• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. PEMBAHASAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "4. PEMBAHASAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

4. PEMBAHASAN

4.1. Proses Aktivitas

Proses aktivitas akan dilakukan pada saat material atau raw material datang dari supplier ke warehouse. Setiap proses aktivitas di warehouse akan berbeda sesuai dengan jenis material atau raw materialnya. Proses aktivitas berupa transportasi juga dilakukan oleh pihak warehouse dalam melakukan pengiriman ke konsumen (Primary Processing).

4.1.1. Proses Aktivitas pada DIM Warehouse

DIM warehouse adalah gudang penampungan untuk material-material yang digunakan untuk proses pendukung produksi, di mana Primary Processing merupakan konsumen dari warehouse tersebut. DIM warehouse ini menampung semua material yang didatangkan dari supplier oleh pihak procurement supply chain management berdasarkan permintaan PPIC Primary Processing. Hal ini dikarenakan Primary Processing tidak memiliki tempat yang cukup untuk menampung material-material tersebut langsung dari supplier.

Material-material pendukung Primary Processing yang ditampung oleh DIM warehouse antara lain strapping band, inner plastic (SPL-0007), dan inner plastic (SPL-0008). Material-material ini merupakan material yang didatangkan dari supplier luar dan dikirimkan ke Primary Processing sebagai konsumennya, satuan yang digunakan dalam DIM warehouse ini adalah per pallet. Berikut proses aktivitas-aktivitas yang dilakukan pada DIM warehouse:

1. Unloading from truck dan pemberian label

Unloading from truck merupakan proses aktivitas menurunkan material dari truck yang didatangkan dari supplier untuk ditata diatas pallet. Setelah proses unloading tersebut, dilanjutkan dengan pemberian label pada pallet material.

2 . Staging area

Staging area merupakan tempat pemberhentian sementara untuk material sebelum dilakukan proses selanjutnya.

(2)

3 . Strapping

Strapping merupakan proses aktivitas mengikat material-material yang telah tertata di atas pallet dengan menggunakan tali strapping . Strapping dilakukan untuk keamanan material supaya tidak jatuh dalam pengangkutan proses selanjutnya.

4 . Inventory rak

Inventory rak merupakan tempat untuk meletakkan material-material yang telah didatangkan dari supplier.

5 . Blended

Blended merupakan proses pembungkusan material yang berada pada pallet dengan menggunakan plastic wrap. Proses ini bertujuan untuk menjaga keamanan material agar tidak terjatuh pada proses pengiriman ke konsumen.

6 . Loading to truck

Loading to truck merupakan proses aktivitas menaikkan material per pallet ke dalam truck pengiriman untuk di kiriman ke konsumen.

7. Create surat jalan

Create surat jalan merupakan proses aktivitas membuat surat jalan berdasarka n sejumlah material yang akan dikirimkan kepada konsumen sebagai bukti.

4.1.2. Proses Aktivitas pada Flavor Warehouse

Flavor warehouse adalah gudang penampungan untuk material-material baku yang digunakan untuk proses produksi pembuatan saus di Primary Processing . Flavor warehouse ini menampung semua material bahan baku untuk pembuatan saus yang didatangkan dari supplier oleh pihak procurement supply chain management berdasarkan permintaan PPIC Primary Processing.

Material-material bahan baku pada Flavor warehouse yang digunakan untuk pembuatan saus di Primary processing dibedakan menjadi dua jenis, yaitu flavor dan casing . Proses aktivitas untuk flavor dan casing memiliki kesamaan, namun ada yang berbeda. Satuan yang digunakan dalam Flavor warehouse ini adalah per pallet. Berikut ini adalah proses aktivitas untuk flavor yang dilakukan di Flavor warehouse:

(3)

1. Unloading from truck dan stamping code

Unloading from truck merupakan proses aktivitas menurunkan material dari truck yang didatangkan dari supplier untuk ditata di atas pallet. Setelah proses unloading tersebut, dilanjutkan dengan pemberian code pada pallet material.

2. Strapping

Strapping merupakan proses aktivitas mengikat material-material yang telah tertata di atas pallet dengan menggunakan tali strapping, dikarenakan untuk keamanan material supaya tidak jatuh dalam pengangkutan proses selanjutnya.

3. Give the quality control passed label

Give the q uality control passed label merupakan proses aktivitas memberikan label ijin dari pihak quality control setelah dilakukan pengecekan terhadap kelayakan material untuk dapat digunakan.

4. Inventory rak

Inventory rak merupakan tempat untuk meletakkan material-material yang telah didatangkan dari supplier.

5. Staging area

Staging area merupakan tempat pemberhentian sementara untuk material sebelum dilakukan proses selanjutnya.

6. Loading to truck

Loading to truck merupakan proses aktivitas menaikkan material per pallet ke dalam truck pengiriman untuk di kiriman ke konsumen.

7. Create surat jalan

Create surat jalan merupakan proses aktivitas membuat surat jalan berdasarkan sejumlah material yang akan dikirimkan kepada konsumen sebagai bukti.

Proses aktivitas casing yang dilakukan di flavor warehouse, sebagai berikut:

1. Truck preparation

Truck preparation merupakan proses aktivitas persiapan pembongkaran truck dari supplier sehingga siap untuk dilakukan proses unloading. Proses aktivitas ini terhitung dikarenakan prosesnya memakan waktu yang cukup lama.

(4)

2. Unloading from truck dan blended

Unloading from truck merupakan proses aktivitas menurunkan material dari truck yang didatangkan dari supplie r untuk ditata di atas pallet. Setelah proses unloading tersebut, dilanjutkan dengan proses blended pada pallet material.

Blended merupakan proses membungkus material yang berada pada pallet dengan menggunakan plastic wrap. Proses ini digunakan untuk keamanan mate rial untuk proses selanjutnya.

3. Weighing dan stamping code

Weighing merupakan proses aktivitas meletakkan material-material yang telah tertata di atas pallet ke atas meja timbangan untuk dilakukan pengecekan berat. Setelah proses tersebut, dilanjutkan dengan proses stamping code. Proses stamping code merupakan proses pemberian code berdasarkan jenis material.

4. Give the quality control passed label

Give the q uality control passed label merupakan proses aktivitas memberikan label ijin dari pihak quality control setelah dilakukan pengecekan terhadap kelayakan material untuk dapat digunakan.

5. Inventory rak

Inventory rak merupakan tempat untuk meletakkan material-material yang telah didatangkan dari supplier.

6. Staging area

Staging area merupakan tempat pemberhentian sementara untuk material sebelum dilakukan proses selanjutnya.

7. Loading to truck

Loading to truck merupakan proses aktivitas menaikkan material per pallet ke dalam truck pengiriman untuk di kiriman ke konsumen.

8. Create surat jalan

Create surat jalan merupakan proses aktivitas membuat surat jalan berdasarkan sejumlah material yang akan dikirimkan kepada konsumen sebagai bukti.

(5)

4.1.3. Proses Inter Facility Primary Processing

Proses inter facility ini merupaka n proses aktivitas transportasi untuk memindahkan material-material bahan yang dibutuhkan, dari suppliers ke Primary Processing. Suppliers yang dikatakan inter facility untuk Primary Processing adalah departemen SKM, departemen warehouse, dan departemen lainnya yang masih satu lingkup dalam satu perusahaan yang sama. Pada Primary Processing material-material bahan tersebut diproduksi untuk kebutuhan operasional Primary Processing. Sarana transportasi yang digunakan berupa truk dari masin g-masing departemen.

4.1.4. Operator yang Bertugas di DIM dan Flavor Warehouse

Berikut ini adalah jumlah operator yang bertugas di dalam DIM warehouse.

Tabel 4.1. Tabel Operator yang Bertugas di dalam Dim Warehouse

Proses Operator Helper

Unloading from truck + label 1 1

Stapping 1 1

Blended 1 -

Loading to truck 1 -

Create surat jalan 1 -

Jumlah operator yang bertugas di dalam Dim warehouse sebanyak 6 orang, yang terdiri dari 2 worker, 2 unskill, dan 2 driver. Pada DIM warehouse terdapat 2 pintu, yaitu pintu untuk incoming material dari supplier dan pintu untuk shipment material ke konsumen. Setiap pintu dijaga oleh seorang worker yang bertugas sebagai penanggung jawab material serta surat-surat pengeluaran maupun penerimaan material dan seorang driver dipergunakan untuk membantu proses kegiatan pemindahan material dengan forklift, sedangkan 2 unskill membantu mobile dalam kegiatan aktivitas yang tidak membutuhkan keterampilan mengangkat material, melakukan strapping material, dan lain-lain.

Berikut ini adalah jumlah operator yang bertugas di dalam Flavor warehouse.

(6)

Tabel 4.2. Tabel Operator yang Bertugas di dalam Flavor Warehouse

Proses Operator Helper

Unloading from truck + stamping code 1 1

Stapping / Blended 1 -

Give the quality control passed label 1 -

Loading to truck 1 -

Create surat jalan 1 -

Jumlah operator yang bertugas di dalam Flavor warehouse sebanyak 3 orang, yang terdiri dari 1 worker, 1 unskill, dan 1 driver. Seorang worker bertugas sebagai penanggung jawab semua material di warehouse serta surat-surat pengeluaran maupun penerimaan material, seorang d river dipergunakan untuk membantu proses kegiatan pemindahan material dengan forklift, sedangkan seorang unskill membantu dalam kegiatan aktivitas yang tidak membutuhkan keterampilan misalnya mengangkat material, melakukan strapping material, dan lain-lain.

4.1.5. Peralatan Handling

Untuk membantu proses aktivitas yang dilakukan di dalam setiap warehouse digunakan beberapa peralatan handling , antara lain forklift diesel, forklift elektrik, dan hand pallet. Peralatan-peralatan ini digunakan untuk kegiatan bongkar muat dan transportasi ke staging area. Berikut ini adalah macam-macam peralatan handling yang terdapat di dalam setiap warehouse.

Tabel 4.3. Tabel Jumlah Peralatan Handling

Lokasi Peralatan Jumlah Kegunaan

Dim Warehouse

Forklift diesel

1 Melakukan kegiatan bongkar muat di luar lantai warehouse

Forklift elektrik

1 Melakukan kegiatan bongkar muat di dalam lantai warehouse dan

mendistribusikan material ke rak

(7)

Tabel 4.3. Tabel Jumlah Peralatan Handling (sambungan)

Lokasi Peralatan Jumlah Kegunaan

Hand Pallet 1 Mendistribusikan material ke staging area

Flavor Warehouse

Forklift elektrik

1 Melakukan kegiatan bongkar muat di dalam lantai warehouse dan

mendistribusikan material ke rak Hand Pallet 1 Mendistribusikan material ke staging

area

Pada DIM warehouse menggunakan dua jenis forklift, yaitu forklift diesel dan forklift elektrik. Forklift diesel digunakan untuk proses aktivitas luar, sedangkan forklift elektrik digunakan proses aktivitas dalam warehouse untuk menaikkan material ke rak. Terdapat juga hand pallet yang memanfaatkan tenaga pompa hidrolik untuk mengangkat beban pada pallet ke staging area.

Sumber energi untuk forklift diesel dengan menggunakan bahan bakar solar, sedangkan forklift elektrik menggunakan energi listrik sebagai tenaganya, tetapi harus dilakukan charging ketika baterai telah habis. Charging baterai dapat dilakukan di charging area yang terletak di dekat loading dock .

4.2. Pengolahan Data

Data yang akan diolah merupakan data per satuan pallet pada warehouse, sedangkan 1 pallet pada warehouse sama dengan bahan yang dibutuhkan untuk 1 operation (Ops) pada Primary Processing.

4.2.1. Pengolahan Data Waktu Baku

Pengolahan data waktu baku dilakukan berdasarkan data-data tiap aktivitas yang telah di ambil di lapangan.

4.2.1.1 Contoh Cara Pengolahan Data Waktu Baku

Pengambilan data waktu menggunakan pengukuran dengan metode stop watch time study. Data -data waktu hasil pengukuran tiap proses yang telah diperoleh kemudian dilakukan tiga tahap pengujian, yaitu uji kenormalan data, uji keseragaman data, dan uji kecukupan data. Tahap pengujian kenormalan dan

(8)

keseragaman dilakukan dengan menggunakan software minitab . Pada tahap uji kenormalan, jika data tidak lolos uji kenormalan maka harus dilakukan pengambilan data kembali, sebaliknya jika data telah lolos uji kenormalan selanjutnya dilakukan uji keseragaman data. Tahap kedua merupakan uji keseragaman dengan menggunakan peta kendali. Data dinyatakan tidak lolos uji keseragaman apabila data keluar dari batas kendali dan harus dibuang, sehingga dilakukan pengambilan data kembali untuk diuji kenormalan dan keseragaman kembali. Sebaliknya jika semua data telah lolos uji keseragaman, maka dilakukan tahap ketiga yaitu uji kecukupan data. Jika data tidak cukup, dilakukan pengambilan data tambahan, jika telah lolos uji kecukupan maka data-data yang ada dapat diolah lebih lagi untuk dihitung waktu bakunya.

Berikut ini adalah contoh langkah-langkah perhitungan waktu baku untuk proses aktivitas unloading from truck.

Tabel 4.4. Tabel Hasil Pengambilan Data Waktu Unloading from truck Data ke- Unloading from truck + Label

1 198,64

2 200,92

3 197,12

4 200,25

5 198,33

6 199,75

7 197,69

8 202,19

9 200,38

10 203,19

• Uji kenormalan data

H0 = Data berdistribusi normal H1 = Data tidak berdistribusi normal a = 0, 05

Berikut merupakan hasil pengolahan uji kenormalan dengan menggunakan software Minitab.

(9)

Unloading from truck + Label

Percent

204 203 202 201 200 199 198 197 196 195 99

95 90 80 70 60 50 40 30 20 10 5 1

Mean

>0,150 199,8 StDev 1,947

N 10

KS 0,132

P-Value

Probability Plot of Unloading from truck + Label Normal

Gambar 4.1. Hasil uji kenormalan data proses unloading from truck

Grafik di atas menunjukkan gambar keadaan ideal dari data yang berdistribusi normal. Diketahui P-Value > a, di mana a = 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa gagal tolak H0 yang berarti data berdistribusi normal.

• Uji keseragaman data

Observation

Individual Value

10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 208 206 204 202 200 198 196 194 192

_X=199,85 UCL=206,86

LCL=192,83 I Chart of Unloading from truck + Label

Gambar 4. 2. Hasil uji keseragaman proses unloading from truck

Individual chart di atas menunjukkan bahwa keseluruhan data berada di dalam batas kendali, tidak terdapat data yang keluar dari batas atas dan batas bawah, sehingga dapat dikatakan bahwa data telah lolos dalam uji keseragaman.

• Uji kecukupan data

Untuk N = 30, digunakan rumus:

2

' 

 

×

= × x k

t

N s (4.1)

(10)

dengan:

s = 1,947 t = 1,812 k = 0,05 x= 199,846

Perhitungan dilakukan dengan menggunakan rumus di atas, diperoleh nilai N’ = 0,124666. Nilai N adalah 10 dan N > N’, maka dapat disimpulkan bahwa jumlah data yang diambil telah mencukupi.

• Perhitungan waktu siklus n

Ws=

xi (4.2)

= 199,846 detik

• Penentuan performance rating

Tabel 4.5. Tabel Performance Rating Operator Unloading from truck

Perfomance rating Keterangan Nilai

Skill Average 0

Effort Good 0,02

Condition Average 0

Consistency Average 0

Total performance rating 1,02

• Perhitungan waktu normal

Wn = Ws × p (4.3)

= 199.846 × 1,02 = 203,842 detik

• Penentuan allowance

Tabel 4.6. Tabel Allowance Operator Unloading from truck

Allowance Keterangan Nilai (%)

Tenaga yang dikeluarka n Ringan 8

Sikap kerja Berdiri 1

(11)

Tabel 4.6. Tabel Allowance Operator Unloading from truck (sambungan)

Allowance Keterangan Nilai (%)

Gerakan kerja Normal 0

Kelelahan mata Normal 0

Keadaan temperatur Normal 0

Keadaan atmosfer Baik 0

Keadaan lingkungan Normal 0

Personal need 0,5

Unavoidable delay 0,5

Total Allowance 10

• Perhitungan waktu baku Wb= Wn ×





allowance

% 100

%

100 (4.4)

= 203,842 ×





−10%

% 100

% 100

= 226,49 detik

Data waktu semua proses produksi telah mengalami semua tahap perhitungan seperti contoh di atas. Hasil perhitungan keseluruhan waktu baku dapat dilihat pada lampiran.

4.2.1.2. Hasil Pengolahan Data Waktu Baku di DIM dan Flavor Warehouse Berikut merupakan tabel rekapitulasi hasil pengolahan data waktu baku pada DIM warehouse, Flavor warehouse, dan inter facility Primary Processing.

Tabel 4.7. Tabel Rekapitulasi Waktu Baku untuk Material Innner Plastic di DIM Warehouse

Aktivitas Inner Plastic (SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0008) Unloading from truck + Label 226,49 226,49

Strapping 130,63 130,63

Staging ke rak 134,583 134,583

Staging area Inventory 359,01 359,01

Staging Area 48,62 48,62

Blanded 21,82 21,82

(12)

Tabel 4.7. Tabel Rekapitulasi Waktu Baku untuk Material Innner Plastic di DIM Warehouse (sambungan)

Aktivitas Inner Plastic (SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0008)

Loading to truck 58,43 58,43

Waiting truck 826,57 826,57

Create surat jalan 197,24 197,24

Truck 285,56 242,22

Tabel 4.8. Tabel Rekapitulasi Waktu Baku untuk Material Strapping Band (SSB-0008) di DIM Warehouse

Aktivitas Strapping Band (SSB-0008)

Unloading From Truck 95,73

Menaekan ke rak 57,15

Staging A rea Inventory + stampling code 137,12

Handling proses 45,9

Staging Area 51,45

Loading to truck 60,57

Waiting truck 826,57

Create surat jalan 197,24

Truck 198,63

Tabel 4. 9. Tabel Rekapitulasi Waktu Baku untuk Raw Material Flavor di Flavor Warehouse

Aktivitas Flavor

Unloading from truck + Stampling code 174,88

Strapping 34,07

Staging Area 39,26

Menaek ke rak 59,97

Rak ke Staging Area 56,88

Strapping 33,94

Staging Area Inventory 197,38

Loading to truck 62,18

Create surat jalan 143,39

Truck 631,25

(13)

Tabel 4. 10. Tabel Rekapitulasi Waktu Baku untuk Raw Material Casing di Flavor Warehouse

Aktivitas Casing

Unloading from truck + Blended 269,71

Weighing + Stampling code 42,72

Staging Area 39,26

Menaek ke rak 74,39

Rak ke Staging Area 73,86

Blended 43,52

Staging Area Inventory 197,65

Loading to truck 62,4

Create surat jalan 143,39

Truck 631,25

Tabel 4.11. Tabel Rekapitulasi Waktu Baku Transportasi Inter Facility Primary Procesing

Transportasi Waktu Baku

To PP 1 307,62

To PP 2 331,86

To CP 1 255,71

From PP 1 160,84

From PP 2 499,25

From SKM 1 & 2 69,48

From SKM 3 504,41

CP 1 To PP 1 54,36

4.2.2. Pengolahan Lead time Process

Perhitungan lead time didapatkan dari penambahan seluruh waktu baku dari setiap proses aktivitas dari awal hingga akhir yang dilakukan di dalam warehouse dan inter facility Primary Processing.

4.2.2.1. Contoh Cara Pengolahan Data Lead Time Process

Pengolahan data lead time dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut. Contoh pengolahan data lead time Process pada DIM warehouse untuk material Inner plastic (SPL-0007) dan inter facility Primary Processing.

(14)

Lead Time = semua waktu baku dari setiap proses (4.5) = 2.003,63 detik

4.2.2.2. Hasil Pengolahan Data Lead Time Process

Berikut merupakan tabel rekapitulasi hasil pengolahan data total lead time pada DIM warehouse dan Flavor warehouse

Tabel 4.12. Tabel Rekapitula si total lead time pada DIM Warehouse Jenis Material Lead time process

Inner Plastic (SPL-0007) 2.003,63 detik Inner Plastic (SPL-0008) 2.003,63 detik Strapping band (SBB-0008) 1.491,64detik Flavor (S1-006) 87.201,94 detik Casing (S3-067) 88.011,36 detik

4.2.3. Pengolahan Data Inventory

Pengolahan data inventory berdasarkan data -data history material perusahaan selama setahun terakhir, di mana data-data tersebut diolah untuk menghasilkan lead time inventory.

4.2.3.1. Contoh Cara Pengolahan Data Inventor y

Berikut merupakan contoh data inventory untuk material inner plastic dalam satuan EA (lembar) di DIM warehouse.

Tabel 4. 13. Tabel Data Inventory Stock untuk Inner Plastic di DIM Warehouse Data

ke

Ending Stock Consumption

Data ke

Ending Stock Consumption Inner Plastic

(SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0007)

1 14.800 10.000 27 22.800 7.000

2 7.675 8.000 28 32.950 8.000

3 14.325 9.000 29 42.425 7.000

(15)

Tabel 4.13. Tabel Data Inventory Stock untuk Inner Pla stic di DIM Warehouse (sambungan)

Data ke

Ending Stock Consumption

Data ke

Ending Stock Consumption Inner Plastic

(SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0007)

Inner Plastic (SPL-0007)

4 19.750 8.000 30 70.025 6.000

5 8.450 11.000 31 71.425 8.000

6 21.500 7.000 32 68.525 11.000

7 16.500 11.000 33 55.400 11.000

8 21.500 5.000 34 51.275 2.000

9 22.500 9.000 35 39.275 10.000

10 25.500 1.000 36 29.975 9.000

11 32.500 3.000 37 29.975 0

12 34.125 3.000 38 29.975 0

13 32.200 7.000 39 15.850 12.000

14 29.200 3.000 40 5.750 9.000

15 20.075 9.000 41 9.225 11.000

16 20.825 6.000 42 19.025 10.000

17 20.700 7.000 43 22.250 8.000

18 13.550 10.000 44 21.775 9.000

19 12.450 11.000 45 27.400 9.000

20 11.450 7.000 46 28.100 6.000

21 11.425 9.000 47 35.475 1.000

22 11.425 10.000 48 41.325 11.000

23 13.975 7.000 49 33.325 9.000

24 9.300 11.000 50 23.025 10.000

25 8.550 10.000 51 14.025 9.000

26 11.000 5.000

Hasil perhitungan inventorynya antara lain, nilai average stock level, nilai a verage consumption , dan nilai average inventory level:

• Average stock level = 25.604,411 EA

• Average consumption = 7.647,059 EA/Week

• Average inventory level = 3,348 Week

4.2.3.2. Hasil Pengolahan Data Inventory untuk DIM Warehouse

Berikut merupakan tabel rekapitulasi hasil pengolahan data inventory pada DIM Warehouse.

(16)

Tabel 4.14. Tabel Rekapitulasi Inventory Level pada DIM Warehouse Jenis Material

Inventory

Average Stock Level

Average Consumption

Average Inventory

Level Inner Plastic

(SPL-0007) 25.604,411EA 7.647,058

EA/Week 3,348 Week Inner Plastic

(SPL-0008) 1.595,588 EA 143,137

EA/Week 11,147 Week Strapping band

(SBB-0008) 189,47 Roll 21,882

Roll/Week 8,658 Week

4.2.3.3. Hasil Pengolahan Data Inventory untuk Flavor Warehouse

Berikut merupa kan tabel rekapitulasi hasil pengolahan data inventory pada Flavor Warehouse.

Tabel 4. 15. Tabel Rekapitulasi Inventory Level pada Flavor Warehouse Jenis Raw Material

Inventory

Average Average Consumption

Average Inventory

Level Stock Level

S1 -006 (Flavor) 796,34 Kg 28,15 Kg/Week 28,287 Week S3 -023 (Flavor) 271,46 Kg 46,92 Kg/Week 5,785 Week S4 -019 (Flavor) 3.295,002 Kg 531,76 Kg/ Week 6,196 Week S4 -185 (Flavor) 944,37 Kg 125,89 Kg/Week 7,501 Week S4-052 -M1 (Flavor) 3.732,01 Kg 625,60 Kg/Week 5,965 Week S4-042 -M1 (Flavor) 1.308,45 Kg 206,44 Kg/Week 6,337 Week S4-066 -M1 (Flavor) 3.094,50 Kg 409,15 Kg/Week 7,563 Week S2 -007 (Casing) 136,60 Kg 12,10 Kg/Week 11,288 Week S3 -067 (Casing) 18.317,03 Kg 364,12 Kg/Week 50,304 Week S2 -012 (Casing) 13,04 Kg 1,66 Kg/Week 7,834 Week S3 -049 (Casing) 35,36 Kg 1,25 Kg/Week 28,265 Week S4 -074 (Casing) 119,41 Kg 5,63 Kg/Week 21,208 Week S4 -184 (Casing) 446,91 Kg 55,68 Kg/Week 8,025 Week S4 -082 (Casing) 2.115,03 Kg 372,84 Kg/Week 5,672 Week S4 -083 -M1 (Casing ) 826,69 Kg 96,96 Kg/Week 8,525 Week S2 -036 (Casing) 59,67 Kg 7,26 Kg/Week 8,216 Week S2 -022 (Casing) 5.484,72 Kg 1363,03 Kg/Week 4,023 Week

(17)

Tabel 4.15. Tabel Rekapitulasi Inventory Level pada Flavor Warehouse (sambungan)

Jenis Raw Material Inventory

Average Average Consumption

Average Inventory

Level Stock Level

S4 -084 (Casing) 57,24 Kg 12,10 Kg/Week 4,730 Week S3 -057 (Casing) 25 Kg 0,93 Kg/Week 26,64 Week S3 -059 (Flavor) 102,95 Kg 12,51 Kg/Week 8,228 Week S4-090 -M1 (Flavor) 2.276,22 Kg 240,85 Kg/Week 9,450 Week S1 -031 (Flavor) 133,61 Kg 19,36 Kg/Week 6,9 Week S3 -063 (Flavor) 283,17 Kg 1452,95 Kg/Week 0,194 Week S4-101 -M1 (Flavor) 434,14 Kg 39,47 Kg/Week 10,996 Week S4 -102 -M1 (Flavor) 329,16 Kg 39,47 Kg/Week 8,337 Week

S4 -104 (Flavor) 110.,27 Kg 17,71 Kg/Week 6,223 Week S3 -065 (Casing) 316,08 Kg 974,27 Kg/Week 0,324 Week S4 -107 -M1 (Casing ) 437,74 Kg 46,92 Kg/Week 9,329 Week S3 -045 (Casing) 46.731,08 Kg 1653,97 Kg/Week 28,253 Week S4 -186 (Casing) 1.721,19 Kg 242,10 Kg/Week 7,109 Week S2 -159 (Casing) 2.769,85 Kg 371,38 Kg/Week 7,458 Week S2 -118 (Casing) 2.962,19 Kg 206,44 Kg/Week 14,348 Week

Berdasarkan tabel diatas, data-data tersebut merupakan data campuran untuk raw material flavor dan casing. Data untuk raw material flavor terbesar memiliki lead time inventory sebesar 28,287 minggu, sedangkan untuk raw material casing terbesar memiliki lead time sebesar 50,304 minggu. Dalam penggambaran current Value Stream Mapping untuk Flavor warehouse diambil dari raw material untuk flavor dan casing yang memiliki lead time inventory terbesar.

4.2.4. Pengolahan Total Lead time

Perhitungan total lead time didapatkan dari penambahan seluruh waktu baku dari setiap proses aktivitas dari awal hingga akhir yang dilakukan di dalam warehouse dengan inventory lead time. Pada inter facility Primary Processing total lead time didapatkan dari penambahan total value added dengan total non value added.

(18)

4.2.4.1. Contoh Cara Pengolahan Data Total Lead Time

Pengolahan data total lead time dapat dilakukan dengan rumus sebagai berikut. Contoh pengolahan data total lead time pada DIM warehouse untuk material Inner plastic (SPL-0007) dan inter facility Primary Processing.

Total Lead Time = Lead Time Process + Inventory Lead Tim (4. 6) = 2.003,63 detik + 2.025.033,231 detik

= 2.027.036,861 detik

Total Lead Time = Total Value Added + Tota l Non Value Added (4.7) = 54.684 detik + 38.403.654,84 detik

= 38.458.338,84 detik

4.2.4.2.. Hasil Pengolahan Data Total Lead Time

Berikut merupakan tabel rekapitulasi hasil pengolahan data total lead time pada DIM warehouse, Flavor warehouse, dan inter facility Primary Processing .

Tabel 4.16. Tabel Rekapitulasi total lead time pada DIM Warehouse Jenis Material Total Lead time

Inner Plastic (SPL-0007) 2.027.036,861 detik Inner Plastic (SPL-0008) 6.743.866,644 detik Strapping band (SBB-0008) 5.238.214,211 detik

Tabel 4.17. Tabel Rekapitulasi total lead time pada Flavor Warehouse Jenis Material Total Lead time

Flavor (S1-006) 17.195.208,54 detik Casing (S3-067) 30.511.893,36 detik

(19)

Tabel 4.18. Tabel Rekapitulasi total lead time pada Inter Facility Primary Processing

Jenis Total Lead time

Inter Facility Primary Processing 38.458.338,84 detik

4.3. Current State Value Stream Mapping

Current state Value Stream Mapping pada DIM warehouse, Flavor warehouse, dan inter facility Primary Processing dibuat berdasarkan pemahaman aliran material dan informasi yang telah dilakukan di awal penelitian dan digambarkan pada current Va lue Stream Mapping di PT X dapat dilihat pada gambar 4. 3.

(20)

Universitas Kristen Petra

41

4.3.1. Value Stream Mapping Material Inner Plastic (SPL-0008) di DIM Warehouse

Gambar 4.3. Value Stream Mapping material inner plastic (SP L-0008) di DIM Warehouse

(21)

Gambar di atas merupakan alur proses aktivitas yang terjadi di DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008) yang digambarkan ke dalam Value Stream Mapping untuk mengetahui besar total lead time aktivitas tersebut.

Material inner plastic (SPL-0008) memiliki total lead time terbesar dibandingkan dengan total lead time material lainnya di DIM warehouse, sehingga material inner plastic (SPL-0008) tersebut mewakili data yang akan digunakan pada penggambaran current Value Stream Mapping untuk inter facility Prima ry Processing . Penggambaran Value Stream Mapping untuk material-material lainnya di DIM warehouse dapat dilihat pada lampiran 58 dan lampiran 60. Berikut ini adalah tabel total lead time dari material-material di DIM warehouse:

Table 4. 19. Tabel Lead Time untuk Material-material di DIM Warehouse

Jenis Material

Lead Time Process

(NVA)

Inventory Lead Time (NVA)

Total Lead Time (NVA)

Inner Plastic (SPL-0007)

2.003,63 detik

2.025.033,231 detik

2.027.036,861 detik Inner Plastic

(SPL-0008)

2.003,63 detik

6.741.863,014 detik

6.743.866,644 detik Strapping Band

(SSB-0008)

1.491,64 detik

5.236.722,581 detik

5.238.214,211 detik

Berdasarkan tabel di atas, total lead time untuk inner plastic (SPL-0008) sebesar 6.743.866,644 detik atau sama dengan 1.873,296 jam dan merupakan total lead time terbesar dari material lainnya. Perhitungan total lead time tersebut merupakan penambahan dari lead time process dengan inventory lead time.

Di samping itu juga , terdapat proses pembuatan administrasi pemesanan yang dilakukan pihak Primary Processing dengan DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008), berikut prosesnya:

(22)

Gambar 4. 4. Value Stream Mapping pembuatan administrasi Primary Processing dengan DIM Warehouse untuk material inner p lastic (SPL-0008)

Gambar di atas merupakan gambar Value Stream Mapping yang menampilkan proses administrasi antara pihak Primary Processing dengan pihak DIM warehouse. Pada gambar administrasi tersebut memiliki hubungan dengan

gambar current Value Stream Mapping tiap material, dikarenakan waktu yang berada di gambar administrasi juga diartikan ke dalam gambar currentnya. Pihak Primary Processing akan membuat order permintaan mingguan yang terbagi

berdasarkan kebutuhan produksi harian Primary Processing, kemudian dikirimkan kepada pihak DIM warehouse. Setelah itu, DIM warehouse akan mempersiapkan barang pesanan dari Primary Processing, pembuatan surat jala n hingga dikirimkan ke Primary Processing. Pada gambar Value Stream Mapping di atas dapat dilihat proses administrasinya beserta waktu yang diperlukan untuk setiap proses aktivitas yang dilakukan.

(23)

44

4.3.2. Value Stream Mapping Raw Material Casing (S3 -067) di Flavor Warehouse

Gambar 4. 5. Value Stream Mapping raw material casing (S3-067) di Flavor Warehouse

(24)

Gambar di atas merupakan alur proses aktivitas yang terjadi di Flavor warehouse untuk raw material casing yang digambarkan ke dalam Value Stream Mapping untuk mengetahui besar total lead time aktiv itas tersebut. Raw material casing memiliki total lead time terbesar dibandingkan dengan total lead time material lainnya di Flavor warehouse, sehingga raw material casing tersebut mewakili data yang akan digunakan pada penggambaran current Value Stream Mapping untuk inter facility Primary Processing . Penggambaran Value Stream Mapping untuk raw material lainnya di Flavor warehouse dapat dilihat pada lampiran 62. Berikut ini adalah tabel total lead time dari raw material di Flavor warehouse:

Table 4. 20. Tabel Lead Time untuk Raw Material di Flavor Warehouse

Jenis Material

Lead Time Process (NVA)

Inventory Lead Time (NVA)

Total Lead Time (NVA)

S1-006 (Flavor) 87.201,94 detik

17.108.006,6 detik

17.195.208,54 detik

S3-045 (Casing) 88.011,36 detik 30.423.882 detik

30.511.893,36 detik

Berdasarkan tabel di atas, total lead time untuk raw material casing sebesar 30.511.893,36 detik atau sama dengan 8.475,53 jam dan merupakan total lead time terbesar dari raw material lainnya. Perhitungan total lead time tersebut merupakan penambahan dari lead time process dengan inventory lead time.

Di samping itu juga, terdapat proses pembuatan administrasi pemesanan yang dilakukan pihak Primary Processing dengan Flavor warehouse untuk raw material casing , berikut prosesnya:

(25)

Gambar 4.6. Value Stream Mapping pembuatan administrasi Primary Processing dengan Flavor Warehouse untuk raw material casing

Gambar di atas merupakan gambar Value Stream Mapping yang menampilkan proses admin istrasi antara pihak Primary Processing dengan pihak Flavor warehouse. Pada gambar administrasi tersebut memiliki hubungan dengan gambar current Value Stream Mapping tiap raw material, dikarenakan waktu yang berada di gambar administrasi juga diartikan ke dalam gambar currentnya.

Pihak Primary Processing akan membuat order permintaan mingguan yang terbagi berdasarkan kebutuhan produksi harian Primary Processing , kemudian dikirimkan kepada pihak Flavor warehouse. Setelah itu, Flavor warehouse akan mempersiapkan barang pesanan dari Primary Processing , pembuatan surat jalan hingga dikirimkan ke Primary Processing. Pada gambar Value Stream Mapping di atas dapat dilihat proses administrasinya beserta dengan waktu yang diperlukan untuk setiap proses aktivitas yang dilakukan.

(26)

Universitas Kristen Petra

47 4.3.3. Value Stream Mapping Inter Facility Primary Processing

Gambar 4.7. Value Stream Mapping inter facility Primary Processing

(27)

Gambar di atas merupakan gambar inter facility Primary Processing yang menggabungkan besaran total lead time material inner plastic (SPL-0008) pada DIM warehouse, total lead time raw material casing pada Flavor warehouse, transportasi material-material lain ke Primary Processing, dan waktu total lead time dari tiap proses produksi (RTC, Cres, Diet, Cut Clove,dan Reclaim) yang berjalan secara para lel di Primary Processing untuk dapat mengetahui total lead time keseluruhan pada inter facility tersebut.

Total lead time pada inter facility ini, kemudian dibedakan menjadi value added dan non value added. Dapat dilihat value addednya sebesar 54.684 detik atau sebesar 15,19 jam dan non value added nya sebesar 38.409.654,84 detik atau sebesar 10.669,35 jam. P erbandingan rasio untuk value added dengan non value added didapatkan sebesar 0,142%.

Data-data tiap proses produksi di Primary Processing yang digunakan untuk data inter facility tersebut diperoleh dari data history perusahaan yang lalu.

4.4. Identifikasi Waste

Terdapat empat macam waste yang diidentifikasi pada proses aktivitas di DIM warehouse, Flavor warehouse, dan inter facility Primary Procssing.

Pemborosan (waste) yang terdapat pada setiap proses produksi di Primary Processing tidak diidentifikasi, sehingga pengidentifikasian lebih mengarah di aktivitas warehouse dan transportasi inter facility saja. Pengidentifikasian waste tersebut anta ra lain waiting time, transportion time, inventory, dan overprocessing yang akan dibahas pada subbab berikut.

4.4.1. Identifikasi Waiting Time

Pengidentifikasian waiting time melalui pengamatan yang dilakukan pada setiap aktivitas yang terjadi di lapangan, mulai dari kedatangan material dari supplier, proses aktivitas di dalam warehouse hingga pengiriman ke konsumen.

Berdasarkan pengamatan, berikut ini adalah kegiatan waiting yang terjadi di lapangan.

(28)

1. Waiting time material pada proses unloading from truck dari suppliers ke proses strapping di DIM warehouse.

Pada kegiatan unloading from truck , material yang datang dari suppliers akan diterima dan dibawa oleh driver ke staging area dengan menggunakan forklift.

Kepala gudang melakukan pemeriksaan terhadap barang dan surat jalan secara bersamaan dengan proses pemindahan barang tersebut. Waiting time terjadi di staging area untuk menunggu proses strapping material. Data waiting time pada proses staging area di DIM warehouse dapat dilihat pada lampiran 2.

Waiting time sebesar 358,8 detik atau 5,98 menit untuk setiap pallet di staging area dalam menunggu proses strapping tersebut, disebabkan oleh unskill membutuhkan waktu untuk memotong tali strapping yang digunakan untuk proses strapping dan juga unskill menunggu hingga pallet berjajar semua di staging area, baru dilakukan proses strapping.

2. Waiting time pada proses pengiriman DIM warehouse ke konsumen

Material yang akan dikirimkan oleh DIM warehouse ke konsumen mengalami waiting time, dikarenakan DIM warehouse tidak memiliki truck sehingga harus meminjam terlebih dahulu kepada pihak flavor warehouse untuk melakukan pengiriman. Apabila truck masih terpakai oleh aktivitas flavor warehouse, maka pengiriman DIM warehouse harus menunggu. Data waiting time pada proses pengir iman DIM warehouse ke konsumen dapat dilihat pada lampiran 2. Waiting time sebesar 826,8 detik atau 13,78 menit untuk setiap pengiriman ke konsumen.

3. Waiting time pada proses truck preparation di Flavor warehouse.

Waiting time pada truck preparation di Flavor warehouse ini membutuhkan waktu yang cukup lama sebesar 664,46 detik atau 11,07 menit, dikarenakan setiap truck yang datang dari suppliers masih memakai truck yang manual.

Hal ini menyebabkan persiapan untuk membuka truck sampai siap untuk di proses membutuhkan waktu yang cukup lama.

4. Waiting time pada proses give the quality control passed label di Flavor warehouse.

Waiting time pada proses give the quality control passed label di Flavor warehouse membutuhkan waktu 1 hari dikarenakan setiap material yang

(29)

datang dari suppliers harus dilakukan pengujian sample kualitas sesuai dengan standar dari perusahaan. Pengujian kualitas ini hanya dilakukan oleh seorang quality control, di mana seorang quality control tersebut tidak hanya mengontrol Flavor warehouse saja, melainkan mengontrol semua hal yang berhubungan dengan saus perusahaan.

5. Waiting time material dari rak untuk proses blended/strapping sebelum proses loading truck di Flavor warehouse.

Pada kegiatan pengiriman ke konsumen, material yang akan dikirim harus terlebih dulu diturunkan dari rak untuk diproses blended/strapping. Tetapi terjadi waiting time sebesar 197,4 detik atau 3,29 menit untuk setiap pallet pada proses sebelum blended/strapping tersebut, dikarenakan material harus dipindahkan dari pallet satu ke pallet lainnya apabila pemesanan konsumen tidak sepaket. Dalam satu pallet tertata satu jenis material yang sama, apabila pemesanan tidak sepalet material maka perlu dilakukan penataan isi dari material dalam pallet. Setelah tertata berdasarkan pemesanan maka baru dilakukan proses blended /strapping . Data waiting time pada proses staging area di DIM warehouse dapat dilihat pada lampiran 5.

4.4.2. Identifikasi Transportation Time

Pengidentifikasian transportation time dilakukan berdasarkan pengamatan di lapangan, di mana pengamatan tertuju pada waktu yang dibutuhkan untuk memindahkan barang atau material dari satu tempat ke tempat lain.

1. Transportation time di DIM warehouse

Berikut ini data-data pengidentifikasia n transportation time yang dilakukan di DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008) , dimulai dari unloading material dari truk supplier, penataan material di dalam gudang, hingga proses material untuk di loading ke truk pengiriman.

Tabel 4. 21. Tabel Data Transportation Time di DIM Warehouse

No Aktivitas Waktu

Baku Waktu Baku 1 Ops

1 Unloading from truck ke staging area

226,49 detik/pallet

226,49 detik

3,77 menit

(30)

Tabel 4. 21. Tabel Data Transportation Time di DIM Warehouse (sambungan)

No Aktivitas Waktu

Baku Waktu Baku 1 Ops

2 Material dari proses strapping dibawa ke rak warehouse

134,58 detik/pallet

134,58 detik

2,24 menit 3 Material dari rak warehouse

dibawa ke proses blended

48.62 detik/pallet

48,62 detik

0,81 menit 4 Material dari proses blended

dibawa ke loading to truck

58,43 detik/pallet

58,43 detik

0,97 menit

2. Transportation time di Flavor warehouse

Berikut ini data-data pengidentifikasian transportation time yang dilakukan di Flavor warehouse untuk raw material casing , dimulai dari unloading raw material dari truk supplier, penataan raw material di dalam gudang, hingga proses raw material untuk di loading ke truck pengiriman.

Tabel 4. 22. Tabel Data Transporta tion Time di Flavor Warehouse

No Aktivitas Waktu

Baku Waktu Baku 1 Ops 1 Unloading from truck ke staging

area

39,26 detik/pallet

39,26 detik

0,65 menit 2 Material dari proses weighing

dibawa ke rak warehouse

74,39 detik/pallet

74,39 detik

1,24 menit 3 Material dari rak warehouse

dibawa ke staging area

73,86 detik/pallet

73,86 detik

1,23 menit 4 Material dari proses blended

dibawa ke loading to truck

62,4 detik/pallet

62,4 detik

1,04 Menit

3. Transportation time untuk Inter Facility Primary Processing

Berikut ini data-data pengidentifikasian transportation time untuk inter facility yang dilakukan ke Primary Processing untuk semua material yang dibutuhkan dalam proses Primary Processing. Data tersebut hanya pada proses transportasi pengiriman materialnya saja .

(31)

Tabel 4. 23. Tabel Data Transportation Time untuk Inter Facility Primary Processing

No Aktivitas Waktu

Baku Waktu Baku 1 Pallet 1 Dust SKM 1 dan 2 ke RTC 69,48 detik 69,48 detik 1,16 menit 2 Dust SKM 3 ke RTC 504,41 detik 504,41 detik 8,41 menit 3 Dust PP 2 ke RTC 499,25 detik 499,25 detik 8,32 menit 4 Dust PP 1 ke RTC 160,84 detik 160,84 detik 2,68 menit 5 Liquid PP 2 ke RTC 499,25 detik 499,25 detik 8,32 menit 6 Flavor warehouse ke PP 2 631,25 detik 631,25 detik 10,3 menit 7 DIM warehouse ke SKM 4 285,58 detik 285,58 detik 4,76 menit 8 DIM warehouse ke PP 1 198,63 detik 198,63 detik 3,31 menit 9 SKM 4 ke RTC 307,62 detik 307,62 detik 5,13 menit 10 SKM 4 ke Cres 331,86 detik 331,86 detik 5,53 menit 11 SKM 4 ke Diet 255,71 detik 255,71 detik 4,26 menit 12 SKM 4 ke Reclaim 255,71 detik 255,71 detik 4,26 menit 13 SKM 1 dan 2 ke Reclaim 69,48 detik 69,48 detik 1,16 menit 14 SKM 3 ke Reclaim 504,41 detik 504,41 detik 8,41 menit 15 RTC ke PP 1 54,36 detik 54,36 detik 0,91 menit 16 Cres ke PP 1 54,36 detik 54,36 detik 0,91 menit 17 Diet ke PP 1 401,53 detik 401,53 detik 6,69 menit 18 Clove ke PP 1 1477 detik 1477 detik 24,62menit 19 Reclaim ke PP 1 54,36 detik 54,36 detik 0,91 menit

4.4.3. Identifikasi Inventory Waste

Inventory waste ada dua macam, yaitu inventory pada DIM warehouse dan Flavor warehouse. Berikut merupakan penjelasan dari masing-masing inventory tersebut.

1. Inventory material inner plastic pada DIM warehouse

Inventory material inner plastic (SPL-0008) pada DIM warehouse dapat dilihat pada Value Stream Mapping . Perhitungan inventorynya menggunakan data-data history perusahaan berupa average stock level dan average consumption untuk menghitung average inventory level, dan didapatkan inventory sebesar 11,15 minggu. Inventory yang besar ini dikarenakan supplier materialnya berasal dari luar negeri dan luar kota, sehingga pemesanan material kurang diperhatikan.

(32)

Total lead time dalam aktivitas warehouse sangat besar dikarenakan permasalahan inventory tersebut.

2. Inventory raw material casing pada Flavor warehouse

Inventory raw material casing pada DIM warehouse juga dapat dilihat pada Value Stream Mapping . Di mana perhitungan inventorynya juga menggunakan data-data history perusahaan berupa average stock level dan average consumption untuk menghitung average inventory level, dan didapatkan inventory sebesar 50,3 minggu. Inventory yang besar ini dikarenakan supplier raw materialnya berasal dari luar negeri dan luar kota, sehingga pemesanan material kurang diperhatikan. Total lead time dalam aktiv itas warehouse sangat besar dikarenakan permasalahan inventory tersebut.

4.4.4. Identifikasi Overprocessing

Overprocessing merupakan proses aktiv itas yang berlebihan dan seharusnya bisa dihilangkan. Penghilangan overprocessing dapat mengurangi total lead time dalam suatu aktivitas. Pengamatan untuk mengidentifikasi waste yang disebabkan overprocessing dalam sebuah warehouse dilakukan pada saat aktivitas warehouse berlangsung.

Berikut ini adalah overprocessing yang telah teridentifikasi pada proses aktivitas di dalam DIM warehouse dan Flavor warehouse.

1. Overprocessing pada DIM warehouse

Overprocessing pada aktivitas di DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008) yaitu proses strapping pallet berisi material, di mana setiap pallet distrapping untuk menjaga keamanan dari material yang ada di atasnya.

Selain itu juga, overp ro cessing terjadi pada proses create surat jalan. Proses pembuatan surat jalan berdasarkan pallet berisi material yang akan dikirimkan.

2. Overprocessing pada Flavor warehouse

Overprocessing pada aktivitas di Flavor warehouse untuk raw material casing yaitu proses blended pallet berisi material, di mana setiap pallet diblended untuk menjaga keamanan dari material yang ada di atasnya. Selain itu juga, overprocessing terjadi pada proses create surat jalan. Proses pembuatan surat jalan berdasarkan pallet berisi material yang akan dikir imkan.

(33)

4.5. Verifikasi

Proses verifikasi current Value Stream Mapping dilakukan untuk memeriksa kemungkinan terjadinya kesalahan pada penggambaran current Value Stream Mapping yang telah dibuat. Pada kasus ini, verifikasi dilakukan dengan cara memeriksakan kebenaran data yang diambil, perhitungan data, dan penggambaran aktvitas yang dilakukan dalam Value Stream Mapping kepada pihak-pihak perusahaan yang terkait dengan warehouse dan inter facility Primary Processing . Setelah dilakukan pemerikasaan akhir pada setiap current Value Stream Mapping, ternyata tidak ada pengambilan data, perhitungan data dan penggambaran aktifitas yang mengalami kesalahan. Penulis telah mengikuti alur- alur yang diperlukan dan penggambaran current Value Stream Mapping telah berjalan sesuai dengan kondisi yang dikehendaki. Dengan demikian, current Value Stream Mapping dinyatakan telah selesai mengalami verifikasi.

4.6. Validasi

Proses validasi current Value Stream Mapping dilakukan dengan mengonfirmasikan dan membuktikan atas suatu hasil pengolahan data berupa waktu-waktu yang sudah baku kepada perusahaan. Menurut pihak-pihak perusahaan pengolahan data yang telah dilakukan telah sesuai dengan kenyataan sebenarnya, sehingga model dapat dinyatakan valid.

4.7. Usulan Improvement

Berdasarkan identifikasi waste yang telah dilakukan sebelumnya, penulis memberikan usulan improvement pada pihak perusahaan adalah sebagai berikut.

4.7.1. Usulan Improvement untuk Mengurangi Waiting Time

1. Waiting time material pada proses unloading from truck dari suppliers ke proses strapping di DIM warehouse.

Waiting time pada proses ini dapat dikurangi dengan cara tidak perlu menunggu semua pallet tertata di atas staging area terlebih dahulu, dapat langsung dikerjakan sehingga pallet yang telah selesai dapat diproses selanjutnya. P enyedia an terlebih dahulu terhadap tali strapping yang telah

(34)

sesuai dengan ukuran pallet sehingga tidak perlu lagi menunggu proses pemotongan tali selesai baru dilakukan proses strapping.

2. Waitin g time pada proses pengiriman DIM warehouse ke konsumen

Material yang akan dikirimkan oleh DIM warehouse ke konsumen selalu mengalami waiting time, dikarenakan DIM warehouse tidak memiliki truk sehingga harus meminjam terlebih dahulu kepada pihak Flavor warehouse untuk melakukan pengiriman. DIM warehouse dapat melakukan pemesanan truk sendiri kepada vendor untuk keperluan yang diperlukan, sehingga tidak bergantung lagi dengan Flavor warehouse. Penjadwalan juga dapat digunakan untuk mengatasi waiting time tersebut. Penjadwalan penetapan waktu pengiriman dari masing-masing warehouse sehingga, apabila sudah waktunya truck dapat stand by pada lokasi yang akan melakukan pengiriman.

3. Waiting time pada proses truck preparation di Flavor warehouse.

Truck preparation menyebabkan waiting time di Flavor warehouse ini dikarenakan supplier mengirimkan material dengan menggunakan truk yang masih manual sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk persiapannya. Oleh karena itu, disarankan suppliers menggunakan truk hidrolik untuk mengurangi waiting time yang terjadi. Berikut merupakan contoh gambar truk wing box yang bisa menjadi pertimbangan.

Gambar 4. 8. Truk wing box

Sumber : http://iklanmax.com/gambar/20100328/865376/wing-box-6-ban- wing-box-fuso-wing-box-tronton

(35)

4. Waiting time pada proses give the quality control passed label di Flavor warehouse.

Waiting time pada proses give the quality control passed label di Flavor warehouse ini dapat dikurangi dengan cara menambah seorang pekerja dan disediakan ruang quality control di Flavor warehouse untuk penanganan khusus pada masalah pengujian kualitas dan pemberian label quality control pada setiap material. Selain itu, dapat juga diberikan training tambahan kepada leader Flavor warehouse mengenai kualitas pengecekan material, sehingga tidak perlu menambah sumber daya manusia lagi dan pengecekan dapa t dilakukan oleh leader tersebut.

5. Waiting time material dari rak untuk proses blended/strapping sebelum proses loading truck di Flavor warehouse.

Pada kegiatan pengiriman ke konsumen, material yang akan dikirim harus terlebih dulu diturunkan dari rak untuk diproses blended/strapping. Setiap pallet mengalami waiting time sebesar 197,4 detik atau 3,29 menit untuk pada proses sebelum blended/strapping tersebut, dikarenakan material harus dipindahkan dari pallet satu ke pallet lainnya apabila pemesanan konsumen tidak sepaket. Permasalahan ini dapat diatasi dengan menggunakan perkiraan pemesanan berdasarkan data history pemesanan sehingga dapat disediakan terlebih dahulu dalam pengaturan isi palletnya.

4.7.2. Usulan Improvement untuk Mengurangi Inventory

1. Inventory pada DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008) Inventory yang terdapat pada DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008) cukup besar jumlahnya dan menyumbang persentase cukup besar dalam total lead time Value Stream Mapping di DIM warehouse dan inter facility Primary Processing. Oleh karena itu, usulan perbaikan yang diberikan dengan menghitung safety stock dan stock level untuk mengurangi inventory dan stock policy yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan inventory material di DIM warehouse adalah lead time pemesanan barang sampai dari pengiriman supplier

(36)

dan rata-rata permintaan untuk pelaksanaan produksi. Berikut merupakan langkah-langkah dalam menentukan safety stock dan stock level yang diijinkan.

• Menentukan distribusi dari permintaan DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008). Penentuan distribusi dengan menggunakan bantuan software Minitab. Berikut merupakan hasil dari software minitab mengenai distribusi dari permintaan konsumen.

Gambar 4.9. Hasil Distribusi Permintaan Material Inner Plastic (SPL-0008)

• Perhitungan mean dan standar deviasi dari permintaan dengan distribusi weibull menggunakan bantuan software Minitab.

SPL-0008

Percent

1000 100

99 90 80 70 6050 40 30 20 10

5 3 2 1

Table of Statistics

Median 298,893 I Q R 165,494

Failure 24

Censor 0

A D * 1,230

Shape

Correlation 0,963 2,78333 Scale 340,961

Mean 303,541

StDev 117,985

Probability Plot for SPL-0008 Complete Data - LSXY Estimates

Weibull - 95% CI

Gambar 4.10. Hasil Probability Plot Permintaan Material Inner Plastic (SPL-0008)

(37)

• Menghitung safety factor. Service level yang diinginkan oleh perusahaan adalah 95%, yang artinya perusahaan menginginkan bahwa 95% dari permintaan oleh produksi dapat terpenuhi. Safety factor untuk service level 95% adalah 2,9912.

• Menghitung safety stock (SS) untuk permintaan konsumen

Lead time mulai dari pemesanan barang hingga pengiriman barang adalah 4 minggu.

SS = safety factor × stdev × L (4.8)

= 2,9912 × 117,985 × 4

= 705,5503 EA

• Menghitung average stock level (ASL)

ASL = Rata-rata permintaan + SS (4.9)

= 303,541 EA/minggu × 4 minggu + 705,5503 EA

= 1919,7143 EA

• Menghitung average inventory level (AIL)

AIL = ASL : rata-rata permintaan (4.10)

= 1919,7143 EA : 303,541 EA/minggu

= 6,324 minggu

Average inventory level dari hasil perhitungan didapatkan sebesar 6,324 minggu, sehingga stock policy usulan adalah sebesar 6 minggu.

2. Inventory pada Flavor warehouse untuk raw material casing (S3-067)

Inventory pada Flavor warehouse untuk raw material casing (S3-067) menyumbang persentase cukup besar dalam total lead time Value Stream Mapping di Flavor warehouse dan inter facility Primary Processing. Oleh karena itu, usulan perbaikan yang diberikan dengan menghitung safety stock dan stock level untuk mengurangi inventory dan stock policy yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan inventory adalah jumlah demand atau permintaan dari konsumen dan lead time dari pemenuhan pemesanan tersebut. Berikut merupakan langkah-langkah dalam menentukan safety stock dan stock level.

(38)

• Menentukan distribusi dari permintaan Flavor warehouse untuk raw material casing (S3-067) dengan menggunakan software Minitab. Berikut merupakan hasil dari software minitab mengenai distribusi dari permintaan konsumen.

Gambar 4. 11. Hasil Distribusi Permintaan Raw Material Casing (S3-067)

• Perhitungan mean dan standar deviasi dari permintaan dengan distribusi smallest extreme value menggunakan bantuan software Minitab.

S3-067

Percent

10000 1000

100 99

95 90

80 70 60 50 40 30 20 10 5

1

Table of Statistics

Median 1399,97 I Q R 1076,48

Failure 41

Censor 0

AD* 2,885

Loc

Correlation 0,934 7,24421 Scale 0,556827

Mean 1634,73

StDev 985,600

Probability Plot for S3-067 Complete Data - LSXY Estimates

Lognormal - 95% CI

Gambar 4.12. Hasil Probability Plot Permintaan Raw Material Casing (S3-067)

(39)

• Menghitung safety factor

Service level yang diinginkan oleh perusahaan adalah 95%, yang artinya perusahaan menginginkan bahwa 95% dari demand dapat terpenuhi. Safety factor untuk service level 95% adalah 5,1803

• Menghitung safety stock untuk permintaan konsumen

Lead time mulai dari pemesanan barang hingga pengiriman barang adalah 6 minggu.

SS = safety factor × stdev × L (4.11)

= 5,1803 × 985,6 × 6

= 12505,644 Kg

• Menghitung average stock level (ASL)

ASL = Rata-rata permintaan tiap minggu + SS (4.12)

= 1634,73 Kg/minggu × 6 minggu + 12505,644 Kg

= 22314,025 Kg

• Menghitung average inventory level untuk menentukan stock policy

AIL = ASL : rata-rata permintaan (4.13)

= 22314,025 Kg : 1634,73 Kg/minggu

= 13,649 minggu

Hasil perhitungan didapatkan average inventory level sebesar 13,649 minggu, sehingga stock policy usulan adalah sebesar 14 minggu.

4.7.3. Usulan Improvement untuk Mengurangi Overprocessin g 1. Overprocessing pada DIM warehouse

Overprocessing pada aktivitas di DIM warehouse untuk material inner plastic (SPL-0008) yaitu proses strapping pallet berisi material dapat dihilangkan, dengan meminta kepada suppliers untuk melakukan proses strapping terlebih dahulu setiap material di atas pallet sebelum dikirimkan ke DIM warehouse.

Pengurangan terhadap overprocessing ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan waiting time yang berada di staging area awal, sehingga barang tidak perlu lagi menunggu proses strapping dan barang dapat langsung diproses untuk ke rak warehouse.

(40)

2. Overprocessing pada Flavor warehouse

Overprocessing juga sama terjadi pada aktivitas di Flavor warehouse untuk raw material casing yaitu proses blended pallet berisi material dapat dihilangkan, dengan meminta kepada suppliers untuk memblended terlebih dahulu setiap material di atas pallet sebelum dikirimkan ke Flavor warehouse.

Pengurangan terhadap overprocessing ini dapat memberikan dampak positif terhadap pengurangan waktu terhadap proses blended, sehingga barang tidak perlu lagi menunggu proses blended dan barang dapat langsung diproses untuk ke rak warehouse.

3. Overprocessing pada DIM dan Flavor warehouse untuk proses create surat jalan

Overprocessing pada create surat jalan dapat dihilangkan dengan cara penggunaan sistem radio frequency identification detection (RFID). Penggunaan sistem RFID dapat menghilangkan proses pembuatan create surat jalan yang dibuat secara manual. Berikut merupakan contoh gambar RFID yang bisa menjadi pertimbangan.

Gambar 4. 13. Radio Frequency Identification Detection (RFID) Sumber : http://www.posproducts.com/images/UNITECH-ms210

Solusi improvement yang ditawarkan adalah memanfaatkan teknologi Radio Frequency Identification Detection (RFID). Semua barang yang akan memasuki warehouse perusahaan, terlebih dahulu sudah ditempel RFID tag aktif

(41)

yang diberikan perusahaan kepada suppliers. Barang-barang yang telah ditempel RFID tag aktif dapat langsung memasuki gudang tanpa harus dihitung satu persatu secara manual. RFID tag ini akan memancarkan sinyal yang akan dibaca oleh RFID reader yang dipasang di titik-titik tertentu di setiap pintu masuk dan keluar warehouse.

Setiap material ya ng terdeteksi, data-datanya dari label RFID tag tersebut dapat langsung masuk ke dalam sistem komputer perusahaan. Mulai dari jenis item, kode item, tanggal pengiriman dari suppliers, asal suppliers, material untuk konsumen mana, stok barang di warehouse, dan segala data lain yang ingin dicantumkan oleh perusahaan. Semua data yang diperlukan dari item material tersebut tertuliskan pada RFID tag dan akan dibaca oleh RFID reader yang kemudian secara otomatis masuk ke dalam sistem komputer perusahaan. Sistem RFID ini dapat digunakan pada proses kedatangan material dari suppliers dan hingga pengiriman material ke konsumen. Keuntungan dalam menggunakan sistem ini adalah dapat menghilangkan proses non value added dalam create surat jalan, disamping itu juga tingkat ketelitian dalam proses pencatatan data -data material jauh lebih akurat daripada proses manual sehingga mengurangi tingkat kesalahan data yang dapat menyebabkan kerugian bagi perusahaan.

(42)

Universitas Kristen Petra

63 4.8. Future State Value Stream Mapping

4.8.1. Future Value Stream Mapping Material Inner Plastic (SPL-0008) di DIM Warehouse

Gambar 4. 14. Future Value Stream Mapping material inner plastic (SPL-0008) di DIM Warehouse

(43)

64

4.8.2. Future Value Stream Mapping Raw Material Casing di Flavor Warehouse

Gambar 4. 15. Future Value Stream Mapping raw material casing (S3-067) di Flavor Warehouse

(44)

Universitas Kristen Petra

65 4.8.3. Future Value Stream Mapping Inter Facility Primary Processing

Gambar 4. 16. Future Value Stream Mapping inter facility Primary Processing

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam pemasaran jagung hibrida dan untuk menjelaskan

Penelitian lebih lanjut menggunakan metode desain faktorial perlu dilakukan untuk melihat pengaruh masing-masing dan interaksi komponen CMC-Na dan Karbomer sebagai

Berdasarkan alasan tersebut, hal inilah yang mendorong dilakukannya penelitian untuk Sistem Informasi Pengelolaan Magang Guna Mempermudah Proses Administrasi dengan Studi

Berdasarkan definisi di atas, maka dapat disimpulkan adult attachment adalah kecenderungan stabil yang dimiliki individu untuk melaksanakan suatu usaha penting dalam mencari

Penelitian verifikatif pada dasarnya ingin menguji kebenaran dari suatu hipotesis yang dilaksanakan melalui pengumpulan data di lapangan dimana dalam penelitian ini diuji

Angin yang dihasilkan ketika proses penjatuhan bahan baku dari mixing scale juga tidak dapat dihindari karena banyaknya bahan baku yang dijatuhkan dalam sekali proses telah

Akan tetapi, hasil pengolahan dengan menggunakan binary logistic regression menunjukkan bahwa faktor diameter trimming body, tinggi bibir elco, maupun berat latex tidak

1) Perhitungan Pajak Penghasilan Pasal 23 merupakan cara untuk menentukan besarnya jumlah pajak yang harus dikeluarkan atau dibayar oleh wajib pajak atas