• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI SMA NEGERI 1 SUKASADA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI SMA NEGERI 1 SUKASADA"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

e-Journal Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Volume 3 No. 1 Tahun 2015)

MODEL INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN MENULIS TEKS EKSPOSISI DI SMA NEGERI 1 SUKASADA

Agus Eddy Hartawan, Ida Bagus Putrayasa ,I Wayan Artika

Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Pendidikan Ganesha Singaraja, Indonesia

e-mail: {[email protected]@gmail.com.

[email protected].} @undiksha.ac.id

Abstrak

Penelitian ini bertujuan: (1) mengkaji perencanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, (2) mengkaji pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada, dan (3) mengkaji evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada. Penelitian ini menggunakan rancangan deskriptif-kualitatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan

objek penelitian ini ialah pembelajaran teks eksposisi dengan model inkuiri di kelas X yang meliputi:

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian pembelajaran teks eksposisi.

Data penelitian ini dikumpulkan melalui metode observasi. Instrumen penelitian ini adalah lembar observasi dan video. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif untuk mengenalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) rancangan pelaksanaan pembelajaran mencangkup beberapa komponen, yaitu komponen-kompnen RPP kurikulum 2013 tersebut meliputi: identitas mata pelajaran/tema, perumusan indikator, perumusan tujuan pembelajaran, memilih materi ajar, pemilihan sumber belajar, pemilihan media belajar, model pembelajaran, skenario pembelajaran/langkah-langkah, dan penlaian.

Namun, komponen dalam RPP teks eksposisi belum sepenuhnya diisi atau dicantumkan.

Hal itu dapat dilihat dari beberapa komponen yang tercantum pada RPP yang digunakan oleh guru masih perlu diperbaiki dan dikembangkan lagi Komponen yang dimaksud, yaitu kegiatan pembelajaran. (2) Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi yang dilakukan di dalam kelas teryata tidak sepenuhnya mengacu pada langkah-langkah pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam RPP karena tergantung pada situasi dan kondisi kelas. (3)

Guru sudah melaksanakan penilaian segi kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan.

Penilaian pembelajaran teks eksposisi sangat sulit karena terlalu banyak aspek yang dinilai seperti penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan.

Kata kunci: Inkuiri, pembelajaran menulis, teks eksposisi

Abstract

This examination have a purpose ( 1 ) to recite the lesson plan of exposition

writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada , (2) to recite the

implementation of exposition writing text with the inquiry model , in SMA Negeri 1

(2)

e-Journal Universitas Pendidikan Ganesha Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (Volume 3 No. 1 Tahun 2015)

Sukasada , (3) to recite the evaluation of the exposition writing text with the inquiry model in SMA Negeri 1 Sukasada . This examination use the descriptive – qualitative plan. The subject of the examination are the students of class x and the object of the examination is exposition writing text with the inquiry model in class x such as : plan ,implementation , and evaluation or judging of the exposition writing text . The data of this examination assembled by the observation method . The intrument of this examination is thread of observation and video . The analyze of the data that can be use in this examiantion is descriptive - qualitative to analyze the data that can get from the observation , interview , and documentation . The result of this examination show about (1 ) the plan , implementation , that can catch many components such as : component of RPP curriculum 2013 cover about identity , the subject , / tema, indicator , purpose , choose the material , sources , media , model of the lesson , scenario of the lesson / steps and evaluations . But , the components of RPP in exposition writing text were not included . That matter can be see in many components which include in RPP that the teacher use had to corrected and expanded . Those components are ( 1 ) the activity , (2) implementation of the exposition writing text in the classroom cannot strike in the activity that the teacher arranged in RPP because of the situation in the classroom .(3 ) The teacher have done the evaluation of attitude component , knowledge ,and skill . The evaluation of exposition writing text is very difficult because thre are so many aspects that had to estimated such as : judging of attitude , knowlege and skill.

Keywords : inkuiri, writing learning, expoaition text.

PENDAHULUAN

Kurikulum 2013 merupakan rangkaian penyempurnaan kurikulum yang telah dirintis tahun 2004 dengan kurikulum 2006 (KTSP) (Imas dan Sani, 2014:32).

Pengembangan kurikulum 2013 menuntun perubahan paradigma dalam pembelajaran. Kurikulum ini menyebabkan perubahan konsep, metode, komitmen, dan setrategi pendekatan guru dalam sekolah. Kurikulum 2013 mencanangkan pembelajaan bebasis teks. Artinya peserta didik dituntut untuk mampu memproduksi sebuah teks melalui keterampilan menulis.

Salah satunya ialah teks eksposisi.

exposition yang berasal dari kata bahasa Latin yang berarti membuka atau memulai (Finoza, 2004:204). Menurut Widyamartaya (1992:9-10), eksposisi bertujuan menyampaikan gagasan yang berupa fakta atau hasil-hasil pemikiran dengan maksud untuk memberitahu atau menerangkan (sesuatu seperti masalah, mafaat, jenis, proses, rencana, atau langkah-langkah). Ekposisi adalah tulisan

yang bertujuan menjelaskan atau memberikan informasi tentang sesuatu.

Menurut Semi, (2003:35),

Dalam keterampilan menulis, siswa dituntut menguasai kosakata, pengetahuan, dan pengalaman agar mampu menyampaikan gagasan penulis dengan baik kepada pembaca. Kartono (2009:17) menyatakan bahwa menulis adalah proses menuangkan pikiran dan menyampaikan kepada khalayak. Oleh sebab itu, siswa diharapkan mampu mengekspresikan berbagai pikiran, gagasan, pendapat, dan perasaan sehingga tercipta tulisan yang menarik.

Namun, dalam proses pembelajaran menulis masih banyak siswa sulit dalam menentukan topik, menuangkan gagasan ke dalam bentuk tulisan, dan cenderung pembelajaran yang diterapkan guru konvensional. Oleh sebab itu, harus ada upaya guru untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif.

Salah satu model pembelajaran inovatif adalah inkuiri. Menurut Hamdani

(3)

(2010:182) inkuiri merupakan salah satu cara belajar atau penelaahan yang bersifat mencari pemecahan permasalahan secara kritis dan analisis dengan menggunakan langkah-langkah tertentu menuju suatu kesimpulan yang meyakinkan karena didukung oleh data atau kenyataan.

Sanjaya (2006:208)

mengemukakan, kelebihan inkuiri yaitu (1) model ini merupakan strategi pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang, sehingga pembelajaran melalui strategi ini dianggap lebih bermakna; (2) model ini dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka; (3) model ini merupakan strategi yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman; (4) keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Artinya, siswa yang memiliki kemampuan belajar bagus tidak akan terhambat oleh siswa yang lemah dalam belajar. Jadi, model pembelajaran inkuiri memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggali potensi intelektual melalui kegiatan yang telah disusun untuk menemukan sesuatu. Dengan demikia, siswa akan lebih termotivasi dan lebih aktif dalam pembelajaran.

Menurut Ni Made Suratri, S.Pd., salah seorang guru bahasa dan sastra Indonesia ditemukan bahwa dalam pembelajaran menulis, selalu mengunakan model pembelajaran inkuiri.

Alasan ia menepakan model pembelajaran inkuri adalah menganggap dengan pembelajaran inkuiri siswa dapat memproduksi tulisan dengan baik pengalaman siswa sendiri.

Adapun penelitian sejenis terkait dengan penelitian penulis adalah sebagai berikut. Menurut Jayanti (2012) hasil penelitan menunjukan adanya pengaruh positif terhadap penggunaan model inkuiri terhadap aktivitas dan hasil belajar siswa dalam menyimak komprehensif.

Sedangkan Wijana (2012) hasil penelitan menunjukan bahwa, (1) penerapan model pembelajaran inkuiri oleh guru dalam pembelajaran cerpen pada siswa kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja tergolang kategori positif. Semua itu terlihat berdasarkan kreteria telah diterapkan sebelumnya bahwa peneliti respon siswa dikatakan berhasil 75% siswa memberikan responpositif.

Persamaan penelitian tersebut dengan penelti ini, yakni dari segi variabel, dalam hal ini sama-sama menggunakan model Pembelajaran inkuiri dalam proses belajar-mengajar. Perbedaan antara kedua penelitian ini, perbedaannya terletak pada rancangan penelitian yang digunakan. Penelitian ini mengunakan rancangan deskriptif kualitatif, sedangkan penelitian yang digunakan oleh Dwi Jayanti (2012) mengunakan rancangan penelitian eksperimen. Sedangkan Perbedaan dengan wijana (2012) yaitu terletak pada mata pelajaran dalam hal ini peneliti manggunakan teks eksposisi sedangkan Wijana meneliti pelajaran cerpen.

Berdasarkan latar belakang rumusan masalah dalam penelitian ini adalah; (1)

bagaimanakah perencanaan

pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada; (2) bagaimanakah pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada; dan (3) bagaimanakah evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada.

Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini; (1) untuk mengkaji perencanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada. (2) untuk mengkaji pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada. (3) untuk mengkaji evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dangan penerapan model inkuiri di SMA Negeri 1 Sukasada.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoretis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis; hasil penelitian ini diharapkan memberikan sumbangan pada

(4)

dunia pembelajaran menulis sehingga semakin berkembang sedangka. Manfaat praktis; bagi guru bahasa Indonesia dan bagi siswa. (1) bagi guru bahasa Indonesia dalam memperbaiki model pembelajara dan memperkaya model pembelajaran.(2) bagi guru bahasa Indonesia dalam memperbaiki variasi pembelajaran guru untuk mengilangkan kebosanan dan kejenuhan siswa untuk mengacu dan meningat perhatian siswa sihingga siswa dapat aktif dan terpartispasi dalam belajar. Bagi sisiwa yaitu hasil penelitian ini bermanfaat bagi siswa lebih mudah dalam melakukan pelatihan menulis.

METODE PENELITIAN

penelitian ini menggunakan rancangan deskirptif kualitif untuk memperoleh gambaran dan objek yang dikaji secara jelas dan cermat terhadap pemahaman deskriptif.

Rancangan penelitian ini dipilih karena sesuai dengan tujuan penelitian, yakni untuk mengkaji model pebelajaran teks eksposisi yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran teks eksposisi oleh guru di kelas X SMA Negeri 1 Sukasada.

Subjek penelitian ini adalah guru yang mengajarkan bahasa Indonesia di kelas X. Objek penelitian ini adalah pembelajaran teks eksposisi di kelas X SMA Negeri 1 Sukasada yang meliputi:

perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi atau penilaian pembelajaran teks eksposisi. Penelitian ini menggunakan tiga metode pengumpulan data, yaitu obsevasi nonpartisipasi, wawancara tidak bersetruktur, dan dekumentasi.

Metode observasi yang digunakan adalah metode observasi nonpartisipasi.

Peneliti hanya sebagai pengamat, tidak terlibat aktif dalam proses belajar- mengajar. Metode observasi digunakan untuk mencari data tentang pelaksanaan pembelajaran teks eksposisi. Observasi dilakukan lebih dari satu kali untuk dapat mengambil kesimpulan tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran teks eksposisi. Di samping itu, juga dilakukan pencatatan sebagai

penunjang untuk mendapatkan data di lapangan agar lebih akurat.

Teknik wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak bersetruktur. Pedoman wawancara tidak bersetrukur ini digunakan untuk menggali data mengenai pembelajaran teks eksposisi meliputi pelaksanaan (pembukaan, isian, dan penutup pelajaran). Bersama dengan dilaksanakan wawancara, peneliti juga melakukan pencatatan.

Penggunaan metode dukumentasi merupakan pelangkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara.

Metode dokumentasi digunkan untuk mendapatkan data berupa perencanaan pembelajaran teks eksposisi.

Dalam hal ini, peneliti yang mengumpulkan data, mengidentifikasi data, menyeleksi data, menggambarkan data, dan menganalisis data. Peneliti juga menggunakan instrument pedoman lembar observasi disesuaikan dengan masalah yang diungkapkan peneliti.

Tahap analisi data yang dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil observasi, Wawancara, dan dokumentasi. Seluruh data yang dikumpulkan lewat observasi, wawancara, dan dokumentasi dideskripsikan sesuai dengan kenyataan yang ada di dalam kelas, sehingga dapat dideskrisikan data mengenai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran menulis teks eksposisi. Setelah itu, data diklasifikasikan sesuai dengan sub-sub masalah yang dikemukakan dalam rumusan masalah, yakni tentang perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam pembelajaran teks eksposisi.

Teknik analisi dilakukan beberapa jenis kegiatan yaitu klasifikasi dan perbaningan. Data-data sejenis akan dikelompokan dalam satu data. Data-data juga dibandingkan dengan data lain untuk mengetahui kualitas hubungan data satu dengan yang lain. Dalam penelitian peneliti tidak menemukan data yang sama dalam data yang dianalisis. Untuk itu digunakan reduksi data. Data yang memenuhi ktreteria dideskriptikan

(5)

beberapa jenis kegiatan dalam analisis data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil dan pembahasan penelitian ini mencakup (1) perencanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri, (2) pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri, dan (3) evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri.

Setelah hasil yang diperoleh dipaparkan, selanjutnya dibahas pada bagian pembahasan.

Dalam silabus pembelajaran menulis teks eksposisi terdapat standar kompotensi pada semester ganjil.

Didalam standar kompetensi itu disebutkan “membandingkan dan memproduksi teks eksposisi pada semester ganjil”.

RPP adalah persiapan yang perlu dilakukan guru sebelum mengajar. RPP tersebut merupakan operasional dari selibus. Dalam RPP dimuat penggalan- penggalan kegiatan atau komponen- komponen yang menggambarkan segala sesuatu yang akan dilakukan oleh guru dan siswa pada saat proses belajar mengajar. Sesuai dengan data dilapangan, dalam penyusunan RPP pembelajaran menulis teks eksposisi, guru berpedoman pada silabus dan menyesuaikan dengan buku paket.

Dengan cara itu guru dapat mengetahui apakah materi yang tertera dalam silabus dimuat dalam buku paket.

Hubungan RPP dangan buku paket yaitu buku paket menunjang isi dari RPP (materi). Untuk mencapai tujuan dan indikator dalam RPP di perlukan buku paket dalam mencapai tujuan dengan siswa memahami materi pelajaran terlebih dahulu. Kesesuaian materi tersebut akan memperlancar pelaksanaan pembelajaran nantinya. guru akan lebih mudah menyampaikan materi yang harus disampaiakan. Siswa juga akan lebih mudah memahami materi yang akan dipelajari.

Komponen-kompnen RPP

kurikulum 2013 tersebut meliputi: identitas mata pelajaran/tema, perumusan

indikator, perumusan tujuan pembelajaran, memilih materi ajar, pemilihan sumber belajar, pemilihan media belajar, model pembelajaran, skenario pembelajaran, dan penlaian.

Dalam penelitian ini penulis melakukan pencatatan dokumentasi dan observasi hanya 1 RPP dari 4 RPP kelas X karena pembelajaran teks eksposisi yang disusun oleh guru pengajar bahasa indonesia dikelas X semester ganjil kempat RPP tersebut sama. Berikut ini penulis sajikan hasil data perencanaan pembelajaran teks Eksposisisi kelas X.

Data pada RPP yang dibuat oleh guru menunjukkan bahwa komponen- komponen yang terdapat dalam RPP tersebut telah disesuaikan dengan komponen RPP yang berdasarkan kurikulum 2013. Komponen tersebut dideskripsikan sebagai berikut.

Kompetensi dasar yang dimuat dalam RPP ini adalah teks eksposisi dengan tema budaya berpendapat di forum ekonomi dan politik. Siswa diharapkan mensyukuri anugerah tuhan akan keberadaan bahasa Indonesia dan menggunakan-nnya sesuai dengan kaidah dan konteks untuk mempersatukan bangsa. Menunjukkan sikap dan perilaku jujur, tanggung jawab, dan disiplin dalam membandingkan dan memproduksi teks eksposisi. Indikator yang tertera dalam RPP yang mencangkup materi pembelajran menuntut siswa membandingkan dan memproduksi teks eksposisi. Siswa diharapkan membandingkan teks eksposisi baik melalui lisan maupun tulis (C6), peserta didik mengenal persamaan/perbedaan struktur isi teks eksposisi, peserta didik mengenal ciri-ciri bahasa teks eksposisi, langkah-langkah penulisan teks eksposisi sesuai dengan struktur isi (menentukan judul, menuliskan klasifikasi umum, menuliskan deskripsi), memproduksi teks eksposisi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan (C5), dan peserta didik memproduksi teks eksposisi yang koheren.

Tujuan pemebelajaran yang ingin dicapai telah terangkum pada indikator yang tertera dalam RPP adalah tujuan

(6)

yang harus dicapai bila pembelajaran menulis teks eksposisi dilaksanakan Setelah proses menggali informasi melalui berbagai fakta, menanya konsep, berdiskusi atas fakta dan konsep, menginterprestasi mengasosiasi dan mengomunikasikan, siswa dapat mengenal persamaan/perbedaan struktur isi dua teks eksposisi, mengenal ciri-ciri bahasa teks eksposisi, memahami langkah-langkah penulisan teks eksposisi sesuai dengan struktur isi (menentukan judul, menuliskan klasifikasi umum, menuliskan deskripsi), dan memproduksi teks eksposisi yang koheren.

Memilih materi ajar yang tertera dalam RPP sudah dilengkapi dengan uraian dari materi yang disampaikan.

Dalam RPP yang dicantumkan oleh guru yaitu membandingkan dan memproduksi teks eksposisi. Uraian pembelajaran yang tertulis dalam RPP tersebut kurang lengkap dan belum sepenuhnya sesuai dengan kompetensi daras sehingga materi pembelajran yang dicatatkan masih perlu dicantumkan dan perlu dikembangkan lagi agar uraian materi dapat mendukung secara optimal pencapaian kompetensi. Di dalam RPP guru perlu mendukung pencapaan kompetensi, seperti Ciri-ciri bahasa teks eksposisi. Materi tersebut perlu untuk memberikan pengetahuan yang lebih lengkap kepada peserta didik.

Pemilihan Media, alat, dan sumber belajar belajar guru sudah menggunakan Media: LCD, laptop, teks eksposis, dan internet. Menggunakan tayangan media LCD masih terlalu cepat sehingga siswa kurang paham betul dengan tayangan yang terlalu cepat.

Pemilihan alat : LCD, laptop sudah berjalan dengan baik. Pada saat pembelajaran siswa sudah mengikuti penjelasan guru dengan baik. Siswa mengerti yang sudah diterangkan oleh guru. Dalam perlu di perhatikan setelah tanda koma terahir diisi kata hubung dan.

Sumber pembelajaran: Kemdikbud, 2013.

bahasa indonesia: Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X. Jakarta: Kemdikbud.

Masih sumber belajar tergolong sedikit.

Perlunya penambahan sumber supaya menambah wawasan siswa.

Metode yang digunakan guru dalam proses melajar mengajar seperti yang tertera dalam RPP sesuai dengan kompetensi dan indikator yang dicapai.

Pada komponen metode, guru menggunakan Pendekatan saintifik, pendekatan saintfik digunakan menggali informasi melalui pengamatan, bertanya, percobaan, kemudian mengolah data atau informasi, manyajikan data atau informasi, menalar, kemudian menyimpulkan,dan menciptakan. Untuk mata pelajran, materi, atau situasi tertentu. dalam metode terdapat PBL, ceramah, tanya jawab, inquiri, dan penugasan. Metode PBL (problem based learning) digunakan pada saat guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan aktifitas yang akan dilakukan agar peserta didik tau apa tujuan utama pembelajaran, apa permasalahan yang akan dibahas, bagaimana guru akan mengevaliasi proses pembelajaran. hal ini untuk memberikan konsep dasar kepada peserta didik. Saat pembelajran teks eksposisi guru guru memberikan motifasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pemecahan masalah yang dipilih.

Dilanjutkan dengan pada tahap guru

membantu peserta didik

mengidentifikasikan dan

mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah yang telah diorientasi, misalnya membantu peserta didik membentuk kelompok. Saat itu guru membacakan masalah yang ditemukan pada tahap sebelumnya, kemudian mencoba untuk membuat hipotesis atas maslah yang ditemukan. Metode ceramah digunakan pada saat guru membacakan contoh teks eksposisi di kegiatan inti dan pada saat guru bersama-sama dengan siswa mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil belajar di kegiatan akhir.

Metode Tanya jawab dilakukan guru saat guru membetuk kelompok. metode inquiri yang dilakukan dengan cara membantu siswa untuk menemukan informasi tentang teks eksposisi. Metode inquiri digunakan pada saat guru menyuruh siswa secara berkelomopok mendisusiksan teks eksposisi Di dalam kelompok individu peserta didik mengidentifikasi hasil temuannya tentang

(7)

persamaan dan perbedaan teks eksposisi teks yang dicermatinya berdasarkan acuan kata tanya fakta (apa.., siapa..., kapan..., di mana,...., dan sejenisnya).

metode penugasan dilakukan guru pada saat menutup kegiatan inti dengan meminta peserta didik memubuat teks eksposisi dirumah.

Skenario pembelajaran pada RPP sudah dipaparkan secara jelas rinci. Hal itu tampak pada kegiatan awal, inti dan kegiatan akhir yang akan dilakukan guru dan siswa dalam pembelajran. Misalnya, pada kegiatan awal guru sudah terlihat mencantumkan apa yang dilakukan saat guru baru memasuki ruangan sebelum memulai pelajaran. Selain itu guru juga sudah menentukan pembagian waktu untuk masing-masing kegiatan.

Pada RPP penlaian di atas guru mencantumkan teknik penilaian yang pertama Jenis/teknik penilaian dibagi menjadi tiga bagian yaitu penilaian sikap, penilaian penetahuan, dan keterampilan.

Dalam penilaian kompetensi sikap yang dinilai adalah observasi dan penilaian diri.

Penilanan pengetahuan yang dinilai guru adalah tes tertulis dan lisan. Pada penilaian kompetensi keterampilan yang dinilai guru adalah tes praktik, projek, dan portofolio. Dari penilaian yang dibuat oleh guru, tampak bahwa guru sudah menyesuaikan dengan idikator pencapaian yang termuat dalam satu kompetensi dasar untuk menentukan penilaian.

Dari deskripsi di atas, dapat disimpulkan bahwa RPP sudah mencangkup komponen-komponen RPP yang sesuai dengan penerapan model inkuiri, yaitu sudah terdapat kompetensi inti, kompetensi dasar dan indikator, tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pembelajaran, media, alat, sumber belajar, langkah-langkah pembelajaran, dan penilaian proses dan hasil belajar.

Pelaksanaan pembelajaran menulis teks eksposisi yang dilakukan di dalam kelas teryata tidak sepenuhnya sepenuhnya mengacu pada langkah- langkah pembelajaran yang telah disusun oleh guru dalam RPP karena tidak semua terlaksana tergantung dari situasi dan kondisi kelas artinya mungkin yang

bagaimana tergantung dari siswanya karena kelas X sekolah SMA Negeri 1 Sukasada tidak seperti sekolah 1 sma singaraja sehingga guru yang masuk sekolah SMA Negeri 1 Sukasada tergantung dari kemampuan siswa.

Langkah-langkah pembelajaran dalam pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru terlihat baik, lengkap, sistematis, dan kontekstual dibanding langkah-langkah pembelajaran yang dibuat dalam RPP. Hal ini terlihat dari langkah-langkah pelaksanaan dari kegiatan awal, inti, dan kegiatan akhir yang dilakukan guru di kelas.

Kegiatan belajar-mengajar merupakan proses aktif bagi siswa dan guru untuk potensi siswa sehingga mereka akan tahu terhadap pengetahuan dan pada akhirnya mampu untuk melakukan sesuatu. Hal itu senada dengan pendapat Mansur muslich (2007:78), bahwa jika dalam pembelajaran di kelas guru hanya mengajar dalam bentuk ceramah yang berarti siswa hanya mendengarnya.

Sebaliknya, apabila guru dalam pembelajran di kelas mengemas dalam bentuk siswa mengerjakan tugas-tugas kelompok dan melaporkan hasilnya maka siswa akan mampu mengingat sampai 90% dari apa yang dikerjakan (secara berkelompok) dan dikaitkan (dalam bentuk laporn lisan atau tulis).

Penilaian pembelajaran teks eksposisi sulit karena terlalu banyak aspek yang dinilai seperti penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan. Semua penilaian itu sudah dilaksanakan satu unit pembelajran teks yaitu pembelajaran teks eskposisi, yang kedua penilaian keterampilan yang sudah dilakukan yang pertama penilaian proyek kedaua penilian portopolio untuk yang ketiga penilian pengetahuan yang terdiri dalam penilaian pengetahuan 1 penilian ulangan harian, penilian tugas, penilian tengah semester, dan yang terkhir ulangan akhir semester itu merupakan satu-satuan yang sudah lengkah bisa dijadikan penilan rapot.

Pentingnya penilaian menulis karena evaluasi atau penilaian

(8)

merupakan salah satu aspek yang harus dilakukan guru untuk mengetahui sejauh mana pemehaman siswa terhadap materi yang telah dipelajari.

Pada observasi I, II, dan III yang dilakukan penulis, guru sudah melaksanakan penilaian dengan baik dari segi kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Penilaian guru terhadap siswa tidak hanya berupa nilai tertulis yang tercantum dalam laporan belajar, tetapi juga disertai bukti otentik dari karya siswa, tugas-tugas, serta penilaian langsung antara siswa satu dengan siswa lain. Pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Sukasada sudah menggunakan penilaian kognitif, afektif dan psikomotor.

Dalam penilaian kognitif, siswa diajak untuk memahami suatu wacana atau teks

dengan menganalisis dan

menguraikannya secara bersama-sama.

Nilai yang diambil berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki siswa baik dari tugas atau ulangan harian.

Selain penilaian kognitif, ada juga penilaian afektif yang berkaitan dengan sikap dan emosional. Nilai yang diambil didasarkan pada keaktifan, tanggung jawab, kerapian, respon, dan interaksi siswa dengan guru dan teman-teman.

Dalam kaitannya dengan penilaian afektif ini, guru selalu memberi kesempatan pada siswa untuk berpendapat bahkan tidak jarang juga guru yang memancing siswa untuk menuangkan pikiran lewat diskusi untuk memecahkan suatu masalah. Jadi, guru menjadi kunci utama dapat membuat siswa aktif dan dapat mengatur suasana kelas dalam pembelajaran.

Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Sukasada masih memiliki kelemahan dalam melakukan penilaian psikomotor. Memang siswa sudah diajak untuk melakukan pengamatan lapangan, sudah ada praktik pada masing-masing materi pembelajaran, dan guru selalu memberikan evaluasi di akhir pembelajaran untuk mengingat kembali dan mengukur sejauh mana siswa memahami materi yang telah diajarkan.

Hal-hal tersebut sudah sangat baik dilakukan, tapi alangkah lebih baik lagi

jika praktik yang dilakukan tidak hanya terbatas pada materi pembelajaran tertentu saja tapi lebih dikembangkan lagi lewat permainan contohnya. Permainan yang dilakukan bisa digunakan untuk penyampaian suatu materi yang berkaitan dengan pembelajaran tetapi juga bisa dilakukan sekadar untuk penyegaran saja agar siswa tidak mengantuk dan lebih semangat saat mengikuti pembelajaran.

Penilaian dan evaluasi diakukan untuk mencari informasi tentang pencapaian pengembangan skill, pengembangan social, dan afektif peserta didik dengan memanfatkan penilaian alternatife dan cara formal (Widodo, 2010:68).

SIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan rumusan masalah yang diajukan, penerapan model inkuiri dalam pembelajaran menulis teks ekposisi dapat ditarik kesimpulan sebagaimana disampaikan.

Perencanaan Pembelajaran Menulis Teks Ekposisi dengan Penerapan Model Inkuiri komponen-komponen meliputi (1) Kompetensi dasar yang dimuat dalam RPP ini adalah teks eksposisi dengan tema budaya berpendapat di forum ekonomi dan politik, (2) Tujuan pemebelajaran yang ingin dicapai telah terangkum pada indikator yang tertera dalam RPP adalah tujuan yang harus dicapai bila pembelajaran menulis teks eksposisi dilaksanakan Setelah proses menggali informasi melalui berbagai fakta, menanya konsep, berdiskusi atas fakta dan konsep, menginterprestasi mengasosiasi dan mengomunikasikan,

siswa dapat mengenal

persamaan/perbedaan struktur isi dua teks eksposisi, mengenal ciri-ciri bahasa teks eksposisi, memahami langkah-langkah penulisan teks eksposisi sesuai dengan struktur isi (menentukan judul, menuliskan klasifikasi umum, menuliskan deskripsi), dan memproduksi teks eksposisi yang koheren, (3) Memilih materi ajar yang tertera dalam RPP sudah dilengkapi dengan uraian dari materi yang disampaikan Dalam RPP yang dicantumkan oleh guru yaitu membandingkan dan memproduksi teks

(9)

eksposisi. Uraian pembelajaran yang tertulis dalam RPP tersebut kurang lengkap dan belum sepenuhnya sesuai dengan kompetensi daras sehingga materi pembelajran yang dicatatkan masih perlu dicantumkan dan perlu dikembangkan lagi agar uraian materi dapat mendukung secara optimal pencapaian kompetensi, (4) Pemilihan sumber belajar digunakan guru masih tergolong sedikit yaitu Kemdikbud, 2013. Bahasa Indonesia:

Ekspresi Diri dan Akademik Kelas X.

Jakarta: Kemdikbud. (5) Pemilihan media belajar guru sudah menggunakan media dalam perlu di perhatikan setelah tanda koma terahir diisi kata hubung, yaitu LCD, Laptop, Teks eksposis, internet. (6) Metode yang digunakan guru dalam proses melajar mengajar seperti yang tertera dalam RPP sesuai dengan kompetensi dan indikator yang dicapai yaitu Pendekatan Saintifik dengan model inkuiri (7) Skenario pembelajaran pada RPP sudah dipaparkan secara jelas terperinci yaitu dalam kegiatan awal, kegiatan inti dan kegitam penutup. (8) Pada RPP tercantum penilaian sikap, penilaian penetahuan, dan keterampilan.

Pelaksanaan pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri pada kegiatan awal, kegiatan inti, dan kegiatan penutup guru belum konsisten dalam penepan pelaksanaan pembelajaran hal tersebut dapat dibuktikan kegiatan observasi dengan keberadan bisa dilaksanakan dan tidak terlaksana.

Evaluasi pembelajaran menulis teks ekposisi dengan penerapan model inkuiri pada observasi I, II dan III yang dilakukan penulis, guru sudah melaksanakan penilaian dari segi kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan, dan kompetensi keterampilan. Penilaian guru terhadap siswa tidak hanya berupa nilai tertulis yang tercantum dalam laporan belajar, tetapi juga disertai bukti otentik dari karya siswa, tugas-tugas, serta penilaian langsung antara siswa satu dengan siswa lain. Pelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Sukasada sudah menggunakan penilaian kognitif, afektif dan psikomotor.

Dalam penilaian kognitif, siswa diajak

untuk memahami suatu wacana atau teks

dengan menganalisis dan

menguraikannya secara bersama-sama.

Nilai yang diambil berkaitan dengan pengetahuan yang dimiliki siswa baik dari tugas atau ulangan harian. Penilaian pembelajaran teks eksposisi sulit karena terlalu banyak aspek yang dinilai seperti penilaian kompetensi sikap, penilaian kompetensi pengetahuan, dan penilaian kompetensi keterampilan.

Berdasarkan simpulan di atas, saran-saran yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut. (1) guru bahasa Indonesia perlu meningkatkan pemahaman dalam hal pendekatan saintifk proses pembelajaan bahasa Indonesia, penilaian autentik tentang kurikulum 2013 guna tercapainya pendidikan sesuai dengan kurikulum 2013 (2) bagi guru yang belum menyusun perangkat pembelajaran, hedaknya berupaya menyusun perangkat pembelajaran demi kelancaran pembelajaran dan keberhasilan kegiatan pembelajaran, agar dalam pelaksanaan pembelajaran dpat berjalan dengan baik.

(3) bagi guru dalam penilaian kurikulum 2013 hendaknya melakukan penilaian kompetensi sikap, kompetensi pengetahuan dan kompetensi keterampilan dengan maksimal.

DAFTAR PUSTAKA

Finoza, Lamuddin. 2004. Komposis Bahasa Indonesia. Jakarta: Insan Mulia.

Hardini dan puspitasari. 2012. setrategi pembelajaran terpadu. Yogyakarta:

familia.

Imas Kurinasih dan Berlin Sari, 2014.

Impelmentasi Kurikulum 2013 Kensep Dan Penerapan. Surabaya.

Kata Pena.

Jayanti, Sri Made Dwi. Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar Siswa Menyimak Komprehensif pada Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Sukasada. Skripsi (Tidak Diterbitkan). Singaraja:

Undiksha.

(10)

Kartono, Kartini. 2009. Pemimpin dan Kepemimpinan Rajawali Pers, Jakarta.

Mansur Muslich. 2007. KTSP Pemebalajaran Berbasis Kompetensi dan Konteksual, Jakarta: Bumi Aksara.

Mulyasa, E. 2005. Menjadi Guru Profosional. Pt. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Omagio, Alice C. 1986. Teaching Language In Context Proficiency Orientend Instruction Bosston, Mass: Heinle & Heinle Publishers Inc.

Semi, Atar. 2003. Menulis Efektif.

Padang: Angkasa Raya.

Wijana, I Wayan. Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Oleh Guru dalam Pembelajaran Cerpen pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 5 Singaraja. Skripsi (Tidak Diterbitkan) Singaraja: Undiksha.

Widi Widodo, 2010. Moralitas, Budaya Dan Kepatuhan Pajak, Bandung:

Alfaeta.

Referensi

Dokumen terkait

Kedua, keterbatasan pengembangan model pembelajaran menulis teks eksposisi dengan metode jigsaw penulisan berantai dapat dikemukakan sebagai berikut, (1) memerlukan

Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terhadap Kemampuan Menulis Teks Negosiasi Siswa Kelas X SMA Negeri 10 Medan Tahun Pembelajaran 2014/2015, Program Studi

1. Untuk mengetahui kemampuan menulis teks ulasan sebelum menggunakan model pembelajaran inkuiri oleh siswa kelas XI SMA Negeri 1 Talawi Tahun Pembelajaran 2014/2015. Untuk

Dengan demikian hasil penelitian ini menunjukan bahwa model pembelajaran inkuiri dapat mempengaruhi kemampuan menulis teks tanggapan deskriptif siswa kelas VII

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri berpengaruh positif terhadap Kemampuan Menulis Teks

Dapat dikatakan bahwa terdapat pengaruh yang positif dari model pembelajaran inkuiri terhadap kemampuan menulis teks laporan hasil observasi pada siswa kelas X

Berdasarkan hasil penelitian yang telah diuraikan pada penjelasan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan bahwa nilai kemampuan menulis teks eksposisi siswa dengan penerapan

Penelitian ini diberi judul “Penerapan Model Pembelajaran Inkuiri Dalam Pembelajaran Keterampilan Menulis Teks Anekdot Pada Mahasiswa Manajemen Kelas 3F Universitas PGRI Madiun”