• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN SIKAP D

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN SIKAP D"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN PERHATIAN ORANG TUA DAN SIKAP DISIPLIN BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR KIMIA SISWA KELAS X SMA NEGERI SE-KOTA

MATARAM TAHUN PELAJARAN 2013/2014 OLEH:

ATIKA ABDULLAH E1M 010 016

ABSTRAK

Perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar yang dimiliki oleh siswa merupakan dua faktor yang dapat mempengaruhi prestasi belajar. Perhatian orang tua dalam penelitian ini mencakup perhatian dalam kegiatan belajar anak mereka. Begitu juga sikap disiplin belajar siswa dalam penelitian ini merupakan pengendalian diri terhadap aturan-aturan baik di rumah maupun di sekolah yang nantinya akan berhubungan dengan prestasi belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram. Berdasarkan permasalahan yang akan diteliti, maka jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif ex-post facto. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik angket untuk data perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa, sedangkan untuk data prestasi belajar kimia menggunakan teknik dokumentasi hasil ujian tengah semester genap siswa tahun pelajaran 2013/2014. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia siswa.

Kata-kata kunci: Perhatian Orang Tua, Sikap Disiplin Belajar, Prestasi Belajar. PENDAHULUAN

Berdasarkan hasil observasi awal pada bulan April di SMA Negeri 3 Mataram, SMA Negeri 7 Mataram dan SMA Negeri 8 Mataram serta hasil observasi selama PPL di SMA Negeri 6 Mataram dapat diketahui bahwa perhatian orang tua terhadap pendidikan anak masih dapat dikatakan rendah, hal ini ditunjukkan dengan masih banyaknya orang tua yang mengetahui anak mereka berangkat ke sekolah tetapi ternyata anak tersebut tidak sampai ke sekolah. Adapula orang tua yang ketika mencari anaknya ke sekolah orang tua tersebut tidak mengetahui anaknya duduk di bangku kelas berapa.

(2)

di sekitar mereka yang mempengaruhi prestasi belajar. Sama halnya dengan sikap disiplin belajar siswa terhadap pelajaran kimia, prestasi belajar kimia siswa juga bervariasi ada yang tinggi, sedang, dan rendah, hal ini terlihat pada data hasil ujian semester ganjil SMA Negeri 3 Mataram, SMA Negeri 6 Mataram dan SMA Negeri 7 Mataram dan SMA Negeri 8 Mataram, didapatkan sebagian siswa memperoleh nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan sebagian kecil siswa mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) serta hanya sebagian kecil kelas yang memiliki ketuntasan klasikal di atas 50%.

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas tentang perhatian orang tua, sikap disiplin belajar siswa dan prestasi belajar kimia siswa, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang “Hubungan Perhatian Orang Tua dan Sikap Disiplin Belajar Siswa dengan Prestasi Belajar Kimia Siswa Kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perhatian orang tua dan sikap disIplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram.

TINJAUAN PUSTAKA

Salah satu pendekatan yang paling kuat dalam pengembangan prestasi sosial dan akademik anak-anak adalah peran dari orang tua. Perhatian orang tua sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak dalam belajar dan merupakan faktor yang paling penting dalam meningkatkan prestasi belajar anak. Hal ini mendorong orang tua untuk berupaya memperhatikan anaknya dalam belajar, sehingga anak

merasa diperhatikan kemudian

menimbulkan semangat belajar anak. Perhatian orang tua merupakan salah satu wujud tanggung jawab orang tua dalam memenuhi kebutuhan psikologis anak yang diharapkan dapat membuat anak menjadi rajin belajar dan dari hasil belajarnya tersebut dapat memperoleh prestasi belajar yang maksimal (Lopes, 2011).

Sikap merupakan kesiapan dan kesediaan seseorang untuk menerima atau menolak suatu obyek berdasarkan penilaian terhadap obyek itu, apakah berarti atau tidak bagi dirinya. Itulah sebabnya sikap berhubungan dengan pengetahuan, dan perasaan seseorang terhadap obyek (Sudjana, 2002:48). Obyek sikap bisa apa saja, seperti kimia, ahli kimia, pelajaran kimia, topik kimia yang diajarkan di sekolah, penelitian pendidikan kimia, dan kimia industri (Cheung, 2007).

Disiplin belajar adalah suatu bentuk kepatuhan siswa yang dilandasi oleh kesadaran pribadi terhadap peraturan-peraturan yang dibuat oleh diri sendiri atau pihak lain dalam usahanya untuk memperoleh perubahan baik pengetahuan, ketrampilan dan sikap sebagai hasil dari latihan-latihan yang dilakukan (Widowati, 2013).

Dengan demikian, sikap disiplin belajar adalah suatu kecenderungan siswa yang dilandasi oleh kesadaran dan tanggung jawab sebagai bentuk pengendalian diri terhadap aturan-aturan baik di rumah maupun di sekolah dengan tidak melakukan sesuatu yang dapat merugikan tujuan dari proses belajarnya.

(3)

program. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. Prestasi belajar dapat diketahui setelah diadakan evaluasi. Hasil evaluasi ditunjukkan dengan angka nilai yang dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa (Syah, 2008:144-145).

METODE PENELITIAN

Hipotesis : i. Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota

Mataram tahun pelajaran 2013/2014. ii.

Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram

tahun pelajaran 2013/2014. iii. Terdapat

hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa secara bersama dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram tahun pelajaran 2013/2014.

Populasi dan Sampel : Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram yang berjumlah 8 SMA yaitu SMA Negeri 1 Mataram hingga SMA Negeri 8 Mataram yang berjumlah 2712 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah multistage random sampling (Supranto, 2008 : 24). Pertama ditentukan empat SMA dari delapan SMA yang dipilih secara random dengan asumsi bahwa setiap SMA memiliki peluang yang sama untuk dipilih sebagai sampel. SMA yang masuk sebagai sampel dalam penelitian ini adalah SMA

Negeri 3 Mataram, SMA Negeri 6 Mataram, SMA Negeri 7 Mataram dan SMA Negeri 8 Mataram. Kemudian dari empat SMA tersebut diambil sampel sebesar 20% dari keseluruhan siswa kelas X di tiap-tiap SMA. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 314 siswa.

Alat penelitian : Variabel penelitian yang akan diukur dalam penelitian ini ada tiga yaitu perhatian orang tua, sikap disiplin belajar siswa dan prestasi belajar siswa. Untuk perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa menggunakan instrumen nontest berupa angket (questionnaire) dengan skala likert sedangkan prestasi belajar menggunakan data dokumentasi berupa nilai ujian mid semester genap siswa yang didapat dari guru di masing-masing sekolah. Angket perhatian orang tua dikembangkan dari lima indikator, yaitu pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar anak, pemberian penghargaan dan hukuman, pemenuhan kebutuhan belajar dan menciptakan suasana belajar yang tenang dan tenteram. Sedangkan angket sikap disiplin belajar siswa dikembangkan

dari empat indikator yaitu kedisiplinan

terhadap tata tertib sekolah, kedisiplinan terhadap kegiatan belajar di sekolah, kedisiplinan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran dan kedisiplinan terhadap kegiatan belajar di rumah.

Prosedur : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif ex-post facto dengan

rancangan penelitian deskriptif

korelasional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara: (a) perhatian orang tua (X1) dengan prestasi belajar

siswa (Y); (b) sikap disiplin belajar siswa (X2) dengan prestasi belajar siswa (Y); (c)

(4)

belajar siswa (X2) secara bersama dengan

prestasi belajar siswa (Y). Teknik analisis data yang digunakan adalah uji korelasi sederhana/tunggal dan uji korelasi ganda.

HASIL PENELITIAN Uji Normalitas Data

Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas data perhatian orang tua siswa, data sikap disiplin belajar dan data prestasi belajar kimia siswa untuk mengetahui apakah ketiga kelompok data yang akan dianalisis terdistribusi normal atau tidak.

Tabel 1. Hasil Uji Normalitas Data (Uji Chi Kuadrat)

Variabel x2

hitung x2 tabel Kesimpulan Perhatian Orang Tua (X1)

13,32 < 15,507

Normal

Sikap Disiplin Belajar (X2)

10,04 < 15,507

Normal

Prestasi Belajar (Y)

10,65 < 15,507

Normal

Dari hasil analisis didapatkan nilai

x2hitung perhatian orang tua siswa adalah

13,32, nilai x2hitung sikap disiplin belajar

siswa adalah 10,04 dan nilai x2hitung

prestasi belajar kimia adalah 10,65. Nilai

x2tabel pada taraf signifikan 5% adalah

15,507. Karena x2hitung untuk ketiga

kelompok data tersebut lebih kecil dari

x2tabel, ini berarti data-data tersebut

terdistribusi normal.

Analisis Korelasi Tunggal

Korelasi menggambarkan keeratan hubungan antara variabel X dan Y. Analisis korelasi menggunakan rumus korelasi product moment diperoleh nilai koefisien korelasi sebagai berikut :

Tabel 2. Hasil Analisis Korelasi Tunggal Variab el X Varia bel Y rhitu ng Keputu san Kateg ori Perhat ian Orang Tua (X1)

Presta si Belaj ar Kimi a 0,2 4 Ada Hubun gan Rend ah Sikap Disipli n Belaja r (X2)

Presta si Belaj ar Kimi a 0,4 8 Ada Hubun gan Sedan g

Berdasarkan data di atas dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi (rhitung) antara perhatian orang tua dengan

prestasi belajar kimia sebesar 0,24.

Berdasarkan pedoman penafsiran

koefisien korelasi, nilai tersebut berada pada interval 0,20 – 0,399 sehingga hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia berada pada kategori rendah, sedangkan nilai koefisien korelasi (rhitung) antara sikap disiplin belajar

siswa dengan prestasi belajar kimia sebesar 0,48. Nilai tersebut berada pada interval 0,40 – 0,599 sehingga hubungan antara sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia berada pada kategori sedang.

Uji Signifikansi Korelasi Tunggal (Uji t)

Hasil uji signifikansi koefisien korelasi tunggal menggunakan uji t adalah sebagai berikut :

(5)

Perhatian Orang Tua (X1)

Prestasi Belajar Kimia

4,37 > 1,645

Ho ditolak

Sikap Disiplin Belajar (X2)

Prestasi Belajar Kimia

9,66 > 1,645

Ho ditolak

Pengujian signifikansi dengan uji t dengan taraf signifikansi 5% dan dk = n-2 =312 diperoleh ttabel sebesar 1,645. Berdasarkan

Tabel 3 dapat diketahui bahwa hasil uji statistik untuk variabel perhatian orang tua didapatkan thitung > ttabel yaitu 4,37 > 1,645

sehingga Ho ditolak. Selanjutnya untuk variabel sikap disiplin belajar juga didapatkan thitung > ttabel yaitu 9,66 > 1,645

sehingga Ho ditolak.

Analisis Korelasi Ganda

Dengan mensubstitusikan harga koefisien korelasi antara: perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia (ryx1);

sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia (ryx2); dan perhatian orang tua

dengan sikap disiplin belajar siswa (rx1x2)

pada rumus korelasi berganda maka diperoleh koefisien korelasi (R) antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia sebesar 0,48. Berdasarkan pedoman penafsiran koefisien korelasi nilai tersebut berada pada interval 0,40 – 0,599 sehingga hubungan antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia berada pada kategori sedang.

Uji Signifikansi Korelasi Ganda (Uji F)

Dengan mensubstitusikan harga koefisien korelasi berganda pada rumus uji F maka diperoleh koefisien Fhitung sebesar

52,5. Pada taraf signifikansi 5% dengan N= 314 diperoleh Ftabel sebesar 3,02.

Karena Fhitung > Ftabel maka hipotesis nol

ditolak.

PEMBAHASAN

Hubungan Perhatian Orang Tua dengan Prestasi Belajar Kimia Siswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum perhatian orang tua siswa kelas X SMA Negeri se-kota Mataram berada pada kategori tinggi dan sedang, yaitu dengan persentase berturut-turut sebesar 42,68% dan 39,17%. Jika ditinjau dari analisis masing-masing indikator perhatian orang tua, bentuk perhatian orang tua yang masuk dalam kategori tinggi yaitu pemberian bimbingan dan nasihat dan pengawasan terhadap belajar anak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar orang tua sudah memberikan bimbingan, nasihat dan pengawasan yang baik terhadap pendidikan anak. Selain itu, beberapa bentuk perhatian orang tua yang masih jarang dilakukan oleh orang tua (kategori sedang) yaitu pemberian penghargaan dan hukuman, pemenuhan kebutuhan belajar, menciptakan suasana belajar yang tenang dan tenteram. Ketiga indikator perhatian tersebut telah diketahui penting sehingga ketika orang tua mengabaikan indikator-indikator tersebut maka akan berimplikasi kepada prestasi yang diperoleh anak.

Berdasarkan hasil analisis data, tingkat hubungan perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia siswa berada pada kategori rendah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,24. Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar namun lemah. Selanjutnya hasil uji signifikansi diperoleh nilai thitung (4,37) > ttabel (1,645). Hal ini

(6)

keyakinan 95% hipotesis pertama diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014. Hasil ini relevan dengan teori yang dikemukakan oleh Slameto (2010) bahwa orang tua yang kurang atau tidak memperhatikan pendidikan anaknya, tidak memperhatikan sama sekali akan kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan anaknya dalam belajar, tidak mengatur waktu belajarnya, tidak menyediakan atau melengkapi alat belajarnya, tidak memperhatikan apakah anaknya belajar atau tidak, tidak memperhatikan kemajuan belajar anaknya, kesulitan-kesulitan yang dialami dalam belajar dan lain-lain dapat menyebabkan anak tidak/kurang berhasil dalam belajarnya. Beberapa penelitian yang lain juga menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar siswa (Darwin, 2008; Nyarko, 2011; Seth & Asudani, 2012; Mawarsih, et al., 2013; Rafik,et al., 2013; Seth & Asudani, 2013 dan Sukma, 2014).

Hubungan Sikap Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar Kimia Siswa

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap disiplin belajar siswa kelas X di SMA Negeri se-Kota Mataram berada pada kategori sedang. Hal ini dapat dilihat dari persentase tertinggi atas variabel disiplin belajar berada pada kategori sedang yaitu 40,13%. Hal ini menunjukkan bahwa masih ada sebagian siswa yang belum menyadari akan pentingnya sikap disiplin belajar untuk meningkatkan prestasi belajar. Jika ditinjau dari analisis masing-masing indikator sikap disiplin belajar, indikator kedisiplinan terhadap tata

tertib sekolah berada pada kategori tinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kedisiplinan siswa terhadap tata tertib sekolah sudah dilaksanakan dengan baik oleh sebagian besar siswa. Selanjutnya indikator kedisiplinan terhadap kegiatan belajar di rumah, kedisiplinan terhadap kegiatan belajar di sekolah dan kedisiplinan dalam mengerjakan tugas-tugas pelajaran berada pada kategori sedang. Hal ini menandakan bahwa kedisiplinan siswa dalam mencapai indikator-indikator tersebut belum maksimal yang berpengaruh terhadap rendahnya frekuensi belajar sehingga bermuara pada kurang optimalnya prestasi belajar yang diperoleh.

Berdasarkan hasil analisis data, tingkat hubungan sikap disiplin belajar dengan prestasi belajar kimia siswa berada pada kategori sedang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,48. Nilai tersebut menunjukkan bahwa sikap disiplin belajar memiliki pengaruh yang cukup berarti terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini selaras dengan hasil penelitian Arisana (2013) dan Nokwanti (2013) yang menunjukkan bahwa ada hubungan yang positif antara sikap disiplin belajar dengan prestasi belajar siswa dengan nilai koefisien korelasi berturut-turut yaitu 0,494 dan 0,673.

Berdasarkan hasil uji signifikansi diperoleh nilai thitung (9,66) > ttabel (1,645).

(7)

Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian Syahadatina (2011), Saputro & Pardiman (2012), Arisana (2013), Githome (2013), Ibnu Maja (2013), Kartika (2013), Nokwanti (2013), Pasternak (2013), Widowati (2013), Nyabut (2014) dan Sukma (2014) bahwa ada hubungan yang positif dan signifikan antara sikap disiplin dengan prestasi belajar siswa.

Hubungan Perhatian Orang Tua dan Sikap Disiplin Belajar dengan Prestasi Belajar Kimia Siswa

Berdasarkan hasil analisis data, tingkat hubungan secara bersama antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar kimia siswa berada pada kategori sedang dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,48. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang positif antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa dengan prestasi belajar siswa namun kekuatan hubungannya tidak begitu besar.

Berdasarkan hasil uji signifikansi diperoleh nilai Fhitung (52,5) > Ftabel (3,02).

Artinya, pada tingkat keyakinan 95% hipotesis ketiga diterima yaitu terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa terhadap pelajaran kimia dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014. Dengan kata lain, jika perhatian dan pengawasan orang tua terhadap anak dilakukan dengan baik, maka siswa akan tumbuh menjadi anak yang disiplin dan hal ini akan berimplikasi pada peningkatan prestasi belajar siswa. Hasil penelitian ini selaras dengan penelitian Sukma (2014) yang menyimpulkan bahwa disiplin belajar dan perhatian orang tua secara bersama

berpengaruh pada prestasi belajar, dengan Fhitung (1213,491) > Ftabel (3,051471) pada

taraf signifikan 5%.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Tingkat hubungan antara perhatian orang tua dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014 berada dalam kategori rendah dengan nilai r = 0,24.

2. Tingkat hubungan antara sikap disiplin belajar siswa terhadap pelajaran kimia dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014 berada dalam kategori sedang dengan nilai r = 0,48.

3. Tingka hubungan antara perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar

siswa secara bersama terhadap

pelajaran kimia dengan prestasi belajar kimia siswa kelas X SMA Negeri se-Kota Mataram Tahun Pelajaran 2013/2014 berada dalam kategori rendah dengan nilai r = 0,48.

SARAN

Dalam penelitian ini, peneliti melibatkan dua variabel yaitu perhatian orang tua dan sikap disiplin belajar siswa. Dari hasil penelitian dan pembahasan ini disarankan kepada peneliti berikutnya agar

memperhatikan variabel lain yang

mempengaruhi prestasi belajar siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto. 2010. Dasar-Dasar Evaluasi

Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara. Arisana & Ismani. 2012. “Pengaruh

(8)

Guru terhadap Prestasi Belajar Akuntansi Siswa Kelas XI IPS MAN II Yogyakarta Tahun Ajaran

2011/2012”. Jurnal Pendidikan

Akuntansi Indonesia. Vol.X, No.2, 2012, hlm 22-42.

Darwin. 2008. “Hubungan Persepsi Siswa Tentang Perhatian Orang Tua, Kelengkapan Fasilitas Belajar, dan Penggunaan Waktu Belajar di Rumah dengan Prestasi Belajar

Ekonomi”. Jurnal Ekonomi &

Pendidikan. Vol.V No.1, 2008, hlm 74-94.

Djamarah. 2008. Psikologi Belajar. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Furchan. 2011. Pengantar Penelitian

dalam Pendidikan. Yogyakarta : Pustaka Belajar.

Gitome, et al. 2013. “Correlation between

Students’ Discipline and

Performance in The Kenya Certificate of Secondary Education”.

International Journal of Education and Research.Vol.I, No.8, 2013, hlm 1-10.

Isnawati & Dhyah Setyorini. 2012. “Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar Siswa terhadap Prestasi Belajar Akuntansi pada Kompetensi Mengelola Dokumen Transaksi Siswa Kelas X Program

Keahlian Akuntansi SMK

Cokroaminoto 1 Banjarnegara Tahun

Ajaran 2011/2012”. Jurnal

Pendidikan Akuntansi Indonesia. Vol.X, No.1, 2012, hlm 27 – 47.

Khan & Arshad. 2012. “Higher Secondary School Students’ Attitude towards

Chemistry”. Canadian Center of

Science and Education. Vol.VIII, No.6, 2012, hlm 165-169.

Lopez, Raquel. 2011. “The Impact of Involvement of African American Parents on Students’ Academic

Achievement”. The Journal of

Multiculturalism in Education. Vol.VII, 2011.

Maja, Ibnu. 2013. “Pengaruh Motivasi, Metode Pembelajaran dan Disiplin Belajar terhadap Prestasi Belajar Matematika di Politeknik Negeri Sriwijaya”. Jurnal Orasi Bisnis. Vol. IV,2013, hlm 1-10.

Margono, S. 2005. Metodologi Penelitian

Pendidikan. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Mawarsih, dkk, 2013. “Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar terhadap Prestasi Belajar Siswa SMA

Negeri Jumapolo”. Jurnal

Pendidikan Ekonomi UNS. Vol.I, No.3, 2013, hlm 1-13.

Nokwanti, 2013. “Pengaruh Tingkat Disiplin Dan Lingkungan Belajar Di Sekolah Terhadap Prestasi Belajar

Siswa”. Jurnal Pendidikan Ekonomi

IKIP Veteran Semarang. Vol.I, No.01, 2013, hlm 80-89.

Nurkancana, W. dan Sunartana, PPN.

1990. Evaluasi Hasil Belajar.

Surabaya: Usaha Nasional.

Nyabut, Ann Nduku. 2014. “Discipline as a Factor in Academic Performance in

Kenya”. Journal of Educational and

Social Research. Vol.IV, No.1, 2014, hlm 289-307.

Nyarko, Kingsley. 2011. “The Influence of Authoritative Parenting Style on

Adolescents' Academic

Achievement”. American Journal of

Social and Management Sciences. Vol.II, No.3, 2011.

Pasternak, Rachel. 2013. “Discipline, Learning Skills and Academic

Achievement”. Access International

(9)

Rafik, et al. 2013. “Parental Involvement and Academic Achievement”.

Internasional Journal of Humanistic and Social Science. Vol.III, No.8, 2013, hlm 209-223.

Saputro & Pardiman. 2012. “Pengaruh Disiplin Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Angkatan 2009 Fakultas Ekonomi”. Jurnal Pendidikan Akuntansi Indonesia. Vol.X, No.1, 2012, hlm 78-97.

Seth & Asudani. 2013. “Parenting Styles and Their Impact on Performance in Social Sciense of Children at

High School”. International

Journal of Innovative Research and Studies. Vol.II, No.8, 2013, hlm 1-20.

Seth & Ghormode. 2013. “The Impact of Authoritative Parenting Style on Educational Performance of Learners at High School Level”.

International Research Journal of Social Sciences. Vol.II, No.10, 2013, hlm 1-6.

Seth & Kalla. 2013. “The Impact of Neglectful Parenting Style on Educational Performance of Learners at High School Level”.

International Educational E-Journal. Vol.II, No.4, 2013, hlm 34- 43.

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor

yang Mempengaruhinya. Jakarta : PT Rineka Cipta.

Sudjana.2005. Metode Statiska. Bandung :

Tarsito.

Sugiyono. 2013. Statistik untuk Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Sukma, Ghitha. 2014. Pengaruh Disiplin

Belajar dan Perhatian Orang Tua terhadap Mata Pelajaran Ekonomi : Suatu Kasus pada Siswa Kelas XI IPS di SMA Negeri 23 Bandung. Skripsi. Bandung : Universitas Pendidikan Indonesia.

Supranto. 2008. Statistik Teori dan Aplikasi Jilid 1. Jakarta : Erlangga.

Syah. 2008. Psikologi Pendidikan dengan

Pendekatan Baru. Jakarta : PT Remaja Rosdakarya.

Usman, H. dan Akbar, P. S. 2011.

Pengantar Statistika. Jakarta: Bumi Aksara.

Widowati. 2013. Hubungan Antara Pola Asuh Orang Tua, Motivasi Belajar, Kedewasaan dan Kedisiplinan Siswa dengan Prestasi Belajar Sosiologi Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Sidoharjo Wonogiri. Skripsi. Surakarta : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret.

(10)

Gambar

Tabel 2. Hasil Analisis Korelasi
Tabel 3 dapat diketahui bahwa hasil uji

Referensi

Dokumen terkait

kerja, oleh karena itu kami memohon bapak/ibu dapat presentasi lowongan kerja dan pengisian. stand perusahaan

Arief Surya Irawan (Universitas Gadjah Mada, Indonesia), Sony Warsono (Universitas Gadjah Mada, Indonesia), Arif Darmawan (Accounting Division of Accounting Corner,

Pada gambar diatas dapat dilihat bahwa antara metode Sugeno dan metode Mamdani dalam menganalisa produksi yang optimum menggunakan Variabel input yang sama yaitu

Sungai dan Pengelolaan Irigasi Partisipasif (Loan WISMP). Sumber Dana: WISMP -

Akan tetapi dalam penelitian tersebut tidak mempertimbangkan kemanan data sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dan lebih mendalam dengan memodifikasi

Kesulitan belajar dalam pemahaman konsep diukur dengan menggunakan instrumen pemahaman konsep berupa three tier test , kesulitan belajar dalam berpikir formal

Untuk mencatat pendanaan yang berasal dari penerimaan dan pengeluaran zakat..

adanya pemisahan antara pemilik dan kontrol (manajemen), jadi pihak pemilik maupun keluarga pemilik tidak dapat lagi masuk dalam manajemen. Sedangkan pemilik yang