• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Jumlah Karyawan. Sumber : Data Internal Perusahaan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Jumlah Karyawan. Sumber : Data Internal Perusahaan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Gambaran Umum Objek Penelitian

1.1.1 Gambaran Umum Perusahaan CV Brightfood Riung Gunung

CV Brightfood Riung Gunung adalah perusahaan yang bergerak di industri makanan khusus nya frozen food yang berdiri pada tahun 2012. CV Brightfood Riung Gunung menjalankan program pelatihan kewirausahaan berdasarkan landasan kegiatan dan fokus pembinaaan wirausaha baru melalui inkubator yang terdapat pada PP No. 16 tahun 2013 tentang pemberian kemudahan kepada peternak, karena CV Brightfood Riung Gunung adalah perusahaan yang bergerak di industri makanan pengolahan daging hewan ternak seperti baso, yoghurt, dan nugget. CV Brightfood Riung Gunung menjalankan program pelatihan kewirausahaan untuk para peserta inkubasi bisnis yang mana para pesertanya berasal dari semua daerah di jawa barat. Pada tahun 2012 CV Brightfood Riung Gunung mengirimkan seorang karyawan untuk belajar produksi nugget di kota Surabaya agar dapat mengajari karyawan yang lainnya. Tahun 2013 karyawan CV Brightfood Riung Gunung bertambah menjadi 16 karyawan. CV Brightfood Riung Gunung memiliki visi menjadi perusahaan yang besar yang mengola olahan makanan dan susu untuk memberi lapangan kerja dan bermanfaat bagi umat keseluruhan pada tahun 2020.

Tabel 1.1 Jumlah karyawan CV Brightfood Riung Gunung

Tahun 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 Jumlah

Karyawan

15 16 17 5 22 22 12 12

Sumber : Data Internal Perusahaan 1.1.2 Logo Perusahaan

Logo CV Brightfood Riung Gunung dapat dilihat pada gambar 1.1:

(2)

2 Sumber :http://www.brightfood.co.id/

Gambar 1.1 Logo CV Brightfood Riung Gunung Makna logo CV Brightfood Riung Gunung adalah :

a. Makanan yang mencerahkan, selain itu CEO CV Brightfood Riung Gunung juga menyukai warna jingga.

b. Warna hijau padi menggambarkan pangan yang segar dan sehat.

c. Makna tulisan Bring Love To Life adalah mewujudkan cinta melalui produk yang dijual yang kemudian dibeli oleh masyarakat.

1.1.3 Visi, Misi, dan Tujuan

CV Brightfood Riung Gunung memiliki Visi, Misi dan Tujuan, sebagai berikut:

Visi

Menjadi Perusahaan yang mengusung produk sehat dan bermanfaat maksimal untuk masyarakat baik dari segi produk maupun pemberdayaan”

Misi

a. Memproduksi makanan sehat dengan meminimalkan penggunaan zat aditif.

b. Memberdayakan masyarakat dalam kegiatan produksinya.

c. Melakukan kegiatan CSR.

d. Mengacu proses produksi sesuai dengan standar kesehatan.

Tujuan

Menjadi perusahaan yang besar yang mengola olahan makanan dan susu.

Memberi lapangan kerja dan bermanfaat bagi umat keseluruhan, Pada Tahun 2020.

(3)

3 1.1.4 Produk dan Layanan

a. Produk dan Jasa

CV Brightfood Riung Gunung selalu berkomitmen terhadap inovasi produknya.

Hal tersebut dibuktikan dengan terus bermunculan produk-produk yang mendukung kebutuhan konsumen secara lokal di Jawa barat khususnya. Produk yang diproduksi CV Brightfood Riung Gunung yaitu: Frozen food berupa nugget, baso,dan juga yoghurt, sedangkan jasa yang diberikan oleh CV Brightfood Riung Gunung adalah inkubator bisnis.

b. Layanan

CV Brightfood Riung Gunung memiliki layanan online dan offline. Layanan online CV Brightfood Riung Gunung diantaranya facebook, instagram, dan melalui reseller dan customer nya. Cara pelanggan mendapatkan produk dari CV Brightfood Riung Bandung secara online adalah dengan menghubungi nomor handphone yang tertera facebook, dan instagram tersebut. Sedangkan cara mendapatkan produk secara offline CV Brightfood Riung Gunung dengan membeli produknya di berbagai supermarket di kota Bandung, Jawa Barat diantaranya ada di Toko Borma Bojongsoang, Borma Kiara Condong, Transmart Bojongsoang, Lotte Mart Metro Indah Mall, Griya Batununggal dan Yogya Bojongsoang.

1.1.5 Struktur Organisasi

Setiap Perusahaan di bentuk karena adanya tujuan tertentu yang ingin dicapai.

Tujuan tersebut menentukan macam–macam dan luasnya pekerjaan yang dilakukan. Karena itu diperlukan suatu desain organisasi atau struktur organisasi wewenang, dan tanggung jawab setiap elemen dalam organisasi tersebut.

Struktur organisasi CV Brightfood Riung Gunung adalah :

(4)

4 Sumber : Data Internal Perusahaan

Gambar 1.2 Struktur Organisasi CV Brightfood Riung Gunung

Pimpinan tertinggi di CV Brightfood Riung Gunung adalah Ketua, dibantu oleh Bendahara, Sekretaris dan Wakil Ketua untuk menopang rencana agar mencapai tujuan yang sudah di buat dan di rencanakan oleh perusahaan.

1.2 Latar Belakang

Dalam kondisi perekonomian Indonesia yang semakin sulit, kemampuan berwirausaha adalah suatu hal yang sangat diperlukan. Kewirausahaan tidak hanya dapat dipahami sebagai kemampuan untuk membuka usaha sendiri. Namun lebih luas lagi, kewirausahaan dapat dimaknai sebagai momentum untuk mengubah mentalitas, pola pikir dan perubahan sosial budaya. Pengertian kewirausahaan sendiri adalah kemampuan melihat dan menilai kesempatan- kesempatan (peluang) bisnis serta kemampuan mengoptimalisasikan sumberdaya dan mengambil tindakan serta bermotivasi tinggi dalam mengambil resiko dalam rangka mensukseskan bisnisnya (deptan.go.id, 2019). Menurut Sudhamek AWS dalam (Purnomo, Bambang Raditya. 2017), entrepreneur adalah orang yang

(5)

5 mampu melihat peluang, berani mengambil peluang dan mampu mewujudkan peluang tersebut. Kemampuan seperti itu sangat relevan untuk semua orang yang ingin berhasil dalam dunia kerja. Selain itu, entrepreneur yang sukses memiliki banyak karakter positif seperti kreatif dan inovatif, berani mengambil resiko, tangguh menghadapi tantangan, serta jujur pada diri sendiri dan orang lain. Peran wirausaha adalah memperbaharui dengan merusak secara kreatif (creative destruction maker) dengan keberanian melihat dan mengubah apa yang sudah dianggap mapan, rutin, dan memuaskan. Peran lain dari wirausaha adalah sebagai inovator (innovator) yang menghadirkan hal-hal baru di masyarakat. Juga mengambil dan memperhitungkan risiko (risk calculator). Wirausaha juga berperan mencari peluang dan memanfaatkannya (opportunity seeker and exploiter) serta menciptakan organisasi baru (organization maker). Selanjutnya hasil karya wirausaha itu sendiri untuk menghasilkan sumberdaya baru yang sejahtera dan juga dapat meningkatkan kemampuan sumberdaya yang ada untuk menciptakan kesejahteraan bersama, kewirausahaan dapat berjalan dengan baik jika pelaksananya memiliki karakteristik pribadi wirausaha (Purnomo, Bambang Raditya. 2017).

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyatakan ada tiga masalah klasik pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan koperasi di Jawa Barat sehingga sulit maju, yakni ketersediaan bahan baku, manajemen, dan pemasaran.

Untuk ketiga masalah tersebut, kata Wakil Gubernur Pemprov Jabar sudah memiliki formula agar pelaku UMKM dan koperasi bisa bertahan dari krisis bahkan berkembang. "Yang pertama, langkah untuk menangani masalah UMKM adalah mengadakan pelatihan baik kepada para direktur atau staf yang lain seperti bagian keuangan, bagian pemasaran, dan yang lainnya," kata Uu dalam (pikiran- rakyat.com. 2019).

Di dalam dokumen dinas koperasi dan usaha kecil Provinsi Jawa Barat tahun 2017 tercatat bahwa jumlah pelaku wirausaha baru yang menjadi pelaku usaha dari tahun 2014 hingga tahun 2017 menurun, dan di dalam usulan kegiatan koperasi dan usaha kecil Provinsi jawa Barat sumber pendanaan dekosentrasi (APBN) tahun anggaran 2019 disebutkan bahwa salah satu usulan untuk

(6)

6 meningkatkan minat dan kemampuan wirausaha baru adalah dengan pelatihan kewirausahaan (Dokumen dinas koperasi dan usaha kecil Provinsi Jawa Barat tahun 2017).

Salah satu pelaku bisnis yang mengerti akan pentingnya pelatihan kewirausahaan untuk meningkatkan minat dan kemampuan wirausaha baru adalah CV Brightfood Riung Gunung. CV Brightfood Riung Gunung menjalankan program pelatihan kewirausahaan berdasarkan landasan kegiatan dan fokus pembinaaan wirausaha baru melalui inkubator yang terdapat pada PP No. 16 tahun 2013 tentang pemberian kemudahan kepada peternak. CV Brightfood Riung Gunung berfokus kepada pelatihan kewirausahaan di bidang industri makanan yaitu pengolahan hasil peternakan. Di dalam program pelatihan tersebut tentunya terdapat aspek-aspek yang mengkategorikan apakah pelatihan kewirausahaan di CV Brightfood Riung Gunung sudah efektif ataukah belum efektif. Pemahaman tentang konsep bisnis dan keahlian berwirausaha seringkali menjadi penyebab tidak berkembangnya usaha yang telah dirintis oleh para wirausahawan maupun bagi para calon wirausaha yang hendak memulai bisnisnya.

Untuk mengetahui bagaimana tingkat minat dan kemampuan berwirausaha para peserta pelatihan kewirausahaan CV Brightfood Riung Gunung tahun 2018, peneliti melakukan prawawancara mengenai pemahaman peserta mengenai berwirausaha sebelum mengikuti pelatihan kewirausahaan dan juga setelah mengikuti pelatihan kewirausahaan tersebut. Peneliti melakukan prawawancara terhadap dua orang peserta pelatihan kewirausahaan CV Brightfood Riung Gunung tahun 2018, identitas kedua peserta pelatihan kewirausahaan tersebut adalah : Bapak Aan Sumhana yang beralamat di Jl.Sangkuriang no. 10 Bandung dan ibu Happy Herlinaningrum yang beralamat di Jl. Permatasari no. 12 arcamanik Bandung. Berikut tabel prawancara tersebut :

(7)

7 Tabel 1.2 Hasil Wawancara Prapenelitian

Peserta Pelatihan Kewirausahaan Inkubasi Bisnis CV Brightfood Riung Gunung

(Tahun 2018)

Aan Sumhana Happy Herlinaningrum No. Pertanyaan

1. Bagaimana pemahaman anda

tentang konsep bisnis?

Sebelum mengikuti pelatihan

Saya melihat Lokasi bisnis yang strategis lokasi yang pas untuk jualan yang dibutuhkan yaitu jualan nasi ayam, tetap jualan ayam dengan variasi menu lotek, ayam kalasan ayam penyet, follow up pelanggan tetap

Saya Jualan numpangin harga di hpp, hpp belum benar, nilai belum ada beda sama aja,ide usaha iseng aja,belajar masak, konsepnya online,

Setelah mengikuti pelatihan

Saya mulai merubah metode pemasaran yaitu coba ke marketing online, masukin ulasan di google,masuk ke aplikasi go food, brosur disebarin, gratis ongkir jika dekat, follow up pelanggan tetap

Lebih tertata dan terukur, punya planning, bisa menghitung hpp dengan benar,lebih terkonsep, konsep bisnis masih sama dengan penjualan online

(8)

8 Peserta Pelatihan Kewirausahaan Inkubasi

Bisnis CV Brightfood Riung Gunung (Tahun 2018)

Aan Sumhana Happy Herlinaningrum No. Pertanyaan

2. Bagaimana pemahaman anda tentang cara

meningkatkan kualitas produk, marketing dan

manajemen?

Sebelum mengikuti pelatihan

marketing nya dengan spanduk, papan reklame, manajemen nya saya cari warung belanja terdekat dari tkp untuk memudahkan belanja bahan baku sesuai kebutuhan aja dulu, belum ada target atau cara mengelola

keuangan,memudaka n transport,belum merekrut karyawan , packaging kertas nasi biasa

Saya hanya melakukan yang terbaik yang saya bisa, kemasan standar, pemasaran sudah online, manajemen masih keluarga

Setelah mengikuti pelatihan

Paham digital marketing, mental wirausaha dimiliki, kualitas cita rasa produk, packaging sudah dengan box yang bagus, ada logo toko, manajemen nya saya mulai mengatur keuangan dan target penjualan tidak seperti sebelum nya.

Rendang saya bisa lebih awet , teknik memasak, kemasan sudah bagus, labelling bagus sudah difikarkan, pemasaran sama online, manajemen masih sama, tapi pemahaman untuk manajemen yang baik sudah tau.

(9)

9 Peserta Pelatihan Kewirausahaan Inkubasi

Bisnis CV Brightfood Riung Gunung (Tahun 2018)

Aan Sumhana Happy Herlinaningrum No. Pertanyaan

3. Bagaimana pemahaman anda tentang keahlian berwirausaha?

Sebelum mengikuti pelatihan

Melihat peluang bisnis, lokasi yang strategis, Jiwa pelayan melayani pelanggan dengan ramah tamah kepada pelanggan, service yang baik, percaya kepada pelanggan, Menjual kesegmen tertentu, bikin harga murah dibawah 20 ribu,

Berfikir jualan apa yang bisa aja, tidak punya step by step nya, apa ada nya, belum bisa percaya kepada

pegawai

Setelah mengikuti pelatihan

Melihat peluang bisnis dengan

memanfaatkan lokasi yang strategis

dengan fokus ke pangsa pasar

menengah ke bawah.

Jadi punya mental berwirausaha, update terus era digital, menambah varian menu, mendapatkan peningkatan mental kewirausahaan.

Lebih banyak pemahaman masuk juga merubah pola pikir nya. Belum berani mempekerjakan orang lain. keahlian masih sama.

Sumber : Data Olahan Peneliti (2019)

(10)

10 Hasil yang didapat peneliti adalah setelah peserta pelatihan yaitu bapak Aan Sumhana dan ibu Happy herlinaningrum mengikuti pelatihan kewirausahaan, adanya perubahan pemahaman-pemahaman peserta terhadap kewirausahaan dan juga adanya kemampuan berwirausaha dengan dibuktikan pada bisnis peserta masing-masing. Dari sisi pemahaman konsep bisnis terlihat bahwa peserta mampu merubah pola pikir dan cara kerja mereka terhadap bisnis mereka sendiri terutama dalam mengelola bisnis mereka menjadi lebih terarah dan tertata, serta juga pemahaman dalam melihat peluang bisnis. Di sisi pemahaman tentang cara meningkatkan kualitas produk, marketing dan manajemen, peserta dapat menerapkan materi yang diberikan pada saat pelatihan diantaranya desain kemasan produk, digital marketing dan manajemen keuangan. Dalam sisi pemahaman tentang keahlian berwirausahapun kedua peserta dapat menyerap ilmu dari materi dan praktek yang diberikan pada saat pelatihan kewirausahaan diantara nya mental seorang wirausaha dan juga pemahaman seorang wirausaha dalam mengelola bisnis nya.

Sesuai dengan hasil yang diperoleh peneliti yang berhubungan dengan tujuan pelatihan kewirausahaan CV Brightfood Riung Gunung yaitu memberikan pemahaman tentang konsep sistem bisnis, menjelaskan cara meningkatkan kualitas produk, marketing dan manajemen, menjaring masukan dan kritik dari mitra sebagai bahan untuk melakukan perbaikan, dan memberikan pembinaan kepada mitra untuk meningkatkan keahlian berwirausaha, peneliti ingin menggali lebih dalam lagi bagaimana efektivitas pelatihan kewirausahaan dan bagaimana manfaat pelatihan kewirusahaan tersebut terhadap para peserta.

(11)

11 Oleh karena itu peneliti tertarik melakukan penelitian untuk mengetahui apakah kegiatan pelatihan wirausaha baru yang diadakan CV Brightfood Riung Gunung sudah sesuai dengan tujuannya yaitu memberikan pemahaman konsep bisnis, meningkatkan kualitas produk, marketing, manajemen dan meningkatkan keahlian berwirausaha para peserta pelatihan kewirausahaan.

Berdasarkan paparan tersebut pentingnya peranan pelatihan inkubator bisnis dalam menciptakan wirausaha baru yang tangguh, maka peneliti mengambil judul penelitian “Efektivitas Pelatihan Kewirausahaan Model Inkubator Rintisan (Studi pada CV Brightfood Riung Gunung di kota Bandung)”.

1.3 Fokus Penelitian

Pada penelitian ini peneliti hanya berfokus pada efektivitas pelatihan kewirausahaan yang dilakukan oleh CV Brightfood Riung Gunung

1.4 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana efektivitas pelatihan kewirausahaan di CV Brightfood Riung Gunung?

2. Bagaimana manfaat program pelatihan kewirausahaan terhadap peserta pelatihan?

1.5 Tujuan Penelitian

Dalam penelitian ini tujuan yang hendak dicapai adalah sebagai berikut:

1. Mengkaji dan mengetahui efektivitas pelatihan incubator bisnis di CV Brightfood Riung Gunung.

2. Mengkaji dan mengetahui manfaat program inkubasi terhadap pendampingan peserta wirausaha baru.

(12)

12 1.6 Kegunaan Penelitian

1.6.1 Kegunaan Teoritis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu pengetahuan dibidang ilmu ekonomi pembangunan pada umumnya dan peranan inkubator bisnis dalam pendampingan peserta wirausaha baru.

b. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya referensi dan literatur kepustakaan mengenai peranan inkubator bisnis terhadap pendampingan peserta wirausaha baru.

c. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan terhadap penelitian sejenis untuk tahap berikutnya.

1.6.2 Aspek Praktis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas permasalahan yang diteliti oleh peneliti secara benar.

b. Hasil penelitian ini dapat memberikan gambaran serta masukan terhadap pemerintah, universitas, dan perusahaan dalam mengembangkan mengembangkan inkubator bisnis.

1.7 Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah dalam memberikan arah serta gambaran materi yang terkandung dalam penulisan skripsi ini, maka penulis menyusun sistematika sebagai berikut:

BAB I. PENDAHULUAN

Pada bab ini diuraikan tentang objek penelitian, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan serta sistematika penulisan.

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini diuraikan tentang landasan teori yang digunakan sebagai dasar dari analisis penelitian, penelitian terdahulu, dan kerangka penelitian teoritis.

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini diuraikan tentang jenis penelitian dan sumber data, metode pengumpulan data, dan metode analisis.

(13)

13 BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bab ini menguraikan hasil penelitian dan analisis mengenai efektivitas pelatihan kewirausahaan model inkubator bisnis rintisan dalam pendampingan peserta wirausaha baru (studi pada CV Brightfood Riung Gunung).

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini menguraikan simpulan dari hasil penelitian dan saran-saran yang dapat dijadikan pertimbangan bagi perusahaan.

1.8 Waktu dan periode penelitian

Penelitian ini membutuhkan waktu sekitar 5 bulan mulai dari bulan Januari 2019 hingga Mei 2019 untuk dapat mengetahui Efektivitas Pelatihan inkubator bisnis dalam pendampingan peserta wirausaha baru di CV Brightfood Riung Gunung.

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah karyawan CV Brightfood Riung Gunung
Gambar 1.1 Logo CV Brightfood Riung Gunung   Makna logo CV Brightfood Riung Gunung adalah :
Gambar 1.2 Struktur Organisasi CV Brightfood Riung Gunung

Referensi

Dokumen terkait

Jika AC bekerja pada kondisi kelembaban nisbi udara yang tinggi, uap putih dapat muncul sebagai akibat dari kelembaban yang tinggi dan perbedaan suhu antara saluran masuk dan

Data sekunder pada penelitian antara lain adalah Peta Penggunaan Lahan, Peta dan Data Kependudukan, Peta Administrasi, Peta Pola Sungai, Peta Jaringan Jalan, Peta Ket- inggian, Peta

Apakah dengan adanya program acara Gema Pagi tersebut memberikan informasi terbaru dan pengetahuan terkait berita seputar Kota Ponorogo pada

setiap orang adalah orang perseorangan atau Badan Hukum sebagai Subjek Hukum yang diajukan sebagai pelaku.. tindak pidana yang didakwakan kepadanya. Bahwa di

Dengan menggunakan Perintah HTML yang telah dibahas diatas, buatlah program html untuk menampilkan hasil seperti layar berikut: pada Bagian Akhir tuliskan nama, nim,

pabrik yang biasa beroperasi saat panen adalah pabrik besar yang mampu memproduksi ratusan ton beras.Beras yang dihasilkan setiap penggilingan berbeda-beda terkadang ada

Komponen produksi pada tanaman jarak pagar diataranya adalah jumlah bunga betina, rasio bunga betina dan jantan, jumlah buah yang jadi, jumlah biji per buah dan bobot kering

Air limbah industri maupun rumah tangga (domestik) apabila tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan. Limbah atau sampah yaitu