Steganografi Dalam Flash Video Menggunakan Metode Injected At End OF All Video Tag
JURNAL
Diajukan untuk memnuhi persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana Strata Satu (S1) Pada
Jurusan Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Musamus Merauke
Disusun Oleh:
OKTOVIANUS EMANUEL WAY 2015 55 201 130
UNIVERSITAS MUSAMUS FAKULTAS TEKNIK JURUSAN INFORMATIKA
2022
1
STEGANOGRAFI DALAM FLASH VIDEO MENGGUNAKAN METODE INJECTED AT END OF ALL VIDEO TAG
Lilik Sumaryanti1, Yuliana Kolyaan2, Oktovianus Emanuel Way3
1,2,3)Teknik Informatika, Fakultas Teknik, Universitas Musamus
Email: [email protected], [email protected], [email protected] Abstrak
Oktovianus Emanuel Way 2022. Steganografi Dalam Flash Video Menggunakan Metode Injected At End Of All Video Tag. Skripi Jurusan Informatika Fakultas Teknik Universitas Musamus Merauke. Penelitian ini dilatar belakangi oleh karena kurang adanya keamanan data digital terhadap karya dan hak cipta sesorang/kelompok, serta informasi-informasi yang bersifat rahasia. Penelitian ini bertujuan untuk meberikan kemudahan bagi pengguna dalam mengamankan informasi yang dianggap penting. Metode yang diguanakan yaitu teknik injeksi (injected) menggunakan sebuah kata kunci, dimana pesan rahasia disisipkan malalui proses embedding ke dalam sebuah video, dan kemudian dapat diungkapkan kembali melalui proses ekstraksi. Pendekatan dilakukan dengan cara literatur sehingga aplikasi sistem keamanan data/informasi dapat dirancang menggunakan java netbeans versi 8, dan pemodelan sistem menggunakan UML (use case digram). Implementasi program aplikasi diuji menggunakan metode blackbox testing, dan output dari aplikasi ini yaitu dengan menerapkan teknik steganografi dan teknik enkripsi, diamana dokumen file disisipkan pada objek video (metadata, body length video) sehingga pesan rahasia tidak dapat dideteksi oleh indera pengguna awam secara kasat mata, bahkan software analist pun tidak dapat mendeteksi file yang disisip dalam sebuah video, sehingga sistem aplikasi keamanan data dan informasi dapat memberikan manfaat yang baik kepada pengguna user interface.
Kata kunci : Steganografi Video, Injected, Java, Pesan Rahasia
PENDAHULUAN
Teknologi informasi dan komunikasi saat ini semakin maju dan berkembang secara terus- menerus. Media digital telah menggantikan peran media analog dalam berbagai aplikasi karena kelebihan yang dimiliki media digital yaitu penyebaran (distribution) melalui berbagai media dan salah satu yaitu media internet yang memiliki sisi positif dan negatif, dan sisi positif dari kemudahan penyebaran adalah dengan cepatnya pemilik dapat menyebarkan file digital ke berbagai tempat di dunia, sedangkan dari sisi negatifnya adalah jika tidak ada hak cipta atau perlindungan terhadap file digital tersebut maka akan sangat mudah di ambil atau diakui kepemilikannya oleh pihak lain.
Permasalahan yang sering terjadi pada saat sekarang ini yaitu manipulasi data terhadap file video, karena pengambilan (download) video secara gratis diberbagai chanel yang tersebar melalui internet. Hal tersebut terjadi dikarenakan perlindungan terhadap hak cipta sebuah video masih sangat rentan terhadap downloader/atau orang yang merusak citra dan kualitas video, sehingga hak cipta seseorang/kelompok dapat berpindah kepemilikannya kepada orang lain. Hal ini perlu dipertimbangkan karena ancaman atau akses orang dapat dilakukan kapan saja untuk mengambil dan mengedit video tanpa ada izin dari pemilik file video tersebut, maka pemilik video diwajibkan harus melakukan proteksi terhadap layer keamanan
2 dengan tujuan meningkatkan kualitas keamanan file konten video yang dimilikinya, sehingga terjadi hal-hal yang bersifat merugikan terhadap kepemilikan file videonya.
Steganografi merupakan seni dan ilmu yang digunakan untuk menyembunyikan atau merahasiakan pesan ke dalam suatu media penampung agar orang lain tidak dapat mengetahui keberadaan dari pesan yang di rahasiakan. Steganografi membutuhkan dua bagian (properties) penting yaitu satu media penampung (media covered) dan satu media yaitu pesan yang akan disisipkan (embedded Stego). Media penampung yang umum digunakan antara lain citra, video, audio, dan teks, sedangkan file stego yang disembunyikan dapat berupa artikel, gambar, teks, dan lainnya. Fungsi utama dari steganografi adalah menyamarkan keberadaan data sehingga data yang disisipkan tidak dapat di lihat secara langsung oleh mata manusia dan sulit untuk dideteksi serta juga dapat melindungi keaslian hak cipta sebuah video.
Teknik steganografi paling efektif yang diusulkan menggunakan metode injected dengan tujuan untuk mananamkan suatu pesan atau informasi dan file video yang digunakan yaitu file flash video. File flash video memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan video Mp4, MPEG, Dat video, 3GP, dan video lainnya karena tidak adanya distorsi (gangguan pada signal video), file stego yang ditanamkan akan kurang rentan terhadap kecurigaan atau serangan dan tidak dapat dianalisis dengan menggunakan software analisis untuk mengetahui pesan atau informasi tersebut.
Penerapan metode injected at end of all video tag menggunakan kunci (public/private) sebagai sarana untuk dapat mengunci file (embedding) dan membuka file (extraction)
melalui tahapan encode dan tahapan decode dimana file stegano diimplementasikan dengan menggunakan bahasa pemrograman java, dan pengguna dapat mengunci serta mengungkapkan kembali file yang disembunyikan secara utuh tanpa merusak media cover video dan secret file stego.
LANDASAN TEORI 1. Pengertian Steganografi
Steganografi adalah teknik penyembunyian informasi ke dalam sebuah wadah (media) sehingga data yang disembunyikan sulit dikenali oleh indra manusia. Teknik tersebut membuat orang lain tidak sadar bahwa ada informasi penting yang kita kirimkan tersembunyi di dalam media lain, seperti citra, audio, maupun video. Seandainya informasi yang telah disembunyikan pada suatu media tersebut pun dicuri, oknum pencuri tersebut belum tentu bisa mengetahui informasi yang ada di dalamnya, karena ada sandi (key) untuk bisa membuka informasi yang terkandung dalam media informasi tersebut. Sandi tersebut hanya diketahui oleh pengirim dan penerima[4].
2. Kriteria Steganografi
Kriteria yang harus diperhatikan dalam penyembunyian pesan diantaranya adalah[5]:
1. Imperceptible, keberadaan pesan tidak dapat dipersepsi oleh indra manusia, baik indra penglihatan maupun indra pendengaran.
2. Fidelity, mutu media penampung tidak berubah akibat penyisipan.
3. Recovery, yaitu pesan yang disembunyikan harus dapat diungkap kembali.
3 3. Istilah Steganografi
Terdapat beberapa istilah yang berkaitan dengan steganografi[6]:
1. Algoritma Penyisipan (Embeding Algorithm).
Algoritma ini digunakan untuk menyisipkan suatu pesan yang disembunyikan ke dalam suatu data yang akan dikirim. Proses penyisipan ini diproteksi oleh sebuah key- word sehingga hanya orang-orang yang mengetahui key-word ini yang dapat membaca pesan yang disembunyikan tersebut.
2. Fungsi Detektor (Detector Function).
Fungsi Detektor ini adalah untuk mengembalikan pesan-pesan yang disembunyikan tersebut.
3. Carrier Document.
Merupakan dokumen yang berfungsi sebagai media yang digunakan untuk menyisipkan informasi. Dokumen ini dapat berupa file-file seperti file audio,video atau citra(gambar).
4. Key
Merupakan kata kunci yang ikut disisipkan kedalam dokumen berguna dan dipakai sebagai proses verifikasi sewaktu informasi akan ditampilkan atau diuraikan.
5. Secret Message/ Plaintext
Merupakan pesan rahasia yang akan disisipkan kedalam carrier document. Pesan inilah yang tidak ingin terlihat dan terbaca oleh orang yang tidak berkepentingan.
4. Komponen Steganografi
Ada beberapa hal yang diperlukan untuk menyembunyikan pesan, yaitu[6]:
1. Algoritma penyisipan (Embeding Algorithm). Algoritma ini digunakan untuk menyisipkan suatu pesan yang disembunyikan ke dalam suatu data yang akan dikirim. Proses penyisipan ini diproteksi oleh sebuah key-word sehingga hanya orang-orang yang mengetahui key-
word ini yang dapat membaca pesan yang disembunyikan tersebut.
2. Fungsi Detektor (Detector Function).
Fungsi ini adalah untuk mengembalikan pesan-pesan yang disembunyikan tersebut.
3. Carrier Document. Merupakan dokumen yang berfungsi sebagai media yang digunakan untuk menyisipkan informasi.
Dokumen ini dapat berupa file-file seperti audio, video, citra(gambar).
4. Key. Merupakan kata kunci yang ikut disisipkan ke dalam dokumen berguna dan dipakai sebagai proses verifikasi sewaktu informasi akan ditampilkan atau diuraikan.
5. Secret Message/Palintext. Merupakan pesan rahasia yang akan disisipkan ke dalam carrier document. Pesan inilah yang tidak ingin terlihat dan terbaca oleh orang yang tidak berkepentingan.
5. Proses Steganografi
Umumnya terdapat dua proses dalam steganografi, yaitu sebagai berikut[8]:
1. Penyisipan, yaitu proses untuk menyembunyikan pesan.
Gambar 1. Proses Embed Pesan 2. Penguraian, yaitu proses untuk
mengekstrasi pesan yang disembunyikan.
Gambar 2. Proses Extract Pesan Embed
Hidden image Stego Medium
Stego Image Key
Extract Hidden image
Stego Medium Stego
Image
Key
4 6. Flash Video
Adobe Flash, File FLV dapat dibagi menjadi dua bagian dasar: FLV header dan FLV stream. Header FLV adalah catatan dengan ukuran 9 byte yang menyimpan jenis file FLV, versi, informasi aliran (memiliki audio dan memiliki video) dan panjang header itu sendiri.
Gambar 3. Struktur File Flash Video Pada Gambar 3 menunjukan struktur file FLV, Setiap file FLV terdiri dari aliran tag yang berbeda. Tag menyimpan informasi tentang panjang tag sebelumnya, jenis tag saat ini, cap waktu, ID aliran dan ukuran data. Pointer belakang di setiap tag data dibuat dari empat byte untuk menentukan ukuran tag sebelumnya. Secara umum, setiap tag dalam file FLV terdiri dari dua bagian:
Header dan Data. Header Tag menentukan jenis tag, panjang dan informasi lain tentang tag. Area data dapat dibagi menjadi tiga jenis sesuai dengan jenis tag, area tersebut adalah data audio, data video, dan metadata. Data audio berisi informasi tentang audio yang digunakan dalam tag seperti format, laju pengambilan sampel, panjang dan audio. Tag video berisi data untuk menentukan jenis bingkai video, menatap posisi tag, ukuran tag dan kode ID. Tag metadata menyimpan data umum tentang file FLV seperti informasi tentang penyimpanan, durasi, kecepatan data
audio, pencipta atau pemilik, lebar, pemutar, dan tanggal pembuatan[9].
7. Metode Injected At End Of All Video Tag
Teknik steganografi dapat dikelompokkan sesuai dengan jenis file sampul (gambar, audio, teks atau video steganografi) atau prosedur manipulasi dalam proses embedding (Injeksi, Substitusi, Distorsi atau Generasi steganografi). File FLV adalah penutup hosting yang baik dalam proses steganografi karena struktur kesederhanaannya, kemampuan untuk menjaga kualitas gambar serta kualitas suara dan juga popularitas dalam situs web internet. Makalah ini akan menyajikan pendekatan baru untuk steganografi FLV yang dikonsolidasikan dengan segmentasi paket pesan rahasia untuk menghadapi ancaman keamanan terhadap informasi rahasia.
Dalam teknik ini, data disisipkan pada akhir file dengan diberi tanda khusus sebagai pengenal start dari data tersebut dan pengenal akhir dari data tersebut Untuk lebih jelasnya mengenai penerapan teknik ini dapat dilihat pada gambar dibawah ini[10]:
Gambar 4. Penyisipan Data-Teknik Injected
ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM
1. Analisis Sistem
Analisis sistem (System Analysis) dapat didefinisikan sebagai penguraian dari suatu sistem informasi yang utuh ke dalam bagian-
File media
penampung Data yang
disisipkan File media
penampung Data yang disisipkan
+ =
5 bagian komponen dengan maksud untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi permasalahan-permasalahan, kesempatan- kesempatan, hambatan-hambatan yang terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan-perbaikannya.[18].
Gambar 5. Block Diagram Steganografi Proses penyembunyian pada aplikasi steganografi terdiri dari 2 (dua) proses yaitu proses embed dan extract dimana proses embed digunakan untuk menyisipkan data atau informasi ke dalam suatu media penampung, sedangkan proses penguraian digunakan untuk mengungkapkan kembali data atau informasi yang telah dimasukan ke dalam media penampung, namun ketika kedua proses diatas telah dilakukan harus ada kata kunci yang digunakan untuk mengamankan data atau informasi tersebut, sehingga dapat dikatakan aman dan terhindar dari pelaku kejahatan/data or information thief.
Untuk melakukan proses steganografi terdapat dua tahapan, yaitu sebagai berikut:
Gambar 6. Gambaran Umum Sistem 2. Perancangan Sistem
Teknik steganografi menggunakan metode injected at end of all video tag memiliki cara kerja dan prosedur-prosedur dalam meng- embed dan extract file rahasia, hal pertama yang dilakukan adalah mempersiapkan 2 properties (file rahasia dan wadah penanmpung) dimana file rahasia berupa file docx, xlsx, pdf, doc, xls, txt, jpeg, png, jpg dan media penampungnya adalah FLV (flash video), setelah itu melakukan proses business rules (embedding/extracting).
a. Perancangan Flowchart Steganografi Langkah-langkah dari aktivitas kerja yang digunakan dalam teknik steganografi menggunakan metode injected atend of all video tag adalah:
1. Memilih jenis media penampung (cover- video).
2. Menentukan file yang akan dirahsiakan (carrier document).
3. Melakukan kompresi/dekompresi dan memasukan kata kunci (stego key).
4. Menyisipkan (embedding) atau
menguraiakan (extracting) data/informasi.
5. Sistem menampilkan informasi proses steganografi.
Prosedur diatas dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu, (1) Pengirim; memasukan cover-video sebagai media penampung, carrier document merupakan file yang berisi data/informasi rahasia, kemudian melakukan kompresi dan memasukan kunci keamanan,
6 jika tahapan input telah berhasil maka yang terakhir adalah melakukan proses penyisipan (embedding), (2) Penerima; mamasukan video yang telah disisipi data/informasi rahasia (video stego), melakukan dekompresi dan memasukan kata kunci (stego key) yang sama persis dengan kata kunci pada dari pengirim, setelah itu melakukan proses penguraian (extraction). Berikut gambaran umum sistem dapat dilihat pada Gambar 6.
Gambar 7. Flowchart Steganografi b. Perancangan UML Steganografi
Pada tahapam perancangan sistem menggunakan pemodelan sistem yang disebut UML (Unified Modeling System) dengan dua pemeran didalam proses penyisipan dan penguraian data/informasi rahasia, yakni aktor yang pertama sebagai pengirim dan aktor yang kedua sebagai penerima. Prosedur sistem yang akan dirancang menggunakan use case diagram adalah sebagai berikut:
1. Aktor pengirim
Aktor pengirim mempunyai fungsi untuk memilih cover video, carrier document, stego key sebagai kunci utama, kemudian melakukan proses penyisipan dan setelah itu stego file dapat dikirim kepada aktor penerima.
2. Aktor penerima
Aktor penerima berfungsi untuk memasukan video stego dan stego key yang sama persis dengan kunci utama yang dibuat oleh pengirim, kemudian melakukan proses penguraian untuk mendapatkan data/informasi yang dirahasiakan.
Gambar 8. Use Case Steganografi c. Perancangan Activity Diagram
Tahapan proses penyisipan dan pennguraian data/informasi rahasia adalah menggambarkan aktivitas-aktivitas yang terjadi antara sistem dengan pengguna aplikasi steganografi video yang meliputi 2 (dua) aktor yaitu pengirim dan penerima, dimana pengirim melakukan penyisipan data/informasi ke dalam flash video yang dimulai dari memillih video, memilih file yang dianggap rahasia, memasukan password, melakukan proses penyisipan, setelah itu mengirimkan data/informasi rahasia kepada penerima, sedangkan penerima melakukan penguraian data/informasi yang dikirim oleh pengirim dengan memilih video yang berisi data/informasi rahasia, memasukan password, melakukan proses penguraian, setelah itu penerima dapat membuka data/informasi rahasia. Proses aktivitas antara pengguna dengan sistem aplikasi
SISTEM
7 steganografi dapat dilihat pada sebagai berikut:
Gambar 9. Activity Diagram Penyisipan
Gambar 10. Activity Diagram Penguraian d. Perancangan Sequence Diagram
Sequence diagram digunakan untuk menggambarkan sebuah perilaku dengan skenario, dan sequence diagram akan memberikan sebuah gambaran mengenai tahapan steganografi secara detail terhadap use case yang telah diuraikan sebelumnya agar terlihat lebih jelas proses-proses yang dilakukan antara user dengan sistem,
merupakan sequence diagram pada aplikasi yang dirancang, yaitu sebagai berikut:
Gambar 11. Sequence Diagram Penyisipan
Gambar 12. Sequence Diagram Penyisipan e. Perancangan Sequence Diagram
Statechart diagram terdiri dari form, yaitu form login, home, cretate key, embed, dan extract serta tombol-tombol yang ada pada setiap form.
Gambar 13. Statechart Diagram Penyisipan
8 Berikut adalah keterangan dari state pada statechart diagram secara keseluruhan dari aplikasi yang dirancang.
1. State : Form Login (Masuk)
Deskripsi : State ini merupakan tampilan layar awal saat menjalanakan Aplikasi, serta menampilkan proses masuk ke dalam menu home.
2. State : Form Home (Beranda)
Deskripsi : State ini akan tampil setelah user password sudah berhasil dimasukan. State ini terdapat beberapa tombol yang dapat menampilkan form create key, form embed, form logout.
3. State : Form Create Key (Pembuatan Kunci)
Deskripsi : State ini tampil setelah user meng-click tombol create key. State ini menampilkan proses pembuatan kunci public dan Kunci private.
4. State : Form Embed (Penyisipan)
Deskripsi : State ini tampil setelah user meng-click tombol Embed. State ini menampilkan proses enkripsi dan penyisipan file ke dalam flash video, dan user dapat meng-click tombol keluar ke menu home.
5. State : Form Extract (Penguraian)
Deskripsi : State ini tampil setelah user meng-click tombol Extract. State ini menampilkan proses penguraian data asli kembali. ke dalam flash video, dan user dapat meng-click tombol keluar ke menu home.
6. State : Form Logout (Keluar)
Deskripsi : State ini tampil setelah user meng-click tombol Logout. State ini menampilkan menutup semua proses.
3. Penulisan Kode Program
Pada tahapan ini akan dilakukan pembangunan sistem. Peneliti menggunakan beberapa aplikasi dalam tahapan ini diantaranya Java netbeans 8.2 untuk
pembangunan aplikasi steganografi sebagai tools pembangunan Software dan User Interface (UI), sedangkan EDRAW Max 9.0 sebagai tools untuk pemodelannya.
4. Pengujian Program
Pada tahapan pengujian sistem peneliti menggunakan 2 metode yaitu :
a. Black Box untuk menguji fungsional dari sistem yang telah di bangun.
b. Kuisioner untuk mengetahui kepuasaan pengguna terhadap sistem yang telah di bangun.
HASIL DAN PEMBAHASAN 1. Gambaran Umum Sistem
Sistem yang dirancang sebagai sarana dan fasilitas yang dapat membantu dan memberikan keamanan hak cipta kepada karya seseorang /user interface (UI) dengan tujuan untuk mengamankan keaslian suatu produk (©copyright) serta dapat menjamin ketahanan suatu informasi selama file data video itu tidak dihapus. Berikut terdapat beberapa proses tahapan yang diberikan oleh sistem kepada pengguna steganografi video, yaitu sebagai berikut:
1. Fasilitas yang diberikan oleh sistem yaitu informasi pembuatan kunci public key, private key, embed (penyisipan), dan extract (penguraian).
2. Fasilitas berikutnya yaitu pengguna dapat membuat kunci publik dan rahasia, memilih video, kemudian menyisipkan pesan rahasia kedalam video, dan memilih tempat penyimpanan.
3. Fasilitas selanjutnya yaitu pengguna dapat mengungkapkan informasi pesan rahasia yang telah disisip kedalam video, dengan menggunakan private key, dan dapat mengekstrak serta memilih tempat penyimpanan video, dan pesan rahasia tersebut.
9 1. Halaman Menu Home
Halaman Menu Home digunakan untuk memilih proses penginputan melalui menu dialog yang tersedia seperti menu home, create key, embed, dan extract.
Gambar 14. Menu Home 2. Halaman Create Key
Halaman create key terdiri dari nama kunci (public key) dan pemilihan direktori penyimpanan. Halaman ini digunakan untuk proses penginputan public key yang akan digunakan untuk enkripsi file pesan rahasia.
Gambar 15. Menu Create Key 3. Halaman Embed
Halaman Embed digunakan untuk melakukan proses penyisipan pesan rahasia kedalam video sebagai penampung. Pada halaman ini terdapat proses pemilihan pesan rahasia, pemilihan video, pemilihan kunci publik, dan pemilihan tempat penyimpanan video steganografinya.
Gambar 16. Menu Embed 4. Halaman Extract
Halaman extract digunakan untuk melakukan proses penguraian pesan rahasia dari dalam video penampung. Pada halaman ini terdapat proses pemilihan pesan rahasia, pemilihan video, pemilihan kunci publik, dan pemilihan tempat penyimpanan dimana video steganografi tersebut berada.
Gambar 17. Menu Embed
2. Pengujian Sistem
Pengujian sstem aplikasi dilakukan dengan menggunakan metode blackbox testing.
Metode ini dalam proses pengujiannya berfungsi untuk mengetahui apakah semua fungsi dalam aplikasi sudah dapat berjalan sebagaimana mestinya atau sudah berjalan dengan benar atau tidak sesuai dengan perancangannya. Berikut hasil pengujian yang dilakukan terhadap sistem:
a. Pengguna Sebagai Pengirim (Sender) Pengirim dapat melakukan Embed melalui login, create key (public key dan private key), menyisipkan file rahasia (docx, xlsx, txt, jpg, dan png) kedalam flash video (.flv), dan pengirim dapat logout aplikasi.
10 b. Pengguna Sebagai Penerima (Receive)
Penerima dapat melakukan Extract melalui login, memilih flash video (.flv) yang telah disisipi file rahasia, memasukan key private (kode/password), setelah itu dapat mengekstrak file yang disisipikan dalam flash video, tanpa merusak file (flash video dan carier filenya).
c. Kuisioner
Pengumpulan data terkait kepauasan pengguna terhadap aplikasi yang dibuat dengan tujuan untuk mengukur akurasi sistem aplikasi yang dibangun. Responden yang dipilih sebanyak 20 dan pertanyaan kuisioner berjumlah 5 pertanyaan.
Perhitungan hasil kuisioner dihitung menggunakan Skala Likert. Persentasi jawaban responden dapat dilihat sebagai berikut:
Gambar 18. Persentase Jawaban No. 1
Gambar 19. Persentase Jawaban No. 2
Gambar 20. Persentase Jawaban No. 3
Gambar 21. Persentase Jawaban No. 4
Gambar 22. Persentase Jawaban No. 5 Dari hasil perhitungan kuisioner yang dilakukan terhadap 20 responden, serta jumlah pertanyaan yang disediakan adalah 5 pertanyaan, maka hasil jawaban yang direspon dari pengguna dapat dilihat presentasi kuisionernya adalah 53,06% yang artinya sistem keamanan yg diberikan dapat membantu pengguna.
11 KESIMPULAN
Berdasarakan hasil dan pembahasan pada penelitian ini, dan setelah meneyelesaikan rangkaian kegiatan atau tahapan-tahapan dalam proses terhadap sistem keamanan data dengan menggunakan teknik steganografi ke dalam video file, maka dapat disimpulakan, bahwa secara umum proses embedding berhasil dilakukan dengan baik, begitu pula selanjutnya proses extract juga berhasil dilakukan dengan baik, dan hasil persentasi berdasarkan data reel kuisioner sama dengan 53,06% yang artinya sistem dapat membantu pengguna dalam mengamankan data/informasi rahasia.
DAFTAR PUSTAKA
[1] U. A. Anti, A. H. Kridalaksana, and D.
M. Khairina, “Steganografi pada video menggunakan metode least significant bit (LSB) dan end of file (EOF),”
inform. mulawarman j. ilm. ilmu komput., vol. 12, no. 2, p. 104, 2017, doi: 10.30872/jim.v12i2.658.
[2] T. Kasihno and Murinto,
“Implementasi watermarking pada citra digital menggunakan teknik discrete fourier transform ( DFT ) dan singular value decomposition ( SVD ) Implementation of watermarking in digital image using discrete fourier transform ( DFT ) Technique and singular V,” Juita, vol. V, no. 1, pp.
31–37, 2017.
[3] M. Yunus and A. Harjoko,
“Penyembunyian data pada file video menggunakan metode LSB dan DCT,”
IJCCS (Indonesian J. Comput.
Cybern. Syst., vol. 8, no. 1, p. 81, 2014, doi: 10.22146/ijccs.3498.
[4] R. Rojali, A. G. Salman, and T.
Nugraha, “Program aplikasi steganografi menggunakan metode
spread spectrum pada perangkat mobile berbasis android,” ComTech Comput. Math. Eng. Appl., vol. 3, no.
2, p. 762, 2012, doi:
10.21512/comtech.v3i2.2305.
[5] A. S. Pambudi and Imelda, Pengamanan data menggunakan kriptografi algoritma riverst shamir adleman dan steganografi metode end of file dengan media 3GP, vol. 14, no.
1. 2017.
[6] S. Sembiring, “Perancangan aplikasi steganografi untuk menyisipkan pesan teks pada gambar dengan metode end of file,” Pelita Inform. Budi Darma, vol. 4, pp. 45–51, 2013.
[7] N. Nurmaesah et al., “Aplikasi steganografi untuk menyisipkan pesan dalam media image,” J. TAM (Technology accept. model., vol. 8, no.
1, pp. 13–17, 2017.
[8] S. Nur’aini, “Steganografi pada digital image menggunakan metode least significant bit insertion,” Walisongo J.
Inf. Technol., vol. 1, no. 1, p. 73, 2019, doi: 10.21580/wjit.2019.1.1.4025.
[9] A. A. Obeidat and M. J. Bawaneh,
“Research in computer applications and robotics issn 2320-7345 a Novel flv steganography approach using secret message segmentation and packets reordering,” Int. J. Res.
Comput. Appl. Robot., vol. 4, no. 4, pp. 44–54, 2016.
[10] I. Kurniawan, “Implementasi dan studi perbandingan steganografi pada file audio wave menggunakan teknik low- bit encoding dengan teknik end of file,” J. Informatics Technol., vol. 2, no. 3, pp. 0–11, 2013.