BIOLOGI UMUM
Disusun Oleh:
Ari Pitoyo, M.Sc.
PROGRAM STUDI D3 AGRIBISNIS (MINAT PETERNAKAN) FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET 2018
Acara 1
Pengenalan Mikroskop
A. Tujuan 1. Umum
Mahasiswa dapat mengetahui kegunaan dan cara pemakaian dengan baik mikroskop.
2. Khusus
a. Mengenal bagian-bagian mikroskop dan kegunaannya b. Mengetahui cara penggunaannya dengan baik dan benar.
B. Landasan teori
Pengenalan terhadap alat-alat serta bahan-bahan yang tersedia di laboratorium akan dapat meningkatkan fungsi/manfaatnya, disamping juga terhindar dari terjadinya kecelakaan. Acara kali ini akan diperkenalkan mikroskop sebagai alat yang paling sering digunakan untuk keperluan pengamatan/penelitian obyek biologi berkuran mikro.
Mikroskop yang kita ketahui sekarang merupakan mikroskop majemuk yang memiliki lensa okuler dan obyektif, seperti pertama kali dibuat oleh Robert Hooke. Fungsi mikroskop saat ini telah meluas untuk berbagai bidang antara lain: Biologi, Geologi, Fisika, Kimia, Matematika, Kriminologi, dsb. Adapun macamnya juga beraneka ragam, tergantung bahan kontruksi, maupun pengggunaannya.
Berdasarkan sumber energi yang digunakan untuk membentuk bayangan pada mikroskop, maka dikenal 2 kelompok besar mikroskop, yaitu: mikroskop cahaya/optic dan mikroskop electron. Dalam uraian berikut lebih difokuskan pada penggunaan mikroskop optic. Berdasarkan jumlah lensa okulernya, mikroskop optic dibedakan menjadi 2, yaitu mikroskop monokuler dan mikroskop binokuler.
Bagian-bagian mikroskop yang perlu dipahami adalah :
1. Sistem optik. Mikroskop memperbesar bayangan benda melalui perpaduan system optic yaitu lensa obyektif dan okuler. Lensa obyektif berhadapan langsung dengan benda dan pada umumnya memiliki beberapa spesifikasi perbesaran. Lensa okuler adalah lensa yang berdekatan dengan mata (eyepieces). Perbesaran total adalah hasil kali perbesaran obyektif dengan okulernya.
2. Kondenser adalah bagian mikroskop yang berperan mengumpulkan cahaya yang akan mengenai benda.
3. Diafragma adalah bagian mikroskop yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang akan difokuskan pada obyek yang akan diamati. Pengaturan pada diafragma juga dapat meningkatkan kontras pada obyek transparan.
4. Pengatur fokus terdiri dari dua bagian, yaitu pengatur (knob) makro dan mikro.
Pengatur makro digunakan untuk memperoleh fokus kasar kemudian dilanjutkan menggunakan pengatur mikro untuk memperoleh fokus terbaik.
5. Meja benda adalah bidang datar tempat meletakkan gelas benda. Pengaturan dan posisi gelas benda dikendalikan oleh dua tuas yang dapat menggerakkan meja benda kesamping kiri atau kanan, dan maju atau mundur.
1. Mikroskop binokuler 2. Preparat awetan/ basah 3. Gelas benda
4. Gelas penutup
D. Cara Kerja
1. Ambillah mikroskop dengan hati-hati dan letakkan diatas meja praktikum 2. Bersihkan bagian luar mikroskop dengan lap bersih
3. Bersihkan lensa okuler dan obyektif dengan kkain flannel 4. Amati bagian-bagian mikroskop dan kenali dengan baik
5. Putarlah revolver sehingga obyekti dengan perbesaran terlemah tepat berada diatas kondensor.
6. Putarlah knob makrometer sehingga jarak antara meja benda dengan lensa obyektif kira-kira 5 mm.
7. Bukalah diafragma sampai maksimum, kemudian lihatlah kebagian lensa okuler sambil dengan mengatur cermin/ sumber cahaya hingga didapatkan lingkaan pandang.
8. Letakkan preparat yang akan diamati di atas meja benda dan jepitlah kuat-kuat dengan penjepit, kemudian putarlah makrometer secara hati-hati hingga preparat hampir menyentuh lensa obyektif
9. Dengan terus melihat ke bagian lensa okuler, putarlah micrometer perlahan-lahan hingga obyek yang diamati dapat dilihat dengan jelas.
10. Geser-geserlah meja benda sehingga seluruh bagian preparat teramati dan gambarlah pada buku praktikum.
11. Untuk pengamatan yang lebih detail, cobalah mengganti lensa obyektif dengan perbesaran yang lebih kuat dengan cara memutar revolver secara hati-hati dan jangan sampai lensa obyektif menyentuh permukaan preparat. Untuk perbesaran 1000x keatas gunakan minyak imersi pada preparat.
E. Pertanyaan Observasi
1. Adakah pengaruuh masing-masing tingkat perbesaran terhadap ketelitian pengamatan pada preparat yang Anda amati?
2. Jelskan fungsi dari diafragma?
3. Terangkan cara mengetahui/menghitung tingkat perbesaran preparat/obyek yang diamati pada mikroskop!
Acara 2
Pengenalan Struktur Sel dan Jaringan
A. Tujuan 1. Umum
Mahasiswa dapat menjelaskan struktur sel dan jaringan suatu organisme 2. Khusus
a. Mahasiswa dapat menyebutkan ciri-ciri organisme
b. Mahasiswa dapat membedakan sel hewan dan sel tumbuhan, maupun organisme uniseluler.
B. Landasan Teori
Sel adalah unit terkecil structural, fungsional, dan heriditas makhluk hidup. Ukuran sel relative kecil dan sulit teramati tanpa bantuan mikroskop. Berdasarkan jumlah sel penyusunnya, makhluk hidup dikategorikan menjadi organisme uniseluler dan multiseluler. Organisme uniseluler artinya hanya berupa satu sel tunggal selama siklus hidupnya, dan organisme multiseluler adalah organisme yang memiliki banyak sel membentuk kesatuan fungsi menjadi jaringan, organ, dan system organ.
Sel terbagi dalam dua kelompok besar berdasarkan ada tidaknya membrane nucleus, yaitu sel prokaryotic dan eukaryotic. Sel prokaryotic seperti bakteri tidak dijumpai adanya struktur membrane nucleus sehingga untaian DNA dijumpai di sitoplasma. Sedangkan sel eukaryotic seperti tumbuhan, hewan, maupun fungi (jamur ) memiliki membrane nucleus yang memisahkan materi DNA dan lingkungan nukleoplasma dengan sitoplasma.
C. Alat dan Bahan 1. Mikroskop
2. Gelas benda dan penutup
3. Preparat awetan sel otot polos dan lurik 4. Preparat awetan Paramecium sp 5. Preparat segar daun cana
6. Preparat segar daun Hydrilla verticillata
D. Cara Kerja
1. Siapkan mikroskop dan peralatan lain dengan baik 2. Mintalah pada asisten preparat-preparat yang disediakan
3. Amatilah di bawah mikroskop (bila perlu amati dengan perbesaran kuat dengan menambahkan minyak imersi).
4. Gaambarlah hasil pengamatan dan berilah keterangan-keterangan pada buku kerja praktikum
E. Pertanyaan observasi
1. Sebutkan bagian-bagian sel yang teramati dibawah mikroskop!
2. Dapatkah memperkirakan bentuk dan ukuran tiap sel yang teramati?
Difusi, Osmosis dan Plasmolisis
A. Tujuan 1. Umum
Mahasiswa dapat menjelaskan proses transportasi nutrien kedalam dan keluar sel
2. Khusus
a. Mahasiswa dapat menjelaskan proses difusi dan osmosis pada sel organisme b. Mahasiswa dapat menjelaskan proses terjadinya plasmolysis dan deplasmolisis
pada sel tumbuhan
c. Mahasiswa dapat menjelaskan proses terjadinya krenasi pada sel darah merah
B. Landasan teori C. Alat dan Bahan
1. Gelas piala 2. Pipet tetes 3. Mikroskop 4. Gelas benda 5. Gelas penutup 6. Pisau silet 7. Gelas ukur 8. Stopwatch
9. Jarum Franke 10. Hemaglobinometer 11. Pipet darah
12. Tabung reaksi
13. Larutan methylene blue 14. Kristal CuSO4
15. Aquades
16. Daun Rhoeo discolor
17. Larutan sukrosa 18. Kertas penghisap 19. Kapas
20. Alcohol 70%
21. Larutan NaCl 22. Larutan HCl 0,1N 23. Darah probandus 24. Gelas pengaduk D. Cara Kerja
D.1. Percobaan Difusi
1. Teteskan larutan methylene blue ke dalam gelas piala berisi aquades
2. Dalam waktu yang bersamaan masukkan pula Kristal CuSO4 ke dalam gelas piala yang lain.
3. Amatilah proses penyebaran warna methylene blue dan CuSO4 dan catatalah waktu yang dibutuhkan hingga larutan merata
4. Ulangi percobaan di atas namun segera setelah methylene blue dan Kristal CuSO4
dimasukkan langsung diaduk
5. Amatilah hasilnya dan bandingkan dengan percobaan pertama
D.2. Plasmolisis dan Deplasmolisis
1. Sayatlah permukaan bawah daun R. discolor dengan menggunakan silet yang tajam 2. Letakkan sayatan diatas gelas benda, kemudian tetesi dengan aquades lalu ditutup
dengan gelas penutup.
3. Amati dibawah mikroskop dan gambarlah hasil pengamatan di buku kerja
4. Teteskan larutan sukrosa 50% pada salah satu sisi gelas penutup tadi dan hisaplah aquadesnya dengan menempelkan kertas penghisap pada sisi lain gelas penutup.
5. Diamkan selama 5 – 10 menit kemudian amati kembali di bawah mikroskop dan gambarlah hasil pengamatan di buku kerja
6. Gantilah larutan sukrosa tadi dengan aquades kembali dan amatilah di bawah mikroskop serta gambar hasilnya pada buku kerja
D.3. Krenasi dan Pengukuran Hb
1. Ambillah darah probandus dari jari manisnya dengan menggunakan jarum franke (usaplah jarinya dengan alcohol 70% sebelum diambil darahya)
2. Teteskan darah pada gelas benda pada 2 titik, kemudian segera teteskan 2 tetes NaCl pada salah satu titik darah tersebut.
3. Tutuplah dengan gelas penutup, biarkan 5 menit kemudian amati dibwah mikroskop (Bandingkan kedua sel darah merah yg terdapat pada kedua titik tersebut), serta gambarlah pada buku kerja.
4. Sementara itu siapkan tabung pengukur hemaglobinometer dan isilah dengan larutan HCl hingga angka 2
5. Hisaplah darah kapiler probandus dengan menggunakan pipet darah sampai angka 20, kemudian masukkan ujung pipet ke dalam larutan HCl pada tabung.
6. Campurkan darah dengan HCl dengan cara menghisap pipet dan mengeluarkannya lagi hingga beberapa kali, kemudian diamkan selama 2 menit.
7. Tambahkan setetes aquades ke dalam tabung dan aduklah hingga diperoleh warna sesuai dengan warna standart
8. Hitunglah Hb dengan melihat angka pada tabung pengenceran yang terletak sesuai dengan tinggi permukaan larutan darah.
E. Pertanyaan Observasi
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan:
a. Difusi b. Osmosis
c. Larutan hipertonis d. Plasmolisis e. Imbibisi f. transpirasi
2. Jelaskan mekanisme terjadinya proses krenasi
Fotosintesis dan Respirasi
A. Tujuan 1. Umum
Mahasiswa dapat memahami proses fotosintesis dan respirasi pada tumbuhan 2. Khusus
a. Mahasiswa dapat mengetahui bahwa pada fotosintesis terbentuk gas oksigen dan dibutuhkan karbondioksida
b. Mahasiswa dapat mengetahui bahwa pada proses respirasi dibutuhkan oksigen dan timbul panas.
B. Landasan teori
Metabolisme merupakan serangkaian reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh organisme. Beberapa diantaranya yaitu fotosintesis dan respirasi. Reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kimia yang rumit dan melibatkan banyak factor. Secara singkat, pada proses fotosintesis terjadi reaksi sebagai berikut:
6CO2 + H2O cahaya C6H12O6 + O2
Pada respirasi, terjadi reaksi sbb:
C6H12O6 +6O2 6CO2 + 6H2O
Fotosintesis merupakan proses pembentukan senyawa karbon organik yang dilakukan di dalam kloroplas dengan bantuan cahaya. Sumber senyawa karbon adalah karbon anorganik (CO2) yang di dapat dari udara melalui stomata dan air yang diserap melalui akar dan ditransfer ke organ daun melalui sistem transportasi. Selain terbentuk senyawa karbon (gula), dalam proses ini juga terbentuk gas oksigen. Sebalinya respirasi adalah aktivitas pemecahan molekul karbon organik di dalam sel untuk memperoleh energi yang disimpan dalam wujud ATP. Proses ini dapat berlangsung secara aerob (membutuhkan kehadiran oksigen) maupun anaeron (tanpa oksigen).
C. Alat dan Bahan 1. Luxmeter 2. Tabung reaksi 3. Stopwatch
4. Lampu 40 watt dan 100 watt 5. Tumbuhan air Hydrilla verticillata
6. NaHCO3
7. Kecambah Phaseolus aureus 8. Korek api
9. Kantong plastic 10. Thermometer
D. Cara Kerja D.1. Fotosintesis
1. Masukkan potongan tanaman ke dalam tabung reaksi berisi air dengan posisi bekas potongan di atas
2. Letakkan tabung yang hanya berisi air diantara tabung yang berisi tanaman dengan lampu 40 watt, amati gelembung udara yang terbentuk. Ganti dengan lampu 100 watt,
3. Ubah jarak lampu dan tabung, amati perubahan pembentukan gelembung udara per satuan waktu
4. Ganti air dengan larutan 0.5% NaHCO3 (dalam air)
5. Amati jumlah gelembung air yang terbentuk per satuan waktu, susunlah dalam bentuk table!
D.2. Respirasi
1. Masukkan kecambah ke dalam kantong plastic hingga 2/3 volumenya, masukkan thermometer ke dalamnya dan tutup rapat-rapat.
2. Amatilah berapa suhunya dan biarkan hingga sekitar 30 menit
3. Amatilah kembali berapa suhunya dan keadaan udara di dalam kantong plastic 4. Bukalah kantong plastic dan segera masukkan nyala api, amati yang terjadi
E. Pertanyaan Observasi
1. Mengapa korek api yang hampir mati bila didekatkan ke keran tabung pengumpul O2 bisa menyala kembali dan sebaliknya bila nyala api dimasukkan ke dalam kantong plastic yang berisi kecambah segera mati?
2. Adakah pengaruh intesitas cahaya terhadap jumlah O2 yang terbentuk?
3. Apa fungsi NsHCO3 pada percobaan di atas?.
4. Mengapa kantiong plastic yang berisi kecambah bias meningkat suhunya