• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI : KOTA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,20 PERSEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI : KOTA YOGYAKARTA BULAN NOVEMBER 2012 MENGALAMI INFLASI SEBESAR 0,20 PERSEN"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.53/12/34/Th.XIV, 3 Desember 2012

1

1

No. 26/07/34/Th.XII, 02 Agustus 20 No. 53/12/34/Th.XIV, 3 Desember 2012

PERKEMBANGAN

INDEKS

HARGA

KONSUMEN/INFLASI

:

KOTA

YOGYAKARTA

BULAN

NOVEMBER

2012

MENGALAMI

INFLASI

SEBESAR

0,20

PERSEN

A. PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN

Melonjaknya harga daging sapi di pasaran sejak beberapa minggu terakhir disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu penyebabnya adalah menipisnya stok daging sapi, sementara permintaan relatif tetap bahkan naik. Kenaikan permintaan daging sapi ini seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan peningkatan daya beli. Kenaikan harga daging sapi tersebut telah memberi tekanan inflasi di Kota Yogyakarta, selain juga dipengaruhi oleh kenaikan harga nasi, bawang merah dan bawang putih. Dari hasil pemantauan harga-harga yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik, terlihat bahwa selama bulan November 2012, kota Yogyakarta mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan angka indeks 134,83 relatif lebih tinggi bila dibandingkan dengan angka indeks pada bulan Oktober 2012 yang baru mencapai

BPS PROVINSI D.I. YOGYAKARTA

 Kota Yogyakarta pada bulan November 2012 mengalami inflasi sebesar 0,20 persen. Inflasi ini dikarenakan adanya kenaikan harga-harga yang menyebabkan berubahnya angka indeks harga konsumen. Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks. Kelompok bahan makanan naik 0,01 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,57 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,17 persen; kelompok sandang naik 0,11 persen; dan kelompok kesehatan naik 0,52 persen. Dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan yakni kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan yang masing-masing turun sebesar 0,01 persen dan 0,04 persen.

 Dari 66 kota yang dihitung angka inflasinya pada bulan November 2012, sebanyak 33 kota mengalami inflasi dan 33 kota lainnya mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado yaitu sebesar 1,01 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu 0,03 persen terjadi di Kota Jember. Deflasi terbesar terjadi di Kota Manokwari sebesar 0,96 persen, sedangkan deflasi terkecil yaitu 0,01 persen terjadi di Kota Singkawang, Mataram, Tangerang dan Semarang.

 Laju inflasi tahun kalender 2012 (November 2012 terhadap Desember 2011) sebesar 3,63 persen. Sedangkan laju inflasi year on year (November 2012 terhadap November 2011) sebesar 4,12 persen.

(2)

134,56. Sehingga laju inflasi pada tahun kalender 2012 (November 2012 terhadap Desember 2011) menjadi 3,63 persen.

Dari tujuh kelompok pengeluaran konsumsi yang dihitung Indeks Harga Konsumen (IHK) nya, dua kelompok mengalami penurunan yaitu kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan masing-masing turun sebesar 0,01 persen dan 0,04 persen. Sebaliknya lima kelompok pengeluaran yang lain mengalami kenaikan angka indeks, masing-masing kelompok bahan makanan naik 0,01 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau naik 0,57 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar naik 0,17 persen; kelompok sandang naik 0,11 persen; dan kelompok kesehatan 0,52 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif diantaranya : daging sapi naik 9,61 persen dengan memberikan andil sebesar 0,09 persen; nasi naik 2,00 persen dengan memberikan andil sebesar 0,07 persen. Bawang merah dan bawang putih masing-masing naik 34,08 persen dan 16,74 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,06 persen. Telur ayam ras dan wortel masing-masing naik 5,46 persen dan 22,00 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,04 persen. Jeruk, bubur dan pisang masing-masing naik 4,63 persen, 10,71 persen dan 7,55 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,03 persen. Upah pembantu rumah tangga naik 0,99 persen dengan memberikan andil sebesar 0,02 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi diantaranya ialah daging ayam ras turun sebesar 8,38 persen dengan memberikan andil sebesar -0,11 persen. Kacang panjang, bayam dan kentang masing-masing turun sebesar 24,62 persen, 14,56 persen dan 16,72 persen dengan memberikan andil sebesar -0,03 persen. Petai, cabai rawit, sawi hijau, cabe merah, kangkung dan terung panjang masing-masing turun sebesar 47,28 persen, 20,88 persen, 21,29 persen, 12,07 persen, 20,18 persen dan 22,87 persen dengan memberikan andil sebesar -0,02 persen.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Yogyakarta dan Nasional, November 2011 – November 2012

0.22 0.48 0.11 0.42 0.33 0.25 0.10 0.36 0.05 0.75 0.76 0.19 0.38 0.62 0.76 0.05 0.07 0.21 0.07 0.7 0.95 0.01 0.16 0.56 0.34 -1 -0.5 0 0.5 1 1.5 No v'11 De s'1 1 J an '12 F eb '12 M a r'12 Ap ril'1 2 M ei'1 2 Jun '12 Ju li'12 A gu s t'12 Se p t'12 O kt'1 2 N ov '12 Yogyakarta Nasional

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.53/12/34/Th.XIV, 3 Desember 2012

3

Tabel 1

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran terhadap Inflasi Kota Yogyakarta Bulan November 2012

Kelompok Pengeluaran Sumbangan Inflasi Persentase

[1] [2]

Umum

1. Bahan Makanan

2. Makanan Jadi, Minuman,Rokok & Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 4. Sandang

5. Kesehatan

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan

0,20 0,38 0,00 0,07 0,12 0,23 0,05 0,05 0,01 0,03 0,03 0,00 0,00 0,01 0,00 -0,01 Tabel 2

IHK dan Laju Inflasi Kota Yogyakarta November 2012 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran I H K ( 2007=100 ) Inflasi Nov 2012 *) Laju Inflasi Tahun 2012 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) Des

2011 2011 Nov 2012 Okt 2012 Nov

(1) (2) (3) (5) (6) (7) (8) (9)

Umum 130.11 129,49 134,56 134,83 0,20 3,63 4,12

1. Bahan Makanan 154.00 151,04 163,19 163,20 0,01 5,97 8,05

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan

Tembakau 135.94 135,50 143,74 144,56 0,57 6,34 6,69

3. Perumahan 128.60 128,31 131,55 131,78 0,17 2,47 2,70

4. Sandang 137.45 137,99 142,07 142,23 0,11 3,48 3,07

5. Kesehatan 120.94 120,92 122,40 123,04 0,52 1,74 1,75

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olah Raga 121.42 121,39 123,11 123,10 -0,01 1,38 1,41 7. Transpor dan Komunikasi 110.29 110,10 111,51 111,47 -0,04 1,07 1,24 *) Persentase perubahan IHK November 2012 terhadap bulan Oktober 2012

**) Persentase perubahan IHK November 2012 terhadap bulan Desember 2011 ***) Persentase perubahan IHK November 2012 terhadap bulan November 2011

(4)

Gambar 2

Laju Inflasi Kota Yogyakarta Tahun Kalender 2012 menurut Kelompok Pengeluaran

B. PERUBAHAN INDEKS HARGA DI KOTA YOGYAKARTA

MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Pada bulan ini kelompok bahan makanan mengalami kenaikan angka indeks sebesar 0,01 persen sehingga besaran angka indeks menjadi 163,20 relatif lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mencapai 163,19.

Dari 11 sub kelompok pengeluaran yang ada, tercatat enam sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks dan lima sub kelompok mengalami penurunan. Sub kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan angka indeks yaitu : sub kelompok padi-padian naik 0,16 persen, sub kelompok ikan segar naik 0,08 persen, sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya naik 1,77 persen, sub kelompok kacang-kacangan naik 0,06 persen, sub kelompok buah-buahan naik 2,81 persen dan sub kelompok bumbu-bumbuan naik 6,88 persen. Sebaliknya sub kelompok yang mengalami penurunan sehingga menghambat laju inflasi yaitu sub kelompok daging dan hasil-hasilnya turun 0,45 persen, sub kelompok ikan diawetkan turun 2,99 persen; sub kelompok sayur-sayuran turun 10,26 persen; sub kelompok lemak dan minyak turun sebesar 0,47 persen dan sub kelompok bahan makanan lainnya turun sebesar 0,60 persen.

Beberapa komoditas bahan makanan yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif antara lain daging sapi naik 9,61 persen dengan memberikan andil sebesar 0,09 persen; bawang merah dan bawang putih masing-masing naik 34,08 persen dan 16,74 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,06 persen. Telur ayam ras dan wortel masing-masing naik 5,46 persen, dan 22,00 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,04 persen. Jeruk

3,63 5,97 6,34 2,47 3,48 1,74 1,38 1,07 0 0,5 1 1,5 2 2,5 3 3,5 4 4,5 5 5,5 6 6,5 P e r s e n Umum Bahan Makanan Mak. Jadi,Min, Rok & Temb

Perumahan Sandang Kesehatan Pendidikan Transpor, Komunikasi,

dan Jasa Keuangan

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.53/12/34/Th.XIV, 3 Desember 2012

5 Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga pada kelompok ini sehingga menghambat lajunya angka inflasi antara lain : daging ayam ras turun 8,38 persen dengan memberikan andil sebesar -0,11 persen. Kacang panjang, bayam dan kentang masing-masing turun 24,62 persen, 14,56 persen dan 16,72 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar -0,03 persen. Petai, cabe rawit, sawi hijau, cabe merah, kangkung, dan terung panjang masing-masing turun sebesar 47,28 persen, 20,88 persen, 21,29 persen, 12,07 persen, 20,18 persen dan 22,87 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar -0,02 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Pada bulan November 2012 kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,57 persen. Angka indeks pada bulan ini sebesar 144,56 lebih tinggi dibanding angka indeks pada bulan sebelumnya yaitu sebesar 143,74.

Dari tiga sub kelompok pengeluaran pada kelompok ini, semua sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok makanan jadi naik sebesar 0,76 persen, sub kelompok minuman yang tidak beralkohol naik sebesar 0,07 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol naik sebesar 0,29 persen.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif terhadap angka inflasi antara lain: nasi naik 2,00 persen dengan memberikan andil sebesar 0,07 persen; bubur naik 10,71 persen dengan memberikan andil sebesar 0,03 persen; sate, rokok kretek filter dan gula pasir

masing-masing naik naik 0,84 persen, 0,30 persen dan 0,41 persen dengan memberikan andil

masing-masing sebesar 0,01 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga

sehingga menekan angka inflasi pada kelompok ini diantaranya minuman kesegaran, teh dan kopi bubuk masing-masing turun 2,73 persen, 0,51 persen dan 0,27 persen.

3. Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

Pada bulan ini kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,17 persen dengan angka indeks 131,78. Dari empat sub kelompok pengeluaran yang ada, tiga sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, sedangkan satu sub kelompok mengalami penurunan. Sub kelompok biaya tempat tinggal naik sebesar 0,12 persen, sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air naik 0,01 persen dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga naik sebesar 0,85 persen. Sebaliknya sub kelompok perlengkapan rumahtanggaturun sebesar 0,02 persen.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga memberikan andil positif di antaranya : upah pembantu rumahtangga naik 0,99 persen dengan memberikan andil sebesar 0,02 persen. Sewa rumah dan semen masing-masing naik 0,43 persen dan 0,31 persen dengan memberikan andil masing-masing sebesar 0,01 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga memberikan andil negatif diantaranya sabun detergen bubuk,

kulkas/lemari es, meja kursi tamu, lampu emergency dan seng masing-masing turun sebesar 0,06 persen, 0,14 persen, 0,04 persen, 0,75 persen dan 0,09 persen.

(6)

4. Sandang

Kelompok sandang pada bulan November 2012 mengalami inflasi sebesar 0,11 persen dengan angka indeks sebesar 142,23, lebih tinggi dari angka indeks bulan lalu yang tercatat sebesar 142,07. Dari empat sub kelompok pengeluaran yang ada, tiga sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, sedangkan satu sub kelompok mengalami penurunan. Sub kelompok sandang laki-laki naik 0,23 persen, sub kelompok sandang wanita naik 0,45 persen dan sub kelompok sandang anak-anak naik sebesar 0,35 persen. Sebaliknya sub kelompok barang pribadi dan sandang lain turun sebesar 0,25 persen.

Beberapa jenis barang dan jasa yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini antara lain

pembalut wanita, sepatu anak, celana dalam wanita, sandal kulit wanita, celana panjang jeans laki-laki

dan kaos oblong masing-masing naik sebesar 1,30 persen, 1,40 persen, 3,00 persen, 1,47 persen, 0,49 persen, 0,38 persen dan 0,65 persen. Sebaliknya jenis barang dan jasa yang mengalami penurunan harga sehingga dapat menekan angka inflasi pada kelompok ini antara lain emas perhiasan turun 0,35 persen dengan memberikan andil - 0,01 persen dan bahan celana katun turun 0,60 persen.

5. Kesehatan

Kelompok kesehatan pada bulan November 2012 ini mengalami perubahan angka indeks sebesar 0,52 persen. Angka indeks kelompok ini tercacat 123,03, sedikit lebih tinggi dibanding angka indeks bulan Oktober 2012 yang mencapai 122,40.

Dari empat sub kelompok pengeluaran pada kelompok ini, tiga sub kelompok mengalami kenaikan angka indeks, yaitu sub kelompok jasa kesehatan naik 0,07 persen, sub kelompok obat-obatan naik 0,65 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika naik sebesar 1,26 persen. Sedangkan sub kelompok jasa perawatan jasmani relatif stabil.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada kelompok ini diantaranya: pasta gigi naik 3,74 persen dengan memberikan andil 0,01 persen; vitamin, pembersih/penyegar, obat gosok, deodorant dan ongkos bidan masing-masing naik sebesar 2,34 persen, 5,93 persen, 2,43 persen, 5,33 persen dan 1,03 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain sabun wajah, alas bedak, jamu dan obat flu masing-masing turun sebesar 2,21 persen, 0,90 persen, 0,39 persen dan 0,13 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga pada bulan November 2012 mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,01 persen. Angka indeks pada bulan ini sebesar 123,10 relatif lebih rendah dari bulan sebelumnya yang mencapai besaran 123,11.

Pada kelompok ini satu sub kelompok pengeluaran mengalami kenaikan angka indeks yaitu sub kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan naik sebesar 0,02 persen. Sebaliknya sub kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan angka indeks yaitu sub kelompok rekreasi dan sub kelompok olahraga masing-masing turun 0,04 persen dan 0,19 persen. Sedangkan sub kelompok pendidikan dan sub kelompok kursus-kursus/pelatihan relatif stabil dibandingkan bulan lalu.

(7)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.53/12/34/Th.XIV, 3 Desember 2012

7 olahraga pria dan kamera masing-masing turun 2,69 persen, 0,30 persen, 0,27 persen, 0,94 persen dan 0,64 persen.

7. Transportasi, Komunikasi dan Jasa Keuangan

Angka Indeks Harga Konsumen kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan pada bulan November 2012 tercatat sebesar 111,47 atau mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,04 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai angka 111,51. Dari hasil penghitungan selama bulan November 2012, sub kelompok sarana dan penunjang transpor naik sebesar 0,06 persen. Sebaliknya sub kelompok transpor dan sub kelompok komunikasi dan pengiriman masing-masing mengalami penurunan angka indeks sebesar 0,06 persen dan 0,01 persen. Sedangkan sub kelompok jasa keuangan relatif stabil, tidak mengalami perubahan.

Komoditas yang mengalami kenaikan harga sehingga mendongkrak inflasi pada kelompok ini antara lain : ban dalam motor, helm, cuci kendaraan dan ban luar sepeda masing-masing naik sebesar 1,59 persen, 0,70 persen, 2,56 persen dan 0,33 persen. Sebaliknya komoditas yang mengalami penurunan harga sehingga menghambat laju inflasi pada kelompok ini diantaranya bensin (pertamax/pertamax plus) turun 0,20 persen dengan memberikan andil inflasi sebesar -0,01 persen dan telepon seluler yang turun sebesar 0,11 persen.

C. PERBANDINGAN INFLASI KOTA YOGYAKARTA

DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA DAN NASIONAL

Pada bulan November 2012 dari 66 kota yang dihitung Indeks Harga Konsumennya, 33 kota mengalami inflasi dan 33 kota lainnya mengalami deflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi yaitu Kota Manado dengan inflasi sebesar 1,01 persen, sedangkan inflasi terendah yaitu sebesar 0,03 persen terjadi di Kota Jember. Deflasi terbesar terjadi di Kota Manokwari yaitu -0,96 persen, sebaliknya deflasi terkecil terjadi di Kota Semarang, Tangerang, Mataram dan Singkawang masing-masing sebesar -0,01 persen. Di wilayah Sumatera, 4 kota mengalami inflasi, dan di 12 kota IHK lainnya terjadi deflasi. Inflasi tertinggi sebesar 0,39 persen terjadi di Kota Tanjung Pinang, sedangkan inflasi terendah terjadi di Kota Medan sebesar 0,04 persen. Sebaliknya Kota Lhokseumawe mengalami deflasi terbesar sebesar -0,88 persen dan deflasi terkecil dialami kota Pekan Baru sebesar -0,05 persen. Di pulau Jawa, dari 23 kota IHK, 15 kota mengalami inflasi dan 8 kota lainnya mengalami deflasi. Kota Surabaya tercatat mengalami inflasi tertinggi sebesar 0,25 persen dan inflasi terendah sebesar 0,03 persen terjadi di Kota Jember. Sedangkan deflasi terbesar untuk kawasan Pulau Jawa dialami Kota Tegal sebesar -0,37 persen, deflasi terkecil sebesar -0,01 persen terjadi masing-masing di Kota Semarang dan Tangerang.

Untuk wilayah Kalimantan, inflasi tertinggi dialami kota Manado yaitu sebesar 1,01 persen,sedangkan inflasi terendah sebesar 0,23 persen terjadi di kota Sampit. Sebaliknya Deflasi terbesar di kawasan Kalimantan terjadi di kota Tarakan sebesar -0,26 persen dan deflasi terendah sebesar -0,01 dialami kota Singkawang. Kota-kota lain di luar wilayah Jawa, Sumatera dan Kalimantan, inflasi tertinggi terjadi di Kota Manado yaitu sebesar 1,01 persen dan inflasi terendah dialami Kota Jayapura sebesar 0,10 persen. Sebaliknya kota yang mengalami deflasi terbesar yaitu Kota Manokwari sebesar -0,96 persen dan deflasi terkecil dialami kota Mataram sebesar -0,10 persen.

(8)

Tabel 3

Indeks Harga Konsumen Kota Yogyakarta bulan Oktober 2012 dan November 2012, Perubahannya serta Sumbangan Inflasi (2007=100)

KODE KELOMPOK / SUB KELOMPOK

IHK Inflasi Nov 2012 (%) ANDIL INFLASI Okt 2012 2012 Nov [1] [2] [3] [4] [5] [6] 00000 UMUM 134,56 134.83 0.20 0,20 10000 BAHAN MAKANAN 163,19 163.20 0.01 0.00

10100 Padi-padian,umbi2-an & hasilnya 149,96 150.20 0.16 0.01

10200 Daging dan hasil-hasilnya 154,84 154.14 -0.45 -0.01

10300 Ikan Segar 157,63 157.75 0.08 0.00 10400 Ikan Diawetkan 202,22 196.17 -2.99 -0.01 10500 Telur,susu,dan hasil-hasilnya 146,84 149.44 1.77 0.05 10600 Sayur-sayuran 202,61 181.82 -10.26 -0.16 10700 Kacang-kacangan 201,67 201.79 0.06 0.00 10800 Buah-buahan 199,98 205.59 2.81 0.06 10900 Bumbu-bumbuan 167,52 179.05 6.88 0.09

11000 Lemak dan minyak 143,59 142.91 -0.47 -0.01

11100 Bahan makanan lainnya 124,37 123.62 -0.60 0.00

20000 MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 143,74 144.56 0.57 0.12

20100 Makanan jadi 139,83 140.89 0.76 0.11

20200 Minuman yang tdk beralkohol 151,30 151.41 0.07 0.00

20300 Tembakau dan minuman beralkohol 154,43 154.88 0.29 0.01

30000 PERUMAHAN 131,55 131.78 0.17 0.05

30100 Biaya tempat tinggal 130,83 130.99 0.12 0.02

30200 Bh,bakar,penerangan dan air 143,34 143.35 0.01 0.00

30300 Perlengkapan Rumahtangga 118,94 118.92 -0.02 0.00 30400 Penyelenggaraan Rumahtangga 121,79 122.83 0.85 0.03 40000 SANDANG 142,07 142.23 0.11 0.01 40100 Sandang laki-laki 118,38 118.65 0.23 0.00 40200 Sandang wanita 116,60 117.13 0.45 0.01 40300 Sandang anak-anak 115,07 115.47 0.35 0.00

40400 Barang pribadi dan lainnya 211,95 211.43 -0.25 -0.01

50000 KESEHATAN 122,40 123.04 0.52 0.03

50100 Jasa kesehatan 120,06 120.15 0.07 0.00

50200 Obat-obatan 130,64 131.49 0.65 0.01

50300 Jasa Perawatan Jasmani 124,87 124.87 0.00 0.00

50400 Perawatan jasmani & kosmetika 120,06 121.57 1.26 0.02

60000 PENDIDIKAN,REKREASI,OLAH RAGA 123,11 123.10 -0.01 0.00 60100 Jasa Pendidikan 128,36 128.36 0.00 0.00 60200 Kursus-kursus/Pelatihan 123,26 123.26 0.00 0.00 60300 Perlengkapan/peralatan pendidikan 113,60 113.62 0.02 0.00 60400 Rekreasi 112,42 112.37 -0.04 0.00 60500 Olahraga 119,72 119.49 -0.19 0.00

70000 TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 111,51 111.47 -0.04 0.00

70100 Transpor 116,41 116.34 -0.06 -0.01

70200 Komunikasi dan pengiriman 74,85 74.84 -0.01 0.00

70300 Sarana & penunjang transport 180,80 180.91 0.06 0.00 70400 Jasa Keuangan 110,62 110.62 0.00 0.00

(9)

Berita Resmi Statistik Provinsi D.I. Yogyakarta No.53/12/34/Th.XIV, 3 Desember 2012

9

Tabel 4

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi November 2012 untuk 66 Kota

No, KOTA IHK Inflasi No, KOTA IHK Inflasi

(1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4)

1 BANDA ACEH 126.35 -0.82 35 MADIUN 134.94 0.23

2 LHOKSEUMAWE 133.09 -0.88 36 SURABAYA 139.88 0.24

3 SIBOLGA 139.58 -0.59 37 SERANG 137.71 0.17

4 PEMATANG SIANTAR 137.59 -0.55 38 TANGERANG 134.34 0.25

5 MEDAN 134.50 0.04 39 CILEGON 138.41 0.07

6 PADANG SIDEMPUAN 136.29 0.19 40 DENPASAR 135.87 -0.01

7 PADANG 138.85 -0.63 41 MATARAM 133.21 -0.07

8 PEKAN BARU 133.13 -0.05 42 BIMA 135.81 0.13

9 DUMAI 136.74 -0.10 43 MAUMERE 146.32 -0.01

10 JAMBI 138.26 -0.35 44 KUPANG 145.40 -0.08

11 PALEMBANG 133.01 0.24 45 PONTIANAK 153.85 -0.88

12 BENGKULU 141.54 -0.51 46 SINGKAWANG 143.22 0.45

13 BANDAR LAMPUNG 146.35 -0.29 47 SAMPIT 144.74 0.96

14 PANGKAL PINANG 147.52 -0.30 48 PALANGKA RAYA 139.55 -0.01

15 BATAM 126.99 -0.24 49 BANJARMASIN 136.14 0.23

16 TANJUNG PINANG 133.58 0.39 50 BALIKPAPAN 142.64 0.57

17 JAKARTA 132.84 0.14 51 SAMARINDA 142.26 0.91 18 BOGOR 134.95 -0.06 52 TARAKAN 142.83 -0.08 19 SUKABUMI 134.94 0.19 53 MANADO 144.26 0.37 20 BANDUNG 128.33 -0.10 54 PALU 158.15 -0.26 21 CIREBON 138.53 0.12 55 WATAMPONE 133.60 1.01 22 BEKASI 131.96 -0.12 56 MAKASSAR 139.98 -0.52 23 DEPOK 133.00 0.08 57 PAREPARE 148.38 -0.15 24 TASIKMALAYA 136.60 -0.10 58 PALOPO 134.06 -0.10 25 PURWOKERTO 133.36 0.08 59 KENDARI 134.22 -0.27 26 SURAKARTA 124.08 0.20 60 GORONTALO 141.60 -0.27 27 SEMARANG 133.74 -0.01 61 MAMUJU 141.12 0.28 28 TEGAL 133.73 -0.37 62 AMBON 138.57 0.41 29 YOGYAKARTA 134.83 0.20 63 TERNATE 137.65 0.28 30 JEMBER 134.81 0.03 64 MANOKWARI 139.43 0.63 31 SUMENEP 132.82 0.13 65 SORONG 135.82 0.95 32 KEDIRI 134.12 0.05 66 JAYAPURA 147.31 -0.96 33 MALANG 126.35 -0.82 N A S I O N A L 34 PROBOLINGGO 133.09 -0.88

Referensi

Dokumen terkait

Desain Perangkat Lunak (Lanjutan) Struktur Navigasi adalah alur dari suatu program yang merupakan rancangan hubungan (rantai kerja) dari beberapa area yang berbeda

Kepekaan terhadap makhluk hidup dan lingkungannya merupakan sikap ilmiah khusus yang sangat diperlukan oleh orang yang belajar biologi maupun pendidik biologi untuk menempa

Tujuan penelitian ini adalah menentukan jalur kritis, menghitung biaya yang ditimbulkan pada pengerjaan proyek MVR Evaporator Shelter dengan durasi pengerjaan awal

Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai pretest dengan materi Software Focusky pada workshop pembuatan media pembelajaran terdapat 2 orang guru memperoleh nilai 60

Penanggun gjawab TRIWULAN I Indikator Kinerja Program (outcome) dan Kegiatan (output).. TRIWULAN II TRIWULAN III TRIWULAN IV KONDISI KINERJA

Dan dari hasil wawancara didapatkan bahwa sebagian besar anak yang belum mengalami menarche cendrung mempunyai persepsi yang negative terhadap mensruasi,

Sebuah akuarium berbentuk kubus, jika akuarium tersebut berisi air penuh 729 dm 3 , maka panjang rusuk bagian dalam akuarium adalah ….. Andi membawa dua utas tali dalam kegiatan

Jenis penelitian ini adalah penelitian laboratorium dan observasi mendalam di Rumah Sakit Tingkat III Robert Wolter Mongisidi Manado Sulawesi Utara pada bulan