• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS JURNAL EKONOMI KEPUASAN PELAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS JURNAL EKONOMI KEPUASAN PELAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS JURNAL

“PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN PELANGGAN (SURVEI TERHADAP PENGGUNA LAPTOP MEREK

TOSHIBA DAN PENGGUNA LAPTOP MEREK ACER)” Daniya Isaf

pelanggan. Dimana ketika pelanggan merasa produk memiliki kualitas yang baik maka

presentasi skala respon dari pelanggan cukup tinggi begitupun juga pada tingkat presentase

kualitas pelayanan. Kedua variabel akan dikaitkan dengan kepuasan pelanggan yang pada

dasarnya berpengaruh karena kualitas produk dan kualitas pelayanan merupakan faktor

yang dipertimbangkan seorang konsumen.

Keywords: analisis, kualitas produk, pelayanan, kepuasan konsumen

PENDAHULUAN

Pada era kemajuan teknologi saat ini seseorang akan berlomba-lomba mendapatkan suatu

produk yang memiliki tingkat kualitas yang terbaik. Dengan kualitas yang baik maka seorang

konsumen akan menggunakan produk tersebut dan memiliki kepercayaan untuk selalu

menggunakan produk tersebut karena mendapatkan kepuasan saat menggunakan produk.

Dilain sisi kualitas produk, sebuah kualitas pelayanan yang diberikan perusahaan juga akan

mempengaruhi kepuasan konsumen. Maka dari itu peneliti meneliti bagaimana tingkat

kualitas produk dan kualitas pelayanan pada laptop TOSHIBA dan laptop Acer sebagai

pembandingnya untuk mengetahui bagaimana dan apakah kepuasan konsumen berpengaruh

kepada 2 variabel tersebut.

METODOLOGI

Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini ialah penelitian kuantitatif. Ditinjau

dari variabel, penelitian ini menggunakan dua variabel yang berbeda. Kualitas produk dan

kualitas pelayanan mengacu kepada Variabel Independen atau Variabel Bebas sedangkan

(2)

mengetahui jumlah populasi, sehingga peneliti menggunakan rumus yang disampaikan oleh

Hussein dalam Agung Prasetya (2008) apabila populasi tidak diketahui maka dapat dihitung

dengan rumus penentuan sampel. Jumlah sampel yang didapatkan dari perhitungan tersebut

sejumlah 96,04. Agar memudahkan penghitungan peneliti membulatkan 96,04 menjadi 100

untuk satu merk laptop.

LANDASAN TEORI

KEPUASAN KONSUMEN

Menurut Philip Kotler dan Kevin Lane Keller yang dikutip dari buku Manajemen Pemasaran

mengatakan bahwa Kepuasan Konsumen adalah perasaan senang atau kecewa seseorang

yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk yang dipikirkan terhadap kinerja

yang diharapkan (2007:177).

Memenuhi dan memuaskan kebutuhan konsumen adalah sebuah faktor yang penting untuk

menjaga konsumen tetap membeli dan menggunakan produk dan jasa suatu perusahaan

dengan itu perusahaan dapat menjaga stabilitas jalannya perusahaan dan juga dapat

meningkatkan keunggulan dalam persaingan.

Faktor Utama dalam Menentukan Tingkat Kepuasan Konsumen

Dalam menentukan tingkat kepuasan konsumen, terdapat lima faktor utama yang harus

diperhatikan oleh perusahaan yaitu:

1. Kualitas produk

Konsumen akan merasa puas bila hasil evaluasi mereka menunjukkan bahwa produk yang

mereka gunakan berkualitas.

2. Kualitas pelayanan

Terutama untuk industri jasa. Konsumen akan merasa puas bila mereka mendapatkan

pelayanan yang baik atau yang sesuai dengan yang diharapkan.

3. Harga

Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan harga yang yang relatif

(3)

4. Biaya

Konsumen yang tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu membuang waktu

untuk mendapatkan suatu produk atau jasa cenderung puas terhadap produk atau jasa itu.

Menurut Lupiyoadi dan Hamdani (2006: 127), kepuasan pelanggan dapat diidentifikasi dalam

beberapa faktor dimensi, yaitu:

1. Product-related factors, yaitu faktor-faktor yang digunakan untuk pengembangan suatu

produk yang melibatkan penantian manfaat yang akan diberikan.

2. Service-related factors, yaitu faktor-faktor yang berkaitan dengan pelayanan suatu

perusahaan

3. Purchase factors, yaitu faktor-faktor yang berkaitan dengan pembelian

KUALITAS PRODUK

Menurut Perreault dan Cannon (2011:232) kualitas produk merupakan kemampuan produk

untuk memberikan kepuasan pada kebutuhan dan keperluan pelanggan.

Menurut Mullins dan Walker (2008: 374) kualitas produk memiliki aspek dimensi yang

apabila dikelola dengan baik oleh perusahaan dapat memperkuat keunggulan kompetitif

produk tersebut di pasar. Aspek dimensi kualitas produk itu terdiri dari:

1. Kinerja (Performance). kinerja produk merupakan dimensi paling dasar dari suatu produk.

Konsumen atau pelanggan akan kecewa jika kinerja produk tidak sesuai dengan harapan

mereka.

2. Daya tahan (Durability). daya tahan merupakan dimensi kualitas produk yang

menunjukkan berapa lama suatu produk digunakan sebelum produk tersebut harus diganti.

Semakin besar frekuensi pemakaian konsumen terhadap suatu produk, maka semakin

besar pula daya tahan produk tersebut

3. Kesesuaian (Conformance). Kesesuaian merupakan dimensi kualitas produk yang sejauh

mana karakteristik operasi dasar dari sebuah produk memenuhi spesifikasi tertentu dari

konsumen atau tidak ditemukannya cacat pada produk tersebut.

4. Fitur (Features). Fitur merupakan karakteristik produk yang dirancang untuk

menyempurnakan fungsi produk atau menambah fungsi dasar, berkaitan dengan pilihan–

pilihan produk dan pengembangannya. Sehingga akan menambah ketertarikan konsumen

(4)

5. Reliabilitas (Reliability). Reliabilitas adalah probabilitas bahwa produk akan bekerja

dengan memuaskan atau tidak dalam periode waktu tertentu. Semakin kecil kemungkinan

terjadinya kerusakan maka produk tersebut dapat diandalkan.

6. Estetika (Aesthetics). Estetika merupakan karakteristik yang bersifat subjektif mengenai

nilai–nilai estetika yang berkaitan dengan penilaian pribadi dan preferensi dari setiap

individu atau konsumen. Dapat berupa penampilan produk bisa dilihat dari tampak, rasa,

bau, dan bentuk dari produk, atau daya tarik produk terhadap panca indera. Misalnya,

bentuk fisik sofa yang menarik, model, warna, tekstur dan sebagainya.

7. Kesan kualitas (Perceived quality), Merupakan hasil dari penggunaan pengukuran yang

dilakukan secara tidak langsung karena terdapat kemungkinan bahwa konsumen tidak

mengerti atau kekurangan informasi atas produk yang bersangkutan. Jadi, persepsi

konsumen terhadap produk didapat dari harga, merek, periklanan, reputasi, dan negara

asal.

KUALITAS PELAYANAN

Pengertian kualitas pelayanan menurut J.Supranto (2006:226) adalah sebuah kata yang bagi

penyedia jasa merupakan sesuatu yang harus dikerjakan dengan baik.

Kualitas pelayanan diberikan kepada konsumen harus berfungsi untuk lebih memberikan

kepuasan yang maksimal, oleh karena itu dalam rangka memberikan pelayanan harus

dilakukan sesuai dengan fungsi pelayanan.

Kualitas pelayanan yang diberikan oleh setiap perusahaan tentunya mempunyai tujuan.

Umumnya tujuan dengan diadakannya pelayanan adalah agar konsumen merasakan adanya

kepuasan dan dampaknya bagi perusahaan akan memperoleh laba maksimum.

Dimensi Kualitas Pelayanan

Dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL) oleh Parasuraman (1998) dibagi menjadi lima

dimensi SERVQUAL diantaranya adalah (Lupiyoadi, 2001:148):

1. Tangibles (bukti fisik) yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan

eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana

fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan

(5)

sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi), serta penampilan

pegawainya.

2. Reliability (kehandalan) yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan

sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan

pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan

tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

3. Responsiveness (ketanggapan) yaitu kemauan untuk membantu dan memberikan

pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian

informasi yang jelas.

4. Assurance (jaminan dan kepastian) yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan

para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada

perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas,

keamanan, kompetensi, dan sopan santun.

5. Emphaty (empati) yaitu memberikan perhatian yang tulus dan brsifat individual atau

pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan

konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan

tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu

untuk pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan.

ANALISA

Peneliti menggunakan Skala Likert untuk mengukur tingkatan jawaban dari pelanggan dan

hasilnya dibentuk menjadi sebuah presentase 0%-100% kecenderungan pelanggan terhadap

produk yang di teliti apakah akan menjadi negatif atau menjadi positif. Pada uji hipotesis

peneliti menggunakan angka signifikasi 0,05 dimana tingkat kepercayaan 95%. Sebuah

penelitian dapat benar namun bisa saja tidak penting. Dalam penelitian ini angka signifikan

memberi gambaran mengenai bagaimana hasil penelitian mempunyai kesempatan untuk

benar sebesar 95% dan salah 5%. Dan jika angka signifikan <0,05 maka H0 akan ditolak.

Uji hipotesis yang dilakukan meliputi: uji t untuk mengetahui hubungan parsial

masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, uji f untuk mengetahui hubungan

simultan kedua variabel independen terhadap variabel dependen, dan analisis determinasi

untuk mengetahui presentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel

(6)

Berdasarkan penghitungan Tabel 2 dan Tabel 3, dapat dinyatakan bahwa pada Toshiba dan

Acer hubungan kualitas produk (X1) terhadap kepuasan pelanggan (Y) memiliki hubungan

yang signifikan karena penghitungan nilai signifikansi kurang dari 0.05.

Berdasarkan penghitungan Tabel 6 dan 7, dapat dinyatakan bahwa pada Toshiba dan Acer

hubungan kualitas pelayanan (X2) terhadap kepuasan pelanggan (Y) memiliki hubungan

(7)

Berdasarkan Tabel 10 dan Tabel 11, karena nilai signifikansi uji f baik Toshiba maupun Acer

lebih kecil dari 0,005 maka dapat dinyatakan bahwa pada Toshiba dan Acer, kualitas produk

dan kualitas pelayanan secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.

Dari hasil penelitian bahwa konsumen merespon baik pada kualitas produk dan kualitas

pelayanan kedua barang. Konsumen merasa cukup puas dalam penggunaan kedua produk

tersebut.

KESIMPULAN

Bahwa pada dasarnya kepuasan konsumen merupakan hasil dari internal perusahaan. Baik itu

dari kualitas produk maupun kualitas pelayanan. Baiknya faktor kepuasan konsumen yang

dimiliki suatu perusahaan akan meningkatkan pembelian dan penggunaan suatu produk yang

secara berkala namun terus menerus.

“Kepercayaan adalah kesediaan (willingness) seseorang untuk menggantungkan dirinya pada

pihak lain dengan risiko tertentu. Kepercayaan terhadap merk terbentuk dari pengalaman

masa lalu dan interaksi sebelumnya.” (Lau dan Lee, 1999; Garbarino dan Johnson, 1999)

Karena adanya kepuasan maka terciptalah kepercayaan dari konsumen kepada produk bahkan

(8)

DAFTAR PUSTAKA

Kotler, Philip Dan Kevin Lane Keller. 2007. Manajemen Pemasaran. Edisi Kedua Belas.

Indeks : Jakarta

Umar, Husein. 1997. Study Kelayakan Bisnis. Edisi Ketiga. Gramedia Pustaka Utama :

Jakarta

Tersedia online http://www.kajianpustaka.com>ekonomi diakses pada tanggal 30 April 2017

Lupiyoadi, Rambat. 2001. Manajemen Pemasaran Jasa. Edisi Pertama. Salemba Empat:

Jakarta

Ratminto dan Atik Winarsih. 2005. Manajemen Pelayanan. Pustaka Pelajar: Yogyakarta

Supranto. 2006. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Cetakan Ketiga. Rineka Cipta:

Jakarta

Tersedia online http://www.kajianpustaka.com>Manajemen diakses pada tanggal 30 April

2017

RUJUKAN JURNAL

Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia (JRMSI) | Vol. 5, No. 1, 2014. ISSN 2301-8313

Tersedia di http://journal.unj.ac.id/unj/index.php/jrmsi/article/view/792

Diakses pada tanggal: 28 April 2017

IDENTITAS PENULIS JURNAL

1. Mohamad Rizan Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Email: [email protected]

2. Rheza Prasetya Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Email: [email protected]

3. Agung Kresnamurti Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta

Referensi

Dokumen terkait

Pada penelitian ini akan dilakukan perbandingan dua metode optimasi multirespon antara hybrid PCA-Taguchi dengan PCR-TOPSIS Taguchimengenai pengaturan faktor- faktor

Hasil penelitian terhadap tahap input meliputi buku pedoman yang hanya dimiliki oleh petugas gizi, sasaran MP-ASI adalah anak umur 12-24 bulan yang berasal dari keluarga

Jangan pernah mencoba membanding-bandingkan dengan anak lain; setiap anak memiliki cara dan kecepatan untuk berkembang yang berbeda dan sangat khas. Apalagi

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh hasil dan kesimpulan bahwa Persepsi Remaja Desa Lok Baintan Terhadap Keberadaan Pariwisata Pasar Terapung Lok Baintan

Jika kita berhitung maka dari keempat kitab itu yang ditulis berdasarkan versinya, maka akan ada 999 nama bagi zat yang maha esa itu, dari jumlah tersebut maka yang 998 nama

/isajikan teks eksl teks ekslanasi anasi sisa #aa sisa #aat menentukan r t menentukan re#ikat #ari e#ikat #ari salah satu salah satu kalimat #alam kuan

dan Kami menghendaki, supaya Tuhan mereka mengganti bagi mereka dengan anak lain yang lebih baik kesuciannya dari anaknya itu dan lebih dalam kasih sayangnya (kepada

Berdasarkan hasil dan interprestasi penelitian yang ada pada bab-bab sebelumnya yang digunakan untuk menguji pengaruh lingkungan kerja fisik dan non fisik terhadap