• Tidak ada hasil yang ditemukan

Daily N ws Market Snapshot Wednesday, 1 December 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Daily N ws Market Snapshot Wednesday, 1 December 2010"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

META : Targetkan Aset Rp40 Triliun

Industry: Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 7% di 2014 INTA : Mandiri dan BSM Salurkan Kredit US$38,1 Juta

Major Indices

Close Chg Chg %

JCI 3,531.21 (99.43) (2.82)

LQ-45 638.08 (22.69) (3.56)

Turnover (in Mn Rp.)

Volume Value

JCI 7,836.11 7,771.84

LQ-45 4,891.86 5,890.42

Market Cap (in Tn Rp.)

Value JCI 2,937.95 LQ-45 2,038.69

Foreign Transaction (in Mn Rp.)

Buy Sell Net

Foreign 4.43 4.90 (0.47)

JCI Top 5 Leading Movers

Close Chg %

BDMN IJ 6,500 5.69

KLBF IJ 3,500 5.26

BSDE IJ 990 10.00

EXCL IJ 5,600 2.75

ADRO IJ 2,325 1.09

JCI Top 5 Lagging Movers

Close Chg %

ASII IJ 51900 -4.51

BBCA IJ 6050 -6.2

UNVR IJ 15000 -6.83

BMRI IJ 6400 -5.88

BUMI IJ 2650 -10.92

World Indexes

Close Chg % PER

NIKKEI 9,961.29 0.24% 19.38

HANGSENG 23,007.99 -0.68% 14.20

KOSPI 1,913.41 0.46% 13.35

STI 3,144.70 -0.43% 12.36

DOW JONES 11,006.02 -0.42% 13.36

FTSE 5,528.27 -0.41% 16.48

Commodities

Close Chg %

WTI Crude ($/barrel) 84 -0.14

Gold 100 (USD/t oz) 1,384 -0.18

CPO (RM/MT) 3,353 1.06

Coal Newc. (USD/MT) 107 -2.37

Nickel (USD/MT) 23,050 2.79

Tin (USD/MT) 24,495 2.49

source : Bloomberg

Daily N ws Market Snapshot

• Market Prediction

Indeks Dow Jones kemarin (30/11) diperdagangkan turun 46 point (- 0.42%) ke level 11,006.02 sehubungan dengan meningkatknya kekhawatiran krisis hutang yang melanda Eropa akan berdampak negatif terhadap perekonomian Amerika, namun penurunan terjadi di bursa sedikit tertahan sehubungan dengan keluarnya laporan yang menunjukkan masih tinggunya jumlah indeks kepercayaan konsumen di Amerika. Di Indonesia, pada perdagangan Selasa (30/11), IHSG ditutup melemah 99 point (-2.74) ke level 3,531.21. Berdasarkan analisa teknikal, RSI menunjukkan bahwa IHSG telah berada dalam fase bearish dimulai dari hari Senin (29/11). Asing kemarin tercatat melakukan net sell sebesar Rp 911 Miliar. Pada perdagangan hari ini, IHSG diperkirakan akan bergerak dikisaran 3,500 – 3,600 dengan saham – saham yang dapat diperhatikan a.l. BSDE, DOID, BDMN dan HRUM

• News & Analysis

• Chart in Focus

Wednesday, 1 December 2010

“You'll always miss 100% of the shots you don't take”

Wayne Gretzky

• Economic & Strategy

ITMG (BoW) INCO (BoW)

HRUM (BoW) BMRI (BoW)

BBRI (BoW) ADRO (BoW)

BI: Undisbursed Loan Perbankan Nasional Capai Rp 150 Triliun

(2)

META: Targetkan Aset Rp40 Triliun

Grup Rajawali siap mendanai setiap proyek yang dikerjakan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) guna menjadikan perusahaan ini sebagai pemain infrastruktur terbesar di kawasan regional. Pada tahun 2015, asset perusahaan ini ditargetkan mencapai Rp. 40 triliun dari posisi sekarang Rp. 4 triliun. (investor/fa)

INTA

Open High Low Close

2,425 2,425 2,225 2,250

META

Open High Low Close

260 260 225 230

News & Analysis

INTA: Mandiri dan BSM Salurkan Kredit US$38,1 Juta

PT Bank Mandiri Tbk dan PT Bank Syariah Mandiri memberikan fasilitas kredit club deal senilai US$38,1 Juta kepada PT Intraco Penta Tbk (INTA).

Bank Mandiri berkontribusi US23,4 Juta dan BSM menyediakan US$14,7 Juta. Pembiayaan ini diberikan dalam bentuk kredit investasi sebesar US$8,1 Juta, kredit modal kerja US$20 Juta, dan fasilitas letter of credit (L/C) US$10 Juta. Kredit modal kerja dan investasi berjangka waktu 3 tahun, sementara L/C bertenor 1 tahun. (kontan/wf)

Comment: kami melihat hal ini sebagai stimulus yang positif bagi INTA dimana kebutuhan akan alat berat tahun depan diperkirakan akan meningkat seiring dengan peningkatan ju mlah produksi pertambangan secara general. INTA sendiri mengalokasikan 52,8% dari dana tersebut untuk pembiayaan alat berat dan sisanya akan digunakan untuk refinancing.

Hingga saat ini belum ada analis yang meng-cover emiten ini.

Comment: Hal ini merupakan sentiment positif bagi perusahaan dimana dana segar tersebut dapat membantu perusahaan dalam penyelesaian proyek-proyek ke depannya. Pertumbuhan asset menjadi 40 trilun dalam 5 tahun ke depan merupakan hal yang realistis atau tumbuh sebesar di atas 58%/tahun (CAGR) dimana sejak tahun 2006 aset perusahaan telah tumbuh di atas 78%/tahun sampai dengan periode berjalan di tahun 2010. Sebagai tamabahan informasi, Grup Rajawali telah mengakuisisi 3.2 milia r saham dari Infrstructure Gro wth Fund LP senilai Rp. 448 milia r pada harga Rp.

140/saham.

Economic & Strategy

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan pertumbuhan industri manufaktur nasional di atas tujuh persen pada 2014.

Hal ini direalisasikan dengan mengupayakan tidak ada lagi sektor industri yang tumbuh negatif (minus) pada tahun depan. Mente ri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, pertumbuhan industri berbasis manufaktur ditargetkan men capai 4,65 persen pada akhir tahun ini, dengan melihat realisasi sampai kuartal III/2010 sebesar 4,69 persen. “Pada 2014 harapannya bisa di atas tujuh per sen.

Kalau yang negatif diupayakan bisa positif atau setidaknya dibuat zero growth, ini akan tumbuh en am persen,” kata Hidayat di Jakarta, Selasa (30/11/2010). (okezone/AA)

Comment: Target pertumbuhan industri manufaktur sebesa r 7% pada 2014 menurut kami cukup waja r. Hal ini tentunya akan membawa dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi seca ra umum. Un tuk mencapai hal ini, pe rlu adanya dukungan dari pemerintah seperti ketersediaan infrastrukutr (listrik, jalur transportasi, IT, dsb). Selain itu kebijakan ekonomi yang terea lisasi melalui kebijakan kredit diharapkan dapat mendorong ekspansi industri ini dan semakin banyak menyerap tenaga kerja yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi secara menyeluruh.

Industry: Industri Manufaktur Ditargetkan Tumbuh 7% di 2014

(3)

Bank Indonesia (BI) mencatat kredit yang belum cair (undisbursed loan) menjelang akhir tahun 2010 masih cukup tinggi yakni mencapai Rp 150 triliun. Porsi undisbursed loan tersebut merupakan kredit yang sudah komit dan tidak bisa dibatalkan oleh ca lon debitur.

Demikian diungkapkan oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman D Hadad kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (30/11/2010) . Ia mengatakan, dalam melihat porsi kredit yang belum cair angka yang menjadi acuan adalah angka yang committed dalam porsi undisbursed loan. Hal tersebut, lanjut Muliaman dikarenakan porsi undisbursed loan committed tidak bisa dibatalkan oleh calon debitur. "Ini menjadi kredit yang ternyata sudah disepakati dan harus dicairkan namun hanya menunggu waktu saja," tambahnya.

Berdasarkan data terakhir Bank Indonesia porsi undisbursed loan (commited dan uncommited) mencapai Rp 530,41 triliun sampai dengan akhir September 2010. Angka tersebut tersebut meningkat dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu yang baru seb esar Rp 276,83 triliun.

Direktur Utama Bank BNI, Gatot Suwondo mengatakan nilai kredit yang belum dicairkan khusus untuk BNI saja mencapai Rp 20 tril iun.

"Tetapi jumlah tersebut masih dalam jumlah yang normal. Besarnya undisbursed itu, sebesar 16,4% dari total komitmen kred it yang telah disetujui," katanya disela acara Economic Outlook 2011 di Hotel JW Marriot kemarin. Ketua HIMBARA tersebut optmistis di akhir Desember nanti akan banyak komitmen kr edit yang akan terserap. "Sehingga porsi undisbursed loan yang mencapai Rp 500 triliun setidaknya bisa direalisasi separuhnya," tukasnya. (detik/btr)

Comment: Jumlah undisbursed loan bisa menjadi indica tor aktivitas perekonomian kedepan, dimana banyak pengusaha meminta commitment credit untuk mengantisipasi lonjakan aktivitas p erdagangan di kemudian hari, bila kenyataan sesuai dengan prediksi maka credit tersebu t akan digunakan, kami melihat undisbursed loan ini yang mencapai angka dua kali lipat karena sikap pengus aha masih wait and see. Namun pada sisi penyaluran kredit nasional sampai dengan Sep tember 2010 telah meningkat 21.5 %, dan ini merupakan hal positif.

BI: Undisbursed Loan Perbankan Nasional Capai Rp 150 Triliun

(4)

Charts in Focus

ITMG (BoW) INCO (BoW)

HRUM (BoW) BMRI (BoW)

BBRI (BoW) ADRO (BoW)

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 2,350 KZ 50,430 BW 39,034

R2 2,500 KI 17,225 XL 6,000

S1 2,275 AK 14,359 YP 4,287

S2 2,200 KK 1,476 DP 4,031

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 10,750 CC 7,827 CS 17,298

R2 11,250 BW 5,725 DB 9,383

S1 10,300 FS 5,225 DX 2,911

S2 9,700 KI 4,025 YU 2,675

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 6,500 BZ 11,378 CS 32,777

R2 6,700 ZP 7,277 CC 10,232

S1 6,300 RX 6,430 DB 7,289

S2 6,100 YP 3,899 ML 4,360

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 6,800 DB 4,375 DR 1,454

R2 7,000 ZP 2,042 IF 1,059

S1 6,600 ML 1,666 KI 1,037

S2 6,400 AI 1,308 YU 968

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 4,600 ZP 2,551 ML 5,724

R2 4,725 CS 1,275 DB 3,970

S1 4,475 BQ 1,020 KI 2,861

S2 4,350 YP 1,012 YU 786

Level Price Top Buyers Volume Top Sellers Volume

R1 51,350 CS 1,143 ZP 1,184

R2 55,250 DX 280 DB 768

S1 48,600 RX 184 AK 236

S2 46,000 DP 182 ML 140

(5)

Disclaimer:

This report is prepared strictly for private circulation only to clients of PT eTrading Securities. It is purposed only to person having professional experience in matters relating to investments. The information contained in this report has been taken from sources which we deem reliable.

No warranty (express or implied) is made to the accuracy or completeness of the information. All opinions and estimates included in this report constitute our judgments as of this date, without regards to its fairness, and are subject to change wi thout notice. However, none of PT eTrading Securities (“eTS”) and/or its affiliated companies and/or their respective employees and/or agents makes any represe ntation or warranty (express or implied) or accepts any responsibility or liability as to, or in relation to, the accuracy or completeness of the information and opinions contained in this report or as to any information contained in this report or any other such information or opin ions remaining unchanged after the issue thereof. We expressly disclaim any responsibility or liability (express or implied) of eTS, its affiliated companies and their respective employees and agents whatsoever and howsoever arising (including, without limitation for any claims, proceed ings, action, suits, losses, expenses, damages or costs) which may be brought against or suffered by any person as a results of acting in reliance upon the whole or any part of the contents of this report and neither eTS, its affiliated companies or their respective employees or a gents accepts liability for any errors, omissions or misstatements, negligent or otherwise, in the report and any liability in respect of t he report or any inaccuracy therein or omission there from which might otherwise arise is hereby expresses disclaimed.

This document is not an offer to sell or a solicitation to buy any securities. This firms and its affiliates and their officers and employees may have a position, make markets, act as principal or engage in transaction in securities or related investments of any company mentioned herein, may perform services for or solicit business from any company mentioned herein, and may have acted upon or used any of the recomm endations herein before they have been provided to you. © PT eTrading Securities 2007.

Betrand Raynaldi Head of Research

Cement & Strategist

Chandra Widjanarka

Technical & Mining

Fath Aliansyah Budiman

Plantation

Budhi S M Siallagan

Property & Construction

Andrew Argado

Consumer Goods

M Wafi

Banking

Yessy Amelia

Eva Puspawati

Nurul Tiffani

Grace Putri Sejati Utfi Humaya

Research Analyst :

Research Support :

eTrading Research

Referensi

Dokumen terkait

Comment: Perusahaan menjelaskan dalam paparan publiknya angka tersebut merefleksikan kontribusi sebesar 34,5% terhadap total penjualan yang mencapai Rp718 miliar, dimana

Pada saat ini PER perseroan 8.4 X bila target produksi tercapai PER perseroan bisa mencapai 6 X, kami melihat valuasi saham secara PER masih menarik, apalagi

Whiz Hotel Kuta merupakan hotel pertama dari jaringan Whiz Hotels yang dibangun di Bali.. Selain di Kuta, perseroan akan mengembangkan satu hotel lagi di kawasan Legian

Melihat target 2011, pencapaian Revenue yang tumbuh 30-50% dan melihat p ertumbuhan di sector property kedepannya masih sangat menjanjikan pertumbuhannya, target tersebut

Dengan penambahan jumlah total saham yang dimiliki Lippo Group secara menyeluruh tidak terlalu memberikan dampak yang signifikan terhadap operasional maupun kinerja LPKR

Perusahaan mendapatkan permintaan lahan industri (order book) sebanyak 170 hektar per Maret 2012 yang dimana harga rata-rata penjualan mencapai US$91 per meter persegi,

Efek dari penerimaan fasilitas tersebut akan menaikan Debt to equity rasio EXCL dari 0,78 pada tahun 2011 menjadi 0,83 pada awal tahun 2012 dan efek selanjutnya

Comment: perusahaan ini tergolong perusahaan yang baik secara fundamental, hal ini dikarenakan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih perusahaan yang cenderung mengalami kenaikan