BAB II DESKRIPSI LOKASI DAN PROFIL ELIT LOKAL YANG BERPENGARUH DI DESA SIMARE. Desa Simare merupakan salah satu desa dari 15 desa yang berada di

Teks penuh

(1)

BAB II

DESKRIPSI LOKASI DAN PROFIL ELIT LOKAL YANG BERPENGARUH DI DESA SIMARE

2.1 Gambaran Umum Desa Simare

Desa Simare merupakan salah satu desa dari 15 desa yang berada di Kecamatan Bor Bor, Kabupaten Toba Samosir. Desa Simare merupakan salah satu desa pemekaran dari desa induknya, yaitu desa Lintong pada tahun 2009. Dan sebagai penjabat sementara kepala desanya adalah Naek Hutapea. Desa Simare terletak di bagian timur Kabupaten Toba Samosir, dengan luas wilayah adalah 1380 ha, dimana 66% berupa daratan tinggi berbukit, dan 34% merupakan wilayah persawahan. Desa Simare terletak di ketinggian 1280 s/d 1290 m diatas permukaan laut dengan suhu rata-rata harian adalah 250C.

Secara umum, mata pencaharian masyarakat Desa Simare adalah bertani, berkebun dimana hasilnya berupa kopi dan kemenyan, serta bertanam tanaman muda seperti cabai, tomat, jahe, dan ubi. Tingkat kemiringan tanah di Desa Simare adalah 30 sampai dengan 40 derajat. Menurut bentangan wilayahnya, Desa Simare termasuk jenis desa berbukit-bukit dan desa bantaran sungai.33

Terletak di sebelah timur wilayah Kabupaten Toba Samosir, Desa Simare masuk ke dalam wilayah Kecamatan Bor Bor. Desa Simare berbatasan langsung dengan 3 desa yang berbeda kecamatan di Kapubaten Toba Samosir, dan 1 desa

33

(2)

yang berada di Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara. Desa Simare mempunyai batas-batas wilayah yang dapat dilihat pada tabel 2.1 berikut ini.

Tabel 2.1

Batas wilayah Desa Simare

Batas Desa/ Kelurahan Kecamatan

Sebelah Utara Desa Pardomuan Silaen

Sebelah Selatan Desa Sipahutar Sipahutar Sebelah Timur Desa Parsoburan Barat Habinsaran Sebelah Barat Desa Sintong Marnipi Laguboti Sumber Data : Kantor Kepala Simare

Jarak Desa Simare ke Ibukota Kecamatan Bor Bor adalah 35 Km. Lama jarak tempuh dari Desa Simare ke Ibukota Kecamatan Bor Bor adalah 1 jam dengan kendaraan bermotor. Jarak Desa Simare Ibukota Kabupaten Toba Samosir adalah 56 Km. Lama jarak tempuh dari Desa Siamre ke Ibu Kota Kabupaten Toba Samosir adalah 1 jam dengan kendaraan bermotor. Jarak Desa Simare ke Ibukota Provinsi Sumatera Utara adalah 250 Km. Lama jarak tempuh dari Desa Simare ke Ibukota Provinsi Sumatera Utara adalah 6 jam dengan kendaraan bermotor.34

Desa Simare terdiri atas 5 jenis wilayah menurut penggunaannya yaitu, pemukiman, persawahan, perkebunan, kuburan, dan pekarangan. Wilayah Desa Simare berdasarkan luas wilayah menurut penggunaan dapat dilihat pada tabel 2.2 berikut ini.

34

(3)

Tabel 2.2

Luas Wilayah Menurut Penggunaan

No Jenis Wilayah Luas

1 Sawah 352 Ha

2 Ladang 266 Ha

3 Permukiman 287 Ha

4 Perkantoran

a. Kantor Kepala Desa b. Polindes

c. Gereja

d. Jalan Umum/Jalan Desa

1 Ha 1 Ha 2 Ha 3 Ha 5 Perkebunan 468 Ha 6 Total Luas 1380 ha

Sumber Data : Kantor Kepala Desa Simare

Data tabel luas wilayah menurut penggunaan diatas membagi – bagi wilayah menjadi lima bagian dimana wilayah daerah perkebunan memiliki area terluas dengan luas 468 Ha. Wilayah ladang dan perkebunan merupakan wilayah perbukitan sehingga sangat cocok untuk tanaman keras seperti andaliman, kopi, jahe, pohon kemenyan dan cabai.

Pada awalnya Desa Simare merupakan sebuah dusun dari desa Lintong, yang merupakan bagian dari kecamatan Habinsaran. Setelah Toba Samosir menjadi Kabupaten pemekaran dari Tapanuli Utara, maka kecamatan Habinsaran dimekarkan kembali dengan membentuk kecamatan baru yaitu Kecamatan Bor Bor. Bersamaan dengan pemekaran Kecamatan Bor Bor, pemekaran juga ada pada desa wilayah administratif Kecamatan Bor Bor, yaitu pemekaran Desa Simare dari Desa Lintong pada tahun 2009. Kecamatan Habinsaran merupakan wilayah perbukitan dan juga sebagian besar wilayah tanahnya adalah lahan-lahan

(4)

tidur, yang dulunya merupakan hutan lindung, serta tanah perkebunan masyarakat sekitar.

Wilayah desa Simare yang juga merupakan wilayah perbukitan, dimana di desa ini sangat mendukung untuk menjadi lahan perkebunan. Hal inilah yang menjadi faktor pendukung utama bagi PT. Toba Pulp Lestari untuk menjadikan desa Simare sebagai salah satu wilayah konsesi untuk wilayah perbukitan tersebut menjadi hutan tanam industri.

PT Toba Pulp Lestari Tbk (Perusahaan) didirikan dalam rangka Undang- Undang Penanaman Modal Dalam Negeri No. 6 tahun 1968 jo. Undang-Undang No. 12 tahun 1970 berdasarkan akta No. 329 tanggal 26 April 1983 dari Misahardi Wilamarta, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. C2-5130.HT01-01 TH.83 tanggal 26 Juli 1983, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 97 tanggal 4 Desember 1984, Tambahan No 117635.

Status Perusahaan selanjutnya berubah menjadi Penanaman Modal Asing dan telah mendapat persetujuan dengan Surat Pemberitahuan Tentang Keputusan Presiden RI No. 07/V/1990 tanggal 11 Mei 1990 dari Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal.

Sehubungan dengan perubahan status tersebut diatas, Anggaran Dasar Perusahaan telah diubah dengan akta No. 113 tanggal 12 Mei 1990 dari Rachmat

35

(5)

Santoso, SH., notaris di Jakarta. Disamping itu, nilai nominal saham Perusahaan juga diubah dari Rp 500 ribu per lembar menjadi Rp 1 ribu per lembar. Perubahan tersebut telah mendapat persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. C2-2652.HT. 01.04.TH.90 tanggal 20 Mei 1990.

Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan mengenai perubahan nama perusahaan dari PT Inti Indorayon Utama Tbk menjadi PT Toba Pulp Lestari Tbk dan penurunan modal dasar dari Rp 2.000.000.000 menjadi Rp 1.688.307.072 dicatat dalam akta No. 61 tanggal 20 Pebruari 2001 dari Linda Herawati, SH., notaris di Jakarta dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. C-06519.HT.01.04.TH.2001 tanggal 23 Agustus 2001. Dan perubahan anggaran dasar perusahaan berdasarkan akta No. 61 tanggal 18 Juli 2003 dari Linda Herawati, SH, notaris di Jakarta, mengenai peningkatan modal ditempatkan dan disetor. Perubahan tersebut kemudian telah diterima dan dicatat oleh Kementerian Kehakiman dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Laporan Penerimaan Akta Perubahan Anggaran Dasar Perusahaan No. C-21113.HT.01.04.TH.2003 tanggal 5 September 2003.

Berdasarkan keputusan rapat umum pemegang saham luar biasa pada tanggal 27 Juni 2008 dengan akta nomor 45 tanggal 14 Juli 2008 pada notaris Linda Herawati SH., seluruh anggaran dasar telah mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan undang-undang nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Peraturan Nomor IX.J.1 Lampiran Keputusan Bapepam LK dan

(6)

Lembaga Keuangan Nomor Kep-178/BL/2008 tanggal 14 Mei 2008. Perubahan tersebut kemudian telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam surat keputusannya No. AHU- 50872.AH.01.02.Tahun 2009 tanggal 21 Oktober 2009.

PT Toba Pulp Lestari, Tbk atau yang dahulu dikenal dengan PT Inti Indorayon Utama, Tbk yang merupakan salah satu perusahaan berdomisili di Medan, Sumatera Utara, dengan pabrik yang berlokasi di Desa Sosor Ladang, Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara. Kantor terdaftar perusahaan beralamat di Uniplaza, East Tower, lantai 7, Jl. Letjen. Haryono MT No. A-1, Medan.

Kegiatan utama perusahaan adalah mendirikan dan menjalankan industri bubur kertas (pulp), dan serat rayon (viscouse rayon), mendirikan, menjalankan, dan mengadakan pembangunan hutan tanaman industri dan industri lainnya untuk mendukung bahan baku dari industri tersebut, serta mendirikan dan memproduksi semua macam barang yang terbuat dari bahan-bahan tersebut. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial pada tanggal 1 April 1989. Saat ini perusahaan hanya memproduksi bubur kertas (pulp) dan hasil produksi perusahaan dipasarkan didalam dan diluar negeri (ekspor).

Dalam mendukung setiap pengoperasian perusahaan, maka diperlukan pembangunan hutan tanam industri, dimana diperlukan lahan yang luas dan tidak mengganggu pemukiman penduduk. Areal konsesi PT. Toba Pulp Lestari Tbk

(7)

terdiri dari 6 sektor yang masing-masing sektor berada pada wilayah geografis yang terpisah yaitu :

a. Sektor Tele berada pada Kabupaten Samosir yang meliputi Kecamatan H. Boho, Sumbul, Parbuluan, Kerajaan, Sidikalang dan Salak.

b. Sektor Padang Sidempuan berada pada Kabupaten Tapanuli Selatan yang meliputi Kecamatan Padang Bolak, Sosopan, Padang Sidempuan, dan Sipirok.

c. Sektor Aek Nauli berada pada Kabupaten Simalungun yang meliputi Kecamatan Dolok Pangaribuan, Tanah Jawa, Sidamanik dan Jorlang.

d. Sektor Habinsaran berada di Kabupaten Toba Samosir yang meliputi kecamatan Siborong-borong, Sipahutar, Habinsaran, Bor-Bor, Nassau, Silaen dan Laguboti.

e. Sektor Tarutung berada di Kabupaten Tapanuli Utara yang meliputi Kecamatan Dolok Sanggul, Sipaholon, Onan Gajang, Parmonangan, Adian Koting, Gaya Baru, Tarutung, Lintong Nihuta dan Sorkam.

f. Sektor Sarulia berada di Kabupaten Tapanuli Utara yang meliputi Kecamatan Pahae Julu, Pahae Jae, Lumut, Batang Toru.

Hal ini sesuai dengan peta wilayah hutan tanam industri PT. Toba Pulp Lestari dibawah ini36.

(8)

Gambar 2.1

Peta areal hutan tanam PT. Toba Pulp Lestari

Berdasarkan peta diatas, dapat dijelaskan bahwa penanaman pohon ekaliptus membutuhkan wilayah yang luas. Dimana wilayah penanaman pohon ekaliptus yang menjadi hutan tanam industri adalah seperti yang bertanda hijau, dan sampai pada saat ini seperti yang tercantum pada website PT. Toba Pulp Lestari, bahwa luas wilayah yang menjadi lahan penanaman pohon ekaliptus secara keseluruhan adalah seluas 188,055 Ha.

PT. Toba Pulp Lestari dalam menjalankan perusahaannya mendirikan setiap kantor di setiap sektornya. Dimana kantor sektor inilah yang menjadi

(9)

perpanjangan tangan dari pusat perusahaan sekaligus pabrik pembuatan kertas yang berlokasi di Desa Sosor Ladang, Pangombusan, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir. Setiap kantor sektor dipimpin oleh seorang manajer. Dan salah kantor sektor dari PT. Toba Pulp Lestari berada di sektor Habinsaran, Kabupaten Toba Samosir. Dimana Sektor Habinsaran ini meliputi wilayah kecamatan Siborong-borong, Sipahutar, Habinsaran, Bor-Bor, Nassau, Silaen dan Laguboti.

Desa Simare merupakan salah satu wilayah dari sektor Habinsaran. Dimana Desa Simare berada diwilayah Kecamatan Bor - Bor. Di Desa Simare berdiri kantor sektor dari PT. Toba Pulp Lestari. Dan untuk desa Simare luas wilayah hutan tanam industri PT. Toba Pulp Lestari adala seluas kurang lebih 1000 Ha.

Keberadaan kantor sektor di Desa Simare, tentunya juga mendorong masyarakat sekitar untuk bekerja sebagai karyawan, atau menjadi mitra kerja PT. Toba Pulp Lestari. Dimana sebagai karyawan masyarakat desa Simare ada yang menjadi karyawan tetap dari PT. Toba Pulp Lestari, ataupun sebagai buruh harian lepas yang langsung berhubungan dengan PT. Toba Pulp Lestari. Dan yang sebagai mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari adalah yang nantinya merupakan elit ekonomi.

PT. Toba Pulp Lestari yang bergerak di bidang pembuatan bubur kertas tentunya membutuhkan mitra kerja yang memiliki peran untuk mengerjakan atau mengelola hutan tanam industri yang merupakan milik PT. Toba Pulp Lestari. Di

(10)

dalam proses ini PT. Toba Pulp Lestari menjalin kerja sama yang saling menguntungakan dan dengan menjadi mitra dengan elit ekonomi PT. Toba Pulp Lestari memperoleh pohon ekaliptus sebagai bahan dasar produksi bubur kertas (pulp).

Sejalan dengan hal tersebut elit ekonomi sebagai mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari juga memperoleh keuntungan ekonomi yaitu dari proses pengerjaan dari pohon ekaliptus. Dimana elit ekonomi ini mendapatkan keuntungan ekonomi tersebut dari setiap proses yang ada, yaitu mulai dari proses penanaman, perawatan, penebangan hingga hasil tebangan pohon ekaliptus sampai di tempat produksi atau perusahaan yaitu di desa Sosor Ladang. Di samping sebagai mitra kerja PT. Toba Pulp Lestari, elit ekonomi juga bisa menjalin kerjasama dengan cara menyediakan kendaraan seperti mobil, atau escavator yang nantinya akan kendaraan tersebut dipinjamkan untuk PT. Toba Pulp Lestari, yang tentunya dari peminjaman kendaraan tersebut akan menghasilkan keuntungan ekonomi bagi para mitra kerja.

PT. Toba Pulp Lestari dalam menjalankan perusahaan adalah dengan memberikan proses pengerjaan yang dimulai dari penanaman, perawatan, penebangan, sampai pada pengangkutan pohon ekaliptus kepada mitra kerja. Akan tetapi untuk menjadi mitra kerja harus terlebih dahulu memiliki CV atau (Commanditaire Venootschap). Dimana mitra kerja perusahaan merupakan lembaga usaha yang didirikan oleh perorangan atau yang biasa disebut dengan CV (Commanditaire Venootschap). Dalam hal ini, beberapa masyarakat desa Simare

(11)

mendirikan CV dan menjadi mitra kerja perusahaan. Masyarakat desa Simare yang mempunyai lembaga usaha (CV), dan menjadi mitra kerja PT. Toba Pulp Lestari inilah yang merupakan elit-elit ekonomi yang ada di desa Simare.

2.2 Masyarakat Desa Simare

Desa Simare terdiri dari 4 dusun, dengan jumlah penduduk 716 orang dan 179 kepala keluarga dengan uraian laki-laki berjumlah 354 orang dan perempuan 362 orang. Dengan rincian populasinya dapat diuraikan seperti tabel 2.3 berikut ini.

Tabel 2.3 Rincian Populasi

No Nama Dusun Jumlah Penduduk

Laki-laki Perempuan Total

1 Dusun Simare 103 107 210

2 Dusun Pardomuan Nauli 108 115 223

3 Dusun Huta Nagodang 83 92 175

4 Dusun Natinggir 60 48 108

Jumlah 354 362 716

Sumber Data : Kantor Kepala Desa Simare

Desa Simare merupakan desa yang hasil ekonomi warga dan mata pencaharian warga sebagian besar dari hasil bertani. Dari jumlah 179 kepala

(12)

keluarga, 167 kepala keluarga merupakan petani/buruh, 5 kepala keluarga adalah PNS Guru, dan 7 kepala keluarga wiraswasta. Dilihat dari tingkat penghasilan rata-rata masyarakat desa Simare masih tergolong miskin. Hal ini sesuai dengan kondisi masyarakat desa Simare menurut mata pencaharian penduduk seperti tabel 2.4 berikut ini.

Tabel 2.4

Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian No Jenis Mata Pencaharian Jumlah

1 Petani Pemilik Sawah 96

2 Petani Penggarap Sawah 51

3 Buruh 81

4 Karyawan Perusahaan 25

5 Pedagang/penjual makanan 8

6 Pegawai Negeri Sipil/Pensiunan 5

7 TNI/POLRI/Purnawiran -

8 Pengemudi (Mobil) 4

9 Tukang/buruh bangunan 4

10 Wiraswasta/wirausaha 7

11 Lain-lain

(13)

Berdasarkan tabel diatas yang menunjukan populasi penduduk di Desa Simare yang terbagi menjadi sepuluh bahagian berdasarkan jenis mata pencahariannya harus diikuti dengan pembahsan mengenai data tentang tingkat pendidikan terakhir masyarakat Desa Simare. Berikut adalah tabel tingkat pendidikan terakhir desa Simare.

Tabel 2.5

Tingkat Pendidikan Penduduk

No Lulusan Sekolah Jumlah

1 Tidak Sekolah 93

2 SDN atau yang sederajat 107 3 Madrasah Ibtidaiyah

4 SLTP atau yang sederajat 128 5 Madrasah Tsanawiyah

6 SMA/SMK 153

7 Madrasah Aliyah

8 Akademi/Diploma 36

9 Sarjana Perguruan Tinggi 27 Sumber : Kantor Kepala Desa Simare

Berdasarkan tabel diatas, penduduk di Desa Simare pada umumnya memiliki tingkat pendidikan Tamat SMA/SMK. Hal ini terlihat dari jumlah penduduk yang terbanyak terdapat pada Tamat SMA/SMK yaitu 153 jiwa.

(14)

Sementara jumlah penduduk yang tidak bersekolah adalah 93 jiwa. Dalam hal ini, jumlah penduduk yang mengenyam pendidikan lebih banyak dari pada yang tidak mengenyam pendidikan.

2.3 Pemerintahan Desa Simare

Masyarakat Desa Simare juga memiliki pemerintah desa yang menyelenggarakan dan menjalankan urusan pemerintahan desa. Pemerintah Desa Simare juga memiliki mitra yang membantu membuat dan menjalankan peraturan desa yang disebut dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Simare.

Masyarakat Desa Simare memiliki pemerintahan desa yang mengatur tatanan hidup bermasyarakat di desa tersebut. Pemerintahan Desa, didalam Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005 tentang Desa, pasal 1 ayat (6) menyebutkan, bahwa Pemerintahan Desa adalah penyelenggaraan urusan pemerintahan oleh Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat yang diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.37 Dengan demikian, dalam penyelenggaraan pemerintahan desa ada 2 institusi yang mengendalikannya, yaitu Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dijelaskan juga dalam Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005, bahwa yang dimaksud dengan Pemerintah Desa atau yang disebut dengan nama lain

37

(15)

adalah Kepala Desa dan Perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa. Badan Permusyawaratan Desa (BPD) atau yang disebut dengan nama lain adalah lembaga yang merupakan perwujudan demokrasi dalam penyelenggaraan pemerintahan desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa.

Sebagai unsur penyelenggara pemerintahan desa, pemerintah desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan, dan kemasyarakatan. Maka fungsi pemerintah desa adalah sebagai berikut:38

1. Menyelenggarakan urusan rumah tangga desa

2. Melaksanakan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan 3. Melaksanakan pembinaan perekonomian desa

4. Melaksanakan pembinaan partisipasi dan swadaya gotong royong desa masyarakat

5. Melaksanakan pembinaan ketentraman dan ketertiban masyarakat 6. Melaksanakan musyawarah penyelesaian perselisihan

Susunan Pemerintahan Desa Simare Kecamatan Bor Bor terdiri dari Kepala Desa, Sekretaris Desa, Kepala Urusan (Kaur), Dan Kepala Dusun. Pemerintahan Desa Simare dapat diuraikan seperti tabel 2.6 berikut.

38

(16)

Tabel 2.6

Pemerintahan Desa Simare Perangkat Desa

Kepala Desa Naek Hutapaea

Sekretaris Desa Malanton Pulungan Kepala urusan Pemerintahan Demas Simangunsong Kepala urusan Pembangunan Seimen Hutapea

Kepala urusan Keuangan Firman Pasaribu Jumlah Dusun di Desa

Simare

4

Kepala Dusun I Simare Wilson Hutapea Kepala Dusun II

Pardomuan Nauli

Nasib Hutapea

Kepala Dusun III Huta Nagodang

Edison Hutapea

Kepala Dusun IV Natinggir Sumurung Pasaribu Sumber Data : Kantor Kepala Desa Simare

Berdasarkan uraian pada tabel 2.5 diatas dijelaskan bahwa bentuk susunan struktur Pemerintah Desa Simare sesuai dengan susunan pemerintah desa secara umum. Kepala desa merupakan pemimpin pemerintahan desa yang dipilih oleh

(17)

masyarakat desa. Dalam sistem pemerintahan desa, kepala desa dilantik dan disahkan melalui surat keputusan (SK) bupati Nomor 234 tahun 2010 tentang pengesahan dan pengangkatan kepala desa terpilih periode 2010 – 2016 di Kecamatan Bor – bor Kabupaten Toba Samosir tanggal 14 Desember 2010.

Dalam sistem pemerintahan desa terdapat juga perangkat desa lainnya yang merupakan penyelenggara pemerintahan desa untuk membantu kepala desa, perangkat desa ini dipilih dan diangkat oleh kepala desa sebagai pemimpin pemerintahan desa dimana hal ini diatur dalam keputusan kepala desa Nomor 4 tahun 2010 tentang pengangkatan dan penetapan perangkat Desa Simare, masa bakti tahun 2010 – 2016.

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebagai mitra pemerintah desa, dalam menjalankan tugas dan fungsinya, berdasarkan Undang-undang No. 32 tahun 2004 pasal 209 disebutkan bahwa Badan Permusyawaratan Desa berfungsi menetapkan peraturan desa bersama dengan kepala desa, menampung dan menyalurkan aspirasi masyarakat. Atas peran dan fungsinya tersebut, dijelaskan dalam Peraturan Pemerintah No. 72 tahun 2005, bahwa Badan Permusyawaratan Desa mempunyai wewenang sebagai berikut:39

1. Membahas rancangan peraturan desa bersama kepala desa

2. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan desa dan peraturan kepala desa

3. Mengusulkan pengangkatan dan pemberhentian kepala desa

(18)

4. Membentuk panitia pemilihan kepala desa

5. Menggali, menampung, menghimpun, merumuskan dan menyalurkan aspirasi masyarakat, dan

6. Menyusun tata tertib Badan Permusyawaratan Desa

Badan Permusyawaran Desa (BPD) merupakan mitra sejajar Pemerintahan Desa dalam menyelenggarakan Pemerintahan dan Pembangunan Desa, kedua lembaga tersebut harus terjalin kerjasama dan koordinasi yang seimbang agar masing-masing lembaga dapat menjalankan tugas dan fungsi secara proporsional.

Berdasarkan jumlah penduduk di Desa Simare maka Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) diangkat sebanyak 7 orang. Uraian nama pengurus Badan Permusyawaratan Desa Belang Malum serta tingkat pendidikannya seperti tertera dalam Tabel 2.7 berikut.

Tabel 2.7

Badan Permusyawaratan Desa

Badan Permusyawaratan Desa (BPD)

Ketua Toga S Hutapea

Wakil Ketua Ramlan Hutapea Sekretaris Ruspi Hutahaean Anggota Mawanto Sinurat Anggota Hermina Sitorus Sumber : Kantor Kepala Desa Simare

(19)

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Simare dipilih dengan cara musyawarah untuk mufakat. Calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dipilih dari setiap dusun yang ada di Desa Simare. Masyarakat desa mengusulkan siapa saja yang akan menjadi calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) melalui kepala dusun masing-masing, dan pengangkatan dan penetapan Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) dilaksanakan oleh kepala desa sesuai dengan keputusan kepala desa No 3 tahun 2010 tentang penetapan calon terpilih dan anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD ) Desa Simare periode 2010 – 2016. Kemudian calon anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) akan melaksanakan musyawarah bersama dengan Pemerintah Desa Simare di balai desa untuk menentukan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Simare yang terpilih.

2.4 Profil Elit Lokal di Desa Simare

Desa merupakan wilayah yang sangat strategis sebagai sumber kekuasaan secara politis. Pertarungan politik dalam perebutan kekuasaan ditingkat desa dapat dilihat dari menguatnya posisi sebuah desa yang mengatur pemerintahannya secara mandiri. Perebutan kekuasaan ditingkat desa dapat juga dilihat dari sisi ekonomi. Dimana para pemilik modal atau elit ekonomi lokal ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Desa.

Para elit ekonomi lokal juga terlihat mendominasi sistem pemerintahan desa, yang awalnya para elit ekonomi berpartisipasi pada pemilihan kepala desa.

(20)

Elit ekonomi tersebut juga merupakan tokoh-tokoh masyarakat di Desa tersebut. Sehingga tidak menutup kemungkinan terjadinya penetrasi kebudayaan terjadi bersamaan dengan nilai-nilai yang melekat padanya. Hal inilah yang terjadi disalah satu desa di Kabupaten Toba Samosir yang elit-elit ekonomi lokalnya mendominasi sistem kemasyarakatan setempat yang nantinya juga akan mendominasi dalam pemilihan kepala desa, desa tersebut adalah Desa Simare yang berada di Kecamatan Bor Bor

Desa Simare merupakan salah satu desa yang menjadi wilayah konsesi dari PT. Toba Pulp Lestari. Dimana desa Simare merupakan berada diwilayah sektor Habinsaran. Sebagai salah satu desa yang mempunyai lahan yang luas, dimana hampir mencapai 1400 Ha, yang sebagian besar wilayahnya masih merupakan lahan kosong menjadi lahan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan untuk menanam pohon sebagai kebutuhan dari PT. Toba Pulp Lestari dalam memproduksi bubur kertas. Dimana pusat pengoperasian dari perusahaan ini adalah berada di desa Sosor Ladang Kecamatan Porsea Kabupaten Toba Samosir. PT. Toba Pulp Lestari merupakan salah satu perusahaan yang memproduksi bubur kertas yang sudah memasarkan hasil dari produksi perusahaan di dalam dan juga di luar negeri. PT. Toba Pulp Lestari juga memberikan kesempatan kerja terhadap masyarakat, khususnya masyarakat yang ada di daerah tempat perusahaan melakukan produksi, dan juga di wilayah konsesi dari perusahaan.

(21)

Di wilayah konsesi PT. Toba Pulp Lestari merupakan tempat untuk membuat bahan-bahan yang diperlukan untuk memproduksi kertas. Dimana bahannya adalah pohon dengan jenis ekaliptus. Dan pohon ekaliptus tersebut ditanam di wilayah yang merupakan lahan tidur di setiap wilayah konsesi PT. Toba Pulp Lestari, yang salah satu wilayah konsesinya berada di Desa Simare.

Lapangan pekerjaan dari PT. Toba Pulp Lestari merupakan sebagai karyawan dan sebagai mitra kerja perusahaan. Dimana sebagai karyawan tentunya merupakan bekerja langsung diperusahaan, dan sebagai mitra kerja adalah bekerja untuk perusahaan dalam hal sebagai suatu rekanan dari perusahaan dalam mengerjakan berbagai hal yang berkaitan dengan perusahaan. Seperti pada penanaman, perawatan, penebangan, dan juga pengangkatan kayu ekaliptus. Dimana kayu ekaliptus ditanam diwilayah hutan tanam industri.

Keberadaan PT. Toba Pulp Lestari di Kabupaten Toba Samosir, dan juga Desa Simare yang merupakan salah satu wilayah konsesi dari PT. Toba Pulp Lestari tentunya memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang mempunyai modal. Dimana masyarakat yang mempunyai modal akan lebih mudah bekerja sama dengan perusahaan sebagai mitra kerja perusahaan.

Di Desa Simare yang menjadi mitra kerja perusahaan hanya beberapa orang dari penduduk Desa Simare. Dimana masyarakat yang menjadi mitra kerja perusahaan tersebut sebagai elit ekonomi yang ada di Desa Simare. Dimana sebagai mitra kerja atau rekanan perusahaan tentunya meningkatkan taraf kehidupan dari masyarakat tersebut. Hal ini menyebabkan adanya ketimpangan

(22)

antara masyarakat yang menjadi mitra kerja atau rekanan perusahaan dengan masyarakat sekitar.

Desa Simare yang berpenduduk 716 orang, hanya 7 orang diantaranya wiraswasta yang merupakan mitra kerja PT. Toba Pulp Lestari. Ketujuh orang mitra kerja dengan PT. Toba Pulp Lestari ini berperan penting dalam setiap proses yang terjadi di Pemerintahan Desa Simare, dalam hal ini adalah dari proses pemekaran Desa Simare sampai pada pemilihan Kepala Desa. Ketujuh orang tersebut adalah seperti pada tabel 2.8 berikut ini:

Tabel 2.8 Elit Ekonomi Lokal No Nama Elit Ekonomi

Lokal

Nama CV

1 Naek Hutapea Bintang Kasih

2 Firman Pasaribu HIFFU

3 Hiras Hutapea Simpaga

4 Demas Simangunsong Irma

5 Lenny Hutapea Maharani

6 Seimen Hutapea Panca Karya

(23)

Berdasarkan pada tabel diatas, dimana elit ekonomi yang ada di Desa Simare adalah berjumlah 7 jiwa. dan penjelasan elit ekonomi di Desa Simare adalah sebagai berikut

1. Naek Hutapea yang merupakan salah satu mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari, yang juga merupakan Kepala Desa Terpilih tahun 2010. Naek Hutapea merupakan penduduk asli dari desa tersebut. Dan CV bintang kasih didirikan pada tanggal 25 Mei 2004. Sebagai mitra kerja, Naek Hutapea sebagai pemilik CV Bintang Kasih bergerak dibidang penanaman, perawatan, sampai pada penebangan kayu ekaliptus. Juga meminjamkan kendaraanya kepada PT. Toba Pulp Lestari berupa kendaraan yaitu, tiga mobil, dan satu escavator.

2. Firman Pasaribu merupakan mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari, dimana Firman Pasaribu adalah penduduk asli dari desa tersebut, dan mendirikan CV HIFFU pada tanggal 26 Februari 2004. Sebagai mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari, Firman Pasaribu lebih bergerak pada bidang penebangan sampai pada pengangkatan kayu ekaliptus. Juga meminjamkan kendaraanya kepada PT. Toba Pulp Lestari berupa kendaraan yaitu, satu mobil, dan satu escavator. 3. Hiras Hutapea merupakan penduduk asli di Desa Simare, dan juga sebagai

salah tokoh masyarakat yang ada di Desa Simare. Dan CV Simpaga didirikan pada tanggal 07 November 2002. CV Simpaga sendiri merupakan awal mula dari berkembangnya mitra kerja yang baru di Desa Simare, yang bekerja dengan PT. Toba Pulp Lestari. Sebagai mitra kerja, Hiras Hutapea sebagai

(24)

pemilik CV Simpaga bergerak dibidang penanaman, perawatan, sampai pada penebangan kayu ekaliptus.

4. Demas Simangunsong merupakan mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari. Dan CV Irma didirikan pada tanggal 20 Oktober 2004. Sebagai mitra kerja dengan PT. Toba Pulp Lestari, CV Irma bergerak dalam bidang penebangan kayu ekaliptus.

5. Lenny Hutapea merupakan mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari. Dan mendirikan CV Maharani pada tanggal 15 Maret 2006. Sebagai mitra kerja dengan PT. Toba Pulp Lestari, CV Maharani bergerak dalam bidang penebangan kayu ekaliptus.

6. Seimen Hutapea merupakan mitra kerja dari PT. Toba Pulp Lestari. Dan mendirikan CV Panca Karya pada tanggal 26 Juni 2004. Sebagai mitra kerja dengan PT. Toba Pulp Lestari, CV Panca Karya bergerak dalam bidang penanaman dan juga perawatan pertumbuhan kayu ekaliptus.

7. Januari Pangaribuan merupakan mitra Kerja dari PT. Toba Pulp Lestari. Dan mendirikan CV IAN pada tanggal 11 Agustus 2008. Sebagai mitra kerja dengan PT. Toba Pulp Lestari, CV IAN bergerak dalam bidang penanaman, perawatan, dan juga penebangan kayu ekaliptus.

Pada umumnya semua elit ekonomi yang ada di Desa Simare merupakan mitra kerja dengan PT. Toba Pulp Lestari, dan juga sebagai mitra kerja bidang pekerjaan yang dilakukan adalah pada penanaman, perawatan, penebangan serta pengangkatan kayu ekaliptus. Meskipun hanya bergerak pada bidang yang sama

(25)

para elit ekonomi yang ada di Desa Simare mengalami dampak yang berbeda dengan masyarakat yang lain terutama pada kehidupan ekonomi. Dimana para elit ekonomi selalu mengalami perkembangan yang siginifikan dalam kehidupan ekonomi.

2.5 Proses Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa Simare Tahun 2010

Pemilihan kepala desa merupakan pesta rakyat, dimana pemilihan kepala desa dapat diartikan sebagai suatu kesempatan untuk menampilkan orang-orang yang dapat melindungi kepentingan masyarakat desa40. Pemilihan kepala desa sepenuhnya menjadi domain masyarakat desa. Kepala Desa dipilih oleh rakyat desa yang telah memiliki hak memilih dan dipilih secara langsung. Dalam undang-undang no. 32 tahun 2004 dijelaskan bahwa Kepala Desa walaupun dilantik oleh Bupati atau pejabat lain yang ditunjuk, merupakan pejabat publik yang harus bertanggungjawab atas jabatannya kepada masyarakat desa melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Maka kewenangan pemilihan kepala desa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintahan desa dan masyarakat untuk mengaturnya.

Dalam Undang-undang No. 32 tahun 2004 pasal 202 ayat 1 dijelaskan bahwa, Kepala Desa dipilih langsung oleh dan dari penduduk desa warga negara Republik Indonesia yang syarat selanjutnya dan tata cara pemilihannya diatur dengan Peraturan Daerah yang berpedoman kepada Peraturan Pemerintah. Syarat

40

(26)

dan tata cara pemilihan kepala desa diatur dalam peraturan daerah yang berpedoman pada Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005 pasal 51 ayat 1 Kepala Desa Terpilih dilantik oleh Bupati/Walikota paling lama 15 (lima belas) hari terhitung tanggal penerbitan keputusan Bupati/Walikota.

Pelaksanaan pemilihan kepala desa telah diatur dalam Peraturan Pemerintah Daerah kabupaten masing-masing, begitu juga dengan pemilihan Kepala Desa Simare yang tercantum dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 12 tahun 2007 tentang pedoman penyusunan dan pendayagunaan desa atau kelurahan sekaligus Surat Menteri Dalam Negeri Nomor : 414/1408/PMD tanggal 31 Maret 2010 tentang petunjuk teknik perencanaan pembangunan desa. Tahapan- tahapan pemilihan kepala desa di Kabupaten Toba Samosir meliputi :41

1. Tahapan pembentukan panitia pemilihan. 2. Tahapan pendaftaran daftar pemilih.

3. Tahapan penjaringan bakal calon dan penyeleksian calon kepala desa. 4. Tahapan kampanye calon kepala desa.

5. Tahapan pemungutan suara. 6. Tahapan penetapan calon terpilih.

Pemilihan kepala desa yang berlangsung di desa Simare, Kecamatan Borbor, Kabupaten Toba Samosir dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober 2010 dengan beberapa tahapan pemilihan kepala desa yang dilaksanakan oleh panitia pemilihan sesuai dengan peraturan dan tata cara pemilihan yang diatur. Panitia

41

(27)

pemilihan kepala desa Simare mulai dibentuk anggota pemilihan pada tanggal 20 Agustus 2010. Panitia pemilihan ini tidak terkait dengan pemerintahan administrasi negara seperti pemerintahan kabupaten dan kecamatan ataupun yang bersifat independen. Anggota pemilihan kepala desa ini diambil dari orang yang bersifat netral dan tidak ada rasa memihak pada calon kepala desa yang ikut bersaing dalam pemilihan kepala desa tersebut.

Panitia pemilihan kepala desa dibentuk melalui Badan Permusyarawatan Desa (BPD) serta adanya pertimbangan kehendak masyarakat desa untuk melaksanakan proses pemilihan kepala desa Simare. Panitia pemilihan kepala desa ini terdiri dari 7 (tujuh) orang yang terdiri dari komponen masyarakat desa, yaitu dari Badan Permusyawaratan Desa dan Tokoh masyarakat desa. Panitia pemilihan kepala desa yang sudah terpilih akan dilaporkan pada kepala daerah untuk dilantik dan disahkan sebagai anggota pemilihan supaya mendapatkan pelatihan-pelatihan dan pengarahan yang dilakukan Pemerintahan Kabupaten melalui Biro Pemerintahan Kabupaten.42

Nama-nama panitia pemilihan dipilih melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Nama-nama yang disahkan sebagai anggota Panitia Pemilihan Kepala Desa Simare adalah sebagai berikut.

(28)

Tabel 2.9

Panitia Pemilihan Kepala Desa

Jabatan Nama

Ketua Marihot Hutapea

Sekertaris Pasal Manalu

Bendahara Aser Hutagalung Anggota Malanton Pulungan

Manarsar Hutapea Sadarmin Tambunan

Derita Pasaribu Sumber Data: Panitia Pemilihan Kepala Desa

Dari nama-nama panitia pemilihan Kepala Desa Simare tersebut, Malanton Pulungan yang menjadi anggota dari Panitia Pemilihan Kepala Desa diangkat menjadi Sekretaris Desa Simare. Sementara anggota panitia lainnya berasal dari masyarakat Desa Simare dan tidak memiliki hubungan terhadap calon kepala desa Simare.

Dalam melaksanakan pemilihan kepala Desa Simare, semua anggota panitia mempunyai jabatan dan tugas masing-masing. Ketua panitia pemilihan Kepala Desa Simare memiliki tugas untuk bertanggung jawab terhadap proses pelaksanaan pemilihan kepala desa. Ketua panitia juga ikut dalam menyelesaikan tahapan dalam pelaksanaan pada pemilihan kepala desa, mulai dari pencalonan kepala desa sampai terpilihnya kepala desa. Ketua panitia ini juga bertindak sebagai penampung aspirasi-aspirasi dari masyarakat tentang adanya

(29)

permasalahan-permasalahan yang ada dalam proses pemilihan kepala desa dan di selesaikan secara musyawarah.43

Sekretaris panitia pemilihan kepala desa fungsinya untuk mempersiapkan tentang administrasi dalam proses pelaksanaan pemilihan kepala desa, seperti pemeriksaan berkas para calon kepala desa. Sekretaris panitia pemilihan ini juga berfungsi untuk mendata jumlah masyarakat yang ikut memilih yang sudah ditetapkan dan akan diserahkan pada Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir untuk proses pencetakan surat suara dan berita acara pada waktu pemilihan kepala desa Simare.44

Bendahara panitia pemilihan kepala desa fungsinya untuk membuat proposal tentang rumusan pendanaan yang akan dibutuhkan dalam pelaksanaan pemilihan kepala desa untuk diajukan pada Pemerintahan Kabupaten Toba Samosir. Dalam proposal pendanaan untuk pelaksanaan proses pemilihan kepala desa di desa Toba Samosir, Pemerintah daerah Kabupaten Toba Samosir tidak ada memberikan sumbangan dana dalam proses pemilihan tersebut. Sumbangan Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir adalah kertas suara dan kotak suara. Dana yang dibutuhkan pada proses pemilihan kepala desa Simare adalah Rp. 1.500.000,-. Dana tersebut diambil dari kandidat calon kepala desa tersebut sebanyak Rp.750.000,- per-orang. Dana tersebut dipergunakan untuk persiapan

43

Tugas dan Fungsi Panitia Pemilihan Kepala Desa. Hal. 1

44

(30)

tempat pemungutan suara (TPS), honor panitia pemilihan kepala desa, sosialisasi pemilihan kepala desa, biaya makan dan minum anggota panitia pemilihan.45

Anggota panitia pemilihan kepala desa berfungsi untuk membantu berjalannya tahapan proses pemilihan kepala desa, seperti membantu proses pendataan seluruh masyarakat desa Simare yang berhak ikut memilih, dan menyebarkan undangan pemilihan pada masyarakat yang sudah terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Fungsi lain dari anggota pemilihan kepala desa adalah untuk mempersiapkan tempat pemungutan suara (TPS) dan proses pemungutan suara hingga selesainya rekapitulasi hasil pemungutan suara.46

Sebelum dilakukan pemilihan kepala desa, panitia pemilihan kepala desa terlebih dahulu mendata masyarakat yang terdaftar sebagai pemilih. Tahapan pendataan pemilih kepala desa yang dilakukan oleh panitia pemilihan kepala desa yaitu melakukan pendataan daftar pemilih kerumah masyarakat. Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai pemilih akan diberikan tanda bukti pendaftaran, dan daftar pemilih diumumkan pada masyarakat dengan menempelkan daftar pemilih di balai desa atau di setiap kedai-kedai masyarakat. Setelah pemungutan klarifikasi selesai maka masyarakat yang sudah terdaftar akan ditetapkan sebagaii daftar pemilih tetap (DPT) yang disahkan oleh ketua panitia pemilihan. Daftar pemilih tetap ini dilaporkan kepada Pemerintah Kabupaten Toba Samosir, Camat, Pemerintah Desa, dan Badan Permusyarawatan Desa (BPD).

45

Ibid. Hal. 3

46

(31)

Setelah masa klarifikasi selesai oleh panitia pemilihan kepala desa, maka jumlah pemilih tetap dalam pemilihan Kepala Desa Simare tahun 2010 berdasarkan jenis kelamin adalah seperti pada tabel 2.10 berikut.

Tabel 2.10

Daftar Pemilih Tetap Pemilihan Kepala Desa Simare Tahun 2010

Jenis Kelamin Jumlah

Laki-laki 258

Perempuan 249

Total 507

Sumber data : Kantor Camat Borbor

Setelah mendapat jumlah daftar pemilih tetap yang sudah ditetapkan panitia pemilihan kepala desa, maka akan dilakukan proses pencetakan surat suara dan surat undangan keikutsertaan mereka dalam proses pemilihan kepala desa sekaligus pemberian surat panggilan pemilihan kepada masyarakat yang di tugaskan kepada panitia pemilihan.

Untuk mendapat calon kepala desa, panitia pemilihan kepala desa memberikan kesempatan pada masyarakat untuk mencalonkan diri sebagai calon kepala desa, kesempatan yang diberikan panitia pemilihan kepada masyarakat selama 14 (empat belas) hari atau selama 2 (dua) minggu. Syarat-syarat yang

(32)

diberikan panitia pemilihan kepada calon kepala desa yang sesuai dengan peraturan pemerintah adalah :47

a. Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

b. Setia dan taat kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

c. Berpendidikan sekurang-kurangnya Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) dan atau berpengetahuan yang sederajat.

d. Berumur sekurang-kurangnya 25 tahun.

e. Tidak pernah di hukum penjara melakukan tindakan pidana.

f. Tidak di cabut hak pilihnya berdasarkan Keputusan Pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum tetap.

g. Mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di Desa setempat. h. Bersedia dicalonkan menjadi Kepala Desa.

i. Memenuhi syarat-syarat lain yang sesuai dengan adat istiadat setempat.

j. Belum pernah menjabat kapala desa paling lama 10 tahun atau dua kali masa jabatan.

Syarat-syarat pendaftaran pencalonan Kepala Desa yang diserahkan panitia dalam proses penjaringan bakal calon kepala desa, ialah :48

a. Surat lamaran pencalonan Kepala Desa.

b. Surat Pernyataan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa

47

Syarat calon kepala desa Simare. Hal. 1

48

(33)

c. Surat pernyataan setia kepada Pancasila sebagai dasar Negara, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Negara dan Pemerintahan Republik Indonesia.

d. Surat pernyataan bersedia menjadi Calon Kepala Desa.

e. Surat pernyataan mengenal desa dan dikenal oleh masyarakat Desa.

f. Surat pernyataan belum pernah menjabat kepala desa paling lama 10 tahun atau dua kali masa jabatan.

Panitia pemilihan Kepala Desa Simare menerima 2 (dua) orang yang mendaftar sebagai bakal calon kepala desa dalam masa pendaftaran yang disediakan panitia. Kedua calon yang mendaftar tersebut adalah:

1. Naek Hutapea dengan tanda Padi. 2. Firman Pasaribu dengan tanda Jagung

Dalam proses penjaringan dan seleksi bakal calon kepala desa Simare yang dilakukan panitia pemilihan kepala desa bahwa calon yang mendaftar tersebut tidak ada permasalahan terhadap persyaratan bakal calon kepala desa. Kedua bakal calon memenuhi persyaratan yang dibuat panitia. Panitia pemilihan kepala desa Simare dapat menentukan peserta calon kepala desa dan disahkan dalam sidang Badan Permusyawaratan Desa (BPD) kemudian disampaikan kepada Bupati melalui Camat. Setelah adanya pengesahan dari Bupati maka panitia pemilihan melakukan penentuan gambar sekaligus memberitahukan pada masyarakat nama-nama calon dalam pemlihan Kepala Desa Simare ditempat umum dan di Balai Desa.

(34)

Panitia pemilihan Kepala Desa Simare kemudian menetapkan calon kepala desa Belang Malum setelah tahapan penjaringan dan seleksi bakal calon kepala desa selesai dilakukan. Kedua bakal calon yang mendaftar dinyatakan lolos seleksi dan memenuhi semua persyaratan. Kedua bakal calon ditetapkan sebagai calon kepala desa periode 2010-2016 di Desa Simare. Setelah proses penjaringan dan seleksi bakal calon kepala desa, tahapan selanjutnya adalah tahapan kampanye calon kepala desa.

Kampanye merupakan salah satu metode komunikasi (persuasi), karena di sini juga membahas tentang upaya memengaruhi massa, baik dalam tingkah laku maupun dalam bentuk opini. Kampanye seringkali menyangkut soal pengarahan, pemerkuatan, dan penggerakan kecendeungan kearah tujuan yang diperkenankan secara sosial. Kegiatan kampanye secara umum merupakan kegiatan persuasif (komunikasi Persuasif) yang bertujuan mempengaruhi pola berpikir, bersikap, dan berperilaku orang lain seperti yang diharapkan.49

Berdasarkan tipologi partisipasi politik, kampanye termasuk kedalam jenis partisipasi politik dalam bentuk kegiatan pemilihan. Kegiatan pemilihan dalam hal ini mencakup suara, juga sumbangan untuk kampanye, bekerja dalam suatu pemilihan, mencari dukungan bagi seorang calon, atau setiap tindakan yang bertujuan memengaruhi hasil proses pemilihan50.

Dalam tahapan kampanye pemilihan kepala desa di Desa Simare, panitia memberikan waktu yang digunakan oleh calon kepala desa selama 10 (sepuluh)

49

Prof. Dr. Damsar. 2010. Pengantar Sosiologi Politik. Jakarta: Kencana. Hal. 188-189

50

(35)

sejak tanggal 21 - 30 September 2010. Kampanye calon kepala desa dilakukan kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan kepada masyarakat desa. Dalam tahapan kampanye, calon kepala desa menyampaikan visi dan misinya jika terpilih menjadi Kepala Desa Simare periode 2010-2016. Berbagai kegiatan dilakukan untuk menarik simpati dari masyarakat seperti, acara hiburan, acara makan minum, acara gotong royong dan lain sebagainya. Setiap calon kepala desa berkampanye bersama dengan tim suksesnya masing-masing.

Pemilihan Kepala Desa Simare dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober 2010 dan bertempat di halaman Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) desa Simare. Sesuai dengan pernyataan sekertaris panitia pemilihan kepala desa, Bapak Marihot Hutapea yang mengatakan bahwa:

“ Pemilihan Kepala Desa Simare periode 2010-2016, yang dilaksanakan pada tanggal 05 Oktober 2010. Itu dilaksanakan di halaman Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) desa Simare. Kami menyediakan 2 bilik suara untuk pencoblosan. Pemilihan dimulai dengan kata pembukaan pada pukul 07.00 WIB. Pencoblosan selesai pada pukul 13.00 WIB dan dilanjut dengan penghitungan suara ”.51

Pemilihan kepala desa tahun 2010 di Desa Simare, dimulai pada pukul 07.00 WIB. Panitia pemilihan kepala desa menyediakan 2 bilik suara di tempat pemungutan suara (TPS) yang menjadi tempat masyarakat desa memilih calon kepala desa. Kertas suara yang disediakan panitia berisi gambar dari simbol

51

(36)

masing-masing calon kepala desa. Naek Hutapea dengan simbol padi dan Firman Pasaribu dengan simbol jagung. Pemilihan kepala desa diawali dengan pengarahan dari ketua panitia pemilihan. Pemilihan kepala desa Simare dihadiri oleh unsur Muspida Kabupaten Toba Samosir, Pemerintah Kecamatan Borbor yang langsung dihadiri oleh Camat Borbor beserta jajarannya, Badan Permusyawaratan Desa Simare.

Daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Desa adalah 507 jiwa, dan masyarakat yang datang pada Pemilihan Kepala Desa sebanyak 460 jiwa. Pemilihan Kepala Desa diikuti masyarakat Desa Simare yang terdiri dari 258 orang laki-laki dan 202 orang perempuan. Pemilihan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB dan dilanjut dengan penghitungan suara pada pukul 13.30 WIB.52 Penghitungan suara selesai pada pukul 16.00 WIB dengan hasil sebagai berikut.

Tabel 2.11

Hasil Pemilihan Kepala Desa Hasil Pemilihan Jumlah Suara

Suara Sah 457

Suara Tidak Sah 3

Naek Hutapea 322

Firman Pasaribu 125

Sumber Data: Panitia Pemilihan Kepala Desa

52

(37)

Pemilihan Kepala Desa Simare dimenangkan oleh Naek Hutapea dengan selisih suara 197 suara. Pemilihan ditutup dengan kata penutupan dari ketua panitia pemilihan. Surat suara pemilihan kepala desa kemudian diserahkan kepada pemerintah kecamatan dan dibawa ke kantor Camat Borbor.

Figur

Tabel 2.3  Rincian Populasi

Tabel 2.3

Rincian Populasi p.11
Tabel 2.8  Elit Ekonomi Lokal  No  Nama Elit Ekonomi

Tabel 2.8

Elit Ekonomi Lokal No Nama Elit Ekonomi p.22
Related subjects :