BAB I PENDAHULUAN. kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Berdasarkan data Badan Pusat

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, menetapkan Jenis/Golongan Retribusi daerah ke dalam tiga golongan, yaitu: retribusi jasa umum, retribusi jasa usaha, dan retribusi perizinan tertentu. Salah satu jenis retribusi daerah yang turut memberikan kontribusi dan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah retribusi parkir. Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman telah mengundangkan peraturan tentang Retribusi Tempat Parkir, yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No. 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum.

Seiring dengan meningkatnya aktivitas yang terjadi, khususnya aktivitas masyarakat Kabupaten Sleman mengakibatkan peningkatan jumlah kendaraan bermotor maupun tidak bermotor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, peningkatan jumlah kendaraan bermotor dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2012 terjadi pada tiap moda kendaraan dengan total presentase peningkatan diatas 14% dimana jumlah terbesar pada moda sepeda motor

dengan presentase peningkatan sebesar 16%.1

(2)

Tabel. 1. Perkembangan Kendaraan Bermotor

Sumber: BPS–Polri, 2013.

Pertambahan jumlah kendaraan akan meningkatkan penggunaan area parkir baik di badan jalan atau di luar badan jalan. Adanya peningkatan jumlah kendaraan yang parkir baik bermotor maupun tidak bermotor dapat mengakibatkan tidak lancarnya arus lalu lintas di sekitar jalan tersebut.

Pemberian pelayanan parkir di tepi jalan umum oleh Pemerintah Daerah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum. Pasal 10 Peraturan Daerah Kabupaten Sleman No 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, mengatur retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum, merupakan pungutan yang dikenakan kepada orang pribadi atau badan yang mempergunakan penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum. Tujuan dari retribusi jasa umum adalah untuk memberikan pelayanan demi

(3)

kepentingan dan kemanfaatan umum. Setiap layanan parkir di tepi jalan

umum yang disediakan oleh Pemerintah Daerah akan dipungut retribusi.2

Ketentuan Peraturan Daerah tidak menjelaskan jenis produk hukum yang mengatur mengenai lokasi tepi jalan umum yang dipungut retribusi.Tata cara pemungutan retribusi diatur lebih lanjut dalam Peraturan Bupati. Objek retribusi adalah penyediaan pelayanan parkir di tepi jalan umum yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan

perundang-undangan.3

Aturan tentang pemungutan Retribusi Parkir mengatur pembedaan tarif retribusi parkir pada jalan umum yang ada di wilayah hukum Kabupaten Sleman.Tarif dapat ditentukan seragam atau dapat dibedakan sesuai golongan tarif sesuai dengan prinsip dan sasaran tarif tertentu, misalnya perbedaan retribusi parkir antara sepeda motor, kendaraan bermotor beroda tiga maupun mobil.

Tarif parkir yang ditentukan untuk penggunaan parkir tepi jalan umum berdasarkan Pasal 9 Peraturan Daerah No. 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umumsaat ini adalah:

Tabel. 2. Tarif Retribusi Parkir Di Tepi Jalan Umum

No Jenis Kendaraan Tarif

1 Sepeda Motor Roda 2 (dua) Rp 1.000,00 (seribu rupiah)

2 Sepeda Motor Roda 3 (tiga) Rp 1.500,00 (seribu lima ratus rupiah)

3 Kendaraan Bermotor Roda 4 Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah)

2Marihot P Siahaan, 2010. Pajak Daerah & Retribusi Daerah, Jakarta: RajaGrafindo Persada, hlm.

437

3 Pasal 12 ayat (4) Peraturan Daerah No. 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi

(4)

(empat)/mobil

4 Kendaraan BermotorRoda 6

(enam) Rp 3.000,00 (tiga ribu rupiah)

5 Kendaraan Bermotor Roda ≥ 10

(sepuluh) atau lebih Rp 6.000,00 (enam ribu rupiah)

Sumber: Data Statistik UPT/Seksi Perparkiran Dishub Kab. Sleman.

Peraturan Daerah tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum tersebut mengutamakan terwujudnya perlindungan dan kepastian hukum dalam penyelenggaraan perparkiran bagi penyelenggara maupun pengguna parkir. Di samping itu Peraturan Daerah No.1 Tahun 2012 merupakan peraturan pelaksana dari Pasal 156 ayat (1) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, sehingga lebih mengatur tentang mekanisme retribusi tersebut.

Berdasarkan wawancara dengan responden dalam hal ini wajib retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum yaitu konsumen parkir, penulis menemukan bahwa benar adanya pelanggaran inkonsistensi tarif atau pemungutan tarif yang tidak sesuai aturan.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kab. Sleman No 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum, tindakan pelanggaran retribusi parkir yang terjadi menyebabkan pengguna parkir merasa dirugikan antara lain adalah pemungutan tarif retribusi parkir tidak sesuai prosedural, besaran tarif yang tidak sesuai aturan, mekanisme penyetoran hasil retribusi parkir yang tidak jelas, penggunaan karcis bekas dan transaksi tanpa menggunakan karcis, kurangnya tanggung jawab petugas parkir dan lain sebagainya. Tindakan tersebut sudah bisa dipastikan

(5)

merugikan konsumen parkir, dan melanggar aturan perundangan yang

berlaku.4

Pihak-pihak yang berkepentingan dalam hal perparkiran antara lain pemakai kendaraan pribadi, pemilik toko, angkutan umum, kendaraan emergensi, komuter, petugas parkir, polisi, traffic engineer, dan pemerintah/investor. Semuanya memiliki keterlibatan dengan kepentingan yang berbeda-beda pula.Pemakai kendaraan pribadi memiliki kepentingan agar bebas dan nyaman dalam memarkir kendaraan. Tidak ada kendaraan lain yang menghalangi jalan keluar kendaraan ketika akan keluar dari petak parkir. Tidak menunggu lama kendaraan yang masuk dan keluar pada petak-petak parkir, tarif parkir tentu saja tidak terlalu mahal.

Mengenai pengawasan, dan pengenaan sanksi pelanggaran ketentuan Peraturan Daerah tersebut dilakukan oleh instansi yang telah ada dalam SKPD Pemerintah daerah Kabupaten Sleman. Pengawasan parkir antara lain dapat dilakukan dengan penilangan pelanggaran parkir oleh Polisi Lalu Lintas maupun Satpol PP. Diperlukan ketegasan dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu sehingga dapat menimbulkan efek jera bagi pelanggar terhadap larangan parkir ataupun penderekan terhadap kendaraan yang mogok atau melanggar larangan parkir.

Tercatat oleh media massa bahwa aturan tentang parkir telah dilaksanakan, ditemukan pula pelanggaran peraturan tentang retribusi parkirmengenai inkonsistensi penerapkan tarif tidak sesuai aturan, lokasi

4Sumber: Laman Web. http://hubkominfo.slemankab.go.id/profile/berita. Diakses tgl. 8 Januari

(6)

parkir yang tidak sesuai ketetapan, meskipun pihak pengelola telah melakukan penyetoran hasil parkir secara berkala sesuai aturan yang berlaku.Ada pula pelanggaran aturan dalam perparkiran yang dilakukan oleh

oknum-oknum pengelola maupun juru parkir.5

Latar belakang yang penulis sampaikan dan uraikan tersebut di atas mendasari untuk dilakukan penelitian terkait dengan implementasi dan penegakan hukumberdasarkan asas kepastian hukumyang dilakukan oleh Pemerintah Daerah terhadap pelanggaran pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dalam kaitannya dengan kesesuaian kebutuhan regulasi mengenai pelaksanaan retribusi parkir di wilayah Kabupaten Sleman.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengangkat

rumusan masalah yaitu bagaimanaimplementasi dan penegakan

hukumPeraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umumdalam kaitannya denganasas kepastian hukum?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan uraian pada latar belakang dan rumusan masalah di atas, tujuan dari penelitian ini dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu:

1. Tujuan Objektif

5

(7)

a. Untuk mengetahui implementasi, sosialisasi, dan pemahaman pengelola maupun petugas parkir tentang Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum di wilayah Kabupaten Sleman

b. Untuk mengetahuipenegakan hukum dan mekanisme yang dilakukan oleh penegak hukum dalam menindak pelanggar Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum di wilayah Kabupaten Sleman, dan

c. Kepastian hukum dalam pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 2012 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum di wilayah Kabupaten Sleman.

2. Tujuan Subjektif

a. Untuk memperoleh data dan bahan yang relevan dengan topik yang diteliti dalam rangka penyusunan penulisan hukum sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada.

b. Untuk meningkatkan pengetahuan mengenai materi kuliah yang dikaji.

c. Untuk mendalami ilmu hukum yang dikaji dalam teori dan praktek.

(8)

D. Keaslian Penelitian

Berdasarkan penelusuran yang telah dilakukan oleh penulis di Perpustakaan Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, penelitian sejenis pernah dilakukan olehFirman Charli S. pada tahun 2015 dengan judul Dampak Perbedaan Tarif Retribusi Parkir Tepi Jalan Umum Terhadap Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Kabupaten Sleman Tahun 2011-2014 dengan rumusan masalah:

a. Bagaimanakah dampak perbedaan tarif parkir tepi jalan umum berdasarkan Peraturan Daerah tersebut?

b. Bagaimanakah dampak ketentuan pengenaan tarif parkir tarif parkir tepi jalan umum terhadap pendapatan asli Daerah Kabupaten Sleman dari Tahun 2011-2014?

Perbedaan penelitian yang penulis lakukan dengan penelitian sebelumnya tersebut adalah:

a. Penulis meneliti tentangimplementasi, sosialisasi, dan pemahaman pengelola maupun petugas parkir tentang Peraturan Daerah serta kepastian hukum bagi pelanggar Peraturan Daerah tersebut, sedangkan penelitian terdahulu tersebut meneliti tentangdampak perbedaan tarif parkir tepi jalan umum berdasarkan Peraturan Daerah.

b. Penelitian yang penulis lakukan meneliti tentang bagaimana penegakan hukum dan mekanisme apa saja yang dilakukan oleh penegak hukum dalam menindak pelanggar Peraturan Daerah. Penelitian terdahulu meneliti tentang dampak ketentuan pengenaan tarif retribusi parkir tepi

(9)

jalan umum terhadap pendapatan asli Daerah Kabupaten Sleman dari Tahun 2011-2014.

E. Manfaat Penelitian

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik untuk kepentingan akademik maupun kepentingan praktis.

1. Manfaat Akademis

a. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi

pemikiran bagi pengembangan ilmu pengetahuan pada umumnya dan ilmu hukum pada khususnya, terlebih dalam bidang hukum pajak mengenai retribusi parkir ditinjau dari Penegakan Hukum dan Asas Kepastian Hukum serta

bermanfaat bagi penelitian-penelitian ilmu hukum

selanjutnya.

b. Digunakan sebagai salah satu kelengkapan dalam

persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Hukum dari Universitas Gadjah Mada.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pada umumnya dan memberikan kontribusi pemikiran kepada pemerintah dalam konteks penegakan hukum dan kepastian hukum, serta tentang manajemen perparkiran di wilayah Kabupaten Sleman.

Figur

Memperbarui...

Related subjects :