• Tidak ada hasil yang ditemukan

Correlation between Mother s Knowledge with Exclusive Breastfeeding of Inpatient Children in Kaswari Ward Wangaya Hospital of Denpasar City

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Correlation between Mother s Knowledge with Exclusive Breastfeeding of Inpatient Children in Kaswari Ward Wangaya Hospital of Denpasar City"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

CrossMark

ABSTRACT

Exclusive breastfeeding is a global target, but there are still many obstacles encountered on the implementation. Several studies stated that many factors are contributing in the exclusive breastfeeding target fulfillment. Knowledge becomes a basis of behavioral change, including behavior of exclusive breastfeeding. The purpose is to know the correlation between mother’s knowledge with exclusive breastfeeding of inpatient children in Kaswari ward Wangaya Regional Hospital of Denpasar city.

This study is an observational analytic study with crossectional study design. Samples obtained from 42 mothers of children aged ≥6 months who were hospitalized on February-March 2018 in Wangaya Hospital, and have no history of incubator treatment/NICU/PICU. Data obtained from questionnaire with Cronbach’s alpha 0,749, including knowledge

about definition of exclusive breastfeeding, breastmilk production, breastfeeding benefit for mother and child, breastfeeding methods, and perception of external obstacle that supposed to be overcome. It is found that 71,43% samples have minimal knowledge of breastfeeding. 33,3%

mothers with good knowledge give exclusive breastfeeding. Breastmilk benefit for breastfeed mother questions have the lowest score from all respondents which is only 35,71%. Correlation tested using contingency coefficient correlation test showed that mother’s knowledge had a low positive correlation toward exclusive breastfeeding without any significant statistic differences (c=0.178, p=0.241). For the conclusion, mother’s knowledge has no significant correlation with exclusive breastfeeding of inpatient children in Kaswari Ward, Wangaya Hospital, Denpasar city.

Keywords: Mother’s knowledge, exclusive breastfeeding, correlation

Cite This Article: Susilowati, S.D., Suryawan, I.W.B., Widiasa, A.A.M. 2018. Correlation between Mother’s Knowledge with Exclusive Breastfeeding of Inpatient Children in Kaswari Ward Wangaya Hospital of Denpasar City. Medicina 49(2): 284-289. DOI:10.15562/Medicina.v49i2.367

Hubungan pengetahuan ibu dengan pencapaian ASI eksklusif anak yang dirawat di Ruang Kaswari RSUD

Wangaya Kota Denpasar

ABSTRAK

Pencapaian ASI eksklusif sudah menjadi target global, namun pada pelaksanaannya masih banyak terdapat kendala yang ditemui.

Beberapa studi menyatakan terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi pencapaian ASI eksklusif. Pengetahuan merupakan salah satu faktor perubahan perilaku, termasuk dalam tindakan melakukan ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan pengetahuan ibu dengan pencapaian ASI eksklusif anak dalam perawatan di ruang Kaswari RSUD Wangaya kota Denpasar.

Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan rancangan potong lintang. Sampel penelitian adalah 42 ibu dari anak dalam perawatan pada bulan Februari-Maret 2018 di RSUD Wangaya yang berusia ≥ 6 bulan tanpa kelainan kongenital, defisiensi imun, dan riwayat perawatan inkubator/ NICU/ PICU. Data diambil dari

kuisioner dengan cronbach’s alpha 0,749 yang mencakup pengetahuan tentang definisi ASI eksklusif, produksi ASI, manfaat ASI bagi bayi dan ibu, cara pemberian ASI, serta persepsi mengenai kendala eksternal yang seharusnya dapat diatasi. Didapatkan 71,43% Sampel memiliki pengetahuan yang rendah. 33,3% Ibu berpengetahuan baik memberikan ASI eksklusif. Pertanyaan tentang manfaat ASI bagi ibu menyusui memperoleh perentase jawaban benar yang paling rendah (35,71%). Dengan uji korelasi Koefisien kontingensi didapatkan pengetahuan ibu memiliki korelasi positif lemah dengan pencapaian ASI eksklusif tanpa perbedaan statistik yang bermakna (c=0.178, p=0.241). Dapat disimpulkan, pengetahuan ibu tidak mempunyai hubungan bermakna dengan pencapaian ASI eksklusif pada anak yang dirawat di ruang Kaswari RSUD Wangaya Kota Denpasar.

Kata kunci: pengetahuan ibu, ASI eksklusif, korelasi

Cite Pasal Ini: Susilowati, S.D., Suryawan, I.W.B., Widiasa, A.A.M. 2018. Hubungan pengetahuan ibu dengan pencapaian ASI eksklusif anak yang dirawat di Ruang Kaswari RSUD Wangaya Kota Denpasar. Medicina 49(2): 284-289. DOI:10.15562/Medicina.v49i2.367

Correlation between Mother’s Knowledge with Exclusive Breastfeeding of Inpatient Children in Kaswari Ward Wangaya Hospital of Denpasar City

Stephanie Darda Susilowati,1* I Wayan Bikin Suryawan,2 Anak Agung Made Widiasa2

1Dokter Umum Magang/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Wangaya, Denpasar, Bali

2Bagian/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Wangaya Denpasar, Bali

*Correspondence to:

Stephanie Darda Susilowati, Dokter Umum Magang/SMF Ilmu Kesehatan Anak RSUD Wangaya, Denpasar, Bali [email protected]

Diterima: 2018-05-30 Disetujui: 2018-01-03 Diterbitkan: 2018-08-31

Volume No.: 49 Issue: 2

First page No.: 284 P-ISSN.2540-8313 E-ISSN.2540-8321

Doi: http://dx.doi.org/10.15562/medicina.v49i2.367

Artikel asli

(2)

PENDAHULUAN

Semua orang pasti tidak asing mendengar kata

“ASI”. Air Susu Ibu, yang secara alamiah dihasil- kan oleh seorang ibu setelah melahirkan. Setiap ibu pasti dapat menghasilkan ASI. Hal ini terjadi karena reaksi hormonal yang cukup kompleks.

Dengan banyaknya manfaat ASI, WHO menganjurkan pemberian ASI secara eksklusif selama enam bulan, dan dapat dilanjutkan sampai usia 2 tahun dengan disertai pemberian makanan tambahan.1-3 Target pencapaian secara global pada tahun 2025 yakni 50% bayi mendapatkan ASI eksklusif dan negara yang sudah mencapai target diupayakan mencapai rerata yang lebih tinggi.4 Sementara ini, data yang tercatat oleh Dana Anak- anak Perserikatan Bangsa-bangsa di tahun 2015 menunjukkan bahwa kurang dari setengah bayi baru lahir di dunia tidak mendapat ASI eksklusif selama enam bulan.3

Indonesia mencapai angka cakupan ASI eksk- lusif lebih banyak dibandingkan data global.

Berdasarkan hasil analisis Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI, pada tahun 2013, dari seluruh jumlah bayi yang berusia 0-6 bulan di Indonesia, 54,3% nya mendapat ASI eksklusif. Sedangkan yang menuntaskan ASI eksklusif selama 6 bulan, menurut pemantauan data sejak tahun 2004-2012, selalu lebih rendah dibanding jumlah pemberian ASI eksklusif pada bayi berusia 0-6 bulan. Cakupan pemberian ASI selama 6 bulan masih dibawah 40%. Pola menyu- sui berdasarkan usia bayi 0-6 bulan di Indonesia pun selalu lebih banyak pola menyusui parsial disbanding menyusui secara eksklusif di tiap tingkatan usia.5

Berdasarkan profil kesehatan Provinsi Bali pada tahun 2016, pemberian ASI eksklusif di Bali mencapai 60%. Capaian ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2014 (71,7%) dan 2015 (72,8%), dan belum mencapai target renstra Dinkes Provinsi Bali yang telah ditetapkan untuk tahun 2015 yaitu 80%.6-8 Ironisnya, kota Denpasar memiliki cakupan ASI Eksklusif terendah diband- ing kabupaten lainnya, dengan pencapaian sebesar 43,9%.6

Beberapa penelitian menyatakan bahwa penge- tahuan Ibu berpengaruh terhadap sikap ibu dalam memberi ASI eksklusif serta lamanya pemberian ASI walaupun korelasinya lebih rendah (terhadap sikap, r=0,44 dan 0,5; terhadap lama pemberian ASI 0,02).9,10 Berdasarkan uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti lebih lanjut menge- nai hubungan antara pengetahuan ibu dengan pencapaian ASI eksklusif.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan rancangan studi observasional analitik dengan pendekatan cross sectional, dimana variable-variabel yang termasuk faktor resiko dan efek diobservasi secara simultan pada satu titik waktu tertentu. Penelitian dilakukan di Ruang Kaswari RSUD Wangaya sejak Januari 2018 hingga Maret 2018. Sampel penelitian berupa ibu pasien yang memiliki anak berusia lebih atau sama dengan 6 bulan dan sedang di rawat di ruang Kaswari, memenuhi kriteria inklusi dan eksk- lusi. Sampel diambil dengan metode consecutive sampling, diamana sampel diambil sampai kurun waktu tertentu atau hingga jumlah sampel terpenuhi.

Kriteria inklusi dalam penelitian ini yaitu ibu kand- ung dari pasien yang berusia ≥ 6 bulan dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusi yang ditetap- kan antara lain ibu yang memiliki anak kelahiran prematur, ibu dan atau pasien immunocompromised, dan ibu dari pasien yang pernah dirawat di ruang gawat. Besar sampel yang dibutuhkan adalah sebe- sar 39 sampel berdasarkan rumus uji korelasi dan 93 sampel untuk mengetahui karakteristik sampel.

Pengetahuan ibu dalah wawasan yang dimi- liki oleh ibu mengenai definisi ASI eksklusif, cara dan pemberian ASI. Dianggap berpengetahuan baik apabila ibu dapat menyawab 75% atau lebih pertanyaan dalam kuisioner. Pencapaian ASI eksk- lusif adalah air susu ibu yang diberikan kepada bayi sejak dilahirkan sampai usia enam bulan tanpa menambahkan dan/atau mengganti ASI dengan makanan atau minuman lain kecuali oralit, vitamin, mineral, atau obat-obatan. Kuisioner yang dipakai dibuat oleh peneliti dan disebar serta dilakukan uji validitas dan reabilitas terlebih dahulu. Didapatkan 16 pertanyaan valid dan memiliki nilai reabilitas 0,749 berdasarkan Cronbach’s alpha. Pertanyaan valid meliputi pengetahuan mengenai definisi ASI eksklusif, manfaat ASI untuk bayi, manfaat ASI untuk ibu, cara pemberian ASI, produksi ASI, serta presepsi ibu mengenai kendala eksternal.

Karakteristik sampel terdiri dari usia ibu, usia ibu saat hamil, wilayah tempat tinggal, kepercayaan, pekerjaan, penghasilan keluarga rata-rata dalam satu bulan, tingkat pendidikan ibu, jumlah anak kandung, dan cara persalinan.

Penelitian ini dilaksanakan pada waktu bersa- maan dengan pengisian kuisioner oleh subjek penelitian. Semua data dikumpulkan kemudian dianalisis dengan uji korelasi koefisien kontingensi menggunakan program SPSS (statistical product and service solutions) 21 for Windows. Sampel yang bersedia mengikuti penelitian menandatangani surat persetujuan.

(3)

HASIL

Jumlah subjek yang didapat adalah 42 sampel.

Jumlah ini memenuhi rumus uji korelasi namun tidak memenuhi perhitungan berdasarkan rumus sampel satu proporsi untuk memenuhi gamba- ran karakteristik. Tingkat ketepatan absolut yang ditetapkan (d) dihitung ulang sesuai dengan jumlah sampel yang didapat. Diperoleh d=14,82%.

Pada penelitian ini karakteristik pada sampel tidak berbeda bermakna pada antara kelompok ASI eksklusif dan kelompok tidak ASI eksklusif.

Sebagian besar sampel masih memiliki pengeta- huan yang rendah. Didapatkan ibu berpengetahuan baik hanya sebesar 28,57%, dan hanya 1/3 diantara- nya yang memberikan ASI eksklusif. 83,3% sampel Tabel 1 Karakeristik subjek penelitian

Karakteristik ASI Eksklusif

(n = 20) ASI tidak Eksklusif

(n = 22) Total

(n=42)

Usia Sampel, rerata (SB) 32,55 (7,54) 31,95 (10,24) 32,24 (8,95)

Wilayah tempat tinggal, n (%)

Denpasar Utara 9 (45) 7 (31,8) 16 (38,1)

Denpasar Barat 2 (10) 10 (45,5) 12 (28,6)

Denpasar Timur 7 (35) 4 (18,2) 11 (26,2)

Denpasar Selatan 0 (0) 1 (4,5) 1 (2,4)

Abang, Karangasem 1 (5) 0 (0) 1 (2,4)

Legian, Badung 1 (5) 0 (0) 1 (2,4)

Kepercayaan/ Agama, n (%)

Hindu 13 (65) 15 (68,2) 28 (66,7)

Islam 6 (30) 5 (22,7) 11 (26,2)

Kristen 1 (5) 2 (9,1) 3 (7,1)

Pekerjaan, n (%)

Ibu Rumah Tangga 8 (40) 10 (45,5) 18 (42,9)

Pedagang 5 (25) 7 (31,8) 12 (28,6)

Pegawai Swasta 5 (25) 5 (22,7) 10 (23,8)

Petani 1 (5) 0 (0) 1 (2,4)

Perawat 1 (5) 0 (0) 1 (2,4)

Rata-rata Penghasilan Total/ bulan, n (%)

< 1 juta/ bulan 4 (20) 4 (18,2) 8 (19,05)

1-3 juta/ bulan 13 (65) 16 (72,7) 29 (69,04)

> 3 juta/ bulan 3 (15) 2 (9,1) 5 (11,91)

Tingkat Pendidikan, n (%)

SD/ tidak sekolah 3 (15) 6 (27,3) 9 (21,5)

SMP 9 (45) 5 (22,7) 14 (33,3)

SMA 6 (30) 9 (40,9) 15 (35,7)

Diploma/ Sarjana 2 (15) 2 (9,1) 4 (9,5)

Jumlah Anak Kandung n (%)

≤ 2 anak 15 (75) 17 (77,3) 32 (76,2)

> 2 anak 5 (25) 5 (22,7) 10 (23,8)

Usia saat hamil anak terakhir, rerata (SB) 28,35 (6,28) 28,09 (8,37) 28,21 (7,36) Cara Persalinan

Spontan 12 (60) 13 (59,1) 25 (59,5)

Operasi (SC) 7 (35) 8 (36,4) 15 (35,7)

Vakum (Vacum Extraction, VE) 1 (5) 1 (4,5) 2 (4,8)

(4)

menjawab pertanyaan mengenai definisi ASI eksk- lusif dengan benar. Topik pengetahuan kedua yang banyak diketahui adalah mengenai manfaat ASI bagi bayi (68,25%), diikuti pengetahuan menge- nai cara pemberian ASI (59,52%), produksi ASI (59,05%), persepsi mengenai kendala eksternal yang seharusnya dapat diatasi (58,33%). Manfaat pemberian ASI bagi ibu sendiri merupakan peng- etahuan yang paling sedikit dimiliki oleh sampel.

Hanya 35,71% ibu yang mengetahui manfaat bagi dirinya.

Pada tabel 5.2, diperoleh p=0,241 menunjuk- kan bahwa korelasi antara tingkat pengetahuan ibu dan pencapaian ASI eksklusif tidak bermakna secara statistik. Sedangkan nilai korelasi (c) sebesar 0,178 menunjukkan korelasi positif (semakin tinggi pengetahuan ibu, semakin banyak tercapai ASI eksklusif) dengan kekuatan korelasi yang sangat lemah dan tidak bermakna secara klinis.

DISKUSI

Pada Penelitian ini sebagian besar ibu mengetahui arti dari ASI eksklusif dan memiliki pengetahuan yang sedikit mengenai manfaat pemberian ASI bagi ibu yang menyusui. Hal ini sesuai dengan penelitian dari Kamau di Kenya pada tahun 2016 yang menemukan bahwa 79,9% ibu mengerti makna dari ASI eksklu- sif, namun tidak mengerti bagaimana ASI eksklusif dapat memberikan manfaat bagi diri mereka.11 Sesuai dengan teori, hal ini juga bisa menjadi faktor predis- posisi dan mempengaruhi perilaku pemberian ASI sehingga ASI eksklusif tidak tercapai.12

Pengertian mengenai ASI eksklusif tidak menjamin akan tercapainya ASI eksklusif itu sendiri. Beberapa penelitian menyatakan adanya pengetahuan ibu yang tidak diwujudkan menjadi tindakan.13,14 Suatu penelitian pada daerah kumuh di perkotaan oleh Murage, menyatakan bahwa pemberian ASI dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti mitos, rendahnya pengetahuan, persepsi yang salah, dukungan sosial dan professional yang kurang, kehamilan yang tidak diinginkan, kemi- skinan, ibu muda yang berperan sebagai orangtua

ini juga ditemukan menjadi salah satu faktor yang berperan dalam pencapaian ASI eksklusif. Hal ini mencakup kemampuan perawat dalam melakukan konseling, serta pentingnya pemberian informasi mengenai pemberian ASI saat follow up sebelum dan sesudah melahirkan.16,17 Konseling pemberian ASI yang menekankan pada teknik menyusui yang tepat terbukti dapat meningkatkan rerata pembe- rian ASI eksklusif dan ASI eksklusif penuh selama 6 bulan.18

Pada penelitian ini, kelompok ibu dengan pengetahuan baik justru lebih banyak yang tidak memberikan ASI eksklusif, walaupun, baik pada kelompok yang memberikan ASI eksklusif dan ASI tidak eksklusif didominasi oleh ibu dengan pengetahuan yang kurang. Seperti penelitian sebel- umnya, pengetahuan ibu tidak terwujud dalam tindakan, salah satunya adalah banyaknya ibu dengan pengetahuan yang kurang. Tidak adanya hubungan bermakna secara statistik yang diser- tai dengan hubungan klinis positif lemah dalam penelitian ini dapat disebabkan karena jumlah ibu dengan pengetahuan rendah mendominasi jumlah sampel (71,43%). Proporsi dominan pengetahuan rendah pada ibu ini juga ditemukan pada beberapa penelitian di daerah lain di Indonesia.19-21

Di Indonesia, beberapa penelitian dilakukan dan memberikan hasil yang berbeda-beda di tiap daerah. Penelitian di Surakarta dan Kudus menya- takan sebagian besar ibu berpengetahuan rendah, dan memiliki perbedaan bermakna dengan pembe- rian ASI eksklusif (p=0,005; p=0,024).21 Penelitian di Klaten mendapatkan pengetahuan ibu tentang cara menyusui dengan tingkatan “baik” memiliki jumlah lebih banyak dan berkorelasi positif dengan perilaku menyusui (r=0,54 dan p= 0,000, cronbach’s alpha 0,98).12 Berbeda dengan hasil penelitian tersebut, penelitian di kawasan Jakarta, sebagian besar ibu pekerja berpengetahuan cukup baik, namun hanya 4% yang memberikan ASI eksklusif hingga 6 bulan.22 Penelitian lain juga menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan ibu ataupun tingkat pendidikan dengan pemberian ASI. Perbedaan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa setiap daerah memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda dalam pemberian ASI.23-25

Tidak adanya hubungan antara pengetahuan ibu dengan pencapaian ASI eksklusif ini sejalan dengan hasil penelitian pada ibu 4 minggu pasca melahirkan. Bahkan pengetahuan dan kesadaran yang baik akan manfaat ASI eksklusif bagi ibu dan bayi tidak mempengaruhi lama pemberian ASI.

Hanya sedikit ibu yang melanjutkan pemberian ASI selama 4 minggu setelah melahirkan. Penemuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup menjadi faktor penentu seorang wanita melanjut- Tabel 2 Hasil analisis korelasi kontingensi

Variabel ASI Koefisien

kontingensi (c) p Tingkat

pengetahuan ibu ASI Tidak eksklusif ASI eksklusif 0,178 0,241

Kurang 14 (46,7) 16 (53,3)

Baik 8 (66,7) 4 (33,3)

Total 22 (52,4) 20 (46,6)

Keterangan: p=probabilitas (bermakna bila p<0,05)

(5)

Pernyataan serupa oleh Ishak yang mengukur sikap ibu menggunakan IIFAS (Iowa Infant Feeding Attitude Scale), bahwa pengetahuan dan sikap saja tidak cukup untuk menjamin tercapainya pembe- rian ASI yang sukses. Parameter lain yang perlu dilibatkan untuk meningkatkan pemberian ASI adalah isu di masyarakat, isu dalam budaya dan tradisi, beriringan dengan penyediaan dukungan yang telah disiapkan untuk kelanjutan pemberian ASI.27

Penelitian lain menemukan bahwa rasa malu, keyakinan ibu dalam memproduksi ASI yang cukup, inisiasi menyusui, perlekatan mulut bayi pada puting yang kurang baik, dukungan kelu- arga/suami, serta ibu yang bekerja/ sekolah di luar rumah juga berperan bermakna dalam pencapaian ASI eksklusif.15,25-26 Beberapa penelitian mengung- kapkan kendala ibu yang sering dialami adalah jumlah ASI yang tidak cukup, nyeri pada payudara, perlekatan mulut bayi yang jelek, tekanan dari mertua, tidak cukup dukungan suami serta ibu yang harus kembali bekerja atau sekolah.26,28-31

SIMPULAN

Kesimpulan yang dapat ditemukan dalam pene- litian ini yaitu tidak terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara pengetahuan ibu dengan pencapaian ASI eksklusif pada anak yang dirawat di R. Kaswari RSUD Wangaya Kota Denpasar. Sebagian besar ibu (71,43%) memi- liki pengetahuan yang kurang. 52,4% Anak yang dirawat di R. Kaswari RSUD Wangaya (memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi) tidak mendapat ASI eksklusif.

SARAN

Saran dari peneliti setelah dilakukan penelitian ini yaitu diharapkan dapat dilakukan penelitian pada jumlah sampel yang lebih besar dan lebih luas, serta metode yang lebih kuat sehingga diperoleh gambaran yang lebih nyata pada suatu daerah. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pencapaian ASI eksklusif, sehingga dapat meningkatkan pencapaian ASI eksklusif di masyarakat.

UCAPAN TERIMA KASIH

Peneliti menyampaikan terimakasih atas kesempa- tan dan bimbingan dari pembimbing serta bantuan dan kerjasama dari subjek penelitian dan perawat ruang Kaswari RSUD Wangaya kota Denpasar.

DAFTAR PUSTAKA

1. World Health Organization. Exclusive Beastfeeding. WHO Nutrition topics. http://www.who.int/nutrition/topics/

exclusive_breastfeeding/en/, diakses 20 Januari 2018 pk 15.56.

2. World Health Organization. 10 Facts on Breastfeeding.

Agustus 2017. Diakses tanggal 20 Januari 2018 pk. 17.26 di http://www.who.int/features/factfiles/breastfeeding/en/

3. UNICEF. Breastfeeding. 29 Juli 2015. Diakses tanggal 20 Januari 2018 pk. 17.47 di https://www.unicef.org/

nutrition/index_24824.html.

4. WHO. The Extension of the 2025 Maternal, Infant, and Young Child nutrition targets to 2030, Discussion paper. UNICEF. http://www.who.int/nutrition/global- target-2025/discussion-paper-extension- targets-2030.pdf Diakses pada 20 Januari 2018 pk 17.26

5. Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI.

Situasi dan Analisis ASI Eksklusif. 2014. Hal. 2-4 6. Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Bali Tahun 2016. Bali:

Dinas Kesehatan; 2017

7. Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Bali Tahun 2015. Bali:

Dinas Kesehatan; 2016

8. Profil Kesehatan Kabupaten/Kota Bali Tahun 2014. Bali:

Dinas Kesehatan; 2015

9. Orabi A, al-Sayad R, Alharthi K. Investigating the Knowledge, Attitudes, Practice and Perceived Barriers of Breastfeeding among Saudi Women in the National Guard Hospital Jeddah. Athens Journal of Health. 2017; 257.

10. Hoseini BL, Vakili R, Khakshour A, Saedi M. Knowledge and Attitude toward Exclusive Milk Feeding (BMF) in the First 6 Months of Infant in Mashhad. International Journal of Pediatrics. 2014; 2 (3):66.

11. Kamau MP. Sources, Content, Maternal Knowledge and Practise on Exclusive Breastfeeding among Mothers with infants (0-6 Months) in Kibera Slums Nairobi County, Kenya [dissertation]. Kenya: Kenyatta University; 2016 12. Angsuko DV. HUbungan pengetahuan ibu tentang cara

menyusui dengan perilaku menyusui bayi usia 0-6 bulan di bidan Yuda, Klaten. Surakarta. Universitas Sebelas Maret;

2009

13. Kimani-Murage, E. W., Wekesah, F., Wanjohi, M., Kyobutungi, C., Ezeh, A. C., Musoke, R. N., Griffiths, P.

(2015). Factors affecting actualisation of the WHO breast- feeding recommendations in urban poor settings in Kenya:

Breastfeeding challenges in urban poor settings. Maternal

& Child Nutrition, 11(3),314–332.

14. Khresheh R, Suhaimat A, Jalamdeh F, Barclay L. The effect of a postnatal education and support program on breastfeeding among primiparous women: A ran- domized controlled trial. Journal of Nursing Studies.

2011. http://www.journalofnursingstudies.com/article/

S0020-7489(11)00038- 1/fulltext.

15. Diji AKA, Bam V, Asante E, Lomotey AY, Yeboah S, Owusu HA. Challenges and predictors of exclusive breast- feeding among mothers attending the child welfare clinic at a regional hospital in Ghana: a descriptive cross- sectional study. nternational Breastfeeding Journal. 2017; 12:13.

16. Maholtra P, Malik S, Virk N. Prospective Study to Assess Knowledge, Attitude, and Breastfeeding Practices of Post- natal Mothers in Punjab, India. Int J Contemp Pediatric.

2018; 5(1):139-143

17. Mbwana, H. A. (2012). Exclusive breastfeeding: mothers’

awareness and health care providers’ practices during ante- natal visits in Mvomero, Tanzania. Msc. Thesis, Massey University, Auckland New Zealand; 54-59.

18. Kishore, MSS. Kumar P. Aggarwal AK. Breastfeeding Knowledge and Practices amongst Mothers in a Rural Population of North India: A Community-based Study.

Oxford University Press. 2008; 55(3): 183-188.

19. Ayukarningsih Y, Sutedja, Mardiyah A. Knowledge, atti- tude, and behavior of pregnant women on early initiation of breastfeeding. Pediatrica Indonesiana. 2015; 54(3):

174-180.

(6)

20. Ilhami, Muhammad Fadhil; Ichsan Burhanudin; Nursanto, Dodik. Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang ASI Eksklusif dengan Tindakan Pemberian ASI Eksklusif di Puskesmas Kartasura. [disertasi]. Surakarta. Universitas Muhamadiyah Surakarta;2015.

21. Prasetyaningrum, Dahlia Dwi; Gunadi; Basuki R. Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu dalam Pemberian ASI Eksklusif pada Bayi Umur 0-6 Bulan di Puskesmas Rejosari Kecamatan Dawe Kudus. [disertasi]. Semarang.

Universitas Muhamadiyah Semarang; 2013.

22. Fauzie R, Suradi R, Hadinegoro SRS. Pattern and influ- encing factors of breastfeeding of working mothers in sev- eral areas in Jakarta. Pediatrica Indonesiana. 2007; 47 (1):

27-31.

23. Rahman N. Pengetahuan, sikap, dan praktik pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja PuskesmasJUmpandang Baru kecamatan Tallo Kota Makasar. [disertasi]. Makasar.

Universitas Hasanuddin; 2017.

24. Sularyo TS, Sekartini R, Soedjatmiko, Gunardi H, Wawolumaya C. Knowledge and behavior of moth- ers about the way of suckling their babies. Pediatrica Indonesiana. 2002; 42(9-10): 201-205.

25. Dwinanda N, Syarif BH, Sjarif DR. Factors affecting exclu- sive breastfeeding in term infants. Pediatrica Indonesiana.

2018; 58(1): 25-35.

26. Thomas JV. Barriers to Exclusive Breastfeeding Among Mothers During the First Four Weeks Postpartum.

[Disertasi]. Minnesota: Walden University; 2016.

27. Ishak S, Adzan NAM, Quan LK, Shafie MH, Rani NA, dan Ramli KG. Knowledge and Beliefs about Breastfeeding are not Determinants for Successful Breastfeeding.

Breastfeeding Medicine. 2014; 9 (6): 308-312.

28. Daly, A., Pollard, C. M., Phillips, M., & Binns, C. W. (2014).

Benefits, barriers and enablers of breastfeeding: Factor analysis of population perceptions in Western Australia.

Plos One, 9(2), e88204. doi:10.1371/journal.pone.0088204 29. Ware, J. L., Webb, L., & Levy, M. (2014). Barriers to breast- feeding in the African American population of Shelby County, Tennessee. Breastfeeding Medicine, 9(8), 385-392.

30. Gunasegaran J, Ardinata P, Kartikason G. Karakteristik Sosio-Demografi Ibu Terhadap Proporsi Pemberian Asi Eksklusif pada Balita Usia Diatas 6 Bulan Hingga 24 Bulan di Desa Pekutatan, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana Bali Tahun 2015. Intisari Sains Medis.

2016;5(1):76-86.

31. Agunbiade OM dan Ogunleye OV. Constraints to exclu- sive breastfeeding practice among breastfeeding moth- ers in Southwest Nigeria: implications for scaling up.

International Breastfeeding Journal. 2012; 7:5.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 yaitu sebesar 0,007 dan nilai C.R (2,678) yang lebih besar dari nilai standar 1,979 menunjukkan

Teks yang dikirim tetap dalam bentuk aslinya dengan panjang mencapai 160 (7 bit default alphabet) atau 140 (8 bit) karakter. Sesungguhnya, mode teks adalah hasil enkode

The characteristics showed the correlation to the teacher indirect and direct talk that was the teacher spent talking time more in teaching and learning process

191 Karena sulitnya mencari rumah yang memenuhi kriteria di atas dan selama sampel dapat mewakili populasi maka jumlah sampel yang dapat diambil sebanyak 10 dengan jumlah

Dalam rangka pengisian dan mutasi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Pertanian Tahun 2016 sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun

Dari pernyataan tersebut, dapat pula disimpulkan pada umpan campuran terdapat senyawa PAH yang berkurang kelarutannya pada kondisi pH&lt;5 akibat pembentukan

[r]

Dalam istilah graf definisi CPP adalah mencari lintasan pada suatu graf berbobot yang terhubung yang melewati semua sisi (minimal sekali) dengan jumlah