengaplikasikan proses pembelajaran yang otentik, dan bermakna bagi peserta didik sehingga berkembang potensi peserta didik. Kurikulum 2013 mendefenisikan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) sebagai kriteria terkait 'kualifikasi kemampuan lulusan yang meliputi pengetahuan, sikap dan keterampilan'. Acuan 'penyusunan kurikulum 2013 mengacu pada pasal 36 Undang-undang No. 20 tahun 2003, yakni penyusunan kurikulum memperhatikan peningkatan imtaq, potensi akhlak terpuji, dan minat dunia kerja, teknologi, dan seni, agama, perkembangan global, dan persatuan nasional.

Kurikulum 2013 diusulkan diproduksi warga Indonesia dengan toleransi beragama dan mental kesehatan, ini didasarkan pada fakta bahwa akhir-akhir ini banyak generasi muda yang tidak lagi memilki karakter, seperti tidak adamya toleransi dan empati kepada orang lain. Gunawan (2017) Karakteristik pengembangan kurikulum 2013 menekankan pada kesetaraan spiritual, sosial, keingintahuan, kreatifitas, dan pengetahuan dan kolaborasi psikomotorik.

Dalam kurikulum 2013 diterapkan penilaian otentik. Retnawati (International Journal Of Instruction, 2009) Penilaian otentik adalah proses siswa menunjukkan pemahaman yang lebih dalam tentang pemikiran, motivasi, dan tindakan budaya agar bisa menanggapi komunitas dan tempat kerja yang melampai tingkat kenyamanan mereka. Menilai keterampilan belajar mengakui kebutuhan siswa berpikir kritis, menganalisis informasi, memahami ide-ide baru, berkomunikasi, berkabolrasi, memcahkan masalah dan membuat keputusan yang tepat.Daryanto (2020) berpendapat bahwa tema pembaharuan dan perbaikan pada kurikulum 2013 yakni menciptakan manusia yang berfikir kreatif, produktif, dan inovatif melalui pengembangan pengetahuan, sikap dan keterampilan.

PENUTUP

Kurikulum 2013 merupakan seperangkat rencana dan pengaraturan mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan. Sukmadinata (2009) Kurikulum adalah pedoman bagi guru dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dalalm mencapai tujuan pendidikan. Kurikulum mempunyai kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan, karena kurikulum lah yang mengatur dan mngarahkan agar tujuan pendidikan itu dapat tercapai dan tidak melenceng dari tujuan yang telah direncanakan. Selain itu dalam implementasinya kurikulum harus dilakukan pengawasan dan evaluasi untuk meninjau sejauh mana keefektifan dan keberhasilan dari kurikulum tersebut. Hal ini juga bertujuan agar dapat menjadi perbaikan kurikulum untuk kedepannya. Dari disini dapat kita lihat bahwa pentignya keberadaan suatu kurikulum dalam sebuah pendidikan. Dan tidak ketinggalan juga bahwa guru juga memiliki peran penting dalam administrasi kurikulum dimana guru, berperan dalam mengimplementasikan kurikulum dalam peroses kegiatanbelajarmengajar.

(6)

72 DAFTAR PUSTAKA

Hasan, H. (2009). Evaluasi Kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Nasir, M., & Samarinda, I. (2016). MANAJEMEN KURIKULUM DALAM PENDIDIKAN. Manajemen Kurikulum Dalam Pendidikan Syamil.

Soemadinata, N. (2018). Bentangkan Sayap Demi Menggapai Masa Depan.

Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Abidin, Z. (2020). Pelaksanaan Pembelajaran Berbasis Masalah, Pembelajaran Berbasis Proyek Literatur, dan Pembelajaran Inkuiri dalam Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematis. Profesi Pendidikan Dasar, 7(1), 37–

52.http://doi.org/10.23917/ppd.v1i1.10736

Asmariani, “Prinsip-Prinsip Pengembangan Kurikulum Dalam Perspektif Islam | Al-Afkar:

Jurnal Keislaman & Peradaban, ” accessed April 15, 2020, http://ejournal.fiaiunisi.ac.id/index.php/al-afkar/article/view/95.

Retnawati, H., Hadi, S., & Nugraha, A. C.. Vocational High School Teachers’ Difficulties in Implementing the Assessment in Curriculum 2013 in Yogyakarta Province of Indonesia. International Journal of Instruction, 9(1), 2016, 33–48

Kurniaman, O., & Noviana, E.. Penerapan Kurikulum 2013 dalam meningkatkan keterampilan, sikap, dan pengetahuan.Primary: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(2), (2017), 389–396.

Listyaningsih, 2014. Administrasi Pembangunan, Graha ilmu:yogyakarta

Musthofa Rembangy, Pendidikan Transformatif, (Yogyakarta: Teras, 2008), 131

Setyorini, I.. Pandemi COVID-19 dan Online Learning: Apakah Berpengaruh Terhadap Proses Pembelajaran Pada Kurikulum 13? Journal of Industrial Engineering & Management Research, 1(1), (2020), 95–102.

Gunawan, I.. Indonesian Curriculum 2013:

Instructional management, obstacles faced by teachers in implementation and the way forward. 3rd International Conference on Education and Training (ICET 2017).

Masrokhah, M. Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran Online Selama Masa Pandemi Covid-19 Di Sdn Bintoro 5 Kabupaten Demak. (2020)

Wahyono, P., Husamah, H., & Budi, A. S.. Guru profesional di masa pandemi COVID-19:

Review implementasi, tantangan, dan solusi pembelajaran daring. Jurnal Pendidikan Profesi Guru, 1(1), (2020), 51–65.

Tim Pengembang MKOP Kurikulum dan Pembelajaran. (2006). Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Gusty, S., Nurmiati, N., Muliana, M., Sulaiman, O. K., Ginantra, N. L. W. S. R., Manuhutu, M.

A., Sudarso, A., Leuwol, N. V., Apriza, A., & Sahabuddin, A. A.. Belajar Mandiri:

Pembelajaran Daring di Tengah Pandemi Covid-19. Yayasan Kita Menulis. (2020)

Referensi

Dokumen terkait

Manajemen kurikulum merupakan suatu kegiatan yang dirancang untuk proses pendidikan yang di dalamnya terdapat pelaksanaan pembelajaran yang diawali dari perencanaan

Pendekatan ini menggunakan gawai (gadget) maupun laptop melalui beberapa portal dan aplikasi pembelajaran, dan 2) pendekatan pembelajaran jarak jauh luar jaringan

“Jadi mbak, kalau untuk saya sendiri sebagai guru pembimbing khusus itu hanya membuat PPI, kalau RPP tetap ada hanya saja yang membuat guru kelas, dan untuk

Hasil penelitian yang telah dilakukan yaitu: (1) Siswa, Guru, Tenaga Kependidikan dan Kepala Asrama telah memiliki dan telah menggunakan perangkat dasar yang dibutuhkan

Pada era pandemi covid 19 pembelajaran dilakukan secara online (BDR). Sistem pembelajaran ini membuat guru cukup kesulitan memantau aktivitas pembelajaran peserta didik

Penerapan Kurikulum 2013 di masa pandemi COVID-19 ini sangat sulit untuk diterapkan, selain karena susahnya belajar melalui komunikasi jarak jauh juga tidak

Taman Nasional Ujung Kulon sebagai kebanggaan bangsa; Taman Nasional Ujung Kulon sebagai kawasan yang kaya akan sumberdaya alam hayati; badak jawa sebagai hewan unik yang

Deskripsi data hasil tentang pengaruh dalam keaktifan mengikuti kegiatan mentoring yaitu untuk mengetahui sejauh mana pengaruh mahasiswa dalam mengikuti kegiatan