• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERENCANAAN PUBLIK MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERENCANAAN PUBLIK MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

PERENCANAAN PUBLIK

MAKALAH INI DIBUAT UNTUK MEMENUHI TUGAS

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

KELOMPOK VIII

NAMA

NIM

1. LISA MARLINA JN

15043025

2. M NUR CANIAGO

15043059

3. SILVIA PUTRI

15043013

DOSEN MATA KULIAH :

VITA FITRI SARI, S.E.,M.SI.

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS NEGERI PADANG

2016

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT., Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang kami haturkan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan

(2)

Adapun makalah tentang Perencanaan Publik ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dengan bantuan berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini, untuk itu kami tidak lupa menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah ini.

Namun tidak lepas dari semua itu kami sadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari segi penyusunan bahasanya maupun dari segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin memberikan saran dan kritik kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah tentang Perencanaan Publik ini dapat diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inspirasi terhadap pembaca.

Padang, 05 Oktober 2016 Penyusun

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...2 DAFTAR ISI...3 BAB I...4

(3)

PENDAHULUAN...4 A. Latar Belakang...4 B. Rumusan Masalah...4 C. Tujuan Penulisan...4 BAB II...5 PEMBAHASAN...5

A. Teori perencanaan publik...5

B. Sistem Perencanaan Publik...6

C. Siklus Perencanaan Publik...7

D. Teknik Perencanaan Publik...8

E. Praktek Perencanaan Publik...10

BAB III...13

PENUTUP...13

Kesimpulan...13

DAFTAR PUSTAKA...13

LAMPIRAN...14

Kasus Yang Relevan...14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada bab ini kita akan fokus membahas pada teori perencanaan; sistem perencanaan; siklus perencanaan publik yang terdiri dari evaluasi hasil pelaksanaan tahun lalu dan penetapan prosedur perencanaan, organisasi pendukung

(4)

perencanaan, penetapan asumsi perencanaan, kriteria hasil evaluasi perencanaan (SPM) penyusunan indikator program, penyusunan kertas kerja perencanaan strategi dan program, partisipasi masyarakat dalam perencanaan (musrenbang), penentuan usulan perencanaan strategik, penentuan draft skala prioritas dan plafon anggaran, penentuan usulan rencana program kerja, penyelesaian draft dokumen perencanaan, pembahsan draft dokumen perencanaan, serta penetapan dokumen perencanaan; teknik perencanaan; dan contoh-contoh praktek perencanaan publik (pemerintah pusat, pemerintah daerah, LSM, yayasan, dan partai politik).

A. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan Teori Perencanaan Publik ? 2. Bagaimana Sistem Perencanaan Publik ?

3. Seperti apa Siklus Perencanaan Publik ? 4. Apa saja Teknik Perencanaan Publik ? 5. Bagaimana Praktek Perencanaan Publik ?

B. Tujuan Penulisan

1. Mampu menjelaskan Teori Perencanaan Publik 2. Memahami Sistem Perencanaan Publik

3. Dapat mengerti Siklus Perencanaan Publik 4. Mengetahui Teknik Perencanaan Publik 5. Memahami Praktek Perencanaan Publik

BAB II

PEMBAHASAN

A. Teori Perencanaan Publik

Perencanaan secara konvensional didefinisikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk masa mendatang yang lebih baik dengan memperhatikan keadaan

(5)

sekarang maupun sebelumnya. Perencanaan (planning) adalah proses yang dimulai dari penetapan tujuan organisasi yaitu menentukan strategi.

Untuk pencapaian tujuan tersebut secara menyeluruh serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengkordinasi

seluruh pekerjaan organisasi, hingga tercapainya tujuan organisasi (robin dancoulter,2002).

Perencanaan dapat dilihat dari 3 hal, yaitu :

a. Dari sisi proses, fungsi perencanaan adalah proses dasar yang digunakan untuk memilih tujuan dan menentukan bagaimana tujuan tersebut akan dicapai.

b. Dari sisi fungsi manajemen, perencanaan adalah fungsi dimana pimpinan menggunakan pengaruh dan wewenangnya untuk menentukan atau mengubah tujuan serta kegiatan organisasi.

c. Dari sisi pengambilan keputusan, perencanaan merupakan pengambilan keputusan jangka panjang atau yang akan datang mengenai apa yang akan dilakukan, bagaimana melakukannya, kapan, dan siapa yang akan melakukan.

Perencanaan dibedakan menjadidua, yaitu perencanaan sektoral dan perencanaan nasional/regional.bedasarkandimensi pendekatan dan koordinasi, perencanaan pembangunan terdiri dari :

1. Perencanaan pembangunan makro adalah perencanaan pembangunannasional dalam skala makro atau menyeluruh

2. Perencanaan sektoral adalah perencanaan yang dilakukan dengan pendekatansektor, yaitu kumpulan dari kegiatan atau program yang mempunyai persamaan karakteristik serta tujuan

3. Perencanaan dengan dimensi pendekatan regional menitikberatkan padaaspek lokasi dimana kegiatan dilakukan

4. Perencanaan mikro adalah perencanaan skala terinci dalam perencanaantahunan, yaitu penjabaran rencana makro, sektoral, maupun regionalkedalam susunan proyek dan kegiatan dengan berbagai dokumen perencanaan serta penganggarannya.

(6)

Fungsi perencanaan adalah kegiatan menetapkan tujuan organisasi dan diikuti dengan pembuatan berbagai rencana untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan tersebut.

B. Sistem Perencanaan Publik

Ada dua jenis rencana, yaitu :

a. Rencana strategic atau perencanaan jangka panjang ( long range planning), yaitu proses pengambilan keputusan yang menyangkut tujuan jangka panjang organisasi, kebijakan yang harus diperhatikan, serta strategi yang harus dijalankan untuk mencapai tujuan.

b. Rencana operasional, terdiri dari :

1. Rencana sekali pakai (single use plan), yakni rencana yang disusun untuk mencapai tujuan tertentu dan segera dibubarkan setelah tujuan tercapai

2. Rencana permanen ( standing plans), yakni pendekatan yang sudah distandarisasi untuk menghadapi situasi berulang dan dapat diramalkan sebelumnya

Sistem perencanaan mencakup lima pendekatan dalam seluruh rangkaian perencanaan, yaitu : 1. Politik 2. Teknokratik 3. Partisipatif 4. Atas-bawah 5. Bawah-atas

(7)

Unsur pengambilan keputusan yang sangat penting dalam perencanaan adalah proses mengembangkan dan memilih langkah-langkah yang akan diambil untukmenghadapi masalah yang dialami organisasi sektor public. Dalam mencapai perencanaan yang efektif, ada banyak hal yang sering sekali menjadi hal anganseperti :

1. Kegagalan manajemen dalam memahami sistem yang diterapkan di sekitararea organisasi

2. Kurangnya dukungan manajemen terhadap sistem perencanaan. Pimpinankurang mendukung dan berperan serta dalam segala kegiatan 3. Kegagalan memahami peran penting perencanaan dalam proses

manajemen

Siklus perencanaan mengikutsertakan semua aspek perencanaan kedalam satu proses yang terpadu. Siklus perencanaan akan mengawal perjalanan rencana tersebut dengan matang, terfokus dengan baik, ulet, hemat biaya, dan praktis.

Siklus Perencanaan Publik

penetapan asumsi perencanaa n organisasi pendukung perencanaa n evaluasi hasil pelaksanaan tahun lalu dan penetapan prosedur perencanaan criteria evaluasi hasil perencanaa penetapan dokumen perencanaa n criteria pembahasan

(8)

D. Teknik Perencanaan Publik

Dalam buku The Practice of Local Goverment Planning (So, Frank S., and Judith Getzels, 1988) disebutkan mengenai lima langkah utama dalam proses perencanaan, terutama tingkat perencanaan dan manajemen secara umum, yakni :

1. Tujuan dasar, menetapkan tujuan dasar pemerintah daerah

2. Studi dan analisis, studi tentang penggunaan lahan, demografi, transpotasi, karakteristik ekonomi, dan kecendrungan yang ada pada pemerintah daerah bersangkutan.

3. Rencana atau persiapan kebijakan, membangun sebuah rencana atau pernyataan kebijakan yang menyebutkan bagaimana, di mana, dan kapan suatu organisasi akan dibangun.

4. Implementasi dan pengaruh, menggunakan alat

5. Pemantauan dan umpan balik, memantau pencapaian rencana.

Ada lima ragam tingkat perencanaan, yaitu : a. Perencanaan komprehensif penyelesaian draf dokumen perencanaan penyusunan kertas kerja perencanaan strategi dan partisipasi masyarakat dalam perencanaan penentuan usulan rencana program kerja penentuan usulan perencanaan strategik penentuan draf skala prioritas dan plafon anggaran

(9)

Perencanaan komprehensif dalam lingkup geografis biasanya berupa wilayah organisasi secara keseluruhan, skala waktunya biasanya jangka panjang, dan unsurnya tertuju pada demografi, pembangunan ekonomi, transportasi, penggunaan lahan, fasilitas masyarakat, kegunaan publik, karakteristik/keterbatasan lingkupan, dan peluang rekreasi.

b. Perencanaan Sistem

Perencanaan sistem mengukur kebijakan dan program untuk jaringan kerja khusus dari fasilitas masyarakat, seperti sistem pembuangan limbah. c. Perencanaan di tingkat daerah

Perencanaan daerah biasanya sesuai dengan subjek dalam perencanaan komprehensif. Dalam bentuk yang lebih detail dan lingkup geografis yang terbatas, perencanaan berfokus pada salah satu bagian dari daerah

bersangkutan.

d. Perencanaan subsistem

Merupakan perencanaan yang secara teknis lebih detail untuk subsistem dari fasilitas komunitas secara luas.

e. Perencanaan tempat

Merupakan perencanaan untuk menentukan tempat atau komponen khusus dari fasilitas komunitas secara luas, seperti perawatan tumbuhan atau perpustakaan.

E. Praktek Perencanaan Publik

a. Pemerintah Pusat

Untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Pusat berfungsi sebagai dokumen perencanaan tahunan nasional, pemerintah perlu menyelenggarakan Musrenbang Pusat, Musrenbang Provinsi, dan Musrenbang Nasional.

(10)

1. Tahap persiapan perencanaan 2. Tahap perencanaan dan anggaran

3. Tahap pelaksanaan kegiatan pembangunan dan belanja negara 4. Tahap pelaporan dan pertanggungjawaban

Musrenbang Pusat dilakukan pada bulan Maret yang menghasilkan beberapa hal pokok yang antara lain :

1. Rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah (RKP)

2. Rancangan Rencana Kerja Kementrian/ Lembaga (Renja-KL). 3. Pesertanya adalah seluruh Kementrian/ Lembaga Pemerintah

Non-Departemen dan seluruh Gubernur sebagai peninjau.

b. Pemerintah Daerah

Berikut adalah dokumen perencanaan daerah yang dihasilkan berdasarkan dimensi waktu :

1. Rencana pembangunan jangka panjang daerah, yang berjangka waktu 20 tahun yang ditetapkan dengan Perda

2. Rencana pembangunan jangka menengah daerah, yang berjangka waktu 5 tahun yang ditetapkan denagn Perda

3. Rencana kerja pembangunan daerah yang merupakan penjabaran dari RPJM daerah untuk jangka waktu 1 tahun dengan mengacu pada rencana kerja Pemerintah Pusat.

Tahap perencanaan daerah ad 2, yaitu : 1. Penjaringan aspirasi masyarakat

2. Penentuan arah dan Kebijakan melalui forum Satuan Kerja Perangkat Daerah

c. LSM

Ada dua jenis dokumen perencanaan organisasi LSM yakni perencanaan program dan perencanaan keuangan

1. Dokumen perencanaan program

Dokumen perencanaan program LSM dibuat bedasarkan rancangan program yang ditentukan organisasi. Secara garis besar berisi keputusan organisasi tentang apa yang harus dilakukan.

(11)

Dokumen perencanaan keuangan dibuat bedasarkan anggaran yang dirancang organisasi. Proses anggaran harus diawali dengan penetapan tujuan, target, dan kebijakan.

d. Yayasan

Yayasan sebagai organisasi nonprofit mengarahkan proses perencanaan dan sumber daya yang tersedia untuk memaksimalkan manfaat perencanaan. Bagi yayasan yang belum mempunyai pengalaman melakukan perencanaan, konsultan eksternal dapat memberikan jasa sebagai berikut :

1. Memfasilitasi pertemuan dan proses perencanaan

2. Pelatihan menyangkut proses dan informasi perencanaan

3. Sebagai pihak luar, konsultan dapat mempertanyakan tradisi, asumsi dan rutinitas para pengelola serta dewan pembinaan

4. Konsultan memfasilitasi proses perencanaan strategic dengan informasi yang signifikan, sarana dan proses secara baik

e. Partai Politik

Dalam perencanaan pengelola parpol harus membuat rencana yang akan memberikan tujuan dan arah organisasi dalam perencanaan, pengelolaan parpol memutuskan “ apa yang harus dilakukan, kapan melakukannya, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukannya. Jadi perencanaan adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya tentang apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa.

(12)

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa anggaran merupakan instrumen penting dalam melaksanakan rencana-rencana suatu organisasi untuk melayani masyarakat dan juga anggaran menjadi suatu tolak ukur dalam melihat kondisi keuangan baik biaya (pengeluaran) ataupun pendapatan (penerimaan).

B. Saran

Adapun saran dari pembahasan ini adalah semoga penyusunan dari anggaran menjadi lebih baik lagi sehingga anggaran yang dialokasikan ke sektor-sektor tertentu dapat teralokasi dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

Deddi Nordiawan, 2010, Akuntansi Sektor Publik, Penerbit Salemba Empat, Jakarta.

Indra Bastian, 2010, Akuntansi Sektor Publik: Suatu Pengantar, Penerbit Erlangga, Jakarta.

Mardiasmo, 2009, Akuntansi Sektor Publik, Edisi Pertama, Penerbit Andi Offset, Yogyakarta.

(13)

Parima, Rudi. (2008). “Perencanaan Pembangunan Jalan Silaping- Batas Sumatera Utara Kabupaten Pasaman Barat”. Di akses paada 5 Oktober 2016. http://repository.unand.ac.id

LAMPIRAN

PERENCANAAN PEMBANGUNAN JALAN SILAPING- BATAS SUMATERA UTARA KABUPATEN PASAMAN BARAT (STA 359+380 - STA 364+380)

Jalan raya merupakan prasarana transportasi darat yang berperan penting dalam sector perhubungan terutama untuk kesinambungan distribusi barang dan jasa. Jalan raya juga sangat diperlukan

masyarakat untuk menunjang laju pertumbuhan disegala bidang pada suatu wilayah. "Perencanaan pembangunan jalan Silaping - Batas Sumatera Utara" dengan panjang : 5 km, lebar perkerasan : 6 m, lebar bahu : 1.5 m, tebal lapis perkerasan AC - WC : 4 cm, AC - BC : 5 cm, AC - BASE: 6 cm, lapis agregat kelas A : 25 cm, dan lapis agregat kelas B : 26 cm. Rencana Anggaran Biaya Pelaksanaan proyek yang diperoleh yaitu : Rp 11.626.406.900,00 dan umur proyek yaitu : 20 minggu. Dalam menentukan waktu pelaksanaan proyek dipakai yaitu metoda Precedence Diagram Method (PDM). Diantara metode pelaksanaan dan pengendalian mutu khusus pada pekerjaan lapis permukaan Asphalt Concrete (AC -WC, AC-BC, dan AC BASE) di lapanganyaitu : meminta persetujuan pengawas, pengangkutan hot mix (suhu 135-1500 derajat C) dengan Dump Truck yang ditutup terpal, penghamparan dengan Asphalt Finisher (suhu 120-150 derajat C), pemadatan 1 dengan Tandem Roller (suhu 110-120 derajat C), pemadatan 2 dengan Pneumatic Tire Roller (suhu 95-110 derajat c) dan pemadatan akhir dengan Tandem Roller (suhu 80-95 derajat C). Padat injauan khusus (perencanaan geometrik) dengan data yang ada, diantaranya yaitu :kecepatan rencana 60 km/ jam, tipe jalan 2 jalur 2 arah tak terbagi (2/2 TB), fungsi jalan arteri.

Referensi

Dokumen terkait

Kebijakan pembagian THR akan dilakukan oleh President Director dan Accounting and Finance Manager yang akan membuat Surat Pemberitahuan secara manual untuk diteruskan

27 Tahun 2007, paper pengabdian masyarakat berdasarkan penelitian ini akan menjelaskan hasil kajian dan evaluasi dalam pelaksanaan reklamasi di Teluk Lamong

1) Melalui judul buku, seringkali melalui judul saja suatu bahan pustaka sudah dapat ditentukan subjeknya, hal ini kebanyakan untuk buku-buku ilmiah. 2) Melalui daftar

Uji coba merupakan tolak ukur keberhasilan pembuatan program. Uji coba dimaksudkan untuk mendapatkan masukan atau saran, tanggapan dan penilaian terhadap program,

Kebijakan Pengembangan Sistem Transportasi Penyeberangan Kebijakan ini diarahkan untuk mewujudkan peningkatan pelayanan lalu lintas angkutan penyebrangan dalam membangun

Sebaran kemampuan siswa, skor tertinggi 3 dan skor terendah 0 dari skor maksimum 5.Untuk kemampuan translasi R-G siswa kelompok tengah, rata-rata skor adalah

Corrective maintenance adalah pemeliharaan yang dilakukan setelah terjadinya suatu kerusakan atau kelainan pada suatu fasilitas atau peralatan sehingga tidak