KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN ASPEK EKONOMIS PROYEK PACKING PLANT PT. SEMEN INDONESIA DI BANJARMASIN

29 

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

KAJIAN ASPEK TEKNIS DAN ASPEK EKONOMIS

PROYEK PACKING PLANT PT. SEMEN INDONESIA

DI BANJARMASIN

DIYAH TRI SULISTYORINI - 3111.105.037

JURUSAN TEKNIK SIPIL

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA 2013

(2)

Mengantisipasi Kelangkaan Semen Di Wilayah Banjarmasin

Memudahkan Distribusi Semen Keseluruh Wilayah Pemasaran PT. Semen Indonesia

Mengimbangi Permintaan Pasar Yang Semakin Besar Di Wilayah Banjarmasin

Langkah Antisipasi Korporasi Terhadap Peningkatan Kapasitas Produksi Pabrik Semen Milik PT. Semen Indonesia

(3)

Bagaimana kelayakan

dari pembangunan

packing plant PT.

Semen Indonesia

(Persero) di

Banjarmasin tersebut

secara teknis?

Bagaimana kelayakan

dari pembangunan

packing plant PT. Semen

Indonesia (Persero) di

Banjarmasin tersebut

secara ekonomis?

(4)

Menganalisa kelayakan dari pembangunan

packing plant PT. Semen Indonesia (Persero)

di Banjarmasin secara teknis.

Menganalisa kelayakan dari pembangunan

packing plant PT. Semen Indonesia

(Persero) di Banjarmasin secara

ekonomis.

(5)

 Obyek adalah proyek packing plant PT. Semen Indonesia (Persero) di Banjarmasin-Kalimantan Selatan.

 Analisa dilakukan berdasarkan data yang didapatkan dari PT. Semen Indonesia selaku owner.

 Metode yang digunakan adalah metode saving efisiensi biaya transportasi sehingga didapatkan efisiensi

biaya transportasi secara ekonomis.

 Analisa investasi ditinjau dari 2 aspek yaitu aspek teknis & aspek ekonomis.

(6)
(7)

 Garis Sempadan Bangunan (GSB), untuk sisi depan untuk lebar jalan yang kurang dari 5 m letak garis sepadan adalah 2,5 m dihitung dari tepi jalan.

 Garis Sempadan Bangunan (GSB), untuk sisi samping kanan dan kiri minimum 1 m dari batas kavling atau atas dasar kesepakatan dengan tetangga yang saling berbatasan.

 Garis Sempadan Bangunan (GSB), untuk sisi belakang garis sepadan untuk bangunan gedung yang dibangun di tepi sungai apabila tidak ditetapkan lain adalah 15 m untuk bangunan gedung di tepi sungai.

 Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 60%  Koefisien Daerah Hijau (KDH) : 30%

 Koefisien Lantai Bangunan (KLB) : 800% (karena pada lahan ini diperuntukan sebagai bangunan non pemukiman).

(8)

Jenis Bangunan Kebutuhan Parkir 1 Mobil

Bangunan, Industri, Gudang, Bengkel

Luas 5000 M2 ke atas 200 M2 Brutto

Luas 5000 – 2000 M2 300 M2 Brutto

Luas 2000 M2 ke bawah Minimum 17 truk Keterangan :

Luas Lantai Brutto : termasuk WC, Gudang Tangga dan lain-lain

1 Mobil diperlukan luas parkir 25 M2

Dari seluruh luas parkir, 30 % disediakan untuk parkir sepeda motor. 1 sepeda motor = 2,1 M2

(9)

 Kondisi teknik lokasi ini meliputi keadaan curah hujan rata-rata per tahunnya, kedalaman area, kondisi topografi wilayah, kondisi lapisan tanah wilayah perairan.

 Tinjauan gelombang Pantai/ Sungai, untuk menentukan gelombang pantai termasuk didalamnya arus pantai/ sungai maka dilakukan dengan survey Hidrografi dengan menggunakan alat current meter. Dari hasil survey ini digunakan untuk menentukan besarnya gelombang yang masuk ke dalam perairan sungai.

 Tinjauan Pasang Surut Muka Air Sungai, untuk menentukan muka air terendah dan tertinggi dilakukan dengan survay Hidrografi.

 Tinjauan Karakteristik Kapal

(10)

Analisa aspek ekonomis ini dilakukan untuk

mendapatkan

saving efficiensi biaya

transport

dengan adanya pembangunan

Packing Plant atau tidak adanya pembangunan

Packing Plant

(11)

TUBAN PLANT WAREHOUSES BULK VESSEL SILOS PELSUS TUBAN PACKING PLANT IN BANJARMASIN TUBAN PLANT WAREHOUSES BAG VESSEL SILOS PELSUS TUBAN

EXISTING

PLANNING

(12)

 Pada kajian ini akan mengkaji 2 konsep yang terkait dengan kelayakan proyek dilihat dari aspek teknis dan ekonomis.

 Dari segi teknis analisa yang dilakukan yaitu analisa aksesbilitas terhadap lahan, analisa yang meliputi zoning lahan proyek, KDB (koefisien dasar bangunan), KLB (koefisien lantai bangunan), KDH (koefisien daerah hijau), luas efektif area parkir, dan analisa yang meliputi persyaratan/ kelayakan teknis wilayah perairan dermaga.

 Dari segi ekonomis analisa yang dilakukan adalah dengan

perhitungan efisiensi biaya transportasi yang

diharapkan menghasilkan saving biaya transportasi dari kondisi tidak adanya packing plant ke kondisi adanya packing plant.

(13)

VARIABEL INDIKATOR METODE/ ANALISA SUMBER DATA REFERENSI ASPEK TEKNIS - Tata Bangun terhadap Ketentuan Planologi - Aksesbilitas Lahan Proyek - Zoning Lokasi, GSB, Kebutuhan Lahan Parkir - KDH (Koefisien Daerah Hijau) - KLB (Koefisien Luas Bangunan) - KDB (Koefisien Dasar Bangunan) - Akses menuju lokasi proyek - Fungsi bangunan menurut Perda - Persyaratan Garis Sepadan Bangunan - Kebutuhan Lahan Parkir - Kelayakan sesuai ijin mendirikan bangunan menurut perda kota setempat. Dalam skala satuan prosentase

- Anlisa jalan menuju lokasi proyek

menurut studi dan kondisi lokasi - Zoning menurut

peraturan yang berlaku

- GSB menurut Perda - Luasan lahan parkir

menurut Perda - Kelayakan sesuai ijin mendirikan bangunan menurut perda kota setempat. Dalam skala satuan prosentase - Journal, perda dan literatur - Kelayakan sesuai ijin mendirikan bangunan menurut perda kota setempat. - Data Hidrografi, Bathimetri dan Topografi - Perda kota Banjarmasin - Literatur - Kondisi Teknis Perairan - Kondisi Teknis Lokasi - Gelombang Pantai/ Sungai - Tinjauan Sedimentasi - Tinjauan Pasang

surut muka air - Tinjauan Alur Pelayaran - Tinjauan Karakteristik Kapal Analisis syarat-syarat pelabuhan menurut data survey Hidrografi, Bathimetri dan Topografi. Data Hidrografi, Bathimetri dan Topografi.

(14)

VARIABEL INDIKATOR METODE/ ANALISA SUMBER DATA REFERENSI ASPEK EKONOMIS - Manfaat Ekonomi (benefit) - Manfaat akibat penghematan biaya operasional transportasi kapal

- Analisa biaya tetap (Fixed cost) melalui estimasi biaya, opini

ahli, servey kuantitas.

- Analisa biaya tidak tetap (Variable cost) melalui estimasi biaya,

opini ahli, servey kuantitas. - Journal, peraturan dishub dan literatur - Analisa kelayakan pengembangan pelabuhan

(15)

Latar Belakang Data Sekunder Studi Literatur Pengumpulan Data Data Primer Rumusan Masalah Analisis Kelayakan Investasi Analisis Kelayakan Ekonomis Analisis Kelayakan Teknik Kesimpulan saran

-Analisa Investasi Proyek -Analisa Kelayakan Proyek (Aspek Teknis dan Ekonomis)

Wawancara

Langsung Dengan Owner Proyek

- Gambar Desain Rencana - Biaya Tetap dan Variable - Literatur yang Berkaitan -Tata Bangunan Terhadap

Ketentuan Planologi - Kriteria Fasilitas dan

Pengelolaan Fasilitas Pelabuhan Identifikasi Efficiency Biaya Transport

(16)

Nama Proyek :Proyek Pembangunan Packing Plant PT. Semen Indonesia Banjarmasin

Lokasi Proyek :Jl. Ir. PM. Noor Kelurahan Kuin

Cerucuk, Kecamatan Banjarmasin Barat Pemilik Proyek :PT. Semen Indonesia (Persero)

Luas lahan proyek :29.304,39 m2

Letak dikawasan Industri Banjarmasin berdekatan dengan kawasan Pelabuhan Trisakti , PLTA Ir. P.M. Noor, lapangan penumpukan (stockpile) batubara Ir. P.M. Noor dan PLTG Trisakti.

Fasilitas Bangunan Sipil :

• Cement Silo (flat storage) 2 x 6.000 ton • Bangunan Packer

• Jembatan Timbang kapasitas 60 ton • Dermaga kapasitas 8.000 DWT

• Infrastruktur penunjang (Pos jaga, Mainoffice, Pagar, Saluran, Mainsubstation,

(17)
(18)

Garis Sepadan Bangunan

Koefisien Dasar Bangunan

Koefisien Daerah Hijau

Koefisien Lantai Bangunan Tinggi Gelombang

Arus Maksimum Zoning

(19)

Proyek ini berada di area kawasan

industri Banjarmasin. Bangunan yang

telah ada di sekitar area antara lain

Pelabuhan Trisakti , PLTA Trisakti

dan PLTG Trisakti. Sehingga pada

lahan

tersebut

dapat

digunakan

sebagai

bangunan

yang

sesuai

disyaratkan,

minimal

fungsinya

seperti bangunan yang sudah ada

disekitarnya.

(20)

GSB sisi depan yang dapat digunakan

adalah 2,5 m dihitung dari tepi jalan.

GBS proyek sejaraj 2,5 m maka GBS

layak.

GSB sisi samping kanan-kiri yang dapat

digunakan adalah minimum selebar 1 m

dari batas kavling. GBS proyek sejarak

1 m maka GBS layak

GSB sisi belakang yang dapat digunakan

adalah 15 m dari tepi sungai. GBS

proyek sejarak 30 m maka GBS layak

(21)

KDB yang disyaratkan pada perda

Banjarmasin

adalah

sebesar

60%,

sedangkan dari analisa KDB proyek

Packing Plant didapatkan KDB sebesar

36,34% maka KDB proyek Packing Plant

layak/ memenuhi persyaratan.

(22)

KDH

yang

disyaratkan

pada

perda

Banjarmasin

adalah

sebesar

30%,

sedangkan dari analisa KDH proyek

Packing Plant didapatkan KDH sebesar

65% maka KDH proyek Packing Plant

layak/ memenuhi persyaratan.

(23)

KLB

yang

disyaratkan

pada

perda

Banjarmasin

adalah

sebesar

800%,

sedangkan dari analisa KLB proyek

Packing Plant didapatkan KLB sebesar

36,34 % maka KLB proyek Packing Plant

(24)

Tinggi gelombang yang terjadi sebesar

kurang dari 1m sehingga wilayah

perairan packing plant masih aman

dari

gelombang

pantai

karena

gelombang

pantai

yang

masuk

ke

perairan packing plant ini merupakan

gelombang pantai rambatan dari laut

yang masuk ke sungai.

(25)

Arus maksimum yang terjadi di perairan

Packing plant ini berkecepatan 0,69

m/dt pada arah 162

o

. Kecepatan arus ini

masih di bawah dari kecepatan arus

maksimal yang mampu di terima kapal

agar dapat bermanuver dengan baik yaitu

3 knots = 1.5 m/dt sehingga kapal akan

dapat bermanuver dengan baik di

(26)

TUBAN PLANT WAREHOUSES BULK VESSEL SILOS PELSUS TUBAN PACKING PLANT IN BANJARMASIN TUBAN PLANT WAREHOUSES BAG VESSEL SILOS PELSUS TUBAN

EXISTING

PLANNING

(27)

I Biaya Tetap

- Biaya Labuh Rp. 25,873,900 Rp. 17,728,500

- Biaya Tambat Rp. 116,432,550 Rp. 34,570,575

- Biaya Perbekalan Rp. 94,900,000 Rp. 65,700,000

- Biaya Bongkar Muat di Dermaga Rp. 422,500,000 II Biaya Perjalanan

- Biaya Anak Buah Kapal Rp. 4,334,944,640 Rp. 941,178,240 - Biaya Pemakaian Bahan Bakar (BBM) Rp. 20,693,874,240 Rp. 7,784,640,000 - Biaya Pemakaian Pelumas Rp. 1,825,930,080 Rp. 686,880,000 III Jasa Kepelabuhan Penyebrangan

- Jasa Kapal Sandar untuk Dermaga Beton Rp. 253,500 -- Retribusi Tambat/Labuh kapal disetiap dermaga Rp. 7,605,000 -- Retribusi Bongkar Muat Barang di Dermaga Rp. 7,500,000 -IV Biaya Retribusi Sewa Perairan Pelabuhan

- Sewa Perairan Pelsus - Rp. 440,000

- Retribusi Bongkar Muat Barang di Dermaga - Rp. 8,000,000

TOTAL BIAYA:

I Biaya Tetap Rp. 659,706,450 Rp. 117,999,075

II Biaya Perjalanan Rp. 26,854,748,960 Rp. 9,412,698,240 III Jasa Kepelabuhan Penyebrangan Rp. 15,358,500 Rp. 8,440,000 Jumlah Rp. 27,529,813,910 Rp. 9,539,137,315 Selisih (Effisiensi Biaya) Rp. 17,990,676,595

No. Pembanding

(Tidak Ada Packing Plant) Kondisi Existing

(Ada Packing Plant) Kondisi Rencana

(28)

-G

aris sempadan Bangunan (GSB) dari segala sisi area Packing Plant ini layak/ memenuhi persyaratan.

K

DB, KLB, KDH yang disyaratkan pada perda Banjarmasin proyek Packing Plant ini telah layak/ memenuhi persyaratan.

K

ebutuhan Lahan Parkir untuk Proyek packing plant, Luasan lahan Parkir Packing Plant ini telah layak/ memenuhi

persyaratan.

Y

ang meliputi wilayah perairan baik itu tinggi gelombang, arus sungai, sedimentasi, karakteristik kapal dan alur

pelayaran kapal telah layak/ memenuhi persyaratan.

Berdasarkan hasil perhitungan effisiensi biaya transport antara kondisi existing danrencana didapatkan effisiensi biaya transportasi sebesar

Rp. 17.990.676.595/ thn

, dapat

disimpulkan bahwa dengan adanya Packing Plant ini akan memangkas/ menghemat biaya transport

M

enurut

P

ersyaratan

(29)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :