BAB II TINJAUAN PUSTAKA. tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh audiensi.

Teks penuh

(1)

2.1 Komunikasi Massa

2.1.1 Pengertian Komunikasi massa

Konsep komunikasi massa pada satu sisi mengandung pengertian suatu proses Diana industri media memproduksi dan menyebarkan pesan kepada publik secara luas dan merata. Namun disisi lain merupakan proses dimana pesan tersebut dicari, digunakan, dan dikonsumsi oleh audiensi.

Studi mengenai komunikasi massa adalah media. Media merupakan organisasi yang menyebarkan informasi berapa produk budaya atau pesan dari dalam atau luar negeri yang dapat mempengaruhi dan mencerminkan budaya dalam masyarakat. Oleh karena itu, sebagaimana dengan politik atau ekonomi, media merupakan suatu sistem tersendiri yang merupakan bagian dari sosialisasi yang lebih luas.

Komunikasi massa adalah komunikasi yang menggunakan media massa,baik cetak (surat kabar, majalah, tabloid, dll) maupun elektronik (TV, radio, internet, dll) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar dibanyak tempat, anonym, heterogen. Pesan-pesan bersifat umum dan disampaikan secara tepat, serentak dan selintas (khususnya media elektronik).

Isi pesan yang disampaikan media massa dapat mencakup berbagai aspek kehidupan manusia, baik bersifat informatif, edukatif dan hiburan. Masyarakat

(2)

akan mengonsumsi media massa jika isi dari media massa terdapat unsur pokok yaitu : 7

1. Novelty (sesuatu yang baru(

Khalayak akan lebih tertarik untuk menonton suatu program televisi jika terdapat suatu hal yang “baru” dan mengungkap isi pesan yang belum di ketahui.

2. Jarak (dekat atau jauh)

Jarak terjadinya suatu peristiwa dengan tempat dipublikasikannya peristiwa itu, mempunyai arti penting. Khalayak akan tertarik untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan langsung dengan kepentingan, kehidupan dan lingkungan.

3. Popularitas

Peliputan tokoh penting, organisasi/kelompok, tempat dan waktu yang paling penting dan terkenal akan menarik perhatian khalayak.

Hal-hal yang mengungkapkan pertentangan baik dalam bentuk kekerasan ataupun menyangkup perbedaan pendapat dan nilai budaya disukai khalayak.

4. Seks dan keindahan

Hal-hal yang mengungkap pertentangan baik dalam bentuk kekerasan ataupun menyangkup perbedaan pendapat dan nilai biasanya disukai khalayak.

5. Humor

Manusia pada umunya tertarik dengan hal-hal yang membuat tertawa dan menyenangkan. Oleh karena itu, bentuk-bentuk penyimpaian pesan yang bersifat humor disenangi khalayak.

7 Riswandi.Pengantar Ilmu Komunikasi,.Graha Ilmu.Yogyakarta.2009.Hal.109-111

(3)

6. Seks dan Keindahan

Kedua unsur tersebut bersifat universal dan menarik perhatian khalayak, maka media massa sering kali menonjolkan kedua unsur ini karena merupakan salah satu sifat manusia yang menyenangi seks dan keindahan.

7. Emosi

Hal-hal yang berkaitan menyentuh kebutuhan dasar manusia sering kali menimbulkan emosi dan simpati khalayak.

8. Nostalgia

Adalah menunjukkan pada hal-hal yang mengungkapkan pengalaman di masa lalu dan menjadi kenangan hingga saat ini.

9. Human Interest

Setiap orang pada dasarnya ingin mengetahui segala peristiwa atau hal yang menyangkut kehidupan orang lain. Gambar kehidupan ini dapat dikemas dalam bentuk berita, feature, biografi, dan berbagai bentuk deskriptif lainnya.

2.1.2 Karakteristik Komunikasi Massa

Karakteristik komunikasi massa diantaranya8:

1. komunikasi melalui media massa pada dasarnya di tujukkan kepada khalayak yang luas, heterogen, anonim,tersebar, serta tidak mengenal batas geografis kultural.

2. Bentuk kegiatan komunikasi bersifat umum, bukan perorangan atau pribadi.

8 Riswandi, Ilmu Komunikasi. Graha Ilmu, Yogyakarta, 2008 hal 105

(4)

3. Pola penyaampaian pesan berjalan secara cepat dan mampu menjangkau khalayak luas, bahkan mungkin tidak terbatas baik secara geografis dan kultural.

4. Penyampaian pesan melalui media massa cenderung berjalan satu arah, umpan balik/tanggapan dari pihak penerima (khalayak) lazimnya tertunda.

5. Kegiatan komunikasi dilakukan secara terencana, terjadwal, dan terorganisir.

6. Penyampaian pesan dilakukan secara berkala, tidak bersifat temporer.

7. Isi pesan yang disampaikan melalui media massa mencakup berbagai aspek kehidupan seperti ekonomi, politik, sosial budaya, dan keamanan, baik yang bersifat informatif, edukatif, maupun hiburan 8. Media massa mengutamakan unsur isi daripada hubungan.

9. Media massa menimbulkan keserempakan 10. Kemampuan respons alat indera.

2.1.3 Fungsi Komunikasi massa

Komunikasi massa berarti komunikasi lewat media massa. Komunikasi massa tidak akan ditemukan maknanya tanpa menyertakan media massa sebagai elemen terpenting dalam komunikasi.

Fungsi komunikasi massa menurut Jay Black dan Frederick C.Whitney (1988) antara lain :

(5)

1. Informasi

Fungsi informasi merupakan fungsi paling penting yang terdapat dalam komunikasi massa. Komponen paling penting adalah untuk mengetahui fungsi informasi ini adalah berita-berita yang disajikan.

2. Hiburan

Fungsi hiburan untuk media elektronikmenduduki posisi yang paling tinggi di bandingkan dengan fungsi-fungsi yang lain. Masyarakat masih menjadikan televisi sebagai media hiburan.

3. Persuasi

Fungsi persuasi komunikasi massa tidak kalah pentingnya dengan fungsi informasi dan hiburan. Banyak bentuk tulisan yang kalau diperhatikan sekilas hanya berupa informasi, tetapi jika di perhatikan secara lebih jeli ternyata terdapat fungsi persuasi.

4. Transmisi Budaya

Transmisi budaya merupakan salah satu fungsi komunikasi massa yang paling sedikit dibicarakan. Transmisi budaya tidak dapat dielakkan selalu hadir dalam berbagai bentuk komunikasi yang mempunyai dampak pada penerimaan individu.

Fungsi komunikasi massa menurut Harold D.Laswell yaitu : 1. Pengawasan

Komunikasi mempunyai fungsi pengawasan, artinya menunjuk pada pengumpulan dan penyebaran informasi mengenai kejadian-kejadian yang ada

(6)

disekitar kita. Fungsi pengawasan dibagi menjadi dua, yaitu pengawsan peringatan dan pengawasan instrumental.

2. Korelasi

Fungsi korelasi yang dimaksud adalah fungsi yang menghubungkan bagian- bagian dari masyarakat agar sesuai dengan lingkungannya. Erat kaitannya dengan fungsi ini adalah peran media massa sebagai penghubung antara berbagai komponen masyarakat.

3. Pewarisan Sosial

Media massa berfungsi sebagai seorang pendidik, baik yang menyangkut pendidikan formal maupun informal yang mencoba meneruskan atau mewariskan suatu ilmu pengetahuan, nilai, norma, pranata, dan etika dari satu generasi ke generasi selanjutnya. 9

2.2 Televisi Sebagai Media Massa

Media Radio mulai menurun seiring dengan munculnya televisi sebagai salah satu bentuk media massa. Media televisi merupakan industri yang padat modal, padat teknologi, dan padat sumber daya manusia. Media massa adalah wadah dimana masayarakat meperoleh segala informasi dan hiburan melalui televisi.

2.2.1 Pengertian Televisi

Televisi merupakan gabungan dari media dengar dan gambar yang bisa bersifat politis bisa pula informatif, hiburan dan pendidikan atau bahkan gabungan

9 Nurudin.Pengantar Komunikasi Massa. Jakarta.PT. RajaGrafindo Persada.2007 hal 64-86

(7)

dari ketiga unsur tersebut. Televisi menciptakan suasana tertentu yaitu pemirsanya dapat melihat sambil duduk santai tanpa kesenjangan untuk menyaksikan.

Penyampaian isi pesan seolah-olah langsung antara komunikator dan komunikan.

Informasi yang disampaikan oleh televisi, akan dengan mudah dimengerti karena jelas terdengar secara audio dan terlihat secara visual.10

Televisi sebagai suatu media atau sarana audio-visual, disebutkan secara umum memiliki ciri-ciri sebagai berikut:11

a. Pesan disampaikan melalui unsur-unsur reproduksi yang bersifat verbal, gambar, warna, suara, dan gerakan.

b. Tidak portabel karena tidak bisa di bawa ke mana kita suka, kalau mau bisa saja, tetapi TV adalah peralatan teknologi komunikasi yang berat.

c. Pesan juga bisa di ulang karena keterampilan pesan sekilas sehingga cepat berlalu (tidak bisa ditinjau ulang)

d. Bersifat serempak

e. Umpan balik : verbal dan nun-verbal

f. Industri komunikasi audio-visual ditunjang oleh iklan, iuran dan subsidi pemerintah.

g. Karakter publik dan pengaturan yang ketat (regulated media).

h. Berisi aneka ragam bentuk informasi dan pesan (berita,hiburan, pendidikan dan lain-lain)

Televisi telah menjadi salah satu fenomena yang mengiringi perkembangan peradaban kehidupan manusia dalam kurun waktu hampir satu

10 Wawan Kuswandi.Komunikasi Massa Sebuah Analisis Media Televisi.Rineka Cipta.1996.Hal 6

11 Nurani Suyomukti, Pengantar Ilmu komunikasi, Yogyakarta, 2010, Hal 55

(8)

abad. Kehadirannya malah telah membentuk cakrawala baru dalam peradaban kehidupan manusia saat ini dan dimasa yang akan datang.

Dengan berkembangnya teknologi komunikasi, dunia kali ini dirasakan semakin sempit, karena dalam beberapa saat saja kita dapat berhubungan dengan yang lain, walaupun kita di belahan bumi yang berbeda sehingga rasanya kita berada di dalam suatu tempat di dunia, suatu masyarakat dunia.

Dari paparan diatas terlihat bahwa media memiliki peran yang tidak kecil bagi individu di masyarakat. Dari media orang bisa mengetahui informasi apapun.

Di abad ke-20 informasi memang telah menjadi komoditi yang amat penting, orang berlomba-lomba untuk mendapatkan informasi yang sebanyak-banyaknya.

Masyarakat di era ini tidak bisa hidup tanpa informasi.

2.2.2 Kekurangan dan Kelebihan Media TV

Upaya menyampaikan informasi melalui media cetak, audio dan audiovisual, masing-masing memiliki kelebihan tetapi juga memiliki kekurangan.

Berdasarkan sifatnya :

Tabel 2.1

Kelebihan dan kekurangan media cetak, radio dan televisi

Jenis Media Sifat

Cetak Dapat dibaca, dimana, kapan saja Dapat dibaca berulang-ulang Daya Rangsang rendah

Pengolahan bisa mekanik, bisa elektris Biaya relatif murah

Daya jangkau terbatas

Radio Dapat didengar bila siaran

Daya rangsang rendah Elektris

Biaya relatif murah Daya jangkau besar

(9)

Televisi Dapat didengar dan dilihat bila ada siaran

Dapat dilihat dan didengar kembali, bila diputar kembali

Daya rangsang sangat tingg Elektris

Sangat mahal Daya jangaku besar

2.2.3 Karakteristik Televisi

Televisi sebagai salah satu sarana komunikasi massa memiliki ciri-ciri sebagai berikut12 :

1. Informasi disampaikan kepada komunikan melalui proses pemancaran/transmisi.

2. Isi pesan audio visual, artinya dapat didengar dan dilihat secara bersamaan pada waktu siaran.

3. Sifatnya periodik (tidak dapat diulang)

4. Sifatnya transitory (hanya meneruskan). Pesan – pesan yang diterima hanya bisa dilihat dan didengar secara sekilas.

5. Serentak dan global

6. Meniadakan jarak dan waktu

7. Dapat menyajikan peristiwa/pendapat yang sedang terjadi secara langsung/orisinal

8. Bahasa yang digunakan formal dan non formal.

9. Kalimat singkat padat dan jelas

12 JB.Wahyudi, Dasar-Dasar Jurnalistik Radio dan Televisi, PT. Pustaka Utama Grafiti, Jakarta. 1996 hal 8

(10)

10. Tujuan akhir dari penyampaian pesan untuk menghibur, mendidik, kontrol sosial, menghubungkan atau sebagai bahan informasi.

2.2.4 Fungsi Televisi Sebagai Media Massa

Televisi pada pokoknya mempunyai 3 fungsi, yaitu:13 1. Fungsi penerangan ( The information function)

Televisi merupakan media yang mampu menyiarkan informasi yang amat memuaskan. Hal ini disebabkan 2 faktor yang terdapat di dalamnya yaitu immediacy dan realis. Immediacy mencakup pengertian langsung dekat, sedangkan realis mengandung makna kenyataan dimana televisi yang menyiarkan informasi secara audio visual dengan fakta. Dalam melaksanakan fungsinya sebagai sasaran, stasiun televisi menyiarkan informasi dalam bentuk siaran pandang mata.

2. Fungsi Pendidikan (The Education function)

Sebagai media massa televisi merupakan sarana yang ampuh untuk menyiarkan acara pendidikan kepada khalayak yang jumlahnya begitu banyak secara stimultan. Sesuai dengan makna pendidikan yaitu : meningkatkan pengetahuan dan penasaran masyarakat

3. Fungsi Hiburan (The entertainment function)

Fungsi hiburan yang melekat pada siaran televisi sangat dominan, sebagian besar dari alokasi waktu masa siaran diisi oleh acara-acara

13 Onong Uchjana Effendy., ilmu Teori dan Filsafat Komunikasi. PT Citra Aditya Bakti. Bandung.

2003 hal 24

(11)

hiburan. Hal ini dapat dimengerti karena pada layar televisi dapat ditampilkan gambar hidup serta suara bagikan kenyataan dan dapat dinikmati sekalipun oleh khalayak yang tidak mengerti bahasa asing, bahkan yang tuna aksara.

2.4 Program Televisi

Stasiun televisi setiap harinya menyajikan berbagai jenis program yang jumlahnya sangat banyak dan beragam jenisnya. Pada dasarnya apa saja bisa dijadikan program untuk ditayangkan di televisi selama program itu menarik dan disukai audien, dan selama tidak bertentangan dengan kesusilaan, hukum dan peraturan yang berlaku.14

2.4.1 Pengertian program Televisi

Kata program berasal dari bahasa inggris programme yang berarti acara atau rencana. Undang-undang penyiaran indonesia tidak menggunakan kata program untuk acara tetapi menggunakan istilah siaran yang didefinisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang disajikan dalam berbagai bentuk. Program televisi merupakan segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenuhi kebutuhan audiennya.15

2.4.2 Jenis Jenis Program Televisi

Genre (jenis) program itu sendiri terbagi-bagi, antara lain :

14 Fred Wibowo,teknik produksi program televise, Yogyakarta : Pinus Book Publisher.2007, hal.17

15 RM Soenarto, Programa Televisi, FFTV-IKJ Press, Jakarta,2007

(12)

Tabel 2.2

Jenis-Jenis (genre) Program

Drama Non Drama News

Komedi Tragedi Cinta Legenda Humor

Musik Talk Show Game Show Variety Show Quiz

Feature News Documenter

Dalam program, sebagian besar dibagi menjadi dua jenis yaitu berita dan non berita. Yang dimaksud non berita adalah semua jenis acara yang bersifat hiburan baik itu dalam kategori drama ataupun non drama. Sedangkan yang masuk dalam jenis berita ialah yang berhubungan dengan hard news.

2.5 Sinetron Komedi

Televisi sebagai media yang paling akrab dengan masyarakat karena sifatnya yang audio visual itu, mempunyai pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan media cetak dan media elektronik.16 Sinetron adalah sinema elektronik, pertunjukkan sandiwara (drama)dibuat khusus untuk penayangan di media elektronik seperti televisi. Sinetron merupakan salah satu media komunikasi massa pandang dan dengar. Pembuatannya melalui proses produksi yang panjang, dengan melibatkan banyak orang. Gambar diambil dengan menggunakan kamera elektronik dan direkam dengan menggunakan kaset video.

Dalam bahasa Inggris sinetron disebut soap opera sedangkan dalam bahasa spanyol disebut telenovela.17

16 Astrid S.Susanto, Komunikasi Massa, Remaja Rosda Karya, 1996, hal.10

17 Sumber Wikipedia 2008, Pengertian Sinetron

(13)

Sinetron dapat dimasukkan saah satu kategori drama. Drama adalh jenis cerita fiksi yang bercerita tentang kehidupan dan perilaku manusia sehari-hari.

Masih ada lima jenis drama yang dikenal, yaitu drama komedi, drama misteri, drama laga/action, melodrama, dan drama sejarah.18

Sinetron komedi merupakan suatu genre yang terdiri dari karakter-karakter yang terdiri di dalam suatu format dimana terdapat satu atau lebih jalan cerita yang bersifat humor. Sinetron komedi merujuk pada pentingnya tokoh dalam memecahkan narasi tersebut, ciri tokoh itulah yang membuat kita tertawa, ciri yang juga kerap memunculkan masalah dan solusi.19

Sinetron memiliki ciri-ciri yaitu : 1. Karakter tokoh yang tetap

2. Terdapat konflik-konflik tertentu yang diangkat dalam cerita.

3. Diakhir cerita terdapat kesimpulan yang explicit dan implicit.

4. Menonjolkan karakter tertentu yang menjadi fokus cerita.

5. Jalan cerita habis dalam satu episode saja 6. Tetap berkesinambungan

7. “enesamble cost structure” karakter ini merupakan perpaduan sifat-sifat manusia pada umumnya.

18 Elizabeth Lutters, Kunci Sukses Dalam Menulis Skenario, Jakarta,2004, hal 35-38

19 Grame Burton,Membincangkan Televisi: pengantar studi televise, Jalasutra, Yogyakarta, hal 181

(14)

2.6 Opini

2.6.1 Pengertian Opini

Opini adalah pendapat seseorang mengenai sesuatu untuk menarik perhatian dan minat orang tersebut.20

Dalam ilmu komunikasi, istilah-istilah pendapat (opinion) dan sikap (attitude) sering dipadukan, pada umumnya orang berpendapat bahwa opini merupakan jawaban terbuka terhadap sesuatu atau lisan.

Opini mmepunyai pengertian sebagai suatu pandangan keputusan atau tafsiran yang terbentuk di dalam pikiran mengenai suatu persoalan tertentu. Suatu opini adalah lebih kuat daripada sebuah kesan dan lebih lemah daripada pengetahuan yang positif. Opini dapat juga berarti pernyataan yang diucapkan atau di tulis.21

Dalam penelitian ini, komunitas ojek online Tangerang termasuk ke dalam kategori publik. Maka opini yang dimaksud dalam penelitian ini adalah opini publik. Opini yang dilontarkan juga adalah jawaban yang diberikan oleh komunitas ojek online Tangerang pada program Sinetron Ok-JEK di NET TV.

Istilah opini publik dapat dipergunakan untuk menandakan setiap pengumpulan pendapat yang dikemukakan individu-individu. Tidak jarang istilah opini publik digunakan untuk menunjuk kepada pendapat-pendapat kolektif dari sejumlah besar orang .

20 Betty Soemirat,Opini Publik,Pusat Penerbitan Universitas Terbuka,Jakarta,2004,hal 1-3

21 Frazier Moore, Humas Prinsip, Kasus dan Masalah, Bandung,1987.Hal.12

(15)

Opini publik menurut William Albiq (Santoso S.1990) adalah suatu jumlah dari pendapat-pendapat individu yang diperoleh melalui perdebatan dari opini publik merupakan hasil interaksi antar individu dalam suatu publik.22

Definisi lain mengenai opini disebutkan bahwa opini adalah tanggapan aktif terhadap rangsangan, tanggapan yang disusun melalui interpretasi personal yang diturunkan dan turut membentuk citra. Setiap opini merefleksikan organisasi yang kompleks terdiri atas kepercayaan, nilai-nilai dan pengharapan.23

a. Kepercayaan b. Nilai-nilai c. Pengharapan

2.6.2 Jenis-jenis Opini

Berikut adalah jenis-jenis opini menurut Sastropoetra24:

1. Opini individu adalah opini yang dikemukakan oleh orang-orang secara terbuka.

2. Opini pribadi adalah opini yang dikemukakan oleh seseorang kepada orang lain yang mempunyai hubungan dekat dengannya atau yang dipercayainya.

3. Opini kelompok adalah opini yang dikemukakan sekelompok orang melalui juru bicaranya (ketua kelompok atau orang lain)

4. Opini Konsesus adalah opini yang dihasilkan dari kesepakatan diantara para anggota kelompok.

22 Helena Olii,Opini Publik,Jakarta,2007.Hal.20

23 Dan Nimo,Komunikasi Politik Khalayak dan Efek,Bandung,1989.Hal.12

24 R.A santoso sastropoetra,Pendapat Publik,Pendapat Umum, dan Pendapat khalayak dalam Komunikasi Sosial,1987

(16)

5. Opini koalisi adalah opini yang dihasilkan dari suatu gabungan.

6. Opini minoritas adalah opini kelompok terkecil dalam suatu masyrakat.

7. Opini Mayoritas adalah opini kelompok yang terbesar dalam suatu masyarakat.

8. Opini publik adalah kesatuan opini yang ditimbulkan dari sekelompok orang yang berkumpul secara spontan dan membicarakan isu yang kontroversial.

9. Opini umum adalah opini yang dihasilkan oleh suatu lembaga pengumpulan pendapat umum tentang suatu isu.

2.6.3 Unsur-Unsur Opini

Ada beberapa unsur dan karakteristik opini, yaitu25:

1. Opini dibentuk dari sekumpulan data dan fakta. Opini merupakan rekonstruksi dari kepikiran (daya pikir dan daya abstraksi seseorang).

2. Opini merupakan reaksi ataupun sikap individu sebagai komunikator maupun komunikan.

2.6.4 Tahapan Terjadinya opini

Seiring dengan semakin pentingnya peran media sebagai pembawa informasi di masyarakat, maka terjadilah pembentukan opini publik di masyarakat.

Tahapan terjadinya suatu opini karena 26:

1. Adanya faktor demokrasi, karena bilamana khalayak

25 Phil astrid Susanto, Komunikasi Dalam Teori dan Praktek, PT> Rajawali Jakarta, 1987

26 Bernard Hennesy,Pendapat Umum, Erlangga Jakarta,1989

(17)

2.7 Khalayak

Istilah khalayak media berlaku universal dan secara sederhana dapat diartikan sebagai sekumpulan orang yang menjadi pembaca, pendengar, pemirsa, penonton dari berbagai media. Kumpulan ini disebuat sebagai khalayak dalam bentuk yang paling dikenali dan versi yang diterapkan dalam hampir seluruh penelitian media itu sendiri. Calusse (1968) menunjukkan beberapa kerumitan untuk membedakan bebrapa kadar keikutsertaan dan keterlibatan khalayak.

1. Khalayak yang pertama dan terbesar adalah populasi yang tersedia untuk menerima tawaran komunikasi tertentu. Dengan demikian semua yang memiliki pesawat televisi adalah audiens televisi dalam artian tertentu.

2. Khalayak kedua merupakan khalayak yang menerima hal-hal yang ditawarkan dengan kadar yang berbeda-beda seperti pemirsa televisi regular, pembeli surat kabar dan sebagainya.

3. Khalayak ketiga adalah khalayak yang mencatat penerimaan isi pesan masih dalam bagian lebih kecil yang mengedapankan pesan yang ditawarkan.27

2.7.1 Kharateristik Khalayak

1. Khalayak sebagai penggarap informasi

Pada dasarnya proses penggarap informasi yang terjadi pada pihak penerima (khalayak) bersifat “selektif”. Pihak penerima pesan pada saat berhadapan dengan bentuk informasi tertentu akan melakukan decoding (

27 Dennis McQuil, Teori Komunikasi Massa Suatu Pengantar,Erlangga. Jakarta. 1996hal 203

(18)

pemecahan kode-kode pesan). Sehingga tidak seluruh isi informasi akan diserap oleh si penerima secara utuh.

2. Khalayak ebagai problem solver

khalayak jelas tidak terlepas dari permasalahan kehidupan yang dihadapi mereka masing-masing. Mereka juga akan selalu berupaya mencari jalan pemecahannya. Tujuan optimal tertentu meniadakan keseluruhan permasalahan. Tujuan minimal meringankan beban yang timbul oleh permasalahan yang ada.

3. Khalayak sebagai Mediator

Pada dasarnya proses penyebaran informasi tidak berhenti pada khalayak sasaran langsung sebagai barisan pertama. Proses penyebaran informasi yang demikian ini lazim disebut sebagai multi step communication.

4. Khalayak yang mencari pembela

Pada suatu waktu seseorang dapat mengalami kritis keyakinan dan diliputi rasa ketidakpastian. Hal ini bisa terjadi karena adanya sesuatu yang baru yang mempengaruhi keyakinannya atau karena faktor-faktor lainnya.

5. Khalayak sebagai anggota kelompok

Sebagai mahluk sosial, seorang individu juga terikat oleh nilai-nilai kelompok yang diikutinya baik secara formal maupun informal.

6. Khalayak sebagai kelompok

Secara sosiologis, masyarakat terdiri dari kelompok-kelompok orang yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Ciri-ciri ini bisa menyangkut

(19)

demografis seperti jenis kelamin, usia, pekerjaan, asal, kesukaan, dan lain-lain dan bisa juga ciri lain demografis seperti nilai-nilai, ideologis, orientasi, kesukaan/hobi, dan lain-lain.

7. Selera khalayak

Adalah manusiawi sifatnya apabila tiap orang mempunyai selera yang berbeda satu sama yang lainnya. Dalam kaitannya dengan media massa tercetak seperti surat kabar dan majalah misalnya selera khalayak ini bisa menyangkut aspek-aspek jenis isi informasi, teknik penyajian, ataupun bentuk/formatnya.

8. Khalayak sebagai khalayaknya suatu medium

Boleh jadi sejumlah orang dalam masyarakat telah menjadi khalayak yang setia dari satu atau beberapa media massa tertentu. Tingkat aktifis terhdap media massa tersebut sudah sedemikian kuatnya sehingga sulit untuk beralih atau berpindah ke media massa lainnya.28

2.6.2 Segmentasi Khalayak

Segmentasi adalah suatu konsep yang sangat penting dalam mengembangkan bisnis penyiaran. Segmentasi khalayak dapat didefiniskan sebagai suatu proses untuk membag-bagi atau mengelompokkan audiens ke dalam kotak-kotak yang lebih homogen.

Segmentasi khalayak dibagi menjadi tiga bagian, yaitu :

1. Segmentasi Demografis, yaitu audien dibedakan berdasarkan karakteristik demografi seperti usia, gender,pendidikan, pekerjaan, dan sebagainya.

28 ibid

(20)

2. Segmentasi Geografis, yaitu audien dibedakan berdasrkan wilayah tempat tinggalnya.

3. Segmentasi geodemografis, yaitu konsumen yang tinggal di suatu wilayah geografis tertentu, diyakini mempunyai karakter demografi yang sejenis.

2.7 Teori S-O-R 2.7.1 Pendekatan

Kaitan antara teori dengan penelitian penulis menegenai opini komunitas Ojek Online di Tangerang terhadap tayangan program Ok-JEK di NET adalah pada proses tersebut akan terjadi dimana ada aksi (tayangannya) dan Reaksi (khalayaknya). Dalam tayangan terdapat kata-kata, gambar-gambar, dan tindakan- tindakan tertentu yang akan merangsang khalayaknya untuk merespon dengan cara tertentu.

Teori S-O-R sebagai singkatan Stimulus-Organisme-Response ini semula berasal dari psikologi. Kalau kemudian menjadi teori komunikasi tidak mengherankan, karena objek material dari psikologi dan ilmu komunikasi adalah sama, yaitu manusia juga jiwanya meliputi komponen-komponen : sikap,perilaku,kognitif,afektif dan konatif.

Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan dan kemudia diteruskan pada proses berikutnya dimana komunikan menjadi mengerti. Setelah komunikan mengolah dan menerimanya maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.

(21)

Jadi ketika stimulus atau pesan ke organisme atau komunikan sebelum menjadi efek, pesan tersebut diolah dahulu oleh organisme atau komunikan.

Proses pengolahan pesan yang terjadi pada individu yaitu :29

1. Stimulus yang diberikan pada organisme dapat diterima atau dapat ditolak, maka proses selanjutnya terhenti. Ini berarti bahwa stimulus tersebut tidak efektif dalam mempengaruhi organisme, maka tidak ada perhatian (attention) dari organisme. Dalam hal ini, stimulus adalah efektif dan ada reaksi.

2. Langkah berikutnya adalah jika stimulus telah mendapat perhatian dari organisme, maka proses selanjutnya adalah mengerti terhadap stimulus (orrectly Comprehende). Kemampuan dari organisme inilah dapat melanjutkan proses berikutnya.

3. Langkah berikutnya adalah bahwa organisme dapat menerima secara baik apa yang telah diolah sehingga dapat terjadi kesediaan untuk perubahan sikap.

Hal ini juga yang dibahas oleh Mar‟at dalam bukunya: “Sikap Manusia, Perubahan Serta Pengukurannya:. Mengutip pendapat Hovland, Janis dan Kelley yang mengatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting, yaitu :

1. Perhatian 2. Pengertian 3. Penerimaan

29 Mar’at. Sikap Manusia Prubahan Serta Pengukurannya. Ghalia Indonesia. Hal 26

(22)

Berdasarkan penjelasan diatas teori S-O-R dapat digambarkan sebagai berikut :

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :