LAPORAN KINERJA 2020
LLDIKTI WILAYAH IX
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
LEMBAGA LAYANAN PENDIDIKAN TINGGI WILAYAH IX
KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala Rahmat dan Ridho-NYA jualah penyusunan Laporan Kinerja LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2020 ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat waktu. Laporan Kinerja LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2020 ini merupakan laporan pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah kepada instansi yang lebih tinggi dan kepada masyarakat. Laporan ini juga merupakan salah satu dokumen dalam siklus perencanaan, yaitu sebagai umpan balik untuk masukan pada tahun berikutnya. Dengan adanya Laporan ini, diharapkan dapat membantu penyusunan rencana kegiatan dan rencana kerja serta pelaksanaan pengukuran kinerja untuk tahun berikutnya. Dokumen ini menjadi penting karena merupakan data terpadu antara kinerja dan anggaran yang mendukungnya, antara sasaran dan keluaran yang dicapai, sehingga dapat menjadi instrument untuk menilai efektifitas dan efisiensi serta produktifitas instansi.
LLDIKTI Wilayah IX bertanggung jawab melaksanakan tugas dan fungsinya secara transparan dan akuntabel sesuai dengan amanat dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 Tahun 2016 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Laporan Kinerja LLDIKTI Wilayah IX ini merupakan perwujudan transparansi dan akuntabilitas kinerja yang didalamnya menguraikan rencana kinerja yang telah ditetapkan, pencapaian atas rencana kinerja tersebut, dan realisasi anggaran. Penetapan ukuran kinerja, yang dituangkan dalam Perjanjian Kinerja yang khusus pada tahun 2020 baru dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, bukanlah semata-mata hanya ditujukan untuk menggambarkan ketercapaian target kinerja organisasi di akhir tahun. Namun, ada hal yang jauh lebih penting dari hal tersebut, dimana penetapan ukuran kinerja dijadikan sebagai
Laporan Kinerja Tahun 2019
acuan manajemen dalam mencurahkan segenap kemampuan untuk mencapai kinerja yang optimal
Laporan Kinerja Tahun 2020 merupakan laporan kinerja tahun pertama dari periode Rencana Strategis (Renstra) LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2020-2024.
Laporan kinerja ini diharapkan dapat memberikan gambaran objektif dan komprehensif tentang kinerja yang dihasilkan LLDIKTI Wilayah IX selama tahun 2020 dan capaian Renstra 2020-2024, baik itu secara kinerja maupun keluaran langsung kegiatan, yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh semua stakeholders bidang pendidikan tinggi sebagai informasi, sekaligus sarana check and balance demi kemajuan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat.
Penyusunan Laporan Kinerja ini melibatkan semua unit kerja di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX. Hal ini dilatarbelakangi bahwa, penyusunan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penyelenggaraan Negara harus dapat dipertanggung jawabkan kepada masyarakat sebagai penunjang kedaulatan tertinggi Negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Diharapkan penyusunan laporan Kinerja ini dapat memberikan informasi mengenai seberapa jauh keberhasilan dan pencapaian LLDIKTI Wilayah IX dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsinya pada Tahun 2020. Semoga Laporan Kinerja ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh pihak yang berkepentingan.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb
Makassar, 10 Pebruari 2021
Kepala,
Prof. Dr. Jasruddin, M. Si
NIP. 196412221991031002
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...i
DAFTAR ISI ... iii
DAFTAR GAMBAR ... iv
DAFTAR TABEL ... v
DAFTAR GRAFIK ... vii
IKHTISAR EKSEKUTIF ... viii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Gambaran Umum Organisasi ... 1
B. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi ... 17
C. Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi ... 17
D. Permasalahan Utama yang dihadapi organisasi ... 22
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 25
A. Sasaran Strategis ... 25
B. Perjanjian Kinerja ... 34
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 37
A. Capaian Kinerja Organisasi ... 37
B. Realisasi Anggaran ... 57
BAB IV PENUTUP ... 59
LAMPIRAN ... 61 1. Perjanjian Kinerja
2. Pengukuran Kinerja 3. Pernyataan Telah Direviu
Laporan Kinerja Tahun 2019
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Bagan Struktur Organisasi LLDIKTI Wilayah IX ... 5 Gambar 2. Kantor LLDIKTI Wilayah IX Makassar... 7 Gambar 3. Struktur Organisasi LLDIKTI Wilayah IX………...19
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Capaian Indikator Kinerja Tahun 2020 ………. xiii Tabel 2. Jumlah Perguruan Tinggi dan Program Studi
Di Lingkungan LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2016 - 2020….... 9 Tabel 3. Status Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) PTS
LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2016 – 2020 ……….10 Tabel 4. Peringkat Akreditasi Prodi PTS LLDIKTI Wilayah IX
Tahun 2016 s.d. 2020 ……….. 11 Tabel 5. Jumlah Dosen DPK dan DTY LLDIKTI Wilayah IX
Menurut Jabatan Akademik ………12 Tabel 6. Jumlah Dosen DPK dan DTY LLDIKTI Wilayah IX
Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2020 ……… 14 Tabel 7. Jumlah Dosen PNS Dipekerjakan Menurut Pangkat
dan Golongan Ruang ………. 15 Tabel 8. Jumlah Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IX
Menurut Pangkat dan Golongan………. 16 Tabel 9. Indikator Kinerja Tujuan LLDIKTI Wilayah IX
pada tahun 2020-2024 ………. 29 Tabel 10. Sasaran LLDIKTI Wilayah IX pada tahun 2020-2024………. 30 Tabel 11. Indikator Kinerja Sasaran LLDIKTI Wilayah IX
pada tahun 2020-2024 ………. 31 Tabel 12. Perjanjian Kinerja Tahun 2020 ………. 35 Tabel 13. Capaian Indikator Kinerja Sasaran Kegiatan Tahun 2020 .. 39 Tabel 14. Capaian Sasaran Kegiatan 1 Meningkatnya tata kelola
satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi ……….41 Tabel 15. Capaian Sasaran Kegiatan 2 Meningkatnya kualitas layanan
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)……….48 Tabel 16. Capaian Sasaran Kegiatan 3 Meningkatnya efektivitas
sosialisasi kebijakan pendidikan tinggi ………52
Laporan Kinerja Tahun 2019
Tabel 17. Capaian Sasaran Kegiatan 4 Meningk. inovasi perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu Pendidikan ………56 Tabel 18. Realisasi Anggaran LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2020
berdasarkan Jenis Belanja ………59
DAFTAR GRAFIK
Grafik 1. Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Tata Kelola
Satuan Kerja di Lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi ……. ix Grafik 2. Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas
Layanan LLDIKTI ……….. x Grafik 3. Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Efektifitas
Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Tinggi ………. xi Grafik 4. Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Inovasi Perguruan
Tinggi dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan …… xii Grafik 5. Jumlah PTS Menurut Bentuk di LLDIKTI Wilayah IX……….. 9 Grafik 6. Jumlah Program Studi Terakreditasi Minimal B
Tahun 2016 s.d 2020 ……….12 Grafik 7. Jumlah Dosen Tingkat Nasional Berdasarkan Jabatan
Akademik ………13 Grafik 8. Persentase Alokasi Anggaran LLDIKTI Wilayah IX
Tahun 2020 per Jenis Belanja ……… 59
Laporan Kinerja Tahun 2019
IKHTISAR EKSEKUTIF
Laporan Kinerja ini disusun sebagai wujud pelaksanaan amanat dalam Undang-undang Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabiitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 12 Tahun 2015 tentang Evaluasi atas Implementasi SAKIP serta Permendikbud No. 39 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Laporan Kinerja LLDIKTI Wilayah IX tahun 2020 disusun berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) LLDIKTI Wilayah IX periode 2020-2024, dengan mekanisme pengukuran yang berpedoman pada Permendikbud No. 39 Tahun 2020 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Laporan Kinerja ini merupakan laporan yang memberikan penjelasan mengenai pencapaian kinerja LLDIKTI Wilayah IX selama Tahun 2020. Capaian kinerja (performance results) Tahun 2020 tersebut dibandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) Tahun 2020 sebagai tolak ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang.
Dengan adanya perubahan Kementerian yang menaungi Pendidikan Tinggi sejak kabinet kedua Presiden Jokowi, yakni yang semula berada di bawah Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan
Tinggi menjadi di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, maka terjadi perubahan arah kebijakan Pendidikan Tinggi. Begitu pula dengan Indikator Kinerja Utama bagi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. Sejak bulan Agustus 2020 ditetapkan Indikator Kinerja Utama untuk Lembaga Layanan Pendidikan Tingggi melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 754/P/2020 tanggal 5 Agustus 2020 tentang Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi Negeri dan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi di Lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.
34 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. LLDIKTI mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya. Dalam melaksanakan tugasnya LLDIKTI Wilayah IX menyelenggarakan fungsi:
b. Pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan tinggi;
c. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan perguruan tinggi;
d. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi;
e. Pelaksanaan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal;
f. Pengelolaan data dan informasi perguruan tinggi;
g. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi; dan
h. Pelaksanaan administrasi.
Pengukuran pencapaian kinerja dilakukan dengan cara mengukur 4 sasaran kegiatan yang telah ditetapkan melalui perjanjian kinerja antara Kepala LLDIKTI Wilayah IX dengan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dengan melakukan evaluasi atas capaian sasaran kegiatan tersebut dengan mengacu pada capaian keluaran kegiatan yang dilakukan pada tahun 2020.
Laporan Kinerja Tahun 2019
Adapun hasil pengukuran kinerja tahun 2020 dan ketercapaian masing-masing indikator kinerjanya dapat dilihat sebagai berikut:
1. Untuk Sasaran Kegiatan 1, yakni Meningkatnya Tata Kelola Satuan Kerja di Lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi, capaian kinerja rata-rata dari 2(dua) indikator adalah 106,66%. Capaian untuk masing - masing indikatornya dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 1.
Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Tata Kelola Satuan Kerja di Lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi
IKK 1.1 : Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB, ditargetkan mendapat predikat BB, tercapai predikat BB. Persentase capaian kinerja adalah 102,86%, sehingga mencapai target yang ditentukan.
IKK 1.2 : Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan RKA- K/L Satker minimal 80, ditargetkan mendapat nilai 80, tercapai nilai 90,65. Persentase capaian kinerja adalah 113,31%, sehingga sudah melampaui target.
2. Untuk Sasaran Kegiatan 2, yakni Meningkatnya Kualitas Layanan LLDIKTI, capaian kinerja rata-rata dari 2(dua) indikator adalah
578,75%. Capaian kinerja untuk masing- masing indikatornya dapat dilihat pada grafik berikut:
Grafik 2.
Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Kualitas Layanan LLDIKTI
IKK 2.1 : Persentase layanan LLDIKTI yang tepat waktu, ditargetkan 60%, tercapai 70,50%. Persentase capaian kinerja sebesar 117,50%, sehingga sudah melampaui target.
IKK 2.2 : Persentase PTS dengan peringkat akreditasi unggul, mempunyai lebih dari 3.000 (tiga ribu) mahasiswa terdaftar, atau meningkatkan mutu dengan cara konsolidasi dengan PTS lain, ditargetkan 1%, tercapai 10,44%. Persentase capaian kinerja sebesar 1.040%, sehingga telah melampaui target.
3. Untuk Sasaran Kegiatan 3, yakni Meningkatnya Efektifitas Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Tinggi. Capaian kinerja rata-rata dari 2 (dua) indikator adalah 112,01%.
Capaian kinerja untuk masing - masing indikatornya dapat dilihat pada grafik berikut:
Laporan Kinerja Tahun 2019
Grafik 3.
Capaian Kinerja Sasaran
Meningkatnya Efektifitas Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Tinggi.
IKK 3.1 : Persentase PTS yang memiliki lebih dari 30% (tiga puluh persen) lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks berkegiatan di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional, ditargetkan 10%, tercapai 12,36%, sehingga persentase ketercapaian sebesar 123,60%.
Dengan demikian IKK ini telah melampaui target.
IKK 3.2 : Persentase PTS yang mengimplementasi kebijakan antitoleransi, antikekerasan seksual, antiperundungan, dan antikorupsi, ditargetkan 90%, tercapai 90,38%. Persentase capaian kinerja sebesar 100,42%. Dengan demikian IKK ini telah melampaui target.
4. Untuk Sasaran Kegiatan 4, yakni Meningkatnya Inovasi Perguruan Tinggi dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan, target dari 1(satu) indikator adalah 20% dan tercapai sebesar 25,27%, sehingga capaian kinerja untuk sasaran ini adalah 26,35%.
Grafik 4.
Capaian Kinerja Sasaran Meningkatnya Inovasi Perguruan Tinggi dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pendidikan
IKK 4: Persentase PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang berkegiatan tridarma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra, ditargetkan 20%, tercapai 25,27%, sehingga persentase capaian sebesar 126,35%. Dengan demikian IKK ini telah melampaui target yang ditentukan.
Pagu LLDIKTI Wilayah IX dalam DIPA 2020 yang digunakan untuk mendukung pencapaian sasaran strategis sebagaimana ditetapkan dalam penetapan kinerja 2020 sebesar Rp. 252.029.767.000,- dengan realisasi sebesar Rp. 246.757.369.176,- atau sekitar 97,91%.
Pagu anggaran di tahun 2020 ini meningkat sebesar Rp. 13.401.941.000,- atau sekitar 5,31% dibandingkan pagu anggaran di tahun 2019 yang besarnya Rp. 238.627.826.000,-
Laporan Kinerja Tahun 2019
Tabel 1.
Capaian Indikator Kinerja Tahun 2020
No Sasaran Strategis
Indikator Kinerja Target Realisasi % Capaian 1 Meningkatnya tata kelola
satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi
1.1. Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB
BB BB 100%
1.2. Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas
Pelaksanaan RKA-K/L Satker minimal 80
80 90,65 113,31%
2 Meningkatnya Kualitas Layanan LLDIKTI
2.1. Persentase layanan LLDIKTI yang tepat waktu
60% 70,50% 117,50%
2.2. Persentase PTS dengan peringkat akreditasi unggul, mempunyai lebih dari 3.000 (tiga ribu) mahasiswa terdaftar, atau
meningkatkan mutu dengan cara konsolidasi dengan PTS lain.
1% 10,44% 1.040%
3 Meningkatnya
Efektifitas Sosialisasi Kebijakan Pendidikan Tinggi
3.1. Persentase PTS yang
memiliki lebih dari 30% (tiga puluh persen) lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang:
a. Menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks berkegiatan di luar kampus; atau
b. Meraih prestasi paling rendah tingkat nasional
10% 12,36% 123,60%
3.2. Persentase PTS yang implementasi kebijakan antitoleransi, antikekerasan seksual,
antiperundungan, dan antikorupsi.
90% 90,38% 100,42%
4 Meningkatnya Inovasi Perguruan Tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan
4. Persentase PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen Yang berkegiatan tridarma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra.
20% 25,27% 126,35%
BAB I
PENDAHULUAN
A. Gambaran Umum Organisasi
Sejarah terbentuknya Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) dimulai dengan terbitnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1/PK/1968 tanggal 17 Februari 1968. SK tersebut berlaku surut per 10 Oktober 1967.
Berdasarkan SK tersebut, terbentuklah Koordinasi Perguruan Tinggi (Koperti) yang mempunyai fungsi sebagai aparatur konsultatif dengan Kepala Kantor Perwakilan Pendidikan dan Kebudayaan setempat.
Koperti ikut menangani Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) secara bersamaan dikarenakan jumlahnya belum sebanyak saat ini. Koperti awalnya dibagi menjadi 7 wilayah kerja yaitu:
l. Wilayah l meliputi Aceh, Sumut, Sumbar, dan Riau;
2. Wilayah 2 meliputi Jakarta Raya, Jambi, Sumsel,Lampung, Bengkulu, dan Kalbar;
3. Wilayah 3 meliputi Jawa Barat;
4. Wilayah 4 meliputi DIY, Surakarta, dan Kedu;
5. Wilayah 5 meliputi Karesidenan Pati, Semarang, Pekalongan, dan Banyumas;
6. Wilayah 6 meliputi Jatim, Bali, Kalteng, Kaltim, Kalsel, NTB, dan NTT;
dan
7. Wilayah 7 meliputi Sulsel, Sultra, Sulteng, Sulut, Maluku, dan Irian Jaya.
Dengan semakin bertambahnya PTS, maka Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menerbitkan SK Nomor 079/0/1975 tanggal 17 April 1975. Berdasarkan SK tersebut, Koperti pun bertransformasi menjadi unit layanan bernama Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis). Sesuai namanya, ruang lingkup kerja Kopertis pun khusus memberikan pelayanan kepada PTS. Saat itu, Kopertis juga bertindak sebagai penghubung antara PTS don PTN. Dalam rangka penyesuaian
Laporan Kinerja Tahun 2020
dengan perkembangan di bidang pengelolaan PTS, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kembali menerbitkan SK Nomor 062/0/1982 dan Nomor 0135/0/1990 tanggal 15 Maret 1990, tentang Organisasi dan Tata Kerja Kopertis. Selain mengatur susunan organisasi dan tata kerja kopertis, SK itu juga membagi wilayah kerja kopertis menjadi 12 wilayah kerja yaitu:
l. Wilayah I di Medan meliputi D.I. Aceh dan Sumatra Utara;
2. Wilayah II di Palembang meliputi: Sumatra Selatan, Bengkulu, dan Lampung;
3. Wilayah Ill di Jakarta meliputi D.K.I. Jakarta;
4. Wilayah IV di Bandung meliputi Jawa Barat;
5. Wilayah V di Yogyakarta meliputi D.I. Yogyakarta;
6. Wilayah VI di Semarang meliputi Jawa Tengah;
7. Wilayah VII di Surabaya meliputi Jawa Timur;
8. Wilayah VIII di Denpasar meliputi Bali, NTB, dan NTT;
9. Wilayah IX di Ujung Pandang meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara;
10. Wilayah X di Padang meliputi Sumatra Barat, Riau, dan Jambi;
11. Wilayah XI di Banjarmasin meliputi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah;
12. Wilayah XII di Ambon meliputi Maluku dan Irian Jaya.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2013 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 42 Tahun 2013. Peraturan Menteri tersebut kembali mengubah organisasi dan tata kerja Kopertis. Wilayah kerja Kopertis pun bertambah menjadi 14 wilayah kerja yaitu:
1. Wilayah I di Medan meliputi Provinsi Sumatra Utara,
2. Wilayah II di Palembang meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung;
3. Wilayah Ill di Jakarta meliputi Provinsi D.K.I. Jakarta, termasuk pengembangannya;
4. Wilayah IV di Bandung meliputi Provinsi Jawa Barat dan Banten, termasuk pengembangannya;
5. Wilayah V di Yogyakarta meliputi Provinsi D.I. Yogyakarta;
6. Wilayah VI di Semarang meliputi Provinsi Jawa Tengah;
7. Wilayah VII di Surabaya meliputi Provinsi Jawa Timur;
8. Wilayah VIII di Denpasar meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur;
9. Wilayah IX di Makassar meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat;
10.Wilayah X di Padang meliputi Provinsi Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi, termasuk pengembangannya;
11.Wilayah XI di Banjarmasin meliputi Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah;
12. Wilayah XII di Ambon meliputi Provinsi Maluku dan Maluku Utara;
13. Wilayah XIII di Banda Aceh meliputi Provinsi Aceh;
14. Wilayah XIV di Biak meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat.
Transformasi Kopertis mejadi LLDIKTI terjadi seiring dengan keluarnya Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi pada Bulan April 2018, dimana terbitnya peraturan tersebut untuk memenuhi amanat pasal 57 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi yang menyatakan bahwa Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi merupakan satuan kerja Pemerintah di wilayah yang berfungsi membantu peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan Tinggi. Wilayah kerja LLDIKTI pun kembali mengalami perubahan menjadi 15 wilayah kerja yaitu:
1. Wilayah I di Medan meliputi Provinsi Sumatra Utara;
2. Wilayah II di Palembang meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung;
Laporan Kinerja Tahun 2020
3. Wilayah III di Jakarta meliputi Provinsi D.K.I. Jakarta, termasuk pengembangannya;
4. Wilayah IV di Bandung meliputi Provinsi Jawa Barat dan Banten, termasuk pengembangannya;
5. Wilayah V di Yogyakarta meliputi Provinsi D.I. Yogyakarta;
6. Wilayah VI di Semarang meliputi Provinsi Jawa Tengah;
7. Wilayah VII di Surabaya meliputi Provinsi Jawa Timur;
8. Wilayah VIII di Denpasar meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur;
9. Wilayah IX di Makassar meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat;
10.Wilayah X di Padang meliputi Provinsi Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi;
11.Wilayah XI di Banjarmasin meliputi Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah;
12 Wilayah XII di Ambon meliputi Provinsi Maluku dan Maluku Utara;
13.Wilayah XIII di Banda Aceh meliputi Provinsi Aceh;
14. Wilayah XIV di Biak meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat;
15. Wilayah XV di Kupang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Tonggak sejarah baru LLDIKTI ditandai dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi pada akhir Juli 2020. Dimana fungsi diterbitkannya peraturan dimaksud untuk efisiensi dan efektifitas dukungan layanan peningkatan mutu dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Pembinaan LLDIKTI secara teknis dilakukan oleh Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi dan secara administratif dilakukan oleh Sekretaris Jenderal. Selain itu terjadi perubahan signifikan terhadap Struktur Organisasi LLDIKTI dengan penghapusan eselon III dan eselon IV berganti menjadi jabatan fungsional sehingga strukturnya sebagai berikut:
Kepala
Sekretaris
Bagian Tata Usaha
Kelompok Jabatan Fungsional
Tenaga Ahli
Gambar 1.
Struktur Organisasi LLDIKTI sesuai Permendikbud 34 Tahun 2020
serta penambahan jumlah LLDIKTI di seluruh Indonesia menjadi 16 wilayah kerja yaitu:
1. Wilayah I di Medan meliputi Provinsi Sumatra Utara;
2. Wilayah II di Palembang meliputi Provinsi Sumatra Selatan, Lampung, Bengkulu, dan Bangka Belitung;
3. Wilayah III di Jakarta meliputi Provinsi D.K.I. Jakarta, termasuk pengembangannya;
4. Wilayah IV di Bandung meliputi Provinsi Jawa Barat dan Banten, termasuk pengembangannya;
5. Wilayah V di Yogyakarta meliputi Provinsi D.I. Yogyakarta;
6. Wilayah VI di Semarang meliputi Provinsi Jawa Tengah;
7. Wilayah VII di Surabaya meliputi Provinsi Jawa Timur;
8. Wilayah VIII di Denpasar meliputi Provinsi Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur;
9. Wilayah IX di Makassar meliputi Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat;
Laporan Kinerja Tahun 2020
10.Wilayah X di Padang meliputi Provinsi Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan Jambi;
11.Wilayah XI di Banjarmasin meliputi Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah;
12.Wilayah XII di Ambon meliputi Provinsi Maluku dan Maluku Utara.
13.Wilayah XIII di Banda Aceh meliputi Provinsi Aceh;
14.Wilayah XIV di Biak meliputi Provinsi Papua dan Papua Barat;
15.Wilayah XV di Kupang meliputi Provinsi Nusa Tenggara Timur.
16.Wilayah XVI di Gorontalo meliputi Provinsi Gorontalo, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Provinsi Sulawesi Utara.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan tata kelola pemerintahan yang berorientasi pada hasil, LLDIKTI Wilayah IX secara konsisten menerapkan manajemen kinerja. Hal ini dilakukan agar kinerja LLDIKTI Wilayah IX berubah dari paradigma yang berorientasi proses/kegiatan menuju manajemen kinerja yang berorientasi hasil/kinerja.
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) sebagai sebuah entitas yang mengemban misi pendidikan tinggi pada lima tahun ke belakang berada di bawah naungan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Selama kurun waktu 5 tahun yakni 2015 sampai dengan 2019 kinerja LLDIKTI telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan demi peningkatan mutu pendidikan tinggi. Sesuai wilayah kerjanya, LLDIKTI Wilayah IX melaksanakan fungsi fasilitasi peningkatan mutu pendidikan tinggi melalui peningkatan mutu kelembagaan maupun sumber daya perguruan tinggi.
Tugas Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX adalah melaksanakan peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat dan Gorontalo. Sementara fungsinya adalah sebagai berikut:
1. Pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan;
2. Pelaksanaann fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi;
3. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi;
4. Pelaksanaan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal;
5. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi;
6. Pelaksanaan data dan informasi di bidang mutu pendidikan tinggi;
7. Pelaksanaan administrasi LLDIKTI.
Kantor LLDIKTI Wilayah IX terletak di Kota Makassar tepatnya di Jalan Bung Kilometer 9 Tamalanrea Makassar, setelah diterbitkannya Permendikbud No. 34 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi pada akhir Juli 2020, wilayah kerja LLDIKTI Wilayah IX mencakup tiga provinsi yaitu: Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat
Gambar 2.
Kantor LLDIKTI Wilayah IX Makassar
Jumlah Perguruan Tinggi Swasta di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX sejak tahun 2016 sampai dengan 2020 mengalami penambahan sebesar 16%. Kebijakan pengurangan jumlah PT untuk peningkatan kualitas pendidikan tinggi, dengan memberikan kemudahan dalam proses Penggabungan/Penyatuan PTS, tidak berdampak pada
Laporan Kinerja Tahun 2020
pengurangan jumlah PT pada LLDIKTI Wilayah IX disebabkan adanya beberapa pendirian PT baru. Jumlah Program Studi sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 mengalami kenaikan sebanyak 35 %. Hal ini dapat difahami sebab program penggabungan/penyatuan PTS tersebut dapat mengakibatkan penambahan jumlah program studi untuk memenuhi syarat perubahan PTS ke bentuk yang lebih besar termasuk pendirian PT Baru.
Dari 364 PTS tersebut, 203 PTS terletak di Provinsi Sulawesi Selatan, 51 PTS terletak di Provinsi Sulawesi Utara, 37 PTS terletak di Provinsi Sulawesi Tengah, 39 PTS terletak di Sulawesi Tenggara, 19 PTS terletak di Sulawesi Barat dan 15 PTS terletak di Provinsi Gorontalo.
Berdasarkan data BPS tahun 2020 bahwa Angka Partisipasi Kasar Pendidikan Tinggi di Provinsi Sulawesi Selatan baru mencapai 42,69 %, Angka Pertisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Provinsi Sulawesi Utara mencapai 34,61%, Angka Pertisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Provinsi Sulawesi Tengah mencapai 39,32%, Angka Pertisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Provinsi Sulawesi Tenggara mencapai 47,40%, Angka Pertisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Provinsi Sulawesi Barat mencapai 29,44% dan Angka Pertisipasi Kasar Pendidikan Tinggi Provinsi Gorontalo mencapai 37,74%. Jika melihat APK tersebut maka keberadaan Perguruan Tinggi Swasta di wilayah Sulawesi masih belum dapat menampung 61,50%
penduduk usia kuliah. Hal ini tentu masih terus harus diupayakan oleh Pemerintah agar APK Pendidikan Tinggi dapat mencapai target yang ideal untuk membangun bangsa yang besar ini. Secara rinci jumlah PTS dan Program Studi menurut bentuk perguruan tinggi, ditampilkan dalam tabel 2 berikut:
Tabel 2.
Jumlah Perguruan Tinggi dan Program Studi Di Lingkungan LLDIKTI WILAYAH IX Tahun 2016 - 2020
1 Universitas PT 36 38 44 50 58
PS 867 920 975 1.065 1.231
2 Institut PT 3 3 3 4 6
PS 27 27 27 37 49
3 Sekolah Tinggi PT 159 160 166 172 175
PS 614 653 669 697 765
4 Akademi PT 109 109 110 111 111
PS 218 219 227 234 256
5 Politeknik PT 5 6 7 9 12
PS 48 54 60 74 93
6 Akademi Komunitas PT 1 1 1 2 2
PS 2 2 2 5 5
PT 313 317 331 348 364 PS 1.776 1.875 1.960 2.112 2.399 Jumlah
No Bentuk PT/PS 2016 2017 2018 2019 2020
Menurut data dari laman pddikti.kemdikbud.go.id, jumlah PTS di lingkungan Kemendikbud berjumlah 4.334, sementara jumlah PTS di LLDIKTI Wilayah IX berjumlah 364 (8,39%), namun dengan capaian APK yang masih rendah. Hal ini berarti Perguruan Tinggi Swasta yang berada di LLDIKTI Wilayah IX memiliki pengaruh yang cukup signifikan dalam pencapaian target peningkatan mutu Pendidikan di Indonesia.
Oleh karena itu, tata kelola PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX perlu mendapat perhatian yang serius dari Pemerintah Pusat, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, agar akses pendidikan tinggi bagi masyarakat lebih dipermudah.
Grafik 5.
Jumlah PTS Menurut Bentuk di LLDIKTI Wilayah IX
Laporan Kinerja Tahun 2020
Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) pada PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX belum berubah secara signifikan. PTS yang terakreditasi A sebanyak 1 PT, PTS yang terakreditasi B sebanyak 39 PT, PTS yang terakreditasi Baik Sekali sebanyak 2 PT, PTS yang terakreditasi C sebanyak 132 PT, PTS yang terakreditasi Baik sebanyak 18 PT dan PTS yang belum Terakreditasi sebanyak 172 PT atau 47,25%
dari keseluruhan jumlah PTS yang ada di LLDIKTI Wilayah IX. Jika dibandingkan dengan tahun 2019, jumlah PTS yang tidak terakreditasi di tahun 2020 menurun, yakni dari 247 PTS kini menjadi 172 PTS.
Jadi selama tahun 2020, LLDIKTI Wilayah IX berhasil meningkatkan jumlah PTS terakreditasi. Namun tentu masih menjadi “PR” bagi LLDIKTI Wilayah IX untuk terus memotivasi PTS dalam peningkatan mutu perguruan tinggi khususnya pada predikat Akreditasi Perguruan Tinggi.
Tabel 3.
Status Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) PTS LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2016 – 2020
A B Baik
Sekali C Baik Tidak
Terakreditasi
2016 - 2 - 17 - 294 313 2017 - 5 - 33 - 279 317 2018 - 14 - 51 - 266 331 2019 1 20 - 70 - 257 348 2020 1 39 2 132 18 172 364
AKREDITASI PERGURUAN TINGGI
TAHUN JML
PTS
Begitu pula untuk program studi yang terakreditasi minimal B selama lima tahun terakhir menunjukkan bahwa kualitas Program Studi PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX meningkat secara signifikan. Berdasarkan indikator kinerja yang ditetapkan pada tahun 2016, yakni jumlah program studi terakreditasi minimal B, maka diperoleh bahwa pada tahun 2016 sebanyak 41 Prodi (20,81%), pada tahun 2017 sebanyak 127 Prodi (36,92%), pada tahun 2018 sebanyak 256 Prodi (47,50%), pada tahun 2019 sebanyak 370 Prodi (50,00%), pada tahun 2020 sebanyak 537 Prodi (52,70%).
Sementara jika dilihat dari jumlah PTS terakreditasi (A,B, dan C) yakni sebesar (98,98%) pada tahun 2016, (99,42%) pada tahun 2017, (99,63%) pada tahun 2018, (99,73%) pada tahun 2019 dan mencapai (99,80%) pada tahun 2020.
Tabel 4.
Peringkat Akreditasi Prodi PTS LLDIKTI Wilayah IX Tahun 2016 s.d. 2020
A B C Tidak
Terakreditasi
2016 0 41 154 2 197
2017 6 121 215 2 344
2018 17 239 281 2 539
2019 22 348 368 2 740
2020 28 509 480 2 1.019
TOTAL 73 1258 1498 10 2.839
AKREDITASI PROGRAM STUDI
JML PRODI TAHUN
Laporan Kinerja Tahun 2020
Grafik 6
Jumlah Program Studi Terakreditasi Minimal B Tahun 2016 s.d 2020
Kemudian jumlah tenaga pendidik (yang berstatus PNS dpk dan dosen tetap yayasan) menurut jabatan akademik pada tahun 2020 di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX dapat dilihat pada tabel 5 berikut ini.
Tabel 5.
Jumlah Dosen DPK dan DTY LLDIKTI Wilayah IX Menurut Jabatan Akademik
No Jabatan Akademik 2018 2019 2020
1 Professor 74 93 107
2 Lektor Kepala 666 697 760
3 Lektor 1.896 2.264 2.738
4 Asisten Ahli 3.764 4.681 5.526
5 Tenaga Pengajar 7.704 8.062 8.728
14.104 15.797 17.859 Jumlah
Berdasarkan data di atas, masih terdapat 8.728 atau sekitar 48,87%
dosen yang berstatus dosen tetap maupun PNS dpk yang belum memiliki jabatan akademik. Jabatan Akademik Dosen merupakan salah satu syarat sertifikasi dosen. Ketika seorang dosen belum tersertifikasi maka dosen tersebut belum dapat dikatakan professional. Sertifikasi dosen merupakan salah satu indikator kualitas dosen, oleh karena itu pembinaan terhadap karir dosen masih perlu terus dilakukan agar terus meningkatkan jumlah dosen berjabatan akademik, yang berakibat pada meningkatnya dosen tersertifikasi, yang akan juga berimbas pada
20,81
36,92
47,5 50 52,7
2015 2016 2017 2018 2019
peningkatan kesejahteraan dosen melalui tunjangan profesi dosen yang disediakan pemerintah.
Grafik 7.
Jumlah Dosen Tingkat Nasional Berdasarkan Jabatan Akademik
Jika dibandingkan dengan dosen di seluruh Indonesia yang berjumlah 316.372 orang, jumlah dosen di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX yang berjumlah 17.859 orang merupakan bagian yang cukup besar yakni sekitar 5,64% berkontribusi dalam mendidik anak bangsa. Sementara persentase PTS di lingkungan LLDIKTI Wilayah IX sebesar 8,08% terhadap jumlah seluruh PTS di Indonesia, dan persentase jumlah program studi yang terdapat di LLDIKTI Wilayah IX terhadap jumlah seluruh program studi di seluruh Indonesia sekitar
Laporan Kinerja Tahun 2020
10,55%. Oleh karena itu, LLDIKTI Wilayah IX memiliki potensi yang besar untuk membangun kecerdasan anak bangsa. Tentunya bukan hanya dibanggakan dari sisi jumlah namun harus dari sisi kualitas.
Pada tahun 2020 jumlah dosen LLDIKTI Wilayah IX baik yang berstatus PNS maupun Non PNS yang masih berkualifikasi S1 sebanyak 1.088 orang, S2 sebanyak 10.936 orang dan S3 sebanyak 1.552 orang. Namun masih juga terdapat dosen dengan kualifikasi S1 ke bawah yang harus menjadi perhatian Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam hal ini Direktorat Jenderal Sumber Daya Iptek Dikti dalam hal meningkatkan kualifikasi dosen menjadi minimal S2 sesuai dengan amanat Undang- undang Nomor 20 Tahun 2005. Untuk dosen PNS sudah ada follow up dari amanat UU No 20 tahun 2005 tersebut dengan memberhentikan (dipensiunkan) dosen yang sudah berusia 58 tahun pada tahun 2016, dan menonaktifkan status fungsional untuk dosen yang belum berusia 58 tahun. Namun belum ada tindaklanjut terhadap dosen yang fungsionalnya dinonaktifkan, terkait penempatannya.
Demikian pula belum ada tindakan untuk dosen berkualifikasi S1 ke bawah yang berstatus non PNS.
Tabel 6.
Jumlah Dosen DPK dan DTY LLDIKTI Wilayah IX Menurut Jenjang Pendidikan Tahun 2020
S1 Profesi S2 Sp-1 S3 Sp-2
Prov. Gorontalo 16 1 740 2 68 - Prov. Sulawesi Barat 37 9 366 - 15 1 Prov. Sulawesi Selatan 562 95 6.455 36 1.215 7 Prov. Sulawesi Tengah 132 16 1.119 - 77 - Prov. Sulawesi Tenggara 131 13 1.300 1 98 - Prov. Sulawesi Utara 210 6 956 - 79 1 JUMLAH 1.088 140 10.936 39 1.552 9
PROVINSI JENJANG PENDIDIKAN
Pada akhir tahun 2019, jumlah dosen PNS dpk di LLDIKTI Wilayah IX sebanyak 1179 orang, sedangkan akhir tahun 2020 sebanyak 864 orang, berkurang sebanyak 315 orang karena pensiun, meninggal dan pindah. Dengan melihat trend seperti ini harus ada penambahan formasi dosen PNS dpk untuk membantu PTS.
Tabel 7.
Jumlah Dosen PNS Dipekerjakan Menurut Pangkat dan Golongan Ruang
No. Golongan Pangkat 2016 2017 2018 2019 2020
1 IV/e Pembina Utama 17 17 16 15 15
2 IV/d Pembina Utama Madya 30 29 28 27 25
3 IV/c Pembina Utama Muda 103 97 96 94 71
4 IV/b Pembina Tk. I 195 391 389 387 156
5 IV/a Pembina 272 272 270 268 247
6 III/d Penata Tk. I 124 119 118 116 101
7 III/c Penata 178 176 175 173 163
9 III/a Penata Muda 35 32 31 30 22
1.030 1.204 1.193 1.179 864
64 Jumlah
Penata Muda Tk. I
8 III/b 76 71 70 69
Dalam melaksanakan operasional tugas pokok dan fungsi, pada akhir tahun 2020 LLDIKTI Wilayah IX didukung oleh 85 orang tenaga administrasi, jumlah tenaga administrasi LLDIKTI Wilayah IX menurut pangkat dan golongan dapat dilihat pada table 8 berikut.
Laporan Kinerja Tahun 2020
Tabel 8.
Jumlah Tenaga Kependidikan LLDIKTI Wilayah IX Menurut Pangkat dan Golongan.
1 IV/e Pembina Utama 0 0 0 0 0
2 IV/d Pembina Utama
Madya 0 0 0 0 0
3 IV/c Pembina Utama Muda 1 1 1 1 0
4 IV/b Pembina Tk. I 3 2 2 3 3
5 IV/a Pembina 16 16 16 15 15
6 III/d Penata Tk. I 15 14 14 15 15
7 III/c Penata 6 6 5 18 17
8 III/b Penata Muda Tk. I 18 18 16 12 12
9 III/a Penata Muda 12 12 12 7 7
10 II/d Pengatur Tk. I 7 6 6 2 2
11 II/c Pengatur 2 2 2 1 1
12 II/b Pengatur Muda Tk. I 3 3 3 8 8
13 II/a Pengatur Muda 8 8 8 2 2
14 I/d Juru Tk. I 2 2 2 3 3
15 I/b Juru 1 1 1 0 0
16 I/c Juru Muda Tk. I 0 0 0 0 0
17 I/a Juru Muda 0 0 0 0 0
94 91 88 87 85
2018 2019 2020
Jumlah
No. Golongan Pangkat 2016 2017
B. Dasar Hukum Pembentukan Organisasi
1. Undang-undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2012 Nomor 158, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5336);
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 16, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5500);
3. Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2015 tentang Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 14);
4. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Berita Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 889);
5. Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Nomor 15 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi.
6. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2020 tentang SOTK LLDIKTI.
C. Tugas Pokok dan Fungsi serta Struktur Organisasi Tugas dan Fungsi
Sesuai dengan Permendikbud nomor 34 tahun 2020, LLDIKTI mempunyai tugas melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan Pendidikan tinggi di wilayah kerjanya.
Dalam melaksanakan tugas fasilitasi tersebut, LLDIKTI menyelenggarakan fungsi :
1. Pelaksanaan pemetaan mutu pendidikan tinggi di wilayah kerjanya;
2. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya;
Laporan Kinerja Tahun 2020
3. Pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi di wilayah kerjanya;
4. Pelaksanaan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal di wilayah kerjanya;
5. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di wilayah kerjanya;
6. Pengelolaan data dan informasi di bidang mutu Pendidikan tinggi di wilayah kerjanya; dan
7. Pelaksanaan administrasi LLDIKTI.
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi LLDIKTI Wilayah IX mengacu kepada Permenristekdikti Nomor 15 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi. LLDIKTI Wilayah IX merupakan LLDIKTI Tipe A, terdiri dari 1 eselon II, 4 eselon III dan 9 eselon IV (sebelum diberlakukannya penghapusan eselon III dan IV) digambarkan dalam gambar berikut.
Berikut Struktur Organisasi LLDIKTI Wilayah IX:
a. Kepala Lembaga b. Sekretaris Lembaga c. Kepala Bagian Umum
d. Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan e. Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi f. Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi
g. Kepala Sub. Bagian Perencanaan dan Penganggaran
h. Kepala Sub. Bagian Hukum, Kepegawaian dan Tata Laksana i. Kepala Sub. Bagian Tata Usaha dan Barang Milik Negara j. Kepala Sub. Bagian Kelembagaan
k. Kepala Sub. Bagian Sistem Informasi dan Kerjasama l. Kepala Sub. Bagian Akademik
m. Kepala Sub. Bagian Kemahasiswaan
n. Kepala Sub. Bagian Pendidik dan Kependidikan o. Kepala Sub. Bagian Sarana dan Prasarana p. Kelompok Tenaga Ahli
Gambar 3. Struktur Organisasi LLDIKTI Wilayah IX Uraian Tugas Struktural LLDIKTI Wilayah IX:
1. Kepala
Mempunyai tugas memimpin pelaksanaan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya . 2. Sekretaris
Mempunyai tugas melaksanakan pemberian layanan teknis dan administratif di bidang peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya.
3. Kepala Bagian Umum
Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan keuangan, kepegawaian, dan
Tenaga Ahli
Laporan Kinerja Tahun 2020
barang milik negara, serta urusan hukum, organisasi, ketatalaksanaan, ketatausahaan, kerumahtanggaan, dan hubungan masyarakat di lingkungan LLDIKTI.
4. Kepala Bagian Kelembagaan dan Sistem Informasi
Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi dan pemberian layanan mutu kelembagaan, kerja sama, dan pengelolaan sistem informasi
5. Kepala Bagian Akademik dan Kemahasiswaan
Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi dan pemberian layanan di bidang pembelajaran, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemahasiswaan
6. Kepala Bagian Sumber Daya Perguruan Tinggi
Mempunyai tugas melaksanakan penyusunan bahan fasilitasi dan pemberian layanan di bidang sumber daya perguruan tinggi.
7. Kepala Sub Bagian Perencanaan dan Anggaran
Mempunyai tugas melakukan penyusunan bahan rencana, program, dan anggaran, pengelolaan keuangan, pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program, kegiatan, dan anggaran serta penyusunan laporan LLDIKTI
8. Kepala Sub Bagian Hukum, Kepegawaian dan Tata Laksana Mempunyai tugas melakukan urusan hukum, kepegawaian,
organisasi, dan ketatalaksanaan.
9. Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Barang Milik Negara
Mempunyai tugas melakukan urusan persuratan, kearsipan, kerumahtanggaan, hubungan masyarakat, dan pengelolaan barang milik negara.
10. Kepala Sub Bagian Kelembagaan
Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data mutu kelembagaan perguruan tinggi, penilaian usul pendirian, perubahan, dan penutupan perguruan tinggi dan program studi, fasilitasi penguatan tata kelola perguruan tinggi, pemantauan, evaluasi kelembagaan, dan penilaian kinerja perguruan tinggi.
11. Kepala Sub Bagian Sistem Informasi dan Kerjasama
Mempunyai tugas melakukan pengumpulan dan pengolahan data kerja sama, pengelolaan pangkalan data pendidikan tinggi, dan fasilitasi pengembangan kerja sama perguruan tinggi.
12. Kepala Sub Bagian Akademik
Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data mutu akademik, penilaian usul program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis peningkatan mutu akademik, pemerolehan kekayaan intelektual dan publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, penjaminan mutu eksternal serta pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
13. Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan
Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data kemahasiswaan, fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis peningkatan minat, bakat, wawasan, kemampuan akademik mahasiswa, pembinaan organisasi kemahasiswaan, pemberian beasiswa, bantuan biaya pendidikan, dan pemberdayaan mahasiswa lainnya serta pemantauan dan evaluasi di bidang kemahasiswaan.
14. Kepala Sub Bagian Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data mutu, perencanaan, penilaian angka kredit jabatan fungsional dosen dan tenaga fungsional lainnya, fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis peningkatan kompetensi, kualifikasi, pengembangan karier dan profesi, dan pemberian penghargaan pendidik dan tenaga kependidikan serta pemantauan dan evaluasi pendidik dan tenaga kependidikan.
15. Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana
Mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan pengumpulan dan pengolahan data, fasilitasi dan pemberian bimbingan teknis
Laporan Kinerja Tahun 2020
pelaksanaan pengembangan, dan pendayagunaan sarana dan prasarana serta pemantauan dan evaluasi sarana dan prasarana perguruan tinggi.
16. Kelompok Tenaga Ahli
Mempunyai tugas membantu Kepala untuk melaksanakan kegiatan sesuai dengan bidang keahlian masing-masing dalam peningkatan mutu penyelenggaraan perguruan tinggi.
D. Permasalahan Utama yang dihadapi Organisasi
Sebagai amanah Undang-Undang Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, perlu dibentuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) yang merupakan satuan kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di wilayah. LLDIKTI mempunyai tugas membantu peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah kerjanya.
LLDIKTI merupakan transformasi dari Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) yang dahulu mengkoordinasikan perguruan tinggi swasta di wilayah kerjanya masing-masing. Dengan Transformasi tersebut, kewenangan LLDIKTI akan bertambah, yang selama ini menjadi lembaga yang hanya melayani Perguruan Tinggi Swasta (PTS), sekarang akan melayani Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Dengan bertambahnya kewenangan LLDIKTI ini, ada permasalahan utama yang akan dihadapi LLDIKTI Wilayah IX:
Kualitas SDM
1. Tenaga Pendidik dan Kependidikan PTS
- Masih banyak dosen yang belum memiliki Jabatan Akademik - Kualifikasi pendidikan dosen masih minim yg S3
- Kurangnya PTS dalam mengalokasikan dana penelitian
- Kemampuan dosen terhadap Teknologi Informasi masih kurang, terutama dosen yang telah berusia lanjut
- Masih terdapat Pimpinan PTS yang kurang memberikan motivasi dalam peningkatan jabatan akademik dosen
- Banyak dosen yang tidak memahami prosedur pengajuan proposal penelitian hibah Ristek/BRIN
- Terkait pelaporan PDDIKTI, kualitas SDM operator PTS
kurang memadai dalam hal kemampuan
IT/laboran/pustakawan, dll 2. Mahasiswa/profil lulusan
- Kualitas lulusan belum sesuai dengan standar kompetensi lulusan (KKNI)
- Tidak semua lulusan memiliki sertifikat kompetensi sebagai surat keterangan pendamping ijazah
- Proses perkuliahan dan ujian belum sepenuhnya memenuhi standar
Kualitas PTS
1. Akreditasi PT dan PS (masih banyak PT/PS belum terakreditasi), belum munculnya budaya mutu secara internal.
2. Pelaporan PDDIKTI, masih banyak PT yang pelaporannya tidak 100%
3. Tidak terpenuhinya standard minimal sarana dan prasarana PTS Internal LLDIKTI Wilayah IX
1. Perubahan kementerian pada bulan Oktober 2019 juga berdampak pada perubahan organisasi Pembina LLDIKTI, dengan adanya perubahan ini proses adaptasi terhadap perubahan kebijakan harus segera dilakukan dan meningkatkan koordinasi untuk menyesuaikan dengan kebijakan-kebijakan terbaru;
2. Sumber daya pendukung pelayanan, masalah ini muncul akibat dari kekurangan sumber daya manusia pendukung pelayanan sehingga untuk mengoptimalkan layanan perlu didukung teknologi informasi yang memadai agar pelayanan berjalan secara optimal, sampai pada tahun 2020 ini, LLDIKTI Wilayah IX telah memanfaatkan dukungan teknologi informasi dalam proses pelayanan kepada stakeholder;
Laporan Kinerja Tahun 2020
3. Struktur sumber daya manusia sebagai komponen utama penggerak organisasi, masalah ini muncul akibat berakhirnya
masa bakti sumber daya manusia tersebut serta belum terdapatnya formasi untuk menggantikan sumber daya manusia yang telah memasuki masa purnabakti. Hasil analisis beban kerja terakhir yang dilakukan Subbagian Hukum, Kepegawaian, dan Tata Laksana mengusulkan adanya kekurangan 30 orang untuk mengisi seluruh formasi jabatan yang ada di LLDIKTI Wilayah IX, agar dapat berfungsi secara maksimal;
4. Sumber daya anggaran, masalah ini muncul pada kegiatan- kegiatan penunjang capaian indikator kinerja yang belum terdapat
alokasi dari Direktorat Jenderal yang membina indikator kinerja tersebut;
5. Baseline atau data dasar yang menjadi pijakan dalam penetapan keluaran, belum sepenuhnya akurat, karena belum adanya suatu sistem yang bisa menjamin validitas data yang baik, sehingga baseline atau data dasar yang menjadi pijakan dalam penetapan keluaran belum dapat dikatakan ideal.
6. Belum punya akses untuk mengevaluasi/memantau laporan kemajuan penelitian dan laporan akhir di simlitabmas.
7. Tidak memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan pembukaan periode pelaporan PDDIKTI
8. Tata kelola manajemen yang berbasis teknologi informasi masih belum terpenuhi sehingga proses pelayanan masih membutuhkan waktu yang cukup lama dalam penyelesaiannya.
9. Beberapa sarana kantor LLDIKTI Wilayah IX kurang memadai sudah tidak sesuai dengan kebutuhan pelayanan saat ini.
LLDIKTI Wilayah IX
BAB II PERENCANAAN KINERJA
A. Rencana Strategis
Rencana Strategis (Renstra) LLDIKTI Wilayah IX Tahun2020-2024 disusun berdasarkan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025, Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024, dan Program serta Kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Rencana strategis ini merupakan pedoman dan arah kebijakan LLDIKTI Wilayah IX untuk periode 2020-2024 dalam pelaksanaan pembangunan pendidikan khususnya pembangunan pendidikan tinggi, dalam upaya peningkatan kualitas pengelolaan perguruan tinggi guna mendukung pelaksanaan tridharma yang berdaya saing dan akuntabel.
2.1. Visi LLDIKTI Wilayah IX
Sebagai Unit Pelaksana Teknis Eselon II di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX dalam menentukan visinya berdasarkan pada Visi Kemendikbud 2020-2024, Visi Presiden pada RPJMN Tahun 2020-2024, serta Visi Indonesia 2045. Adapun Visi LLDIKTI Wilayah IX adalah:
Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi mendukung Visi dan Misi Kemdikbud untuk mewujudkan Indonesia Maju melalui kualitas pendidikan tinggi yang menghasilkan SDM berkualitas (melalui terciptanya mahasiswa pancasilais yang beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berakhlak mulia, berkepribadian, berdaulat, mandiri, bernalar kritis, kreatif, mandiri, bergotong royong, dan berkebinekaan global).
LLDIKTI Wilayah IX
Laporan Kinerja Tahun 2020
MAHASISWA PANCASILA
2.2. Misi LLDIKTI Wilayah IX
Untuk mendukung pencapaian Visi Presiden, Kemendikbud sesuai tugas dan kewenangannya, melaksanakan Misi Presiden yang dikenal sebagai Nawacita kedua, yaitu menjabarkan misi nomor (1) Peningkatan kualitas manusia Indonesia; nomor (5) Kemajuan budaya yang mencerminkan kepribadian bangsa;
dan nomor (8) Pengelolaan pemerintahan yang bersih, efektif, dan terpercaya. Untuk itu, misi LLDIKTI Wilayah IX dalam mencapai visinya adalah:
a. melakukan pemetaan mutu pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat;
b. melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara dan Sulawesi Barat;
c. melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu pengelolaan perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi
Tenggara dan Sulawesi Barat;
d. melaksanakan fasilitasi kesiapan perguruan tinggi dalam penjaminan mutu eksternal di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat ;
e. melakukan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan
LLDIKTI Wilayah IX
fasilitasi peningkatan mutu perguruan tinggi di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat ; f. melakukan pengelolaan data dan informasi di
bidang mutu pendidikan tinggi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat ; dan
g. melaksanakan administrasi LLDIKTI secara akuntabel.
2.3. Tata Nilai LLDIKTI
Nilai-nilai dasar yang menjadi acuan dalam penyusunan Renstra 2020-2024 ini adalah nilai-nilai dasar dalam penyelenggaraan pelayanan publik sesuai amanat Undang- Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik yang meliputi:
1. Kepentingan Umum;
2. Keprofesionalan;
3. Partisipatif;
4. Persamaan Perlakuan/ Tidak Diskriminatif;
5. Keterbukaan;
6. Akuntabilitas;
7. Ketepatan waktu; dan
8. Kecepatan, Kemudahan, dan Keterjangkauan.
Peningkatan internalisasi kedelapan nilai tersebut di antara pegawai LLDIKTI Wilayah IX semakin dirasakan urgensinya untuk memastikan layanan pendidikan sesuai dengan Visi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan periode 2020-2024 didukung oleh kinerja LLDIKTI Wilayah IX yang prima.
2.4. Tujuan dan Sasaran LLDIKTI Wilayah IX Tujuan dan Indikator Tujuan:
Mengacu pada tujuan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang terkait dengan pendidikan tinggi yakni Perluasan akses pendidikan bermutu bagi peserta didik yang berkeadilan dan inklusif, Penguatan mutu dan relevansi pendidikan yang berpusat pada perkembangan peserta didik, Pengembangan potensi peserta didik yang berkarakter, serta
LLDIKTI Wilayah IX
Laporan Kinerja Tahun 2020
Penguatan sistem tata kelola pendidikan dan kebudayaan yang partisipatif, transparan, dan akuntabel, maka LLDIKTI Wilayah IX menetapkan tujuan:
1. Penguatan sistem tata kelola internal LLDIKTI Wilayah IX
2. Peningkatan mutu perguruan tinggi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara dan Sulawesi Barat
Dengan pertimbangan menjalankan mandat Pasal 17 ayat (3) Undang- Undang Dasar 1945, Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi, Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 34 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi serta Renstra Kemendikbud Tahun 2020-2024.
Sebagai upaya untuk mendukung keberhasilan dalam mencapai Sasaran Strategis Kemendikbud, LLDIKTI Wilayah IX sebagai Satker Kemdikbud yang mengemban tugas melaksanakan fasilitasi peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan yang telah dijelaskan pada bagian sebelumnya.
Sementara itu, untuk melihat secara lebih konkrit ketercapaian tujuan tersebut perlu ditetapkan ukuran Indikator Kinerja Tujuan tersebut secara kuantitatif. LLDIKTI Wilayah IX menetapkan sepuluh Indikator Kinerja Tujuan dan target yang ingin dicapai pada akhir periode sebagaimana dapat dilihat di Tabel …
LLDIKTI Wilayah IX
Tabel 9.
Indikator Kinerja Tujuan LLDIKTI Wilayah IX pada tahun 2020-2024
No. Indikator Kinerja Tujuan Target
1. Predikat Akuntabilitas Kinerja Kemendikbud BB 2. Kategori capaian kinerja anggaran atas pelaksanaan
RKA Kemendikbud
95
3. Indeks kepuasan pemangku kepentingan terhadap pelayanan unit layanan terpadu
4. Persentase pendayagunaan dan pelayanan data pokok pendidikan & kebudayaan
5. Persentase lulusan perguruan tinggi yang bekerja dalam jangka waktu 1 tahun setelah kelulusan 6. Persentase lulusan perguruan tinggi dengan gaji
minimum sebesar 1.5x UMR
7. Persentase lulusan perguruan tinggi (D4 dan S1) dengan pengalaman setidaknya 1 (satu) semester di luar kampus
8. Persentase dosen yang bersertifikat
9. Persentase dosen yang memiliki pengalaman bekerja atau tersertifikasi di industri atau Profesinya
10. Persentase dosen berkualifikasi S3
Sasaran dan Indikator Kinerja Sasaran
Dalam rangka mengukur tingkat ketercapaian tujuan pembangunan pendidikan dan kebudayaan, diperlukan sejumlah sasaran yang akan dicapai pada tahun 2024.
1. Sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan pertama - Penguatan sistem tata kelola internal LLDIKTI Wilayah IX adalah Meningkatnya tata kelola satuan kerja di lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi serta Meningkatnya kualitas layanan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI).
LLDIKTI Wilayah IX
Laporan Kinerja Tahun 2020
2. Sasaran yang ingin dicapai berkaitan dengan tujuan kedua – Peningkatan mutu perguruan tinggi adalah meningkatnya efektivitas sosialisasi kebijakan pendidikan tinggi dan meningkatnya inovasi perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.
Empat sasaran dan kaitannya dengan tujuan LLDIKTI Wilayah IX terangkum dalam Tabel 2.2.
Tabel 10.
Sasaran LLDIKTI Wilayah IX pada tahun 2020-2024
No. Sasaran Tujuan
Terkait 1. Meningkatnya tata kelola satuan kerja di
lingkungan Ditjen Pendidikan Tinggi
1
2. Meningkatnya kualitas layanan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI)
1
3. Meningkatnya efektivitas sosialisasi kebijakan pendidikan tinggi
2
4. Meningkatnya inovasi perguruan tinggi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan
2
Sementara itu, untuk melihat secara lebih konkrit ketercapaian sasaran tersebut perlu ditetapkan ukuran Indikator Kinerja Sasaran tersebut secara kuantitatif. LLDIKTI Wilayah IX menetapkan tujuh Indikator Kinerja Sasaran dan target yang ingin dicapai pada akhir periode sebagaimana dapat dilihat di Tabel 11.
LLDIKTI Wilayah IX
Tabel 11.
Indikator Kinerja Sasaran LLDIKTI Wilayah IX pada tahun 2020-2024
No. Indikator Kinerja Sasaran Target
1. Rata-rata predikat SAKIP Satker minimal BB BB 2. Rata-rata nilai Kinerja Anggaran atas Pelaksanaan
RKA-K/L Satker minimal 80
95
3. Persentase layanan LLDIKTI yang tepat waktu 95,00%
4. Persentase PTS dengan peringkat akreditasi unggul, mempunyai lebih dari 3.000 (tiga ribu) mahasiswa yang terdaftar, atau meningkatkan mutu dengan cara konsolidasi dengan PTS lain
20,00%
5. Persentase PTS yang memiliki lebih dari 30% (tiga puluh persen) lulusan S1 dan D4/D3/D2 yang menghabiskan paling sedikit 20 (dua puluh) sks berkegiatan di luar kampus; atau meraih prestasi paling rendah tingkat nasional
30,00%
6. Persentase PTS yang implementasi kebijakan antiintoleransi, anti kekerasan seksual, anti perundungan, dan anti korupsi
100,00%
7. Persentase PTS yang berhasil meningkatkan kinerja dengan meningkatkan jumlah dosen yang berkegiatan tridarma di luar kampus dan jumlah program studi yang bekerja sama dengan mitra
40,00%