Mengapa buku perlu ditulis?
Mengapa buku perlu ditulis?
Buku
Envisioning Energizing Enabling
Apa beda diktat dengan
buku ajar
Perbandingan Diktat/Modul Buku Ajar
Struktur
penyampaian: bagian, bab, subbab, dst
Materi dalam bab:
•Tujuan
pembelajaran
•Cara penyampaian
•Ilistrasi / gambar
•Rangkuman
•Latihan / soal & jawab
Dipublikasi
Tidak detail
Ada
Sesingkat mungkin Ada, tdk ada
Ada, tdk ada Ada, tdk ada
Teknik Speed Writing
Sumber:
5 Tips to
Double Your Writing Productivity
S: Select a topic=pilih topik
P: Prepare your facts=siapkan fakta dan data E: Establish a structure= tentukan
strukturnya
E: Eliminate distractions= hilangkan
gangguan
Bagaimana memulai ?
Proses Menulis
Kirim ke Penerbit
Perenungan
Perenungan
Observasi
Observasi
Alur Materi buku
Alur Materi buku
Menulis
Siklus Motivasi Menulis Buku
Motivation Effort Performance Outcomes (Rewards) Ability
Extrinsic
Intrinsic Satisfaction
KUM
ROYALTY
Nilai KUM-
Kredit Untuk MengajarAsisten Ahli
Jabatan Akademik Golongan Jumlah KUM
Penata Muda III-A 100
Penata Muda TK 1 III-B 150
Lektor
Penata III-C 200
Penata TK 1 III-D 300
Lektor Kepala
Pembina IV-A 400
Pembina TK 1 IV-B 550
Pembina Utama Muda IV-C 700
Guru Besar
Pembina Utama Madya IV-D 850
Bagaimana memilih tema
Kategorisasi tulisan ilmiah
Bagaimana memilih tema?
Kompetensi Keahlian
Searching informasi
Kumpulkan TOC buku lain
Besar pasar
Persiapan Awal
Pilih tema buku yang akan ditulis
Sesuaikan dengan kompetensi penulis Keahlian dan reputasi penelitian
Ingat Skripsi, Thesis, Disertasi yg pernah
dibuat
Tentukan Judul Utama
Judul yang laris adalah sesuai dengan judul
Matakuliah
Tentukan Sub Judul
Model Sistem Penelitian
Problem/
Ide Penulisan Informasi
Fakta
Data Empirik
Teori
Konsep Dasar Hipotesis
Buku
Tahap Teoritik : kajian pustaka, teori, historis
Tahap Empirik : Pengujian anggapan dasar atau hipotesis
Pahami Spesifikasi Buku
Tentukan katagori buku: ilmu komputer ,
kemputer populer, buku ajar, buku teks.
Tema: Komputer, Database, Motivasi,
Arsitektur, Ilmu Budaya, dll
Tingkat: Pemula, Advanced, Mahir, D3, S1,
S2 dll
Pola: buku ajar, teks, referensi, tutorial,
praktikum, step by step, tip dan trik, kamus, ensiklopedia, How to.
Format: sebaiknya 16x23 cm ke atas
(Mengikuti saran buku dari DIKTI)
Tebal=200 halaman (minimal saran DIKTI)
untuk buku ajar.
Buatlah Sinopsis buku, berisi
Konten Buku secara singkat
Prasyarat untuk membaca buku ini
Tujuan buku ini ditulis
Konsumen siapa yang dituju
1 Paragraf saja cukup
2
ststep
Tentukan tujuan penulisan buku
Buatlah kerangka karangan/outline
Tujuan :
Pembatasan materi
Menjaga alur materi
Menghindari penambahan materi
Contoh Struktur Buku
Keperawatan Kritis, Demystified
Cynthia Lee Terry & Aurora Weaver
I. Perawat Keperawatan Kritis
V. Perawatan Pasien dgn Kebutuhan
Neurologis
VI. Perawatan pada Pasien Trauma II. Perawatan Pasien dgn Kebutuhan Pernafasan Kritis III. Perawatan Pasien dgn Kekritisan Jantung & Pembuluh Darah
Buatlah tujuan manfaat buku ini jika
dibaca oleh pembaca
Sasaran Pembaca
Prospek Pasar
Gambaran pasar
Jurusan Strata Jumlah
Akuntansi
Manajemen
Ilmu Keperawatan (& Keperawatan) Keperawatan
Ilmu Hukum
Teknik Informatika
Teknik Industri
Bimbingan & Konseling
Apa keunggulan buku ini menurut sudut
pandang penulis
Apabila pernah mengetahui buku pesaing,
dapat ditulis judulnya untuk informasi buku pesaing yang pernah terbit.
Contoh:
Keperawatan Kritis
, buku yg
beredar di pasar baru sekitar 5 buku
aktif
Fragmentasi pasar
= jumlah jurusan x rata-rata daya
tampung : jumlah pesaing
= 319 x 100 : 5 = 6380 mhs
Tulis Tentang Penulis
CV singkat penulis, kompetensi
penulis, latar belakang pendidikan,
prestasi penulis, profesi penulis,
kalau dosen mengajar di mana dll
Cukup 1 paragraf saja
Menghindari Plagiarism
Sumber:
James A. Michener
I’m not a very good writer, but I’m
an excellent rewriter
Kebanyakan penulis menghasilkan
tulisan dari hasil menuliskan kembali ide dan gagasan orang lain dengan perspektif yang
Plagiarism
Adalah penjiplakan atau pengambilan
karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah
karangan dan pendapat sendiri
Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana
karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat
mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas
Swaplagiarism
Swaplagiarisme adalah penggunaan kembali
sebagian atau seluruh karya penulis itu sendiri tanpa memberikan sumber aslinya.
Mengambil mentah-mentah dari tulisan karya
sendiri (swaplagiarisme) secara keseluruhan atau sebagian, tanpa memberi sumber.
Termasuk pelanggaran ringan, akan tetapi dapat
Yang bukan plagiarism
menggunakan informasi yang berupa
fakta umum.
menuliskan kembali (dengan mengubah
kalimat atau parafrase) opini orang lain
dengan memberikan sumber jelas.
mengutip secukupnya tulisan orang lain
dengan memberikan tanda batas jelas
bagian kutipan dan menuliskan
sumbernya.
Kesimpulan penelitian sendiri,
Sangsi Plagiarism Berdasarkan UU
No.20/2003
1. Lulusan perguruan tinggi yang karya
ilmiahnya digunakan untuk memperoleh gelar akademik, profesi, atau vokasi terbukti
merupakan jiplakan dicabut gelarnya (pasal 25 ayat 2)
2. Lulusan yang karya ilmiah yang
digunakannya untuk mendapatkan gelar
akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau
pidana denda paling banyak Rp
Kiat Menghindarinya
1. Membuat kutipan langsung, yaitu dengan cara menyalin kalimat, frase, atau salah stu bagian dari teks secara langsung dengan
kata-kata yang sama persis disertai dengan tanda petik.
2. Membuat Parafrase Teks, yaitu menuliskan kembali bagian dari teks dari sumber yang akan kita masukan dalam karya tulis kita, namun ditulis dengan kata-kata sendiri, selanjutnya cantumkan nama
Sistem Kutipan/Catatan
( People forget, records remember)
Informasi Catatan/Kutipan
Langsung
Tak Langsung
Ringkasan/
Komentar Buku
Kutipan Langsung: kata-kata tepat seperti pada sumbernya (wording) Kutipan Tak Langsung: tidak dengan kata-kata yang tepat/sama
seperti aslinya, akan tetapi alur gagasan masih sama dengan naskah aslinya. (Paraphrasing)
Cara Pengutipan Wording
Jumlah kata 30-50 kata, dianggap kutipan
pendek, harus disisipkan dalam tubuh teks karangan.
Lebih dari jumlah tersebut, harus disajikan
dalam blok terindentasi dengan font yang lebih kecil.
Sitasi
Sitasi : penulisan sumber yang digunakan
dalam karya tulis
Sitasi dalam teks: Mencantumkan nama
pemilik ide, teori, pendapat orang lain
langsung dalam teks yang kita tulis dimana buah pikiran berupa ide, pendapat, ataupun teori orang lain tersebut kita gunakan.
Pencantuman dilakukan menuliskan nama
lengkap, tahun dari sumber tersebut, serta halamannya.
alamat lengkap (link) dari sumber di internet
Daftar Pustaka
Pencantuman sumber dari karya
cipta yang kita gunakan di akhir
karya tulis.
Sumber dituliskan lebih detail,
meliputi nama pengarang, tahun
penulisan, judul karya tulis, penerbit
serta lokasi penerbitannya jika karya
tulis tersebut berupa cetakan (print
out).
Boleh dituliskan pada akhir setiap
Tingkatan Plagiarism
menurut www.ieee.org
Tingkat 1= 50 % menyalin kata perkata
Tingkat 2= 20-50 % menyalin kata perkata Tingkat 3= menyalin elemen tulisan penting
hingga 20%
Tingkat 4= menyalin parafrase secara tidak
benar tanpa pengakuan
Tingkat 5= menyalin dengan pengakuan kata
Pahami Permasalahan Teknis
Penulisan >< Penerbitan
Aplikasi yang digunakan saat penulisan berbeda dengan proses di Penerbitan
Gaya bahasa penulis berbeda dengan editor penerbitan
Kualitas gambar capture yang sangat kurang akan menyulitkan proses penerbitan
Menjiplak=kebiasaan
HINDARI
Contoh Kasus tulisan non ilmiah yang ditulis
Hatbonar: Kini kita masih hangat memperbincangkan
gempa dan dampak negatifnya serta kesulitan yang dihadapi pemerintah dalam menolong rakyatnya, sehubungan gempa bumi dan tsunami di wilayah selatan Pulau Jawa. Data
korban jiwa dan harta benda belum selesai dihimpun. Entah berapa lagi korban manusia dan harta bendanya yang
tertelan peristiwa itu.
Anggito: Kini kita masih hangat membincangkan gempa dan
Hatbonar: Sejak tsunami Aceh pada akhir 2004
hingga saat ini, setidaknya terjadi lima bencana besar, seperti longsor di TPA Leuwigajah, gempa Nias, gempa Yogyakarta, lumpur panas Sidoarjo, dan banjir di Sinjai, dan sekitarnya.
Anggito: Sejak tsunami Aceh di akhir 2004
hingga saat ini, setidaknya terjadi enam bencana besar, seperti longsor di TPA Leuwigajah, gempa Nias, gempa Yogyakarta, lumpur panas Sidoarjo, banjir di Sinjai dan sekitarnya, dan erupsi
"Tahukah kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari..."