• Tidak ada hasil yang ditemukan

Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang yang terletak di Jl. Baiduri. Sepah No. 27, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang yang terletak di Jl. Baiduri. Sepah No. 27, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENILITIAN A. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian ini akan dilakukan pada SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang yang terletak di Jl. Baiduri Sepah No. 27, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur. Lokasi ini dipilih karena sesuai dengan fenomena yang akan diangkat pada penelitian ini, kedua sekolah telah melaksanakan pembelajaran daring selama masa pandemi covid 19. Kemudian jumlah responden yang sudah memenuhi syarat minimal penelitian juga menjadi alasan untuk memilih SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang yaitu berjumlah 43 responden guru. Perizinan yang dipermudah untuk mengambil data karena memiliki satu basis yang sama yaitu Muhammadiyah juga menjadi alasan untuk memilih lokasi ini.

B. Jenis penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan adalah eksplanatory research yang termasuk dalam metode kuantitatif. Eksplanatory research adalah metode penelitian yang mengumpulkan data untuk mengetahui kedudukan variabel yang sedang diteliti dan mengetahui pengaruh hubungan satu variable dengan varabel lainnya sehingga mendapatkan sebuah kesimpulan. Penelitian ini akan menghasilkan sebuah pengetahuan baru dengan metode analisis kuantitatif dan mengetahui hubungan atau kedudukan antar variabel sehingga mengetahui pengaruh antar variabel kinerja guru, kepuasan kerja, dan fleksibilitas kerja.

(2)

Uji Hipotesis dapat menjelaskan pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat, sekaligus deteksi pengaruh yang paling kuat antara variabel bebas tersebut.

C. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek atau subjek penelitian yang berupa benda, orang, atau hal yang didalamnya bisa diperoleh dan memberikan sebuah informasi data penelitian (Ismiyanto, 2013). Populasi yang akan diambil dalam penelitian ini adalah seluruh guru SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang yang berjumlah 43 orang. Jumlah guru SMK Muhammadiyah 2 Malang sebanyak 22 orang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang sebanyak 21 orang.

2. Sampel

Sampel adalah sebagian data dari jumlah keseluruhan yang dapat mewakili populasi. Apabila sebuah subjek penelitian kurang dari 100, maka lebih baik diambil semuanya subjek data sehingga penelitian tersebut merupakan penelitian populasi (Arikunto, 2005). Jumlah populasi yaitu Guru pada SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang kurang dari 100 maka penilitian ini menggunakan teori Arikunto (2005) dengan cara mengambil seluruh jumlah responden yang ada yaitu berjumlah 43 orang. Pengumpulan data penilitian ini

(3)

menggunakan teknik total sampling. Total sampling merupakan teknik dalam pengambilan sampel ketika jumlah populasi sama dengan jumlah sampel (Sugiyono, 2007). Jadi pengumpulan data sampel akan dilakukan pada guru SMK Muhammadiyah 2 Malang sebanyak 22 Orang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang sebanyak 21 orang, jadi total responden sebanyak 43 orang.

D. Definisi Operasional Variabel

Operasional variabel merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang variabel yang akan diteliti sehingga variabel tersebut memiliki pengertian yang terukur dan spesifik. Dalam penelitian ini terdiri dari beberapa variabel sebagai berikut:

1. Variabel Independen

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel Independen adalah:

a. Fleksibilitas Kerja

Fleksibilitas kerja adalah kebijakan yang ditetapkan oleh manajemen terkait memfasilitasi guru dalam menentukan kebijakan pemilihan tempat, waktu, dan durasi dalam mengajar. Adapun indikator Fleksibilitas KerjaMenurut Carlson (2010) yaitu:

1) Timing flexibility adalah fleksibel guru untuk memilih jadwal mengajar.

2) Place flexibility adalah fleksibel guru dalam menentukan tempat mengajar.

(4)

3) Time flexibility merupakan fleksibel guru menentukan durasi jam mengajar yang tepat.

b. Kepuasan Kerja

Kepuasan kerja merupakan keadaan emosional yang dialami oleh guru baik menyenangkan atau tidak menyenangkan terhadap pekerjaannya. Menurut Robbins (2015) indikator yang digunakan untuk mengukur kepuasan kerja pada penilitian ini adalah sebagai berikut:

1) Perasaan tentang pekerjaan itu sendiri

Diartikan sebagai perasaan yang dialami guru ketika mengerjakan tugas.

2) Perasaan tentang gaji

Gaji adalah perasaan guru mengenai sejumlah imbalan berupa uang atau upah yang diterima oleh guru ketika melaksanakan tanggung jawabnya.

3) Perasaan tentang pengawasan

Pengawasan adalah sikap guru terhadap kegiatan mengamati atau memantau suatu pekerjaan yang dilakukan atasan untuk menjamin agar semua tugas yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan.

4) Perasaan tentang promosi

Promosi adalah perasaan terhadap pemindahan guru dari satu posisi ke jabatan yang lebih tinggi.

(5)

5) Perasaan tentang rekan kerja

Aspek ini adalah pandangan guru antar sesama mereka untuk mendukung satu sama lain sehingga menimbulkan kepuasan dalam bekerja.

2. Variabel Dependen

Dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah:

a. Kinerja Guru

Kinerja merupakan hasil kerja berupa kuantitas dan kualitas yang telah dicapai oleh guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang telah diberikan kepadanya. Indikator yang akan digunakan pada penelitian kali ini mengacu pada pendapat Mangkunegara (2013) sebagai berikut:

1) Kuantitas yaitu jumlah yang dihasilkan guru dapat dinyatakan dalam bentuk unit atau jumlah aktivitas yang telah diselesaikan.

2) Kualitas adalah pekerjaan yang telah dihasilkan melalui kemampuan dan keterampilan guru dalam memenuhi kesempurnaan tugas atau mencapai hasil yang maksimal.

3) Ketepatan waktu adalah aktivitas yang dimulai dan diselesaikan pada tepat waktu yang telah ditentukan.

(6)

E. Jenis dan Sumber Data

Pada penelitian ini penulis menggunakan jenis data kuantitatif, karena data ini akan berisi mengenai jumlah pegawai dan jumlah skor dari kuisioner yang dikuantitatifkan. Setelah mendapatkan hasil penyebaran data kuisioner kemudian dihitung dengan program aplikasi SPSS.

Sumber data memiliki dua macam, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Data primer adalah sumber data yang langsung diperoleh oleh peneliti, sedangkan data sekunder adalah data yang tidak diperoleh secara langsung oleh peneliti (Sugiyono, 2007). Pada penelitian ini penulis menggunakan sumber data primer yaitu berupa pernyataan responden dalam menjawab kuisioner yang sudah diberikan dan data yang langsung dikumpulkan oleh peneliti. Kemudian menggunakan sumber data sekunder berupa wawancara kepada waka kesiswaan dan kepala madrasah, sumber data yang diperoleh dari web sekolah misalnya profil SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang.

F. Teknik Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan cara atau teknik yang dilakukan untuk mendapatkan sebuah informasi yang dijadikan sebuah data untuk mencapai tujuan penelitian. Data yang dibutuhkan dalam penelitian dapat diperoleh dari 3 sumber yiatu angket, wawancara, dan observasi (Faisal, 2010). Sedangkan penelitian ini untuk memperoleh data menggunakan angket atau kuisioner, yaitu alat pengumpulan data dengan cara membuat pertanyaan yang kemudian

(7)

diberikan kepada responden secara langsung untuk mendapatkan hasil yang jelas dan akurat. Pertanyaan atau pernyataan ini akan dibuat guna mendapatkan tanggapan dari responden mengenai gambaran fleksibilitas kerja dan kepuasan kerja terhadap kinerja para guru SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang.

G. Teknik Pengukuran Variabel

Penelitian ini akan menggunakan teknik pengukuran variabel yaitu skala likert untuk mengetahui nilai terdahap jawaban responden. Skala likert dapat digunakan untuk mengukur presepsi, sikap, dan pendapat seseorang maupun sekelompok mengenai fenomena sosial (Sugiyono, 2006). Pengisian kusioner kinerja karyawan, fleksibilitas kerja, dan kepuasan kerja diukur dengan menggunakan teknik pengukuran skala likert yang dilambangkan dari skala 1 sampai dengan 5. maka dari itu jawaban responden dibagi menjadi 5 kategori seperti pada tabel dibawah ini

Tabel 3.1 Pilihan Jawaban Responden Skor Pilihan

Jawaban

Fleksibiltas Kerja

Kepuasan Kerja

Kinerja Guru 5 Sangat Setuju

(SS)

Sangat Tinggi

Sangat Tinggi

Sangat Tinggi

4 Setuju

(S)

Tinggi Tinggi Tinggi

3 Cukup

(C)

Cukup Cukup Cukup

2 Tidak Setuju (TS)

Rendah Rendah Rendah 1 Sangat Tidak

Setuju (STS)

Sangat Rendah

Sangat Rendah

Sangat Rendah

(8)

H. Uji Instrumen 1. Uji Validitas

Uji ini digunakan mengukur valid atau tidaknya suatu kuisioner.

Kuisioner dapat dikatakan valid jika pertanyaan atau pernyataan mampu menjelaskan sesuatu yang akan diukur. Menurut Sugiyono (2012:133) Tingkat validitas dapat diukur dengan cara membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

𝑟 = 𝑁(∑ 𝑋𝑌) − (∑ 𝑋 ∑ 𝑌)

√[𝑁 ∑ 𝑋2 − (∑ 𝑋)2][𝑁 ∑ 𝑌2− (∑ 𝑌)2]

Keterangan:

r : Koefisien korelasi X : Skor butir

Y : Skor total butir

N : Jumlah sampel (responden)

Dari perhitungan korelasi akan didapat suatu koefisisen korelasi yang akan digunakan untuk mengukur tingkat validitas suatu item dan untuk menentukan apakah suatu item pertanyaan layak digunakan atau tidak.

Kriteria pengujuan validitas yaitu jika terdapat koefisien korelasi r lebih besar dari 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 product moment pada taraf α = 0,05 berarti item dinyatakan valid. Menyatakan valid tidaknya sebuah instrument maka

(9)

diketahui dengan cara membandingkan indeks korelasi product moment dengan level signifikasi sebesar 5% dengan nilai kritisnya sebagai berikut:

a. Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 positif dan 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 > 0,2940 maka variabel penelitian tersebut valid.

b. Jika 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 negatif dan 𝑟𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 < 0,2940 maka penelitian ini tidak valid.

2. Uji Reliabilitas

Uji Realibilitas adalah cara untuk mengukur kuisioner yang berupa indikator dari sebuah variabel. Apabila kuisioner reliable atau handal maka jawaban responden terhadap kuisioner bersifat konsisten. Keandalan menyangkut kekonsistenan jawaban kuisioner apabila diuji berulang kali pada sampel berbeda. Uji reliabilitas dilakukan dengan rumus Alpha Cronbach Arikunto (2006) sebagai berikut:

𝑟𝑖 = ( 𝑘

𝑘 − 1) (∑ 𝜎𝑏2 𝜎𝑡2 ) Keterangan:

𝑟𝑖 : Reliabilitas instrument 𝑘 : Banyaknya butir pertanyaan

∑ 𝜎𝑏2 : Jumlah varian butir 𝜎𝑡2 : Varian total

(10)

Ukuran reliabilitas adalah:

a. Apabila nilai r alpha positif dan r alpha > 0,600, maka item pertanyaan x tersebut dapat dinyatakan reliabel.

b. Apabila nilai r alpha negative dan r alpha < 0,600, maka item pertanyaan x tersebut dapat dinyatakan tidak reliabel.

I. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data digunakan untuk menjadi alat untuk menjawab perumusan masalah pada penelitian ini. Untuk mengetahui perumusan masalah pertama yaitu menggunakan alat analisis rentang skala, perumusan masalah kedua menggunakan alat analisis regresi linear berganda dan uji t, perumusan masalah ketiga menggunakan alat analisis uji F, dan perumusan masalah keempat menggunakan alat analisis uji dominan.

1. Rentang Skala

Analisis rentang skala digunakan pada penelitian ini bertujuan untuk mengolah data kuantitatif berupa angka yang kemudian diartikan dalam data kualitatif (Sugiyono, 2011). Rentang skala digunakan untuk mengetahui bagaimana kondisi Kinerja Guru, Fleksibilitas Kerja, dan Kepuasan Kerja pada guru SMK Muhammadiyah 2 Malang dan MA Muhammadiyah 1 Plus Malang. Untuk menentukan rentang skala dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

(11)

𝑅𝑠 = 𝑛(𝑛 − 1) 𝑚 Keterangan:

Rs : Rentang Skala

m : Jumlah Alternatif jawaban item n : Jawaban responden

Maka rentang skala dapat diperoleh dengan perhitungan sebagai berikut:

Rs = 43 (5−1)

5

= 43 𝑥 4

5

=172

5

= 34,4 = 34

Berikut ini merupakan skala penilaian disetiap kategori variabel penelitian:

Tabel 3.2 Rentang Skala Rentang

Skala

Kinerja Guru Kepuasan Kerja

Fleksibilitas Kerja 43 – 76 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Rendah

77 – 110 Rendah Rendah Rendah

111 – 144 Cukup Cukup Cukup

145 – 178 Tinggi Tinggi Tinggi

179 – 213 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Tinggi

(12)

2. Uji Asumsi Klasik

Ada beberapa pengujian yang harus dilakukan sebelum menguji apakah model yang digunakan mendekati kenyataan yang ada. Maka dalam menguji kelayakan regresi yang digunakan sebelum itu harus menggunakan uji asumsi klasik ini, berikut jenis uji asumsi klasik:

a. Uji Normalitas Data

Digunakan untuk menguji bila distribusi variabel terikat untuk setiap nilai variabel bebas tertentu berditribusi normal maupun tidak. Uji normalitas dapat dilihat residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan uji Kolmogorov-smirnov. Apabila nilai asymp sig lebih dari satu atau sama dengan 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal, sebaliknya apabila nilai asymp sig kurang dari satu atau 0,05 maka data tidak normal.

b. Uji Multikolineritas

Uji multikolinearitas memiliki tujuan untuk menguji model regresi yang didapatkan memiliki korelasi antara variabel bebas (independen). Model regresi dapat dikatakan baik jika tidak terjadi korelasi antar variable bebas. Agar mengetahui ada atau tidaknya multikolineritas dalam regresi dengan cara menganalisis nilai tolerance dan variance influencer factor (VIF). Keputusan untuk melihat ada atau tidaknya multikolineritas adalah apabila nilai VIF

> 10 dan nilai tolerance < 0,1 dapat dikatakan adanya multikolineritas.

(13)

c. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui apakah model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika variance dari residual pengamatan tetap maka disebut homoskedastisitas dan jika pengamatan berbeda disebut heteroskedastisitas. Model yang baik bersifat homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.

3. Analisis Regresi Linear Berganda

Analisis regresi liner berganda digunaka untuk menganalisis pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat. Variabel bebas pada penelitian ini terdiri dari Fleksibilitas Kerja (X1), Kepuasan Kerja (X2), sedangkan variabel terikatnya adalah Kinerja Guru (Y). Menurut Suhardi dan Purwanto (2011) mengemukakan teknik analisisi regresi linier berganda dihitung dengan rumus sebagai berikut, yaitu:

𝑌 = 𝑎 + 𝑏1. 𝑋1+ 𝑏2. 𝑋2 + 𝜀 Keterangan:

Y : Kinerja Karyawan X1 : Fleksibilitas Kerja X2 : Kepuasan Kerja

a : Konstanta Regresi Berganda (Nilai Y apabila 𝑋1, 𝑋2… . 𝑋𝑛 = 0) b : Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan)

c : Variabel pengganggu (error)

(14)

4. Uji Hipotesis a. Uji t

Uji statistik t pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelasan secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat (Kuncoro, 2004). Uji t juga dapat dilakukan dengan cara melihat nilai signifikansi (Sig) dengan level of significance (α), dimana:

1) Signifikansi t > 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) ditolak dalam arti tidak terdapat pengaruh variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).

2) Signifikansi t ≤ 0,05 maka hipotesis alternatif (Ha) diterima dalam arti terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas (X) dengan variabel terikat (Y).

Gambar 2 Kurva uji t Hipotesis statistiknya dinyatakan dengan:

Ho= Fleksibilitas Kerja dan Kepuasan Kerja masing-masing tidak berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan

Ha= Fleksibilitas Kerja dan Kepuasan Kerja masing-masing berpengaruh terhadap Kinerja Karyawan

(15)

b. Uji F

Pengujian uji F ini merupakan uji untuk melihat bagaimana pengujian seluruh variabel bebas bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel terikat (Sugiyono, 2013). Dengan rumus:

F = (𝑅

2

⁄ )𝐾 1−𝑅2

(𝑅−𝐾−1)

Keterangan:

R2: Koefisien determinasi K : Jumlah variabel bebas n : Banyaknya sampel

Gambar 3 Kurva uji F

Untuk hipotesis digunakan hasil signifikasi hasil output SPSS:

1) Jika nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Sig < 0,05 maka variabel bebas (X) berpengaruh secara signifikan terhadap variabel (Y).

2) Jika nilai 𝐹ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < 𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 Sig > 0,05 maka variabel bebas (X) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel (Y).

(16)

5. Uji Dominan

Tujuan uji dominan adalah untuk menemukan variabel bebas manakah yang memiliki pengaruh dominan atau terbesar terhadap variabel terikat. Menguji variabel dominan, terlebih dahulu mengetahui masing-masing kontribusi variabel bebas yang diuji terhadap variabel terikat. Untuk mengetahui variabel mengetahui variabel bebas mana yang mempunyai pengaruh paling dominan maka digunakan Uji Standardized Coefficient Beta dengan membandingkan nilai Standardized Coefficient Beta masing-masing variabel.

a. Jika Standardized Coefficient Beta X1 > X2 maka variabel Fleksibilitas Kerja (X1) berkontribusi dominan dari pada variabel Kepuasan Kerja terhadap Kinerja Karyawan.

b. Jika Standardized Coefficient Beta X1 < X2 maka variabel Kepuasan Kerja (X2) berkontribusi dominan dari pada variabel Fleksibilitas Kerja terhadap Kinerja Karyawan.

Referensi

Dokumen terkait

Suatu bentuk negara yan g tersusun tunggal dan hanya ada satu kesatuan untuk m engatur suatu w ilayah negara adalah.... Kehidupan bernegara

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP) bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini membatasi kajian yang akan diteliti yaitu hanya pada penanda hubungan kohesi gramatikal substitusi

Dengan membaca masalah pada teks, siswa dapat mengidentifikasi saran yang mungkin diberikan untuk penyelesaian masalah (sederhana) dengan tepat.. Setelah

Hasil penelitian yang dilakukan penulis menunjukkan bahwa Kompensasi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Kinerja Pegawai Dinas Sosial Kota Manado, artinya

Untuk memperbaiki proses pemerasan agar lebih efisien, yang dapat meningkatkan kapasitas dan memenuhi standar kesehatan, maka mesin pemeras kelapa parut dibuat dengan sistim

Pada penelitian pengembangan media pembelajaran ini, teknik pengumpulan data melalui wawancara dilakukan untuk mengetahui keadaan pembelajaran dan kebutuhan terhadap

Berdasarkan hasil pengukuran pada Gambar 4.11 telah diperoleh hasil pengukuran sampel dan spike yang dapat dilihat pada Tabel 4.3, yang menunjukkan bahwa contoh air