HUBUNGAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH, BUDAYA KERJA, DAN KOMITMEN KERJA DENGAN KINERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN KOTA KISARAN BARAT.

37  23  Download (4)

Teks penuh

(1)

HUBUNGAN SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH,

BUDAYA KERJA, DAN KOMITMEN KERJA DENGAN

KINERJA GURU SD NEGERI DI KECAMATAN

KOTA KISARAN BARAT

T E S I S

Disetujui Untuk Melakukan Ujian Mempertahankan Tesis Sebagai Syarat Untuk Memperoleh Gelar Magister Pendidikan

Oleh:

MHD. FAUZI RAHMAN NIM. 8116132010

PRODI ADMINISTRASI PENDIDIKAN

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

i ABSTRAK

Mhd. Fauzi Rahman. NIM. 8116132010. Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Kerja, dan Komitmen Kerja dengan Kinerja Guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat. Tesis. Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

(6)

ABSTRACT

Mhd. Fauzi Rahman. NIM. 8116132010. Relationship of Supervising Principal Academic, Work Cultural and Work Commitment in Elementary School Teacher Performance in District City West Range. Thesis. Graduate Program, State University of Medan.

(7)

iii

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulilah ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan kemurahan dan karunia-Nya sehingga sehingga penulis dapat merampungkan tesis ini yang berjudul “Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Kerja, dan Komitmen Kerja dengan Kinerja Guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat”.

Pendidikan merupakan elemen yang sangat penting untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, cerdas, terbuka, demokratis, visioner dan mampu bersaing serta dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga negara Indonesia. Hal inilah yang mendasari penulis untuk menganalisis permasalahan yang terjadi di dunia pendidikan, dimana tesis ini dilandasi pada permasalahan yang ditemukan dalam aktivitas pendidikan, yakni mengenai kinerja guru yang dicapai setiap hari di sekolah, mengenai supervisi akademik kepala sekolah, mengenai budaya kerja yang berkembang di lingkungan sekolah dan mengenai komitmen kerja yang dimiliki oleh setiap guru dalam melaksanakan tugas mengajarnya di sekolah. Atas dasar permasalahan ini peneliti melakukan penelitian dengan rumusan masalahnya adalah sebagai berikut “apakah terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara supervisi akademik kepala sekolah, budaya kerja, dan komitmen kerja dengan kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat”.

Penulis menyadari bahwa dalam peyelesaian proposal ini tidak akan terwujud disebabkan berbagai kelemahan yang dimiliki, oleh sebab itu pada kesempatan ini penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih atas andil dan bantuan berbagai pihak, terutama:

1. Bapak Rektor Universitas Negeri Medan, Prof. Dr. Syahwal Gultom, M.Pd, yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk mengikuti pendidikan pada Program Pascasarjana.

(8)

3. Dr. Ir. Darwin, M.Pd sebagai Ketua Program Studi Administrasi Pendidikan dan Prof. Dr. Paningkat Siburian, M.Pd sebagai Sekretaris Program Studi Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

4. Dr. Saut Purba, M.Pd sebagai Pembimbing I dan Dr. Arif Rahman M.Pd. sebagai Pembimbing II yang telah banyak meluangkan waktu, mengarahkan, memotivasi, menasehati dan membimbing penulis dalam penyelesaian tesis ini. 5. Kepada Bapak Dr. Ir. Darwin, M.Pd , Dr. Zulkifli Matondang, M.Si dan Bapak Dr. Yasaratodo Wau, M.Pd sebagai Narasumber yang telah banyak memberikan saran dan dan masukan kepada penulis dalam penyelesaian penulisan tesis ini.

6. Seluruh Bapak dan Ibu yang tidak tersebutkan namanya satu persatu, selaku Dosen Program Studi Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

7. Rekan mahasiswa Prodi Administrasi Pendidikan Angkatan XX terkhusus untuk kelas B yang telah memberi dukungan bagi penulis.

8. Teristimewa kepada Ayahanda Tuparno dan Ibunda Nurhafni selaku orang tua yang selalu memberi teladan dan dukungan yang besar, dan terkhusus Istri tercinta Mashitah yang selalu setia mendampingi dan mendukung saya serta kepada seluruh keluarga yang memberi motivasi dan doa dalam menyelesaikan penelitian dan studi ini.

Penulis menyadari masih banyak kelemahan dalam penulisan tesis ini, untuk itu penulis berharap kritik dan saran sehingga pemahaman penulis semakin meningkat di karya-karya tulis berikutnya.

Medan , Agustus 2015 Penulis,

(9)

v

BAB II. KERANGKA TEORITIS, PENELITIAN YANG RELEVAN, KERANGKA KONSEPTUAL, DAN HIPOTESIS PENELITIAN 12 A. KerangkaTeoritis ... 12

1. Kinerja Guru... 12

2. Supervisi Akademik Kepala Sekolah ... 17

3. Budaya Kerja ... 22

4. Komitmen Kerja ... 27

B. Penelitian yang Relevan... 32

C. Kerangka Berpikir... 35

1. Hubungan antara Supervisi Akademik Kepala Sekolah dengan Kinerja Guru ... 35

2. Hubungan antara Budaya Kerja dengan Kinerja Guru... 38

3. Hubungan antara Komitmen Kerja dengan Kinerja Guru ... 39

4. Hubungan antara Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Kerja, Dan Komitmen Kerja dengan Kinerja Guru... 41

D. Hipotesis Penelitian ... 44

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 46

A. Tempat dan Waktu Penelitian... 46

B. Metode Penelitian ... 46

C. Sumber Data ... 47

(10)

E. Teknik Pengumpulan Data dan instrument Penelitian... 51

F. Uji Coba Instrumen... 53

G. Tehnik Analisis Data ... 57

H. Pengujian Persyaratan Analisis... 60

I. Pengujian Hipotesis ... 63

BAB IV. HASIL PENELITIAN ... 68

A. Deskripsi Data Penelitian... 68

B. Identifikasi Tingkat KecenderunganVariabel Penelitian... 72

C. Uji Persyaratan Analisis... 75

D. Uji Hipotesis Penelitian ... 85

E. Temuan Penelitian ... 89

F. PembahasanPenelitian ... 93

G. Keterbatasan Penelitian... 103

BAB V. KESIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN... 104

A. Kesimpulan ... 104

B. Implikasi ... 105

C. Saran ... 110

(11)

vii

DAFTAR TABEL

No. Tabel Halaman

3.1 Data Jumlah Guru SD Kecamatan Kisaran Barat ... 47

3.2 Penentuan Jumlah Sampel Dari Populasi Tertentu Dengan Taraf Kesalahan 1 %, 5 % dan 10 %... 48

3.3 Kisi-kisi Instrumen Angket Kinerja Guru ... 51

3.4 Kisi-kisi Instrumen Angket Supervisi Akademik Kepala Sekolah... 52

3.5 Kisi-kisi Instrumen Angket Budaya Kerja ... 52

3.6 Kisi-kisi Instrumen Angket Komitmen Kerja... 52

3.7 Interpretasi Koefisien Korelasi Nilai r... 56

4.1 Distribusi Frekuensi Skor Kinerja Guru ... 68

4.2 Distribusi Frekuensi Skor Supervisi Akademik Kepala Sekolah ... 69

4.3 Distribusi Frekuensi Skor Budaya Kerja ... 70

4.4 Distribusi Frekuensi Skor Komitmen Kerja ... 71

4.5 Tingkat Kecenderungan Variabel Kinerja Guru... 72

4.6 Tingkat Kecenderungan Variabel Supervisi Akademik Kepala Sekolah 73 4.7 Tingkat Kecenderungan Variabel Budaya Kerja... 74

4.8 Tingkat Kecenderungan Variabel Komitmen Kerja ... 75

4.9 Ringkasan Hasil Analisis Normalitas Setiap Variabel Penelitian ... 76

4.10 Ringkasan Hasil Analisis Homogenitas... 77

4.11 Ringkasan Analisis Varians Untuk Persamaan Y Atas X1... 78

4.12 Ringkasan Analisis Varians Untuk Persamaan Y Atas X2... 80

4.13 Ringkasan Analisis Varians Untuk Persamaan Y Atas X3... 81

(12)

DAFTAR GAMBAR

No. Gambar Halaman

2.1 Paradigma Penelitian... 44

4.1 Histogram Skor Kinerja Guru... 69

4.2 Histogram Skor Supervisi Akademik Kepala Sekolah ... 70

4.3 Histogram Skor Budaya Kerja... 71

4.4 Histogram Skor Komitmen Kerja... 72

4.5 Grafik Linier Sederhana antara X1dengan Y ... 79

4.6 Grafik Linier Sederhana antara X2dengan Y ... 81

(13)

ix

DAFTAR LAMPIRAN

No. Lampiran Halaman

1. Instrumen Penelitian ... 118

2. Sebaran Data Uji Coba Instrumen Angket Supervisi Akademis Kepala Sekolah... 130

3. Perhitungan Validitas Instrumen Angket Supervisi Akademis Kepala Sekolah... 139

4. Perhitungan Reliabilitas Instrumen Angket Supervisi Akademis Kepala Sekolah... 141

5. Sebaran Data Uji Coba Instrumen Angket Budaya Kerja... 143

6. Perhitungan Validitas Instrumen Angket Budaya Kerja... 144

7. Perhitungan Reliabilitas Instrumen Angket Budaya Kerja ... 146

8. Sebaran Data Uji Coba Instrumen Angket Komitmen Kerja... 149

9. Perhitungan Validitas Instrumen Angket Komitmen Kerja... 150

10. Perhitungan Reliabilitas Instrumen Angket Komitmen Kerja ... 152

11. Data Variabel Penelitian ... 155

12. Perhitungan Distribusi Frekuensi... 160

13. Identifikasi Tingkat Kecenderungan SetiapVariabel Penelitian ... 168

14. Uji Normalitas... 170

15. Uji Kelinieritas dan Keberartian Persamaan Regresi Sederhana ... 181

16. Uji Homogenitas ... 199

17. Uji Kelinieritas dan Keberartian Persamaan Regresi Ganda ... 216

18. Uji Independen Antar Variabel Bebas... 220

19. Perhitungan Korelasi Sederana Variabel Bebas denganVariabel Terikat 223 20. Perhitungan Korelasi Parsial Antara Variabel Penelitian ... 226

21. Perhitungan Korelasi Ganda ... 239

(14)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan elemen yang sangat penting untuk menciptakan

sumber daya manusia yang berkualitas, cerdas, terbuka, demokratis, visioner

dan mampu bersaing serta dapat meningkatkan kesejahteraan semua warga

negara Indonesia. Sistem pendidikan nasional harus mampu menjamin

pemerataan pendidikan, dan peningkatan mutu pendidikan untuk menghadapi

tantangan dan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.

Selain itu perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana,

terarah, dan berkelanjutan untuk menciptakan sumberdaya manusia yang

berkualitas. Berkualitas atau tidak sumberdaya manusia yang dihasilkan dapat

dilihat dari produktivitas lembaga pendidikan terutama kinerja personal

lembaga pendidikan dalam upaya mencapai tujuan akhir pada penyelenggaraan

pendidikan.

Salah satu lembaga formal tempat diselenggarakannya pendidikan

adalah sekolah. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal bertugas

membentuk manusia yang cerdas, kreatif, dan mampu bersaing sebagai upaya

mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan kandungan tujuan pendidikan

nasional yang menjadi jiwa pengembangan pendidikan di Indonesia.

(15)

2

siswa, dilakukan oleh tenaga kependidikan yang profesional dalam bidangnya

dan dilengkapi dengan fasilitas yang memadai (Engkoswara, 2010:55). Tujuan

mulia dari pendidikan tidak akan terlaksana dan terwujud jika tidak ada peran

guru. Guru memiliki peran yang sangat penting dan mendasar dalam

pemberian layanan pendidikan yang bermutu. Tanpa guru yang berkualitas,

upaya peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dicapai secara maksimal.

Dengan kata lain, berkualitas tidaknya proses kegiatan belajar mengajar

tergantung dari kemampuan guru membimbing dan mengarahkan siswa. Bila

guru bekerja dengan baik akan menunjukkan kinerja baik akan mampu

meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.

Kinerja dapat diartikan sebagai pencapaian hasil kerja sesuai dengan

aturan dan standar yang berlaku di sekolah. Mathis (2002:78) menyatakan

kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan

seseorang. Lebih jauh Sagala (2009:180) mengemukakan kinerja merupakan

suatu fungsi motivasi dan kemampuan menyelesaikan tugas atau pekerjaan,

seseorang harus memiliki derajat kesediaan dan tingkat kemampuan tertentu.

Kinerja merupakan suatu persyaratan tertentu yang akhirnya secara langsung

dapat tercermin dari output yang dihasilkan baik yang berupa jumlah maupun

kualitasnya.

Mangkuprawira dan Vitayala dalam Yamin (2007:155) menyatakan

kinerja merupakan suatu konstruksi multidimensi yang dipengaruhi banyak

(16)

3

1. Faktor Personal/ individual, meliputi: unsur pengetahuan, keterampilan

(skill), kemampuan, kepecayaan diri, dan komitmen yang dimiliki oleh tiap

individu guru.

2. Faktor kepemimpinan, meliputi: aspek kualitas manajer dan team leader

dalam melakukan supervisi (evaluasi), memberikan dorongan, semangat,

arahan, dan dukungan kerja kepada guru.

3. Faktor tim, meliputi: kualitas dukungan dan semangat yang diberikan oleh

rekan dalam satu tim, kepercayaan terhadap sesama anggota tim,

kekompakan, budaya kerja, dan keeratan anggota tim.

4. Faktor sistem, meliputi: sistem kerja, fasilitas kerja yang diberikan pimpinan

sekolah, proses organisasi, dan kultur kerja dalam organisasi (sekolah).

Teori di atas sejalan dengan hasil penelitian Sihite (2013) yang

menyimpulkan bahwa supervisi kepala sekolah, budaya kerja, dan motivasi

kerja berpengaruh langsung terhadap kinerja guru. Selanjutnya hasil penelitian

Ruswandi (2011) menunjukkan supervisi akademik kepala sekolah dan

komitmen kerja berpengaruh terhadap ketercapaian kinerja guru dalam

menjalankan tugasnya. Selain itu, hasil penelitian Shofiati (2013) menjelaskan

kompetensi guru, kepemimpinan kepala sekolah dan motivasi kerja

berpengaruh langsung terhadap kinerja guru. Dengan demikian dapat

disimpulkan bahwa kinerja guru dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan kepala

sekolah, supervisi kepala sekolah, budaya kerja, dan motivasi kerja.

(17)

4

menunjukkan masih banyak guru yang kinerjanya kurang optimal atau masih

rendah. Berdasarkan studi pendahuluan pada tanggal 6 - 9 Januari 2014

menggunakan angket tertutup pada 3 SD Negeri di Kecamatan Kisaran Barat

dengan masing-masing 15 responden yang dipilih acak, didapat bahwa kinerja

guru masih rendah. Hasil isian angket menunjukkan: (1) Apakah RPP dibuat

setiap tahun ajaran baru? Dari 15 responden hanya 15% menjawab selalu, 10%

kadang-kadang, dan 75% tidak pernah, artinya produktivitas guru dalam

memperbaharui RPP masih rendah; (2) Apakah kegiatan belajar mengajar

menggunakan media pembelajaran? Dari 15 responden yang menjawab selalu

27%, 40% kadang-kadang, 33% tidak pernah, artinya dalam kegiatan belajar

mengajar penggunaan media pembelajaran sangat minim digunakan, yang

berdampak pada kualitas pembelajaran yang diberikan guru; (3) Apakah

supervisi dilaksanakan terprogram dengan jelas? Dari 15 responden 45%

menjawab selalu, 25 menjawab kadang-kadang, dan 30% menjawab tidak

pernah, hal ini memberikan gambaran bahwa kegiatan pembelajaran di kelas

jarang disupervisi kepala sekolah, yang berdampak pada stagnansi proses

pembelajaran itu sendiri; (4) Apakah pemetaan kemampuan siswa dan jadwal

evaluasi pembelajaran dilakukan guru? Dari 15 responden, 34% menjawab

selalu, 56% menjawab kadang-kadang, dan 10% tidak pernah, artinya masih

kecilnya produktivitas guru dalam menganalisis kemampuan siswa dalam

menyerap materi pelajaran; dan (5) Apakah guru melakukan remedial sesuai

hasil ujian siswa? Dari 15 responden yang menjawab selalu 16%, 33%

(18)

5

maksimalnya proses evaluasi yang dilakukan karena masih minimnya peran

serta guru dalam meningkatkan ketuntasan belajar.

Hasil ini mendukung informasi dari pengawas Dra. Trisumarni, M.Pd.,

pada tanggal 20 Februari 2014 yang menyatakan kinerja guru SD dirasakan

masih rendah. Dalam realitas sehari-hari masih dijumpai hal-hal berikut:

(1) sebanyak 55% guru kelas belum optimal dalam pembuatan RPP dan

kerangka KBM bahkan hanya copy paste perangkat tahun lalu dengan

mengganti tahunnya; (2) 70% guru kelas kurang mampu menciptakan

pembelajaran yang variatif; (3) sebanyak 55% guru kelas selalu meminta

bantuan siswa menulis materi pelajaran tanpa pengawasan dan penjelasan

materi tersebut; (4) 40% guru kelas tidak pernah membahas hasil PR di depan

kelas, dan tidak menganalisis kemampuan siswa dalam memahami dan

menyelesaikan tugas tersebut; (5) 45% siswa tidak memperhatikan apa yang

dijelaskan guru sehingga mereka tidak menyerap pelajaran yang dijelaskan;

dan (6) 70% guru tidak membuat laporan perkembangan belajar dan laporan

hasil belajar siswa.

Dari informasi ini, kinerja guru harus terus ditingkatkan dengan harapan

dapat menghasilkan mutu pembelajaran yang lebih baik.

Suhardan (2010:13) menyatakan bahwa masalah mutu pembelajaran,

menyangkut masalah esensial yaitu masalah kualitas mengajar yang dilakukan

guru harus mendapat pengawasan dan pembinaan terus menerus dan

(19)

6

memiliki tanggung jawab legal untuk mengembangkan staf, kurikulum, dan

pelaksanaan pendidikan di sekolahnya (Depdiknas, 2007). Kepala Sekolah

memegang peranan penting dalam menggerakkan kehidupan sekolah untuk

mencapai tujuan. Wahjosumidjo (2003:89) menyatakan “Sebagai kekuatan

sentral yang menjadi penggerak kekuatan sekolah, Kepala Sekolah harus

memahami tugas dan fungsinya guna mencapai keberhasilan sekolah serta

memiliki kepedulian terhadap staf dan siswa”.

Salah satu program pengawasan kepala sekolah dalam usaha pembinaan

guru adalah melalui supervisi akademik. Secara tegas Dirjen PMPTK

Depdiknas (2007) menjelaskan:

Tugas di bidang supervisi adalah tugas-tugas Kepala Sekolah yang berkaitan dengan pembinaan guru untuk perbaikan pengajaran. Supervisi merupakan suatu usaha memberikan bantuan kepada guru untuk memperbaiki atau kegiatan supervisi adalah meningkatkan hasil belajar siswa.

Supervisi merupakan upaya pembinaan agar semua faktor yang

mempengaruhi guru tidak menggangu kinerja mereka, melainkan sebaliknya,

menggiringnya menjadi potensi untuk bekerja secara profesional. Upaya ini

menjaga guru sehingga mereka tetapon the track.

Aktivitas supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah berupaya

untuk melakukan perbaikan yang terus menerus (continuous improvement),

pencapaian kualitas dan ketercapaian tujuan yang lebih baik (Dessler,

2006:323). Jenis supervisi dalam dunia pendidikan disesuaikan dengan tujuan

dan sasarannya. Salah satunya adalah supervisi akademik yaitu supervisi

(20)

7

pembelajaran melalui peningkatan kemampuan profesional guru (Satori,

2004:3). Supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah sangat penting

karena merupakan rangkaian dari aktivitas quality assurance dalam

pendidikan. Penilaian terhadap aktivitas supervisi akademik kepala sekolah

secara kedinasan dilakukan oleh pengawas sekolah, namun dalam penelitian

ini, penulis mencoba meneliti supervisi akademik yang dilakukan kepala

sekolah ini berdasarkan persepsi guru yang disupervisinya.

Dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja guru juga diperlukan

budaya kerja yang baik. Hasil penelitian Sihite (2013) menyimpulkan bahwa

budaya kerja memiliki hubungan dengan kinerja guru. Budaya kerja yang

bersifat positif dapat meningkatkan produktifitas kerja, sebaliknya yang

bersifat negatif akan menghambat efektivitas perorangan maupun kelompok

dalam organisasi. Aktualisasi budaya kerja produktif sebagai ukuran sistem

nilai mengandung komponen, yaitu: (1) pemahaman substansi dasar tentang

makna bekerja; (2) sikap terhadap pekerjaan dan lingkungan pekerjaan;

(3) perilaku ketika bekerja; (4) etos kerja; dan (5) sikap terhadap waktu.

Dengan budaya kerja yang positif tercipta suatu kondisi lingkungan kerja yang

memiliki motivasi, dedikasi, kreativitas, kemampuan dan etos kerja yang tinggi

terhadap tugas dan kewajibannya (Supriyadi, 2003:65).

Selain supervisi kepala sekolah dan budaya kerja, faktor lain yang juga

mempengaruhi kinerja guru adalah komitmen kerjanya. Mangkuprawira dan

(21)

8

(2010:72) mengatakan “komitmen merupakan suatu sikap kerja (job atitude)

atau keyakinan yang mencerminkan kekuatan relatif dan keberpihakan dan

keterlibatan individu pada suatu organisasi”. Komitmen menjadi sangat penting

karena komitmen merupakan hal yang paling mendasar dalam melaksanakan

suatu pekerjaan. Guru akan kesulitan melakukan peran dan tanggung jawabnya

sebagai pendidik apabila tidak memiliki komitmen.

Steers dan Poter dalam Muslim (2009:81) menambahkan komitmen

adalah sikap bersedia melibatkan diri pada suatu organisasi dan

menyumbangkan segala sesuatu yang ada pada dirinya agar organisasi tetap

dalam keadaan baik. Sejalan dengan itu, Deporter dan Henaki dalam Purba

(2010:72), mengatakan komitmen adalah tekad kuat yang mendorong untuk

mewujudkan sesuatu, terlepas dari berapa banyak rintangan yang mungkin

akan dihadapinya. Individu yang berkomitmen selalu menyadari dan siap

dengan semua resiko, serta bertanggung jawab terhadap resiko yang timbul,

dan tidak ragu untuk menentukan sikap paling mendasar dalam melaksanakan

suatu pekerjaan adalah komitmen, karena akan sulit menyelesaikan pekerjaan

dengan baik tanpa memiliki komitmen.

Berdasarkan uraian di atas, penulis merasa penting untuk meneliti

kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat, dengan mengambil

judul: “Hubungan Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Kerja dan

Komitmen Kerja dengan Kinerja Guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran

(22)

9

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, dapat diidentifikasi sebagai

berikut: (1) Bagaimana kondisi dan kualitas pendidikan Indonesia?

(2) Bagaimana peran guru dalam meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia?

(3) Bagaimana kinerja guru? (4) Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi

kinerja guru? (5) Apakah faktor pendidikan mempunyai hubungan dengan

kinerja guru? (6) Apakah faktor komitmen mempuyai hubungan dengan kinerja

guru? (7) Apakah tingkat penghasilan mempunyai hubungan dengan kinerja

guru? (8) Apakah kepemimpinan mempunyai hubungan dengan kinerja guru?

(9) Apakah budaya kerja mempunyai hubungan dengan kinerja guru? dan

(10) Apakah supervisi kepala sekolah mempunyai hubungan dengan kinerja

guru?

C. Pembatasan Masalah

Dalam penelitian ini masalah dibatasi pada faktor-faktor yang

berhubungan dengan kinerja guru yakni: supervisi akademik kepala sekolah,

budaya kerja, dan komitmen kerja. Dalam penelitian ini variabel kinerja guru

dibatasi hanya pada kemampuan guru dalam pembelajaran di kelas mulai dari

persiapan, pelaksanaan, sampai penilaian hasil belajar siswa. Kinerja guru

dinilai menggunakan lembar observasi. Supervisi akademik kepala sekolah

dibatasi pada kemampuan kepala sekolah dalam mensupervisi pekerjaan guru

(23)

10

D. Perumusan Masalah

Sesuai dengan pembatasan masalah di atas, maka masalah penelitian ini

dapat dirumuskan sebagai berikut:

1. Apakah terdapat hubungan positif antara supervisi akademis kepala sekolah

dengan kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat?

2. Apakah terdapat hubungan positif antara budaya kerja dengan kinerja guru

SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat?

3. Apakah terdapat hubungan positif antara komitmen kerja dengan kinerja

guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat?

4. Apakah terdapat hubungan positif antara supervisi kepala sekolah, budaya

kerja, dan komitmen kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru SD

Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat?

E. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui:

1. Hubungan antara supervisi akademis kepala sekolah dengan kinerja guru SD

Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat.

2. Hubungan antara budaya kerja dengan kinerja guru SD Negeri di

Kecamatan Kota Kisaran Barat.

3. Hubungan antara komitmen kerja dengan kinerja guru SD Negeri di

Kecamatan Kota Kisaran Barat.

4. Hubungan antara supervisi kepala sekolah, budaya kerja, dan komitmen

kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru SD Negeri di Kecamatan

(24)

11

F. Manfaat Penelitian

1. Secara Teoritis

Memberi kontribusi yang baik secara teoritis untuk pengembangan teori

yang berkaitan dengan perilaku organisasi, khususnya teori supervisi,

budaya kerja, komitmen kerja, dan kinerja guru.

2. Manfaat Praktis

a. Bagi kepala dinas pendidikan dan stakeholder lainnya, sebagai informasi

untuk menentukan kebijakan dalam peningkatan kinerja guru.

b. Bagi kepala sekolah, sebagai bahan informasi untuk dapat meningkatkan

kinerja guru.

c. Bagi guru, sebagai upaya pengembangan dan peningkatan kinerja guru.

a. Bagi peneliti lain dapat menjadi masukan dan pembanding dari segi

teknis maupun hasil temuan sehingga saling sumbang saran untuk

(25)

104 BAB V

SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada Bab IV, maka

dapat disimpulkan:

1. Terdapat hubungan positif antara supervisi akademik kepala sekolah dengan

kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat, artinya semakin

baik supervisi akademik kepala sekolah maka semakin baik juga kinerja

guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat.

2. Terdapat hubungan positif antara budaya kerja dengan kinerja guru SD

Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat, artinya semakin baik budaya kerja

maka semakin baik juga kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran

Barat.

3. Terdapat hubungan positif antara komitmen kerja dengan kinerja guru SD

Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat, artinya semakin baik komitmen

kerja maka semakin baik juga kinerja guru SD Negeri di Kecamatan Kota

Kisaran Barat.

4. Terdapat hubungan positif antara supervisi akademik kepala sekolah,

budaya kerja, dan komitmen kerja secara bersama-sama dengan kinerja guru

SD Negeri di Kecamatan Kota Kisaran Barat, artinya semakin baik supervisi

akademik kepala sekolah, budaya kerja, dan komitmen kerja maka semakin

(26)

105

B. Implikasi

Terujinya hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa supervisi

akademik kepala sekolah, budaya kerja, dan komitmen kerja secara

bersama-sama dapat meningkatkan kinerja guru. Hasil analisis yang dilakukan

menunjukkan bahwa supervisi akademik kepala sekolah, budaya kerja, dan

komitmen kerja secara bersama-sama menunjukkan hubungan positif dengan

kinerja guru. Berdasarkan hal tersebut maka implikasi dari yang dapat

diberikan berdasarkan hasil penelitian dan simpulan.

1. Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Dengan diterimanya hipotesis pertama yakni supervisi akademik

kepala sekolah menunjukkan hubungan positif dengan kinerja guru, maka

upaya meningkatkan kinerja guru adalah dengan meningkatkan kualitas

supervisi akademik kepala sekolah. Atas dasar temuan di atas, dikemukakan

sejumlah implikasi terkait dengan upaya peningkatan supervisi akademik

kepala sekolah. Kepala sekolah harus mampu untuk menjadi pemimpin

yang terbaik di sekolah sehingga kepala sekolah bisa menjadi teladan dalam

setiap aktivitas di sekoah terutama dalam melaksanakan supervisi akademik.

Supervisi akademik kepala sekolah memilik peran yang siginifikan dalam

meningkatkan kinerja guru, kepala sekolah adalah orang yang paling

bertanggung jawab dalam mendorong dan memberikan motivasi terhadap

(27)

106

sekolah harus mengacu kepada Permendiknas Nomor 13 Tahun 2007

tentang standar kompetensi dan kualifikasi kepala sekolah. Hal ini

dikarenakan masih banyaknya pengangkatan calon kepala sekolah tidak

mengacu kepada peraturan pemerintah yang berlaku, namun lebih

didasarkan kepada faktor kedekatan atau hubungan emosional serta isme

tertentu.

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme kepala sekolah

menjadi tanggung jawab pemerintah daerah. Untuk itu diperlukan

usaha-usaha nyata dan komperhensif dari pemerintah daerah dalam melakukan

pembinaan, pelatihan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia bagi

para kepala sekolah untuk mewujudkan kepala sekolah yang berkualitas.

Kepala sekolah adalah orang yang paling bertanggung jawab

terhadap keberhasilan tujuan suatu sekolah. Untuk itu kepala sekolah harus

paham tugas dan fungsi sebagai pemimpin tertinggi di sekolah. Kepala

sekolah harus melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Pengembangan kualitas pendidikan di sekoah menuju kinerja guru yang

tinggi menuntut kinerja kepala sekolah yang lebih optimal. Untuk itu,

kepala sekolah harus mempunyai ketrampilan dan kompetensi yang cukup

memadai dalam mengelola sekolah. Kepala sekolah diharapkan dapat

membuat dan mengembangkan sebuah visi, misi, dan tujuan sekolah yang

rasional dan realistis sesuai dengan situasi dan kondisi yang dimiliki

sekolah. Kepala sekolah diharapkan mempunyai kemampuan untuk

(28)

107

semata-mata untuk kemajuan sekolah yang dipimpinnya. Pengembangan

kinerja guru menuntut kepala sekolah yang mandiri dan mempunyai

kepemimpinan yang baik dalam membuat berbagai kebijakan dan keputusan

yang menyangkut sekolah. Kepala sekolah diharapkan memiliki

kemampuan, ketrampilan kepemimpinan, integritas tinggi, dan

profesionalitas dalam melaksanakan dan memimpin berbagai tugas dan

perannya. Tanpa memiliki berbagai ketrampilan dan kemampuan tersebut,

maka kepala sekolah tidak akan mampu melaksanakan kegiatan dan

program sekolahnya dengan optimal.

Di samping itu kepala sekolah diharapkan memiliki kemampuan

untuk menciptakan suasana kerja yang kondusif serta membangun

kerjasama yang harmonis dengan komite sekolah, wali murid, masyarakat

dan pemerintah.

2. Peningkatan Kinerja Guru Melalui Budaya kerja

Dengan diterimanya hipotesis kedua yakni budaya kerja

menunjukkan hubungan positif dengan kinerja guru, maka upaya

meningkatkan kinerja guru adalah dengan menciptakan budaya kerja yang

mampu menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab yang tinggi

terhadap sekolah.

Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung

(29)

108

yang mudah. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab tersebut, guru

membutuhkan daya dukung yang mencukupi sehingga guru dapat

melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan.

Budaya kerja adalah suatu kondisi yang tercipta dan terbentuk

melalui proses dari serangkaian perilaku yang menunjukkan nilai-nilai

ketaatan, kesetiaan, dan ketertiban. Disiplin adalah sebagai sikap mental

yang tercermin dalam perbuatan atau tingkah laku perorangan, kelompok

atau masyarakat berupa ketaatan-ketaatan yang ditetapkan pemerintah atau

etika, norma, dan atau kaidah-kaidah yang berlaku untuk tujuan tertentu.

3. Peningkatan Kinerja Guru Melalui Komitmen Kerja

Komitmen kerja yang dimiliki seseorang, baik yang berasal dari

dalam diri sendiri maupun yang bersumber dari luar, menjadi penentu

terhadap tindakan yang dilakukan guru di sekolah. Dalam melaksanakan

tugas pembelajaran di sekolah, seorang guru dipengaruhi keinginannya yang

dalam bekerja mengakibatkan seseorang bermotivasi tingi atau rendah. Gaji

yang tingi adalah akan menjadi komitmen bagi guru untuk mengajar lebih

baik. Tetapi masih banyak faktor lain yang dapat memotivasi guru, antara

lain: kenyamanan bekerja, penghargaan, kenyamanan bekerja, situasi dan

kondisi kerja kesemuannya dapat memotivasi guru bekerja. Komitmen kerja

akan memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk meningkatkan

kinerjanya di sekolah. Kinerja guru sangat dipengaruhi komitmen kerja

guru. Sangat tidak mungkin seseorang yang tidak memiliki motivasi yang

(30)

109

Komitmen kerja yang ada pada seseorang akan mewujudkan suatu

perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Komitmen

kerja adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan

individu untuk melakukan kegiatan-kegiatan tertentu guna mencapai tujuan.

Jika tujuan tersebut peningkatan kerja, maka komitmen kerja akan

membawa kepada peningkatan kinerjanya.

4. Peningkatan Kinerja Guru Melalui Supervisi Akademik Kepala Sekolah, Budaya Kerja, dan Komitmen Kerja

Dengan diterimanya hipotesis ketiga yakni supervisi akademik

kepala sekolah, budaya kerja, dan komitmen kerja menunjukkan hubungan

positif dengan kinerja guru, maka upaya meningkatkan kinerja guru adalah

dengan meningkatkan kualitas supervisi akademik kepala sekolah dan

menciptakan keinginan guru untuk terus bertanggung jawab terhadap

sekolah. Keberhasilan guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung

jawabnya dalam proses pembelajaran dipengaruhi oleh beberapa faktor, baik

faktor yang berasal dari guru maupun faktor yang berasal dari luar diri guru.

Tugas dan tanggung jawab guru dalam proses pembelajaran bukanlah tugas

yang mudah. Dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab tersebut, guru

membutuhkan daya dukung yang mencukupi sehingga guru dapat

melaksanakan tugas sesuai yang diharapkan.

Supervisi akademik kepala sekolah yaitu, kepala sekolah mampu

(31)

110

bahwa kepala sekolah adalah seorang yang dapat dijadikan panutan bagi

dirinya, dimana guru dapat memberikan penilaian pada kepemimpinan

kepala sekolahnya melalui proses kognitif dan visual. Kepemimpinan kepala

sekolah merupakan daya dukung yang dapat mempengaruhi kinerja guru

dalam proses pembelajaran. Demikian juga dengan budaya kerja sebagai

daya penggerak yang memotivasi semangat bekerja seseorang, mengarahkan

semua kemampuan serta energi yang dimilikinya demi mencapai prestasi

kerja. Supervisi akademik kepala sekolah dan budaya kerja secara

bersama-sama berhubungan dengan kinerja guru.

C. Saran

Saran-saran yang dapat disampaikan sehubungan dengan temuan hasil

penelitian adalah:

1. Untuk meningkatkan kinerja guru diharapkan kepada semua pihak yang

memiliki kepentingan dalam memajukan pendidikan mulai dari kepala

sekolah, guru, peserta didik, masyarakat umum, dunia usaha, komite

sekolah, pemerintah baik pusat maupun daerah, harus mampu bekerja sama

dan memberikan perhatian yang lebih dalam upaya menciptakan kinerja

guru. Karena kinerja guru berdampak pada peningkatan kualitas peserta

didik.

2. Selain faktor kepemimpinan berkaitan dengan pengembangan kinerja guru

perlu didukung oleh perubahan berbagai aspek lainnya dalam pendidikan,

(32)

111

tempat terbaik untuk belajar oleh karena itu perlu dibangun budaya kerja

guru yang dapat memberikan pelayanan terbaik dalam belajar.

3. Kepada Dinas Pendidikan Kota Medan untuk memberikan pembinaan

secara terus menerus kepada kepala sekolah dan guru melalui

pelatihan-pelatihan penguatan kompetensi/ kemampuan kepala sekolah dan guru.

4. Perlu diadakan penelitian yang lebih lanjut tentang hubungan antara

supervisi akademik kepala sekolah, budaya kerja, dan komitmen kerja

(33)

112

DAFTAR PUSTAKA

“Susahnya Benahi Profesi Guru”. http://64.203.71. 11/kompas-cetak/0602/21/humaniora/2455732.htm tanggal 1 Mei 2014).

Amilin, Dewi, Rosita. 2008. “Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja Akuntan Publik dengan Role Stress sebagai Variabel Moderating”.JAAI Vol. 12 No.1

Anoraga Panji dan Suyati Sri. 2006. Perilaku Keorganisasian, Jakarta: Dunia Pustaka Jaya

Anwar Prabu Mangkunegara. 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia,

Bandung: Rosda Karya

Arikunto, Suharsimi. 2005. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

________________. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta

Badudu,1999.Kamus Umum Bahasa Indonesia, Cet. Ke- 1 Jakarta: Pustaka Sinar Harapan

Barnawi dan Arifin, Mohammad, 2012. Kinerja Guru Profesional. Jogjakarta: ArRuzz Media

Davis, K dan JW. 1993. Perilaku Dalam Organisasi. Terjemahan Tim Erlangga, Jakarta: Erlangga

Djam’an, Satori, 2007.Profesi Keguruan. Jakarta: Universitas Terbuka

Dodd, W.A. 1972. Primary School Inspection in New Countries. London: Oxford University Press

Engkoswara, 2010.Administrasi Pendidikan,Bandung: Alfabeta

Garry, Dessler. 2006. Manajemen sumber Daya Manusia. Edisi Ke-10 Terjemahan Parmita Rahayu Kalten: Intan Sejati

Gunawan, M.A. 2010. “Cara Mudah Menyusun Instrumen Penelitian”.Authorized by; http://www.forum penelitian.blogspot.com

(34)

113

Hasibuan, Malayu SP. 2003.Organisasi Dan Motivasi. Jakarta: Bumi Aksara Hamalik, Oemar, 2003.Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara

Idi, Abdullah. ″UU No. 14/2005 Tentang Guru/Dosen: Antara Cita dan Fakta″ Intizar: Jurnal Kajian Agama Islam dan Masyarakat,Vol. 12/No.2/Desember 2006.

Juhum, Muhammad. 2013. “Hubungan Budaya Kerja, Sikap Terhadap Kepemimpinan Kepala Sekolah, Dan Kepuasan Kerja Dengan Komitmen Organisasi Guru SMP Swasta di Kecamatan Beringin Kabupaten Deli Serdang”.Tesis. Medan: UNIMED.

Kemendiknas. 2010. Supervisi Akademik Materi Pelatihan Penguatan Kemampuan Kepala Sekolah. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan. Kirom, Bahrul, 2009, Mengukur Kinerja Pelayanan dan Kepuasan Konsumen,

Bandung: Pustaka Reka Cipta

Luthans, Fred. 2006. Perilaku Organisasi. Edisi Kesepuluh. Alih Bahasa: Vivin A.Y, Shekar Purwanti. Yogyakarta: Andi

Mangkunegara, Anwar Prabu, 2002. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: Remaja Rosdakarya

Martono, dan Agus Harjito. 2003.Manajemen Keuangan. Edisi Pertama, Cetakan Ketiga. Yogyakarta: EKONISIA

Mathis, Robert L. dan John H. Jackson. 2002, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Pertama, Jakarta: Salemba Empat

Mitchel, T.R dan Larson. 1987. People and Organization; An Introduction to Organizational Behavior.Singapore: Mc Graw Hill Inc.

Mulyasa E, 2009.Standar Kompetensi Dan Sertifikasi Guru,Remaja Rosda Karya _________, 2004.Manajemen Berbasis Sekolah. Bandung: Rosdakarya

Ndraha, T., Amnuai. 2003. Teori Budaya Organisasi. Jakarta: BKU Ilmu Pemerintahan Kerjasama IIP-Unpad

Nawawi, Hadari, 2006.Administrasi Pendidikan, Jakarta: Gunung Agung

(35)

114

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 16 Tahun 2007 tentangStandar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru.

Piet A. Sahertian dan Frans Mataheru, 2000. Prinsip dan Teknik Supervisi Pendidikan, Surabaya: Usaha Nasional

Pidarta Made. 2008. Pemikiran Tentang Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Purba, Sukarman. 2010. Kinerja Pimpinan Jurusan di Perguruan Tinggi. Laksbang: Yogyakarta

Qomariah, Aan dan Cepi Triatna. 2005. Visonary Leadership Menuju Sekolah Efektif. Jakkarta: Bumi Aksara.

Rachmawati, Tutik dan Daryanto, 2013. Penilaian Kinerja Profesi Guru dan Angka Kreditnya. Yogyakarta: Gava Media

Rimang, S.S. 2011. Meraih Predikat Guru dan Dosen Paripurna, Bandung: Alfabeta

Rivai, Veithzal. 2008. Education Management, Analisis Teori dan Praktek. Jakarta: Rajagrafindo Persada

Robbins, Stephen P. dan Timothy A. Judge. 2008.Perilaku Organisasi (edisi 12). Jakarta: Salemba Empat

Rucky, Ahmad S. 2002. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama

Sagala, Syaiful. 2009.Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta Sahertian, Piet A. 2000. Konsep-Konsep dan Teknik Supervisi Pendidikan Dalam

Rangka Pengembangan Sumber Daya Manusia. Jakarta: Rineka Cipta Schacter, John. 2014. “Teacher Performance-Based Accountability: Why What

and How”.http://www.mff.org/pubs/performance_assessment.pdf.diakses tanggal 12 Februari 2014

Sergiovanni, T.J. dan R.J. Starrat. 1979. Supervision: Human Perspective. New York: McGraw-Hill Book Company

Sergiovanni, T.J. et al. 1987. Educational Governance and Administration. Second Edition. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall, Inc.

(36)

115

Siagian, Sondang P. 2006. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Bumi Aksara

Simamora, Henry, 2000. Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Bagian Penerbitan STIE YKPN

Simanjuntak, Payaman J, 2011, Manajemen dan Evaluasi Kinerja, Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Soetopo, Hendiyat dan Wasty Soemanto. 1988. Kepemimpinan dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara

Sofo,F. 2003.Human Resources Development: Prespectives, Role and Practice Choices.Warriewood: Business & Profesional Publishing

Subrayanti, Delia. 2013. “Pengaruh Supervisi Akademik Kepala Sekolah Dan Iklim Organisasi Sekolah Terhadap Kinerja Mengajar Guru Sekolah Dasar Negeri Di Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Cianjur”.Thesis. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

Sugiyono. 2008.Statistik Untuk Pendidikan. Bandung: Alfabeta

Sudjana, Nana. 2004.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Rosda Suhardan, Dadang. 2010. Supervisi Profesional Layangan dalam Meningkatkan

Mutu Pembelajaran di Era Otonomi Daerah. Bandung: Alfabeta

Suhendi, Hendi dan Sahya Anggara. 2010. Perilaku Organisasi. Bandung: Pustaka Setia

Sunarto dan Djumadi Purwoatmodjo. 2011. “Pengaruh Gaya Kepemimpinan Kepala Sekolah, Manajemen Berbasis Sekolah (MBS) Dan Iklim Organisasi Terhadap Kepuasan Kerja dan Kinerja Guru SMP Di Wilayah Sub Rayon 04 Kabupaten Demak”. Jurnal Analisis Manajemen. Vol. 5 No.1 Juli 2011

Supandi. 1996. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Jakarta: Departemen Agama Universitas Terbuka

Susanto. 1997.Budaya Perusahaan. Jakarta: Elex Madia Komputindo

(37)

116

Susanto, 2002. Sistem Informasi Manajemen Konsep dan Pengembangannya. Bandung: Lingga Jaya

Syafri. 2004. Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan. Jakarta: Raja Grafindo Persada

Thoha, Miftah. 2006. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Triguno. 2004.Budaya Kerja. Jakarta: Golden Terayon Press

Usman, Husaini, 2009.Manajemen: Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

Usman, Moh. Uzer. 2006. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya

Wahjosumidjo. 2003. Kepemimpinan dan Perilaku Organisasi. Jakarta: Raja Grafindo Persada

West, M.A. 2000. Mengembangkan Kreativitas Dalam Organisasi. Yogyakarta: Kanisius

Yamin, Martinis. 2007. Profesional Guru dan Implementasi KTSP. Jakarta: Gaung Persada Pers

Yamin, Martinis dan Maisah. 2007. Standarisai Kinerja Guru. Jakarta: Gaung Persada Press

Figur

TabelHalaman
TabelHalaman p.11
GambarHalaman
GambarHalaman p.12

Referensi

Memperbarui...

Outline : DAFTAR PUSTAKA