• Tidak ada hasil yang ditemukan

Indikator Kinerja Ekonomi | GRI ver 3.0 Tahun 2006

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Indikator Kinerja Ekonomi | GRI ver 3.0 Tahun 2006"

Copied!
111
0
0

Teks penuh

(1)

IP

Set Protokol Indikator

Ekonomi (EC)

(2)

INDIKATOR

KINERJA EKONOMI

Aspek: Kinerja Ekonomi

EC1 Perolehan dan distribusi nilai ekonomi langsung yang meliputi pendapatan, biaya operasional, imbal jasa (kompensasi) karyawan, donasi, dan investasi komunitas lainnya, laba ditahan, dan pembayaran kepada penyandang dana atau pemerintah. EC2 Implikasi finansial dan risiko lainnya akibat

perubahan iklim serta peluangnya bagi aktivitas organisasi.

EC3 Cakupan kewajiban organisasi terhadap program manfaat pasti.

EC4 Bantuan finansial signifikan yang diterima dari pemerintah.

Aspek: Keberadaan Pasar

EC5 Rentang rasio standar upah terendah dibandingkan dengan upah minimum setempat pada daerah operasi utama . EC6 Kebijakan, praktek, dan proporsi

pengeluaran untuk pemasok lokal pada daerah operasi utama.

EC7 Prosedur penerimaan pegawai lokal dan proporsi manajemen senior yang direkrut secara lokal dan dipekerjakan di daerah operasi utama.

Aspek: Akibat Tidak Langsung

EC8 Pembangunan dan dampak investasi infrastruktur serta jasa yang diberikan kepada publik secara komersial, dalam bentuk natura, atau pro bono. EC9 Pemahaman dan penjelasan dampak

ekonomi tidak langsung yang signifikan, termasuk seberapa luas dampaknya.

CO RE ADD CO RE CO RE CO RE CO RE ADD CO RE CO RE

(3)

Relevansi

Data kinerja yang diperoleh dari berbagai indikatoryang diuraikan pada bagian ini diharapkan akan dapat memberikan gambaran tentang:

• Aliran modal antar para pemangku kepentingan. • Dampak utama ekonomi organisasi terhadap

masyarakat.

Informasi atas kinerja ekonomi organisasi sangat bermanfaat untuk dapat memahami organisasi dan keberlanjutannya. Namun demikian, di berbagai negara informasi tersebut sebenarnya telah diungkapkan dengan baik dalam laporan keuangan tahunan. Laporan keuangan telah menyajikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja, dan perubahan posisi keuangan suatu entitas. Laporan tersebut juga mengindikasikan hasil yang dicapai organisasi dalam mengelola modal yang tersedia.

Apa yang jarang dilaporkan, tapi yang sering diinginkan oleh pembaca laporan berkelanjutan, adalah kontribusi organisasi terhadap keberlanjutan sistem ekonomi di mana organisasi tersebut beroperasi. Suatu organisasi mungkin saja telah layak secara keuangan, namun hal tersebut boleh jadi dicapai dengan menciptakan eksternalitas yang berdampak terhadap pemangku kepentingan lainnya. Indikator kinerja ekonomi bertujuan untuk mengukur hasil ekonomi akibat aktivitas organisasi dan pengaruhnya terhadap para pemangku kepentingan.

Indikator pada bagian ini dibagi dalam tiga kategori: 1. Kinerja ekonomi. Indikator ini membahas dampak

ekonomi langsung dan nilai tambah ekonomi akibat aktivitas organisasi.

2. Keberadaan pasar. Indikator ini memberikan informasi mengenai berbagai interaksi dalam pasar tertentu.

3. Dampak ekonomi tidak langsung. Indikator ini mengukur dampak ekonomi yang timbul akibat aktivitas dan transaksi ekonomi organisasi. Terdapat keterkaitan antarberbagai indikator ekonomi yang berbeda. Elemen pada tabel nilai tambah di EC1 terkait dengan berbagai indikator ekonomi lainnya. Terdapat juga hubungan antara gaji dan tunjangan (EC1-2.1.c dan EC5), transaksi-transaksi dengan pemerintah (EC1-2.1e dan EC4) dan investasi komunitas (EC1-2.1f dan EC8). Indikator ekonomi juga terkait erat dengan indikator yang terdapat di Protokol-Protokol lain, meliputi:

• EC1-2.1c, EC5, dan LA14 mengenai gaji • EC1-2.1c, EC3 dan LA3 mengenai tunjangan

karyawan

• EC1-2.1f, EC6, EC8 dan SO1 mengenai interaksi dengan komunitas lokal

• EC2 (risiko perubahan iklim) dan EN3 (konsumsi energi langsung)

• EC10 (pengaruh ekonomi tidak langsung) dan SO1 (pengaruh sosio-ekonomi pada komunitas)

Definisi

Daerah operasi utama

Keberadaan daerah operasi utama dimana terdapat satu kesatuan pasar yang meliputi pendapatan, biaya, pembayaran kepada pemangku kepentingan, produksi, dan jumlah karyawan sangat signifikan pengaruhnya dalam proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh organisasi dan pemangku kepentingannya. Organisasi harus menetapkan dan menjelaskan kriteria yang dipergunakan untuk menentukan apa yang signifikan dalam penentuan daerah operasi utama. Untuk menjelaskan daerah operasi yang signifikan, organisasi harus merujuk pada International Accounting Standards 14 (IAS 14)

Rujukan umum

• Website (www.iasb.org) The International Accounting Standards Board (IASB) memberikan informasi International Financial Reporting Standards (IFRS) yang relevan.

• Untuk menyiapkan indikator ekonomi, apabila memungkinkan, data harus didapatkan baik dari laporan keuangan yang sudah diaudit pihak eksternal maupun dari laporan internal manajemen yang sudah diaudit oleh pihak internal. Dalam banyak kasus, data tersebut harus dikompilasikan berdasarkan salah satu dari kedua standar berikut ini:

• International Financial Reporting Standard yang relevan beserta interpretasi-nya yang diterbitkan oleh International Accounting Standards Board (IASB) (beberapa protocol indicator merujuk pada International Accounting Standard).

• Standar nasional atau regional untuk kepentingan pelaporan keuangan yang diakui secara

(4)

Organisasi harus dengan cukup jelas menunjukkan standar yang dipergunakan dan memberikan rujukan dari sumber yang relevan.

Pelaporan yang bersangkutan dengan segmen

Organisasi harus merujuk pada IAS 14 untuk menjelaskan pengertian ”lokal” sebagaimana dipersyaratkan dalam indikator EC1, EC5, EC6 dan EC7.

(5)

EC1

Perolehan dan distribusi

nilai ekonomi langsung, meliputi

pendapatan, biaya operasi, imbal

jasa (kompensasi) karyawan, donasi,

dan investasi komunitas lainnya,

laba ditahan, dan pembayaran

kepada penyandang dana serta

pemerintah.

1. Relevansi

Data yang terkait dengan penciptaan dan

pendistribusian nilai ekonomi memberikan indikasi utama bagaimana organisasi telah menciptakan kesejahteraan bagi pemangku kepentingan. Beberapa komponen dari tabel Hasil dan Distribusi Nilai Ekonomi Langsung (HADNEL) dapat pula memberikan gambaran tentang profil ekonomi organisasi yang berguna untuk melihat keselarasan dengan dengan indikator kinerja lainnya. Jika disajikan secara lebih terperinci per negara, HADNEL dapat memberikan gambaran yang jelas tentang nilai tambah moneter langsung terhadap perekonomian setempat.

2. Kompilasi

2.1 Penyajian

D

ata HADNEL harus disusun, jika memungkinkan, berdasarkan laporan keuangan yang sudah diaudit, atau laporan manajemen internal. Juga disarankan agar data

nilai ekonomi disajikan berbasis akrual dalam sebuah tabel yang mencakup komponen dasar dari operasi organisasi secara global seperti yang tertera pada tabel di bawah ini. Data dapat juga disajikan dalam basis kas selama dibenarkan dan diungkapkan dalam sebuah tabel yang mencakup komponen-komponen dasar seperti tertera di bawah ini.

Untuk menilai secara lebih baik dampak ekonomi lokal, HADNEL harus disajikan secara terpisah berdasarkan negara, regional atau pasar, jika dipandang cukup signifikan. Organisasi harus mengidentifikasikan, menjelaskan, dan merumuskan kriteria untuk menentukan tingkat signifikansi.

2.2 Panduan Tentang Pos-pos dalam Tabel HADNEL a) Pendapatan:

• Penjualan neto sama dengan penjualan produk dan jasa bruto dikurangi pengembalian (retur), diskon dan pengurangan harga (diskon) • Pendapatan dari investasi finansial

termasuk penerimaan kas atas bunga pinjaman, dividen saham, royalti, dan pendapatan lansung yang dihasilkan dari pengelolaan aset (misalnya penyewaan properti)

• Pendapatan dari penjualan aset yaitu aset berwujud (properti, infrastruktur, peralatan) dan tidak berwujud (hak atas

Komponen Penjelasan

Hasil nilai ekonomi langsung

a) Pendapatan Penjualan bersih ditambah pendapatan dari hasil investasi finansial dan penjualan aset

Distribusi nilai ekonomi

b) Biaya operasi Pembayaran kepada pemasok, investasi non-strategis, royalti, dan pembayaran untuk fasilitas kemudahan (facilitating payments)

c) Gaji dan tunjangan manfaat untuk karyawan, termasuk direksi dan komisaris

Jumlah arus moneter keluar untuk karyawan (pemba-yaran pada periode pelaporan, bukan komitmen ke depan)

d) Pembayaran kepada penyandang dana Semua pembayaran finansial kepada penyandang dana organisasi

e) Pembayaran kepada pemerintah (diperinci per negara

lihat catatan di bawah) Pajak

f) Investasi untuk komunitas Kontribusi dan dana investasi sukarela untuk komuni-tas yang lebih luas (termasuk donasi)

Nilai ekonomi yang ditahan (dihitung dengan cara Hasil

(6)

kekayaan intelektual, disain, nama merk) b) Biaya Operasi

• Pembayaran tunai kepada pihak di luar organ-isasi atas pembelian bahan baku, komponen produk, fasilitas, dan jasa. Pembayaran ini termasuk untuk sewa properti, biaya lisensi, fasilitas kemudahan (yang memenuhi tujuan komersial), royalti, biaya pekerja kontrak, biaya pelatihan karyawan (apabila menggunakan pelatih eksternal), pakaian pelindung karyawan, dan lain-lain

c) Manfaat dan gaji karyawan, termasuk direksi dan komisaris

• Total daftar gaji karyawan serta yang dibayar ke pemerintah atas nama karyawan (seperti PPh dan dana Jamsostek). Pekerja operasional non-karyawan umumnya tidak termasuk dalam kategori ini, namun dimasukkan sebagai biaya jasa dalam kategori Biaya Operasi.

• Total tunjangan manfaat termasuk tunjangan umum (dana pensiun, asuransi, fasilitas kendaraan bermotor, dan kesehatan pribadi) dan tunjangan karyawan lainnya seperti perumahan, pinjaman tanpa bunga, bantuan transportasi umum, hibah pendidikan, dan pembayaran pesangon. Hal ini tidak termasuk biaya pelatihan, biaya peralatan perlindungan, dan biaya lainnya yang terkait dengan fungsi jabatan karyawan

d) Pembayaran terhadap penyandang dana • Dividen kepada pemegang saham • Beban bunga kepada kreditur

• Termasuk beban bunga dari semua jenis hutang dan dividen pemegang saham istimewa (preferensi) yang ditangguhkan e) Pembayaran terhadap pemerintah

• Semua pembayaran pajak (PPh perusahaan, PPN, PBB, dan lain-lain) serta penalti yang dikenakan sesuai dengan ketentuan internasional, nasional, dan lokal. Tidak termasuk dalam kategori ini pajak yang ditunda karena ada kemungkina pajak tersebut tidak dibayar. Organisasi yang beroperasi di beberapa negara menyediakan laporan

f) Investasi komunitas

• Donasi dan dana investasi sukarela untuk komunitas yang lebih luas di mana target penerima manfaat adalah pihak-pihak di luar organisasi Hal ini termasuk kontribusi untuk badan amal, lembaga sosial masyarakat (LSM), dan lembaga riset (tidak terkait dengan aktivitas riset dan pengembangan komersial organisasi), dana untuk mendukung infrastruktur komunitas (misalnya fasilitas rekreasi), dan biaya program sosial (termasuk acara seni dan pendidikan). Perhitungan dana mengacu pada pengeluaran aktual dalam periode laporan, dan karenanya tidak termasuk komitmen.

• Untuk investasi infrastruktur, total investasi harus memasukkan biaya barang dan tenaga kerja. Dalam rangka mendukung program atau fasilitas yang sedang berjalan (misalnya organisasi mendanai operasi harian dari fasilitas publik), investasi yang dilaporkan termasuk biaya operasi.

• Hal ini tidak termasuk aktivitas komersial dan hukum serta tujuan investasi yang semata-mata mempunyai unsur komersial. Donasi kepada partai politik termasuk di dalamnya, tetapi akan disampaikan terpisah secara detail di S06.

• Tidak termasuk investasi infrastruktur yang terjadi akibat kebutuhan bisnis utama (seperti membangun akses jalan ke kantor atau pabrik) atau memberikan fasilitas operasi organisasi. Perhitungan investasi mungkin termasuk infrastruktur yang dibuat di luar aktivitas bisnis utama dari organisasi yang melaporkan, seperti sekolah atau rumah sakit/puskesmas untuk karyawan dan keluarganya.

3. Definisi

Tidak ada.

4. Dokumentasi

Indikator ini memerlukan informasi dari departemen akuntansi, keuangan dan perbendaharaan/treasury.

(7)

EC2

Implikasi finansial dan risiko

lainnya akibat perubahan iklim

serta peluangnya bagi aktivitas

organisasi.

1. Relevansi

Perubahan iklim memberikan kesempatan sekaligus risiko kepada organisasi, investor dan pemangku kepen ingan lainnya. Organisasi mungkin akan menghadapi risiko fisik akibat perubahan pola cuaca dan sistem keikliman. Risiko- risiko ini termasuk pengaruh akibat peningkatan badai dan banjir; perubahan ketinggian aut; suhu lingkungan, dan ketersediaan air; pengaruh terhadap tenaga kerja seperti kesehatan (misal wabah atau penyakit akibat hawa panas); serta kebutuhan untuk melakukan relokasi kegiatan operasi. Ketika pemerintah mulai mengatur aktivitas yang dapat mendorong perubahan iklim, organisasi, yang secara langsung atau tidak langsung bertanggun jawab terhadap pembuangan emisi, menghadapi risiko peraturan yang pada giliranya dapat menyebabkan peningkatan biaya atau faktor lainnya yang memengauhi persaingan. Pembatasan

terhadap emisi gas rumah kaca (greenhouse) dapat men ciptakan kesempatan bagi organisasi-organisasi ketika pasar dan teknologi baru tercipta. Hal ini terutama berlaku bagi organisasi yang dapat menggunakan atau memproduksi energi dan produk energi dengan lebih efisien.

EN16 memperbolehkan pengungkapan jumlah total emisi gas rumah kaca, sedangkan EN18 mengungkapkan total pengurangan yang tercapai dan inisiatif untuk mengurangi emisi yang diproduksi oleh organisasi.

2. Kompilasi

2.1 Melaporkan apakah pimpinan senior organisasi mempertimbangkan perubahan iklim serta kesem-patan dan risiko yang ada terhadap organisasi. 2.2 Melaporkan kesempatan dan risiko akibat

perubah-an iklim yperubah-ang secara potensial berdampak finperubah-ansial terhadap organisasi, termasuk:

• Risiko akibat perubahan fisik terkait perubahan iklim (misalnya perubahan pola cuaca dan sakit akibat hawa panas);

• Risiko regulasi (misalnya biaya pengembangan sistem dan aktivitas dalam rangka memenuhi peraturan baru);

• Kesempatan untuk menyediakan teknologi, produk, dan jasa baru yang memenuhi tantangan terkait perubahan iklim; dan • Potensi keunggulan daya saing yang tercipta

untuk organisasi akibat peraturan atau perubahan teknologi yang berhubungan dengan perubahan iklim

2.3 Melaporkan apakah manajemen telah menghitung untuk organisasi dampak keuangan (misalnya biaya asuransi dan karbon) akibat perubahan iklim. Jika memungkinkan, penghitungan harus bermanfaat. Jika dihitung, ungkapkan dampak finansial serta metode dan alat perhitungan yang dipergunakan.

3. Definisi

Tidak ada.

4. Dokumentasi

Catatan dan notulensi rapat pimpinan senior organisasi, termasuk apabila komite lingkungan mempunyai infor-masi yang dibutuhkan oleh indikator ini.

5. Referensi

(8)

EC3

Cakupan kewajiban organisasi

terhadap program manfaat pasti.

1. Relevansi

Jika organisasi memberikan program pensiun untuk tenaga kerja, manfaat program ini merupakan komitmen organisasi yang terdapat dalam skema perlindungan kesejahteraan ekonomi jangka panjang para

karyawannya. Program manfaat pasti (defined benefit plans) mempunyai implikasi terhadap pemberi kerja berupa kewajiban yang harus dipenuhi. Program lainnya, yakni program iuran pasti (defined contribution plan), tidak menawarkan program pensiun atau manfaat yang berkualitas. Pilihan program mempunyai pengaruh terhadap pemberi kerja dan karyawan. Program pensiun yang baik akan menarik dan mempertahankan karyawan dan mendukung keuangan jangka panjang dan

perencanaan strategis pemberi kerja.

2. Kompilasi

2.1 Identifikasi apakah struktur program pensiun karyawan berdasarkan:

• Program manfaat pasti • Program lainnya

2.2 Untuk program manfaat pasti, identifikasi apakah pendanaan untuk membayar kewajiban pensiun kepada karyawan dari sumber dana organisasi langsung atau dari dana yang dikelola terpisah oleh organisasi lain

2.3 Jika sumber pendanaan dari organisasi sendiri, laporkan nilai estimasi kewajiban

2.4 Apabila dana dikelola terpisah untuk membayar perencanaan utang pensiun, laporkan:

• Skema bagaimana kewajiban yang timbul dilindungi oleh aset yang khusus disisihkan untuk memenuhi kewajiban tersebut • Dasar estimasi

• Kapan estimasi dibuat

2.5 Apabila dana untuk membayar kewajiban pensiun tidak dapat memenuhi tagihan kewajibannya, jelaskan strategi pemberi kerja, jika ada, untuk menutupi kekurangan dana dan jangka waktunya.

2.7 Laporkan tingkat partisipasi program pensiun dini (misal partisipasinya dalam skema wajib atau sukarela, berdasarkan regional atau negara atau berdasarkan dampak keuangan )

2.8 Jurisdikasi yang berbeda (misal negara) menyebabkan bervariasinya interpretasi dan pedoman perhitungan dalam menentukan jaminan. Hitung sesuai peraturan dan metode yang relevan dengan jurisdiksinya, dan laporkan total perhitungan. Teknik konsolidasi yang digunakan harus sama dengan teknik yang digunakan saat mempersiapkan laporan keuangan organisasi. Program manfaat pasti adalah bagian dari International Accounting Standar (IAS) 19.

3. Definisi Jaminan penuh.

Aset program dana pensiun (plan asset) memenuhi atau bahkan melebihi kewajiban program (plan obligation).

4. Dokumentasi

Departemen akuntansi dan keuangan harus mempunyai informasi yang diperlukan oleh indikator ini.

5. Referensi

(9)

EC4

Bantuan keuangan signifikan

dari pemerintah.

1. Indikator

Indikator ini mengukur kontribusi pemerintah setempat kepada organisasi. Perbandingan antara bantuan keuangan signifikan dari pemerintah dengan pajak yang dibayar oleh organisasi berguna untuk menggambarkan tingkat keseimbangan transaksi antara pemerintah dan organisasi tersebut.

2. Kompilasi

2.1 Melaporkan estimasi keseluruhan nilai keuangan berdasarkan basis akrual untuk butir-butir berikut:

• Pembebasan/kredit pajak • Subsidi

• Hibah investasi, hibah riset dan pengemban-gan serta hibah relevan lainnya

• Penghargaan • Royalti • Bantuan keuangan dari Lembaga Kredit Ekspor • Insentif finansial • Manfaat keuangan atau piutang dari pemerin-tah untuk suatu operasi

2.2 Melaporkan apakah pemerintah termasuk dalam struktur pemegang saham

3. Definisi

Bantuan keuangan yang signifikan

Manfaat keuangan langsung dan tidak langsung yang signifikan bukan merupakan transaksi barang dan jasa, tetapi merupakan insentif atau kompensasi untuk suatu aktivitas, biaya aset, atau beban yang terjadi. Penyedia bantuan keuangan tidak mengharapkan retur keuangan

secara langsung dari bantuan yang ditawarkan.

4. Dokumentasi

Akuntan mungkin memasukkan butir-butir IAS 20 secara individual, dan tidak dilakukan konsolidasi seperti dipersyaratkan dalam indikator ini.

5. Referensi

• International Accounting Standard (IAS) AS 20 mengenai Accounting for Government Grants and Disclosure of Government Assistance

(10)

EC5

Rentang rasio standar upah

terendah dibandingkan dengan

upah minimum setempat pada

daerah operasi utama.

1. Relevansi

Memberikan kesejahteraan secara ekonomi merupakan salah satu cara organisasi melakukan investasi terhadap karyawannya. Indikator ini memperlihatkan bagaimana organisasi memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan di daerah operasi utama. Indikator ini menunjukkan seberapa kompetitif tingkat upah organisasi. Disamping itu, indikator dimaksud bisa memberikan informasi yang relevan untuk menilai pengaruh upah terhadap pasar tenaga kerja lokal. Penawaran gaji di atas upah minimum lokal merupakan salah salah satu cara untuk membangun hubungan komunitas yang kuat, menciptakan loyalitas karyawan, serta memperkuat pengakuan sosial atas operasi organisasi (social license to operate). Indikator ini sangat relevan untuk menunjukkan bagaimana organisasi memberikan kompensasi kepada sebagian besar tenaga kerjanya dengan cara atau skala yang diatur dalam undang-undang atau peraturan upah minimum.

2. Kompilasi

2.1 Identifikasi apakah kompensasi dari sebagian besar tenaga kerja telah sesuai dengan aturan upah mini-mum

2.2 Dalam persentase, bandingkan upah minimum lokal dengan laporan gaji tingkat entri (pemula) pada daerah operasi utama

2.3 Identifikasi variasi rasio yang terjadi antar daerah operasi utama

2.4 Melaporkan distribusi rasio upah tingkat entri den-gan upah minimum

2.5 Melaporkan definisi ”lokasi yang signifikan” yang dipergunakan

2.6 Untuk organisasi yang menawarkan gaji pegawai tetap, gaji harus dikonversikan estimasi per jam 2.7 Indikasi apakah upah minimum lokal tidak tersedia

di suatu daerah atau bervariasi antar daerah operasi utama. Dalam situasi dimana organisasi dapat menerapkan tingkat upah minimum yang berbeda sebagai referensi, maka harus dijelaskan tingkat upah minimum mana yang dipergunakan

3. Definisi Upah minimum lokal

Tingkat upah minimum karyawan yang terkait dengan kompensasi per jam atau unit waktu lainnya sebagaiman dipersyaratkan oleh undang-undang. Karena setiap negara mempunyai berbagai jenis upah minimum (misalnya ber dasarkan provinsi, regional, kota atau berdasarkan kategori kepegawaian), harus didapatkan upah minimum yang dipergunakan.

Upah tingkat entri

Upah tingkat entri adalah upah penuh waktu yang dita warkan kepada pegawai pada kategori karyawan yang teren dah. Honor magang atau temporer tidak termasuk dalam pertimbangan.

4. Dokumentasi

Sumber informasi potensial dapat diperoleh dari de-partemen yang membayar gaji, keuangan, bendahara, atau departemen akuntansi. Berbagai peraturan instansi pemerintah setempat mungkin menyediakan informasi untuk indikator ini.

5. Referensi

(11)

EC6

Kebijakan, praktek, dan proporsi

pengeluaran untuk pemasok lokal

pada daerah operasi utama.

1. Relevansi

Organisasi dapat memengaruhi perekonomian lokal lebih dari sekedar penyediaan pasar tenaga kerja dan pembayaran upah dan pajak. Melalui dukungan terhadap bisnis lokal dalam jaringan pengadaan (supply chain), maka organisasi secara tidak langsung dapat mendorong tambahan investasi pada perekonomian lokal.

Organisasi dapat memperoleh atau mempertahankan pengakuan sosial atas operasi organisasi (social license to operate) dengan memberikan pengaruh positif terhadap ekonomi lokal. Pasokan lokal merupakan strategi organisasi untuk menjamin persediaan, mendukung perekonomian lokal yang stabil, serta memberi bukti atas proses yang lebih efisien dalam situasi terpencil. Proporsi pengeluaran lokal dapat memberikan kontribusi pada kemajuan perekonomian setempat serta mempertahankan hubungan dengan komunitas. Meskipun demikian, pengaruh keseluruhan sumber lokal akan\ tergantung pada keberlanjutan pemasok dalam jangka panjang.

2. Kompilasi

2.1 Melaporkan definisi ”lokal” secara geografis 2.2 Untuk perhitungan, persentase pengeluaran harus

berdasarkan faktur atau komitmen yang dibuat sepanjang periode pelaporan (yaitu akuntansi akrual).

2.3 Melaporkan apakah organisasi mempunyai kebijaksanaan atau praktek umum dalam

menentukan pemasok lokal baik secara keseluruhan organisasi atau lokasi tertentu

2.4 Jika begitu, uraikan presentase anggaran pengadaan untuk daerah operasi utama yaitu pengeluaran pada pemasok lokal tempat operasi (misalnya persentase pembelian lokal atas barang dan persediaan). Pembelian lokal dapat dilakukan baik dari anggaran yang disiapkan untuk lokasi beroperasi atau melalui kantor pusat organisasi 2.5 Tunjukkan faktor-faktor yang mempengaruhi

pemilihan pemasok (misal, biaya, lingkungan, kinerja sosial) selain penentuan lokasi geografis.

3. Definisi Pemasok lokal

Penyedia bahan baku, produk, dan jasa yang mempunyai pasar geografis yang sama dengan organisasi (yaitu tidak ada pembayaran lintas nasional kepada pemasok). Definisi

geografis mengenai ”lokal” mungkin bervariasi karena ”lokal” dapat berarti kabupaten, kota, provinsi, wilayah dalam suatu negara, negara.

4. Dokumentasi

Tidak ada.

5. Referensi

(12)

EC7

Prosedur penerimaan pegawai

lokal dan proporsi manajemen

senior yang direkrut secara lokal

dan dipekerjakan di daerah operasi

utama.

1. Relevansi

Pemilihan staf dan manajemen senior berdasarkan berbagai pertimbangan. Menjamin terdapatnya penduduk lokal dalam posisi manajemen senior akan bermanfaat bagi komunitas lokal dan akan meningkatkan kemampuan organisasi dalam memahami kebutuhan lokal.

Keanekaragaman tim manajemen dan terlibatnya anggota dari komunitas setempat akan dapat meningkatkan keahlian dan keterampilan pegawai, memberikan manfaat terhadap komunitas setempat, meningkatkan kemampuan organisasi untuk memahami kebutuhan lokal.

2. Kompilasi

2.1 Melaporkan apakah organisasi mempunyai kebijakan global atau praktek umum untuk menjamin penerimaan pegawai dari penduduk lokal di daerah operasi utama

2.2 Jika begitu, laporkan proporsi manajemen senior dari komunitas lokal di daerah lokasi utama. Gunakan data karyawan purnawaktu untuk menghitung persentase ini

2.3 Laporkan penggunaan definisi ”manajemen senior”

3. Definisi

Lokal

Lokal berhubungan dengan individu yang lahir atau warga yang mempunyai hak untuk tinggal selamanya (mempunyai kartu tanda pengenal atau pemegang visa permanen) di lokasi yang sama dengan pasar geografis tempat organisasi beroperasi. Organisasi dapat memilih definisi lokal sendiri karena dalam beberapa kasus, kota, provinsi, regional bahkan negara kecil dapat

ditentukan sebagai lokal. Meskipun demikian, definisi tersebut harus diungkapkan secara jelas.

4. Dokumentasi

Departemen sumber daya manusia atau bagian

personalia harus mempunyai informasi yang dibutuhkan oleh indikator ini.

5. Referensi

(13)

EC8

Pengembangan dan dampak

jasa dan investasi infrastruktur

untuk kepentingan publik melalui

perikatan komersial, natura, atau pro

bono

1. Relevansi

Selain menghasilkan dan mendistribusikan nilai ekonomi, organisasi dapat mempengaruhi perekonomian melalui investasi dalam infrastruktur. Pengaruh investasi infrastruktur dapat lebih luas dari jangkauan operasi bisnis dan dinikmati dalam periode panjang. Hal ini dapat berupa jaringan transportasi, pengadaan utilitas, fasilitas sosial dan umum, gelanggang olahraga, pusat kesehatan dan kesejahteraan, dan lain-lain. Bersama investasi di operasi sendiri, hal ini merupakan satu alat ukur kontribusi modal organisasi terhadap perekonomian.

2. Kompilasi

2.1 Jelaskan cakupan pembangunan (misalnya ukuran, biaya, jangka waktu) dari sokongan dan investasi serta pengaruh (positif atau negatif) terkini atau ekspektasi terhadap komunitas dan perekonomian lokal. Tunjukkan apakah investasi dan jasa merupakan perjanjian komersial, natura, atau pro bono.

2.2 Laporkan apakah organisasi melakukan penilaian kebutuhan komunitas untuk menentukan

infrastruktur dan jasa lainnya yang dibutuhkan. Jika begitu, jelaskan secara ringkas hasil penilaian.

3. Definisi Infrastruktur

Pembangunan fasilitas (misalnya fasilitas pasokan air, jalan, sekolah, atau pusat kesehatan masyarakat) terutama untuk menyediakan barang atau jasa terlebih untuk tujuan publik dari pada untuk tujuan komersial, di mana organisasi tidak mengejar keuntungan ekonomi langsung.

Jasa yang ditanggung

Menyediakan kepentingan publik baik melalui

pembayaran langsung biaya operasi atau memanfaatkan karyawanan organisasi dalam memberikan bantuan fasilitas/jasa. Manfaat publik dapat juga termasuk jasa publik.

4. Dokumentasi

Departemen akuntansi, bendahara, atau keuangan mempunyai informasi yang dibutuhkan oleh indikator ini.

5. Referensi

(14)

EC9

Pemahaman dan penjelasan

dampak ekonomi tidak langsung

yang signifikan, termasuk tingkatan

dampaknya

1. Relevansi

Dalam konteks pembangunan berkelanjutan, dampak ekonomi tidak langsung mempunyai pengaruh ekonomi terhadap organisasi. Mengingat dampak ekonomi langsung dan pengaruh pasar cenderung fokus pada konsekuensi langsung suatu aliran moneter ke pemangku kepentingan, dampak ekonomi tidak langsung merupakan dampak tambahan yang timbul akibat sirkulasi uang dalam perekonomian.

Dampak ekonomi langsung diukur berdasarkan nilai transaksi antara organisasi dan pemangku kepentingannya, sedangkan dampak ekonomi tidak langsung adakalanya merupakan hasil dari transaksi nonmoneter. Dampak tidak langsung merupakan aspek penting akibat peranan organisasi sebagai agen perubahan sosioekonomi terutama dalam perekonomian yang sedang berkembang. Dampak tidak langsung penting untuk menilai dan memberikan pelaporan atas perekonomian regional dan komunitas lokal.

Untuk kepentingan manajemen, dampak ekonomi tidak langsung merupakan indikasi penting untuk memahami risiko reputasi yang bisa terjadi atau untuk memberi kesempatan dalam mengembangkan akses pasar atau pengakuan sosial.

2. Kompilasi

2.1 Jelaskan tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk memahami dampak ekonomi tidak langsung pada tingkat lokal, regional, dan internasional 2.2 Laporkan contoh-contoh dampak ekonomi tidak

langsung baik positif ataupun negatif, seperti: • Perubahan produktivitas organisasi, sektoral,

atau seluruh perekonomian (misalnya melalui peningkatan adopsi dan distribusi teknologi informasi)

• Pembangunan ekonomi pada suatu lokasi miskin (misalnya jumlah dependen yang disokong dengan satu penghasilan kerja) • Dampak ekonomi atas peningkatan atau

perusakan kondisi lingkungan dan sosial

• Tersedianya produk dan jasa bagi penduduk yang berpendapatan rendah ( misalnya obat murah/generik untuk menciptakan komunitas yang sehat sehingga mereka dapat berpartipasi dalam perekonomian; struktur harga yang melebihi kemampuan ekonomi bagi yang berpendapatan rendah)

• Meningkatkan pengetahuan dan keahlian di antara komunitas profesional atau dalam suatu wilayah geografis (misalnya kebutuhan basis pemasok menciptakan daya tarik perusahaan untuk pekerja ahli yang selanjutnya dapat menciptakan institusi belajar yang baru) • Dukungan terhadap pekerjaan pada rantai

pemasok dan rantai distribusi (misal penilaian atas pengaruh pertumbuhan atau kontraksi organisasi terhadap pemasoknya)

• Merangsang, memberdayakan, atau

membatasi penanaman modal asing langsung (misalnya ekspansi atau penutupan jasa infrastruktur di negara berkembang akan menyebabkan peningkatan atau pengurangan penanaman modal asing)

• Dampak ekonomi atas perubahan lokasi beroperasi atau beraktivitas (misalnya menggunakan tenaga kerja kontrakan dari lokasi luar negeri); dan

• Dampak ekonomi dari penggunaan produk dan jasa (misal hubungan antara pola pertumbuhan ekonomi dan penggunaan produk dan jasa tertentu)

2.3 Melaporkan dampak yang signifikan dalam konteks patok banding eksternal dan prioritas pemangku kepentingan seperti standar internasional dan nasional, protokol, dan agenda kebijaksanaan.

3. Definisi

Dampak ekonomi tidak langsung

Konsekuensi tambahan dari dampak langsung atas transaksi keuangan dan aliran uang antara organisasi dan pemangku kepentingannya.

Dampak ekonomi

Perubahan dalam potensi produktif perekonomian yang mempunyai pengaruh terhadap kesejahteraan

(15)

4. Dokumentasi

Tidak ada.

5. Referensi

(16)

IP

Set Protokol Indikator

Lingkungan (EN)

(17)

INDIKATOR KINERJA

LINGKUNGAN

Aspek: Material

E

N1 Penggunaan Bahan; diperinci berdasarkan berat atau volume

EN2 Persentase Penggunaan Bahan Daur Ulang

Aspek: Energi

EN3 Penggunaan Energi Langsung dari Sumberdaya Energi Primer EN4 Pemakaian Energi Tidak Langsung

berdasarkan Sumber Primer

EN5 Penghematan Energi melalui Konservasi dan Peningkatan Efisiensi

EN6 Inisiatif untuk mendapatkan produk dan jasa berbasis energi efisien atau energi yang dapat diperbarui, serta pengurangan persyaratan kebutuhan energi sebagai akibat dari inisiatif tersebut.

EN7 Inisiatif untuk mengurangi konsumsi energi tidak langsung dan pengurangan yang dicapai

Aspek: Air

EN8 Total pengambilan air per sumber EN9 Sumber air yang terpengaruh secara

signifikan akibat pengambilan air EN10 Persentase dan total volume air yang

digunakan kembali dan didaur ulang

Aspek Biodiversitas

(Keanekaragaman Hayati)

EN11 Lokasi dan Ukuran Tanah yang dimiliki, disewa, dikelola oleh organisasi pelapor yang berlokasi di dalam, atau yang berdekatan dengan daerah yang diproteksi (dilindungi?) atau daerah-daerah yang memiliki nilai keanekaragaman hayati yang tinggi di luar daerah yang diproteksi

EN12 KL12 Uraian atas berbagai dampak signifikan yang diakibatkan oleh aktivitas, produk, dan jasa organisasi pelapor terhadap keanekaragaman hayati di daerah yang diproteksi (dilindungi) dan di daerah yang memiliki keanekaragaman hayati bernilai tinggi di luar daerah yang diproteksi (dilindungi)

EN13 Perlindungan dan Pemulihan Habitat EN14 Strategi, tindakan, dan rencana mendatang

untuk mengelola dampak terhadap keanekaragaman hayati

EN15 Jumlah spesies berdasarkan tingkat risiko kepunahan yang masuk dalam Daftar Merah IUCN (IUCN Red List Species) dan yang masuk dalam

daftar konservasi nasional dengan habitat di daerah-daerah yang terkena dampak operasi

Aspek: Emisi, Efluen dan Limbah

EN16 Jumlah emisi gas rumah kaca yang sifatnya langsung maupun tidak langsung dirinci berdasarkan berat

EN17 Emisi gas rumah kaca tidak langsung lainnya diperinci berdasarkan berat

EN18 Inisiatif untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan pencapaiannya

EN19 Emisi bahan kimia yang merusak lapisan ozon (ozone-depleting substances/ODS) diperinci berdasarkan berat

EN20 NOx, SOx dan emisi udara signifikan lainnya yang diperinci berdasarkan jenis dan berat EN21 Jumlah buangan air menurut kualitas dan

tujuan

EN22 Jumlah berat limbah menurut jenis dan metode pembuangan.

EN23 Jumlah dan volume tumpahan yang signifikan.

EN24 Berat limbah yang diangkut, diimpor, diekspor, atau diolah yang dianggap berbahaya menurut Lampiran Konvensi Basel I, II, III dan VIII, dan persentase limbah yang diangkut secara internasional.

CO RE CO RE CO RE ADD ADD ADD CO RE ADD ADD CO RE CO RE ADD ADD CO RE CO RE ADD CO RE ADD CO RE CO RE CO RE CO RE CO RE ADD

(18)

EN25 Identitas, ukuran, status proteksi dan nilai

keanekaragaman hayati badan air serta

habitat terkait yang secara signifikan

dipengaruhi oleh pembuangan dan

limpasan air organisasi pelapor.

Aspek: Produk dan Jasa

EN26 Inisiatif untuk mengurangi dampak lingkungan produk dan jasa dan sejauh mana dampak pengurangan tersebut. EN27 Persentase produk terjual dan bahan

kemasannya yang ditarik menurut kategori.

Aspek: Kepatuhan

EN28 Nilai Moneter Denda yang signifikan dan jumlah sanksi nonmoneter atas pelanggaran terhadap hukum dan regulasi lingkungan.

Aspek: Pengangkutan/Transportasi

EN29 Dampak lingkungan yang signifikan akibat pemindahan produk dan barang-barang lain serta material yang digunakan untuk operasi perusahaan, dan tenaga kerja yang memindahkan.

Aspek: Menyeluruh

EN30 Jumlah pengeluaran untuk proteksi dan investasi lingkungan menurut jenis.

CO RE CO RE ADD ADD CO RE ADD

(19)

Relevansi

Aspek dalam Indikator Lingkungan distruktur untuk mencerminkan input, output dan metode pengaruh organisasi terhadap lingkungan. Energi, air dan bahan yang diperkenalkan dalam tiga jenis input standar yang digunakan oleh kebanyakan organisasi. Input ini menunjukkan output dari kepentingan lingkungan, yang ditangkap oleh Aspek dari Emisi, Efluen dan Limbah. Keanekaragaman Hayati juga berhubungan dengan konsep dari input dimana itu dapat dilihat sebagai sumber alam. Namun keanekaragaman hayati dapat juga berpengaruh langsung sebagai output oleh limbah.

Aspek dari Transpor dan Produk dan Jasa menunjukkan area dimana organisasi dapat mempengaruhi

lingkungan, namun sering melalui pihak yang lain seperti pelanggan atau supplier dari jasa logistik. Compilasi dan Aspek Keseluruhan mempunyai ukuran spesifik mengenai organisasi yang mengelola kinerja lingkungan.

Aspek dari Energi, Air, Emisi, dan Keanekaragaman Hayati mempunyai beberapa indicator dimana hubungannya akan dijelaskan seperti dibawah ini.

Aspek Energi

Indikator Energi meliputi lima area penting dari penggunaan energy suatu organisasi, dimana termasuk energi langsung dan tidak langsung. Energi langsung adalah energi yang digunakan oleh organisasi dan produknya serta jasanya. Penggunaan energi tidak langsung adalah energi yang digunakan oleh yang lain yang melayani organisasi. 5 area yang berbeda dari penggunaan energy harus dilaporkan sebagai berikut: • Dalam EN3, konsumsi energi langsung dari

organisasi yang melaporkan dapat dilaporkan, termasuk energi yang dibangkitkan di tempat (sebagai contoh, melalui pembakaran gas). • EN4 memberikan informasi dari konsumsi energy

yang dibutuhkan untuk memproduksi energi yang dibeli diluar seperti listrik.

• EN5 menanyakan energi yang diselamatkan melalui konservasi dan perbaikan efisiensi.

• EN6 menjelaskan pengembangan produk dan jasa yang energi efisien.

• Dan pada akhirnya EN7 meliputi konsumsi energy tidak langsung dari aktivitas pelaporan organisasi. Pengukuran dari konsumsi energi berhubungan dengan emisi gas rumah kaca dan climate change. Pembakaran

bahan bakar fosil untuk membangkitkan energy menimbulkan emisi karbon dioksida (gas rumah kaca). Untuk mencapai tujuan yang dirumuskan dalam Kyoto Protocol dan untuk mengurangi risiko dari climate change, permintaan energy untuk diturunkan (diukur dalam EN5 dan EN6) dan mengganti sumber bahan bakar fosil dengan yang dapat diperbaharukan (diukur dalam EN3 dan EN4). Dengan tambahan mengurangi penggunaan konsumsi langsung energy, merancang produk dan jasa yang energi efisien (EN6) dan mengurangi penggunaan energi tidak langsung (EN7) (sebagai contoh; pemilihan bahan baku yang rendah energy atay penggunaan jasa seperti perjalanan) merupakan strategi penting.

Aspek Emisi

Aspek emisi, efluen dan limbah meliputi Indikator yang mengukur pengeluaran standar terhadap lingkungan yang dipertimbangkan sebagai polutan. Indikator ini termasuk berbagai jenis polutan (contoh: emisi udara, efluen, dan limbah padat) dan yang dikenal dalam kerangka aturan (EN20-EN23, EN24). Sebagai tambahan, ada indicator untuk dua jenis emisi yang harus mengikuti konvensi internasional mengenai gas rumah kaca (EN16 dan EN17) dan bahan yang dapat merusak ozon (EN19). EN16 dapat dihitung dengan data yang dilaporkan dibawah EN3 dan EN4. EN18 menjelaskan pengurangan emisi yang dicapai dan inisiatif untuk mengurangi emisi.

Definisi

Energi Langsung

Bentuk dari energy yang masuk kedalam batas operasional organisasi pelapor. Dapat dikonsumsi langsung oleh organisasi didalam batas-batasnya, atau dapat diekspor ke pengguna lainnya. Energi langsung dapat tampil sebagai yang utama (contohnya, gas alam untuk pemanasan) atau perantara (contohnya: listrik untuk penerangan). Dapat dibeli, diekstrak (contohnya, batubara, gas alam, minyak), dipanen (contohnya, energi biomass), dikumpulkan (contohnya, tenaga surya, angin), atau ditampilkan dalam batas organisasi pelapor dengan cara yang lain.

Emisi Rumah Kaca

(Greenhouse Gas Emissions – GHG)

Enam emisi rumah kaca utama adalah: • Karbon Dioksida (CO2)

(20)

• Nitro Oksida (N2O) • Hydrofluorocarbon (HFC – sekumpulan kompon tertentu) • Perfluorocarbon (PFC – sekumpulan kompon tertentu) • Sulphur Heksafluorida (SF6)

Energi tidak langsung

Energi yang diproduksi diluar batas organisasi dari organisasi pelapor yang dipergunakan untuk suplai energi kepada kebutuhan energi perantara (contohnya, listrik atau pemanas dan pendingin). Contoh paling umum adalah penggunaan bahan bakar minyak (BBM) diluar batas organisasi pelapor untuk membangkitkan listrik yang dipergunakan didalam batas organisasi.

Energi perantara

Bentuk dari energi yang diproduksi yang merubah (konversi) energi utama dalam bentuk yang lain. Untuk kebanyakan organisasi listrik merupakan bentuk paling penting dari energi perantara. Untuk sedikit organisasi kemungkinan bentuk produk energi perantara yang lain dapat berlaku penting, seperti uap atau air yang disalurkan oleh pembangkit panas distrik atau pembangkit air dingin, atau bahan bakar yang diolah seperti bahan bakar sintetikm biofuel dll.

Sumber Utama

Bentuk utama dari konsumsi energi untuk memenuhi kebutuhan energi dari organisasi pelapor. Energi ini dipergunakan untuk memberikan jasa akhir energy (contohnya, pemanasan ruangan, transport) atau memproduksi bentuk perantara dari energi.seperti listrik dan panas. Contoh dari energi langsung termasuk sumber yang tidak terbaharui seperti batubara, gas alam, minyak, dan energi nuklir. Dan itu juga termasuk sumber yang diperbaharukan seperti biomass, tenaga surya, angin, panas bumi, dan hidro energi. Energi utama yang mungkin dikonsumsi di tempat (contohnya, gas alam untuk memanaskan gedung organisasi pelapor) atau off-site (contohnya, gas alam yang dikonsumsi oleh pembangkit listrik yang memberikan listrik kepada fasilitas organisasi pelapor).

Energi yang diperbaharui

Energi yang diperbaharui dikeluarkan dari proses alam yang diambil secara terus-menerus. Ini termasuk listrik dan panas yang dibangkitkan oleh tenaga surya, angin,

(21)

EN1

Penggunaan Bahan; diperinci

berdasarkan bobot atau volume

1. Relevansi

Indikator ini menggambarkan kontribusi organisasi terhadap konservasi sumber daya global serta upaya untuk menekan intensitas penggunaan bahan dan peningkatan efisiensi ekonomi. Hal ini sejalan dengan sasaran OECD dan strategi keberlanjutan nasional di berbagai negara. Bagi para manajer internal dan pihak lainnya yang berkepentingan di bidang keuangan suatu organisasi, pemakaian bahan berhubungan secara langsung dengan keseluruhan biaya operasi. Pencatatan pemakaian bahan, baik per produk maupun per kelompok produk, secara internal akan memudahkan pemantauan efisiensi penggunaan bahan dan aliran biayanya.

2. Kompilasi

2.1 Dapatkan jumlah pemakaian bahan, baik yang dibeli maupun yang berasal dari sumber internal (produksi atau hasil tambang sendiri). Bahan yang dimaksud di sini adalah:

• Bahan baku (misalnya sumber daya alam yang digunakan untuk diubah menjadi produk seperti bijih logam, mineral, kayu dan sebagainya)

• Bahan pembantu (misalnya bahan yang dibutuhkan dalam proses manufaktur yang bukan merupakan bagian dari produk akhir seperti pelumas yang digunakan untuk mesin-mesin pabrik )

• Barang setengah jadi, termasuk segala bentuk bahan dan komponen di luar bahan baku yang merupakan bagian produk akhir

• Bahan yang digunakan untuk kemasan 2.2 Identifikasikan sumber daya tak terbarukan dan

ba-han langsung yang digunakan. Konversikan semua ukuran menjadi estimasi berat dan volume, dengan penekanan pada berat kotor dibandingkan dengan berat kering/bersih.

2.3 Laporkan Jumlah Berat dan Volume :

• Penggunaan bahan yang tak terbarukan • Penggunaan bahan langsung

3. Definisi Bahan Langsung

Bahan yang digunakan dalam produk akhir

Bahan Yang Tak Terbarukan

Sumber daya yang tidak dapat diperbaharui dalam jangka pendek, seperti mineral, logam, minyak dan gas bumi, batubara dan lain-lain.

4. Dokumentasi

Sumber informasi potensial mencakup sistem

akuntansi dan penagihan, serta bagian pengadaan atau manajemen pasokan (supply management).

5. Referensi

• OECD, Recommendation of the Council on Material Flows and Resouce Productivity, 2004.

(22)

EN2

Persentase Penggunaan Bahan

Daur Ulang

1. Relevansi

Indikator ini dimaksudkan untuk mengidentifikasi kemampuan organisasi dalam menggunakan bahan– bahan yang berasal dari daur ulang. Penggunaan bahan– bahan tersebut akan mengakibatkan berkurangnya permintaan akan bahan dasar serta memberikan kontribusi untuk konservasi sumber daya global. Bagi para manajer dan pihak–pihak lain yang berkepentingan atas laporan kondisi keuangan organisasi, penggantian penggunaan bahan ke daur ulang dapat menekan biaya keseluruhan operasi.

2. Kompilasi

2.1 Dapatkan berat atau volume total bahan-bahan yang digunakan seperti pada laporanEN1 2.2 Dapatkan berat atau volume total

bahan-bahan masukan yang didaur ulang. Perkiraan kebutuhannya menggunakan metode perkiraan atau estimasi

2.3 Laporkan persentase bahan-bahan yang didaur ulang dengan menggunakan rumus :

EN2 = Total Penggunaan Bahan Daur Ulang x 100 Total Bahan Yang Digunakan

3. Definisi

Bahan-bahan Daur Ulang

Bahan-bahan yang menggantikan bahan asal/murni (virgin) yang dibeli atau diperoleh dari sumber luar atau dari dalam, bukan produk sampingan dan bukan produk akhir seperti yang sampaikan dalam laporan organisasi

4. Dokumentasi

Sumber informasi penting diperoleh dari tagihan dan sistem akutansi, departemen yang mengelola persediaan, rekaman produksi dan limbah.

5. Referensi

• OECD Working Group on Waste Prevention and Recycling

(23)

EN3

Penggunaan Energi Langsung

dari Sumber Daya Energi Primer

1. Relevansi

Kemampuan organisasi dalam menggunakan energi secara efisien diungkapkan melalui perhitungan energi yang dikonsumsi. Konsumsi energi berdampak langsung terhadap biaya operasional dan mempunyai eksposur terhadap naik turunnya pasokan energi dan tingkat harga. Dampak organisasi terhadap lingkungan sebagian dipengaruhi oleh pilihannya atas sumber daya energi . Perubahan keseimbangan sumber daya energi memberikan petunjuk tentang usaha organisasi dalam menekan dampak lingkungan.

Informasi tentang penggunaan sumber daya energi primer bisa membantu penilaian bagaimana organisasi dapat dipengaruhi dengan dihasilkannya peraturan lingkungan seperti Protokol Kyoto. Penggunaan bahan bakar fosil merupakan sumber utama terjadinya emisi gas rumah kaca, dan penggunaan energi terkait langsung dengan terbentuknya emisi gas rumah kaca. Penggantian sumber daya energi bahan bakar fosil dengan sumber daya terbarukan merupakan langkah penting untuk menghambat perubahan iklim dan dampak lingkungan lainnya akibat kegiatan ekstraksi dan pengolahan yang menggunakan energi. Dukungan terhadap penggunaan sumber daya terbarukan dan teknologi energi yang efisien juga akan mengurangi ketergantungan organisasi saat ini dan saat mendatang atas sumber daya tak terbarukan, yang pada gilirannya sangat potensial untuk menghasilkan penghematan baik dari sisi harga maupun penyediaannya. Indikator ini merupakan ukuran terhadap tingkat konsumsi energi primer oleh organisasi. Indikator ini tercakup dalam ruang lingkup 1 pada WRI/WBCSD GHG Protocol. Indikator EN 4 mengukur tingkat konsumsi sumber daya energi primer organisasi dalam menghasilkan energi lanjutan (intermediate energy) seperti listrik, pemanasan dan pendinginan, dan sebagainya.

2. Kompilasi

2.1 Sumber Daya Energi Yang Dibeli Langsung Dapatkan informasi tentang sumber daya energi primer yang dibeli oleh organisasi untuk memenuhi kebutuhan sendiri. Termasuk di dalamnya :

• Sumber Daya Energi Tak Terbarukan : • Batubara

• Gas Alam

• Bahan bakar hasil distilasi minyak mentah, termasuk gasolin, diesel, gas petroleum cair (liquified petroleum gas/ LPG), gas alam tekan (compressed natural gas/CNG), gas alam cair, butana, prophana, ethana, dan sebagainya.

Sumber Daya Energi Terbarukan • Biofuel

• Ethanol • Hidrogen

Catatan : Biomassa tidak termasuk sumber daya energi terbarukan berdasarkan laporan WRI/ WBCSD GHG Protocol, dan emisi CO2 langsung dari pembakaran biomassa dapat dilaporkan secara terpisah

2.2 Sumber Daya Energi Yang Diproduksi Langsung Dapatkan informasi tentang besarnya energi primer yang didapatkan organisasi melalui kegiatan produksi, pengolahan, pengumpulan, atau konversi bentuk energi lainnya dalam satuan Joule atau kelipatannya. Bisa dimasukkan dalam kategori ini sumber energi yang diuraikan pada butir 2.1 2.3 Sumber Daya Energi Yang Dijual Langsung

Dapatkan informasi tentang besarnya energi primer yang dikirim keluar (diekspor) organisasi diperinci dalam satuan Joule atau kelipatannya

2.4 Menghitung total konsumsi energi dalam satuan joule atau kelipatannya seperti gigajoules (1 bilion joules atau 109 joules) dengan menggunakan perhitungan sebagai berikut:

Total pemakaian energi = Energi primer yang dibeli langsung + Energi primer yang diproduksi langsung - Energi primer yang dijual langsung. Tabel berikut konversi volume sumber daya primer

(24)

2.5 Laporkan total konsumsi energi langsung dalam satuan joule atau kelipatannya diperinci berdasarkan sumber daya energi primer terbarukan. 2.6 Laporkan total konsumsi energi langsung

dalam satuan joule atau kelipatannya diperinci berdasarkan sumber daya energi primer tak terbarukan.

3. Definisi

Sumber Daya Terbarukan

Sumber daya yang bisa digantikan dalam jangka waktu pendek melalui siklus ekologi (berbeda dengan sumber daya seperti mineral, logam, minyak, gas, batubara yang tidak dapat diperbaharui dalam jangka waktu pendek).

4. Dokumentasi

Informasi dapat diperoleh dari faktur , perhitungan atau pengukuran bahan bakar, estimasi, dan sebagainya. Hitungan dalam satuan joule dapat diambil langsung atau dikonversi dari faktur atau catatan penyerahan barang. Informasi mengenai gabungan sumber daya energi primer yang digunakan untuk menghasilkan energi lanjutan (intermediate energy) dapat diperoleh dari pemasok.

5. Referensi

• The Greenhouse Gas Protocol ( GHG ) Initiative – A Corporate Accounting and Reporiting Standard

Batubara GJ Minyak

Mentah GJ Gasoline GJ Gas Alam GJ Kelistrikan GJ

Metrik Ton 26.00 Barel 6,22 Galon 0,125 Therm 0,1055 Kilowatt -

Hour

0,0036 Ton

( short ) 23,59 MetrikTon 44,8 MetrikTon 44,8 1000Kaki

Kubik

1,1046 Megawatt -

Hour 3,6

Ton

( long ) 26,42 Ton( short ) 40,64 Diesel 1000Meter

Kubik 39,01 Gigawatt – Hour 3600 Ton ( long ) 45,52 Galon 0,138 MMBtu 1,055 Metrik Ton 43,33 Minyak Bakar Galon 0,144 Metrik Ton 40,19

(25)

EN4

Pemakaian Energi Tidak

Langsung berdasarkan Sumber

Primer

1. Relevansi

Jumlah sumber energi primer yang dikonsumsi oleh organisasi secara tidak langsung melalui penggunaan listrik, panas, dan uap, memberi petunjuk adanya usaha organisasi untuk mengelola dampak lingkungan serta mengurangi kontribusi organisasi terhadap perubahan iklim. Efek terhadap perubahan iklim sebagai akibat dari penggunaan energi tidak langsung tergantung pada tipe atau jenis energi primer yang digunakan dalam menghasilkan energi lanjutan (intermediate energy ) Energi lanjutan (intermediate energy) mengacu pada bentuk energi yang merupakan hasil konversi energi primer menjadi bentuk energi lain. Bagi kebanyakan organisasi, listrik adalah energi lanjutan yang paling banyak digunakan. Sedangkan dalam jumlah terbatas, produk energi lanjutan lainnya juga penting seperti uap atau air yang digunakan untuk pemanasan dan bahan bakar hasil penyulingan seperti bahan bakar sintetik, biofuel, dan sebagainya.

Indikator ini mengukur kebutuhan energi untuk memproduksi dan menghasilkan listrik dan produk energi lanjutan lainnya (seperti untuk pemanasan) yang terkait secara langsung dengan konsumsi energi organisasi. Informasi ini juga secara tidak langsung dapat digunakan untuk menghitung emisi gas rumah kaca. Hal ini tercakup dalam ruang lingkup 2 dari WRI/WBCSD HG Protocol.

2. Kompilasi

2.1 Dapatkan informasi besarnya energi lanjutan (intermediate energy) yang dibeli dan dipakai oleh organisasi dari sumber eksternal dalam satuan joule atau kelipatannya seperti gigajoule (1 bilion joule, atau 109 joule). Termasuk di dalamnya:

Energi lanjutan (intermediated energy) yang dibeli dan dikonsumsi dari sumber daya energi tak terbarukan seperti yang tercantum pada EN 3, termasuk: • Kelistrikan • Pemanasan dan pendinginan • Uap • Energi nuklir • Bentuk lain energi yang berasal dari luar

Energi lanjutan (intermediated energy) yang dibeli dan dikonsumsi dari sumber daya terbarukan, termasuk: • Energi surya • Angin • Geotermal • Energi air • Biomassa • Hidrogen

2.2 Dapatkan jumlah bahan bakar primer yang dikonsumsi untuk menghasilkan energi lanjutan (intermediate energy ) berdasarkan jumlah total energi yang dibeli dari pemasok luar ( EN3 – Energi yang dibeli ). Untuk menaksir jumlah bahan bakar yang digunakan dalam menghasilkan energi yang dibeli, pergunakan salah satu berikut ini :

• Data pemakaian bahan bakar untuk menghasilkan listrik jika datanya tersedia • Data listrik dan pemanasan

• Estimasi apabila data tidak ada 2.3 Dengan menggunakan data pada butir 2.1,

laporkan:

• Jumlah total penggunaan energi tidak langsung yang berasal dari sumber daya tak terbarukan tidak langsung dan sumber daya terbarukan tidak langsung dalam bentuk energi lanjutan (intermediate energy) • Kaitan pemakaian energi primer dan produksi

energi primer

3. Definisi

(26)

4. Dokumentasi

Pemasok energi dan jasa lain yang terkait merupakan sumber informasi paling penting untuk indikator ini. Informasi lain dapat diperoleh dari faktur , penghitungan/pengukuran dari pembukuan penggunaan bahan bakar, perkiraan, default dan sebagainya. Di samping data default yang diperoleh dari International Energy Agency (IEA), informasi dapat juga diperoleh dari laporan tahunan yang dikirimkan oleh berbagai pemerintahan ke Badan PBB mengenai Perubahan Iklim ( United Nations Framework Convention on Climate Change/ UNFCC). Laporan ini selanjutnya akan dipergunakan untuk memerinci penggunaan energi dan emisi masing-masing negara.

5. Referensi

IAE (International Energy Agency) Annual Publication of Energy Balances for OECD and non-OECD Countries

The Greenhouse Gas Protocol (GHG) Initiative – A Corporate Accounting and Reportng Standard (Revised Edition, 2004 ) dari the World Resources Institute (WRI ) and the World Bussiness Council for Sustainable Development (WBCSD)

(27)

EN5

Penghematan Energi melalui

Konservasi dan Peningkatan

Efisiensi

1. Relevansi

Indikator ini menunjukkan hasil dari usaha proaktif untuk meningkatkan efisiensi pemakaian energi melalui perbaikan proses teknologi dan upaya konservasi energi lainnya. Peningkatan efisiensi energi dapat menghasilkan penghematan biaya, dan pada gilirannya akan meningkatkan keunggulan kompetitif dan diferensiasi pasar..

Adanya dukungan teknologi dengan efisiensi energi memberi dampak langsung terhadap biaya operasi dan akan mengurangi ketergantungan organisasi terhadap sumber daya energi tak terbarukan di masa mendatang. Penggunaan energi secara efisien merupakan salah satu kunci utama untuk bisa menghambat terjadinya perubahan iklim serta dampak lingkungan lainnya karena kegiatan ekstraksi dan pengolahan energi.

2. Kompilasi

2.1 Dapatkan informasi total penghematan energi melalui usaha pengurangan konsumsi energi dan peningkatan efisiensi energi. Pengurangan konsumsi energi dengan mengurangi kapasitas produksi atau penggunaan sumber energi dari luar tidak termasuk dalam indikator ini.

2.2 Laporkan jumlah total penghematan energi dalam satuan joule atau kelipatannya seperti gigajoule (1 billion joules atau 109 joule). Langkah untuk penghematan energi melalui:

• Perancangan ulang proses

• Konversi dan kalibrasi (retrofitting) peralatan • Perubahan perilaku karyawan

3. Definisi

Penghematan Energi

Pengurangan jumlah energi yang dibutuhkan untuk melaksanakan proses atau tugas yang sama. Dalam hal ini tidak termasuk pengurangan penggunaan energi sebagai akibat dari berkurangnya aktivitas organisasi (seperti penggunaan sumber lain dari luar dalam proses produksi).

Konservasi dan Perbaikan Efisiensi

Terobosan teknologi atau organisasional untuk mengurangi tingkat penggunaan energi sebatas yang diperbolehkan dalam sebuah proses atau penugasan organisasi . Termasuk di dalamnya per-ancangan ulang proses, pengalihan atau konversi dan kalibrasi (retrofitting) peralatan (seperti efisiensi penggunaan penerangan) atau ditiadakannya penggunaan energi yang tidak perlu melalui perubahan perilaku.

4. Dokumentasi

Informasi dapat diperoleh melalui hasil pengukuran penggunaan energi internal, informasi dari para pemasok (energi yang terkait dengan spesifikasi mesin-mesin baru, lampu penerangan dan sebagainya).

5. Referensi

(28)

EN6

Inisiatif untuk mendapatkan

produk dan jasa berbasis energi

efisien atau energi yang dapat

diperbarui, serta pengurangan

persyaratan kebutuhan energi

sebagai akibat dari inisiatif tersebut.

1. Relevansi

Konsumsi energi adalah kontributor utama dalam perubahan iklim yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sehingga menghasilkan CO2 (merupakan efek gas rumah kaca). Penggunaan energi yang lebih efisien merupakan hal penting untuk menghambat tejadinya perubahan iklim, sebagaimana tujuan Protokol Kyoto. Penyediaan produk dan layanan efisien energi adalah bagian penting dari inisiatif pelayanan produk (product stewardship initiatives).

Produk dan jasa tersebut dapat menjadi sumber keunggulan kompetitif untuk peningkatan diferensiasi dan reputasi produk. Teknologi yang efisien energi dapat pula mengurangi biaya barang-barang komsumsi. Apabila inisiatif yang dilaksanakan oleh berbagai organisasi untuk sektor yang sama dibandingkan, maka terlihat adanya kecenderungan yang sama di pasar produk atau jasa.

2. Kompilasi

2.1 Laporkan inisiatif yang ada untuk mengurangi kebutuhan produk utama/kelompok produk/jasa atas energi .

2.2 Laporkan pengurangan kebutuhan produk dan jasa atas energi yang dicapai selama periode pelaporan. 2.3 Jika angka yang berorientasi pada penggunaan

energi (user-oriented figure) dipergunakan (seperti kebutuhan energi untuk komputer), laporkan dengan jelas setiap asumsi atau pola konsumsi atau faktor normalisasi (seperti penggunaan energi kurang 10% rata-rata per hari dengan asumsi beroperasi selama 8 jam karena terjadi perubahan beban dalam proses ). Gunakan referensi standar industri yang tersedia (misalnya penggunaan bahan bakar mobil 100 km pada kecepatan 90 km/jam).

3. Definisi

Tidak ada.

4. Dokumentasi

Informasi dapat diperoleh dari pengukuran/pengujian produk internal, penelitian yang berkaitan dengan pola-pola penggunaan, standar industri, dan lain-lain.

5. Referensi

• Standar efisiensi energi dan prosedur pengujian yang relevan dari the International Organisation for Standardization (ISO).

• Standar efisiensi energi dan prosedur pengujian yang relevan dari the International Electrotechnical Commission (IEC).

(29)

EN7

Inisiatif untuk mengurangi

konsumsi energi tidak langsung dan

pengurangan yang dicapai

1. Relevansi

Penggunaan energi tidak langsung terjadi melalui pembelian bahan dan komponen atau jasa seperti perjalanan, pegawai pulang pergi (commuter)r, serta produksi yang di sub-kontrakkan. Dengan melaksanakan pemantauan secara menyeluruh, pengggunaan

energi dapat dikurangi secara efektif (seperti dengan menyeleksi bahan, jasa, atau kapasitas produk yang efisien energi secara hati-hati ataupun dengan mengganti kegiatan perjalanan dengan telepon atau konferensi jarak jauh).

Penghitungan penggunaan energi tidak langsung menjadi dasar untuk menghitung emisi gas rumah kaca secara tidak langsung seperti yang diminta pada indikator EN19. Penelusuran pengurangan penggunaan energi tidak langsung dapat meningkatkan kinerja daur ulang produk dan jasa secara keseluruhan dan merupakan bagian dari rancangan keseluruhan program lingkungan

Akhirnya, indikator ini mencakup penghematan energi yang dicapai oleh organisasi dalam konsumsi energi tidak langsung

2. Kompilasi

2.1 Untuk indikator ini, keluarkan penggunaan energi tidak langsung yang berkaitan dengan pembelian sumber energi lanjutan (intermediate energy) seperti pada laporan EN4.

2.2 Dapatkan informasi penggunaan energi tidak langsung yang terkait dengan kegiatan hulu/hilir di empat daerah berikut ini:

• penggunaan material berbasis energi intensif • produksi yang disub-kontrakkan

• bisnis yang terkait dengan kegiatan perjalanan • transportasi pulang-pergi pekerja

2.3 Laporkan inisitaif untuk mengurangi penggunaan energi tidak langsung.

2.4 Laporkan secara kuantitatif pengurangan

penggunaan energi tidak langsung selama periode laporan yang tertera pada area di 2.2.

2.5 Tunjukkan asumsi dasar dan metodologi yang digunakan untuk menghitung penggunaan energi tidak langsung lainnya serta menunjukkan sumber informasi.

3. Definisi

Tidak ada.

4. Dokumentasi

Data relevan yang diperoleh dari informasi pemasok, perhitungan/perkiraan daur ulang (yang diperoleh dari internal perusahaan atau dengan organisasi peneliti)

5. Referensi

• AE (International Energy Agency) Annual Publication of Energy Balances for OECD and non-OECD Countries

(30)

EN8

Total pengambilan air per

sumber

1. Relevansi

Pelaporan total volume pengambilan air dari sumbernya memberikan kontribusi untuk mengetahui tingkat potensi dampak dan risiko secara keseluruhan dari penggunaan air oleh suatu organisasi. Total volume pengambilan air memberikan indikasi mengenai tingkat kepentingan atau besaran penggunaan air oleh suatu organisasi sebagai pengguna air, dan memberikan data dasar untuk penghitungan lain yang berkaitan dengan efisiensi dan penggunaan.

Upaya yang sistematis untuk memantau dan

meningkatkan efisiensi penggunaan air oleh organisasi berkaitan langsung dengan biaya penggunaan air. Besarnya jumlah penggunaan air dapat pula menunjukkan tingkat risiko pengurangan ketersediaan air atau meningkatnya biaya pengelolaan air. Akibat penggunaan air dalam jumlah yang besar kelangkaan ketersediaan air bersih mengalami peningkatan dan dapat berdampak pada proses produksi. Pada daerah-daerah yang sumber airnya sangat terbatas, pola konsumsi air oleh organisasi dapat mempengaruhi hubungan organisasi dengan pihak lain yang berkepentingan.

2. Kompilasi

2.1 Mengidentifikasi total volume pengambilan air dari berbagai sumbernya secara langsung berdasarkan pelaporan organisasi atau melalui perantara seperti sarana dan prasarana air, tercakup di dalamnya proses pendinginan air.

2.2 Melaporkan total volume pengambilan air dalam meter kubik per tahun melalui berbagai sumber: • air permukaan, termasuk air dari lahan basah,

sungai, danau dan laut • air tanah

• air hujan yang dikumpulkan dan ditampung secara langsung dalam laporan organisasi • air limbah dari organisasi lain

• penyediaan air oleh pemerintah atau sarana air lainnya

3. Definisi

Total Pengambilan Air

Jumlah air secara keseluruhan yang diambil (disedot) oleh organisasi yang berasal dari berbagai sumber (air permukaan, air tanah, air hujan, air yang disediakan oleh pemerintah) yang digunakan oleh organisasi selama periode pelaporan.

4. Dokumentasi

Informasi pengambilan air oleh organisasi dapat ditunjukkan dari meteran air, tagihan air, penghitungan dari data yang ada yang terkait dengan pemakaian air (apabila tidak ada meteran air, atau tagihannya, atau referensi data yang ada) atau estimasi organisasi itu sendiri.

5. Referensi

(31)

EN9

Sumber air yang terpengaruh

secara signifikan akibat

pengambilan air

1. Relevansi

Penarikan dari sebuah sistem air dapat berpengaruh pada lingkungan karena penurunan muka air tanah (lowering watertable), berkurangnya volume ketersediaan air yang digunakan, atau di lain pihak berubahnya kemampuan dan fungsi ekosistem. Perubahan tersebut berdampak luas terhadap kualitas hidup di sekitarnya, termasuk konsekuensi ekonominya. Indikator ini mengukur skala/tingkat dampak yang terkait dengan penggunaan air oleh organisasi. Berkaitan dengan pengguna lainnya atas sumber air yang sama, indikator ini juga memungkinkan suatu penilaian atas risiko spesifik atau perbaikan, dan juga stabilitas sumber air yang dimiliki sendiri oleh organisasi.

2. Kompilasi

2.1 Dapatkan sumber air yang secara nyata terkena dampak pengambilan air oleh organisasi. Kriteria pengambilan air tersebut memenuhi satu atau beberapa yang berikut ini:

• pengambilan rata-rata 5% atau lebih dari volume rata-rata tahunan badan air (water body)

• pengambilan dari badan air dilakukan secara profesional karena alasan yang sensitif berkaitan dengan ukuran, fungsi atau status dari kelangkaan, ancaman, atau gangguan sistem (khususnya ancaman terhadap tumbuhan atau hewan yang terdapat dalam badan air) atau

• pengambilan air dari lahan basah sesuai dengan daftar pada konvensi Ramsar atau daerah konservasi secara nasional maupun internasional tidak diperbolehkan

Catatan: Bila air disediakan oleh pemasok air milik negara atau swasta, badan air/ sumber air asli harus diidentifikasi

dan dilaporkan

2.2 Laporkan total sumber air yang berdampak secara nyata sesuai dengan kriteria sebagai berikut: • ukuran sumber air dalam meter kubik ( m3 )

• bukan sumber air yang dirancang sebagai daerah yang dilindungi (nasional atau internasional)

• nilai keanekaragaman hayati ( keragaman spesies dan endemik, jumlah spesies yang dilindungi )

3. Definisi

Tidak ada.

4. Dokumentasi

Informasi karakteristik sumber air atau daerah yang dilindungi dapat diperoleh dari departemen yang berkaitan dengan sumber daya air atau dari penelitian analisis dampak lingkungan .

5. Referensi

• IUCN - Daftar merah spesies langka/terancam. • Konvensi Ramsar mengenai lahan basah , 1971.

(32)

EN10

Persentase dan total volume

air yang digunakan kembali dan

didaur ulang

1. Relevansi

Jumlah air yang digunakan kembali dan yang didaur ulang dapat menjadi ukuran efisiensi dan menunjukkan keberhasilan organisasi dalam mengurangi jumlah pengambilan dan pengeluaran air. Peningkatan

pemanfaatan kembali dan daur ulang dapat mengurangi konsumsi air, ancaman, dan biaya limbah. Pengurangan konsumsi air melalui pemanfaatan kembali dan daur ulang dapat pula memberikan kontribusi terhadap sasaran lokal, nasional dan regional terkait dengan pengelolaan penyediaan air.

2. Kompilasi

2.1 Indikator ini mengukur air yang dapat dikelola untuk dimanfaatkan kembali dan didaur ulang dan air yang tidak dapat dapat dikelola untuk dimanfaatkan kembali dan didaur ulang. Termasuk dalam indikator ini adalah air abu-abu (grey water) ( air yang dikumpulkan dari air hujan, air limbah yang berasal dari proses rumah tangga seperti mencuci piring, pakaian dan mandi)

2.2 Menghitung volume air yang dimanfaatkan kembali dan didaur ulang berdasarkan pada volume kebutuhan air yang didaur ulang dan dimanfaatkan kembali di masa dating dibandingkan dengan pengambilan air. Contohnya apabila organisasi dalam satu siklus organisasi membutuhkan 20 meter kubik air, maka pengambilan airnya 20 meter kubik air dari satu siklus produksi dan digunakan lagi untuk 3 siklus produksi. Total volume air yang digunakan lagi/daur ulang untuk 3 siklus tersebut adalah 60 meter kubik.

2.3 Melaporkan total volume air yang didaur ulang dan digunakan kembali oleh organisasi dalam meter kubik per tahun (m3/tahun) dan juga persentase total air yang diambil sesuai dengan indikator EN8.

3. Definisi

Upaya untuk memproses ulang air/limbah cair yang sudah

digunakan atau limbah sebelum

dibuang atau dilepasakan ke lingkungan sekitar. Secara umum, ada 3 jenis air yang didaur dan digunakan kembali:

• air limbah yang didaur lagi dalam proses yang sama atau didaur ulang untuk meningkatkan kegunaannya di dalam siklus proses

• air limbah yang didaur dan digunakan kembali di dalam proses yang berbeda tetapi dengan fasilitas yang sama • air limbah yang digunakan kembali pada fasilitas organisasi

yang lain

4. Dokumentasi

Informasi pengambilan air oleh organisasi dapat ditunjukkan dari meteran air, tagihan air, atau (jika tidak ada meteran air dan tagihannya) penghitungan dari data audit atau inventori atau dari penjual air

5. Referensi

Referensi

Dokumen terkait