BEBERAPA
TOKOH
ALIRAN
HUKUM
ALAM
ST
THOMAS
AQUINAS
• Karya: Summa Theologica, De Regimene
Principum;
• Pengetahuan Iman dan Pengetahuan Alamiah; • Harus ada kesesuaian antara cara dan tujuan,
seperti hukum sebab akibat di alam;
• Tujuan hidup manusia dan masyarakat tidak
hanya untuk survive melainkan kesempurnaan (perfection);
• Hukum mengatur basic impuls (self
4
Macam
Hukum
•
Lex
Aeterna
Æ
Rasio
Tuhan
yang
tidak
dapat
ditangkap
manusia
•
Lex
Divina
Æ
Rasio
Tuhan
yang
ditangkap
manusia
(Kitab
Suci)
•
Lex
Naturalis
Æ
Penjelmaan
Lex
Aeterna
dan
Lex
Divina
yang
ditangkap
oleh
alam
dan
rasio
manusia
•
Lex
Positivis
Æ
Hukum
Positif
sebagai
Asas
‐
Asas
Hukum
Alam
•
Principia
Prima
Æ
asas
dimiliki
manusia
yang
bersifat
mutlak,
tidak
dapat
diasingkan,
dan
tidak
dapat
berubah
•
Principia
Secundaria
Æ
Diturunkan
dari
STOA
•
Entire
universe
was
governed
by
“reason”,
man
reasons
was
a
part
of
universal
reason.
•
When
man
lived
according
to
reason,
he
lived
naturally.
•
Perwujudan
di
masa
Romawi:
–
Jus
Civile
–
Jus
Gentium
HUGO
DE
GROOT
• Karya: De Jure Belli ac Pacis, dan Mare Liberum.
• Hukum Alam merupakan pencetusan pikiran manusia
apakah tingkah laku manusia baik atau buruk, diterima
atau ditolak, atas dasar kesusilaan alam.
• Natural Law is a body of principles right of action in
accordance with the rational nature of man that
immutable even there were no God. Natural Law is a
doctrin of Individual rights against arbitrary authority.
• Natural law is so immutable that it cannot be changed
• Tujuan hidup manusia Æ a Peaceful Life as root of all
justice and law.
• Tujuan hidup ini menjadi dasar penilaian dan tindakan
manusia, termasuk dalam membuat perjanjian.
• Oleh karena itu perjanjian berlaku sebagai Undang‐
Undang (pacta sunt servanda). Negara juga terbentuk
berdasarkan perjanjian sosial (theoritically perfect).
• Untuk mengetahui hukum alam dapat dilakukan secara
a priori (rational and social nature of man) dan a
posteriori (examining the acceptance of these
principles among nations)
IMMANUEL
KANT
• Karya:
– Kritik der Reiner Vernunft (Critique of Pure Reason) Æ mengetahui,
memahami dan menyadari melalui Panca Indera dan Pikiran.
– Kritik der Praktische Vernunft (Critique of Practical Reason) Æ
Masalah moral dan kesusilaan.
– Kritik der Urteilkraft (Critique of Power and Judgement) Æ Estetika • Pengetahuan:
– Pengalaman
– Penggunaan akal/rasio
• Pengalaman hanya merupakan gejala dari fenomena yang akan
disusun oleh akal. Akal telah memiliki preconception.
• Kebenaran sejati (ding‐an‐sich) tidak akan ditemukan dari gejala,
•
Hakikat
manusia
adalah
rational,
free
willing,
distict
from
nature,
a
part
of
nature
but
capable
to
dominating
it.
•
Ultimate
aim
is
free
will.
•
Principles:
– Act in such a way that the maxim of your action could
be made the maxim of a general action.
– An action is right only if it can coexist with each and
every man’s free will according to the universal law.
JOHN
RAWL
• Society is more or less self‐sufficient association of
persons. A system of cooperation.
• Basic principles of justice are ment to secure
generalized wants or primary social goods (basic
liberties, opportunitiy, power and minimum wealth).
• Principle of Justices:
– Each person have an equal right to the most extensive
total system of equal basic liberties compatible with a similar system of liberties for all (original position).
– Social and economic inequalities are to be arranged so that