• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 METODE PENELITIAN. Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "3 METODE PENELITIAN. Universitas Kristen Petra"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

3 METODE PENELITIAN

3.1. Jenis Riset

Metode riset ini menggunakan metode riset kuantitatif. Menurut Cooper dan Schindler (2008,p.164) penelitian kuantitatif adalah” Quantitative research attempts precise measurement of something”. Dimana menurutnya riset kuantitatif adalah riset yang berusaha untuk memberikan pengukuran yang tepat.

Jenis riset yang dipakai dalam penelitian ini adalah riset kausal ( sebab akibat). Jenis-jenis desain riset menurut Churchill (2005,p. 129) dibagi menjadi 3 macam, antara lain:

1. Riset eksploratori : desain riset yang lebih menekankan pada pengumpulan ide-ide dan masukan-masukan; hal ini khususnya berguna untuk menyelesaikan masalah yang luas dan samar menjadi submasalah yang lebih sempit dan lebih tepat.

2. Riset deskriptif : desain riset yang lebih menekankan pada penentuan frekuensi terjadinya sesuatu atau sejauh mana dua variabel berhubungan.

3. Riset sebab akibat : desain riset yang lebih menekankan pada penentuan hubungan sebab akibat.

Selain itu menurut Cooper dan Schindler (2008, p.700), riset kausal ( sebab akibat ) adalah “research that attempts to reveal a causal relationship between variables (A produce B or causes B to occur)”. Sehingga definisi dari riset kausal adalah riset yang mencoba untuk mengungkapkan hubungan kausal (sebab akibat) antara variabel ( A menghasilkan B atau menyebabkan B untuk muncul). Oleh karena itu tujuan utama dari riset ini adalah untuk mengetahui apakah faktor reliability, assurance, tangible, empathy, dan responsiveness berpengaruh secara signifikan terhadap kepuasan pelanggan dalam hal ini siswa SMA Kristen Petra 1.

3.2. Populasi dan Sampel

Definisi populasi menurut Cooper dan Schindler (2008,p.374) adalah “ total collection of elements about which we wish to make some inferences”. Dari

(2)

definisi di atas dapat diartikan bahwa populasi adalah kumpulan total dari elemen- elemen yang akan kita lakukan inters (kesimpulan). Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah siswa SMA Kristen Petra 1 kelas X. Jumlah siswa kelas X = 426 siswa, siswa yang mengalami blended learning adalah kelas X-1

=37 siswa, X-2 = 33 siswa, jadi total 70 siswa. Penelitian ini menggunakan sensus terhadap siswa yang menggunakan blended learning dalam metode pembelajaran.

Pemilihan sampel menggunakan semua anggota populasi yaitu 70 siswa yang mendapat perlakuan blended learning.

3.3. Teknik Pengumpulan Data

Sumber data yang digunakan berupa data primer. Data primer diperoleh langsung melalui jawaban dari responden dengan menggunakan daftar pertanyaan ( kuesioner) sebagai instrumennya. Instrumen penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah kuesioner. Menurut Malhotra ( 2004, p.280), kuesioner merupakan salah satu teknik terstruktur dalam mengumpulkan data yang terdiri dari sejumlah pertanyaan, baik tertulis maupun lisan, yang dijawab oleh responden. Kuesioner akan menjadi data yang efisien bila peneliti mengetahui secara pasti tentang data/informasi apa yang dibutuhkan dan bagaimana variabel yang menyatakan informasi yang dibutuhkan tersebut diukur.

Kuesioner terdiri dari 2 bagian yaitu profil responden dan pertanyaan –pertanyaan yang berhubungan dengan reliability, assurance, tangible, empathy, responsiveness, kepuasan siswa, dan loyalitas siswa dengan menggunakan suatu skala pengukuran. Skala pengukuran yang digunakan adalah skala Likert.

3.4. Skala Pengukuran Likert

Pada penelitian sosial, umumnya jenis skala yang digunakan adalah skala sikap. Dalam penelitian kali ini, skala sikap yang digunakan adalah skala Likert.

Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi siswa.

Biasanya cara pengisian kuesioner jenis ini dengan menggunakan cecklist atau pilihan ganda. Masing-masing sikap memiliki bobot tertentu. Menurut Malhotra ( 2004,p. 258), skala Likert merupakan pengukuran skala dengan kategori mulai

(3)

responden untuk menunjukkan persetujuan atau ketidaksetujuan berkaitan dengan serangkaian pertanyaan yang diberikan. Biasanya interval nilai tersebut diwakili dengan angka 1 ( sangat tidak setuju), angka 2 ( tidak setuju), angka 3 (netral), angka 4 ( setuju), dan angka 5 ( sangat setuju).

3.5. Variabel Penelitian dan Definisi Operasional 3.5.1. Variabel Penelitian

Menurut Kerlinger (dalam Gulo,2002,p.42) “ Variables is a property that takes on different values. ...A variables is a symbol which numerals or values are assigned”. Variabel penelitian adalah properti yang mengambil nilai yang berbeda. Variabel penelitian adalah simbol berupa angka atau nilai-nilai yang ditugaskan. Variabel penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu:

1. Variabel Dependen

Variabel dependen sering disebut juga dengan istilah variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Variabel dependen dinotasikan sebagai variabel Y dan Z. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepuasan pelanggan (Y) dan loyalitas pelanggan (Z).

2. Variabel Independen

Variabel independen merupakan variabel bebas yang dapat mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel independen dinotasikan sebagai variabel X. Variabel independen dalam penelitian ini adalah : a. Reliability (X1), b. Assurance (X2), c. Tangible (X3), d. Emphaty (X4), dan e. Responsiveness (X5).

3.5.2. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan suatu definisi yang diberikan kepada variabel-variabel penelitan yang selanjutnya ditentukan indikator yang diperlukan untuk mengukur variabel tersebut. Definisi operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Kualitas Layanan (X)

(4)

Kualitas layanan dinyatakan sebagai perbandingan antara persepsi siswa atas layanan pendidikan yang nyata mereka terima dengan layanan pendidikan yang sesungguhnya diharapkan. Kualitas pelayanan pendidikan dalam penelitian ini merupakan kualitas dari semua layanan yang diterima siswa di kelas X-1 dan X-2 SMA Kristen Petra 1 melalui metode blended learning. Dalam penelitian ini indikator – indikator yang digunakan untuk menganalisis kualitas layanan pembelajaran antara lain :

X1 Reliability : kemampuan sekolah dalam menyediakan bentuk jasa pendidikan melalui pembelajaran blended learning secara akurat dan terpercaya. Metode blended learning yang sesuai harapan siswa ( sebagai pelanggan jasa pendidikan) berupa:

X1.1 : informasi pembelajaran dan materi ajar dapat lebih cepat diterima siswa melalui blended learning .

X1.2 : metode blended learning memberikan pengalaman belajar yang berbeda dengan metode face-to face.

X1.3 : kesulitan siswa dalam menyerap materi pembelajaran dapat di atasi melalui metode blended learning.

X2 Assurance :Dalam jasa layanan pembelajaran, kepastian menjadi hal yang penting untuk dapat diberikan kepada siswa, sekolah dalam hal ini guru sebagai komponen pemberi pembelajaran dapat memberikan layanan berupa:

X2.1 : menumbuhkan rasa percaya diri pada siswa melalui pelayanan dan pengajarannya.

X2.2 : memberikan rasa aman pada siswa selama proses interaksi berlangsung.

X2.3 : menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa.

X3 Tangible: Kemampuan sekolah untuk menyediakan sarana pendukung pembelajaran blended learning berupa :

X3.1: fasilitas komputer ,LCD, apple TV,software aplikasi, jaringan internet yang baik.

X3.2: kelancaran penggunaan alat selama pembelajaran berlangsung.

X3.3: kemampuan guru dalam mengemas pembelajaran metode blended

(5)

X3.4: tampilan blended learning yang menarik melalui I Tunes U Course manager.

X4 Emphaty: Dalam menjaga hubungan baik, sekolah perlu memberikan perhatian kepada siswa dengan memberikan layanan berupa:

X4.1: memahami kebutuhan siswa akan pembelajaran.

X4.2: memberikan perhatian kepada siswa pada tiap individu.

X4.3: memberikan pelayanan dengan tulis.

X4.4: mempunyai hubungan yang baik dengan semua siswa.

X5 Responsiveness : Bagian ini menekankan pada perhatian dan ketepatan ketika guru berinteraksi dengan siswa berupa:

X5.1: kepastian waktu dalam memberikan layanan.

X5.2: kecepatan dalam memberikan layanan untuk menangani problem siswa.

X5.3: memiliki kemudahan bagi siswa untuk menyampaikan keluhan.

2. Kepuasan Pelanggan (Y)

Kepuasan pelanggan adalah perasaan senang atau kecewa siswa yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk pembelajaran dengan blended learning yang dipikirkan terhadap kinerja ( hasil) yang diharapkan terjadi.

Pada penelitian ini didefinisikan sebagai tingkat perasaan di mana siswa kelas X-1 dan X-2 SMA Kr. Petra 1 merasa puas atas layanan melalui pembelajaran blended learning yang diterima dan diharapkan. Indikator-indikator yang digunakan untuk menganalisis kepuasan siswa adalah :

Y1.1 : Komunikasi online yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar.

Y1.2 : Diskusi online yang menunjang proses kegiatan belajar mengajar.

Y1.3 : Adanya peningkatan keterampilan siswa dalam menyerap pembelajaran

Y1.4 : Adanya peningkatan kemampuan siswa dalam menyerap pembelajaran

Y1.5 : Memungkinkan siswa mengakses pembelajaran blended learning dengan lebih fleksibel.

3. Loyalitas Pelanggan (Z)

(6)

Loyalitas pelanggan secara umum dapat diartikan kesetiaan seseorang atas suatu produk, baik barang maupun jasa tertentu. Dalam hal ini, loyalitas telah digunakan untuk melukiskan kesediaan siswa untuk terus menggunakan metode blended learning dalam proses belajar mengajar. Penelitian ini didasarkan atas indikator-indikator yang digunakan untuk menganalisis tingkat loyalitas siswa SMA Kristen Petra 1 yang menggunakan blended learning berupa:

Z1: Penggunaan ulang secara teratur metode blended learning. Siswa yang loyal dengan blended learning akan terus menggunakan metode blended learning.

Z2: Menceritakan metode blended learning kepada siswa lain. Siswa yang loyal tampak apabila siswa menceritakan metode blended learning kepada siswa lain yang tidak menggunakan blended learning.

Z3: Menunjukkan kemauan untuk terus menggunakan blended learning. Siswa lebih memilih tetap menggunakan blended learning.

3.6. Uji Validitas dan Reliabilitas 3.6.1. Uji Validitas

Validitas berasal dari kata “validity” yang mempunyai arti ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya suatu kuesioner. Validitas menunjukkan sejauh mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang akan diukur (Umar, 2002, p.99). Langkah dalam menguji validitas butir pertanyaan pada kuesioner yaitu mencari r hitung (angka korelasi Pearson) dengan rumus sebagai berikut :

... (3.1)

Keterangan :

r : Pearson Product Moment Correlation n : jumlah sampel ( responden penelitian ) X: skor tiap item

Y : skor total ( Umar, 2002, p15)

(7)

Dengan ketentuan bahwa sebuah item kuesioner dinyatakan valid jika nilai r memiliki tingkat signifikansi kurang dari 5% .

3.6.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Suatu kuesioner dikatakan reliabel apabila jawaban seseorang sebagai sampel terhadap pernyataan bersifat konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Dengan demikian reliabel adalah suatu keadaan di mana instrumen penelitian tersebut akan tetap menghasilkan data yang sama mekipun disebarankan pada sampel yang berbeda dan pada waktu yang berbeda.

Uji reliabilitas akan dilakukan dengan menggunakan uji statistik cronbach’s alpha ( α) dengan ketentuan bahwa variabel yang diteliti dinyatakan reliabel jika nilai cronbach’s alpha ( α) adalah di atas 0,6.

Adapun rumus reliabilitas adalah :

... 3.2 Keterangan :

α : koefisien reliabilitas alpha K : banyaknya item

Sj2 : varian skor item

Sx2: varian skor total ( Umar ,2002,p.120)

3.7. Metode Analisis

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode Partial Least Square (PLS). PLS dapat digunakan pada setiap jenis skala data ( nominal, ordinal, interval, rasio) serta syarat asumsi yang lebih fleksibel. PLS dapat melakukan pengukuran model pengukuran sekaligus model struktural. Model pengukuran digunakan untuk uji validitas dan reliabilitas, sedangkan model struktural digunakan untuk uji kausalitas ( pengujian hipotesis berdasarkan prediksi). Dalam Jogiyanto dan Abdillah, 2009,p16) PLS mempunyai keunggulan berupa:

(8)

1. Mampu memodelkan banyak variabel dependen dan variabel independen (model kompleks)

2. Mampu mengelola masalah multikolinearitas antar variabel independen.

3. Hasil tetap kokoh ( robust) walaupun terdapat data yang tidak normal dan hilang.

4. Menghasilkan variabel laten independen secara langsung berbasis cross- product yang melibatkan variabel laten dependen sebagai kekuatan prediksi.

5. Dapat digunakan pada konstruk reflektif dan formatif.

6. Dapat digunakan pada sampel kecil.

7. Tidak mensyaratkan data berdistribusi normal.

8. Dapat digunakan pada data dengan tipe skala berbeda, yaitu normal, ordinal dan kontinu.

Karena dalam penelitian ini menggunakan indikator untuk mengukur setiap konstruknya, dan juga model pengukuran bersifat struktural, maka diputuskan menggunakan PLS.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam analisis regresi data panel terdapat pendekatan untuk mengestimasi model regresi data panel yang tepat, yaitu pooled least square, fixed effects model, dan

Sistem Tender dengan Metode Analytical Hierarchy Process (AHP) pada Unit Perbekalan Universitas Kristen Petra.. Unit Perbekalan Universitas Kristen Petra adalah salah satu

Reliabilitas adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari konstruk, dikatakan reliable jika jawaban dari responden terhadap pernyataan

Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui apakah profitability, growth opportunities, solvability, asset utilization, kurs, tingkat inflasi dan suku bunga deposito

Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian kualitatif ini menggunakan metode penelitian deskriptif yang mana tujuannya adalah untuk membuat deskripsi,

Behavioral intentions adalah sikap atau perilaku yang akan ditunjukan pelanggan setelah melakukan menerima layanan dari Amaris Hotel. a) Word of mouth, yaitu suatu

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah data yang diperoleh dari pengisian kuesioner (angket), kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis terstruktur

Dalam penelitian ini, analisa regresi linear berganda digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh antara variabel bebas yaitu lingkungan fisik, kualitas layanan, kualitas