POTENSI EKSTRAK LADA HITAM Piper nigrum L. (PIPERACEAE) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata lugens Stal. (HOMOPTERA; DELPHACIDAE).

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

POTENSI EKSTRAK LADA HITAM Piper nigrum L.

(PIPERACEAE) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK

PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata

lugens Stal. (HOMOPTERA; DELPHACIDAE)

OLEH: SAFRIADI

07116020

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

(2)

POTENSI EKSTRAK LADA HITAM Piper nigrum L.

(PIPERACEAE) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK

PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata

lugens Stal. (HOMOPTERA; DELPHACIDAE)

OLEH: SAFRIADI

07116020

SKRIPSI

SEBAGAI SALAH SATU SYARAT UNTUK MEMPEROLEH GELAR

SARJANA PERTANIAN

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS ANDALAS

(3)

POTENSI EKSTRAK LADA HITAM Piper nigrum L.

(PIPERACEAE) SEBAGAI INSEKTISIDA NABATI UNTUK

PENGENDALIAN WERENG BATANG COKLAT Nilaparvata

lugens Stal. (HOMOPTERA; DELPHACIDAE)

(Dr. Ir. Munzir Busniah, M.Si) NIP. 196406081989031001

(4)

Skripsi ini telah diuji dan dipertahankan di depan Sidang Panitia Ujian Sarjana Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang, pada tanggal 30 Maret 2012

No. Nama Tanda Tangan Jabatan

1. Dr. Ir. Yaherwandi, M.Si

Ketua

2. Dr. Ir. Arneti, MS

Sekretaris

3. Dr. Hasmiandy Hamid, SP, M.Si

Anggota

4. Ir. Yenny Liswarni, MS

Anggota

5. Ir. Suardi Gani, MS

(5)

Ayah…….

Aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dan minta maaf padamu

semua kau lakukan hanya untuk aku, anakmu

Ibu…….

Kasih sayang yang engkau berikan tak mampu aku membalasnya

Ibu…….

Berikan aku ketegaran agar aku bisa tersenyum seperti senyumanmu yang tulus

Ibu…….

Aku ingin memelukmu dan menangis di pangkuanmu

sampai aku tertidur seperti masa kecilku dulu

Ayah……. Ibu…….

Doakan dan ridhailah aku slalu agar aku berhasil berhasil menggapai cita-citaku

dan berhasil menjadi seperti yang kau inginkan

Ayah……. Ibu…….

(6)

BIODATA

Penulis dilahirkan di Beringin, Jorong IV, Kec. Rao Selatan, Kab. Pasaman, Sumatera Barat pada tanggal 10 Februari 1989 yang merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara, dari pasangan Samsuddin dan Siti Maimunah. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ditempuh di SDN 37 Beringin, Kab. Pasaman (1995-2001). Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) ditempuh di MTsN Ls. Kadap Rao Kab. Pasaman (2001-2004), kemudian dilanjutkan ke Sekolah Menengah Atas (SMA) di MAN 1 Lb. Sikaping (2004-2006) dan SMA Negeri 1 Rao Kab. Pasaman (2006-2007). Tahun 2007 penulis diterima di Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Andalas Padang.

(7)

I. PENDAHULUAN

Padi memiliki fungsi strategis dalam bidang pertanian di Indonesia dan menempati posisi yang sangat dominan dalam ketahanan pangan sehingga kekurangan penyediaan beras akan menimbulkan dampak bagi kehidupan masyarakat. Produksi padi di Indonesia dari tahun 2006 sampai 2010 terus meningkat (Badan Pusat Statistik, 2011), namun peningkatan produksi tersebut tidak seimbang dengan jumlah penduduk Indonesia yang juga semakin meningkat. Selain itu, produksi padi yang masih rendah juga disebabkan oleh beberapa faktor,

diantaranya serangan hama.

Salah satu hama yang sangat berbahaya adalah hama wereng batang coklat Nilaparvata lugens Stal. Serangan wereng batang coklat terbesar di Indonesia

terjadi pada kurun waktu 1970-1980 dengan luas serangan mencapai 2,5 juta ha. Pada tahun 2010, serangan hama ini mencapai 23.187 ha, termasuk yang puso tidak kurang dari 2.867 ha (Badan Litbang Pertanian, 2010). Pengendalian wereng batang coklat telah dilakukan sejak tahun 1970 dengan berbagai cara seperti penggunaan varietas tahan, perubahan cara bercocok tanam, dan penggunaan pestisida (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi, 2009). Wereng batang coklat terbukti mampu beradaptasi secara terus menerus bila dipelihara pada suatu varietas dan mampu mematahkan ketahanan varietas serta menghilangkan daya seleksi varietas yang ditempatinya (Baehaki, 2007). Praktek pengendalian hama yang tergantung pada pestisida kimia menimbulkan berbagai dampak negatif. Berubahnya status wereng batang coklat menjadi hama penting karena adanya penyemprotan pestisida yang tidak tepat, sehingga dapat membunuh musuh alami (Syam dan Wurjandari, 2003). Selain itu, penggunaan pestisida yang berlebihan dapat menimbulkan kasus ketahanan hama terhadap pestisida, dan terjadinya resurjensi (Untung, 2006).

(8)

2

insektisida antara tahun 1998 dan 2008 meningkat lebih dari 30 kali lipat dari US$ 1,9 juta menjadi US$ 60,6 juta. Peningkatan impor insektisida diikuti oleh penurunan produksi padi di Indonesia. Dengan demikian, sejarah terulang kembali dengan korelasi langsung antara peningkatan insektisida dengan meningkatnya populasi wereng batang coklat (Shepard, 2010). Apabila keadaan ini dibiarkan berlangsung lama, maka serangan wereng batang coklat akan semakin meningkat dan berulang secara terus menerus. Oleh karena itu, perlu dicari cara pengendalian alternatif, di antaranya mencari insektisida dengan bahan tumbuhan yang dikenal dengan insektisida nabati. Keunggulan insektisida nabati yaitu mudah terurai di alam dan memiliki toksisitas rendah terhadap organisme bukan sasaran. Salah satu insektisida nabati yaitu lada hitam (Piper nigrum L.) dari famili Piperaceae. Piperaceae dilaporkan memiliki sekitar 145 jenis lipofilik amida yang bersifat

insektisida (de Paula et al., 2000), seperti: piperin, pipernonalin, piperisida, piperoktadekalidin, dan lain-lain (Lee, 2005).

Penelitian tentang keefektifan ekstrak lada hitam telah dilakukan pada beberapa spesies serangga di beberapa negara. Lada hitam menunjukkan aktivitas larvisida yang kuat terhadap Aedes aegypti, Aedes togoi, dan Culex pipiens pallens di Korea (Lee, 2005). Pipernonalin dan piperoctadecalidin, senyawa yang

terkandung dalam lada hitam, menunjukkan aktivitas insektisida potensial terhadap S. litura dengan LD50 masing-masingnya yaitu 125 ppm dan 95,5 ppm (Park et al., 2002). Toksisitas kontak amida dari piperilin dan piperin, pada dosis 10 µg per serangga telah dievaluasi terhadap serangga penting di Brasil, seperti: Ascia monuste orseis Latr., Acanthoscelides obtectus Say., Brevicoryne brassicae

L., Protopolybia exigua De Saus., dan Cornitermes cumulans Kollar. Hasilnya menunjukkan bahwa serangga memiliki sensitivitas berbeda terhadap amida yang berbeda. Mortalitasnya bervariasi dari 0 hingga 95% tergantung senyawa dan spesies serangga yang diuji (de Paula et al., 2000). Ekstrak lada hitam dapat menyebabkan mortalitas 100% terhadap Sitophilus oryzae L. dalam waktu 72 jam di Malaysia (Khani et al., 2011). Penelitian mengenai ekstrak lada hitam untuk mengendalikan wereng batang coklat belum pernah dilaporkan.

Berdasarkan hal tersebut penulis telah melakukan penelitian yang berjudul

(9)

3

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...