HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP POLA MAKAN PADA MAHASISWA YANG AKTIF BEROLAHRAGA.

26  10  Download (0)

Teks penuh

(1)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu4

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP POLA MAKAN PADA MAHASISWA YANG AKTIF BEROLAHRAGA

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian dari Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana

Program Studi Ilmu Keolahragaan

Disusun oleh:

MUHAMMAD IQBAL

NIM. 0903881

PROGRAM STUDI ILMU KEOLAHRAGAAN

JURUSAN PENDIDIKAN KESEHATAN REKREASI

FAKULTAS PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu4

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP POLA MAKAN PADA

MAHASISWA YANG AKTIF BEROLAHRAGA

oleh

MUHAMMAD IQBAL

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi sebagian dari syarat memperoleh

gelar Sarjana Sains Program Studi Ilmu Keolahragaan

© Muhammad Iqbal 2013

Universitas Pendidikan Indonesia

Oktober 2013

Hak Cipta dilindungi undang-undang

Skripsi ini tidak boleh diperbanyak seluruhnya atau sebagian,

(3)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu4

LEMBAR PENGESAHAN

MUHAMMAD IQBAL

0903881

HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI TERHADAP POLA MAKAN PADA MAHASISWA YANG AKTIF BEROLAHRAGA

(4)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu| perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK

Muhammad Iqbal. (2013). Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga. Program Studi Ilmu Keolahragaan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh asumsi mengenai pengetahuan gizi yang baik mampu membentuk pola makan yang baik pada mahasiswa yang aktif berolahraga. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif korelasional yang bertujuan, (1) untuk mengetahui gambaran pengetahuan gizi pada mahasiswa yang aktif berolahraga, (2) untuk mengetahui gambaran pola makan pada mahasiswa yang aktif berolahraga, dan (3) untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi terhadap pola makan pada mahasiswa yang aktif berolahraga. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa program studi Ilmu Keolahragaan dengan sampel penelitian mahasiswa yang telah lulus mata kuliah ilmu gizi dan aktif berolahraga. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner kepada mahasiswa yang telah lulus mata kuliah ilmu gizi dan aktif berolahraga. Hasil penelitian menunjukan, (1) gambaran pengetahuan gizi mahasiswa berdasarkan hasil penelitian menunjukan pengetahuan gizi yang cukup baik, (2) gambaran pola makan mahasiswa berdasarkan hasil penelitian menunjukan pola makan yang cukup baik, (3) berdasarkan penelitian diperoleh hasil bahwa terdapat hubungan yang rendah (8%) antara pengetahuan gizi terhadap pola makan pada mahasiswa yang aktif berolahraga.

(5)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga DAFTAR ISI

A.Lokasi Populasi dan Sampel Penelitian ... 19

B. Desain Penelitian ... 19

C.Metode Penelitian ... 20

D.Variabel Penelitian dan Definisi Operasional ... 20

E. Instrumen Penelitian ... 21

F. Proses Pengembangan Instrumen ... 22

1. Pengujian validitas ... 22

2. Reliabilitas ... 24

G.Teknik Pengumpulan Data ... 25

(6)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 28

A.Hasil Penelitian ... 28

1. Gambaran Umum Karakteristik Responden ... 28

a. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 28

b. Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Aktivitas Olahraga yang Biasa Dilakukan ... 28

c. Karakteristik Responden berdasarkan Perolehan Informasi tentang Pengetahuan Gizi ... 29

2. Gambaran Pengetahuan Gizi (Variabel X) ... 30

3. Gambaran Pola Makan (Variabel Y) ... 31

4. Hasil Pengujian Penelitian ... 31

a. Uji Normalitas ... 31

b. Uji Pearson Korelasi Momen ... 32

c. Analisis Determinasi ... 33

B. Pembahasan Hasil Penelitian ... 35

1. Gambaran Pengetahuan Gizi Mahasiswa yang Aktif Berolahraga ... 36

2. Gambaran Pola Makan Mahasiswa yang Aktif Berolahraga ... 35

3. Hubungan pengetahuan gizi terhadap pola makan pada mahasiswa yang aktif berolahraga ... 37

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 39

A.Kesimpulan ... 39

B. Saran ... 39

DAFTAR PUSTAKA ... 40

(7)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga DAFTAR TABEL

1. Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ... 21

2. Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ... 21

3. Tabel 3.3 Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel X ... 22

4. Tabel 3.4 Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel Y ... 23

5. Tabel 3.5 Nilai Koefisien Reliabilitas... 24

6. Tebel 3.6 Uji Reliabilitas Variabel X ... 24

7. Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Variabel Y ... 25

8. Tabel 3.8 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Kategori Penilaian ... 26

9. Tabel 3.9 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi... 27

10. Tabel 4.1 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Kelamin ... 28

11. Tabel 4.2 Karakteristik Responden berdasarkan Jenis Aktivitas Olahraga yang Biasa Dilakukan ... 29

12. Tabel 4.3 Karakteristik Responden berdasarkan Perolehan Informasi tentang Pengetahuan Gizi ... 29

13. Tabel 4.5 Analisis Pengetahuan Gizi (Variabel X)... 30

14. Tabel 4.6 Analisis Pola Makan (Variabel Y) ... 31

15. Tabel 4.7 Uji Normalitas ... 32

16. Tabel 4.8 Pearson Korelasi Momen ... 33

(8)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga DAFTAR GAMBAR

1. Gambar 2.1 Makanan Sumber Karbohidrat ... 9

2. Gambar 2.2 Makanan Sumber Protein ... 11

3. Gambar 2.3 Makanan Sumber Lemak ... 12

4. Gambar 2.4 Makanan Sumber Vitamin ... 13

5. Gambar 2.5 Makanan Sumber Mineral ... 13

6. Gambar 2.6 Skema Kerangka Pemikiran ... 18

(9)

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga DAFTAR LAMPIRAN

A. Instrumen Penelitian dan Data Penelitian ... 42

A.1. Kuesioner Penelitian ... 42

A.2. Book Sheet Kuesioner Penelitian ... 47

A.3. Foto-foto ... 53

B. Output Data Penelitian dengan SPSS ... 55

B.1. Output SPSS Data Responden... 55

B.2. Output SPSS Normalitas, Korelasi dan Determinasi ... 56

C. Surat Keterangan ... 57

C.1 Surat Keputusan Pengangkatan Pembimbing Skripsi ... 57

C.2 Daftar Kegiatan Bimbingan ... 60

(10)

1

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian

Salah satu pengetahuan yang perlu dikaji secara akademis dalam ilmu

kesehatan adalah Ilmu gizi atau nutrisi. Menurut Sediaoetama dalam FKM-UI

(2010: 4) mendefinisikan ilmu gizi adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal

makanan yang dikaitkan dengan kesehatan tubuh dan dalam prosesnya gizi

mempengaruhi hampir semua proses dalam tubuh yang berkaitan dengan

penyediaan energi dan untuk pemulihan.

Dalam kenyataannya pengetahuan dan pemahaman tentang gizi sangat

baik untuk diketahui karena fungsi utama dari gizi adalah untuk memberikan

energi bagi aktivitas tubuh, membentuk struktur kerangka dan jaringan tubuh,

serta mengatur berbagai proses kimia didalam tubuh (Sediautama, 2000: 27).

Selain itu asupan gizi yang baik menjadi faktor penting dalam masa

pertumbuhan serta perkembangan tubuh. Gizi secara umum memiliki berbagai

fungsi terhadap kesehatan tubuh, seperti sebagai sumber energi, pembangun,

energi dan lain sebagainya.

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang dilakukan secara terencana untuk

berbagai tujuan, antara lain mendapatkan kesehatan, kebugaran, rekreasi,

pendidikan dan prestasi (Irianto, 2007: 1). Dapat dikatakan bahwa olahraga

memiliki banyak fungsi dan tujuan bagi tubuh. Selain itu Orang yang aktif

berolahraga adalah orang yang melakukan kegiatan olahraga dengan intensitas

dan waktu tiga sampai lima kali dalam satu minggu (Giriwijoyo, 2010: 44).

Menurut Sharkey dalam Irianto (2007: 1) usaha menambah kualitas fisik

bagi olahragawan dapat dilakukan dengan cara meningkatkan efisiensi kerja

muscle fitness dan energi fitness. Hal ini menjadikan alasan bahwa gerak

merupakan perwujudan dari terjadinya kontraksi otot, sementara untuk dapat

berkontraksi, otot memerlukan energi. Energi yang diperlukan untuk kinerja

(11)

2

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

Berdasarkan alasan diatas bisa dikatakan bahwa makanan atau zat gizi

merupakan salah satu penentu kualitas kinerja fisik serta pertumbuhan.

Dalam hubungannya dengan olahraga, ilmu gizi bersama-sama ilmu

lainnya mendukung tercapainya prestasi olahraga, sebab prestasi atlit

ditentukan oleh kualitas latihan, sedangkan latihan yang berkualitas dapat

diperoleh apabila didukung berbagai ilmu penunjang, antara lain psikologi,

anatomi, fisiologi, biomekanika, statistik tes pengukuran, belajar gerak,

sejarah, ilmu pendidikan, sosiologi, kesehatan olahraga dan ilmu gizi

(Santosa, 2007: 3).

Dari beberapa pendapat ahli diatas dapat dikatakan bahwa Ilmu gizi

olahraga (sport nutrition) merupakan ilmu yang mempelajari hubungan antara

pengelolaan makanan dengan kinerja fisik dan bermanfaat untuk kesehatan,

kebugaraan, pertumbuhan anak serta pembinaan prestasi olahraga. dan

merupakan satu bidang keilmuan yang perlu dipahami oleh mereka yang

berkecimpung dalam bidang olahraga, baik untuk tujuan kesehatan,

kebugaran, rekreasi, pendidikan maupun prestasi.

Tujuan mempelajari ilmu gizi olahraga adalah untuk memahami hubungan

nutrisi, gaya hidup, self image, dan kinerja fisik. Hal ini penting dipahami oleh

masyarakat, terutama oleh orangtua, guru, pembina, pelatih olahraga

masyarakat untuk dapat membantu dalam mencapai derajat sehat dan bugar

serta pelatih olahraga prestasi dan atlit agar mampu mengoptimalkan

pengembangan prestasi.

Dengan informasi gizi yang baik, setidaknya para mahasiswa yang aktif

berolahraga diharapkan memperoleh asupan energi. Asupan energi menurut

Guyton terdiri dari 45% karbohidrat, 40% energi dari lemak, serta 15% energi

dari protein setiap hari untuk menjalani aktivitas (Alimul, 2009: 26). Selain

itu, mahasiswa yang aktif berolahraga dan atlet juga harus mengetahui apa

yang harus dikonsumsi pada saat sebelum dan sesudah latihan atau bertanding.

Makanan apa yang harus dikonsumsi untuk masa pemulihan, serta cairan apa

(12)

3

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

Sering kali dijumpai mahasiswa yang aktif berolahraga dan menjadi atlet

menggunakan sedikit waktunya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi serta

cenderung mengkonsumsi makanan instan atau makanan yang paling mudah

untuk di konsumsi, padahal secara teori telah mengetahui bahwa kekurangan

zat gizi pada makanan dapat mempengaruhi kinerja tubuh. Selain itu,

mahasiswa perlu mengkonsumsi makanan dengan menu seimbang secara rutin

untuk menjalankan tuntutan mereka baik belajar, berlatih, serta melakukan

aktivitas lainnya.

Ada banyak alasan yang menyebabkan mengapa saran ilmu gizi tidak

diterapkan dan tidak diikuti dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini disebabkan

karena kurangnya pendidikan, pengetahuan serta informasi tentang pentingnya

gizi bagi tubuh.

Berg berpendapat bahwa latar belakang pendidikan seseorang merupakan

salah satu unsur penting yang dapat mempengaruhi keadaan gizi, karena

dengan tingkat pendidikan yang lebih tinggi, diharapkan pengetahuan atau

informasi tentang gizi yang dimiliki menjadi lebih baik. Sering masalah gizi

timbul karena ketidaktahuan dan kurangnya informasi tentang gizi yang

memadai (FKM-UI ,2010: 186).

Sebuah studi yang telah dilakukan oleh Zeigler dkk pada tahun 2002

menunjukkan bahwa persaingan dalam olahraga ternyata dapat menimbulkan

kekhawatiran serta masalah dengan kesehatan, misalnya asupan gizi yang

dikonsumsi mungkin terjadi karena faktor-faktor kurangnya waktu istirahat,

latihan yang padat, serta tekanan-tekanan yang mengakibatkan tubuh menjadi

kurus.

Apabila seseorang aktif berolahraga atau atlit mengetahui kapan dan apa

yang harus dikonsumsi saat beraktivitas olahraga maka diharapkan dapat

memberikan manfaat dari pemilihan makanan dan pola atau kebiasaan makan

yang tepat. Karena dengan pemilihan makanan yang tepat diharapkan bisa

memberikan tambahan energi. Selain itu asupan gizi yang masuk kedalam

tubuh juga bisa memenuhi semua kebutuhan didalam tubuh. Sebaliknya,

(13)

4

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

penurunan fungsi tubuh, energi serta dapat mengakibatkan penurunan

performa dan prestasi atlit.

Dari pemaparan diatas maka penulis memandang perlu untuk melakukan

penelitian tentang hubungan Pengetahuan Gizi Terhadap Pola Makan pada

Mahasiswa yang Aktif Berolahraga khususnya dikalangan mahasiswa Ilmu

Keolahragaan FPOK UPI.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas maka perlu

diadakan perumusan masalah agar penelitian ini dapat dilakukan

sebaik-baiknya. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimana

Hubungan Pengetahuan Gizi Terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang

Aktif Berolahraga, yang dijabarkan melalui pertanyaan penelitian sebagai

berikut:

1. Bagaimana gambaran pengetahuan gizi pada mahasiswa yang aktif

berolahraga?

2. Bagaimana gambaran pola makan pada mahasiswa yang aktif berolahraga?

3. Bagaimana hubungan antara pengetahuan gizi terhadap pola makan pada

mahasiswa yang aktif berolahraga?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mengetahui gambaran pengetahuan gizi pada mahasiswa yang aktif

berolahraga.

2. Mengetahui gambaran pola makan pada mahasiswa yang aktif

berolahraga.

3. Mengetahui hubungan antara pengetahuan gizi terhadap pola makan pada

(14)

5

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga D. Manfaat

Hasil penelitian ini diharapkan memberikan manfaat kepada berbagai

pihak yang langsung maupun secara tidak langsung bersentuhan dengan

masalah penelitian ini yaitu kepada:

1. Bagi institusi

Dapat memberikan gambaran pengetahuan gizi dan pola makan pada

mahasiswa yang aktif berolahraga di lapangan untuk menjadi bahan kajian

mata kuliah ilmu gizi.

2. Bagi keilmuan

a. Sebagai bahan tambahan dan referensi keilmuan khususnya untuk

program studi Ilmu Keolahragaan tentang ilmu gizi dan pola makan.

(15)

19

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga BAB III

METODE PENELITIAN

A. Lokasi, Populasi, dan Sampel Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Lokasi yang dipilih untuk penelitian ini adalah Universitas Pendidikan

Indonesia, program studi ilmu keolahragaan yang beralamat di Jl.Dr

Setiabudhi No.229 Bandung.

2. Populasi

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa

program studi Ilmu Keolahragaan.

3. Sampel

Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

dengan teknik sampel purposive. Teknik sampel purposive adalah teknik

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu (Suherman 2009: 60).

Pertimbangan dalam menentukan sampel pada penelitian ini yaitu mahasiswa

Ilmu keolahragaan yang telah lulus mata kuliah Ilmu gizi dan aktif

berolahraga. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 60 orang

mahasiswa Ilmu Keolahragaan angkatan 2010 .

B. Desain Penelitian

Bentuk desain penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah

sebagai berikut :

Keterangan :

X = Pengetahuan Gizi

Y = Pola Makan Mahasiswa Yang Aktif Berolahraga

(16)

20

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga C. Metode Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasional, yaitu penelitian

yang bertujuan untuk mencari hubungan antara dua atau lebih variable tanpa ada

usaha untuk mempengaruhi variable-variabel tersebut. Menurut Fraenkel &

Wallen (1993:62) penelitian korelasi adalah untuk memperjelas pemahaman

tentang fenomena-fenomena penting melalui identifikasi hubungan diantara

variable-variabel.

D. Variabel penelitian dan Definisi Operasional 1. Variabel Penelitian

Dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel independen

(pengetahuan gizi) dan variabel dependen (pola makan mahasiswa yang aktif

berolahraga).

2. Definisi Operasional

Agar tidak terjadi salah penafsiran atau pengertian terhadap judul, maka

penulis memaparkan pembahasan yang diharapkan dapat mengarah kepada

penelitian yang efektif dan efisien. Untuk itu penulis memaparkannya sebagai

berikut:

a. Pengetahuan gizi

Pengetahuan merupakan hasil dari tahu, dan terjadi setelah orang

melakukan penginderaan terhadap objek tertentu, sedangkan ilmu gizi

menurut Seadiaoetama (2008: 1) adalah ilmu yang mempelajari hal ikhwal

makanan yang dikaitkan dengan kesehatan tubuh. gizi dalam penelitian ini

merupakan pengukuran tingkat penguasaan responden terhadap pertanyaan

mengenai ilmu gizi yang meliputi zat- zat gizi, fungsi zat gizi, makanan

sumber zat gizi dan penyakit yang berhubungan dengan gizi.

b. Pola makan

Menurut Farida (2004: 69) pola makan adalah “susunan jenis dan

jumlah makanan yang dikonsumsi seseorang atau kelompok orang pada

(17)

21

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga c. Mahasiswa yang aktif berolahraga

Aktif berolahraga adalah orang yang melakukan kegiatan olahraga

dengan intensitas dan waktu 3 sampai 5 kali dalam satu minggu

(Giriwijoyo, 2010: 44).

E. Instrumen Penelitian

Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel pada penelitian ini adalah

1. Kuisioner Data demografis

Kuisioner data demografis dalam penelitian ini berisi tentang informasi

jenis kelamin, intensitas olahraga dalam satu minggu, jenis olahraga yang

dilakukan, perolehan informasi tetang gizi.

2. Tes pengetahuan gizi

Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Variabel Sub Variabel Indikator No. Item Soal

Pengetahuan gizi

Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Variabel Sub Variabel Indikator No. Item Soal

Pola makan

(variebel Y)

Pemilihan makanan Jenis makanan dan

Frekuensi makan

(18)

22

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga F. Proses Pengembangan Instrumen

1. Pengujian Validitas

Perhitungan uji validitas dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan

program SPSS 17. Nilai koefisien korelasi yang diperoleh diinterpretasikan

menurut Nisfianoor (2009: 204) bahwa “tiap item yang bernilai lebih dari 0,2 berarti item instrumen tersebut valid dan reliabel”. Hasil perhitungan uji

validitas untuk variabel X dan variabel Y disajikan dalam bentuk tabel

dibawah ini.

Tabel 3.3 Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel X (Tes Pengetahuan

(19)

23

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Tabel 3.4 Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel Y (Pola Makan)

No.

Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan program SPSS 17

diperoleh perhitungan uji validitas untuk variabel X (tes pengetahuan gizi)

yang digambarkan pada tabel 3.2 sebanyak 30 soal yang diuji kepada 30

responden memiliki hasil berupa 21 soal tes pengetahuan gizi yang valid dan

akan digunakan dalam penelitian. Sedangkan untuk soal tes pengetahuan gizi

yang tidak valid ditunjukkan nomor 17, 19, 21, 23, 24, 25, 27,28, 30 tidak

digunakan dalam penelitian ini.

Hasil perhitungan statistik untuk uji validitas pada variabel Y (pola

makan) yang digambarkan pada tabel 3.3 sebanyak 19 soal kuisioner yang

diuji kepada 30 responden memiliki hasil berupa 14 soal kuisioner pola

makan yang valid dan akan digunakan dalam pemelitian. Sedangkan untuk

soal kuisioner pola makan yang tidak valid ditunjukkan nomor 4, 8, 10, 17

(20)

24

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga 2. Reliabilitas

Perhitungan uji reliabilitas dalam penelitian ini adalah dengan

menggunakan program SPSS 17. Nilai koefisien reliabilitas yang diperoleh

diinterpretasikan berdasarkan kriteria pengklasifikasian menurut J.P Guilford

(Suherman, 2003: 119) sebagai berikut.

Tabel 3.5 Nilai Koefisien Reliabilitas

Koefisien reliabilitas Interpretasi

0,90 ≤ r11 ≤ 1,00 Derajat reliabilitas sangat tinggi

0,70 ≤ r11 < 0,90 Derajat reliabilitas tinggi

0,40 ≤ r11 < 0,70 Derajat reliabilitas sedang

0,20 ≤ r11 < 0,40 Derajat reliabilitas rendah

r11 ≤ 0,20 Derajat reliabilitas rendah

Sumber : Suherman (2003: 119)

Hasil perhitungan uji reliabilitas untuk variabel X dan variabel Y

disajikan dalam bentuk tabel dibawah ini.

Tabel 3.6 Uji Reliabilitas Variabel X (Tes Pengetahuan Gizi)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

(21)

25

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Variabel Y (Pola Makan)

Reliability Statistics

Cronbach's

Alpha N of Items

.731 16

Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan program SPSS 17

diperoleh hasil nilai untuk variabel X dan digambarkan pada tabel 3.6 yaitu

0,730 yang berarti memiliki derajat reliabilitas tinggi, sedangkan variabel Y

digambarkan pada tabel 3.6 yaitu 0, 731 yang berarti memiliki derajat

reliabilitas tinggi karena berada pada 0,70 ≤ r11 < 0,90.

G. Teknik pengumpulan data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data berupa

tes pengetahuan gizi dan angket pola makan pada mahasiswa yang aktif

berolahraga. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data demografi

sampel, data pengetahuan gizi dan data tentang pola makan pada mahasiswa yang

aktif berolahraga. Langkah pertama yang dilakukan adalah membagikan soal tes

dan angket kepada seluruh sampel. Kemudian peneliti menginstruksikan dan

menjelaskan kepada sampel cara pengisian soal tes pengetahuan gizi dan angket

pola makan.

Pengetahuan gizi diukur berdasarkan total jawaban yang benar pada lembar

tes. Lembar tes berisi 21 pertanyaan dengan jawaban berupa pilihan ganda.

Pertanyaan pada lembar tes meliputi zat- zat gizi, fungsi zat gizi dan makanan

sumber zat gizi bagi tubuh yang diukur dengan cara menjawab pertanyaan

kemudian dinilai berdasarkan skor, dengan nilai skor dari jawaban benar = 1 dan

salah = 0, dan total skor pengetahuan tersebut kemudian dipresentasikan dan

dikategorikan menjadi kurang ( jawaban benar <60%), cukup baik ( jawaban

benar 60-80%), dan baik (jawaban benar >80%) ( Rahmawati, 2012 : 6 ).

Pola makan yang dilakukan mahasiswa yang aktif berolahraga berisi tentang

(22)

26

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

makan diukur dengan menggunakan kuisioner yang berisi 21 pentanyaan yang

mengacu pada skala 1 (tidak pernah) sampai 4 (selalu) kemudian diberi skor dan

dipersentasikan serta dikategorikan menjadi kurang (jawaban benar <60%), cukup

baik (jawaban benar 60-80%), dan baik (jawaban benar >80%) (Rahmawati, 2012:

6).

H. Analisis data

Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS

versi 17 dan Microsoft Excel. Berikut analisis data yang dilakukan dalam

penelitian ini:

1. Analisis deskriptif dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 17

menggunakan menu deskriptif frequensi dan Microsoft Excel. Untuk

mempermudah menganalisis data yang diperoleh maka di interpretasikan

dengan kriteria yang dikemukakan oleh Rahmawati (2012: 6), yaitu:

Tabel 3.8 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Kategori Penilaian

Persentase Kategori

Jawaban benar >80% Baik

Jawaban benar 60-80% Cukup baik

Jawaban benar <60% Kurang

Sumber : Rahmawati (2012: 6)

2. Analisis uji Lilliefors untuk melihat apakah data yang digunakan dalam

penelitian ini berdistribusi normal atau tidak, dengan pengambilan

keputusan apabila nilai signifikansi atau nilai probabilitas < 0,05, maka

data tersebut berdistribusi tidak normal, dan sebaliknya apabila nilai

signifikansi atau nilai probabilitas > 0,05, maka data tersebut berdistribusi

normal.

3. Berdasarkan hasil perhitungan uji normalitas, apabila data yang diperoleh berdistribusi normal maka menggunakan analisis uji parametrik dengan

(23)

27

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga diperoleh tidak berdisribusi normal maka menggunakan analisis uji

non-parametrik dengan menggunakan rumus Rank Spearman Korelasi.

Kemudian hasil pengujian diinterpretasikan dengan kriteria yang

dikemukakan oleh Sugiyono (2012: 184).

Tabel 3.9 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat rendah

0,20 – 0,399 Rendah

0,40 – 0,599 Sedang

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat kuat

Sumber : Sugiyono (2012: 184)

4. Uji determinasi dengan bantuan SPSS 17 dan Microsoft excel yang

(24)

39

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Gambaran pengetahuan gizi mahasiswa yang aktif berolahraga ditunjukkan

dari hasil penelitian meliputi pengetahuan kognitif tentang gizi secara

keseluruhan berada pada kriteria cukup baik.

2. Gambaran pola makan mahasiswa yang aktif berolahraga ditunjukkan dari

hasil penelitian meliputi pemilihan makanan dan frekuensi makan secara

keseluruhan berada pada kriteria cukup baik.

3. Hubungan antara pengetahuan gizi terhadap pola makan pada mahasiswa yang

aktif berolahraga khususnya di program studi Ilmu keolahragaan yaitu

terdapatnya hubungan yang rendah .

B. Saran

1. Mahasiswa yang sudah memiliki pengetahuan kognitif tentang ilmu gizi yang

baik harus dipertahankan, sedangkan yang masih berada pada kriteria cukup

baik ataupun kurang untuk harus ditingkatkan lagi melalui pembelajaran,

pemahaman, yang didapatkan pada perkuliahan, serta sumber informasi lain

yang membahas tentang gizi.

2. Mahasiswa yang sudah memiliki pola makan yang baik harus dipertahankan,

sedangkan yang masih berada pada kriteria cukup baik ataupun kurang harus

memperhatikan pola makan kembali dengan mengikuti aturan gizi seimbang.

Karena dengan melaksanakan pola makan yang baik maka tubuh akan

mendapat pemenuhan kebutuhan gizi yang dibutuhkan untuk menjaga

kesehatan yang optimal.

3. Pengetahuan tentang ilmu gizi serta pola makan harus selalu ditingkatkan

karena dengan tingkat pengetahuan gizi baik akan menghasilkan pola makan

yang baik pula, serta dengan pola makan yang baik akan tercipta status gizi

(25)

40

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga Daftar Pustaka

Almatsier, S. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Departemen Gizi dan Kesehatan. (2010). Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Irianto, Djoko Pekik. (2007). Panduan Gizi Lengkap Keluarga dan Olahragawan. Yogyakarta: Andi Offset.

Natalia, Agnes. (2012). Gambaran Pola Konsumsi Makanan Mahasiswa Di Universitas Indonesia. Skripsi. Fakultas Ilmu Keperawatan. UI : Tidak Diterbitkan.

Nisfianoor, M. (2009). Pendekatan Statistika Modern untuk Ilmu Sosial. Jakarta : Salemba Humanika.

Notoadmodjo, S. (2005). Promosi Kesehatan Teori dan Aplikasi. Jakarta: Rineka

Cipta.

Notoatmojo, Sukijo. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka.

Santosa, Giriwijoyo dkk. (2007). Ilmu Kesehatan Olahraga untuk kesehatan dan

untuk prestasi olahraga. FPOK UPI. Bandung

Santoso , Giriwijoyo. (2005). Manusia dan Olahraga. Bandung: ITB.

Santoso, Singgih. (2010). Mastering SPSS 18. Jakarta: Elex Media Kompetindo.

Sediaoetama, Achmad Djaeni. (1987). Sistem Pengamatan dan Pemantauan Gizi. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Sediautama, Achmad Jaeni. (2000). Ilmu Gizi untuk Mahasiswa dan Profesi di

(26)

41

Muhammad Iqbal, 2013

Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Pola Makan pada Mahasiswa yang Aktif Berolahraga

Sugiyono, (2012). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta

Sugiyono. (2002). Metode Penelitian Administratif. Bandung: Alfabeta.

Suhanda, Irwan. (2006). Makan Sehat Hidup Sehat. Jakarta: PT Kompas Media Nusantara.

Suherman, Adang dkk.(2012). Metode Penelitian Olahraga. Bandung : FPOK

UPI.

Suherman, Erman. (2003). Evaluasi Pembelajaran Matematika. Bandung:

JICA-FMIFA.

Sundayana, Rostina. (2010). Statistik Penelitian Pendidikan. Garut: STKIP Garut Press.

Wiryono, P. (2009). Nutrasetika: sebuah Tinjauan Pengembangan Produk

Figur

Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian ......................................................................

Tabel 3.1

Kisi-kisi Instrumen Penelitian ...................................................................... p.7
Gambar 2.2 Makanan Sumber Protein  ........................................................................

Gambar 2.2

Makanan Sumber Protein ........................................................................ p.8
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Penelitian p.17
Tabel 3.1 Kisi-kisi Instrumen Penelitian

Tabel 3.1

Kisi-kisi Instrumen Penelitian p.17
Tabel 3.3 Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel X (Tes Pengetahuan

Tabel 3.3

Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel X (Tes Pengetahuan p.18
Tabel 3.4 Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel Y (Pola Makan)

Tabel 3.4

Hasil Perhitungan Uji Validitas Variabel Y (Pola Makan) p.19
Tabel 3.5 Nilai Koefisien Reliabilitas

Tabel 3.5

Nilai Koefisien Reliabilitas p.20
Tabel 3.7 Uji Reliabilitas Variabel Y (Pola Makan)

Tabel 3.7

Uji Reliabilitas Variabel Y (Pola Makan) p.21
Tabel 3.8 Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Kategori Penilaian

Tabel 3.8

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Kategori Penilaian p.22
Tabel 3.9 Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Tabel 3.9

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi p.23

Referensi

Memperbarui...