• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKRIPSI. Oleh: Antonius Yogi Nugraha NIM :

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SKRIPSI. Oleh: Antonius Yogi Nugraha NIM :"

Copied!
179
0
0

Teks penuh

(1)

i

WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA ERA GLOBALISASI YANG PERLU DIMANFAATKAN

OLEH MAHASISWA ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik

Oleh:

Antonius Yogi Nugraha NIM : 061124038

PROGRAM STUDI ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK

JURUSAN ILMU PENDIDIKAN

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2011

(2)
(3)
(4)

iv

PERSEMBAHAN

Skripsi ini kupersembahkan untuk keluargaku tercinta yang selalu memberikan doa dan dukungannya kepada penulis,

saudara-saudariku angkatan 2006 IPPAK, dan segenap katekis di manapun mereka berada

yang setia berkarya untuk membangun Gereja.

(5)

v MOTTO

“Carpe Diem (Raihlah Kesempatan)”

“Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga”

(Mat 6: 10)

(6)

vi

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebut dalam kutipan dan daftar pustaka sebagaimana layaknya karya ilmiah.

Yogyakarta, 10 Februari 2011 Penulis,

Antonius Yogi Nugraha

(7)

vii

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta:

Nama : Antonius Yogi Nugraha NIM : 061124038

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:

WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA

ERA GLOBALISASI YANG PERLU DIMANFAATKAN OLEH MAHASISWA ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA,

beserta perangkat yang diperlukan (bila ada). Dengan demikian saya memberikan kepada Universitas Sanata Dharma hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan mempublikasikannya di internet atau media lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya maupun memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di Yogyakarta, 10 Februari 2011 Yang menyatakan,

Antonius Yogi Nugraha

(8)

viii ABSTRAK

Skripsi dengan judul WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA ERA GLOBALISASI YANG PERLU DIMANFAATKAN OLEH MAHASISWA ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA, berawal dari ketertarikan penulis terhadap kemajuan jaman di bidang teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet. Karena penulis adalah calon katekis yang akan berkarya dalam dunia komunikasi iman, penulis terdorong untuk memanfaatkan media komunikasi internet bagi karya pewartaan iman.

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa manusia memasuki budaya baru yaitu budaya komunikasi melalui media.

Komunikasi yang dilakukan melalui media memberikan banyak kemudahan dalam berkomunikasi serta mampu menciptakan kesan yang menarik terhadap suatu pesan, sehingga makna dalam pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. Perkembangan Gereja dari jaman ke jaman tidak terlepas dari peranan media komunikasi yang dimulai sejak jaman media cetak hingga jaman media audio-visual sekarang ini. Karena begitu besarnya peranan media komunikasi bagi perkembangan Gereja dan kehidupan manusia, Gereja mengajak kepada setiap orang untuk memanfaatkan media komunikasi untuk karya pewartaan dan pelayanan.

Media komunikasi sangat beragam, dan internet merupakan media komunikasi yang sedang berkembang serta banyak dimanfaatkan oleh hampir seluruh manusia di dunia. Internet menyediakan berbagai fasilitas untuk berbagi informasi dan komunikasi. Melalui internet mencari informasi dan berkomunikasi dapat dilakukan dengan cepat serta mampu menjangkau seluruh pelosok dunia.

Salah satu fasilitas internet yang dapat dimanfaatkan oleh setiap orang untuk berbagi informasi dan komunikasi adalah weblog. Weblog merupakan fasilitas internet berupa situs pribadi yang seringkali dimanfaatkan oleh pemiliknya untuk membangun ruang informasi mengenai bidang-bidang tertentu termasuk pewartaan iman.

Mahasiswa IPPAK USD sebagai calon katekis yang berkarya dalam bidang komunikasi iman memiliki kemungkinan untuk memanfaatkan weblog untuk karya-karya mereka nantinya. Untuk mengkaji kemungkinan permasalahan tersebut, penulis mengadakan penelitian kualitatif dengan cara menyebarkan kuisioner kepada responden yang telah ditentukan dengan teknik purposive sampling dan stratifikasi random (teknik sampel berlapis). Dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa weblog dapat dimanfaatkan sebagai media pewartaan iman oleh mahasiswa IPPAK USD dan mahasiswa IPPAK USD perlu mendapatkan pelatihan untuk dapat menggunakan media tersebut. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis mengusulkan suatu program lokakarya untuk memperkenalkan weblog serta memberi keterampilan dalam memanfaatkannya kepada mahasiswa IPPAK USD. Dengan kegiatan lokakarya tersebut mahasiswa IPPAK USD diharapkan memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai weblog, sehingga weblog dapat dijadikan sebagai media alternatif pewartaan iman.

(9)

ix ABSTRACT

The thesis entitling THE WEBLOG AS AN ALTERNATIVE MEDIA OF PROCLAMATION OF FAITH IN THE ERA OF GLOBALIZATION NEEDS TO BE USED BY STUDENTS OF ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK OF SANATA DHARMA UNIVERSITY is originated from the writer’s interest on the technology progress of communication and information, especially of the internet. Since the author is a candidate for catechist who would work in the field of faith communication, he is encouraged to take advantage of internet communication media for spreading the faith.

The development of the information and communication technology has brought human beings into a new culture which is the culture of communication through media. The communication through media gives a lot of advantages in communicating and creates an interesting impression of a message, so the meaning of it is more easily accepted. The development of the Church from age to age can not be separated from the role of communication media that started since the days of printing media until the time of todays audio-visual media. Because communication media is very important for the life of the Church and human development, the Church invites everyone to take advantage of the communication media for the works of ministry and service.

Communication media is very diverse, and the internet is a communication media that is being developed and widely used by almost all people in the world. The internet provides various facilities for sharing of information and communication. Through the internet, looking for information can be done quickly and communicating reaches all corners of the world. One of the internet facilities that can be used by everyone to share information and communication is the weblog. Internet facility in the form of a weblog is a personal site which is often used by the owner to build a space of information about specific areas including the proclamation of faith.

Students of Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik of Sanata Dharma University (IPPAK USD) as candidates for catechists who would work in the field of faith communication have the possibility of utilizing the weblog for their work later. To examine the possibility of the problem, the writer conducted a qualitative research by distributing questionnaires to the respondents who have been determined by using purposive sampling and stratified random (layered sample technique). This research shows that weblog can be used as a medium for spreading the faith by the students of IPPAK USD and they need to get training to be able to use the media. Based on the research, the writer proposes a program of workshops to introduce weblog as well as to give the skills for students of IPPAK USD. With these workshops, students of IPPAK USD are expected to have knowledge and skills about the weblog, so that weblog can serve as an alternative media for spreading the faith.

(10)

x

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis haturkan kepada Allah Bapa Yang Maha Pengasih bersama Putera-Nya Yesus Kristus Sang Sahabat Sejati, karena atas kasih dan penyertaanNya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi yang berjudul WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA

ERA GLOBALISASI YANG PERLU DIMANFAATKAN OLEH

MAHASISWA ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA.

Penyusunan skripsi ini merupakan salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Program Studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penulis memilih judul skripsi tersebut dengan harapan dapat memberi sumbangan kepada para mahasiswa IPPAK USD sebagai kaum muda calon katekis agar mereka semakin terinspirasi serta terampil memanfaatkan media-media komunikasi untuk pewartaan iman. Selain itu, penulis menganggap perlu untuk mengangkat suatu tema tentang media komunikasi bagi pewartaan iman karena pewartaan iman sebagai suatu kegiatan komunikasi perlu memperhatikan budaya komunikasi manusia yang berubah seiring dengan perkembangan teknologi komunikasi.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini tidak mungkin selesai tanpa adanya pendampingan, bimbingan, bantuan dan arahan dari segenap pihak. Oleh karena itu, dengan segala kerendahan hati penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih kepada:

(11)

xi

1. Rm. Drs. Y. Ispuroyanto Iswarahadi, SJ., MA., selaku dosen pembimbing utama yang telah memberikan perhatian, waktu dan sumbangan pemikiran dengan penuh kesabaran dan perhatian. Terima kasih untuk masukan dan kritiknya sehingga penulis merasa dikuatkan dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

2. Ibu Dra. Yulia Supriyati, M.Pd., selaku dosen pembimbing akademik yang telah memberikan banyak perhatian kepada penulis sehingga skripsi ini dapat terselesaikan dengan baik.

3. Rm. Dr. CB. Putranta, SJ selaku dosen penguji yang juga selalu memberikan dukungan dan motivasi bagi penulis untuk segera menyelesaikan penulisan skripsi ini.

4. Segenap Staf Dosen Prodi IPPAK-JIP, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma yang telah mendidik dan memberi dukungan kepada penulis selama belajar hingga penulisan skripsi ini.

5. Segenap Staf Sekretariat, Perpustakaan dan seluruh karyawan IPPAK yang telah memberikan dukungan, tegur sapa dan perhatiannya.

6. Keluarga tercinta yaitu Bapak, Mamah, Neng Lia, De Dewi. Terima kasih atas cinta, doa, dan dukungan yang tiada hentinya bagi penulis.

7. Keluarga Mas Wawan di Bantul, yang turut mendukung dan menyemangati penulis dalam penyusunan skripsi ini.

8. Saudara-saudariku angkatan 2006 di IPPAK; Dismas Fersandika, Catur Setya, Icok Ragil Prasetyo, Cyrillus Daru Sadewa, Patricius Daru Nakula, Miyat Gayuh, Katarina Candra Dewi, Lilis Yuniarwati, Agnes Efita, Sr. Eufrasia, CB

(12)

xii

dan lain-lain yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

9. Sahabat-sahabatku adik tingkat di IPPAK; Robertus Suryanto, Hendrik, Petrik, Clemen yang selalu memberi kegembiraan ketika penulis mengalami kejenuhan dalam menyusun skripsi.

10. Segenap responden yang telah memberikan waktunya, sehingga penulis memperoleh data yang cukup lengkap dan representatif.

11. Dan semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Terima kasih atas doa dan dukungannya selama ini.

Penulis menyadari bahwa karya yang tidak sempurna ini masih menyisakan kekurangan di sana-sini. Oleh sebab itu, kiranya tiada gading yang tak retak karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Dengan rendah hati, penulis mengharapkan masukan berupa kritik atau saran yang membangun. Semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Yogyakarta, 10 Februari 2011 Penulis

Antonius Yogi Nugraha

(13)

xiii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN ... ii

HALAMAN PENGESAHAN ... iii

HALAMAN PERSEMBAHAN ... iv

MOTTO ... v

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... vi

PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI ... vii

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

KATA PENGANTAR ... x

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR ISTILAH ... xvi

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Penulisan ... 1

B. Rumusan Masalah ... 6

C. Tujuan Penulisan ... 6

D. Manfaat Penulisan ... 6

E. Metode Penulisan ... 7

F. Sistematika Penulisan ... 7

BAB II. MEMAHAMI WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA ERA GLOBALISASI ... 9

A. Tanggapan Gereja terhadap Media Komunikasi dalam Rangka Memperkembangkan Iman ... 10

1. Dekrit Inter Mirifica…. ... 10

2. Instruksi Pastoral Communio et Progressio ... 13

3. Instruksi Pastoral Aetatis Novae ... 25

4. Pesan Paus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ... 31

(14)

xiv

B. Pewartaan Iman dalam Gereja ... 45

1. Pewartaan Iman ……… ... 45

2. Pewartaan Iman sebagai Kegiatan Komunikasi ... 46

3. Pengertian Media Komunikasi ... 46

4. Pewartaan Iman melalui Media ... 47

5. Sejarah Perkembangan Media Komunikasi Iman ... 48

6. Macam-macam Media Komunikasi Iman ... 51

C. Weblog Sebagai Media Alternatif dalam Pewartaan Iman pada Era Globalisasi ... 53

1. Pengertian Era Globalisasi ... 53

2. Pengertian Weblog…… ... 54

3. Sejarah Perkembangan Weblog ... 55

4. Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman ... 56

BAB III. GAMBARAN TENTANG WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN YANG PERLU DIMANFAATKAN OLEH MAHASISWA ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA DHARMA ... 59

A. Gambaran Umum Mahasiswa IPPAK USD ... 60

1. Sejarah Prodi IPPAK USD ... 60

2. Jumlah Mahasiswa IPPAK-USD Tahun Ajaran 2010-2011 62 B. Penelitian tentang Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman yang Perlu Dimanfaatkan oleh Mahasiswa IPPAK-USD ... 63

1. Metodologi Penelitian … ... 64

2. Hasil Penelitian……… ... 68

3. Pembahasan………….. ... 79

4. Rangkuman ... 82

(15)

xv

BAB IV. USULAN PROGRAM WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA

ERA GLOBALISASI YANG PERLU DIMANFAATKAN OLEH MAHASISWA ILMU PENDIDIKAN KEKHUSUSAN PENDIDIKAN AGAMA KATOLIK UNIVERSITAS SANATA

DHARMA ... 84

A. Latar Belakang Program ... 84

B. Tujuan Program ... 86

C. Sasaran Program ... 86

D. Waktu dan Tempat Pelaksanaan ... 87

E. Uraian Program ... 87

1. Bagan Usulan Program ... 88

2. Usulan Susunan Acara Lokakarya ... 91

3. Satuan Persiapan…….. ... 92

BAB V. PENUTUP ... 148

A. Kesimpulan ... 148

B. Saran ... 151

1. Mahasiswa IPPAK USD ... 151

2. Kampus IPPAK USD ... 151

DAFTAR PUSTAKA ... 153

LAMPIRAN: Kuisioner Penelitian ... 155

(16)

xvi

DAFTAR ISTILAH

A. Istilah dalam Dokumen Gereja

Aetatis Novae : Instruksi pastoral tentang komunikasi sosial dalam rangka memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-26 (20 tahun sesudah Communio et Progressio) yang disetujui oleh Paus Yohanes Paulus II pada tangal 24 Januari 1992.

Art : Artikel

Communio et Progressio : Instruksi pastoral tentang komunikasi sosial, disetujui oleh Paus Paulus VI dan diumumkan pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-5 yaitu tanggal 23 Mei 1971 (7 tahun sesudah Dekrit Inter Mirifica) Evangelii Nuntiandi : Ensiklik Bapa Suci Paulus VI tentang karya

pewartaan Injil pada zaman modern (8 Desember 1975)

Imprimatur : Pemberian izin dari pejabat Gereja untuk mencetak dan menerbitkan suatu buku. Imprimatur merupakan pernyataan resmi Uskup bahwa buku tersebut bebas dari kesalahan doktrin dan telah disetujui untuk dipublikasikan setelah melewati suatu pemeriksaan yang cermat.

Inter Mirifica (IM) : Dekrit Konsili Vatikan II tentang upaya-upaya komunikasi sosial.

Nihil Obstat : “Nihil Obstat” diterjemahkan sebagai “tidak ada kesesatan”. Istilah ini digunakan untuk menyatakan bahwa dalam suatu naskah tidak mengandung kesalahan doktrin (ajaran Gereja) sehingga aman untuk diserahkan kepada Uskup agar diperiksa dan kemudian Uskup dapat memberikan keputusan mengenai boleh atau tidak untuk dipublikasikan.

(17)

xvii

B. Istilah dalam Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Blogger : Sebutan untuk pemiliki weblog.

Browser : Sebuah program komputer yang memungkinkan pengguna internet mengakses dan membaca dokumen yang ditulis dalam hypertext pada world wide web (www) yang terkoneksi dengan internet.

Browser yang paling populer saat ini adalah Internet Explorer, Opera, Mozilla dan Netscape.

Download : Istilah untuk kegiatan menyalin data (biasanya berupa file) dari sebuah komputer yang terhubung dalam sebuah network (internet) ke komputer lokal.

Email (Electronic Mail) : Suatu pesan (biasanya berupa teks) yang dikirimkan dari satu alamat ke alamat lain melalui jaringan internet.

GPRS : General Packet Radio Service yaitu layanan komunikasi data lewat telepon tanpa kawat (ponsel) yang berbasis paket. Sistem GPRS ini dipakai untuk transfer data yang berkaitan dengan e-mail, data gambar, dan penelusuran (browsing) internet.

Handphone : Telepon tanpa kabel.

Hosting : Istilah untuk jasa penyewaan server internet untuk keperluan website, email, dan beberapa hal lainnya

HTML : Hyper Teks Markup Language

Internet : Sejumlah besar network yang membentuk jaringan interkoneksi (Interconnected Network) yang terhubung melalui protokol TCP/IP. Internet merupakan kelanjutan dari ARPANet dan kemungkinan merupakan jaringan WAN yang terbesar yang ada saat ini.

ISP : Singkatan dari Internet Service Provider yaitu sebutan untuk penyedia layanan internet.

(18)

xviii

Link : Keterkaitan antara suatu data dengan data lainnya dalam jaringan internet.

Microsoft Office Word : Perangkat lunak (program komputer) untuk mengolah data berupa tulisan (mengetik).

Modem : Sebuah perangkat elektronik dalam komputer yang menghubungkan sebuah komputer dengan sambungan telepon. Sebuah modem memungkinkan komputer itu terkoneksi dengan komputer-komputer lainnya melalui sistem sambungan tilepon (jaringan internet).

Network : Dalam terminologi komputer dan internet, network adalah sekumpulan dua atau lebih sistem komputer yang digandeng dan membentuk sebuah jaringan.

Internet adalah sebuah network dengan skala yang sangat besar.

Offline : Tidak terkoneksi (terhubung) dengan internet.

Online : Terkoneksi (terhubung) dengan internet.

Open Source : Software (perangkat lunak) yang disediakan bagi para pengguna dengan kemungkinan untuk mengubahnya atau membuat sebuah versi yang lebih baru dari bahan dasarnya.

PHP : Kependekan dari Programming Hypertext

Processor, adalah sebuah bahasa pemrograman yang didesain untuk menciptakan halaman web yang bergerak.

Post Tag : Hampir sama dengan kategori, tag digunakan untuk mengklasifikasikan sebuah artikel atau konten dalam sebuah situs. Tag bersifat lebih fleksibel dari pada kategori dan biasanya digunakan dengan cara yang lebih spesifik.

(19)

xix

Search Engine : Suatu situs yang berfungsi sebagai mesin pencari berbagai informasi dalam internet. Sebagai contoh situs google.

Software : Perangkat lunak (program komputer) yang digunakan untuk olah data ketika bekerja dengan komputer.

Tag : Komentar atau perintah yang diolah di dalam dokumen HTML. Hampir sama dengan kategori, tag digunakan untuk mengklasifikasikan sebuah artikel ataupun konten dalam sebuah situs.

Template : Fasilitas untuk mengubah tampilan web.

TIK : Teknologi Informasi dan Komunikasi

Upload : Kegiatan memindahkan atau memasukkan data (biasanya bentuk file) dari komputer lokal ke komputer lainnya yang sedang terkoneksi dengan internet.

URL : Uniform Resource Locator yaitu sebuat alamat yang menunjuk sebuah lokasi sebuah situs pada internet.

Weblog : Lebih dikenal dengan blog adalah suatu jenis situs dimana sang pemiliknya mempublikasikan pikiran, ide atau pengetahuan mengenai topik tertentu.

Biasanya isinya berupa artikel, yang disebut post, dan disusun berdasarkan urutan kronologis.

Website : Website atau lebih dikenal lebih dengan situs adalah kumpulan halaman yang menampilkan informasi data teks, data gambar diam atau gerak, data animasi, suara, video dan atau gabungan dari semuanya, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan jaringan-jaringan halaman (hyperlink).

(20)

xx

Widget : Adalah sekumpulan kode yang disediakan untuk mendesain tampilan web, dan kode tersebut dapat diintegrasikan (copy paste) ke dalam website tanpa memerlukan kompilasi tambahan dan prosedur yang rumit.

Wi-Fi (Wireless Fidelity) : Standar industri untuk transmisi data tanpa kabel (wireless).

Wirelless : Jaringan komunikasi tanpa kabel atau menggunakan sinyal radio.

Wordpress : Software blogging (program pembuat weblog) paling populer di dunia internet, diciptakan oleh sebuah perusahaan yang bernama Automattic.

Mosaic : Browser pertama dalam dunia internet sebelum kemunculan “Internet Explorer”.

C. Singkatan dalam Bidang Pendidikan

FKIP USD : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sanata Dharma.

IPPAK USD : Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma.

N : Jumlah responden dalam suatu penelitian.

PAK AV : Pendidikan Agama Katolik Audio Visual.

Purposive Sampling : Teknik pengambilan sampel dalam suatu penelitian.

Teknik ini diambil apabila penulis memiliki pertimbangan tertentu dalam menetapkan sampel.

SAV Puskat : Studio Audio Visual Puskat Yogyakarta.

Stratifikasi Random : Teknik menentuan sampel dalam suatu penelitian yaitu menentukan sampel dari populasi yang cukup banyak dan sangat heterogen. Sampel dapat diambil berdasarkan tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, kelompok sosial, pekerjaan, dan lain-lain.

(21)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penulisan

Kini dunia memasuki zaman baru yang dikenal dengan era globalisasi.

Zaman baru ini diwarnai dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta kemajuan di bidang transportasi yang mampu menghubungkan setiap manusia di manapun mereka berada, kapan pun, dan dalam situasi apa pun dengan cepat dan mudah. Dengan perubahan jaman ini kebudayaan manusia juga mengalami perkembangan termasuk kebudayaan berkomunikasi. Perkembangan budaya komunikasi berawal dari budaya lisan, kemudian berkembang menjadi budaya tulis menulis yang selanjutnya berkembang menjadi budaya cetak, dan kini manusia memasuki budaya baru yaitu budaya audio-visual atau zaman teknologi informasi.

Internet merupakan salah satu kemajuan teknologi informasi yang mewarnai budaya komunikasi dewasa ini. Setelah televisi dan handphone, kini banyak orang telah mengenal serta menggunakan internet sebagai sarana informasi dan komunikasi. Banyaknya warung internet (warnet), fasilitas wireless pada komputer, modem eksternal¸ dan handphone dengan fasilitas GPRS (General Packet Radio Services), menjadikan setiap orang mudah dalam mengakses informasi dan membangun komunikasi melalui internet. Internet membuka jaringan komunikasi yang luas dan tanpa batas, bahkan setiap orang, organisasi, lembaga-lembaga di seluruh dunia dapat saling berhubungan. Bagi para pengusaha internet dijadikan sebagai sarana berbisnis dan melakukan

(22)

transaksi tanpa harus bertatap muka langsung dengan rekan bisnis. Pelajar memanfaatkan internet untuk mencari informasi, berdiskusi, dan mencari buku mengenai bidang studi yang sedang dipelajarinya. Melalui internet setiap orang juga dapat mencari informasi persitiwa yang sedang terjadi di suatu tempat tanpa harus menunggu siaran berita di televisi. Sebagai sarana hiburan internet seringkali dimanfaatkan untuk membangun suatu hubungan pertemanan melalui situs-situs sosial seperti yang kini sedang populer yaitu friendster, facebook, yahoo messenger, twitter, blog, dan lain sebagainya.

Memasuki era globalisasi, orang harus cepat tanggap terhadap kemajuan teknologi agar tidak ketinggalan jaman. Menghadapi pesatnya teknologi informasi dan komunikasi, dunia pendidikan kini menjadikan internet dan komputer sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah. Dalam dunia perkuliahan teknologi informasi dan komunikasi juga seringkali digunakan dan dianjurkan guna mendukung proses pembelajaran. Salah satu bidang studi yang memiliki perhatian terhadap teknologi informasi dan komunikasi adalah bidang studi Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Yogyakarta (IPPAK USD). Sebagai mahasiswa yang berperan dalam dunia komunikasi iman, maka sangat perlulah menguasai berbagai media komunikasi yang mendukung pewartaan iman nantinya. Oleh karena pentingnya menguasai media komunikasi, kampus IPPAK USD memiliki mata kuliah khusus yaitu Pendidikan Agama Katolik Audio-visual (PAK AV) yang berkerja sama dengan Studio Audio-visual Puskat Yogyakarta (SAV Puskat). Media audio-visual merupakan salah satu media yang sangat membantu dalam kerangka pewartaan iman di jaman sekarang.

(23)

Media lain yang juga dapat digunakan dalam pewartaan iman di jaman sekarang adalah internet, hanya saja pemanfaatan internet dalam komunikasi iman masih dirasa sangat asing.

Sejauh ini mahasiswa IPPAK menggunakan internet hanya sebatas untuk mencari informasi guna mendukung tugas-tugas perkuliahan dan menjalin pertemanan melalui situs-situs jejaring sosial yang sekarang semakin banyak dan beragam. Banyak situs-situs jejaring sosial yang memungkinkan dijadikan sebagai media komunikasi iman, tetapi kenyataannya situs-situs itu dimanfaatkan hanya untuk menjalin relasi sebanyak-banyaknya, membicarakan hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu penting, berbagi foto ataupun video, atau hanya sekedar mencurahkan isi hati (curhat). Pemahaman yang kurang dalam pemanfaatan internet menjadikan setiap orang memandang bahwa internet hanyalah media hiburan yang sangat digemari oleh anak muda masa kini. Jika mengenal internet dengan baik, melalui internet seseorang tidak hanya mendapat informasi tetapi juga dapat membagikan informasi termasuk mewartakan Injil.

Media komunikasi di zaman teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang sangat pesat. Kini manusia mau tidak mau harus berhadapan dengan institusi baru yang bernama media (Iswarahadi, 2003:18). Gereja menganggap media sangat perlu bagi kepentingan manusia yaitu untuk menyalurkan segala macam berita, gagasan-gagasan, dan pedoman-pedoman (IM art.1). Gereja juga sangat mendukung media sejauh itu berguna bagi perkembangan hidup manusia dan mendukung pewartaan Kerajaan Allah. Kemudian, Gereja juga mengingatkan bahwa media komunikasi di satu sisi dapat memberi pengaruh yang baik dan di

(24)

sisi lain media komunikasi juga dapat membawa pengaruh yang buruk. Oleh karena itu manusia harus dapat bersikap kritis dan bijaksana dalam menggunakan media (IM art.2). Perhatian Gereja terhadap media komunikasi sosial terus- menerus mengikuti perkembangan zaman. Salah satu bentuk perhatian Gereja itu adalah adanya Hari Komunikasi Sosial Sedunia, di mana pada kesempatan ini Bapa Paus terus menerus mengajak setiap orang memanfaatkan media untuk melayani. Perhatian Gereja begitu besar terhadap perkembangan media komunikasi, dikarenakan media komunikasi terkait erat dengan salah satu tugas Gereja yaitu tugas mewartakan.

Istilah “pewartaan” secara umum dipahami sebagai kegiatan komunikasi untuk menyampaikan pesan Injil, misteri keselamatan yang dilaksanakan Allah bagi semua orang dalam Yesus Kristus berkat kuasa Roh Kudus. Pewartaan merupakan suatu ajakan untuk menyerahkan diri dalam iman kepada Yesus Kristus dan melalui pembaptisan masuk ke dalam persekutuan kaum beriman yang adalah Gereja (LPBAJ, 2002:15). Tugas pewartaan ini merupakan suatu proses yang sudah berlangsung berabad-abad lamanya dengan berbagai perubahan-perubahan yang radikal dalam pewartaan sesuai dengan peradaban zamannya (Adisusanto,2001:4).

Pada zaman media ini pewartaan juga perlu membuat perubahan- perubahan. Media pewartaan yang kini telah dimanfaatkan dengan baik adalah media audio-visual, yaitu pewartaan melalui televisi maupun radio. Di samping berkembangnya media audio-visual kini telah berkembang dengan pesat media komunikasi internet. Weblog merupakan fasilitas internet yang memungkinkan

(25)

kita membangun komunikasi dalam kerangkan pewartaan iman tersebut. Idris dalam bukunya Jurus Mengisi Konten Blog mengungkapkan bahwa blog menghadirkan medium dan lingkungan yang memungkinkan setiap orang sebagai individu atau perusahaan menjalin hubungan yang saling berkesinambungan dengan semua orang di dunia (Idris, 2009: 11). Mengenai isi blog itu, dalam buku Cara Cepat Membuat Blog Menggunakan Wordpress yang ditulis oleh Sulistyandari disampaikan bahwa isi blog umumnya berupa keterangan maupun berita dengan deretan komentar dan tanggapan atas isi blog tersebut (Sulistyandari, 2009: 1). Dengan demikian, setiap orang yang memakai fasilitas ini dapat mengkomunikasikan imannya entah itu untuk berdiskusi, sharing pengalaman iman, bertukar informasi yang sehubungan dengan Gereja di mana mereka berada, dan lain sebagainya.

Dari keprihatinan terhadap mahasiswa IPPAK yang kurang dapat memanfaatkan media komunikasi internet dengan baik, penulis mencoba membuat suatu usulan dalam membangun suatu komunikasi iman melalui teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet. Dengan judul tulisan

“Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman pada Era Globalisasi yang Perlu Dimanfaatkan oleh Mahasiswa Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma” penulis berharap para mahasiswa IPPAK terinspirasi untuk membuat weblog dan memanfaatkannya sebagai media alternatif dalam pewartaan iman.

(26)

B. Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan weblog?

2. Apa yang dimaksud dengan pewartaan iman?

3. Apa yang dimaksud dengan era globalisasi?

4. Apa itu weblog sebagai media alternatif pewartaan iman?

C. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari tulisan ini adalah:

1. Memperkenalkan weblog sebagai media komunikasi.

2. Memaparkan pemahaman tentang pewartaan iman.

3. Memaparkan pengertian era globalisasi.

4. Memaparkan weblog sebagai media alternatif pewartaan iman.

D. Manfaat Penulisan

Manfaat dari penulisan skripsi dengan judul “Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman pada Era Globalisasi yang Perlu Dimanfaatkan oleh Mahasiswa IPPAK-USD” adalah:

1. Supaya penulis memiliki pengalaman dan wawasan baru dalam hal media komunikasi dan dampaknya bagi perkembangan iman.

2. Memberi sumbangan maupun gagasan bagi mahasiswa IPPAK calon pewarta iman agar semakin mampu memanfaatkan media komunikasi sebagai media pewartaan iman.

(27)

E. Metode Penulisan

Metode yang dipakai penulis adalah deskriptif analitis yaitu metode yang menggambarkan dan menganalisa permasalahan yang ada sehingga ditemukan jalan pemecahan yang tepat. Selain itu agar memperoleh wawasan yang lebih luas, dalam membahas skripsi ini penulis akan berusaha untuk mengembangkan refleksi pribadi dengan menggunakan studi pustaka dari buku-buku yang mendukung penyusunan skripsi ini.

F. Sistematika Penulisan

Tulisan ini mengambil judul “Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman pada Era Globalisasi yang Perlu Dimanfaatkan Oleh Mahasiswa IPPAK- USD” dan dikembangkan ke dalam lima bab:

Bab I. Pendahuluan

Bab ini merupakan pendahuluan yang terdiri dari latar belakang penulisan, rumusan permasalahan, tujuan penulisan, manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.

Bab II. Memahami Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman pada Era Globalisasi

Dalam bab kedua ini penulis menyajikan materi mengenai Weblog dalam Era Globalisasi, Pewartaan Iman, serta Tanggapan Gereja terhadap Media Komunikasi.

(28)

Bab III. Gambaran tentang Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman yang Perlu Dimanfaatkan oleh Mahasiswa Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma Dalam bab ini penulis memaparkan bagaimana membuat weblog yang sesuai bagi pewartaan iman. Menjelaskan isi weblog yang terkait dengan pewartaan iman. Kemudian memaparkan manfaat yang dirasakan dengan menggunakan weblog sebagai media pewartaan iman.

Bab IV. Usulan Program Weblog sebagai Media Alternatif Pewartaan Iman pada Era Globalisasi yang Perlu Dimanfaatkan oleh Mahasiswa Ilmu Pendidikan Kekhususan Pendidikan Agama Katolik Universitas Sanata Dharma

Dalam bab ini penulis menyajikan lokakarya kepada mahasiswa IPPAK- USD dalam rangka memanfaatkan weblog sebagai media pewartaan iman.

Sebagai suatu kegiatan dipaparkan juga alasan pemilihan tema, penjabaran program lokakarya, dan contoh usulan lokakarya

Bab V. Penutup

Dalam bab terakhir ini penulis menyampaikan kesimpulan atas keseluruhan penulisan yang juga disertai dengan saran-saran.

(29)

BAB II

MEMAHAMI WEBLOG SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF PEWARTAAN IMAN PADA ERA GLOBALISASI

Dunia kini memasuki peradaban baru yang disebut dengan zaman teknologi informasi. Pesatnya kemajuan teknologi informasi telah mengubah budaya komunikasi manusia di dunia, yaitu dari budaya komunikasi lisan menjadi budaya audio visual. Komunikasi kini tidak perlu lagi mengandaikan adanya pertemuan, tetapi cukup melalui media komunikasi pesan akan cepat dan mudah tersampaikan tanpa harus bertatap muka.

Pewartaan iman yang merupakan suatu kegiatan komunikasi mau tidak mau juga perlu menyesuaikan dengan zaman di mana budaya komunikasi itu sedang berkembang. Pada Bab ini dipaparkan bagaimana Gereja terbuka terhadap perkembangan teknologi komunikasi tersebut dalam rangka mendukung tugas pewartaan. Keterbukaan Gereja ini tertuang dalam dokumen-dokumen Gereja yaitu dalam Dokumen Konsili Vatikan ke II, kemudian dalam konstitusi pastoral Aetatis Novae dan Communio et Progressio, dan kini dukungan Gereja terhadap pemanfaatan media komunikasi berlanjut dalam setiap pesan Bapa Paus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia.

Media komunikasi kini tidak hanya terbatas pada radio ataupun televisi karena internet saat ini menjadi media komunikasi yang sedang populer. Pada Bab II ini pula dipaparkan bagaimana internet dengan media Weblog dapat menjadi salah satu media alternatif yang mendukung pewartaan iman.

(30)

A. Tanggapan Gereja Terhadap Media Komunikasi dalam Rangka Memperkembangkan Iman

Konsili Vatikan II merupakan bukti keterbukaan Gereja terhadap dunia.

Ada tiga sasaran yang ingin dicapai dari Konsili Vatikan II ini, yaitu pembaharuan rohani dalam terang Injil, penyesuaian dengan masa sekarang untuk menanggapi tantangan-tantangan zaman modern, dan pemulihan hubungan antara segenap umat kristen. Sehubungan dengan tantangan-tantangan zaman modern, Gereja menyadai bahwa dunia selalu mengalami perkembangan, terlebih perkembangan teknologi yang semakin pesat dan berpengaruh bagi kebudayaan hidup manusia.

Budaya komunikasi yang telah berubah tidak lepas dari sorotan Gereja. Berikut ini sedikit uraian mengenai keterbukaan Gereja terhadap perkembangan media komunikasi yang tertuang dalam dokumen-dokumen Gereja yaitu Dekrit Inter Mirifica, konstitusi pastoral Aetatis Novae dan Communio et Progressio, serta pesan Bapa Paus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia.

1. Dekrit Inter Mirifica

Inter Mirifica merupakan salah satu buah pemikiran konsili yang membahas upaya-upaya di bidang kerasulan dalam dunia modern. Inter Mirifica telah mengantar Gereja menyongsong era baru dalam peradaban manusia, yaitu Era Teknologi Informasi yang serba instan, serba terbuka, dan canggih. Berkat kemajuan teknologi informasi ini, setiap orang dapat saling terhubung serta saling memberi dan menerima informasi dengan cepat. Kemajuan teknologi komunikasi seperti media cetak, sinema, radio, televisi, dan sebagainya, Gereja menyebutnya sebagai media komunikasi sosial (IM art.1).

(31)

Alasan konsili membahas masalah komuikasi sosial adalah adanya hal yang perlu diwaspadai dari perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat sebagaimana diuraikan dalam dekrit Inter Mirifica artikel 2:

Bunda Gereja menyadari, bahwa upaya-upaya itu, kalau digunakan dengan tepat, dapat berjasa besar bagi umat manusia, sebab sangat membantu untuk menyegarkan hati dan mengembangkan budi, dan untuk menyiarkan serta memantapkan Kerajaan Allah. Gereja menyadari pula bahwa manusia dapat menyalahgunakan media itu melawan maksud Sang Pencipta ilahi dan memutar-balikannya sehingga mengakibatkan kebinasaan. Bahkan hatinya yang penuh keibuan merasa cemas dan sedih, menyaksikan betapa besarlah kerugian yang seringkali ditimbulkan bagi masyarakat karena penyalahgunaannya.

Dengan demikian konsili ingin mengajak segenap masyarakat bersikap kritis dan bijaksana dalam memanfaatkan teknologi informasi. Teknologi informasi jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak yang baik, tetapi jika tenologi disalahgunakan dalam pemanfaatannya maka akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi kehidupan manusia.

Sehubungan dengan tugas Gereja untuk mewartakan Injil, Gereja memandang perlu dalam memanfaatkan media komunikasi sosial untuk menyiarkan warta keselamatan dan mengajarkannya bagaimana manusia dapat memakai media itu dengan tepat. Pada hakikatnya Gereja berhak menggunakan dan memiliki semua jenis media itu sejauh diperlukannya atau berguna bagi pendidikan kristen dan bagi seluruh karyanya demi keselamatan manusia (IM art.3).

Konsili mengajak para Gembala dan seluruh umat beriman untuk memanfaatkan teknologi informasi secara efektif dalam melaksanakan kewajibannya mewartakan Injil. Kepada para Gembala, konsili menganjurkan

(32)

agar upaya-upaya komunikasi sosial dengan cekatan dan seintensif mungkin dimanfaatkan secara efektif dalam aneka macam karya kerasulan. Sedangkan kepada para awam yang juga berperanan dalam penggunaan media komunikasi tersebut, konsili mengajak agar para awam berusaha memberi kesaksian tentang Kristus terutama melalui tugas dan tanggung jawab mereka masing-masing dengan penuh keahlian dan berjiwa kerasulan seperti menyumbangkan jasa-jasa mereka di bidang teknik, ekonomi, kebudayaan dan kesenian bagi kegiatan pastoral Gereja (IM art.13).

Dalam membangun upaya-upaya komunikasi sosial, konsili menyebut beberapa media yang mungkin dapat dimanfaatkan (IM art.14). Media komunikasi tersebut adalah:

a. Pers (media cetak): media cetak sebaiknya diterbitkan dengan maksud untuk membina, meneguhkan dan menumbuhkan pandangan-pandangan umum selaras dengan hak-hak asasi dan dengan ajaran serta prinsip-prinsip katolik, begitu pula untuk menyebarluaskan serta membahas dengan cermat peristiwa- peristiwa yang menyangkut kehidupan Gereja.

b. Film: produksi dan penayangan film diajak untuk menyajikan hiburan yang sehat, untuk mengembangkan kebudayaan dan meningkatkan mutu kesenian, dan perlu diperhatikan mutu yang dijamin bagi kaum muda.

c. Siaran radio dan televisi: siaran radio dan televisi diminta menyajikan siaran yang bermutu dan cocok terutama bagi keluarga. Dengan mengembangkan siaran-siaran katolik diharapkan dapat mengundang para pendengar dan pemirsa untuk ikut menghayati kehidupan Gereja, dan meresapkan kebenaran-

(33)

kebenaran keagamaan di hati mereka.

d. Seni sandiwara: seni sandiwara yang telah ada sejak dulu diharapkan mampu mendukung pembinaan kemanusiaan dan kesusilaan para penonton.

Internet pada waktu konsili berlangsung belum berkembang, sehingga internet belum disebut sebagai media komunikasi sosial. Tetapi dalam instruksi pastoral dan pesan Bapa Paus pada Hari Komunikasi Sosial Sedunia, internet menjadi topik tersendiri yang terus menerus dibahas perkembangannya dan kemungkinan pemanfaatannya.

2. Instruksi Pastoral Communio et Progressio a. Mengenal Communio et Progressio

Instruksi Pastoral Communio et Progressio muncul tujuh tahun sesudah Dekrit Inter Mirifica. Dokumen ini ditulis atas perintah Konsili Vatian II untuk melengkapi Dekrit Inter Mirifica (bdk. IM art.23). Communio et Progressio disetujui oleh Paus Paulus VI dan diumumkan pada peringatan Hari Komunikasi Sosial Sedunia yang ke-5 yaitu pada tanggal 23 Mei 1971. Penulisan instruksi pastoral ini berdasarkan atas kesadaran Gereja terhadap kemajuan teknologi komunikasi seperti pers, film, radio, dan televisi yang memungkinkan berpengaruh pada cara hidup dan berpikir manusia (Communio et Progressio art.1). Harapannya, dokumen ini akan membimbing umat kristen dalam sikap mereka terhadap alat-alat itu dan membuat mereka lebih giat dan melibatkan diri di dalam bidang ini (Communio et Progressio art.2).

(34)

Dokumen ini secara khusus dialamatkan kepada para uskup karena uraian dalam dokumen ini merupakan instruksi-instruki pastoral yang merupakan bidang urusan para uskup (Communio et Progressio art.4). Sedangkan bagi setiap orang yang terlibat dalam bidang komunikasi sosial dokumen ini diharapkan dapat disambut dengan baik dan dimanfaatkan sebaik-baiknya bagi kemajuan semua orang (Communio et Progressio art.5).

b. Pandangan Kristen tentang Alat-alat Komunikasi Sosial

Gereja menyadari bahwa media komunikasi sosial sangat diperlukan oleh setiap orang karena media komunikasi mampu memberi informasi dengan cepat mengenai hal yang sedang terjadi di dunia. Dengan demikian, Gereja melihat tujuan luhur dari kemajuan teknologi komunikasi sosial yaitu membawa manusia ke dalam hubungan yang lebih dekat (Communio et Progressio art.6). Selain itu, di tengah giatnya manusia memperkembangkan ilmu pengetahuan, alat-alat komunikasi sosial membantu manusia berbagi pengetahuan dan mempersatukan karya mereka dan membangun suatu kerja sama (Communio et Progressio art.7).

Di samping memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi persatuan manusia, alat komunikasi dapat menghancurkan kehidupan manusia jika dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan yang tidak benar (Communio et Progressio art.9). Oleh karena itu Gereja menegaskan bahwa media komunikasi merupakan sarana untuk menyatakan cinta dan kebenaran. Seperti Allah mengkomunikasikan dirinya kepada manusia dengan menjelma menjadi manusia

(35)

dalam diri Yesus Kristus, cinta Allah menjadi konkrit di tengah manusia (Communio et Progressio art.10).

Kristus merupakan komunikator yang sempurna, Ia menyampaikan pesannya tidak hanya dengan kata-kata tetapi dengan seluruh cara hidupnya.

Kristus berkomunikasi dengan bahasa dan pola berpikir bangsanya pada waktu itu. Ekaristi merupakan bentuk komunikasi yang paling sempurna dan paling mesra antara Allah dan manusia, dan dari komunikasi itu lahirlah persatuan yang paling dalam di antara manusia (Communio et Progressio art.11). Oleh karena itu, Alat-alat komunikasi sesungguhnya diperuntukkan membangun hubungan- hubungan baru dan membentuk suatu bahasa baru yang memungkinkan manusia mengenal dirinya lebih baik dan mengerti satu sama lain dengan lebih mudah (Communio et Progressio art.12).

c. Syarat-syarat untuk Berhasilnya Alat-alat Komunikasi

Supaya alat-alat komunikasi dapat memberi sumbangan yang sangat berarti bagi kehidupan manusia, maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan alat-alat komunikasi tersebut. Pertama, setiap orang perlu latihan dalam menguasai cara kerja alat komunikasi tersebut (Communio et Progressio art.64). Bagi para penerima, latihan yang diperlukan adalah latihan bagaimana memanfaatkan pesan yang diberikan oleh alat-alat komunikasi tersebut dengan.

Oleh karena itu, mereka perlu memiliki pengetahuan yang benar akan alat-alat tersebut baik melalui ceramah-ceramah dan diskusi, dengan kursus-kursus dan pekan-pekan studi yang diselenggarakan dengan bantuan tenaga-tenaga

(36)

profesional (Communio et Progressio art.65-66). Sangat penting juga menanamkan dalam diri anak-anak selera seni, bakat kritis yang halus dan rasa tanggung jawab pribadi yang berdasar pada moralitas yang sehat. Hal ini diperlukan agar mereka mampu membedakan dan memilah-milah apa yang diberikan alat-alat komunikasi kepada mereka. Pelatihan semacam ini dapat dilakukan baik oleh para pendidik atau orangtua dengan menyajikan serta mengajak diskusi beberapa hal yang diberikan alat-alat komunikasi guna mengembangkan sikap kritis anak (Communio et Progressio art.67-68). Bagi para komunikator latihan yang diperlukan adalah mengembangkan bakat-bakat kemanusiaan maupun kemampuan profesional. Karena alat komunikasi diperuntukkan bagi umat manusia, para komunikator juga harus disemangati dengan keinginan untuk mengabdi manusia. Mereka harus mengenal siapa saja para penerimanya dan baik jika mereka menyesuaikan apa yang mereka komunikasikan kepada orang-orang yang menerimanya. Dengan melakukan hal tersebut para komunikator telah membantu membuat proses komunikasi menjadi suatu perpaduan semangat (Communio et Progressio art.71-72).

Hal kedua yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan alat-alat komunikasi adalah kesempatan-kesempatan dan kewajiban-kewajiban para komunikator ataupun para penerima. Bagi para komunikator mereka harus berusaha memenuhi kebutuhan publik. Untuk dapat mengetahui kebutuhan publik maka perlu ada kerja sama antara komunikator dengan penerima sehingga nantinya alat-alat komunikasi tersebut dapat membangun suatu dialog atau pertukaran pendapat antar manusia (Communio et Progressio art.74). Para

(37)

komunikator juga wajib memberi perhatian kepada peristiwa-peristiwa aktual yang terjadi di masyarakat. Dengan memberikan informasi yang aktual penerima akan sanggup menggunakan informasi tersebut sebagai dasar pertimbangan dan keputusan yang menyangkut masyarakat (Communio et Progressio art.75). Para komunikator diingatkan bahwa mereka jangan sampai merendahkan keterampilan dan karya mereka untuk uang atau popularitas. Hal itu hanya akan mengecewakan publik dan pada akhirnya mereka juga merendahkan profesi mereka (Communio et Progressio art.77). Kemudian, untuk memajukan dan mengembangkan para komunikator, maka peranan para pengkritik sangatlah penting. Melalui para pengkritik para komunikator akan menemukan ilham untuk kemajuan karyanya (Communio et Progressio art.78).

Pembentukan serikat-serikat profesional untuk para komunikator akan sangat bermanfaat. Melalui serikat-serikat tersebut para komunikator dapat bertukar pendapat dan pengalaman, sehingga membantu menyelesaikan kesulitan- kesulitan yang dihadapi sebagai tugas komunikator. Serikat-serikat juga dapat menyusun kode etik atas dasar prinsip dan pengalaman. Kode etik ini nantinya akan sangat membantu dalam karya produksi yang memenuhi keperluan- keperluan komunikasi sosial (Communio et Progressio art.79).

Bagi para penerima diharapkan jangan menjadi penerima yang pasif karena jika penerima diam saja tanpa menyatakan pendapatnya maka usaha para komunikator untuk menciptakan suatu dialog akan sia-sia. Para penerima dinyatakan aktif jika mereka mengetahui bagaimana menafsirkan komunikasi secara cermat dan dapat mempertimbangkannya dalam terang asal, latar belakang

(38)

dan isi keseluruhannya. Mereka akan menjadi aktif apabila mereka membuat pilihan dengan bijaksana dan kritis, serta menyatakan pendapatnya atas apa yang mereka terima dari media-media komunikasi tersebut (Communio et Progressio art.82).

Hal terakhir yang perlu diperhatikan dalam memanfaatkan alat-alat komunikasi adalah kerja sama, yaitu kerja sama antar warga negara dan para penguasa sipil, kerja sama antara bangsa-bangsa, dan kerja sama antara semua orang kristen, kaum beriman, dan siapa saja yang berkemauan baik. Melalui kerja sama itu diharapkan mampu menumbuhkan sikap saling menghormati martabat manusia terutama kebebasan dalam berkomunikasi (Communio et Progressio art.84). Selain itu bangsa-bangsa juga dapat saling memperkembangkan bangsa- bangsa lain yang pertumbuhannya masih lambat (Communio et Progressio art.92).

d. Sumbangan Alat-alat Komunikasi bagi Umat Katolik

Alat-alat komunikasi dapat memberi sumbangan yang sangat berharga bagi umat katolik. Supaya ikatan-ikatan persatuan di antara para anggota Gereja semakin kuat maka harus ada komunikasi dan dialog di antara umat katolik.

Komunikasi dan dialog yang dibangun adalah baik dengan memberikan informasi maupun dengan mendengarkan seksama pendapat umum di dalam maupun di luar Gereja. Dengan membangun komunikasi dan dialog dengan dunia masa kini, Gereja berusaha membantu menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapi oleh manusia sekarang ini (Communio et Progressio art.114). Melalui media komunikasi Gereja dapat menjelaskan ajaran-ajaran iman dengan tafsiran yang

(39)

benar. Karena Gereja bergerak bersama dengan perkembangan manusia, dalam mengkomunikasikan ajaran iman tersebut Gereja haruslah mampu menyesuaikan diri dengan keadaan-keadaan khusus yang timbul karena waktu, tempat dan kebudayaan (Communio et Progressio art.117).

Orang katolik berhak mendapat informasi yang diperlukan untuk dapat memainkan peranannya secara aktif di dalam kehidupan Gereja. Alat-alat komunikasi dalam hal ini memiliki kemampuan untuk menyebarkan informasi itu.

Alat-alat komunikasi yang diperlukan bukanlah jumlahnya yang besar tetapi harus bisa mencapai semua umat Allah. Gereja boleh memiliki alat-alat itu sejauh itu benar-benar memenuhi tujuannya (Communio et Progressio art.119).

Gereja tidak dapat berbicara dan mendengarkan anggota-anggotanya sendiri saja, maka dialog Gereja dilakukan dengan seluruh dunia. Gereja perlu mengetahui reaksi-reaksi masa kini terhadap gagasan-gagasan dan peristiwa- peristiwa entah itu bersifat katolik atau tidak. Dalam hal ini alat-alat komunikasi menyumbang bagi pengetahuan yang dituntut oleh Gereja (Communio et Progressio art.122). Alat-alat komunikasi merupakan saluran-saluran informasi satu-satunya yang ada di antara Gereja dan dunia. Gereja mengharapkan dari kantor-kantor berita agar menyiarkan berita-berita keagamaan, dan sebagai konsekuensinya Gereja wajib memberi informasi yang lengkap dan benar-benar cermat kepada kantor-kantor berita supaya mereka kemudian dapat melaksanakan tugasnya dengan baik (Communio et Progressio art.123).

Alat-alat komunikasi sosial itu membantu umat Katolik dengan tiga cara.

Alat-alat itu membantu Gereja menyatakan dirinya kepada dunia modern,

(40)

mengembangkan dialog di dalam Gereja, dan membuat jelas bagi Gereja pendapat-pendapat dan sikap-sikap masa kini. Gereja memiliki kewajiban untuk mewartakan keselamatan dengan bahasa yang dapat dimengerti manusia dan supaya memperhatikan urusan-urusan manusia (Communio et Progressio art.125).

Kristus mengamanatkan kepada para rasul supaya mewartakan kabar gembira di segala tempat sepanjang masa. Kristus telah menunjukkan diri-Nya sebagai komunikator yang sempurna, sedangkan para rasul menggunakan alat-alat komunikasi sosial di jaman mereka untuk mewartakan kabar gembira tersebut.

Kini umat Allah telah banyak jumlahnya dan tersebar di mana-mana, maka supaya amanat Kristus tersebut terlaksana di jaman modern ini diperlukanlah alat-alat komunikasi modern yang mendukung pewartaan tersebut (Communio et Progressio art.126). Kemajuan alat-alat komunikasi memberikan cara-cara baru membawa pesan Injil kepada umat, dan memungkinkan orang-orang kristen yang tersebar di mana-mana turut serta dalam upacara, ibadat, dan peristiwa-peristiwa gerejawi. Dengan demikian alat-alat komunikasi membantu mempererat persekutuan kristen dan berpartisipasi di dalam kehidupan Gereja yang lebih akrab (Communio et Progressio art.128). Alat-alat komunikasi merupakan alat bantu dalam pendidikan kristen, karena alat-alat komunikasi merupakan saluran- saluran yang biasa untuk menyampaikan berita-berita dan menyuarakan sikap dan pandangan masa kini.

(41)

e. Kewajiban Aktif Umat Katolik di dalam Bidang Alat-alat Komunikasi Sosial Setelah mengetahui betapa pentingnya peranan alat-alat komunikasi sosial dalam bidang pewartaan, maka perlulah diperhatikan peranan umat Katolik di dalam bidang alat-alat komunikasi sosial agar alat-alat tersebut sungguh berdaya guna bagi pertumbuhan Gereja. Dekrit Communio et Progressio menyebut beberapa beberapa bidang alat komunikasi di mana umat katolik dapat mengambil peranan di dalamnya.

Bidang alat komunikasi pertama adalah pers. Pers merupakan alat komunikasi yang sangat penting karena selain beraneka ragam jenisnya, penerbit yang banyak jumlahnya, pers dapat menyiarkan berita-berita sampai mendetail.

Pers merupakan alat yang efektif untuk merangsang bakat-bakat kritis manusia dan membantu membentuk pendapatnya sendiri (Communio et Progressio art.136). Dekrit menganjurkan agar mendirikan penerbit-penerbit bagi pers Katolik, karena dengan demikian majalah dan surat kabar sangat efektif membawa pengetahuan tentang Gereja kepada dunia dan pengetahuan dunia kepada Gereja (Communio et Progressio art.137). Bagi kepentingan umum pers katolik memiliki peranan untuk menerbitkan berita-berita dan pendapat-pendapat serta artikel- artikel latarbelakang mengenai semua segi dan masalah-masalah serta kecemasan- kecemasan kehidupan modern. Pers katolik memiliki tugas untuk mengimbangkan, melengkapkan, dan jika diperlukan mengoreksi berita-berita dan komentar-komentar mengenai agama dan kehidupan rohani. Selain itu pers Katolik harus menjadi suatu forum, suatu tempat pertemuan untuk bertukar pendapat (Communio et Progressio art.138).

(42)

Alat komunikasi lainnya yang disebut oleh dekrit adalah film. Film dipandang memiliki pengaruh yang kuat dalam pendidikan, pengetahuan, kebudayaan dan waktu senggang (Communio et Progressio art.142). Banyak film membicarakan pokok-pokok yang menyangkut kemajuan manusia dan nilai-nilai spiritual. Karya-karya semacam itu perlu mendapat pujian dan bantuan dari setiap orang khususnya organisasi-organisasi Katolik. Organisasi-organisasi Katolik diharapkan bekerjasama dengan pihak-pihak lain dalam usaha-usaha untuk merencanakan, memproduksi, mendistribusikan dan mempertunjukkan film-film yang diresapi dengan prinsip-prinsip keagamaan (Communio et Progressio art.144-145). Di wilayah-wilayah yang terdapat buta huruf, film-film dapat memberikan sumbangan yang efektif bagi perlengkapan pendidikan dasar. Orang- orang yang buta huruf sangat dipengaruhi oleh gambar-gambar dan dapat dengan mudah memahami fakta-fakta dan gagasan-gagasan yang dihidangkan melalui gambar-gambar itu (Communio et Progressio art.146).

Alat komunikasi lain yang memberi pengaruh besar dalam pola-pola komunikasi baru dalam masyarakat adalah radio dan televisi. Siaran radio maupun televisi mampu menyebarkan informasi ke seluruh penjuru dunia dan mampu menembus perbatasan politik dan budaya. Bagi para konsumen radio dan televisi akan mendapat banyak informasi tentang informasi mengenai peristiwa-peristiwa di seluruh dunia, dunia kebudayaan dan hiburan. Selain itu, televisi khususnya, mampu membawa individu-individu seolah-olah sungguh hadir pada peristiwa- peristiwa itu (Communio et Progressio art.148). Terhadap alat-alat komunikasi sosial ini Gereja mengharapkan agar aspek-aspek religius kehidupan manusia

(43)

mendapat tempat di dalam siaran harian, baik siaran radio maupun televisi (Communio et Progressio art.149).

Gereja memandang program-program keagamaan yang menggunakan sumber radio dan televisi mampu memperkaya hidup keagamaan rakyat dan menciptakan ikatan-ikatan baru di antara kaum beriman. Program-program itu merupakan ikatan-ikatan persatuan bagi mereka yang tidak dapat turut serta secara fisik di dalam kehidupan Gereja karena sakit atau karena usia lanjut. Melalui program-program itu pula pesan Injil mampu dibawa ke negara-negara tempat Gereja tidak ada (Communio et Progressio art.150). Tidak hanya program- program penyiaran keagamaan saja, misa dan upacara-upacara keagamaan juga dianjurkan untuk dimasukkan ke dalam siaran keagamaan (Communio et Progressio art.151).

Demi penggunaan yang efektif alat-alat komunikasi tersebut, maka tidaklah terlepas dari peranan masing-masing individu, baik sebagai penyaji maupun sebagai pemirsa. Kepada para pengkhotbah dan pengajar-pengajar yang menggunakan alat-alat ini sebaiknya mereka dipilih dari antara orang-orang yang memiliki pengetahuan praktis yang baik tentang teknik penyiaran (Communio et Progressio art.151). Mereka yang berbicara melalui media ini entah mereka itu rohaniwan maupun awam, secara otomatis mereka dipandang sebagai juru bicara Gereja. Sebagai juru bicara Gerja mereka harus sadar akan tanggungjawabnya dalam menyatakan pendapatnya, sehingga perlulah mereka berkonsultasi dengan pembesar-pembesar Gereja yang berwenang guna mendapat masukan dan nasihat apa yang diperlukan agar mereka terhindar dari keragu-raguan (Communio et

(44)

Progressio art.154). Kepada para pendengar dan pemirsa Gereja mengharapkan agar mereka membantu bagi perbaikan program-program keagamaan dengan menyatakan reaksi-reaksi mereka (Communio et Progressio art.146). Gereja menyarankan agar terjalin kerja sama antar pembesar-pembesar Gereja yang bertanggungjawab dengan perusahan-perusahaan penyiaran agar ada penjaminan bagi penyiaran program-program keagamaan (Communio et Progressio art.156).

Alat komunikasi sosial yang terakhir disebutkan dalam dekrit Communio et Progressio ini adalah teater. Teater merupakan salah satu bentuk yang paling tua dan hidup pengungkapan dan komunikasi manusia. Meskipun demikian teater hingga saat ini masih diterima dan diminati oleh banyak orang, bahkan banyak sandiwara-sandiwara yang telah disesuaikan untuk film-film (Communio et Progressio art.158). Persekutuan teater dengan alat-alat komunikasi telah menghasilkan bentuk-bentuk pengungkapan dramatis yang tepat sekali yang menambahkan sesuatu yang baru pada teater tradisional (Communio et Progressio art.159). Untuk masa kini teater tidak dapat diragukan lagi. Teater merupakan sanggar eksperimental untuk pengungkapan gagasan-gagasan yang baru, berani, dan bersifat menantang mengenai manusia modern dan kedudukannya yang sukar dan berbahaya (Communio et Progressio art.160).

Gereja senantiasa memberi perhatian terhadap teater karena teater sangat erat digandengkan dengan manifestasi-manifestasi agama. Perhatian Gereja ini tetap harus dipertahankan oleh orang-orang Kristen dan dimanfaatkan sebaik- baiknya. Gereja mengharapkan agar para penulis lakon sandiwara harus

(45)

dirangsang dan dibantu supaya mementaskan pikiran keagamaan manusia di atas pentas sandiwara umum (Communio et Progressio art.161).

3. Instruksi Pastoral Aetatis Novae

Dalam rangka memperingati Hari Komunikasi Sosial Sedunia yang ke-26 Paus Yohanes Paulus II menerbitkan sebuah Instruksi Pastoral dengan nama Aetatis Novae. Instruksi Pastoral ini hadir bukan untuk menggantikan Instruksi Pastoral Communio et Progressio yang telah berusia dua puluh tahun ketika terbitnya instruksi pastoral Aetatis Novae ini. Gereja menyadari bahwa dunia sedang berkembang dan akan semakin berkembang terutama dalam bidang teknologi informasi, sehingga kehadiran Aetatis Novae adalah sebagai pelengkap Communio et Progressio agar lebih sesuai dengan perkembangan zaman.

Mengutip apa yang disampaikan dalam instruksi pastoral Aetatis Novae artikel 1, Gereja memandang bahwa “alat-alat komunikasi sosial telah menjadi sedemikian penting sehingga bagi banyak orang merupakan sarana utama untuk mendapatkan informasi dan pendidikan, bimbingan dan inspirasi dalam tingkah laku mereka, sebagai individu-individu, keluarga dan masyarakat secara luas”.

Dengan hadirnya alat-alat komunikasi tersebut budaya komunikasi masyarakat dewasa ini telah berubah yaitu budaya komunikasi dengan media. Media komunikasi sangat membantu setiap orang baik menerima maupun menyampaikan pesan dengan baik, cepat, dan mampu menjangkau setiap orang di mana saja. Oleh sebab itu alat-alat komunikasi sangat penting dalam kehidupan masyarakat masa kini. Dalam situasi ini, Gereja melihat suatu peluang dalam

(46)

memanfaatkan alat-alat komunikasi tersebut guna menjalankan tugas perutusan Gereja, tetapi juga menimbulkan persoalan-persoalan pastoral yang baru (Aetatis Novae art.2).

a. Konteks Komunikasi Sosial 1) Konteks Budaya dan Sosial

Menurut instruksi pastoral Aetatis Novae artikel 4 dijelaskan bahwa : Tersedianya gambar-gambar dan gagasan-gagasan yang terus-menerus dan pengirimannya yang cepat bahkan dari satu benua ke benua lain, telah menimbulkan konsekuensi-konsekuensi yang mendalam, baik yang positif maupun negatif, untuk perkembangan psikologis, moral dan sosial dari pribadi-pribadi, struktur dan berfungsinya masyarakat-masyarakat, komunikasi antar budaya, dan persepsi serta penyampaian nilai-nilai, pandangan terhadap dunia, ideologi-ideologi dan keyakinan agama.

Dari kutipan instruksi pastoral tersebut, jelas menunjukan bahwa alat-alat komunikasi membawa pengaruh dalam kehidupan sosial dan kebudayaan manusia. Seperti halnya dalam kehidupan Gereja, alat-alat komunikasi telah mempengaruhi persepsi dari Gereja, dan telah menimbulkan dampak yang penting terhadap struktur dari Gereja sendiri dan caranya berfungsi.

2) Konteks Politis dan Ekonomis

Struktur ekonomi bangsa-bangsa sangat erat terkait dengan sistem komunikasi modern. Investasi nasional pada infrastruktur di bidang komunikasi yang efisien secara umum dianggap sebagai sesuatu yang penting untuk perkembangan ekonomi dan politik. Alat-alat komunikasi seringkali digunakan untuk kepentingan komersial, sehingga keuntungan dan bukan pelayanan

(47)

cenderung untuk menjadi ukuran yang penting bagi suatu kesuksesan. Motif mencari keuntungan serta kepentingan para pemasang iklan mempengaruhi isi media komunikasi dengan cara yang tidak selayaknya karena mereka lebih mengutamakan popularitas dan bukan kualitas. Selain itu, para pemasang iklan dalam mencapai tujuannya seringkali menciptakan kebutuhan-kebutuhan yang tidak sebenarnya dan pola-pola konsumsi (Aetatis Novae art.5).

Usaha-usaha komersial tidak hanya mempengaruhi orang per orang, tetapi juga turut mempengaruhi suatu bangsa dengan akibat merugikan bangsa-bangsa tertentu dan kebudayaan mereka. Dihadapkan pada persaingan dan kebutuhan mengembangkan pasar-pasar baru, maka perusahaan-perusahaan komunikasi menjadi semakin bersifat multinasional atau meluas ke berbagai bangsa. Usaha- usaha komunikasi yang semakin meluas itu akhirnya memberi dampak pada suatu bangsa yang mengalami ketidakmampuan dalam menghasilkan sesuatu, menjadikan bangsa itu tergantung pada bahan dari luar negri (Aetatis Novae art.5).

b. Karya Alat-alat Komunikasi Sosial

1) Media untuk melayani pribadi-pribadi dan kebudayaan-kebudayaan

Media komunikasi merupakan alat yang efektif untuk membangun persatuan dan pemahaman, tetapi media juga kadang-kadang menjadi alat dari suatu pandangan yang tidak tepat mengenai kehidupan, keluarga, agama dan kesusilaan atau suatu pandangan yang tidak menghormati martabat yang sejati dan tujuan dari pribadi manusia. Oleh karena itu media massa haruslah menghormati dan ikut ambil bagian dalam perkembangan yang utuh dari pribadi manusia.

(48)

Persoalan lain dari media komunikasi adalah media komunikasi telah mengganti interaksi antar manusia sehingga kontak pribadi secara langsung menjadi berkurang. Pemecahan untuk masalah ini dirasa sangat sulit, tetapi sangat memungkinkan jika memanfaatkan media komunikasi dengan berbagai cara baik dengan dialog dalam kelompok, diskusi mengenai film dan siaran yang dapat merangsang komunikasi antar pribadi dan bukannya menggantikannya (Aetatis Novae art.7).

2) Media untuk melayani dialog dengan dunia

Gereja sangat erat berhubungan dengan manusia dan sejarahnya. Mereka yang mewartakan Sabda Allah haruslah memperhatikan dan berusaha untuk memahami bermacam-macam bangsa dan kebudayaan, supaya mereka tidak hanya belajar dari mereka tetapi juga membantu mereka untuk mengetahui dan menerima Sabda Allah. Oleh karena itu, Gereja harus tetap memelihara kehadirannya yang aktif dan mendengarkan, dalam hubungan dengan dunia untuk memupuk jemaat juga mendukung orang-orang dalam mencari pemecahan yang masuk akal terhadap soal-soal pribadi dan sosial (Aetatis Novae art.8).

Supaya Gereja dapat mengkomunikasikan pesannya pada masyarakat di setiap zaman dan kebudayaan, Gereja juga harus mampu mengkomunikasikan diri dalam budaya komunikasi yang sedang berkembang. Perkembangan media komunikasi yang merupakan budaya baru dalam komunikasi pada zaman modern telah sangat membantu tugas pewartaan Gereja.

Referensi

Dokumen terkait

Pada analisis regresi logistik diperoleh empat variabel prediktor yang signifikan berpengaruh terhadap kesejahteraan rumah tangga di Kota Malang, yaitu jumlah anggota rumah

Pengamatan ultrastruktur parasit malaria yang telah diinkubasi dengan senyawa aktif pada proses degradasi hemoglobin menjadi heme dan globin yang terjadi di vakuola

Sebagian besar dari plastik merupakan bahan sitentik, dalam perdagangan tersedia dalam berbagai bentuk dan macam yang disesuaikan dengan kebutuhan.. Pada setiap masa

Mencegah pastinya lebih baik daripada mengobati untuk itu kita harus benar – benar memberikan pengawasan, penjagaan dan perlindungan pada anak agar anak terhindar dari

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengetahuan ibu-ibu rumah tangga di Kelurahan Asam Kumbang Kecamatan Medan Selayang tentang fenomena poligami serta

inklusi dan melaksanakan praktik inklusi ( Indek Inklusi yang dikeluarkan oleh CSIE : 2003).Sekolah reguler belum siap melaksanakan pendidikan inklusif, hal ini

Terdapat dua hasil optimal dalam penyelesaian problem transportasi di atas dengan Assignment method, VAM and MODI, Northwest Corner rule and Stepping-Stone method,

sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 6 Tahun 2015 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Menteri Komunikasi dan