Daftar
Isi
Daftar Isi ... i
Daftar Gambar‐Section B...iv
Daftar Tabel‐Section B... xi
1. Periklanan... 1
1.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...1
1.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Periklanan ...1
1.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 2
1.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 5
1.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 8
1.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 13
1.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Periklanan ...14
2. Arsitektur ... 16
2.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...16
2.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Arsitektur ...16
2.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 17
2.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 20
2.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 23
2.2.4 Dampak terhadap Sektor Lain... 27
2.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Arsitektur...28
3. Pasar Seni dan Barang Antik ... 29
3.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...29
3.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik ...29
3.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto ... 30
3.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 34
3.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 36
3.2.4 Dampak terhadap Sektor Lain... 41
3.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik...42
4. Kerajinan... 44
4.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...44
4.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Kerajinan ...50
4.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 50
4.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 54
4.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 57
4.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 62
5. Desain... 64
5.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...64
5.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Desain ...65
5.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 65
5.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 69
5.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 72
5.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Desain ...76
6. Fesyen ... 77
6.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...77
6.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Fesyen ...79
6.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto(PDB)... 80
6.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 83
6.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 86
6.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 90
6.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Fesyen...91
7. Film, Video dan Fotografi ... 92
7.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...92
7.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Film, Video, dan Fotografi ...93
7.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 94
7.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 97
7.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 100
7.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 104
7.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Film,Video & Fotografi ...105
8. Permainan Interaktif ... 107
8.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...107
8.2. Kontribusi Ekonomi kelompok Permainan Interaktif...107
8.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 108
8.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 111
8.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 114
8.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 119
8.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Permainan Interaktif...120
9. Musik ... 123
9.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...123
9.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Musik ...123
9.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 124
9.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 126
9.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 129
9.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 134
9.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Musik...135
10.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...138
10.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Seni Pertunjukan ...139
10.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 140
10.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 143
10.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 146
10.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 148
10.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Seni Pertunjukan ...149
11. Penerbitan dan Percetakan ... 153
11.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...153
11.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Penerbitan dan Percetakan ...154
11.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 155
11.2.2 Kontribusi Ketenagakerjaan... 158
11.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 161
11.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 165
11.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Penerbitan & Percetakan...166
12. Layanan Komputer & Piranti Lunak... 168
12.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...168
12.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Komputer dan Piranti Lunak ...169
12.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 170
12.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 174
12.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 177
12.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 180
12.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Layanan Komputer & Piranti Lunak...181
13. Televisi dan Radio... 184
13.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...184
13.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Televisi dan Radio...184
13.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 185
13.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 190
13.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 193
13.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 196
13.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Televisi & Radio ...197
14. Riset dan Pengembangan... 200
14.1. Definisi dan Ruang Lingkup ...200
14.2. Kontribusi Ekonomi Kelompok Riset dan Pengembangan...201
14.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)... 201
14.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan... 204
14.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan... 207
14.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain... 210
14.3. Catatan, Isu, dan Prospek Kelompok Riset dan Pengembangan ...211
Daftar
Gambar
‐
Section
B
Gambar B 1‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Periklanan terhadap Industri Kreatif dan Total PDB
Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 4 Gambar B 1‐2 Nilai PDB Kelompok Periklanan Dan Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2000... 4 Gambar B 1‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Periklanan Dan Industri Kreatif Atas Dasar Harga
Konstan Tahun 2000 ... 5 Gambar B 1‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Periklanan dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 .. 6 Gambar B 1‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Periklanan terhadap Industri Kreatif dan
Total Pekerja Periode 2002‐2006 ... 7 Gambar B 1‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Periklanan terhadap Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 7 Gambar B 1‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Periklanan dan Industri Kreatif Periode 2002‐
2006... 8 Gambar B 1‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006... 9 Gambar B 1‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan Terhadap Jumlah Perusahaan
Industri Kreatif Dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006... 10 Gambar B 1‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan dan Pertumbuhan Jumlah
Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006... 10 Gambar B 1‐11 Nilai Ekspor Kelompok Periklanan terhadap Nilai Ekspor Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 11 Gambar B 1‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Periklanan terhadap Nilai Ekspor Industri
Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006 ... 12 Gambar B 1‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Periklanan terhadap Pertumbuhan Ekspor Industri
Kreatif Periode 2003‐2006 ... 12 Gambar B 2‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Arsitektur Terhadap Industri Kreatif Dan Total PDB
Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 18 Gambar B 2‐2 Nilai PDB Kelompok Arsitektur dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2000... 19 Gambar B 2‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Arsitektur dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga
Konstan Tahun 2000 ... 19 Gambar B 2‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Arsitektur dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006. 20 Gambar B 2‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Arsitektur Terhadap Industri Kreatif
Dan Total Pekerja Periode 2002‐2006 ... 21 Gambar B 2‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Arsitektur Dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 22 Gambar B 2‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Arsitektur dan Industri Kreatif Periode 2002‐
2006... 22 Gambar B 2‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Arsitektur dan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 23 Gambar B 2‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Arsitektur terhadap Jumlah Perusahaan
Gambar B 2‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Arsitektur dan Pertumbuhan Jumlah
Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006... 24 Gambar B 2‐11 Nilai Ekspor Kelompok Arsitektur terhadap Nilai Ekspor Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 25 Gambar B 2‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Arsitektur terhadap Nilai Ekspor Industri
Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006 ... 26 Gambar B 3‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap Industri
Kreatif dan Total PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 ... 32 Gambar B 3‐2 Nilai PDB Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik dan PDB Industri Kreatif Atas
Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 32 Gambar B 3‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik dan PDB Industri Kreatif
Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 33 Gambar B 3‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 34 Gambar B 3‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap
Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 35 Gambar B 3‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 35 Gambar B 3‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik ... 36 Gambar B 3‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik dan Jumlah Perusahaan
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 37 Gambar B 3‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap
Jumlah Perusahaan Industri Kreatif dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006... 38 Gambar B 3‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap
Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006 ... 38 Gambar B 3‐11 Nilai Ekspor Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap Nilai Ekspor Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 39 Gambar B 3‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap Nilai
Ekspor Industri Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006... 40 Gambar B 3‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik terhadap
Pertumbuhan Ekspor Industri Kreatif Periode 2003‐2006... 40 Gambar B 4‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Kerajinan terhadap Industri Kreatif dan Total PDB
Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 52 Gambar B 4‐2 Nilai PDB Kelompok Kerajinan dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2000... 52 Gambar B 4‐3 Persentase Pertumbuhan PDB Kelompok Kerajinan dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 53 Gambar B 4‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Kerajinan dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 .. 55 Gambar B 4‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Kerajinan terhadap Industri Kreatif dan
Total Pekerja Periode 2002‐2006 ... 55 Gambar B 4‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Kerajinan dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 56 Gambar B 4‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Kerajinan terhadap Industri Kreatif Periode
Gambar B 4‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Kerajinan dan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 58 Gambar B 4‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Kerajinan terhadap Jumlah Perusahaan
Industri Kreatif dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006... 59 Gambar B 4‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Kerajinan terhadap Pertumbuhan
Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006 ... 59 Gambar B 4‐11 Nilai Ekspor Kelompok Kerajinan terhadap Nilai Ekspor Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 60 Gambar B 4‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Kerajinan terhadap Tingkat Partisipasi Nilai
Ekspor Industri Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006... 61 Gambar B 4‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Kerajinan dan Pertumbuhan Ekspor Industri
Kreatif Periode 2003‐2006 ... 61 Gambar B 5‐1 Nilai PDB Kelompok Desain dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2000... 67 Gambar B 5‐2 Persentase Nilai PDB Kelompok Desain terhadap Industri Kreatif dan Total PDB
Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 67 Gambar B 5‐3 Nilai dan Pertumbuhan PDB Kelompok Desain dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar
Harga Konstan Tahun 2000 ... 68 Gambar B 5‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Desain dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006... 70 Gambar B 5‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Desain terhadap Industri Kreatif dan
Total Pekerja Periode 2002‐2006 ... 70 Gambar B 5‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Desain dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 71 Gambar B 5‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Desain dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 72 Gambar B 5‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Desain dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 73 Gambar B 5‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Desain terhadap Industri Kreatif dan Total
Pekerja Periode 2002‐2006 ... 73 Gambar B 5‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Desain dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 74 Gambar B 5‐11 Nilai Ekspor Kelompok Desain dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 74 Gambar B 5‐12 Persentase Ekspor Kelompok Desain terhadap Industri Kreatif dan Total Ekspor
Periode 2002‐2006 ... 75 Gambar B 6‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Fesyen terhadap Industri Kreatif dan Total PDB
Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 81 Gambar B 6‐2 Nilai PDB Kelompok Fesyen dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan
Tahun 2000... 82 Gambar B 6‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Fesyen dan PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga
Konstan Tahun 2000 ... 82 Gambar B 6‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Desain Fesyen dan Industri Kreatif Periode 2002‐
2006... 84 Gambar B 6‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Desain Fesyen terhadap Industri Kreatif
dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 84 Gambar B 6‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Desain Fesyen terhadap Industri
Gambar B 6‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Desain Fesyen dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 86 Gambar B 6‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Fesyen dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 87 Gambar B 6‐9 Tingkat Partisipasi Jumlah Perusahaan Kelompok Fesyen terhadap Industri Kreatif
dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 88 Gambar B 6‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Fesyen dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 88 Gambar B 6‐11 Nilai Ekspor Kelompok Fesyen dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 89 Gambar B 6‐12 Persentase Ekspor Kelompok Fesyen terhadap Industri Kreatif dan Total Ekspor
Periode 2002‐2006 ... 89 Gambar B 6‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Fesyen Industri Kreatif Periode 2002‐2006... 90 Gambar B 7‐1 Nilai PDB Kelompok Film, Video, dan Fotografi dan Industri Kreatif Atas Dasar
Harga Konstan Tahun 2000 ... 95 Gambar B 7‐2 Persentase Nilai PDB Kelompok Film, Video, dan Fotografi terhadap Industri Kreatif
dan Total PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 ... 96 Gambar B 7‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Film, Video, Fotografi dan PDB Industri Kreatif Atas
Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 96 Gambar B 7‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Film, Video, Fotografi dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 98 Gambar B 7‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Film, Video, Fotografi terhadap Industri
Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 98 Gambar B 7‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Film, Video, Fotografi terhadap
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 99 Gambar B 7‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Film, Video, Fotografi dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 99 Gambar B 7‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Film, video, dan fotografi dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 101 Gambar B 7‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Film, Video, dan Fotografi Terhadap
Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 101 Gambar B 7‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Film, video, dan fotografi dan Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 102 Gambar B 7‐11 Nilai Ekspor Kelompok Film, video, dan fotografi dan Industri Kreatif Periode 2002‐
2006... 102 Gambar B 7‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Film, video, dan fotografi terhadap Industri
Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006 ... 103 Gambar B 7‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Film, video, dan fotografi Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 104 Gambar B 8‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Permainan Interaktif terhadap Industri Kreatif dan
Total PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 ... 110 Gambar B 8‐2 Nilai dan Pertumbuhan PDB Kelompok Permainan Interaktif dan PDB Industri
Kreatif Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 110 Gambar B 8‐3 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Permainan Interaktif dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 112 Gambar B 8‐4 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Permainan Interaktif terhadap Industri
Gambar B 8‐5 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Permainan Interaktif Permainan interaktif
terhadap Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 113 Gambar B 8‐6 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Permainan Interaktif dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 114 Gambar B 8‐7 Jumlah Perusahaan Kelompok Permainan Interaktif dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 115 Gambar B 8‐8 Tingkat Partisipasi Jumlah Perusahaan Kelompok Permainan Interaktif terhadap
Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 116 Gambar B 8‐9 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Permainan Interaktif dan Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 116 Gambar B 8‐10 Nilai Ekspor Kelompok Permainan Interaktif dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 117 Gambar B 8‐11 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Permainan Interaktif terhadap Industri Kreatif
dan Total Ekspor Periode 2002‐2006 ... 118 Gambar B 8‐12 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Permainan Interaktif Industri Kreatif Periode 2002‐
2006... 118 Gambar B 9‐1 PDB Kelompok Musik vs PDB Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan Tahun
2000... 125 Gambar B 9‐2 Kontribusi PDB Industri Kreatif vs Kontribusi PDB Kelompok Musik... 126 Gambar B 9‐3 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Musik dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006... 127 Gambar B 9‐4 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Musik terhadap Industri Kreatif dan
Total Pekerja Periode 2002‐2006 ... 128 Gambar B 9‐5 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Musik terhadap Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 129 Gambar B 9‐6 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Musik dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 129 Gambar B 9‐7 Jumlah Perusahaan Kelompok Musik dan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 130 Gambar B 9‐8 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Musik terhadap Jumlah Perusahaan
Industri Kreatif dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006... 131 Gambar B 9‐9 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Musik terhadap Pertumbuhan Jumlah
Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006... 131 Gambar B 9‐10 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Musik terhadap Nilai Ekspor Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 132 Gambar B 10‐1 Nilai PDB Industri Kreatif vs Kontribusi PDB Kelompok Seni Pertunjukan... 142 Gambar B 10‐2 Kontribusi PDB Kelompok Seni Pertunjukan Terhadap Industri Kreatif & PDB
Total Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 142 Gambar B 10‐3 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Seni Pertunjukan dan Industri Kreatif Periode 2002‐
2006... 143 Gambar B 10‐4 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Seni Pertunjukan terhadap Industri
Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 144 Gambar B 10‐5 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Seni Pertunjukan terhadap Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 145 Gambar B 10‐6 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Seni Pertunjukan dan Industri Kreatif
Gambar B 10‐7 Jumlah Perusahaan Kelompok Seni Pertunjukan dan Jumlah Perusahaan Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 147 Gambar B 10‐8 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Seni Pertunjukan terhadap Jumlah
Perusahaan Industri Kreatif dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006 ... 147 Gambar B 10‐9 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Seni Pertunjukan terhadap
Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006 ... 148 Gambar B 11‐1 Nilai PDB Industri Kreatif dan PDB Kelompok Penerbitan dan Percetakan Periode
Tahun 2002‐2006 ... 156 Gambar B 11‐2 PDB Kelompok Penerbitan dan Percetakan Terhadap PDB Industri Kreatif dan PDB
Nasional Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000 ... 157 Gambar B 11‐3 Persentase Pertumbuhan PDB Kelompok Penerbitan dan Percetakan dan Industri
Kreatif... 158 Gambar B 11‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Penerbitan dan Percetakan dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 159 Gambar B 11‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap
Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 159 Gambar B 11‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 160 Gambar B 11‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Penerbitan dan Percetakan dan Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 160 Gambar B 11‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Penerbitan dan Percetakan dan Jumlah Perusahaan
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 161 Gambar B 11‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap
Jumlah Perusahaan Industri Kreatif dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006... 162 Gambar B 11‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap
Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006 ... 162 Gambar B 11‐11 Nilai Ekspor Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap Nilai Ekspor Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 163 Gambar B 11‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap Nilai
Ekspor Industri Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006... 164 Gambar B 11‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Penerbitan dan Percetakan terhadap
Pertumbuhan Ekspor Industri Kreatif Periode 2003‐2006... 164 Gambar B 12‐1 PDB Industri Kreatif vs PDB Kelompok layanan Komputer dan Piranti Lunak Atas
Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 172 Gambar B 12‐2 Persentase PDB Kelompok layanan Komputer dan Piranti Lunak terhadap PDB
Industri Kreatif dan PDB Nasional Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 173 Gambar B 12‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak dan Industri
Kreatif... 173 Gambar B 12‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak dan Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 174 Gambar B 12‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak
terhadap Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006 ... 175 Gambar B 12‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Layanan Komputer dan Piranti
Lunak terhadap Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 176 Gambar B 12‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak dan
Gambar B 13‐1 PDB Industri Kreatif vs PDB Kelompok Televisi dan Radio Atas Dasar Harga
Konstan Tahun 2000 ... 188 Gambar B 13‐2 Persentase Nilai PDB Kelompok Televisi dan Radio Terhadap PDB Industri Kreatif
& PDB Total... 188 Gambar B 13‐3 Pertumbuhan PDB Industri Kreatif vs PDB Kelompok Televisi dan Radio Atas
Dasar Harga Konstan Tahun 2000... 189 Gambar B 13‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Televisi dan Radio dan Industri Kreatif Periode
2002‐2006... 190 Gambar B 13‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Televisi dan Radio terhadap Industri
Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 191 Gambar B 13‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Televisi dan Radio terhadap Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 192 Gambar B 13‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Televisi dan Radio dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 193 Gambar B 14‐1 PDB Industri Kreatif vs PDB Kelompok Riset dan Pengembangan Atas Harga
Konstan Tahun 2000 ... 202 Gambar B 14‐2 Kontribusi PDB Kelompok Riset & Pengembangan Terhadap PDB Industri Kreatif
dan Total PDB ... 203 Gambar B 14‐3 Pertumbuhan Industri Kreatif vs PDB Kelompok Riset dan Pengembangan Atas
Harga Konstan Tahun 2000 ... 204 Gambar B 14‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Riset dan Pengembangan dan Industri Kreatif
Periode 2002‐2006 ... 205 Gambar B 14‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Riset dan Pengembangan terhadap
Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006... 205 Gambar B 14‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Riset dan Pengembangan terhadap
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 206 Gambar B 14‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Riset dan Pengembangan dan Industri
Kreatif Periode 2002‐2006 ... 207 Gambar B 14‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Riset dan Pengembangan dan Jumlah Perusahaan
Industri Kreatif Periode 2002‐2006 ... 208 Gambar B 14‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Layanan Riset dan Pengembangan
terhadap Jumlah Perusahaan Industri Kreatif dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006... 209 Gambar B 14‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Layanan Riset dan Pengembangan
terhadap Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006 ... 209
Daftar
Tabel
‐
Section
B
Tabel B 1‐1 Kode Industri Kelompok Periklanan ... 1
Tabel B 1‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Periklanan... 2
Tabel B 1‐3 Estimasi PDB Kelompok Periklanan... 3
Tabel B 1‐4 Linkage Kelompok Periklanan ... 14
Tabel B 2‐1 Kode Industri Kelompok Arsitektur... 16
Tabel B 2‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Arsitektur... 17
Tabel B 2‐3 Estimasi PDB Kelompok Arsitektur... 18
Tabel B 2‐4 Linkage Kelompok Arsitektur ... 27
Tabel B 3‐1 Kode Industri Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik... 29
Tabel B 3‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik... 30
Tabel B 3‐3 Nilai Estimasi PDB Kelompok Industri Pasar Seni & barang Antik... 31
Tabel B 3‐4 Linkage Kelompok Pasar Seni dan Barang Antik ... 42
Tabel B 4‐1 Kode Industri Kelompok Kerajinan ... 49
Tabel B 4‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Kerajinan... 50
Tabel B 4‐3 Estimasi PDB Kelompok Kerajinan... 51
Tabel B 4‐4 Linkage Kelompok Kerajinan ... 63
Tabel B 4‐5 Jumlah Perusahaan, Jumlah Propinsi, dan Nilai Kontak Dagang dalam Inacraft selama periode 2005‐2007 ... 63
Tabel B 5‐1 Kode Industri Kelompok Desain... 64
Tabel B 5‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Desain... 65
Tabel B 5‐3 Omzet dan Pertumbuhan Industri Pengepakan Periode 2002‐2006 ... 66
Tabel B 5‐4 Estimasi PDB Kelompok Desain... 66
Tabel B 6‐1 Kode Industri Kelompok Desain Fesyen... 79
Tabel B 6‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Fesyen... 80
Tabel B 6‐3 Estimasi PDB Kelompok Fesyen... 81
Tabel B 6‐4 Linkage Kelompok Fesyen ... 91
Tabel B 7‐1 Kode Industri kelompok film, video, dan fotografi ... 92
Tabel B 7‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Film, Video, dan Fotografi... 93
Tabel B 7‐3 Estimasi PDB Kelompok Film, Video, dan Fotografi... 94
Tabel B 7‐4 Estimasi NTB Produksi dan Distribusi Film dan Video... 95
Tabel B 7‐5 Estimasi PDB Kelompok Film, Video, dan Fotografi... 95
Tabel B 7‐6 Linkage Kelompok Film, Video dan Fotografi ... 105
Tabel B 7‐7 Estimasi PDB Kelompok Film, Video, dan Fotografi... 106
Tabel B 8‐1 Kontribusi Ekonomi Kelompok Permainan Interaktif... 107
Tabel B 8‐3 Linkage Kelompok Permainan Interaktif... 119
Tabel B 9‐1 Kode Industri Kelompok Musik... 123
Tabel B 9‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Musik... 124
Tabel B 9‐3 Estimasi PDB Kelompok Musik... 125
Tabel B 9‐4 Linkage Kelompok Musik ... 134
Tabel B 10‐1 Kode Industri Kelompok Seni Pertunjukan ... 139
Tabel B 10‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Seni Pertunjukan... 139
Tabel B 10‐3 Estimasi PDB Kelompok Seni Pertunjukan... 141
Tabel B 10‐4 Linkage Kelompok Seni Pertunjukan ... 149
Tabel B 11‐1 Kode Industri Kelompok Penerbitan dan Percetakan ... 154
Tabel B 11‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Penerbitan dan Percetakan ... 155
Tabel B 11‐3 Estimasi PDB Kelompok Penerbitan dan Percetakan... 156
Tabel B 11‐4 Linkage Kelompok Penerbitan dan Percetakan ... 166
Tabel B 12‐1 Kode Industri Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak ... 169
Tabel B 12‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak ... 170
Tabel B 12‐3 Estimasi PDB Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak... 171
Tabel B 12‐4 Linkage Kelompok Layanan Komputer dan Piranti Lunak ... 181
Tabel B 13‐1 Kode Industri Kelompok Televisi dan Radio ... 184
Tabel B 13‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Televisi dan Radio ... 185
Tabel B 13‐3 Estimasi PDB Kelompok Televisi dan Radio ... 187
Tabel B 13‐4 Linkage Kelompok Televisi dan Radio... 197
Tabel B 14‐1 Kode Industri Kelompok Riset dan Pengembangan... 200
Tabel B 14‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Riset dan Pengembangan ... 201
Tabel B 14‐3 Estimasi PDB Kelompok Riset dan Pengembangan ... 202
Tabel 14‐4 Linkage Kelompok Riset dan Pengembangan ... 211
1.
Periklanan
1.1.
Definisi
dan
Ruang
Lingkup
Industri Kreatif Kelompok periklanan adalah kegiatan kreatif yang berkaitan jasa
periklanan (komunikasi satu arah dengan menggunakan medium tertentu), yang
meliputi proses kreasi, produksi dan distribusi dari iklan yang dihasilkan,
misalnya: riset pasar, perencanaan komunikasi iklan, iklan luar ruang, produksi
material iklan, promosi, kampanye relasi publik, tampilan iklan di media cetak
(surat kabar, majalah) dan elektronik (Televisi dan radio), pemasangan berbagai
poster dan gambar, penyebaran selebaran, pamflet, edaran, brosur dan reklame
sejenis, distribusi dan delivery advertising materials atau samples, serta penyewaan
kolom untuk iklan.
Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri periklanan
mencakup usaha jasa periklanan melalui majalah, surat kabar, radio dan televisi,
pembuatan dan pemasangan berbagai jenis poster dan gambar, penyebaran
selebaran, pamflet, edaran, brosur, dan macam‐macam reklame sejenis.
Termasuk juga distribusi dan delivery advertising materials atau samples, juga
penyewaan kolom untuk iklan.
Kode industri yang merupakan industri kreatif kelompok Periklanan merupakan
kategori Real estat, usaha persewaan dan jasa perusahaan (mengacu kepada
KBLI 2005). Secara rinci kode industri yang merupakan kelompok Periklanan
adalah sebagai berikut:
Tabel B 1‐1 Kode Industri Kelompok Periklanan Kode Industri
(3 digit)
Deskripsi Kode
Industri
Kategori Industri Keterangan
743 Jasa Periklanan Real estat, usaha
persewaan dan jasa
perusahaan
Seluruh: 74300
1.2.
Kontribusi
Ekonomi
Kelompok
Periklanan
Secara keseluruhan kontribusi ekonomi kelompok Periklanan ini dapat dilihat
Tabel B 1‐2 Kontribusi Ekonomi Kelompok Periklanan
Indikator Satuan 2002 2003 2004 2005 2006 Rata‐rata
1. Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)
a. Nilai Tambah Miliar Rupiah 5.493 6.916 8.013 8.040 8.305 7.353
b. % Nilai terhadap
Industri Kreatif Persen 5,38% 6,90% 7,39% 7,47% 7,93% 7,01%
c. Pertumbuhan Nilai
Tambah Persen ‐ 25,89% 15,87% 0,33% 3,30% 11,35%
d. % Nilai terhadap Total Persen 0,36% 0,44% 0,48% 0,46% 0,45% 0,44%
2. Berbasis Ketenagakerjaan
a. Jumlah Tenaga Kerja Orang 41.423 63.790 59.656 51.950 65.570 56.478
b. Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Terhadap Industri Kreatif
Persen 0,71% 1,26% 1,02% 0,97% 1,34% 1,05%
c. Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Terhadap Total Pekerja
Persen 0,05% 0,07% 0,06% 0,05% 0,07% 0,06%
d. Pertumbuhan Jumlah
Tenaga kerja Persen ‐ 53,99% ‐6,48% ‐12,92% 26,22% 15,20%
e. Produktivitas Tenaga kerja Ribu Rupiah/pekerja pertahun 132.618 108.411 134.325 154.763 126.659 131.355
3. Berbasis Aktivitas Perusahaan
a. Nilai Ekspor Ribu Rupiah 23.166.365 26.421.735 51.674.775 39.365.466 64.626.424 41.050.953
b.Pertumbuhan Ekspor Persen ‐ 14,05% 95,58% ‐23,82% 64,17% 37,49%
c. % Nilai ekspor thd
industri kreatif Persen 0,039% 0,045% 0,074% 0,051% 0,079% 0,057%
d. % Nilai Ekspor thd Total
Ekspor Persen 0,005% 0,005% 0,008% 0,005% 0,007% 0,006%
e. Jumlah Perusahaan Perusahaan 2.799 4.412 5.732 6.345 9.070 5.672
f. Pertumbuhan Jumlah
Perusahaan Persen ‐ 57,62% 29,90% 10,70% 42,95% 35,29%
g.% Jumlah perusahaan thd
industri kreatif Persen 0,09% 0,18% 0,20% 0,25% 0,41% 0,23%
h.% Jumlah perusahaan thd
jumlah perusahaan total Persen 0,01% 0,01% 0,01% 0,02% 0,02% 0,01%
1.2.1 Berbasis Produk Domestik Bruto (PDB)
Data statistik Nilai Tambah pada kelompok periklanan tidak diperoleh dari
lembaga pemerintah tetapi melalui survei yang dilakukan oleh lembaga swasta.
Pendekatan Nilai Tambah kelompok periklanan diestimasi dari nilai
belanja/konsumsi iklan dimana nilai belanja iklan ini mengalami kenaikan dari
tahun ke tahun.
Menurut JC&K Advertising, belanja iklan di tahun 2002 mencapai lebih dari Rp
13,298 triliun. Tahun 2003 angkanya melonjak hingga Rp 17,659 triliun1.
Sementara menurut Pusat Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI),
jumlah belanja iklan tahun 2004 adalah Rp 21 triliun dan tahun 2005 meningkat
sekitar 20% menjadi sebesar Rp 25 triliun2, dan perhitungan belanja iklan tahun
2003 sebesar Rp 16 triliun. Angka perkiraan belanja menurut PPPI tahun 2003 ini
sedikit lebih rendah dibandingkan dengan perkiraan JC&K Advertising.
Di lain pihak, AC Nielsen Media Research (NMR) juga merilis data belanja iklan
secara reguler. Belanja iklan tahun 2004 sebesar Rp 22,212 triliun, kemudian
1
Taufik Hidayat, ”Belanja iklan 2005 diperkirakan meningkat 20-30%”, Swa, 3 Januari 2005.
2
meningkat sekitar 15% tahun 2005 sebesar Rp 25,58 triliun, dan pada tahun 2006
tumbuh 17% menjadi Rp 30,026 triliun3. Jumlah belanja iklan untuk tahun 2005
berasal dari televisi sebesar lebih kurang 62% atau Rp 15,5 triliun dan media
cetak sebesar 27% atau Rp 6,75 triliun. Di luar jumlah itu, media lain seperti radio
dan iklan luar ruang memberikan kontribusi sebesar 11 persen atau Rp 2,75
triliun.
Data belanja iklan tahun 2002‐2003 diambil dari JC&K Advertising, sedangkan
belanja iklan tahun 2004‐2006 diambil dari AC Nielsen. Sedangkan Nilai tambah
untuk kelompok ini diestimasi sebesar 50% dari Belanja, sesuai dengan estimasi
persentase input primer terhadap total input pada tabel IO untuk kelompok
sektor 164.
Berdasarkan data‐data tersebut maka nilai tambah kelompok periklanan
diestimasi dengan menggunakan koefisien alokasi final demand terhadap output
pada Tabel Input‐Output Indonesia 2003 sehingga akan diperoleh nilai output
Periklanan. Karena input sama dengan output, maka Nilai Tambah Bruto
Periklanan dapat diestimasi dengan menggunakan koefisien alokasi input primer
terhadap total input untuk kelompok sektor 164, yaitu jasa perusahaan, dengan
persentase input primer dengan total input adalah sebesar 50%.
Oleh karena itu, estimasi Nilai Tambah Bruto kelompok periklanan adalah
berkisar 50% dari estimasi belanja pada kelompok periklanan ini, sehingga
diperoleh nilai NTB kelompok periklanan sebagai berikut:
Tabel B 1‐3 Estimasi PDB Kelompok Periklanan No Tahun Estimasi Belanja Kelompok Periklanan (Ribu Rupiah) Estimasi PDB Kelompok Periklanan atas dasar Harga Berlaku (Ribu Rupiah) Deflator PDB PDB Kelompok Periklanan atas dasar Harga Konstan Tahun 2000 (Ribu Rupiah) 1 2002 13.298.000.000 6.649.000.000 0,83 5.493.468.197,257 2 2003 17.659.000.000 8.829.500.000 0,78 6.915.533.420,022 3 2004 22.212.000.000 11.106.000.000 0,72 8.013.357.274,518 4 2005 25.580.000.000 12.790.000.000 0,63 8.039.931.741,579 5 2006 30.026.000.000 15.013.000.000 0,55 8.305.034.367,428
Rata‐rata kontribusi PDB kelompok periklanan terhadap PDB nasional adalah
sebesar 0,44% dengan kontribusi terbesar, yaitu pada tahun 2004 sebesar 0,48%.
Nilai persentase kontribusi PDB industri kreatif kelompok periklanan terhadap
industri kreatif dan PDB nasional dapat dilihat pada grafik berikut ini.
3
5,38% 6,90% 7,39% 7,47% 7,93% 0,36% 0,44% 0,48% 0,46% 0,45% 0% 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7% 8% 9% 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun P e rs en tase K o n tr ib u s i
% Nilai terhadap Industri Kreatif % Nilai terhadap Total PDB
Gambar B 1‐1 Persentase Nilai PDB Kelompok Periklanan terhadap Industri Kreatif dan Total PDB Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000
Industri Kreatif kelompok periklanan merupakan penyumbang PDB terbesar
ketiga pada industri kreatif yaitu berkontribusi sebesar 8,305 triliun rupiah di
tahun 2006 (harga konstan tahun 2000) dengan rata‐rata persentase kontribusi
terhadap PDB industri kreatif yaitu sebesar 7,03%.
Nilai serta pertumbuhan PDB kelompok periklanan jika dibandingkan dengan
Nilai PDB industri kreatif, dapat dilihat pada grafik berikut ini:
5.493 8.013 8.040 102.110 100.220 108.413 107.661 104.787 6.916 8.305 0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun M il iar R u p iah
PDB Kelompok Periklanan PDB Industri Kreatif
Gambar B 1‐2 Nilai PDB Kelompok Periklanan Dan Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000
Kelompok periklanan juga memiliki pertumbuhan PDB terbesar ketiga setelah
dengan rata‐rata pertumbuhan per tahun di periode 2002‐2006 adalah sebesar
11,35%.
Pertumbuhan PDB kelompok periklanan jika dibandingkan dengan
pertumbuhan PDB industri kreatif, dapat dilihat pada grafik berikut ini:
25,89% 3,30% 0,33% 15,87% -1,85% 8,17% -0,69% -2,67% -5% 0% 5% 10% 15% 20% 25% 30% 2003 2004 2005 2006 Tahun
Persentase Pertumbuhan Kelompok Periklanan Persentase Pertumbuhan Industri Kreatif
Gambar B 1‐3 Pertumbuhan PDB Kelompok Periklanan Dan Industri Kreatif Atas Dasar Harga Konstan Tahun 2000
Pertumbuhan kelompok periklanan tertinggi terjadi di tahun 2003, yakni sebesar
25,89%, seiring dengan pertambahan jumlah media massa yang disurvei,
khususnya di bagian televisi. Jumlah media yang dimonitor di Indonesia
mencapai 15 stasiun televisi lokal dan nasional, serta 208 media cetak yang
terdiri dari 133 majalah/tabloid dan 75 surat kabar. Dalam catatan Nielsen
tentang merek‐merek yang beriklan di TV, kategori produk perawatan rambut
masih mendominasi. Di bawahnya baru menyusul kategori rokok dan minuman
isotonik yang mencatat kenaikan belanja iklan masing‐masing 31% dan 49%.
Kenaikan ini juga didorong oleh adanya terobosan baru dalam kampanye calon
presiden yang mulai mengiklankan dirinya di televisi. Walaupun
pertumbuhannya melambat di tahun‐tahun berikutnya (2004–2006), belanja
periklanan terus meningkat seiring pertumbuhan media massa, khususnya
pertelevisian dan berbagai aktivitas kampanye. Oleh karena itu pada tahun 2007
dan 2008, nilainya diproyeksikan akan terus tumbuh pada kisaran 20‐30% tiap
tahunnya, atau mencapai Rp 20‐23 triliun (harga konstan) di 2006 serta Rp 26‐30
triliun (harga konstan) di 2007.
1.2.2 Berbasis Ketenagakerjaan
Estimasi jumlah tenaga kerja kelompok industri kreatif Periklanan dilakukan
dengan mengalikan jumlah tenaga kerja di sektor utama Keuangan, Real Estate
dan Jasa Perusahaan dengan rasio NTB Periklanan. Data jumlah tenaga di sektor
Indonesia (Survei Angkatan Kerja Nasional) di sektor utama Keuangan, Real
Estate dan Jasa Perusahaan, yang dipublikasikan Biro Pusat Statistik setiap
tahunnya. Rasio NTB periklanan yang dimaksud adalah hasil bagi Nilai Tambah
Bruto Periklanan terhadap Nilai Tambah Bruto sektor Keuangan, Real Estate dan
Jasa Perusahaan.
Jumlah tenaga kerja kelompok periklanan jika dibandingkan dengan jumlah
tenaga kerja industri kreatif, dapat dilihat pada grafik berikut ini.
41.423 63.790 59.656 51.950 65.570 5. 8 6 2 .497 5. 0 5 6 .3 37 5. 84 7. 9 6 8 5. 33 5. 3 7 1 4. 90 2. 3 7 8 0 1.000.000 2.000.000 3.000.000 4.000.000 5.000.000 6.000.000 7.000.000 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Or a n g P e k e rj a
Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Periklanan Jumlah Tenaga Kerja Industri Kreatif
Gambar B 1‐4 Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Periklanan dan Industri Kreatif Periode 2002‐ 2006
Rata‐rata jumlah tenaga kerja yang bekerja dalam industri periklanan mencapai
56.478 pekerja di periode 2002‐2006. Nilainya cukup berfluktuatif dari tahun ke
tahun hingga mencapai puncaknya di tahun 2006 sebesar 65.570 pekerja, dan
nilai terendah di tahun 2004 (41.423 pekerja).
Dari data yang diperoleh juga dapat diolah menjadi tingkat partisipasi tenaga
kerja industri kreatif kelompok periklanan terhadap industri kreatif serta
0,71% 1,26% 1,02% 0,97% 1,34% 0,05% 0,07% 0,06% 0,05% 0,07% 0,00% 0,20% 0,40% 0,60% 0,80% 1,00% 1,20% 1,40% 1,60% 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun P e rs en ta se K o n tr ib u si
Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Terhadap Industri Kreatif Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Terhadap Total Pekerja
Gambar B 1‐5 Tingkat Partisipasi Tenaga Kerja Kelompok Periklanan terhadap Industri Kreatif dan Total Pekerja Periode 2002‐2006
Grafik memperlihatkan bahwa tingkat partisipasi tenaga kerja kelompok
periklanan terhadap industri kreatif nilainya cukup berfluktuatif. Pada tahun
2002, persentasenya hanya 0,71%, dan sempat naik cukup tajam pada tahun 2003
menjadi 1,26%. Walaupun sempat turun di 2004 dan 2005, tingkat partisipasinya
naik kembali di tahun 2006 menjadi 1,34%.
Pertumbuhan jumlah tenaga kerja kelompok periklanan jika dibandingkan
dengan pertumbuhan jumlah tenaga kerja industri kreatif, dapat dilihat pada
grafik di bawah ini.
53,99% 26,22% -8,12% -12,92% -6,48% -13,75% 15,66% -8,77% -20% -10% 0% 10% 20% 30% 40% 50% 60% 2003 2004 2005 2006 Tahun
Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Periklanan Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Industri Kreatif
Gambar B 1‐6 Pertumbuhan Jumlah Tenaga Kerja Kelompok Periklanan terhadap Industri Kreatif Periode 2002‐2006
Pertumbuhan jumlah tenaga kerja kelompok periklanan yang sempat mencapai
angka fantastis di tahun 2003 yaitu sebesar 53,99%, anjlok di tahun 2004 menjadi
minus 6,48%. Penurunan ini terus terjadi di tahun 2005 (‐12,92%), tetapi
kemudian meningkat drastis pada tahun 2006 hingga mencapai tingkat
pertumbuahan 26,22%.
Selanjutnya disajikan nilai produktivitas tenaga kerja kelompok periklanan serta
industri kreatif sebagaimana yang terlihat pada Gambar B 1‐7 ini.
132.618 108.411 134.325 154.763 126.659 17.417 19.821 18.539 20.179 21.375 0 20.000 40.000 60.000 80.000 100.000 120.000 140.000 160.000 180.000 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Pr o d u k ti v ita s (R p R ib u /O ra n g )
Produktivitas Tenaga kerja Kelompok Periklanan Produktivitas Tenaga kerja Industri Kreatif
Gambar B 1‐7 Produktivitas Tenaga Kerja Kelompok Periklanan dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006
Dari grafik produktivitas tenaga kerja kelompok periklanan terlihat bahwa
produktivitas kelompok periklanan jauh di atas industri kreatif secara
keseluruhan. Pada tahun 2002 bahkan nilainya sempat mencapai hampir 132 juta
rupiah per orang per tahunnya. Walaupun nilainya turun di tahun 2003 yaitu
sebesar 108 juta rupiah per orang, tetapi terjadi peningkatan kembali di tahun
2004 dan 2005, bahkan nilai produktivitas dari kelompok ini mencapai angka
terbesar di tahun 2005 yaitu sebesar hampir 155 juta rupiah per orang. Di tahun
2006 kembali terjadi penurunan, dengan nilai sebesar 126 juta rupiah per orang,
meskipun begitu nilainya masih sangat tinggi jika dibandingkan produktivitas
industri kreatif secara keseluruhan yang hanya mencapai nilai 21 juta per orang
per tahun di titik tertingginya di tahun 2006.
1.2.3 Berbasis Aktivitas Perusahaan
Jumlah perusahaan pada kelompok Periklanan diestimasi dengan menggunakan
data jumlah perusahaan di sektor utama Keuangan, Real Estate dan Jasa
Perusahaan, dikalikan dengan rasio NTB Periklanan. Rasio NTB Periklanan yang
dimaksud adalah hasil bagi NTB Periklanan terhadap NTB Keuangan, Real
Real Estate dan Jasa Perusahaan diperoleh dari data tahunan Survei Angkatan
Kerja Nasional (Sakernas), yaitu jumlah total status pekerjaan: SPU 1 (status
berusaha sendiri tanpa dibantu orang lain), SPU 2 (berusaha dibantu pekerja
keluarga atau karyawan tidak tetap), dan SPU 3 (berusaha dengan dibantu oleh
karyawan tetap).
Jumlah perusahaan kelompok periklanan jika dibandingkan dengan jumlah
perusahaan industri kreatif, dapat dilihat pada grafik berikut ini.
2.799 4.412 5.732 6.345 9.070 2 .9 49. 91 7 2. 41 2. 18 2 2. 90 6. 12 3 2. 49 8. 70 6 2. 18 8. 81 5 0 500.000 1.000.000 1.500.000 2.000.000 2.500.000 3.000.000 3.500.000 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun Pe ru s a h a a n
Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan Jumlah Perusahaan Kelompok Industri Kreatif
Gambar B 1‐8 Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan dan Industri Kreatif Periode 2002‐2006
Terlihat dari gambar di atas bahwa minat pengusaha pada industri industri ini
cukup besar, melihat tren jumlah perusahaan dari tahun ke tahun relatif terus
meningkat, dimana pada tahun 2002 jumlah perusahaan dalam kelompok ini
hanya berjumlah 2.799 perusahaan dan berkembang cukup pesat menjadi 9.070
perusahaan di tahun 2006. Hal ini cukup berbeda dengan aktivitas jumlah
perusahaan di industri kreatif keseluruhan yang mengalami penurunan selama
periode 2002‐2006. Pada tahun 2002 jumlah perusahaan yang bergerak di bidang
industri kreatif mencapai 2,9 juta perusahaan yang kemudian menurun menjadi
2,1 juta perusahaan di tahun 2006.
Persentase jumlah perusahaan kelompok periklanan jika dibandingkan dengan
jumlah perusahaan industri kreatif dan total jumlah perusahaan secara nasional,
0,09% 0,18% 0,20% 0,25% 0,01% 0,01% 0,01% 0,02% 0,02% 0,41% 0,000% 0,050% 0,100% 0,150% 0,200% 0,250% 0,300% 0,350% 0,400% 0,450% 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun P e rsen tase K o n tr ib u si
Persentase Kontribusi Jumlah Perusahaan Terhadap Industri Kreatif
Persentase Kontribusi Jumlah Perusahaan Terhadap Total Jumlah Perusahaan
Gambar B 1‐9 Persentase Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan Terhadap Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Dan Jumlah Perusahaan Total Periode 2002‐2006
Persentase jumlah perusahaan di kelompok periklanan terhadap jumlah
perusahaan di industri kreatif memiliki tren yang terus meningkat. Dimana pada
tahun 2002 tingkat partisipasi jumlah perusahaan di kelompok ini adalah sebesar
0,09% terus meningkat menjadi 0,18% di tahun 2003, dan peningkatan tidak
terlalu tajam di tahun 2004 dan 2005 yaitu sebesar 0,20% dan 0,25% secara
berurutan. Tetapi nilai tertinggi terjadi di tahun 2006, yaitu sebesar 0,41%.
Sedangkan secara Nasional tingkat partisipasi kelompok periklanan ini berkisar
diantara nilai 0,01% ‐ 0,02%.
Tingkat pertumbuhan jumlah perusahaan kelompok periklanan bila
dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan jumlah perusahaan di industri
kreatif, dapat dilihat di gambar dibawah ini.
57,62% 10,70% 42,95% -18,23% -12,40% 29,90% 20,48% -14,02% -30,00% -20,00% -10,00% 0,00% 10,00% 20,00% 30,00% 40,00% 50,00% 60,00% 70,00% 2003 2004 2005 2006 Tahun
Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif
Gambar B 1‐10 Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Kelompok Periklanan dan Pertumbuhan Jumlah Perusahaan Industri Kreatif Periode 2003‐2006
Dapat dilihat dari gambar di atas, pertumbuhan jumlah perusahaan di kelompok
periklanan ini mencapai nilai tertinggi di tahun 2003 yaitu sebesar 57,62%.
Walaupun terjadi penurunan pertumbuhan di tahun 2004 dan 2006,
pertumbuhan jumlah perusahaan di kelompok periklanan ini tidak mengalami
pertumbuhan yang negatif, yang artinya terjadinya penutupan perusahaan
(bangkrut). Di tahun 2006 jumlah perusahaan kelompok periklanan ini kembali
tumbuh secara drastis, dimana di tahun sebelumnya nilai pertumbuhannya
hanya 10,70% menjadi 42,95% di tahun 2006.
Nilai ekspor Periklanan diperoleh dari data Direktori Ekspor Indonesia, yang
dipublikasikan oleh Biro Pusat Statistik Indonesia setiap tahunnya. Metode yang
digunakan untuk melakukan estimasi nilai ekspor kelompok ini yaitu dengan
menterjemahkan komoditi‐komoditi berdasarkan kode Harmonized System Code
(HS Code) yang dapat dikategorikan sebagai kelompok komoditi dalam
lapangan usaha periklanan yang mengacu kepada Klasifikasi Baku Lapangan
Usaha Indonesia 2005.
Nilai ekspor kelompok periklanan jika dibandingkan dengan nilai ekspor
industri kreatif, dapat dilihat pada grafik berikut ini.
23.166.365 26.421.735 51.674.775 39.365.466 64.626.424 6 0 .1 5 9 .3 8 2 .4 4 5 58 .2 57 .6 13 .2 6 3 70 .2 50 .7 83. 65 0 77. 79 6. 15 9. 372 8 1 .4 2 8 .475 .8 34 0 10.000.000.000 20.000.000.000 30.000.000.000 40.000.000.000 50.000.000.000 60.000.000.000 70.000.000.000 80.000.000.000 90.000.000.000 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun R ibu R upi a h
Nilai Ekspor Kelompok Periklanan Nilai Ekspor Kelompok Industri Kreatif
Gambar B 1‐11 Nilai Ekspor Kelompok Periklanan terhadap Nilai Ekspor Industri Kreatif Periode 2002‐2006
Rata‐rata nilai ekspor dari kelompok periklanan ini adalah sebesar 41 miliar
rupiah, dengan nilai tertinggi terjadi pada tahun 2006 yaitu sebesar 64,6 miliar
rupiah.
Tingkat kontribusi ekspor dari kelompok periklanan terhadap total ekspor
0,039% 0,045% 0,074% 0,051% 0,079% 0,005% 0,005% 0,008% 0,005% 0,007% 0,00% 0,01% 0,02% 0,03% 0,04% 0,05% 0,06% 0,07% 0,08% 0,09% 2002 2003 2004 2005 2006 Tahun P e rsen ta s e K o n tr ib u si
Persentase Kontribusi Ekspor Terhadap Industri Kreatif Persentase Kontribusi Ekspor Terhadap Total Ekspor
Gambar B 1‐12 Persentase Nilai Ekspor Kelompok Periklanan terhadap Nilai Ekspor Industri Kreatif dan Total Ekspor Periode 2002‐2006
Persentase kontribusi ekspor dari kelompok periklanan ini memang masih kecil
bila dibandingkan tingkat partisipasi kelompok fesyen (43 triliun) ataupun
kerajinan (24 triliun), tetapi kelompok periklanan ini menunjukkan tren
pertumbuhan ekspor yang terus meningkat, dengan nilai kontribusi ekspor
terhadap Sektor industri kreatif sebesar 0,04% di tahun 2002 dan memiliki nilai
tertinggi di tahun 2006 sebesar 0,08%.
Gambar berikut menunjukkan pertumbuhan ekspor dari kelompok periklanan
dan pertumbuhan ekspor industri kreatif.
14,05% 64,17% 4,67% -23,82% 95,58% -3,16% 20,59% 10,74% -40% -20% 0% 20% 40% 60% 80% 100% 120% 2003 2004 2005 2006 Tahun
Pertumbuhan Ekspor Kelompok Periklanan Pertumbuhan Ekspor Industri Kreatif
Gambar B 1‐13 Pertumbuhan Ekspor Kelompok Periklanan terhadap Pertumbuhan Ekspor Industri Kreatif Periode 2003‐2006
Secara umum tingkat pertumbuhan nilai ekspor dari kelompok periklanan
memiliki nilai lebih besar dibandingkan pertumbuhan nilai ekspor di industri
kreatif secara keseluruhan. Kecuali di tahun 2005 terjadi tingkat pertumbuhan
yang negatif, yaitu sebesar ‐23,82%. Tingkat pertumbuhan tertinggi terjadi pada
tahun 2004 dengan nilai yang sangat fantastis, yaitu sebesar 95,58%.
1.2.4 Dampak Terhadap Sektor Lain
Berdasarkan definisi kelompok industri kreatif studi ini, dan dengan
menggunakan tabel input output update 2003 Indonesia 175 sektor, diperoleh
angka pengganda output kelompok periklanan sebesar 1,9707. Angka ini
menunjukkan bahwa jika terjadi peningkatan satu satuan uang permintaan akhir
pada kelompok industri kreatif Periklanan, maka output perekonomian total
akan meningkat sebesar 1,9707 satuan uang. Misalnya permintaan akhir
berbentuk investasi, dilakukan pada kelompok industri Periklanan sebesar Rp. 1
miliar, maka output total perekonomian nasional akan meningkat sebesar Rp.
1,9707 miliar. Dari 14 kelompok industri kreatif yang telah didefinisikan dalam
studi ini, kelompok periklanan berada pada urutan ke‐7 dalam peringkat angka
pengganda output.
Ke arah hulu, koefisien backward linkage kelompok periklanan sebesar 1,9707.
Peningkatan output Periklanan sebesar 1 satuan uang, baik akibat peningkatan
konsumsi, investasi atau peningkatan ekspor, akan memicu peningkatan output
sektor‐sektor industri hulu Periklanan sebesar 1,9707. Misalnya dilakukan
investasi Periklanan sebesar Rp. 1 miliar, maka diperlukan tambahan input
produksi Periklanan yang berasal dari sektor‐sektor hulunya sebesar Rp. 1,9707
miliar. Dari 14 kelompok industri kreatif, kelompok periklanan berada pada
urutan ke‐6 dalam peringkat backward linkage. Sektor‐sektor industri hulu yang
paling terpengaruh terhadap perubahan output Periklanan adalah sektor Jasa
Perusahaan, Bank dan Jasa Perdagangan.
Ke arah hilir, koefisien forward linkage kelompok periklanan sebesar 5,747.
Peningkatan output Periklanan sebesar 1 satuan uang, baik akibat peningkatan
konsumsi, investasi atau ekspor, akan memicu peningkatan output sektor‐sektor
industri hilir Periklanan sebesar 5,747 satuan uang. Misalnya terjadi peningkatan
konsumsi iklan sebesar Rp. 1 miliar, maka output sektor‐sektor industri hilir
Periklanan akan meningkat sebesar Rp. 5,747 miliar. Dari 14 kelompok industri
kreatif, Periklanan berada pada urutan ke‐3 dalam peringkat forward linkage.
Sektor‐sektor industri hilir yang paling terpengaruh terhadap perubahan output
Periklanan adalah sektor Jasa Perusahaan, Film dan Jasa Distribusi Swasta, dan
Perabot Rumah Tangga dan Kantor.
Rata‐rata backward linkage dan forward linkage menunjukkan bahwa keterkaitan
kelompok Periklanan dengan sektor industri lain, paling erat dengan sektor Jasa
Perusahaan, Bank dan Sektor Film dan Jasa Distribusi Swasta.
Tabel B 1‐4 Linkage Kelompok Periklanan
1 164 jasa perusahaan 1.056 164 jasa perusahaan 1.056 164 jasa perusahaan 1.056 2 160 bank 0.142 172 film dan jasa distribusi swasta 0.118 160 bank 0.101 3 149 jasa perdagangan 0.054 120 perabot rumah tangga dan kantor da 0.107 172 film dan jasa distribusi swasta 0.069
AVERAGE BL AVERAGE FL TOTAL AVERAGE
1.3.
Catatan,
Isu,
dan
Prospek
Kelompok
Periklanan
Catatan, isu dan prospek periklanan diuraikan sesuai dengan periode analisis
pada studi ini, yaitu pada dimulai tahun 2002, akan tetapi isu yang menarik pada
dunia periklanan dimulai sejak tahun 2001, yaitu tiga tahun sejak terjadinya
puncak krisis ekonomi. Data Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I)
bahkan menyebutkan angka belanja iklan selama tahun 2001 lalu untuk media
radio masih paling kecil, apabila dibandingkan dengan media surat kabar,
majalah, televisi, dan media luar ruang, meskipun masih di atas tabloid. Tercatat
belanja iklan radio di tahun 2001 sekitar Rp 215 milyar, surat kabar Rp 1,8
trilyun, majalah Rp 266 milyar, dan tabloid Rp 133 milyar. Media radio swasta
pasca kejatuhan rezim Soeharto mengalami banyak perubahan, termasuk
perubahan dalam format berita, yang sekarang menjadi news and talk seperti
yang ada di Amerika Serikat. Radio swasta yang berskala kecil di daerah tertentu
memuat iklan penjualan mobil dan motor. Padahal sebelumnya, jarang sekali
radio dengan segmen bawah memuat iklan yang biasanya ada di radio‐radio
skala menengah atas. Tahun 2001 merupakan tahun yang penuh dengan
berbagai tantangan dan sekaligus juga peluang. Krisis ekonomi yang terjadi sejak
tahun 1998 mulai membaik pada tahun 2001. Ketidakpastian kondisi sosial dan
politik nasional ikut mempengaruhi dinamika perekonomian Nasional. Di
tengah ketidakpastian tersebut industri pertelevisian tidak banyak berpengaruh,
bahkan mengalami peningkatan permintaan penayangan iklan dari tahun ke
tahun sejak 1998. Terlebih lagi, jkia dibandingkan dengan media lain, media
televisi tercatat paling banyak menerima proporsi kenaikan atas belanja iklan.
(Iklan Radio TV Iklan Radio Diprediksi Naik 7% Dirgantara Online, Vol 12 No 3‐
4 Mei‐Agustus 2002)
Industri iklan dengan demikian tetap memiliki prospek yang baik di masa‐masa
mendatang seiring dengan perkembangan media elektronik dan media cetak
serta beraneka ragamnya acara‐acara televisi dan radio, seperti yang bersifat
penyampaian informasi, pendidikan, musik, budaya dan berbagai aneka hiburan
lainnya, yang dikemas untuk memberikan sajian yang menarik bagi seluruh
elemen masyarakat. Keluasan dari kegiatan usaha penyiaran tersebut sangat
terkait dengan kemampuan pemasang iklan mengalokasikan belanja iklan untuk
produk atau jasanya di media televisi.
Faktor utama yang mendorong peningkatan belanja iklan adalah perbaikan
ekonomi yang ditandai dengan terjadinya peningkatan pendapatan dan
pertumbuhan konsumsi. Dampak positif dari pertumbuhan konsumsi ini
berkolerasi dengan peluang media, khususnya media televisi untuk
meningkatkan pendapatan yang berasal dari iklan akan semakin besar pula.4
4
Menurut Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Periklanan
Indonesia (PPPI) RTS Masli, jumlah belanja iklan di Indonesia tahun 2005
diperkirakan sekitar Rp 25 triliun. Jumlah ini meningkat kira‐kira 20 persen atau
Rp 4 triliun dibandingkan dengan belanja iklan tahun 2004 yang berjumlah Rp 21
triliun. Jumlah belanja iklan tersebut berasal dari televisi sebesar lebih kurang 62
persen atau Rp 15,5 triliun dan media cetak sebesar 27 persen atau Rp 6,75
triliun. Di luar jumlah itu, media lain seperti radio dan iklan luar ruang
memberikan kontribusi sebesar 11 persen atau Rp 2,75 triliun. Tingginya jumlah
belanja iklan televisi disebabkan budaya membaca masyarakat Indonesia yang
masih rendah. Rendahnya minat membaca tersebut dapat dikatakan menjadi
penyebab tingginya nilai belanja iklan yang diperoleh dari masyarakat kelas
menengah ke bawah. Jumlah belanja iklan meningkat karena kondisi
perekonomian yang membaik sehingga daya beli masyarakat ikut meningkat. 5
Ditunjang dengan perkembangan teknologi multimedia perkembangan iklan
akan semakin meningkat. Dilihat dari komponen biaya produksi suatu
perusahaan manufaktur dan jasa secara rata‐rata biaya promosi biasanya
menggunakan sekitar minimal 50‐60% dari biaya produksi, biaya promosi
tersebut digunakan untuk belanja iklan di berbagai media, sehingga wajar jika
jasa periklanan tidak akan pernah mati dan akan selalu berkembang.
5
2.
Arsitektur
2.1.
Definisi
dan
Ruang
Lingkup
Industri Kreatif kelompok Arsitektur adalah kegiatan kreatif yang berkaitan
dengan jasa desain bangunan secara menyeluruh baik dari level makro (town planning, urban design, landscape architecture) sampai dengan level mikro (detail
konstruksi), misalnya: arsitektur taman, perencanaan kota, perencanaan biaya
konstruksi, konservasi bangunan warisan, pengawasan konstruksi, perencanaan
kota, konsultasi kegiatan teknik dan rekayasa seperti bangunan sipil dan
rekayasa mekanika dan elektrikal.
Lapangan usaha yang merupakan bagian dari kelompok industri arsitektur
mencakup jasa konsultasi arsitek (seperti: desain bangunan, pengawasan
konstruksi, perencanaan kota, dan sebagainya) dan konsultansi kegiatan teknik
dan rekayasa seperti rekayasa bangunan sipil dan rekayasa lalu lintas
Kode industri yang merupakan industri kreatif kelompok Arsitektur merupakan
kategori Real Estat, Usaha Persewaan dan Jasa Perusahaan (mengacu kepada
KBLI 2005). Secara rinci kode industri yang merupakan kelompok Arsitektur
adalah sebagai berikut:
Tabel B 2‐1 Kode Industri Kelompok Arsitektur Kode
Industri
(3 digit)
Deskripsi Kode Industri Kategori Industri Keterangan
742 Jasa Konsultansi Arsitek,
Kegiatan Teknik dan Rekayasa,
serta Analisis Testing
Real estat, usaha
persewaan dan jasa
perusahaan
Sebagian:
74210
2.2.
Kontribusi
Ekonomi
Kelompok
Arsitektur
Secara keseluruhan kontribusi ekonomi kelompok Arsitektur ini dapat dilihat