• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Pasar Global dan Domestik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Tinjauan Pasar Global dan Domestik"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

Global

Amerika Serikat

Indeks saham Amerika Serikat (DOW +1,22% m-mm-m dan S&P +2,90% m-m) menutup bulan Agustus di wilayah rekor, terutama didorong oleh pernyataan dovish Bank Sentral AS (Fed) di Simposium Jackson Hole. Nasdaq (CCMP +4,00% m-m) memimpin dengan mengungguli kinerja tolok ukur lainnya karena saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi mendapatkan manfaat dari prospek tingkat suku bunga yang lebih rendah, karena nilai perusahaan yang sangat bergantung pada pendapatan di masa depan. S&P mencatat kenaikan bulan ke-7 berturut-turut secara beruntun, kenaikan bulanan terpanjang sejak kenaikan 10 bulan yang berakhir pada Desember 2017. Indeks juga mencetak rekor penutupan yang ke-53 di tahun 2021 pada bulan Agustus, didukung oleh pertumbuhan pendapatan yang kuat dan pemulihan ekonomi yang lebih luas. Pada bulan Agustus, 10 dari 11 sektor berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan memimpin. Kedepan, investor mengharapkan sektor siklikal seperti energi dan keuangan untuk melanjutkan keunggulan mereka. Meskipun valuasi yang sudah tinggi, investor masih nyaman didasarkan oleh laporan pendapatan perusahaan yang baik menjustifikasi kenaikan harga sahamnya, terutama karena pelaporan kuartal kedua 2021 yang sejauh ini telah menunjukkan bahwa S&P sedang dalam perjalanan untuk membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar +95,4% - terbesar sejak kuartal keempat 2009. Di tengah optimisme, investor mengabaikan gelombang coronavirus varian Delta terbaru yang telah mendorong kasus harian baru menjadi 85 ribu per hari dan mendorong rata-rata 7 hari menjadi lebih dari 156 ribu per hari. Tempat tidur rumah sakit di Alabama, Georgia, Texas, Florida dan Arkansas terisi penuh dengan kurang dari 10% tersisa untuk kapasitas tempat tidur ICU. Lonjakan kasus di wilayah Selatan telah dikaitkan dengan sebagian besar pasien yang tidak divaksinasi, menimbulkan ancaman yang dapat menghambat prospek ekonomi kedepan karena pemulihan menjadi lebih tidak merata. Selain itu, bulan September secara historis merupakan bulan terburuk tahun ini untuk S&P dengan kinerja rata-rata -0,5%

sejak 1945. Meskipun momentum pasar yang kuat, setiap sinyal hawkish dari Fed mengenai tapering dan tingkat infeksi virus yang memburuk bisa saja menghapus beberapa keuntungan pada bulan Agustus di bulan September. Sementara itu, imbal hasil Treasury 10-tahun naik menjadi 1,3088% bulan ini, tertekan oleh inflasi AS yang masih ada pada level tertinggi 13 tahun di bulan Juli. Sebagai tanggapan, indeks dolar (DXY +0,49% m-m) juga menguat menjadi 92,626.

Pernyataan hati-hati Ketua Fed, Jerome Powell pada simposium tahunan Jackson Hole pada akhir bulan mengirim sinyal dovish yang menyebar ke seluruh pasar global dan mengirim semua aset berisiko lebih

(2)

2

tinggi. Dia menegaskan bahwa Fed tidak terburu-buru untuk menaikkan suku bunga dalam waktu dekat, karena tidak perlu mengejar inflasi yang sementara dan tingkat pekerjaan yang belum maksimal. Mengenai tapering, Powell tampaknya selaras dengan rekan-rekannya dalam melihat tahun ini sebagai titik awal yang tepat, meskipun ia tidak memberikan indikasi mengenai waktu dan ukurannya. Risalah dari pertemuan bulan Juli, Fed menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat setuju untuk mulai mengurangi program pembelian asetnya dimulai pada akhir tahun ini berdasarkan kemajuan signifikan pada target inflasi dan pada kemajuan data pekerjaan. Pandangan diantara anggota bank sentral tersebut sangat bervariasi, dengan beberapa anggota menganggap bahwa program pengurangan pembelian aset oleh Fed dapat dilakukan dalam beberapa bulan mendatang, sementara beberapa yang lain melihat dapat dilakukan pada awal tahun 2022. Pada data tenaga kerja, para pejabat menyoroti adanya kemajuan karena kenaikan pekerjaan rata-rata sekitar 617 ribu per bulan dan bulan Juli pengangguran mencapai 5,4%. Beberapa anggota juga memperingatkan bahwa tingkat pekerjaan masih jauh di bawah tingkat pra-pandemi, dan tingkat pekerjaan terhadap populasi berada di 77,8% (vs 80,5% pada awal 2020). Pada data inflasi, beberapa anggota melihat bahwa lonjakan baru-baru ini terkonsentrasi di beberapa kategori barang dan mungkin tidak akan mengubah dinamika dalam jangka panjang. Hal ini memicu diskusi di antara para ahli bahwa kerangka kerja Fed yang beralih dengan membiarkan inflasi yang lebih tinggi untuk perolehan pekerjaan lebih besar dan lebih lama mungkin tidak cocok dalam iklim saat ini dimana ekonomi sedang berpulih dari krisis yang disebabkan oleh pandemi. Dalam keadaan normal, sistem baru mungkin lebih cocok dimana permintaan membutuhkan dorongan dan sisi penawaran tidak dibatasi. Namun, tren inflasi baru-baru ini didorong oleh kombinasi kemacetan pasokan dan stimulus Biden senilai $ 1,9 triliun. Secara terbuka, pejabat seperti Kepala Fed Minneapolis Neel Kashkari lebih suka melihat beberapa laporan pekerjaan yang lebih kuat, sementara Kepala Fed Boston Eric Rosengren memilih untuk mengumumkan tapering setelah laporan pekerjaan berikutnya ternyata solid.

Data ekonomi AS yang dirilis pada bulan Agustus lebih lanjut mendukung momentum pemulihan yang kuat dan dapat membawa Fed selangkah lebih dekat untuk mengumumkan rencana tapering. Dimulai dengan pasar tenaga kerja, yang memperlihatkan kemajuan yang lebih besar dari perkiraan dalam data penggajian diluar pertanian sebesar 943 ribu (vs. perkiraan 870 ribu dan sebelumnya 938 ribu) – peningkatan terbesar sejak Agustus 2020. Tingkat pengangguran turun ke level terendah 16 bulan di 5,4% (vs perkiraan 5,7% dan sebelumnya 5,9%) karena orang mulai bergerak kembali ke dunia kerja. Rincian menunjukkan bahwa sektor rekreasi dan perhotelan menambahkan 380 ribu pekerjaan (40% dari keuntungan), pekerjaan pemerintah meningkat 240 ribu, sementara manufaktur dan konstruksi menambahkan jumlah yang lebih rendah masing-masing sebesar 27 ribu dan 11 ribu. Hingga bulan Juli, ekonomi telah menciptakan 4,3 juta

(3)

3

pekerjaan tahun ini, sementara masih tertinggal dari sekitar 5,7 juta pekerjaan pada puncaknya Februari 2020. Angkatan kerja menambahkan sekitar 261 ribu pekerja, yang mengangkat tingkat partisipasi tenaga kerja menjadi 61,7% dari 61,6% pada bulan Juni. Perekrutan yang kuat didorong oleh permintaan terpendam untuk pekerja di industri jasa karena dana bantuan pandemi $6 triliun dan kemajuan vaksinasi terus mendorong permintaan domestik. Pandangan kedua terhadap pertumbuhan PDB kuartal terakhir juga menunjukkan tanda-tanda positif, karena angka itu naik sedikit lebih tinggi di 6,6% (vs 6,5%). Output industri juga mendapatkan momentum selama bulan ini karena produksi industri bulan Juli meningkat menjadi +0,9% m-m (vs perkiraan +0,5% m-m dan sebelumnya +0,4% m-m) – laju tercepat sejak Maret, tetapi masih di bawah pra-krisis. Utilisasi kapasitas terlihat melonjak menjadi 76,1% pada bulan Juli lalu - yang merupakan level tertinggi sejak awal pandemi. Kenaikan output terutama didorong oleh aktivitas manufaktur (+1,4% m-m) karena lonjakan output kendaraan bermotor dan suku cadang sebesar +11,2% m- m. Namun demikian, produksi mobil masih tertinggal dari level puncaknya yang terlihat pada bulan Januari lalu sebesar 3,5%. Tidak semua titik data ternyata positif karena penjualan ritel bulan Juli merosot -1,1% m- m (vs perkiraan -0,2% m-m dan sebelumnya +1.1%), yang menunjukkan bahwa konsumen Amerika mengalihkan pengeluaran mereka kepada layanan. Penjualan turun di beberapa kategori, dipimpin oleh mobil (-3,9% m-m), diikuti oleh pakaian, barang olahraga, dan furnitur. Di sisi lain, restoran dan bar terlihat penjualan naik +1,7% y-y. Salah satu alasan kurangnya permintaan konsumen dapat dikaitkan dengan varian Delta yang meningkat.

Mengenai geopolitik, Presiden Biden menghadapi kritik bilateral yang keras atas penarikan pasukan AS dari Afganistan yang berakhir dengan banyak kekacauan. Biden membela keputusannya setelah mengungkapkan biaya besar yang terkait dengan perang, yaitu sekitar US$ 300 juta per hari serta biaya manusia dan kerusakan mental para veteran dan keluarga mereka. Jumlah korban tewas dari perang 20 tahun adalah sekitar 2.500 warga Amerika yang pernah bertugas disana. Dia juga menjelaskan bahwa tujuan akhir untuk menghilangkan Bin Laden setelah 9/11 sudah dilakukan satu dekade yang lalu, dan kelompok apa pun yang muncul setelahnya dapat diperjuangkan tanpa menempatkan pasukan di lapangan. Baik Partai Republik dan Demokrat sebenarnya sepakat atas keputusan untuk menarik pasukan, meskipun kedua belah pihak mengkritik proses yang dilakukan atau kekurangannya. Selama proses tersebut, sekitar 13 tentara AS dan 170 warga Afghanistan tewas oleh seorang pembom bunuh diri di bandara Kabul. Setelah serangan itu, AS mengirim drone sebagai tanggapan untuk melakukan serangan udara terhadap ISIS-K, kelompok yang bertanggung jawab atas serangan itu.

(4)

4

Eropa

Indeks saham Eropa (Euro stoxx +2,62% m-m) berbalik mengungguli indeks seluruh dunia pada bulan Agustus karena data ekonomi yang optimis mengimbangi kekhawatiran investor atas perlambatan pertumbuhan global, lonjakan varian Delta di seluruh Asia, dan sinyal tapering Fed. Tolok ukur Eropa tersebut mencapai wilayah tertinggi sepanjang masa bulan ini, didorong oleh kenaikan saham siklikal yang sebelumnya terpukul keras, ekspektasi atas lonjakan laba perusahaan, dan optimisme laju vaksinasi yang mendukung momentum pemulihan ekonomi. Sorotan utama pada data Eropa berasal dari pertumbuhan PDB kuartal 2021 yang mencapai 2,0% q-q, mengkonfirmasikan pembacaan sebelumnya yang menunjukkan dampak positif dari relaksasi pembatasan virus corona, mengangkat ekonomi keluar dari resesi. Meskipun ada harapan tren yang lebih kuat dapat terulang di kuartal ketiga 2021, negara-negara Selatan cenderung tertinggal dari rekan-rekan Utara karena pembatasan perjalanan menahan pariwisata.

Meskipun data yang bagus, sebuah survei oleh Bank of America menunjukkan bahwa kurang dari setengah manajer investasi yang memperkirakan ekonomi Eropa membaik selama 12 bulan ke depan, berubah drastis dibandingkan dengan tanggapan positif sebanyak 80% pada bulan sebelumnya. Beberapa tanda- tanda pandangan yang kurang baik dapat dilihat dalam survei terbaru Jerman yang menunjukkan kepercayaan diri yang memburuk. Iklim konsumen GfK bulan September Jerman merosot menjadi -1,2 dari -0,4 pada bulan Agustus, dan indeks iklim bisnis Ifo bulan Agustus yang jatuh untuk bulan kedua berturut- turut menjadi pembacaan 99,4 dari 100,7. Produsen Jerman telah menderita kemacetan pasokan untuk produk menengah dan menunjukkan kekhawatiran atas meningkatnya kasus Covid-19 di negara itu. Mirip dengan AS, zona euro juga melihat tekanan inflasi "sementara" karena data inflasi di bulan Agustus melonjak menjadi +3% y-y dari +2,2% y-y. Kinerja saham Inggris (UKX +1,24% m-m) juga mengikuti mitranya di zona euro tersebut dan mengakhiri bulan Agustus dengan kenaikan bulanan terbaik sejak bulan April.

Namun, ekonomi inggris yang kembali paska lockdown telah melambat pada Agustus karena perusahaan menghadapi kekurangan staf dan bahan yang parah. Kebangkitan sektor jasa tampak moderat karena perilaku konsumen berubah menjadi lebih berhati-hati. Pembacaan dari indeks PMI Inggris menunjukkan bahwa aktivitas bisnis melambat - meskipun tetap di atas angka 50, menunjukkan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Asia

Indeks tolok ukur saham Asia (MSCI AC Asia Pacific +2,27% m-m) berhasil menutup kerugian besar setelah terhantam di pertengahan bulan untuk mengejar ketertinggalan dengan rekan indeks seluruh dunia pada akhir bulan. Dalam daftar teratas kekhawatiran investor adalah infeksi coronavirus di seluruh wilayah yang tidak menunjukkan tanda-tanda signifikan membaik, diikuti oleh lebih banyak bukti perlambatan

(5)

5

pertumbuhan di Tiongkok, dan pengetatan peraturan yang merajalela oleh Beijing. Yang terburuk, pasar Hong Kong dan Tiongkok terlihat kehilangan US$ 560 miliar dalam satu minggu dan menenggelamkan tolok ukur kawasan tersebut -4,8% ke level terendah dalam 9 bulan. Yang menyelamatkan pasar di minggu terakhir adalah sentimen Fed yang dovish memperkuat kebangkitan. Mengikuti momentum tersebut, indeks saham India (NIFTY +8,69% m-m dan +9,44% m-m) melaju dengan kecepatan tinggi ke wilayah tinggi baru setelah pembelian secara luas dari investor. Pasar juga mengantisipasi data pertumbuhan PDB kuartal pertama 2021 yang kuat, menampilkan pertumbuhan PDB kuartalan terbaik sebesar 20,1% q-q karena ekonomi pulih dari keterpurukan akibat pandemi yang parah.

Indeks saham Tiongkok (SHCOMP +4,31% m-m) kembali bangkit bulan ini karena investor ritel melakukan perburuan saham teknologi yang sebelumnya mahal seperti Alibaba dan Didi. Perilaku itu tampaknya berbanding terbalik dibandingkan dengan investor institusional yang cenderung menghindar dari nama- nama teknologi dan pendidikan yang menghadapi pengawasan ketat dari regulator bulan lalu. Namun, kenaikan lebih lanjut bukan tanpa rintangan besar karena Beijing mengumumkan pengetatan peraturan baru untuk pemain di sektor teknologi. Saham konsumen dan siklikal juga terbebani oleh prospek ekonomi yang memburuk setelah perlambatan lebih lanjut dari produksi pabrik Tiongkok dan penjualan ritel bulan Juli. Namun, skenario ini menjadi perhatian bagi pemerintah untuk melonggarkan kebijakan untuk mendukung pertumbuhan. Ketua SEC Gary Gensler mengeluarkan pernyataan untuk memperingatkan investor terhadap risiko berinvestasi di perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS yang sangat populer di kalangan investor institusional. Setelah tindakan keras secara luas dari Beijing, SEC mengatakan akan menuntut agar lebih dari 250 perusahaan Tiongkok yang ditransaksikan di pasar AS untuk lebih menginformasikan kepada investor mengenai risiko politik dan peraturan. Namun demikian, komentar CEO MSCI Henry Fernandez bertentangan dengan klaim bahwa saham Tiongkok "tidak dapat diinvestasikan". Dia menepis kekhawatiran dan menyatakan bahwa kepatuhan terhadap peraturan yang membebani pasar di Tiongkok terjadi setiap tiga hingga lima tahun, dan kebangkitan pasar cenderung datang dengan cepat setelahnya, dengan saham mencapai ketinggian baru.

Meskipun indeks tolok ukur utama bangkit, regulator Tiongkok belum membiarkan kampanye pengetatannya terhadap sektor teknologi dengan banyak peraturan baru yang diumumkan pada bulan ini.

Selain itu, media pemerintah Tiongkok menyerukan pengawasan yang lebih ketat untuk melindungi kepentingan konsumen. Babak baru dari peraturan telah dirilis untuk memastikan hak bagi pengemudi di perusahaan online, dan peningkatan pengawasan pada industri siaran langsung (live streaming) yang meningkat. Pemerintah pusat menyasar kebiasaan penggemar selebriti dan menetapkan daftar aturan –

(6)

6

pada dasarnya, melarang selebriti mendorong penggemar untuk mengkonsumsi dan mencegah anak di bawah umur berkumpul secara online. Daftar pembatasan datang setelah perilaku daring yang kacau di mana anggota klub penggemar terlibat dalam cyber bullying penggemar dari klub yang berbeda. Langkah terbaru yang ditambahkan oleh Beijing adalah membatasi jumlah jam yang dihabiskan anak-anak di bawah 18 tahun untuk bermain game online hingga 3 jam per minggu – yang hanya diizinkan pada hari Jumat dan akhir pekan dengan satu jam tambahan untuk hari libur umum. Perubahan ini lebih ketat dibandingkan dengan aturan sebelumnya yang memungkinkan anak-anak bermain maksimal 90 menit per hari dan dua kali lipat selama liburan. Pembatasan ini dirasionalisasi dengan tujuan pemerintah untuk melindungi kesehatan fisik dan mental pemuda Tiongkok, melihat bahwa game daring dan kegiatan penggemar selebriti hanyalah buang-buang waktu. Pada tindakan keras yang lebih luas, Cyberspace Administration of China (CAC) merilis rancangan aturan yang akan membatasi bagaimana algoritma Artificial Intelligence (AI) digunakan oleh perusahaan teknologi untuk memberi peringkat konten pada unggahan media sosial. Uni Eropa juga akan melalui proses yang sama untuk memaksa perusahaan teknologi besar seperti Google dan Facebook untuk lebih transparan pada algoritma mereka – meskipun hasil akhirnya kemungkinan akan lebih longgar, setelah banyak rintangan peraturan. Meskipun tujuannya adalah untuk mengatur budaya online yang lazim, motivasi antara Tiongkok dan Barat (AS, UE) berbeda. Tiongkok bertujuan untuk membatasi budaya ekstrim internet, sementara AS dan Uni Eropa lebih kepada perlindungan penduduk dari penyebaran informasi yang salah dan disinformasi. Namun demikian, Tiongkok juga merilis aturan privasi datanya sendiri di bawah Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi (Personal Information Protection Law/PIPL), serupa dengan Peraturan Perlindungan Data Umum Uni Eropa (EU’s General Data Protection Regulation/ GDPR), tetapi dengan fokus lebih pada menjaga data di dalam perbatasan Tiongkok.

Undang-undang ini juga akan memungkinkan pemerintah untuk mendapatkan data yang lebih baik tentang warganya. Dengan peraturan ini, Tiongkok bergabung dengan Uni Eropa dan Jepang sebagai ekonomi terbesar yang memberlakukan undang-undang omnibus tentang privasi data – memberi tekanan pada AS untuk akhirnya mengikutinya.

Mengingat data Tiongkok yang mengecewakan, PBOC menjadi fokus pada bulan Agustus karena pasar mencari tanda-tanda pelonggaran. Gubernur Yi Gang menyatakan bahwa PBOC berkomitmen untuk meningkatkan pertumbuhan kredit untuk mendukung ekonomi dan menurunkan suku bunga pinjaman riil untuk bisnis – memicu ekspektasi pemotongan RRR lain menyusul pemotongan terakhir pada bulan Juli lalu. Langkah tersebut kemungkinan akan menjadi tujuan bank sentral, mengingat RRR efektif untuk bank kecil sudah cukup rendah yaitu 5,5%. Bank sentral juga menyebutkan rencananya untuk meningkatkan jaminan pembiayaan oleh pemerintah dan menggunakan big data untuk membantu pembiayaan di daerah

(7)

7

pedesaan. Satu pertemuan diadakan setelah rilis data kredit pada bulan Juli, menunjukkan ekspansi kredit baru adalah yang terlambat sejak bulan Februari karena perlambatan shadow banking, penerbitan obligasi pemerintah, pengetatan baru-baru ini untuk para pengembang properti. Pada catatan terpisah, Kementerian Keuangan mengeluarkan pernyataan bahwa mereka akan mempercepat pengeluaran fiskal, dan cukup meningkatkan penjualan obligasi pemerintah daerah untuk memberikan dukungan yang sangat dibutuhkan untuk mendorong ekonomi di semeter kedua 2021.

Pertumbuhan dan prospek Tiongkok tampaknya goyah karena beberapa data kunci yang meleset dari perkiraan. Penjualan ritel bulan Juli kurang daripada perkiraan, dengan pertumbuhan yang melambat +8,5% y-y (vs. perkiraan +10,9% y-y dan sebelumnya +12,1% y-y). Menurut Biro Statistik Nasional, hasil ini didorong oleh beberapa faktor seperti meningkatnya ketidakpastian eksternal, pandemi COVID-19 domestik, dan banjir di beberapa daerah - Biro Statistik Nasional juga berkomentar bahwa pemulihan masih tidak stabil dan tidak merata. Rincian pada data menunjukkan bahwa konsumen Tiongkok memangkas pengeluaran dari barang-barang partai besar menjadi produk berbiaya rendah di seluruh platform. Komponen terbesar dari penjualan ritel yaitu pengeluaran untuk mobil tampaknya menjadi satu- satunya yang turun -1,8% y-y. Sementara itu, penjualan online barang fisik tumbuh tidak lebih dari 4,4% y- y di bulan Juli, dibandingkan dengan pertumbuhan rata-rata 5 tahun +21,0%. Angka pengangguran beragam untuk bulan Juli, dengan 1,24 juta pekerjaan perkotaan bertambah (masih dalam perkiraan untuk mencapai 11 juta pekerjaan perkotaan Beijing pada tahun 2021), tetapi tingkat pengangguran di kota-kota naik lebih tinggi menjadi 5,1% (dari 5,0% Juni lalu). Selanjutnya, tingkat pengangguran untuk usia 16-24 tahun terus meningkat menjadi 16,2% dari 15,4%. Pada akhir bulan, data PMI yang mengecewakan menegaskan adanya kekhawatiran yang sedang berlangsung atas perlambatan. Meskipun varian Delta memang menyebabkan guncangan sementara dalam sebulan terakhir, para ekonom memperingatkan bahwa angka-angka terbaru mungkin menunjukkan masalah mendasar yang lebih besar. PMI komposit resmi turun tajam, kontraksi di 48,9 dari 52,4 bulan Juli lalu, didorong oleh PMI jasa yang jatuh ke 47,5 (dari 53,3) karena langkah penguncian baru antara bulan Juli-Agustus lalu – kontraksi pertama sejak Februari 2020 ketika penguncian karena pandemi dimulai. Sementara itu, PMI manufaktur resmi turun lebih moderat menjadi 50,1 (dari 50,4) karena pesanan baru dan pesanan ekspor melunak lebih lanjut di tengah lemahnya permintaan domestik dan luar negeri. Di sisi lain, PMI manufaktur Caixin masuk ke wilayah kontraksi di 49,2 (vs. perkiraan 50,1 dan sebelumnya 50,3). Perusahaan-perusahaan manufaktur melaporkan mengenai bagaimana pembatasan kegiatan akibat pandemi virus corona mengurangi permintaan dan menyebabkan tantangan dalam pencarian material, sementara kekurangan chip yang sedang berlangsung terus menghambat manufaktur.

(8)

8

Indeks saham Hong Kong (HSI -0,32% m-m) melanjutkan kinerjanya yang buruk terhadap tolok ukur di kawasan karena pelaku pasar mempertimbangkan prospek peraturan pemerintah Tiongkok ditambah dengan peringatan keras dari SEC AS pada perusahaan-perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS.

Akibatnya, saham teknologi adalah yang paling terpukul dan tolok ukur saham Tiongkok yang terdaftar di HK (HSTECH -2,55% m-m) memperpanjang penurunannya dan menyentuh level terendah sejak bulan Juni 2020. Dalam menghadapi perubahan peraturan, indeks Hang Seng Tech telah jatuh lebih dari 45% sejak menyentuh level puncak pada bulan Februari lalu. Manajer investasi yang berfokus pada teknologi seperti Cathie Wood dari Ark Invest juga membuang eksposur mereka di saham-saham Tiongkok. Namun, beberapa rebound teknis yang sangat dibutuhkan terjadi karena HSI dan HSTECH mencapai wilayah oversold. Rebound didukung oleh aktivitas short covering para trader untuk menutup posisi mereka. Namun demikian, kekhawatiran yang mendasari pengetatan peraturan tetap menjadi ancaman di masa mendatang. Ledakan terakhir kenaikan pada akhir bulan berasal dari optimisme pasar pada dukungan kebijakan lebih lanjut di tengah pertumbuhan Tiongkok yang tertahan dan melonjaknya kasus varian Delta secara global.

Indeks saham Jepang (Nikkei +2,95% m-m) berhasil meraih keuntungan kuat untuk mengungguli indeks di kawasan karena pasar menarik kekuatan dari kinerja rekan-rekan di kawasan Asia yang lebih kuat dan beberapa perkembangan positif dalam politik domestik. Rebound diperkirakan sementara mengingat pendapatan perusahaan yang kuat gagal meringankan sentimen atas infeksi coronavirus yang memburuk.

Pemerintah nasional menyatakan niatnya untuk memperpanjang keadaan tindakan darurat hingga pertengahan bulan September di beberapa wilayah, termasuk Tokyo. Setelah Olimpiade Tokyo, situasi Covid-19 di Jepang tetap suram dengan kasus-kasus terus mencapai rekor tertinggi harian, menyebabkan tingkat ketidakpastian yang lebih tinggi terhadap prospek ekonomi. Akibatnya, perbaikan positif dalam data ekonominya juga sebagian besar diabaikan oleh investor. Pada bidang politik, pasar bersorak atas keputusan PM Suga untuk menggantikan sekretaris jenderal partai yang berkuasa, Toshihiro Nikai – juga dikenal sebagai "kingmaker". Dalam upaya untuk merevitalisasi dukungan publik di tengah perjuangan pemerintah untuk menahan virus, Nikai juga menyarankan agar Suga harus mengubah kepemimpinan dalam pemerintahannya dengan merombak anggota kabinet. Manuver politik dalam Partai Liberal Demokrat (LDP) sedang dalam persiapan untuk pemilihan parlemen yang akan datang pada bulan Oktober.

Susunan pejabat LDP baru juga akan diumumkan sebelum pemilihan presiden partai pada akhir bulan September.

(9)

9

Sorotan dari data Jepang bulan ini adalah bangkitnya PDB kuartal kedua 2021, yang tumbuh lebih cepat dari perkiraan +1,3% q-q (vs +0,5% q-q dan sebelumnya -3,9% q-q) karena konsumsi dan belanja modal pulih dari krisis yang disebabkan oleh pandemi. Namun, rebound tersebut agak suram dibandingkan dengan negara maju lainnya seperti AS karena negara itu masih bergulat dengan wabah virus varian Delta di Tokyo. Analis juga memperkirakan pertumbuhan akan tetap moderat pada kuartal ini karena keadaan pembatasan darurat terus membebani pengeluaran rumah tangga. Konsumsi pribadi secara tak terduga melebihi perkiraan selama bulan April-Juni, mencatatkan pertumbuhan +0,8% q-q (vs. perkiraan 0,0% dan sebelumnya -1,5% q-q). Belanja modal memberikan kontribusi yang kuat dengan peningkatan +1,7% q-q (vs.

sebelumnya +1,3% q-q). Oleh karena itu, permintaan domestik mendorong hasil PDB berkontribusi 0,6%

terhadap pertumbuhan PDB. Penjualan ritel bulan Juli juga menunjukkan hasil yang menggembirakan setelah naik untuk bulan kelima berturut-turut sebesar +1,1% m-m dan +2,4% y-y, melebihi perkiraan +0,4%

m-m dan +2,1% y-y. Menurut data kementerian perdagangan, penjualan ritel didorong oleh permintaan yang lebih kuat pada mobil, pakaian, barang dagangan umum, dan makanan, sementara bahan bakar sebagian besar didorong oleh harga bensin yang lebih tinggi. Pengecer kecil seperti toko serba ada dan toko obat mencatat pertumbuhan penjualan terbesar secara y-y. Namun demikian, para ekonom meragukan momentum ini dapat bertahan mengingat tingkat keparahan gelombang varian Delta yang menghantam Jepang saat ini. Data produksi negara itu tampaknya telah memburuk di bulan Juli karena pandemi semakin mengganggu rantai pasokan dan permintaan ekspor yang stagnan. Produksi industri bulan Juli turun -1,5% m-m (vs perkiraan -2,5% m-m dan sebelumnya +6,5% m-m) karena turunnya produksi mobil lebih besar dari produksi mesin, semikonduktor, dan bagian elektronik serta perangkat. Mengenai kendala pasokan, analis melihat kekurangan pasokan chip global yang terus berlanjut, dan kendala produksi yang didorong varian Delta di Asia Tenggara sebagai masalah utama. Di sisi permintaan, kelemahan berasal dari ekspor mesin di Asia, meskipun pemulihan dalam produksi mobil dapat mengimbangi dampaknya.

IHSG

IHSG (+1,32% m-m menjadi 6.150,30) mengikuti pergerakan tolok ukur di kawasan, sementara LQ45 (+

5,28% m-m-m menjadi 866,49) menguat bulan ini karena nama-nama lama dan siklikal rebound, sementara kinerja saham teknologi tertinggal pada bulan ini. Tren ini tampaknya mencerminkan peningkatan kasus Covid-19 yang mendorong pemerintah untuk melonggarkan pembatasan mobilitas secara bertahap. Pada akhir bulan Agustus kasus harian dan rata-rata 7 hari masing-masing 5,436 dan 12,887 turun dari puncaknya pada bulan Juli lalu (51,952 dan 48,821). Faktor pendorong yaitu vaksinasi juga mendapatkan momentum karena pemerintah terus menyelesaikan masalah pasokan. Pemerintah pusat juga telah memerintahkan

(10)

10

pemerintah daerah untuk menggunakan dosis vaksin yang sebelumnya disimpan sebagai suntikan kedua, sementara memastikan ketersediaan untuk dosis kedua. Pada bulan September ini, Indonesia akan menerima total 80,7 juta dosis baru, yang mencakup 7,1 juta dosis suntikan Pfizer dan 5,4 juta astrazeneca di samping vaksin Tiongkok yang sudah tersedia sebelumnya. Pada akhir bulan Agustus, sekitar 23,1% dari populasi telah menerima dosis pertama, dan 13,1% sepenuhnya telah divaksinasi - peningkatan yang stabil tetapi umumnya masih di bawah negara-negara lainnya di kawasan. Perkembangan positif membantu mata uang lokal terapresiasi +1,35% m-m menjadi Rp 14.268/US$. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun turun menjadi 6,064% dari sebelumnya 6,294%.

Ketika kasus Covid-19 mereda, pemerintah secara bertahap mengurangi tingkat PPKM untuk beberapa daerah. Pada 10 Agustus lalu, 26 kecamatan dilonggarkan ke PPKM tingkat 3. Pelonggaran awal termasuk memungkinkan mal dibuka kembali di Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya dengan kapasitas maksimum 25% - meskipun pengunjung harus menunjukkan bukti vaksinasi. Untuk daerah di luar Jawa dan Bali dengan PPKM di bawah level 3, kegiatan pembelajaran tatap muka diperbolehkan dilanjutkan dengan kapasitas 50%, makan di tempat dengan kapasitas 50%, dan perusahaan berorientasi ekspor dengan kapasitas 100%. Pada akhir bulan, pemerintah memutuskan untuk memperpanjang pembatasan PPKM domestik hingga 6 September tetapi PPKM tingkat 4 sekarang hanya berlaku untuk 25 kabupaten (dari sebelumnya 51 kabupaten), tingkat 3 untuk 76 kabupaten (dari sebelumnya 67 kabupaten), dan tingkat 2 untuk 27 kabupaten (dari 10 kabupaten). Menurut Gubernur DKI Jakarta, ibu kota telah mencapai kekebalan kawanan yang ditargetkan karena 9,3 juta penduduk telah mengambil setidaknya suntikan pertama (vs target 11 juta). Data juga menunjukkan bahwa BOR di Jakarta telah turun tajam menjadi 23%

dan okupansi tempat tidur turun menjadi 44%.

Bank Indonesia mau tidak mau mempertahankan suku bunga acuannya sekali lagi pada rekor terendah karena Fed semakin dekat dengan rencananya untuk melakukan pengurangan pembelian asetnya.

Meskipun inflasi tetap rendah, BI harus menyeimbangkan tekanan yang akan datang ke rupiah ketika Fed berubah lebih hawkish. Kembali pada tahun 2013, rupiah adalah salah satu mata uang berkinerja terburuk ketika Fed melepaskan neracanya setelah krisis keuangan global. Menurut Gubernur Perry Warjiyo, kali ini akan berbeda karena BI telah merumuskan strategi mitigasi, ditambah dengan cadangan devisa yang cukup. BI siap untuk menghadapi potensi kejatuhan pasar melalui pendekatan intervensi tiga kali lipat di pasar valas, pasar NDF domestik, dan pasar obligasi pemerintah – bersama dengan Kementerian Keuangan untuk mengelola perbedaan imbal hasil dengan AS. Pada catatan terpisah, ada beberapa catatan kunci dari pertemuan tersebut, termasuk rencana rupiah digital untuk meningkatkan efisiensi

(11)

11

ekonomi, dan pengenalan rasio pembiayaan inklusif makroprudensial untuk mendukung usaha kecil. BI juga mengumumkan ekspektasi defisit neraca berjalan berkisar antara 0,6%-1,4% dari PDB pada 2021.

Selain itu, pertumbuhan kredit terus menunjukkan tanda-tanda positif setelah naik untuk bulan kedua di Juli sebesar +0,5% y-y – didorong oleh pinjaman perumahan.

Cadangan devisa meningkat lebih tinggi sebesar US$ 0,2 miliar menjadi US$ 137,3 miliar pada bulan Juli lalu, didorong oleh penerbitan obligasi global senilai $ 2,2 miliar dan pajak perdagangan internasional sekitar US$ 0,6 miliar. Namun, tampaknya ada bukti bahwa beberapa US$ 2,5 miliar telah digunakan untuk stabilisasi rupiah selama sebulan untuk membendung dampak arus keluar modal. Pada tingkat ini, cadangan devisa cukup untuk membiayai hingga 8,6 bulan impor gabungan dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Dalam hal arus portofolio, asing membukukan arus keluar sebesar US$ 0,73 miliar pada bulan Juli (vs arus masuk US$ 1,72 miliar pada bulan Juni), hanya dari pasar obligasi (US$ 0,80 miliar) karena imbal hasil surat berharga 10 tahun AS cenderung lebih tinggi. Sementara itu, asing masih membukukan pembelian bersih di pasar saham sebesar US$ 0,07 miliar (vs sebelumnya +US$0,34 miliar pada bulan Juni).

Surplus perdagangan pada bulan Juli meningkat menjadi US$ 2,589 miliar pada data Juli (vs perkiraan US$

2,315 miliar dan sebelumnya US$ 1,316 miliar), yang mendorong jumlah kumulatif pada bulan ketujuh 2021 menjadi US$14,4 miliar (vs US$8,7 miliar pada bulan ketujuh 2020). Ekspor dan impor berada di bawah konsensus karena pemulihan global dan domestik moderat di tengah varian Delta. Pertumbuhan ekspor merosot menjadi +29,32% y-y (vs perkiraan +35,94% y-y) dari +54,40% y-y bulan Juni terakhir karena ekspor besi dan baja mengalami perlambatan menjadi 87,5% y-y dari 181,2% y-y pada periode yang sama karena permintaan yang lebih lemah dari Tiongkok. Tren ini sejalan dengan produksi industri yang lebih lemah di Tiongkok. Pada semester pertama 2021, 63% dari ekspor besi dan baja Indonesia menuju Tiongkok. Penyeimbangan berasal dari lonjakan ekspor CPO sebesar 49,5% y-y (vs. sebelumnya +32,5% y- y pada Jun'21), didorong oleh harga yang lebih tinggi dan meningkatnya permintaan dari India setelah pembatasan mobilitas dilonggarkan. Pertumbuhan impor juga jauh dari ekspektasi di +44,44% y-y (vs perkiraan +53,50% y-y dan sebelumnya +60,02% y-y), dengan angka bulanan turun -12,2% m-m di tengah pembatasan mobilitas. Impor barang modal melambat menjadi +5,4% y-y (vs+ 43,4% y-y pada bulan Juni) di tengah kemerosotan investasi karena mobilitas yang lebih rendah - menggemakan tren PMI yang mereda. Impor bahan baku juga melambat menjadi +54,6% y-y, sebagian karena pelonggaran impor minyak dan gas. Di sisi lain, impor farmasi melonjak +420% y-y, didorong oleh impor vaksin dan obat- obatan.

(12)

12

Indeks Harga Konsumen utama Agustus membukukan inflasi kecil 0,03% m-m (vs. perkiraan 0,03% m-m dan sebelumnya 0,08%), membawa angka tahunan menjadi 1,59% y-y (vs. perkiraan 1,60% y-y dan sebelumnya 1,52%). Inflasi bulanan sebagian besar berasal dari harga pendidikan, sementara harga pangan mengalami deflasi. Sementara itu, inflasi inti turun menjadi 1,31% y-y dari 1,40% y-y bulan Juli lalu karena permintaan domestik moderat di tengah pembatasan mobilitas. Inflasi dalam pendidikan berkontribusi 0,07ppt terhadap angka total, didorong oleh masuknya tahun akademik baru=. Harga produk kesehatan juga telah tenang seiring dengan kasus COVID-19 harian yang lebih rendah. Deflasi dalam makanan menyeret inflasi utama sebesar -0,08ppt karena harga cabai dan ayam mereda. Dari sisi produsen, indeks harga grosir meningkat 0,09% m-m pada bulan Agustus, mendorong tingkat tahunan menjadi 2,88% y-y (vs 2,72% y-y di bulan Juli). Faktor terbesar yang mendorong indeks harga grosir lebih tinggi adalah sektor manufaktur (0,18 ppt) karena harga bahan baku yang lebih tinggi, dan gangguan terkait logistik karena PPKM. Di sisi lain, hambatan utama berasal dari sektor pertanian (-0,10 ppt), sejalan dengan deflasi yang terlihat pada harga pangan.

Pemenang yang jelas bulan ini adalah sektor industri, dan keuangan; ASII (+10,70% m-m), dan BBCA (+9,72% m-m). Di sisi lain, sektor-sektor yang tertinggal adalah teknologi, dan perawatan kesehatan; EMTK (-21,09% m-m), MIKA (-10,04% m-m).

Perbankan dan ASII mengambil isyarat dari tren global di mana nama-nama siklikal naik selama bulan Agustus. Terkait jugadengan pelonggaran pembatasan mobilitas di tengah anjloknya kasus baru COVID- 19 di Indonesia.

Aksi ambil untung besar terlihat pada saham EMTK oleh investor paska-IPO Bukalapak, yang telah naik +96,43% sejak awal tahun hingga bulan Juli. BUKA melonjak +30,39% sejak diluncurkan di bursa bulan ini tetapi melihat aksi harga yang bergejolak sepanjang bulan setelah mencapai batas untuk beberapa hari pertama. Investor asing terlihat keluar dari nama tersebut sementara investor ritel domestik yang melewatkan IPO terlihat membeli nama tersebut.

Sektor kesehatan tertinggal bulan ini setelah dua bulan berturut-turut unggul. Sektor ini terbebani oleh nama rumah sakit MIKA, yang juga selaras dengan tren turunnya kasus COVID-19 baru sepanjang bulan.

(13)

13

Outlook

Dalam pandangan kami, kedepannya kami akan melihat arah kebijakan dari Fed yang lebih jelas pada pertemuan berikutnya di bulan September. Walaupun demikian, kami percaya bahwa program pengurangan jumlah pembelian aset oleh Fed akan dimulai pada bulan Desember nanti dan kami juga melihat hal ini tidak akan mengulangi ‘taper tantrum’ yang terjadi pada tahun 2013 oleh karena kondisi ekonomi global berada pada posisi yang lebih baik saat ini.

Kekhawatiran akan varian Delta yang meningkat dan juga ketidakpastian regulasi di Tiongkok yang sedang berlangsung sampai saat ini membuat kami berhati-hati dalam melihat pandangan kedepan untuk pasar saham di negera berkembang, khususnya Asia. Gelombang virus Covid-19 terbaru juga mengganggu perbaikan permintaan global. Munculnya kembali kasus Covid-19 di Tiongkok menyebabkan perbaikan konsumsi yang lebih lemah daripada yang diharapkan pada paruh pertama tahun 2021 dan kemungkinan dapat menghambat pertumbuhan pada kuartal ketiga di tahun ini. Penjualan ritel juga akan terhambat diakibatkan dari toko-toko yang terpaksa tutup karena pembatasan mobilitas yang kembali diterapkan oleh pemerintah negara-negara ASEAN.

Tetapi dalam pandangan kami kondisi Indonesia berbeda jika dibandingkan dengan negara lainnya di kawasan. Indonesia sudah melalui puncak dari gelombang kasus Covid-19 dan juga kemajuan dari program vaksinasi pemerintah yang lebih baik. Saat ini Indonesia akan memasuki masa relaksasi dari pembatasan mobilitas yang diterapkan pemerintah sebelumnya selama sebulan terakhir dan kegiatan ekonomi perlahan akan mulai dibuka kembali. Sehingga, kami tetap mempertahankan fokus strategi kami pada proksi tema pembukaan kembali ekonomi untuk jangka waktu yang lebih panjang.

Kisaran Obligasi: Imbal hasil 5 tahun 5,016%-5,193%, imbal hasil 10 tahun6,049%-6,348%

Kisaran IHSG: S2: 5960 S1: 6050 R1: 6200 R2: 6350

PT FWD Asset Management Gedung Artha Graha, lantai 29 SCBD, Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190 – Indonesia T (+62) 21 2935 3300

F (+62) 21 2935 3388

Laporan ini disiapkan oleh PT FWD Asset Management dan disediakan hanya untuk kepentingan penyampaian informasi.

Investor harus membaca dan memahami Prospektus sebelum memutuskan untuk membeli Unit Penyertaan Reksa Dana ini.

Jika terdapat perbedaan antara laporan ini dan Prospektus, maka ketentuan Prospektuslah yang berlaku. Nilai Unit Penyertaan dan pendapatan dari Reksa Dana bisa naik maupun turun. Kinerja masa lalu bukan merupakan jaminan untuk kinerja masa depan dan juga bukan merupakan perkiraan dan/atau indikasi kinerja di masa depan Reksa Dana. Informasi mengenai efek-efek terbesar dalam portofolio bukan merupakan rekomendasi untuk membeli efek-efek tersebut.

PT FWD Asset Management terdaftar dan diawasi oleh OJK dan telah memperoleh izin usaha dari OJK (d/h BAPEPAM dan LK) pada Desember 2003 dengan izin usaha No. KEP-12/PM/MI/2003.

Referensi

Dokumen terkait

Aspek nilai moral yang ditemukan dalam tanggapan nitizen dalam akun facebook Jokowi dapat dijadikan sebagai sarana untuk pembelajaran kemampuan berkomunikasi di

Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel lingkungan kerja ( variabel X ) dengan Kepuasan kerja ( variabel Y ), maka digunakan rumus korelasi rank spearman,

Tugas Praktikan berkaitan dengan kegiatan Pemasaran, seperti mengelola 13 Akun penjualan di E-Commerce, mengoperasikan Document Management System (DMS), merekap dan monitoring

Berdasarkan uraian diatas maka dapat digambarkan suatu kerangka pemikiran teoritis yang menyatakan bahwa struktur modal, skala perusahaan dan likuiditas merupakan faktor

Terima kasih juga kepada Mas Asep yang membantu mancarikan saya bahan-bahan skripsi saya, semua bahannya sangat membantu saya dalam penulisan skripsiv. Terima

Informasi internal adalah informasi yang menggambarkan keadaan (profile).Sedangkan informasi eksternal adalah informasi yang menggambarkan ada tidaknya perubahan di

Bagi Metha, remaja putri dari Lingkungan Yogyakarta, kon- ferensi remaja menjadi tempat yang tepat untuk berkumpul dan melakukan kegiatan keber- samaan dengan para remaja dari

Kreatif Belajar Sampah (Trash Play House) di Desa Wringinputih untuk mendukung keberlangsungan pengelolaan sampah TPS3R dan peningkatan daya tarik desa wisata, selain sebagai