• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS SWOT BISNIS RITEL (Studi Kasus BeeShop Cianjur)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANALISIS SWOT BISNIS RITEL (Studi Kasus BeeShop Cianjur)"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Diterima 01 Februari 2017; Revisi 22 Februari 2017; Disetujui 15 Maret, 2017

ANALISIS SWOT BISNIS RITEL

(Studi Kasus BeeShop Cianjur)

Ety Nurhayaty

AMIK BSI Bogor email : [email protected]

Abstrak

Industri ritel menunjukkan pertumbuhan yang relatif pesat, baik yang berkonsep waralaba maupun mandiri bertebaran hampir disetiap kota. Perubahan selera konsumen menjadi salahsatu sebab perkembangannya. Maka tak heran persaingan di industri ini semakin tajam. Masing-masing berusaha untuk bisa menjadi penguasa pasar. Tentunya untuk mewujudkan hal ini, diperlukan strategi yang jitu. Oleh karenanya indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan perlu dilakukan. BeeShop adalah salahsatu industri ritel yang berkonsep mandiri. Agar tetap bertahan dalam persaingan ritel yang ada, maka Beeshop pun mulai mengidentifikasi seluruh kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang dimiliki dan melingkupinya. Penelitian ini menggunakan metode metode deskriptif, dengan tujuan untuk membuat deskripsi, gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki, dalam hal ini adalah faktor kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang yang dihadapi oleh Beeshop saat ini. Data diambil berdasarkan penyebaran kuesioner terhadap sampel yang dipilih berdasarkan teknik sampling non probability menggunakan teknik judgment sampling.. Hasilnya kemudian diolah dan kemudian disajikan dalam sebuah matriks, yang akhirnya dapat dipilihkan strategi yang sebaiknya dipakai oleh BeeShop pada masa yang akan datang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi yang bisa diterapkan BeeShop adalah strategi agresif, dimana BeeShop saat ini memiliki peluang dan kekuatan yag baik sehinga dapat dimanfaatkan dalam menunjang agresifitasnya mempertahankan diri dan melawan pasar

Kata Kunci : Strategi, Ritel, Analisis, SWOT

1. Pendahuluan

Bisnis ritel sesungguhnya merupakan

usaha yang telah dikenal sejak lama. Usaha yang terkesan biasa, namun ternyata menjadi salahsatu usaha yang mampu menembus jaman dan paling kuat terhadap

gangguan serta paling mudah untuk

dimasuki, setidaknya ini terbukti dengan terus bertumbuhnya bisnis ini. Dalam Jurnal yang ditulis oleh Made Arly an I Putu Gede (2017) Menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15 persen per tahun atau mencapai Rp 110 triliun, menyusul

kondisi perekonomian dan daya beli

masyarakat yang relatif bagus. Jumlah pendapatan terbesar merupakan konstribusi dari hypermarket, kemudian disusul oleh minimarket dan supermarket Bahkan masih menurut AT Kearney, dengan melihat prospek pertumbuhan di Indonesia, peritel

lokal dan internasional mempercepat

rencana ekspansi, salahsatunya Indomaret. Menurut Wiwiek Yusuf, Direktur Marketing

PT Indomarco Prismatama, bila hingga akhir 2015, Indomaret memiliki 12.195 outlet, per November 2016 memiliki 13.900 outlet.

Maka tahun 2017 Indomaret akan

menambah sekitar 1.600 outlet. Percepatan

pertumbuhan ritel ini terjadi karena

Indonesia masih menjadi sasaran yang menarik untuk pasar ritel. Berdasarkan

Global Retail Development Index (GRDI)

2016 versi AT Kearney yang dimuat dalam harian kompas (08/06/2016) menyatakan

bahwa Indonesia bahkan mampu

mengalahkan Singapura dan berada di posisi kelima dunia setelah China, India, Malaysia, dan Kazakhstan. Keberadaan

empat negara di posisi teratas itu

disebabkan kombinasi antara populasi yang besar dengan tingginya pertumbuhan ritel.

Perkembangan investasi pada sektor

perkotaan khususnya kota Cianjur juga mengalami perkembangan yang cukup

signifikan, secara empirik terlihat

pertumbuhan bisnis eceran modern

(2)

KNiST, 30 Maret 2017 446 retail skala menengah kecil. Perkembangan

bisnis eceran modern yang terus mengalami peningkatan tersebut, menyebabkan tingkat persaingan bisnis eceran sangat kompetitif. Perusahaan perlu mengenali kekuatan dan kelemahan perusahaan dalam persaingan, hal ini akan sangat membantu dalam mengendalikan diri, serta memanfaatkan setiap peluang yang ada. Dimana strategi pemasaran merupakan upaya mencari posisi pemasaran yang menguntungkan dalam suatu industri atau arena fundamental persaingan berlangsung. Pemasaran di suatu perusahaan, selain bertindak dinamis juga harus selalu menerapkan prinsip-prinsip yang unggul dan perusahaan harus meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama yang sudah tidak berlaku serta terus menerus melakukan inovas.

Dalam sebuah jurnal yang ditulis oleh Rina Kurniati (2014) menyatakan bahwa dalam perkembangannya saat ini analisis SWOT, tidak hanya dipakai untuk menyusun strategi di medan pertempuran, melainkan banyak dipakai dalam penyusunan perencanaan strategi bisnis (Business Strategic Planning) yang bertujuan untuk menyusun strategi-strategi jangka panjang sehingga arah dan tujuan perusahaan dapat dicapai dengan jelas dan dapat segera diambil keputusan,

serta semua perubahannya dalam

menghadapi pesaing. Artinya seluruh

aktifitas bisnis memerlukan Analisis SWOT, begitupun dalam bisnis ritel.

Philip Kotler (2002) mengemukakan bahwa yang dimaksud penjualan ecer/ritel meliputi semua kegiatan yang melibatkan penjualan barang atau jasa secara langsung pada konsumen akhir untuk penggunaaan pribadi dan bukan bisnis. Dimana Fungsinya Menurut Utami (2008), adalah:

1 Menyediakan berbagai macam produk

dan jasa (providing assortments)

2 Memecah (breaking bulk)

3 Mengadakan persediaan (holding

inventory)

4 Memberikan jasa atau layanan

(providing service)

5 Meningkatkan nilai produk dan jasa

Siklus Hidup Retail

Organisasi pengecer sangat beragam,

dimana semua jenis toko eceran tersebut melalui tahap pertumbuhan dan penurunan yang dapat dijelaskan dalam siklus hidup

eceran. Suatu toko eceran muncul,

menikmati periode pertumbuhan yang

meningkat, mencapai kemapanan dan

kemudian penurunan. Agar periode

penurunan tidak terjadi maka, diperlukan maintenance bisnis, agar bisnis yang dilakukan senantiasa segar dan terus berjalan baik, karena dalam prakteknya menjalankan bisnis ritel ditengah persaingan yang cukup sengit tentu bukanlah hal yang mudah. Diperlukan strategi yang jitu.

Namun sebelum merumuskan strategi, perlu dilakukan pengamatan dahulu terhadap

keunggulan, kelemahan, peluang dan

ancaman terhadap bisnis yang dijalankan secara cermat. Agar strategi yang di

jalankan sesuai dengan situasi yang

dihadapi

Adapun cara melakukan analisis SWOT

Menurut Rangkuti (2014) suatu kinerja

perusahaan dapat ditentukan oleh

kombinasi faktor internal dan eksternal.

Kedua faktor tersebut harus

dipertimbangkan dalam analisis SWOT. Perpaduan antara faktor internal dan eksternal ini akan bertemu pada kuadran tertentu yang dapat menunjukkan strategi yang sebaiknya dipakai oleh perusahaan. Gambar berikut adalah gambar diagram analisis SWOT.

Sumber: Rangkuti (2014)

Gambar 1. Diagram Analisis SWOT Kuadran I:

Ini merupakan situasi yang menguntungkan. Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan sehinga dapat memanfaatkan peluang yang ada. strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif.

Kuadran 2:

Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang harus diterapkan

adalah menggunakan kekuatan untuk

memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara strategi diversifikasi baik produk maupun pasar

Kuadran 3:

Perusahaan menghadapi peluang pasar yg sangat besar, tetapi di lain pihak, ia

(3)

KNiST, 30 Maret 2017 447 menghadapi beberapa kendala/kelemahan

internal. Fokus strategi perusahaan adalah

meminimalkan masalah internal

perusahaan sehingga dapat merebut

peluang pasar yang lebih baik. Kuadran 4:

Ini merupakan situasi yang sangat tidak

menguntungkan, perusahaan tersebut

menghadapi berbagai ancaman dan

kelemahan internal. 2. Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode metode deskriptif (Nazir, 2011), dengan tujuan untuk

membuat deskripsi, gambaran secara

sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki dalam hal ini

adalah faktor kekuatan, kelemahan,

ancaman dan peluang yang dihadapi oleh Beeshop saat ini. Data data diambil

berdasarkan penyebaran kuesioner

terhadap sampel yang dipilih berdasarkan teknik sampling non probability/non-acak dengan menggunakan teknik judgment

sampling. Menurut Umar (2009), judgment sampling/ purposive sampling adalah teknik

penentuan sampel yang didasarkan pada pertimbangan tertentu. Pertimbangan yang

digunakan dalam memilih responden

(secara judgment sampling) adalah

berdasarkan: Responden merupakan

konsumen/karyawan yang sudah pernah berbelanja di BeeShop Cianjur dan sudah dewasa sehingga mampu memberikan

pendapatnya secara mandiri. Hasilnya

kemudian diolah dan kemudian disajikan dalam sebuah matriks, yang akhirnya dapat dipilihkan strategi yang sebaiknya dipakai oleh BeeShop pada masa yang akan datang 3. Pembahasan

Analisis SWOT merupakan cara yang

sistematik didalam melakukan analisis

terhadap wujud ancaman kesempatan agar dapat membedakan keadaan lingkungan

yang akan datang sehingga dapat

ditemukan masalah yang ada. Dari analisis SWOT, perusahaan dapat menentukan

strategi efektif yang sejauh mungkin

memanfaatkan kesempatan yang

berlandaskan pada kekuatan yang dimiliki perusahaan, mengatasi ancaman yang akan datang dari luar, serta mengatasi kelemahan yang ada.

Menurut Rangkuti, Freddy (2014) Analisis SWOT adalah suatu indentifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan

strategi perusahaan. Anaisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman.

Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan

misi, tujuan, strategi dan kebijakan

perusahaan. Dengan demikian perencanan strategis harus menganalisa faktor-faktor

strategis perusahaan (kekuatan,

kelemahan,peluang dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini.

Analisis SWOT Strategi Pemasaran

BeeShop

1. Faktor Internal (IFAS)

Matrik IFAS digunakan untuk mengetahui seberapa besar peranan dari Faktor-faktor internal yang terdapat pada perusahaan. Matrik Internal Strategic Analysis Summary ( IFAS) disusun berdasarkan hasil identifikasi dari kondisi lingkungan internal perusahaan berupa kekuatan dan kelemahan yang dimiliki BeeShop

a. Kekuatan (Strength)

Kekuatan menggambarkan hal yang dimiliki

perusahaan dan dapat memberikan

keunggulan kompetitif bagi perusahaan itu sendiri. Berdasarkan analisis yang telah diperoleh beberapa kekuatan yang dimiliki BeeShop dalam memasarkan produk. Kekuatan tersebut antara lain :

a) Menyediakan barang tradisional yang

umumnya diperlukan masyarakat

sekitar, seperti produk sembako yang telah dikemas ulang, sehingga harganya relatif lebih murah dari kompetitor sejenis.

b) Memiliki kualitas produk yang beragam dan berkualitas.

c) Harga produk yang kompetitif. d) Gedung milik sendiri

e) Letak toko berada pada lokasi padat penduduk dan strategis

f) Pelayanan ramah

b. Kelemahan (Weaknesess)

Kelemahan menggambarkan hal yang tidak dimiliki perusahaan tetapi perusahaan lain memilikinya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa kelemahan yang ada pada BeeShop dalam memasarkan produk :

a) Identitas toko tidak terpasang b) Tidak ada promosi yang terjadwal. c) SDM yang kurang terampil, disebabkan

kurangnya pelatihan/training yang

(4)

KNiST, 30 Maret 2017 448 d) Adanya keterbatasan pembelian item di

grosir terdekat

e) Sistem pengawasan dan pelaporan masih lemah

f) SOP kadang dilanggar

g) Suasana dalam toko kurang nyaman, karena AC yang minim

Tabel 1. IFAS

NO KEKUATAN BOBOT RATING SKOR

1 Menyediakan barang tradisional 0,10 4 0,40 2 Memiliki kualitas produk yang beragam dan berkualitas 0,10 3 0,30 3 Harga produk yang kompetitif. 0,10 3 0,30 4 Gedung milik sendiri 0,10 4 0,40 5 Letak toko berada pada lokasi padat penduduk dan strategis 0,05 3 0,15 6 Pelayanan ramah 0,10 4 0,40

Jumlah 0,55 17 1,90

NO KELEMAHAN BOBOT RATING SKOR

1 Identitas toko tidak dipasang 0,10 1 0,10 2 Tidak ada promosi yang terjadwal 0.05 2 0,10 3 SDM yang kurang terampil 0.05 3 0,15 4 Adanya keterbatasan pembelian item di grosir terdekat 0.05 4 0,20 5 Sistem pengawasan dan pelaporan masih lemah 0.10 1 0,10 6 SOP kadang dilanggar 0.05 4 0,20 7 Suasana dalam toko kurang nyaman 0.05 3 0,15

Jumlah 0,45 17 1,00

Total 1,00 34 2,90

Sumber : Data yang telah diolah, 2017 2. Faktor Eksternal (EFAS)

a. Peluang (Opportunities)

Peluang merupakan merupakan faktor yang berasal dari lingkungan dan menguntungkan

bagi perusahaan jika mampu untuk

memanfaatkannya. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa peluang yang dapat dimanfaatkan oleh BeeShop:

a) Perkembangan pembangunan diwilayah tersebut relatif maju.

b) Perkembangan TI (teknologi informasi) yang pesat memudahkan promosi dalam berbagai bentuk.

c) Program loyalty guna mengikat konsumen. d) Program promosi terjadwal yang diadakan

setiap weekend

e) semua barang yang dijual terjamin kualitas nya (dijamin tidak ada barang experied) b. Ancaman (Threaths)

Ancaman merupakan faktor yang berasal dari luar perusahaan yang harus diatasi untuk mengurangi dampak yang dapat merugikan perusahaan. Berdasarkan analisis yang telah dilakukan maka diperoleh beberapa ancaman yang dihadapi BeeShop adalah:

a) Persaingan harga dan kualitas yang ketat oleh para pesaing.

b) Kompetitor yang gencar melakukan

promosi.

c) Perubahan selera konsumen.

d) Penggunaan sistem pembayaran dengan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) serta kartu kredit yang dilakukan para pesaing. e) kekurangan pegawai

Tabel 2. EFAS

NO PELUANG BOBOT RATING SKOR

1 Perkembangan pembangunan diwilayah tersebut relatif maju. 0,1 3 0,30 2 Perkembangan TI (teknologi informasi) yang pesat memudahkan promosi dalam berbagai bentuk. 0.05 3 0.15 3 Program loyalty guna mengikat konsumen. 0,10 4 0,40 4 Program promosi terjadwal yang diadakan setiap weekend 0,10 4 0,40 5 Semua barang yang dijual terjamin kualitas nya 0,10 4 0,40

Jumlah 0,45 1,65

NO ANCAMAN BOBOT RATING SKOR

1 Persaingan harga dan kualitas yang ketat oleh para pesaing. 0,15 1 0,15 2 Kompetitor yang gencar melakukan promosi. 0,15 1 0,15 3 Perubahan selera konsumen. 0,05 2 0,10 4 Penggunaan sistem pembayaran dengan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) serta kartu kredit

yang dilakukan para pesaing. 0,10 2 0,20 5 kekurangan pegawai 0,10 3 0,30

Jumlah 0,55 0,90

Total 1,00 2,55

Sumber : Data yang telah diolah, 2017 Diagram Matriks SWOT

Dari analisis SWOT diatas maka dapat dibuat

suatu ringkasan atau rekapitulasi dari

perhitungan untuk melihat seberapa besar kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang terjadi pada BeeShop Cianjur adalah:

Tabel 3. Diagram Matriks

KEKUATAN IFAS IFAS EFAS EFAS

IFAS EFAS Strength Weakne ss Opportunity Threats Strategi Pemasaran 1,90 1,00 1,65 0,90 Kuadran 1,90-1,00= 0,90 1,65-0,90= 0,75

(5)

KNiST, 30 Maret 2017 449 Berdasarkan tabel diatas, di dapat hasil

bahwa, kekuatan yang dimiliki adalah 1,90 sedangkan kelemahan adalah 1,00, jadi kuadran internal faktor yaitu 1,90-1,00 = 0.90 artinya kemampuan yang tinggi dari BeeShop

dalam memanfaatkan kekuatan dan

mengatasi kelemahan yang terdapat pada internal perusahaan masih baik. Adapun peluang yang dimiliki dari strategi tersebut sebesar 1,65 dan ancaman 0,90 . Jadi kuadran eksternal faktor yaitu 1,65 – 0,90 = 0,75. Ini berarti kemampuan BeeShop dalam

memanfaatkan peluang- peluang dan

meminimalkan ancaman-ancaman yang

dihadapi oleh perusahaan dalam penjualan produk relatif masih baik. Bila kedua nilai tertimbang tersebut dipadukan dalam matrik IE, maka keduanya akan bertemu pada sel I yaitu mendukung strategi defensif

Diagram SWOT akan menunjukkan pada posisi manakah strategi pemasaran pada BeeShop saat ini. Posisi strategi inilah yang akan menentukan letak kuadran strategi pemasaran. Kuadran tersebut akan menjadi

fundamental analisis strategi kedepan,

kuadran dapat diamati secara jelas melalui diagram analisis SWOT berikut ini :

III. Mendukung strategi tunaround I.Mendukung Strategi agresif IV. Pendukung Strategi defensis

II. Mendukung strategi diversifikasi

Sumber: Rangkuti,2014 Gambar 2. Diagram SWOT BeeShop Berdasarkan diagram diatas maka titik berada pada kuadran I, yaitu mendukung strategi agresif. BeeShop memiliki peluang dan

kekuatan yang besar sehingga dapat

memanfaatkan peluang yang ada Strategi yang diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan yang agresif. Hal ini bisa dilakukan dengan cara:

1. Mempertahankan atau meningkatkan

pangsa pasar produk saat ini, dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memerlukan promosi yang jauh lebih agresif didukung oleh strategi harga yang terjangkau.

2. Pemasangan identitas toko agar mudah

dikenali baik oleh supplier maupun

konsumen.

3. Mengadakan perekrutan secara kontinu kemudian berusaha untuk meningkatkan

kemampuan SDM melalui pemberian

pelatihan/training bagi karyawan

4. meningkatkan mekanisme penjualan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen.

Tabel 4.Analisis dengan menggunakan Matrik SWOT.

Kekuatan:

a) Menyediakan barang tradisional yang umumnya diperlukan masyarakat sekitar, seperti produk sembako yang telah dikemas ulang, sehingga harganya relatif lebih murah dari kompetitor sejenis.

b) Memiliki kualitas produk yang beragam dan berkualitas.

c) Harga produk yang kompetitif. d) Gedung milik sendiri

e) Letak toko berada pada lokasi padat penduduk dan strategis

f) Pelayanan ramah

Kelemahan:

a) Identitas toko tidak terpasang b) Tidak ada promosi yang terjadwal. c) SDM yang kurang terampil, disebabkan

kurangnya pelatihan/training yang memadai d) Adanya keterbatasan pembelian item di grosir

terdekat

e) Sistem pengawasan dan pelaporan masih lemah

f) SOP kadang dilanggar

g) Suasana dalam toko kurang nyaman, karena AC yang minim

Peluang:

a) Perkembangan pembangunan diwilayah tersebut relatif maju.

b) Perkembangan TI (teknologi informasi) yang pesat memudahkan promosi dalam berbagai bentuk.

c) Program loyalty guna mengikat konsumen. d) Program promosi terjadwal yang diadakan

setiap weekend

e) semua barang yang dijual terjamin kualitas nya (dijamin tidak ada barang experied)

Strategi SO

a. Menjaga ketersediaan barang tradisional b. Membuka usaha dalam line bisnis yang sama c. Memperluas jangkauan pelayanan, baik dengan

menambah outlet atau menyebar sales force

Strategi WO

a. Pasang identitas toko agar rmudah dikenali dengan baik

b. Menjalankan SOP perusahaan dengan tertib c. Mengusahakan pengembangan dan pelatihan

SDM.

d. Pembenahan program toko, baik personal, teknologi dan pengawasan

Ancaman:

a) Persaingan harga dan kualitas yang ketat oleh para pesaing.

b) Kompetitor yang gencar melakukan promosi. c) Perubahan selera konsumen.

d) Penggunaan sistem pembayaran dengan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri) serta kartu kredit yang dilakukan para pesaing. e) kekurangan pegawai

Strategi ST a. Efisiensi produk b. Strategi harga dan promosi c. Peningkatan kualitas pelayanan

Strategi WT:

a. Strategi promosi yang tepat b. Melakukan perekrutan secara kontinu c. Penguatan pemahaman tentang SOP toko

Sumber: Hasil pengolahan data, 2017

0,75

(6)

KNiST, 30 Maret 2017 450 Strategi SO (strenght Opportunity) didapat dari

hasil memadukan antara kekuatan dan peluang yang dimiliki perusahaan, strategi WO (Weakness Opportunity) strategi ini diambil berdasarkan kelemahan dan peluang yang ada diperusahaan. Sedangkan strategi ST (strength Threat) dan strategi WT (weakness

threat) adalah strategi yang dipilih

berdasarkan hasil dari perpaduan kekuatan dan ancaman dan kelemahan terhadap ancaman.

Dari hasil analisis tersebut, kegunaan penelitin

ini dapat langsung dirasakan, yaitu

didapatnya gambaran yang jelas, mengenai

langkah dan strategi yang hendaknya

dijalankan oleh BeeShop , yaitu dengan cara menjalankan hal-hal yang tercantum dalam matriks : strategi SO, strategi WO, strategi

ST dan strategi WI, seperti menjaga

ketersediaan barang tradisional, memasang identitas toko, efisiensi produk dan melakukan strategi promosi yang tepat.

4.Simpulan

Dalam menjalankan bisnis kita memerlukan

strategi agar dapat bertahan bahkan

memenangkan persaingan. Salahsatu cara untuk menetapkan strategi apa yang akan digunakan adalah dengan analisis SWOT

untuk mengetahui kondisi internal dan

eksternal perusahaan. Dengan menganalisis SWOT, perusahaan bisa melakukan tindakan perbaikan terhadap kekurangan (internal) ataupun kelemahan (eksternal) yang ada serta

bisa mempertahankan dan menjalankan

tindakan yang lebih agresif terhadap peluang-peluang yang ada melalui kekuatan yang dimiliki.

Khusus untuk BeeShop, berdasarkan analisa SWOT, perusahaan berada pada kuadran I, yaitu mendukung strategi agresif, dimana

dalam menjalankanstrategi ini,perusahaan

dapat melakukan: Mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar produk saat ini, hal ini dilakukan dengan perencanaan yang matang dan memerlukan promosi yang jauh lebih agresif didukung oleh strategi harga yang terjangkau. Pemasangan identitas toko agar mudah dikenali baik oleh supplier maupun konsumen. Mengadakan perekrutan secara

kontinu kemudian berusaha untuk

meningkatkan kemampuan SDM melalui

pemberian pelatihan/training bagi karyawan meningkatkan mekanisme penjualan dan meningkatkan kualitas pelayanan terhadap konsumen.

Namun demikian penelitian ini masih harus

terus dikembangkan mengingat

berkembanganya jenis analisis yang lebih baik seperti analisis ASOCA yaitu kepanjangan dari ability (kemampuan), strength (kekuatan),

opportunities (peluang), culture (budaya), dan agility (kecerdasan). Analisis ASOCA menambahkan unsur culture (budaya) dan agiilty (kecerdasan) sebagai unsur yang

penting dalam menemukan strategi

pemecahan masalah pengambilan keputusan, dan dapat dikembangkan dalam mengikuti

perubahan, perkembangan zaman, dan

kebutuhan sehingga lebih konfrehensif dalam menilai situasi dan kondisi dilapangan.

Referensi

Arly Made, Putu I (2017)

Pengaruh Retail

Marketing Mix Terhadap Kepuasan

Dan Loyalitas Pelanggan. Fakutas

Ekonomi dan Bisnis Universitas

Udayana Bali.

Kotler, Phillips. (2002). Manajemen

Pemasaran. Edisi Millenium. PT. Prenhallindo Jakarta.

Kurniati, Rina (2014). Jurnal Analisis SWOT Dalam Meningkatkan Daya Saing Bisnis Di Hotel Ibis,Slipi Jakarta.

Nazir (2011). Metode Penelitian. Ghalia Indonesia. Jakarta

Rangkuti, Freddy. (2014). Teknik Membedah Kasus Bisnis Analisis SWOT: Cara

Perhitungan Bobot, Rating dan

OCAI.Gramedia Pustaka Utama.

Jakarta

Umar, Husein (2009). Metode Penelitian untuk

Skripsi dan Tesis Bisnis. Jakarta: Raja

Grafindo

Utami Christina. (2008). Strategi Pemasaran

Gambar

Tabel 3. Diagram Matriks
Diagram  SWOT  akan  menunjukkan  pada  posisi  manakah  strategi  pemasaran  pada  BeeShop    saat  ini

Referensi

Dokumen terkait

(kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman) dalam kondisi yang ada saat ini. Hal ini disebut dengan Analisis Situasi. Model yang paling populer untuk analisis

Dalam melaksanakan aktivitasnya untuk mencapai suatu tujuan perusahaan menghadapi banyak permasalahan, baik yang berasal dari luar perusahaan (faktor ekstern) maupun yang berasal

Uji tuntas adalah proses yang harus dilaksanakan oleh perusahaan untuk mengidentifikasi, mencegah, mengurangi dan bertanggung jawab atas cara mereka mengatasi dampak merugikan

Analisis yang telah dilakukan untuk faktor-faktor internal dan eksternal dapat mengidentifikasi sejauh mana kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang saling

Dalam analisis SWOT perusahaan harus mengandalkan kekuataan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman-ancaman yang terjadi serta mengatasi kelemahan yang ada agar ancaman

Analisis SWOT merupakan sebuah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam suatu proyek atau

Adapun faktor analisis SWOT yang dipergunakan untuk menganalisis sebuah produk tersebut adalah Kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), Peluang (Opportunities), dan

Analisis SWOT ini menyoroti kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dihadapi Mie Bangka, jenis mie legendaris yang berasal dari