i
KATA PENGANTAR
Laporan Kinerja PPS Kendari Tahun 2020 ini merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan prinsip akuntabilitas dan transparansi PPS Kendari kepada publik dengan mengacu kepada ketentuan PerPres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah serta berpedoman pada Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Nomor 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Pencapaian pada Tahun 2019 merupakan pencapaian yang dijadikan dasar (base line) untuk menetapkan target pada tahun - tahun berikutnya yang kemungkinan besar akan berdampak pada reviu beberapa dokumen perencanaan di Tahun 2020
Melalui laporan ini diharapkan agar pembaca dapat memahami upaya - upaya yang telah dilakukan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dalam rangka mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam kontrak kinerja bersama dengan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Diharapkan pula agar diperoleh masukan dan saran yang positif guna perbaikan kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari pada tahun berikutnya.
Kendari, 10 Juli 2020 Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
Ir.Mansur, MM
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
RINGKSAN EKSKUTIF ... iv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1.LATAR BELAKANG ... 1
1.2.TUGAS DAN FUNGSI ... 1
1. Bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran ... 2
2. Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha ... 2
3. Bagian Tata Usaha ... 3
4. Kelompok Jabatan Fungsional ... 3
1.3. PERMASALAHAN ... 4
1.4. SISTEMATIKA PENYAJIAN ... 4
BAB II PERENCANAAN KINERJA ... 6
2.1. RENCANA STRATEGIS PPS KENDARI 2020-2024 ... 6
2.2. VISI DAN MISI PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI ... 6
2.3. TUJUAN DAN SASARAN ... 8
2.4. RENCANA KINERJA PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI TAHUN 2020 ... 10
2.5. TARGET KINERJA DAN ANGGARAN ... 10
2.6. RENCANA AKSI PENETAPAN KINERJA... 11
BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 13
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 13
3.1.1. Pendapatan Nelayanan Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, ... 14
3.1.2. Ekonomi Sektor Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari ………. 15
3.1.3. Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari ... 18
3.1.4. Tata Kelola Sumber Daya Ikan Bertanggung Jawab di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari ... 20
3.1.5. Produktivitas Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari ... 21
3.1.6. Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik diLingkungan Pelabuhan PerikananSamudera Kendari ………. 26
3.2. AKUNTABILITAS KEUANGAN ... 29
BAB IV PENUTUP ... 30
iii
DAFTAR TABEL
No Nama Tabel Hal
1. Rencana Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Tahun 2020 – 2024 ... 10
2. Komposisi Anggaran Berdasarkan Jenis Kegiatan Triwulan II Tahun 2020 ... 11
3. Rencana Aksi Penetapan Kinerja ………. 11
4. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Triwulan II Tahun 2020 ... 13
5. Capaian IKU “Nilai PNBP UPT PPS Kendari Triwulan II Tahun 2020 ... 16
8. Capaian IKU “Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari” Triwulan II Tahun 2020 ... 19
9. Capaian IKU “Jumlah Produksi Perikanan TangkapTriwulan II Tahun 2020 ... 21
9. Capaian IKU “Tingkat Operasional di UPT PPS Kendar” Triwulan II Tahun 2020 ... 23
10. Capaian IKU “Nilai kinerja anggaran lingkup PPS Kendari” Triwulan II Tahun 2020 ... 27
11. Pagu dan Realisasi Keuangan Triwulan II Tahun 2020 berdasarkan jenis belanja ... 29
iv
RINGKASAN EKSEKUTIF
Birokrasi merupakan alat utama dalam penyelenggaraan Negara dan Pemerintahan karena berfungsi untuk menerjemahkan sebagai keputusan politik kedalam berbagai kebijakan publik serta untuk menjamin pelaksanaan kebijakan tersebut secara operasional, terutama untuk memberikan pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat. Oleh karena itu, birokrasi menjadi faktor penentu keberhasilan keseluruhan agenda negara dan pemerintahan, dalam kerangka upaya merealisasi sebuah tata pemerintahan yang baik (Good Govermance).Secara umum capaian tata kelola pemerintahan yang baik seperti ditargetkan dalam RPJMN 2015 – 2019, menunjukan perkembangan yang baik, meskipun beberapa indikator masih memerlukan kerja keras dan perhatian tidak hanya dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap khususnya Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari, namun juga komitmen, keterlibatan seluruh pihak terkait dalam mewujudkan akuntabilitasnya. Sedangkan Tingkat Capaian kinerja sasaran Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sesuai dengan penetapan Kinerja Triwulan II Tahun 2020 sebesar 112,99 % yang dihitung berdasarkan persentase rata – rata capaian sasaran. Dari 16 sasaran ditetapkan berdasarkan Perjanjian Kinerja, sebanyak 6 (enam) sasaran yang terukur dinyatakan “berhasil” dan 10 (sepuluh) sasaran dinyatakan belum terukur. Sasaran dinyatakan “berhasil” jika capaiannya > 100 % dari target yang telah ditetapkan.
Kedepan untuk mencapai Visi Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari yakni “Terwujudnya
Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkpribadin, Berlandaskan Gotong Royong” harus lebih
ditingkatkan dan diperlukan koordinasi dan kerjasama dalam berbagai pihak, baik pusat maupun daerah, karena pada hakekatnya berbagai target hanya dapat dicapai dengan melibatkan segenap jajaran yang memiliki komitmen tinggi dalam mewujudkan pencapaian Visi dan Misi, sehingga pelayanan masyarakat akan benar – benar dirasakan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan bersama.
Untuk mendukung capaian kinerja Triwulan II tahun 2020 telah dikeluarkan dana sebesar Rp.
4.756.693.143 atau 21,06% dari Pagu sebesar Rp. 22.589.739.000. Bagaimanapun juga sesuai dengan intruksi Presiden RI bahwa penyerapan Anggaran setiap instansi pemerintah harus lebih optimal, jika perlu harus mendekati angka 98 %, hal itu artinya bahwa anggaran yang mampu diserap pada akhirnya akan bergulir kepada masyarakat sehingga perekonomian secara nasional berkembang dengan baik dan mampu mensejahterakan masyarakat. Namun demikian, efisien penggunaan anggaran tetap harus dikedepankan, khususnya efisiensi yang berasal dari pengadaan barang/jasa, dan penghematan lainnya yang dianggap perlu dengan tidak mengurangi efektifitas organisasi dalam melaksanakan pencapaian sasaran strategis masing – masing.
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari merupakan salah satu unit pelaksana teknis di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap yang mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan dan pelayanan pemanfaatan sumber daya ikan, serta keselamatan operasional kapal perikanan. Guna mencapai tujuan pembangunan perikanan tangkap, Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari melaksanakan Program Pengembangan dan Pengelolaan Perikanan Tangkap, yang terdiri dari 5 (lima) kegiatan, sebagai berikut :
1. Pengelolaan Kapal Perikanan Dan Alat Penangkap Ikan; 2. Pengelolaan Pelabuhan Perikanan
3. Pengelolaan Perizinan dan Kenelayanan 4. Pengelolaan Sumber Daya Ikan;
5. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Teknis Lainnya Dirjen Perikanan Tangkap; Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari KKN menuju tercapainya pemerintahan yang bersih (clean governance) dan bertanggung jawab (good
governance) diperlukan pertanggung jawaban dari penyelenggara negara yang dilaporkan pada
akhir tahun anggaran dalam suatu Laporan Kinerja Instansi Pemerintah.
Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang ditindak lanjuti dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah mengatur bahwa segala pelaksanaan pembangunan oleh instansi pemerintah agar dilaporkan secara akuntabel sesuai dengan perjanjian kinerja yang ditetapkan meliputi : pertanggung jawaban penggunaan anggaran, keberhasilan yang dihasilkan, kegagalan pelaksanaan serta permasalahan-permasalahan yang dihadapi yang disertai dengan tindak lanjut pelaksanaan di tahun mendatang. Tujuan dari pelaporan kinerja ini yakni : (1) untuk memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi mandat atas kinerja yang telah dan seharusnya tercapai, (2) sebagai upaya perbaikan berkesinambungan bagi instansi pemerintah untuk meningkatkan kinerjanya. Wujud pelaporan kinerja dimaksud adalah Laporan Kinerja.
Berkaitan dengan hal tersebut, Laporan Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Tahun 2020 disusun untuk mengukur pencapaian indikator kinerja sesuai dengan Perjanjian Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Tahun 2020 dalam mewujudkan misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Laporan Kinerja ini adalah salah satu bentuk media pertanggung jawaban kinerja sesuai dengan perjanjian kinerja dan anggaran yang telah dialokasikan terhadap kegiatan yang telah direncanakan dan dilaksanakan sehingga prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab (good governance) bisa diwujudkan.
1.2. TUGAS DAN FUNGSI
Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20/PERMEN-KP/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan, Tugas Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari adalah melaksanakan pengelolaan dan pelayanan pemanfaatan sumberdaya ikan serta keselamatan operasional kapal perikanan. Dalam melaksanakan tugas tersebut Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari menyelenggarakan fungsinya :
1. Penyusunan rencana program dan anggaran, pemantauan dan evaluasi pelabuhan
perikanan;
2. Pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan dan keberadaan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan;
2 3. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan dan Keberangkatan
Kapal Perikanan;
4. Pelaksanaan pemeriksaan LogBook;
5. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar; 6. Pelaksanaan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan;
7. Pelaksanaan pengawasan pengisian bahan bakar;
8. Pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pendayagunaan dan
pengawasan serta pengendalian sarana dan prasarana;
9. Pelaksanaan fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu serta pengolahan, pemasaran dan distribusi hasil perikanan;
10. Pelayanan jasa, pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha; 11. Pelaksanaan pengumpulan data, informasi dan publikasi;
12. Pelaksanaan bimbingan teknis dan penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB);
13. Pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan;
14. Pelaksanaan pengendalian lingkungan dipelabuhan perikanan; 15. Pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
Sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut, struktur Organisasi Perikanan Samudera Kendari terdiri atas Kepala Pelabuhan (Eselon II), 3 (Tiga) orang Pejabat Eselon III dengan 6 (Enam) unit kerja Eselon IV dan Kelompok Jabatan Fungsional, yaitu:
1. Bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran
Dipimpin oleh Kepala Bidang dengan tugas pekerjaan membidangi Seksi Kesyahbandaran dan Seksi Operasional Pelabuhan. Dalam melaksanakan tugas, bidang Operasional Pelabuhan dan Kesyahbandaran melaksanakan fungsi :
a. Pelaksanaan pengaturan keberangkatan, kedatangan dan keberadaan kapal perikanan di Pelabuhan Perikanan;
b. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan dan Keberangkatan Kapal Perikanan;
c. Pelaksanaan pemeriksaan Log Book;
d. Pelaksanaan pelayanan penerbitan Surat Persetujuan Berlayar; e. Pelaksanaan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan; f. Pelaksanaan pengawasan pengisian bahan bakar;
g. Pelaksanaan pengumpulan data, informasi, dan publikasi;
h. Pelaksanaan penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB); i. Pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan; dan
j. Pelaksanaan bimbingan teknis operasional pelabuhan, kesyahbandaran, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pelayanan usaha.
2. Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha
Dipimpin oleh Kepala Bidang dengan tugas pekerjaan membidangi seksi Tata Kelola Sarana Prasarana dan Seksi Pelayanan Usaha. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Tata Kelola dan Pelayanan Usaha menyelenggarakan fungsi :
a. Pelaksanaan pembangunan, pengembangan, pemeliharaan, pengawasan, dan pengendalian, serta pendayagunaan sarana dan prasarana;
b. Pelaksanaan fasilitasi penyuluhan, pengawasan dan pengendalian sumber daya ikan, perkarantinaan ikan, publikasi hasil penelitian, pemantauan wilayah pesisir, wisata bahari, pembinaan mutu, pengolahan, dan pemasaran, serta distribusi hasil perikanan; c. Pelayanan jasa, pemanfaatan lahan dan fasilitas usaha;dan
3
3. Bagian Tata Usaha
Dipimpin oleh Kabag TU dengan tugas pekerjaan membidangi Sub Bagian Umum dan Sub Bagian Keuangan. Dalam melaksanakan tugas, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi :
a. Pelaksanaan penyusunan rencana, program dan anggaran; b. Pelaksanaan administrasi kepegawaian, keuangan, umum; c. Pengelolaan Barang Milik Negara;
d. Pelaksanaan pengendalian lingkungan;
e. Pelaksanaan pelayanan masyarakat perikanan; f. Pelaksanaan urusan rumah tangga;dan
g. Pelaksanaan pemantauan, evaluasi, dan pelaporan Pelabuhan Perikanan.
4. Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional dilingkungan Pelabuhan Perikanan mempunyai tugas melaksanakan kegiatan operasional kepelabuhanan serta kegiatan lainyang sesuai dengan tugas masing-masing jabatan fungsional berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Jabatan Fungsional pada Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari terdiri dari Jabatan Pengawas Perikanan Bidang Mutu Hasil Perikanan dan Pengawas Perikanan Bidang Penangkapan Ikan.
Struktur organisasi Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 20/PERMEN-KP/ 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Pelabuhan Perikanan, maka struktur organisasi Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari adalah sebagai berikut :
4
1.3. PERMASALAHAN
Permasalahan yang dihadapi oleh PPS Kendari dalam rangka mendukung Program Pengelolan Perikanan Tangkap antara lain masalah sarana prasarana dan kepatuhan nelayan. Sarana dan prasana yang memadai sangat berpengaruh pada pengembangan usaha perikanan tangkap. Adapun permasalahan-permasalahan tersebut antara lain :
a. Masih terdapat lahan industri yang belum dimanfaatkan.
b. Kesadaran perusahaan atas kewajibannya selaku pengguna jasa masih kurang, sehingga masih ada perusahaan yang menunggak pembayaran tagihan jasa bulanan bahkan sampai dua bulan.
c. Terbatasnya suplay daya listrik untuk kegiatan industri.
d. Fasilitas fungsional dan penunjang pelabuhan sudah mengalami penurunan daya dukung akibat usia teknis ekonomis.
e. Belum terlaksananya zonasi penggunaan dermaga sesuai dengan ukuran dan kegiatan kapal karena terbatasnya dermaga dibanding jumlah kapal yang beraktifitas.
f. Kepatuhan nelayan terhadap pengisian logbook penangkapan ikan masih kurang.
g. Kepatuhan nelayan terhadap kelengkapan dokumen kapal untuk kegiatan penangkapan ikan masih kurang.
1.4. SISTEMATIKA PENYAJIAN
Penyusunan Laporan Kinerja (LKj) 2020 merupakan wujud akuntabilitas pelaksanaan tugas dan fungsi suatu unit organisasi yang transparan, dan sebagai alat kendali serta pemacu peningkatan kinerja selama kurun waktu 1 (satu) tahun yaitu pada tahun 2020. Adapun kaitan dari sistematika penyajian Laporan Kinerja (Lkj) Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari tahun 2020 sebagai berikut
1. Ikhtisar Eksekutif
Pada bagian ini disajikan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam rencana strategis serta sejauh mana instansi pemerintah mencapai tujuan dan sasaran utama tersebut serta kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaiannya. Disebutkan juga langkah-langkah atau upaya apa yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut dan langkah antisipatif untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang.
2. Bab I Pendahuluan
Pada bagian ini disajikan informasi umum tentang Laporan Kinerja yang menjadi tanggungjawab sebuah instansi pemerintah, penjelasan secara umum suatu organisasi serta bagan organisasi dan informasi tentang alur capaian kinerja yang meliputi dari perencanaan, pengukuran kinerja, pelaporan, evaluasi kinerja dan capaian kinerja selama waktu tertentu (waktu pelaporan).
3. Bab II Perencanaan Kinerja
Pada bagian ini disajikan gambaran singkat mengenai visi, misi dan rencana hasil yang akan dicapai (tujuan dan sasaran strategis, indikator kinerja dan targetnya) dalam rencana jangka menengah (RPJM/Renstra), rencana kinerja tahunan (RKT/Renja) dan penetapan kinerja (PK) pada periode tahun yang tertentu (tahun pelaporan).
4. Bab III Akuntabilitas Kinerja
Pada Bab ini memuat uraian hasil pengukuran kinerja, evaluasi kinerja, dan analisis akuntabilitas kinerja, termasuk di dalamnya menguraikan secara sistematis pembandingan data kinerja secara memadai, keberhasilan/kegagalan, hambatan/kendala, dan permasalahan yang dihadapi serta langkah-langkah antisipatif yang akan diambil. Selain itu, disajikan pula akuntabilitas keuangan dengan cara menyajikan rencana dan realisasi
5 anggaran bagi pelaksanaan tupoksi atau tugas - tugas lainnya dalam rangka mencapai sasaran/tujuan organisasi yang telah ditetapkan serta langkah-langkah peningkatan dan efisiensi.
5. Bab IV Penutup
Pada bagian ini dikemukakan kesimpulan secara umum tentang keberhasilan/ kegagalan pencapaian sasaran strategis, permasalahan dan kendala utama yang berkaitan dengan pencapaian sasaran strategis serta strategi pemecahan masalah.
6. Lampiran
Isi dari pada lampiran merupakan kumpulan dari Penetapan Kinerja, Pengukuran Kinerja yang telah di tanda tangani oleh Kepala Pelabuhan Perikanan samudera Kendari dan Jenderal Perikanan Tangkap serta Penetapan Kinerja antara Pelabuhan Perikanan samudera Kendari dengan para Kepala Bidang dan Seksi lingkup Pelabuhan Perikanan samudera Kendari.
6
BAB II
PERENCANAAN KINERJA 2.1. RENCANA STRATEGIS PPS KENDARI 2020 - 2024
Rencana Strategis merupakan dokumen perencanaan yang sistematis, menyeluruh dan berkesinambungan, merupakan rencana menentukan kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dengan pendayagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting dalam bidang perikanan untuk mencapai tujuan.
Dalam mencapai tujuan dan sasaran ditetapkan pernyataan visi, misi Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari yang merupakan perwujudan cita-cita luhur dan komitmen seluruh staf, swasta, stake holder, instansi terkait dan Pemerintah Daerah untuk menjadikan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sebagai Pusat Pengembangan Ekonomi Perikanan Terpadu.
Strategi diperlukan oleh setiap Pelabuhan Perikanan agar memiliki arah yang jelas dalam mencapai sasaran yang diinginkan. Strategi semakin dirasakan penting bagi berbagai Pelabuhan Perikanan untuk mengembangkan competitive advantage sehingga Pelabuhan Perikanan tidak hanya dapat bertahan, tetapi juga dapat memenangkan persaingan. Pada prinsipnya, setiap Pelabuhan Perikanan perlu membuat strategi, baik dari pihak keuangan, operasional, pemasaran dan SDM. Masing-masing strategi tersebut merupakan turunan dari strategi usaha Pelabuhan Perikanan agar antar bidang di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari memiliki kesamaan arah gerak untuk pencapaian efisiensi pencapaian sasaran Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari.
Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari merumuskan rencana strategi (RENSTRA) pembangunan yang tepat sesuai dengan tiga pilar strategi pembangunan nasional yakni pro-poor
strategy (pengentasan kemiskinan), pro-job strategy (penyerapan tenaga kerja), pro-growth strategy (pertumbuhan ekonomi). Ada beberapa aspek yang dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun strategi pembangunan pelabuhan perikanan yang merupakan bagian dari proses Perencanaan Strategis, yakni modal dasar yang antara lain meliputi potensi sumber daya alam, SDM, IPTEK dan peraturan perundangan.
2.2. VISI DAN MISI
Visi Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Tahun 2020-2024 adalah “Terwujudnya
Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkpribadin, Berlandaskan Gotong Royong” Berdaulat diartikan sebagai kemampuan penuh untuk mengelola dan memanfaatkan sumber
daya perikanan untuk digunakan sebesar-besarnya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat demi mewujudkan kedaulatan secara ekonomi dari kegiatan perikanan tangkap.
Mandiri diartikan sebagai keadaan untuk dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada pihak lain
dalam mengelola dan memanfaatkan sumber daya perikanan yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Berdaya saing diartikan sebagai keunggulan dan kapasitas yang dimiliki untuk menghadapi
persaingan dalam peta kompetensi global dalam pengelolaan sumber daya perikanan.
Berkelanjutan dimaksudkan sebagai upaya untuk mengelola dan melindungi sumber daya ikan
agar dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan oleh generasi saat ini maupun generasi mendatang.
Kesejahteraan diartikan bahwa pengelolaan sumber daya perikanan adalah untuk
7 Letak PPS Kendari yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara, berhadapan langsung dengan Laut Banda yang memiliki potensi sumber daya ikan ekonomis penting yang cukup besar adalah merupakan posisi strategis sebagai zona inti kawasan penangkapan dengan fokus pengembangan menjadikan PPS Kendari pusat Tuna, Cakalang, layang dan Gurita di Sulawesi Tenggara.
Di dalam kawasan pelabuhan tumbuh berbagai aktifitas industri hulu sampai hilir (pra produksi, produksi, pasca produksi, pengolahan dan pemasaran) maupun ketersediaan fasilitas kesehatan, pemukiman serta fasilitas umum lainnya yang saling berintegrasi dan mendukung sehingga pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan setiap unsur yang terlibat di dalamnya atau masyarakat kelautan dan perikanan.
1. Misi
Dalam rangka mewujudkan Visi yang telah ditetapkan, dengan memperhatikan tugas dan fungsi Pelabuhan Perikanan serta peluang perubahan sesuai dengan tuntutan perkembangan lingkungan stratejik, maka Misi yang diemban Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari adalah :
a. Mendorong dan mengoptimalkan peningkatan investasi serta fasilitasi produksi, pengolahan, distibusi hasil perikanan dan pengendalian pemanfaatan sumber daya ikan secara berkelanjutan untuk kelestariannya.
b. Peningkatan kualitas pelayanan dan informasi perikaan sesuai kebutuhan masyarakat
nelayan dan pengguna jasa pelabuhan.
c. Meningkatkan daya saing usaha perikanan tangkap di PPS Kendari;
d. Menjadikan pelabuhan perikanan sebagai kawasan yang aman, tertib, bersih, higienis, indah serta menerapkan kaidah-kaidah keselamatan dan kesehatan kerja melalui program K5 serta menciptakan iklim usaha yang kondusif dalam rangka mewujudkan kemandirian pengelolaan dan pemanfaatan SDI.
e. Meningkatkan kualitas SDM yang profesional berbasis IPTEK.
f. Mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat nelayan di PPS Kendari.
Penjelasan Misi :
Operasional suatu pelabuhan perikanan memerlukan peran serta pihak swasta untuk berinvestasi dan beraktivitas dalam kawasan pelabuhan dalam rangka peningkatan produksi, pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Guna mendorong peran serta pihak swasta, maka hal-hal yang harus diperhatikan adalah :
Menciptakan suasana kondusif dalam mendukung aktifitas pihak swasta dan pihak terkait lainnya dari hulu sampai ke hilir;
Tersedianya suplay logistik dan bahan alat perikanan seperti es, air, air bersih, BBM, sembako dan perlengkapan penangkapan ikan dalam kategori lima tepat yaitu tepat harga, tepat jumlah, tepat mutu dan tepat jenis.
Tersedianya fasilitas bongkar muat yang memadai dan sesuai standar; Tersedianya lahan industri yang siap pakai;
Tersedianya fasilitas pengujian mutu dan fasilitas lain yang dibutuhkan oleh pengguna jasa. Sumber daya ikan merupakan sumber daya yang dapat diperbaharui, akan tetapi kalau dieksploitasi secara terus menerus dan tidak memperhatikan kaidah penangkapan bertanggung jawab, maka akan merusak kelestariannya. Beberapa kegiatan yang dapat mendukung pencegahan IUU Fishing, antara lain :
Secara intensif dan berkesinambungan mensosialisasikan semua aturan terkait dengan kegiatan IUU Fishing. Sehingga diharapkan akan meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kelestarian SDKP.
8 Pemberdayaan masyarakat pesisir melalui berbagai program kegitan dalam rangka
peningkatan taraf hidup dan kesadaran pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab. Untuk efisiensi dan efektivitas pelayanan terhadap pengguna jasa di pelabuhan perikanan, penerapan pelayanan terpadu satu atap satu pintu perlu dilakukan. Hal ini dimaksudkan untuk mendorong terciptanya pelayanan prima terhadap pengguna jasa di pelabuhan. Untuk itu beberapa fasilitas yang masih harus dilengkapi di Pelabuhan Perikanan Samudera adalah :
Tersedianya fasilitas pokok, fungsional dan penunjang dalam jumlah dan kapasitas yang memadai;
Tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mewujudkan pelayanan yang baik kepada pengguna jasa di pelabuhan;
Tersedianya fasilitas pelayanan terpadu satu atap satu pintu untuk mendukung efektivitas dan efisiensi pelayanan dari berbagai instansi terkait.
Pengembangan dan penyempurnaan aplikasi teknologi informasi seperti Aplikasi PIPP, Aplikasi SISKA, Aplikasi Penggunaan Lahan serta teknologi informasi lain yang dapat menunjang pelaksanaan tugas dan fungsi pelabuhan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Publikasi data dan informasi data kepada seluruh segmen masyarakat dan instansi terkait melalui media massa baik cetak maupun elektronik;
Hal yang tak kalah pentingnya di pelabuhan adalah terciptanya rasa aman dan kondusif
bagi masyarakat nelayan dan pihak swasta yang melakukan kegiatan usaha di pelabuhan perikanan, untuk itu optimalisasinya dapat dilakukan melalui penerapan kegiatan K5 di pelabuhan.
2.3. TUJUAN DAN SASARAN
Kegiatan operasional Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari mencakup berbagai aspek baik yang langsung dikelola oleh pelabuhan sendiri maupun dikelola oleh institusi/lembaga lain yang beraktifitas di dalam pelabuhan, sehingga penetapan visi tersebut dengan tujuan/harapan mampu mengoptimalkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsi pelabuhan perikanan dalam memberikan pelayanan yang bermutu, menuju sasaran yang ingin dicapai dan menjadi acuan serta memberikan inspirasi dan motivasi kerja bagi organisasi.
Secara spesifik tujuan dan sasaran yang ingin dicapai oleh Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari 5 (lima) tahun ke depan (2020-2024) adalah sebagai berikut :
a. Meningkatnya investasi swasta
Sesuai fungsinya, pelabuhan harus mampu mendorong peningkatan investasi dan kegiatan swasta di pelabuhan. Untuk itu pemerintah memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada pihak swasta dan pelaku ekonomi lainnya dalam mengembangkan potensi ekonomi perikanan daerah. Sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah :
Jumlah perusahaan 41 di tahun 2020 menjadi 46 perusahaan pada tahun 2020;
Total investasi sebesar Rp. 304.234.774.083 Milyar pada tahun 2020 menjadi Rp. 334.657.649.791 Milyar pada tahun 2024;
b. Meningkatnya Kinerja Operasional Pelabuhan
Capaian kegiatan operasional pelabuhan merupakan tingkat pendayagunaan sarana dan prasarana yang tersedia baik secara langsung maupun tidak langsung. Sasaran yang ingin dicapai 5 (lima) tahun ke depan adalah :
Peningkatan armada penangkapan ikan yang berdomisili dan berpangkalan di PPS Kendari dari 382 unit di tahun 2020 menjadi 550 unit di tahun 2024;
9 Peningkatan frekuensi kunjungan kapal dari 17.917 di tahun 2020 menjadi 19.500 pada
tahun 2024;
Meningkatnya penerapan tenaga kerja (Nelayan dan Non Nelayan) dari 6.100 pada tahun 2020 menjadi 9.878 pada tahun 2024;
Peningkatan produksi ikan dari 23.500 ton pada tahun 2020 menjadi 25.500 ton pada tahun 2024;
Peningkatan Penerimaan Bukan Pajak (PNBP) dari 6,872 Milyar pada tahun 2020 menjadi 7,260 Milyar pada tahun 2024;
Peningkatan jumlah uang beredar di pelabuhan dari 1.147.917.963.276 Trilyun pada tahun 2020 menjadi 1.377.501.555.931 Trilyun pada tahun 2019;
Sasaran strategis pembangunan Pelabuhan Samudera Kendari merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai selama lima tahun sebagai suatu output dari beberapa program yang dilaksanakan.
Maka sasaran strategis pembangunan perikanan tangkap berdasarkan tujuan yang akan dicapai
dijabarkan dalam 4 (empat) perspektif dengan masing-masing IKU sebagai berikut :
1. Stakeholder Perspective
Terdapat sasaran strategis “Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Nelayan”.
2. Customer Perspective
Terdapat sasaran strategis “Terwujudnya Pengelolaan Perikanan Tangkap yang Partisipatif, Bertanggung Jawab dan Berkelanjutan”.
3. Internal Perspective
Terdapat 3 (tiga) sasaran strategis :
a. Terselenggaranya kebijakan pembangunan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang efektif
b. Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang adil, berdaya saing dan berkelanjutan
c. Terselenggaranya pengendalian dan pengawasan perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan yang profesional dan partisipatif
4. Learning and Growth Perspective
Ada 3 (tiga) sasaran strategis yang melekat pada perspective ini, yaitu:
a. Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari yang kompeten, profesional dan berintegritas.
b. Terwujudnya birokrasi lingkup Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari yang efektif, efisien, dan berorientasi pada layanan prima.
c. Terkelolanya anggaran pengelolaan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari secara efisien dan akuntabel.
10
2.4. RENCANA KINERJA PELABUHAN PERIKANAN SAMUDERA KENDARI TAHUN 2020
Dalam mencapai sasaran strategis tahun 2020 Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai wujud Program Pengembangan dan Pengelolaan
Perikanan Tangkap dengan anggaran sebesar Rp. 22.589.739.000,-.Pagu tersebut dilaksanakan
untuk melaksanakan 5 (lima) kegiatan, sebagai berikut : 1. Pengelolaan Kapal Perikanan Dan Alat Penangkap Ikan;
2. Pengelolaan Pelabuhan Perikanan
3. Pengelolaan Perizinan dan Kenelayanan
4. Pengelolaan Sumber Daya Ikan;
5. Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Teknis Lainnya Dirjen Perikanan Tangkap;
Lima kegiatan tersebut merupakan kegiatan yang akan dilaksanakan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran strategis yang telah ditentukan. Dalam rangka mengukur realisasi dari pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut, ditetapkan Rencana Kerja Tahun 2019 yang mengacu pada Balanced Score Card (BSC). Rencana Kerja PPS Kendari Tahun 2019 dapat dilihat pada tabel 1.
2.5. TARGET KINERJA DAN ANGGARAN
Pada tabel berikut adalah target kinerja dan anggaran Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari.
Tabel 1 : Rencana Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Tahun 2020 – 2024
No SASARAN KGIATAN INDIKATOR KINERJA TARGET 2020 TARGET TW.1 TARGET TW.2 TARGET TW.3 TARGET TW.4 1 Pendapatan Nelayan Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
1 Jumlah Nelayan Yang Terfasilitasi Kredit Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nelayan)
50 - - - 50
2
Ekonomi Sektor Perikanan Tangkap Meningkat Ddi Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
2 Nilai PNBP Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Rp. Juta) 6.800 500- 1.000 - 2.300 3.000
3
Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
3 Jumlah Kapal Perikanan Yang Menerapkan Logbook Penangkapan Ikan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Unit)
300 50 65 85 100
4
Tata Kelola Sumber Daya Ikan Bertanggung Jawab di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
4 Jumlah Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang Operasional (WPP)
1 - - - 1 5 Produktivitas Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
5 Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Ton)
15.000 2.000 3.000 5.000 5.000 6 Jumlah Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
(Lokasi)
1 - - - 1
7 Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Persen) 80 80 80 80 80 8 Jumlah Awak Kapal Perikanan Yang Tersertifikasi/Terlindungi (Orang) 40 - - - 40 9 Permesinan Kapal Perikanan Yang Memenuhi Aspek Operasional
Penangkapan Ikan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Lokasi)
1 - - - 1
10 Persentase Penyampaian Informasi Perizinan Pusat - Daerah Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Persen)
100 - - - 100
6
Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Lingkungan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
11 Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (nilai)
45,10 - - - 45,10
12 Indeks Profesionalitas ASN Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Indeks) 72 - - - 72 13 Nilai PM SAKIP Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nilai) 85
11 Pada tahun 2020 anggaran PPS Kendari melalui program pengelolaan perikanan tangkap adalah sebesar Rp. 22.589.739.000,- dengan rincian untuk masing masing kegiatan adalah sebagaimana pada Tabel berikut ini.
Tabel 2. Komposisi Anggaran Berdasarkan Jenis Kegiatan Tahun 2020
No KEGIATAN PAGU
1 Pengelolaan Kapal Perikanan Dan Alat Penangkap Ikan 10.000. 000
2 Pengembangan Pembangnunan dan Pengelolaan Pelabuhan Perikanan 5.020.000.000
3 Pengelolaan Perizinan dan Kenelayan 23.000.000
4 Pengelolaan Sumber Daya Ikan 55.000.000
5 Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis lainnya Dirjen
Perikanan Tangkap
17.481.739.000
TOTAL 22.589.739.000
2.1.
RENCANA AKSI PENETAPAN KINERJA
Rencana aksi penetapan kinerja merupakan penjabaran lebih lanjut dari target – target yang telah disusun dan ditetapkan pada dokumen penetapan kinerja. Dokumen rencana aksi digunakan sebagai alat monitor secara berkala (triwulanan) terhadap pencapaian indikator output dan mengidentifikasi permasalahan yang dihadapi sehingga dapat dilakukan upaya – upaya tindak lanjut guna mengeliminir permasalahan pada triwulan berikutnya. Rencana aksi disusun hanya untuk menjabarkan IKU pada perspektif internal proses dan learning and growth sebagaimana pada Tabel berikut ini.
Tabel 3. Rencana Aksi Penetapan Kinerja
NO INDIKATOR KINERJA RENCANA AKSI
1 Jumlah Nelayan Yang Terfasilitasi Kredit Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nelayan)
1 2 3
Menyediakan pojok pendanaan
Sosialisasi kepada masyarakat nelayan terkait fasilitas kredit
Pendataan masyarakat/kelompok nelayan yang mengajukan permohonan fasilitas kredit
2 Nilai PNBP Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Rp. Juta)
4
5
Identifikasi potensi PNBP :
4. - Optimalisasi penerimaan jasa pelabuhan
- Optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana pelabuhan - Optimalisasi penerimaan jasa lainnya.
Membuat laporan analisis capaian PNBP per bulanan/triwulan/semester/tahunan 3 Jumlah Kapal Perikanan Yang Menerapkan Logbook
Penangkapan Ikan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Unit)
6 Meningkatkan koordinasi antar seksi yang terkait lingkup PPS Kendari
7 Penguatan dengan peningkatan SDM baik dari kuantitas petugas maupun kualitas data yang disampaikan oleh Nakhoda kapal
4
Jumlah Lembaga pengelolaa perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang operasional (WPP)
8 Operasioanl Lembaga Pengelola WPP 714
9 Operasional Sekertariat Regional Lembaga pengelolaan Perikanan WPP 714
5
Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Ton)
10 Mempertahankan pencatatan data nilai produksi dan menekan loss data dengan mewajibkan ikan yang didistribusi keluar pelabuhan untuk membuat surat jalan, serta optimalisasi pencatatan nilai produksi yang masuk mengunakan mobil dari luar pelabuhan
6 Jumlah Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Lokasi)
11 Rencana pengembangan fasilitas pelabuhan 12 Pemeliharaan pembangunan fasilitas pelabuhan
7
Tingkat operasional pelabuhan perikanan (%) 13 Meningkatkan koordinasi antar seksi lingkup PPS Kendari dengan memproporsikan anggaran berdasarkan indikator yang telah ditetapkan
Penguatan pendataan di lokasi pendaratan ikan dengan peningkatan SDM baik dari kuantitas petugas maupun kualitas data yang disampaikan sehingga dapat memenuhi kriteri kelas pelabuhan perikanan untuk volume hasil produksi per harinya
8 Jumlah awak kapal perikanan yang tersertifikasi/terlindungi di PPS Kendari (orang) 14 Sosialisasi Perjanjan Kerja Laut dan Sertifikasi HAM
12
NO INDIKATOR KINERJA RENCANA AKSI
9
Permesinan kapal perikanan yang memenuhi aspek operasional penangkapan ikan diPelabuhan Perikanan Samudera Kendari (lokasi)
16 Sosialisasi Permesinan kapal perikanan yang memenuhi aspek operasional penangkapan ikan
10 Persentase Penyampaian Informasi Perizinan Pusat – Daerah PPS Kendari
17 Koordinasi dalam rangka pembinaan dan integrasi sistem perizinan pusat dan daerah
Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (nilai)
18 Evaluasi Pelaksanaan pembangunan Zona Integritas yang dilakukan di PPS Kendari 11 Indeks Profesionalitas ASN lingkup DJPT (Indeks) 19 Evaluasi Penerapan Disiplin Dan Kinerja Pegawai
20 Pelaksanaan Kinerja Pejabat Fungsional Lingkup PPS Kendari 21 Penyusunan Profile SDM PPS Kendari
12 Nilai PM SAKIP Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nilai)
22 Pengelolaan Kinerja PPS Kendari 14 Nilai kinerja anggaran lingkup PPS Kendari (%) 23 Penyusunan administrasi keuangan
24 Pra Penyusunan Pelaporan Keuangan Semester I TA. 2020 Lingkup PPS Kendari 25 Pra Penyusunan Pelaporan Keuangan Semester II Ta. 2020 Lingkup PPS Kendari
13
BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 CAPAIAN KINERJA ORGANISASI
Keberhasilan pelaksanaan pembangunan perikanan tangkap tahun 2020 diukur melalui 14 Indikator Kinerja Utama (IKU) yang terbagi ke dalam 6 (enam) Sasaran Strategis yakni sebagai berikut:
1. Sasaran Strategis;Pendapatan Nelayan Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sebanyak 1 (satu) indikator
2. Sasaran Strategis; Ekonomi Sektor Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari sebanyak 1 (satu) indicator
3. Sasaran Strategis;Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari sebanyak 1 (satu) indicator
4. Sasaran Strategis; Tata Kelola Sumber Daya Ikan Bertanggung Jawab di Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari sebanyak 1 (satu) indicator
5. Sasaran Strategis; Produktivitas Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari sebanyak 6 (enam) indicator
6. Sasaran Strategis; Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Lingkungan Pelabuhan Perikanan
Samudera Kendari sebanyak 4 (empatm) indicator
Pencapaian Indikator Kinerja Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari pada triwulan II (dua) tahun 2020 dapat dilihat pada tabel 4 berikut.
Tabel 4. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari triwulan I (satu) Tahun 2020
Target dan realisasi capaian Indikator Kinerja Utama Pelabuhan Perikanan Samudera pada triwulan II (Dua) Tahun 2020
SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA UTAMA (IKU) TARGET 2020 TARGET TW II REALISASI TW II % CAPAIAN
1 Pendapatan Nelayan Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
1 Jumlah Nelayan Yang Terfasilitasi Kredit Perikanan Tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nelayan)
50 -
2 Ekonomi Sektor Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
2 Nilai PNBP Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Rp. Juta)
6,800 1.000 3.094 120
3 Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
3 Jumlah Kapal Perikanan Yang Menerapkan Logbook Penangkapan Ikan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Unit)
300 100 221 120
4 Tata Kelola Sumber Daya Ikan Bertanggung Jawab di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
4 Jumlah Lembaga Pengelola Perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang Operasional (WPP))
1
5 Produktivitas Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
5 Jumlah Produksi Perikanan Tangkap Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Ton)
15.000 5.000 7.500 120
6 Jumlah Pengembangan Fasilitas Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Lokasi)
1 7 Tingkat Operasional Pelabuhan Perikanan Samudera
Kendari (Persen)
80 80 84 120
8 Jumlah Awak Kapal Perikanan Yang
Tersertifikasi/Terlindungi (Orang) 40 9 Permesinan Kapal Perikanan Yang Memenuhi Aspek
Operasional Penangkapan Ikan Di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Lokasi)
1
10 Persentase Penyampaian Informasi Perizinan Pusat - Daerah Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Persen)
14
Ket : * Bulanan, ** Triwulan, *** Semesteran, **** Tahunan dan (k) = kumulatif
Berdasarkan tabel 3, terdapat 14 IKU dan Pada Triwulan II (dua) ada 6 IKU yang terukur dan realisasinya mencapai dan melampaui target 10 IKU belum di lakukan pengukuran karena target tahunan
3.1.1.Sasaran Strategis (SS.1): Pendapatan Nelayan Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera
Kendari
Pencapaian sasaran strategis ini diukur melalui 1 (satu) indikator yakni (1) Jumlah nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nelayan).
1. Jumlah nelayan yang terfasilitasi kredit perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (nelayan)
Dalam rangka pembangunan perikanan tangkap serta program pemberdayaan dan perlindungan nelayan dan keluarganya, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan menyelenggarakan Rangkaian Kegiatan Pengembangan Usaha Nelayan dalam bentuk Bimbingan Teknis bagi nelayan dan wanita nelayan (istri/putri nelayan), Bazar Produk Perikanan, Ekspo dan Gerai Pendanaan Usaha Nelayan, Gerai Asuransi Nelayan, Gerai Perizinan Daerah, Gerai Pendataan Awak/Nelayan serta Peresmian “Pojok Pendanaan Nelayan” di Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kendari pada 24-25 Juli 2019.
Acara yang diikuti 100 orang nelayan dan 75 orang wanita nelayan sebagai peserta ini dibuka oleh Goenaryo, A.Pi, M.Si, Plt. Direktur Perizinan dan Kenelayanan mewakili Direktur Jenderal Perikanan Tangkap. Dalam sambutannya ia mengatakan bahwa salah satu agenda prioritas pembangunan nasional yakni mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik dengan sub agenda pengembangan ekonomi maritim dan kelautan.
bahwa program pemberdayaan nelayan ini dapat menjadi alternaif baru guna meningkatkan pendapatan nelayan melalui diversifikasi usaha ekonomi produktif. “Pemberdayaan keluarga nelayan pada hakekatnya diarahkan untuk mengembangan dan mematangkan berbagai potensi yang ada pada diri mereka dan potensi alam yang ada disekitarnya.
Dalam pembangunan sektor hulu bidang perikanan tangkap, peran nelayan dan keluarganya sangat strategis sebagai pelaku usaha dalam aktifitas penangkapan ikan dan penanganan hasil tangkapan. Untuk itu peran pemerintah sangat penting dalam peningkatan fasilitasi usaha dan pengembangan alternatif mata pencaharian, perijinan usaha, perlindungan resiko aktivitas penangkapan serta sarana dan prasarana secara terintegrasi, salah satunya melalui rangkaian kegiatan ini”
Permasalahan umum terkait kenelayanan sebagai pelaku utama perikanan tangkap adalah terbatasnya akses permodalan, pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan teknologi untuk mendorong produktivitas dan meningkatkan hasil tangkapan ikan. Melalui peningkatan fasilitasi akses permodalan serta ketrampilan nelayan dan keluarganya, diharapkan dapat mendukung peningkatan kapasitas usaha yang lebih efektif dan efisien dalam meningkatkan pendapatan keluarga dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar anggota keluarga, khususnya pendidikan anak dan kesehatan seluruh anggota keluarga.
Dalam rangka diseminasi informasi produk pembiayaan bagi nelayan serta kemudahan dalam mengakses pendanaan usaha nelayan, Pelabuhan Perikanan sebagai sentra nelayan memegang
6 Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik di Lingkungan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
11 Nilai Capaian Pembangunan Zona Integritas Menuju WBK Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (nilai)
45,10
12 Indeks Profesionalitas ASN Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Indeks)
72 13 Nilai PM SAKIP Pelabuhan Perikanan Samudera
Kendari (Nilai)
85
14 Nilai IKPA Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (Nilai)
15 peranan yang sangat penting dan strategis. Pelabuhan Perikanan diharapkan dapat memfasilitasi kemudahan akses pendanaan bagi nelayan dengan menyediakan ruang konsultasi sebagai tempat sosialisasi produk-produk lembaga keuangan dan memperkenalkan produk-produk pembiayaannya. Sehubungan hal tersebut maka perlu disediakan “Pojok Pendanaan Nelayan” yang dapat dijadikan sebagai media bertemunya antara nelayan dengan Penyuluh Perikanan, Petugas KKMB, Pendamping BLU LPMUKP maupun dengan Account Officer lembaga keuangan dalam pendampingan proses pengajuan kredit.
dalam rangka meningkatkan akses dan kapasitas usaha nelayan. Melalui kegiatan sinergi fasilitasi ini diharapkan usaha nelayan makin maju dan berkembang sehingga peningkatan kesejahteraan nelayan dan keluarganya tercapai (Dit PDK DJPT)
dapat diketahui bahwa jumlah nelayan yang terfasilitasi kredit permodalan usaha perikanan tangkap di PPS Kendari sampai dengan Triwulan II Tahun 2020 adalah 111 orang nelayan baik perorangan maupun koperasi, kunjungan nelayan ke Pojok Pendanaan Nelayan yang ada di PPS Kendari yaitu untuk mengakses beberapa informasi layanan, yaitu layanan informasi, layanan konsultasi maupun layanan permohonan kredit pendanaan nelayan. Total pengajuan sebesar Rp. 19.565.000.000 (Milyar) dengan total realisasi sebesar Rp. 5.215.000.000.
Penyebab belum terealisasinya sebagian pengajuan pinjaman karena beberapa permohonan pengajuan pinjaman kredit usaha yang diajukan oleh nelayan masih dalam proses survei analisis maupun SP3 (Surat Pemberitahuan Persetujuan Pinjaman) dan sebagian lagi ada yang Reject atau permohonan ditolak karena tidak memenuhi syarat dari lembaga penyalur kredit sehingga membutuhkan proses waktu yang relatif lama.
Beberapa upaya tindak lanjut yang dapat dilakukan dalam rangka meningkatkan kunjungan dan minat nelayan dalam mengakses pendananaan nelayan adalah :
1. Meningkatkan sosialisasi akses pendanaan usaha nelayan melalui berbagai media baik cetak maupun online.
2. Meningkatkan komunikasi dengan stake holders terkait untuk mengintensifkan pelaksanaan sosialisasi akses fasilitasi layanan pendanaan nelayan.
3. Meningkatkan komunikasi dan peran pendampingan khususnya dalam mempermudah akses pendanaan nelayan kepada Lembaga Permodalan.
3.1.2.Sasaran Strategis (SS.2): Ekonomi Sektor Perikanan Tangkap Meningkat di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
Pencapaian sasaran strategis ini diukur melalui 1 (satu) indikator yakni; Nilai PNBP dari Sektor Perikanan Tangkap
1. Nilai PNBP dari Sektor Perikanan Tangkap
Indikator Nilai PNBP dari sektor Perikanan Tangkap adalah seluruh penerimaan Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari berasal dari penerimaan operasional Pelabuhan. Peningkatan PNBP dari sektor perikanan diantaranya ditentukan dari arah operasional pelabuhan perikanan samudera kendari. PNBP yang dikelola oleh PPS Kendari berupa PNBP yang berasal dari Pendapatan jasa pelabuhan, Penggunaan sarana dan prasarana, Jasa lainnya,
Target nilai PNBP dari operasional pelabuhan pada triwulan II (dua) tahun 2020 adalah sebesar Rp. 2.50 Milyar. Realisasi capaian PNBP pada triwulan II (dua) tahun 2020 sebesar Rp. 3,094,- (120%) Penerimaan terdiri dari PNBP Pendapatan Jasa Pelabuhan Rp. 814,652,841 Penggunaan sarana sebesar Rp. 245,784,341 Penerimaan Jasa Lainnya sebesar Rp 322,029,204 Dana PNBP dapat digunakan untuk menyelenggarakan kegiatan tertentu pada instansi bersangkutan dalam rangka pembiayaan operasional dana pemeliharaan dan termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia
16 Tabel 5. Capaian IKU “Nilai PNBP UPT PPS Kendari Tahun 2020
Sasaran Strategis-2 Terwujudnya pengelolaan perikanan tangkap yang partisipatif, bertanggung jawab, dan berkelanjutan
IKU-2 PNBP UPT PPS Kendari
Tahun 2019 Tahun 2020 % turun 2019-2020 Renstra PPS Kendari 2020-2024 Target Tahun 2019 Target TW.II Realisasi TW.II % Capaian TW.II Target TW.II Realisasi TW.II % Capaian TW.II Target 2020 % Realisasi thd Target Renstra 6,08 2,00 4,18 120 1 3,94 120,00 1,06% 6,800
Berdasarkan tabel di atas terlihat bahwa realisasi capaian pada Triwulan II tahun 2019 lebih tinggi dibanding realisasi capaian pada Triwulan II tahun 2020 sebesar 3,94 atau mengalami penurunan 1,06% Penerimaan PNBP pada triwulan II (dua) tahun 2020 Ada beberapa factor yang mempengaruhi rendahnya penerimaan negara bukan pajak (PNBP) pada triwulan II(dua) tahun 2020 sebagai berkut; 1. Ada beberapa bangunan pabrik es dan cold storage yang dibangun di luar kawasan PPS Kendari
efek dari kebijakan Pemda
2. Suplay air bersih ke pabrik es dan cold storage juga sangat menurun
3. Ada beberapa perusahaan industri perikanan dikawasan PPS Kendari tidak beroperasi karena karyawan di istrahatkan akibat dampak dari pandemic Covid – 19
Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai berikut: Rp. 3.094.519.106,- atau sekitar 45,03 % hal ini terjadi pada beberapa indicator penerimaan yang mengalami penurunan diantaranya :
Realisasi penerimaan dari Jasa Tambat Labuh pada bulan April, Mei juni 2020 mengalami Penurunan untuk bulan April mengalami penurunan sekitar -23 % yakni sebesar Rp. 21.459.079 dari target bulanan yang ditetapkan Rp. 27.958.333,- untuk bulan mei sekitar mengalami Penurunan -40 % , yakni sebesar Rp.16.650.609,- dari target yang ditetapkan pada bulan Juni 2020 mengalami Penurunan - 43% , yakni sebesar Rp. 15.798.476 dari target yang ditetapkan Rp. 27.958.333, hal ini disebabkan karena menurunnya aktifitas kunjungan kapal yang melakukan tambat labuh dan adanya pengaruh musim ombak di daerah fshing ground sehingga kapal yang mendaratkan ikan mengalami penurunan dari target yang ditetapkan. Realisasi penerimaan dari jasa pengadaan air bulan April 2020 mengalami kenaikan3 %, yakni
sebesar Rp. 251.932.750,- dari target yang ditetapkan Rp. 245.416.667,- hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas perusahaan dan aktifitas kapal yang mengisi perbekalan kebutuhan penggunaan air Sedangkan pada bulan Meii mengalami Penurunan - 27 %, yakni sebesar Rp. 179.851.259,- dari target yang ditetapkan hal ini disebabkan karena adanya penurunan aktifitas penggunaan jasa air dari perusahaan baik perusahaan pengolahan maupun perusahan penunjang lainnya Realisasi penerimaan dari jasa pengadaan air bulan Juni 2020 mengalami penurunan - 42 %, yakni sebesar Rp. 142.623.633,- dari target hal ini disebabkan karenamenurunnya aktifitas pelabuhan dan perusahaan serta aktifitas kapal yang melakukan pengisian perbekalan kebutuhan penggunaan air juga karena adanya perusahaan pengolahan es balok dan curah yang ada diluar pelabuhan.
Realisasi penerimaan dari jasa Pas Masuk bulan April 2020 mengalami Kenaikan 42 % , yakni sebesar Rp. 37.779.100,- dari target yang ditetapkan Rp. 26.625.000,- hal ini disebabkan karena meningkatnya kunjungan pengguna jasa baik pas masuk harian maupun langganan, sedangkan pada bulan Mei 2020 mengalami Kenaikan 16 %, yakni sebesar Rp.30.814.300,- dan penerimaan dari jasa Pas Masuk bulan Juni 2020 juga mengalami Kenaikan 43 %, yakni sebesar Rp. 37.960.331,- karena disebabkan adanya kenaikan jumlah kunjungan pengguna kesadaran pengguna jasa dalam memenuhi kewajiban pembayaran pas masuk sangat tinggi. Realisasi penerimaan dari jasa kebersihan pelabuhan bulan April 2020 mengalami
Peningkatan 25 % , yakni Rp.14.313.539,- dari target Rp. 11.440.833 hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kegiatan di pelabuhan khususnya pengepakan ikan, kebersihan kolam pelabuhan dan kebersihan bangunan tertutup bagi perusahaan/industri dalam kawasan penerimaan dari jasa kebersihan pelabuhan bulan Mei 2020 mengalami Penurunan -12 %,
17 yakni Rp. 10.118.926,- dari target sedangkan bulan Juni 2020 mengalami Kenaikan 8 % , yakni Rp. 12.337.489,- dari target hal ini disebabkan oleh meningkatnya aktivitas kegiatan bongkar muat dan kunjungan kapal di pelabuhan sehingga pengepakan ikan, kebersihan kolam pelabuhan dan kebersihan bangunan tertutup bagi perusahaan/industri dalam Kawasan serta kesadaran perusahaan dalam membayar tagihan relative tinggi.
Realisasi penerimaan dari jasa Air Limbah Bulan April 2020 mengalami Penurunan- 25 %, yakni Rp. 4.775.261,- dari target yang ditetapkan Rp. 6.334.206,- hal ini disebabkan oleh minimnya aktifitas perusahaan dalam membuang limbah cair maupun padat dalam bak pengolahan limbah khususnya industri pengolahan ikan dan perusahaan pengolahan es balok/curah, sehingga potensi penerimaan yang direncanakan mengalami penurun dari target yang ditetapkan. Sedangkan Bulan Mei 2020 juga mengalami penurunan - 62 %, yakni Rp. 2.404.017,- ini juga disebabkan oleh menurunnya aktivitas pembuangan limbah oleh industri dalam Kawasan, baik industri pengolahan ikan dan industri penunjang lainnya seta tidak semua perusahaan terkoneksi oleh jaringan IPAL yang ada di pelabuhan, sedangkan penerimaan Bulan juni 2020 mengalami Kenaikan -38 % dari target, yakni Rp. 5.462.000 dari target Rp. 8.908.333, hal ini disebabkan adanya pembayaran tungagak dari slah satu perusahaan.
Realisasi penerimaan dari jasa Air Laut Bersih bulan April 2020 mengalami Penurunan -25 %, yakni Rp. 11.659.100,- dari target Rp. 15.458.333,- hal ini disebabkan oleh menurunya aktifitas perusahaan khususnya untuk perusahaan pabrik pengolahan es balok/curah, penerimaan bulan Mei 2020 juga mengalami penurunan -52 %, yakni Rp. 7.470.200,- hal ini juga disebabkan oleh menurunnya kebutuhan penggunaan air laut bersih serta tidak semua perusahaan memanfaatkan pengolahan air SWRO yang ada. Realisasi penerimaan dari jasa Air Laut Bersih bulan Juni 2020 mengalami penurunan - 2 %, yakni Rp. 15.147.906,- hal ini juga disebabkan oleh menurunnya kebutuhan penggunaan air laut bersih khususnya untuk perusahaan/pabrik es sehingga target yang ditetapkan mengalami penurunan dan harganya yang di tetapkan masih relatif lebih murah dibandingkan air tawar bersih dan masih banyak perusahaan yang belum memanfaatkan secara optimal karena belum adanya jaringan yang belum ada.
Realisasi penerimaan dari jasa Penggunaan Kendaraan April 2020 mengalami Penurunan -36 %, yakni Rp. 600.000 dari target Rp. 937.500,-, hal ini disebabkan oleh menurunnya minat pengguna jasa pelabuhan/penyewa untuk menggunakan jasa kendaraan (Truck, Crane, Forklit), penerimaan dari jasa Penggunaan Kendaraan Mei 2020 juga mengalami penurunan - 68 %, yakni Rp. 300.000,- hal ini juga disebabkan menurunnya minat pengguna jasa pelabuhan/penyewa untuk menggunakan jasa kendaraan (Truck, Crane, Forklit) . sedangkan realisasi penerimaan dari jasa Penggunaan Kendaraan juni 2020 mengalami kenaikan 156 %, dari target Rp. 937.500,- hal ini disebabkan oleh adanya minat pengguna jasa pelabuhan/penyewa untuk menggunakan jasa kendaraan (Truck, Crane, Forklit) dan kesadaran untuk melakukan pembayaran relative tinggi.
Realisasi penerimaan dari jasa penggunaan tangki di Bulan April 2020 mengalami peningkatan 265 % yakni Rp. 5.250.000,- dari target Rp. 1.437.500,- disebabkan adanya permintaan BBM Solar Shell sehingga kapal tangker pengangkut BBM, kebutuhan penyewaan tangki penampungan pun meningkat. sedangkan Realisasi penerimaan dari jasa penggunaan tangki di Bulan Mei 2020 mengalami penurunan - 85 % yakni Rp. 217.500,- dari target Rp. 1.437.500,- disebabkan tidak adanya permintaan BBM Solar Shell sehingga kapal tangker pengangkut BBM tidak ada masuk di pelabuhan sehingga kebutuhan penyewaan tangki penampungan menurun. di Bulan juni 2020 tidak ada kapal pengangkut BBM dan menurunya permintaan BBM solar shell milik perusahaan/ industri yang ada di kawasan pelabuhan.
Realisasi penerimaan dari jasa Bengkel mengalami Kenaikan 69 %, yakni Rp. 1.690.000 dari target Rp. 1.000.000, hal ini disebabkan oleh adanya penerimaan stabil karena sifatnya
18 kontrak selama beberapa tahun. Dibandingkan bulan sebelumnya penerimaan cenderung stabil atau sama.
Pada bulan ini tidak ada penerimaan jasa pengembangan Hal ini disebabkan pada bulan ini tidak ada perusahaan baru yang ingin menanamkan investasinya di pelabuhan sedangkan sebelumnya ada perusahaan yang telah jatuh tempo dalam sewa tanah di lingkup pelabuhan begitu juga di bulan mei 2020 mengalami hal yang sama sementara di bulan juni 2020 mengalami Kenaikan 396 % disebabkan adanya salah satu perusahaan milik PLN telah melaukan penyelesaian pembayaran tungakan . sedangkan Dibandingkan bulan sebelumnya tidak ada penerimaan yang disebabkan berkurangnya perusahaan yang melakukan pembayaran jasa pengembangan tanah.
Realisasi penerimaan jasa pemeliharaan sewa tanah pada bulan apri tahun 2020 tidak ada penerimaan sebab tidak ada sewa tanah yang jatuh tempodan perusahaan baru sedangkan. Realisasi penerimaan dari jasa pemeliharaan Tanah dan Bangunan Mei 2020 mengalami penurunan - 33 %, yakni Rp. 13.950.000,- dari target Rp. 20.875.000,- hal ini disebabkan oleh menurunnya tingkat kesadaran pengguna jasa terkait kepatuhan pembayaran penerimaan jasa pemeliharaan Tanah dan Bangunan, sehingga target yang ingin dicapai tidak dapat terealisasi secara maksimal. Sedangkan penerimaan jasa pemeliharaan Tanah dan Bangunan bulan Juni 2020 mengalami Kenaikan 347 %, yakni Rp. 93.333.560,- dari target Rp. 20.875.000,-, hal ini disebabkan oleh meningkatnya tingkat kesadaran pengguna jasa terkait kepatuhan pembayaran penerimaan jasa pemeliharaan Tanah dan Bangunan oleh salah satu perusahaan, sehingga target yang ingin dicapai dapat terealisasi secara baik.
Tidak ada realisasi penerimaan jasa sewa Mess Ber AC maupun tanpa AC di triwulan II 2020 ini desebabkan tidak ada pengguna jasa yang melakukan penyewaan ini disebabkan oleh mahalnya tarif yang di tetapkan jika di bandingkan dengan tarif di luar kawasan pelabuhan. Realisasi penerimaan dari jasa pemakaian listrik April 2020 mengalami penurunan -44 %, yakni
Rp. 90.939.330,- dari target Rp. 166.707.380,- hal ini disebabkan oleh menurunnya penggunaan listrik dan menurunya aktifitas perusahaan sehingga realisasi tidak memenuhi target yang ditetapkan. Sedangkan penerimaan dari jasa pemakaian listrik bulan Mei 2020juga mengalami penurunan - 43% yakni Rp. 95.509.068,- dari target Rp.166.707.380,- hal ini juga disebabkan oleh menurunnya aktifitas pelabuhan dan menurunnya penggunaan daya listrik serta menurunya tingkat kepatuhan dalam pembayaran penerimaan jasa penggunaan listrik, sehingga target yang ingin dicapai tidak dapat terealisasi secara maksimal. Serta Realisasi penerimaan dari jasa pemakaian listrik Juni 2020 juga mengalami penurunan - 35% yakni jumlah penerimaan Rp. 107.606.883,- dari target hal ini disebabkan oleh menurunnya aktifitas di lingkup perusahaan sehingga penggunan daya listrik dan tingkat kepatuhan pengguna jasa terkait pembayaran penerimaan jasa penggunaan listrikmengalami penurunan sehingga target yang ingin dicapai tidak terealisasi secara maksimal.
Realisasi penerimaan dari jasa eksploitasi listrik April 2020 juga mengalami cenderung penurunan - 48 %, yakni Rp. 8.635.085,- dari target Rp. 16.666.748,- hal ini disebabkan oleh menurunya aktifitas perusahaan dan tingkat kesadaran pengguna jasa terkait kepatuhan pembayaran penerimaan jasa eksploitasi listrik menurun, sehingga target yang ingin dicapai tidak dapat terealisasi secara maksimal. Dibanding bulan sebelumnya juga mengalami penurunan -44 %
3.1.3.Sasaran Strategis (SS.3): Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
Pada Sasaran Strategis terdapat 1 (satu) indikator yang mendukung pada sasaran strategis ini merupakan indikator Pelabuhan sendiri Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah sebagai berikut;
2. Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan
19 Berdasarkan KEPMEN KELAUTAN DAN PERIKANAN NOMOR : KEP. 03/MEN/2002, bahwa sumberdaya ikan pada hakekatnya merupakan modal dasar pembangunan perikanan, untuk itu harus dikelola secara bertanggung jawab dengan tetap melindungi kelestarian sumberdaya ikan dan lingkungannya. untuk itu perlu adanya pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaandan pemanfatan sumberdaya ikan melalui Log Book Penangkapan dan Pengangkutan Ikan, yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri.
Log Book Penangkapan dan Pengangkutan Ikan yang selanjutnya disebut LBP adalah lembar isian yang berisi data, informasi dan fakta mengenai aktifitas kapal penangkapan dan pengangkutan ikan dalam melakukan operasional kegiatannya
Salah satu isu penting saat ini yang selalu disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan adalah “Pengelolaan Perikanan Yang Berkelanjutan sebagai pilar utama dalam mewujudkan visi KKP yaitu sektor kelautan dan perikanan Indonesia yang mandiri, maju, kuat dan berbasis kepentingan nasional yang berlandaskan pada Kedaulatan (Sovereignty), Keberlanjutan (Sustainability) dan Kesejahteraan (Prosperity)” yang salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan pemberantasan Illegal Unreported Unregulated Fishing (IUUF).
Pengelolaan Perikanan yang berkelanjutan seperti yang selalu disampaikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan melalui pelaporan data dan informasi yang akurat dan sangat penting sebagai komponen dasar/awal untuk penyusunan kebijakan pengelolaan perikanan, salah satunya melalui Logbook Penangkapan Ikan. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No.48 tahun 2014 tentang logbook penangkapan ikan, definisi logbook adalah laporan harian tertulis nakhoda mengenai kegiatan perikanan dan operasional harian kapal penangkap ikan, sehingga informasi yang didapat merupakan kondisi yang sebenarnya langsung dari nelayan.
Logbook penangkapan ikan juga menjadi salah satu syarat untuk aspek kepatuhan Indonesia sebagai anggota RFMO, sebagaimana tertuang dalam aturan (CMM) RFMO IOTC Resolusi IOTC 15/01, 15/02, 15/08 dan resolusi IOTC lainnya terkait ecological related species (ERS) seperti penyu, hiu, dan hewan-hewan dilindungi lainnya.
Pelaksanaan penerapan data logbook penangkapan ikan saat ini dilakukan melalui 2 (dua) cara yakni: i) melalui pengisian logbook penangkapan ikan melalui pengisian formulir LBPI berupa kertas; dan ii) melalui sistem informasi logbook penangkapan ikan (SILOPI), mulai dari proses pengisian data (data entry), verifikasi, validasi data, analisis data dan pengambilan kesimpulan.
Data logbook penangkapan ikan memiliki nilai urgensi yang tinggi dalam mekanisme pengelolaan sumber daya ikan. Data logbook penangkapan ikan ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang lebih rinci dan terkini terhadap tingkat pemanfaatan sumber daya ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP).
Dalam rangka koordinasi pelaksanaan logbook, evaluasi pelaksanaan logbook di pelabuhan perikanan, menyampaikan hasil pengumpulan dan verifikasi data Log Book Penangkapan melalui SILOPI dan menggunakan input data secara Elektronik Logbook Penangkapan Ikan, serta menyampaikan inventarisasi isu dan permasalahan dalam rangka perbaikan program logbook penangkapan ikan di setiap pelabuhan perikanan UPT Pelabuhan Perikanan lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap. Sehingga diharapkan dengan adanya dukungan Data Log Book yang dikumpulkan dan diverifikasi oleh Pelabuhan Perikanan dapat menjadi rencana tindaklanjut berupa Pengolahan dan Analisis Data Logbook Penangkapan Ikan yang dapat mengeluarkan Rekomendasi Kebijakan Log Book Penangkapan Ikan di 11 WPPNRI.
20 Tabel 6. Capaian IKU “Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di Pelabuhan
Perikanan Samudera Kendari (unit)” Tahun 2020
Sasaran Strategis-3 Sumber Daya Ikan Berkelanjutan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
IKU-3 Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di
Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari (unit)
Tahun 2019 Tahun 2020 % Kenaikan 2019-2020 TW.II Renstra PPS Kendari 2020-2024 Target Tahun 2019 Target TW.II Realisasi TW.II % Capaian TW.II Target TW.II Realisasi TW.II % Capaian TW.II Target 2020 % Realisasi thd Target Renstra - - = - 100 221 120 120 300
Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa target dan realisasi capaian triwulan II tahun 2020 melampaui dari target atau naik 120% dan indicator tersebut sebagai IKU baru pada tahun 2019 IKU Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari tidak ada sehingga tidak ada data untuk membandingkan nilai realisasi capaian
Indikator Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Pada triwulan II (dua) dengan Realisasi berjumlah 221 Unit kapal atau dengan Capaian 120% dari Target 100 Unit kapal yang menerapkan Logbook Penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari dengan rincian sebagai berikut; April sebanyak 4 Unit Kapal Perikanan yang menerapkan Log Book Penangkpan Ikan, Mei sebanyak 9 Unit Kapal Perikanan yang menerapkan Log Book Penangkpan Ikan sedangkan pada bulan Juni sebanyak 5 Unit Kapal Perikanan yang menerapkan Log Book Penangkpan Ikan
Jumlah Kapal Perikanan yang menerapkan LogBook penangkapan ikan sebanyak 18 unit kapal , telah terealisasi melebihi target sebanyak 65 kapal (64,82 %) .
Penyebab Keberhasilan Indikator Kinerja Jumlah kapal perikanan yang menerapkan logbook
penangkapan ikan di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari Pada triwulan II (dua) sampai melebihi dari target karena tidak terlepas kerja sama petugas, himbauan kepada Nakhoda, pemilik kapal dan di karenakan juga banyak kapal yang beroperasi melakukan aktifitas penangkapan ikan.
Di harapkan upaya tindak lanjut yang dilakukan agar realisasi tetap tercapai dari target adalah sebagai
berikut:
- Meningkatkan koordinasi antar seksi yang terkait lingkup PPS Kendari;
- Penguatan pendataan dan pemeriksaan kapal perikanan yang menerapkan Log Book Penangkapan ikan di PPS Kendari
- Penguatan dengan peningkatan SDM baik dari kuantitas petugas maupun kualitas data yang disampaikan oleh Nakhoda kapal
- Perlunya dukungan anggaran dan sinergitas antar seksi yang terkait;
Dan Indikator Kinerja Jumlah Kapal Perikanan yang menerapkan LogBook penangkapan ikan mendapatkan alokasi anggaran atau pagu sebesar Rp. 45.100.000 dan telah terealisasi anggaran sebesar Rp. 17.997.091 atau sebesar 71,99 % pada triwulan II (dua) tahun 2020
3.1.4.Sasaran Strategis (SS.4): Tata Kelola Sumber Daya Ikan Bertanggung Jawab di Pelabuhan Perikanan Samudera Kendari
Pada Sasaran Strategis terdapat 1 (satu) indikator yang mendukung, pada sasaran strategis ini merupakan indikator Pelabuhan sendiri Pencapaian target kinerja atas sasaran ini adalah diukur melalui 1 (satu) indikator yakni; Jumlah lembaga pengelolaa perikanan Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPPNRI) yang operasional (WPP) yang operasional WPP