LAYANAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN
TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA
Drs. BUNYAMIN, M.Pd.
STUDI KASUS
PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI
SMK NEGERI 7 SEMARANG
“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang” (UUD 1945)
Permasalahan
Munculnya berita di medsos www.netralitas.com
tanggal 24 Juli 2016, jam 11.45 WIB, dengan headline :
“ INGIN NAIK KELAS, SISWA SMK N 7 SEMARANG DISURUH MASUK ISLAM “
Sekolah terus berusaha menyiapkan data-data
DATA EMPIRIK
PENDAFTARAN Data saat pendaftaran peserta didik baru, siswa
memilih agama ISLAM pada kolom pilihan agama
Kartu Keluarga yang dikumpulkan sebagai
persyaratan pendaftaran, siswa tertulis beragama Islam
Kartu Keluarga (KK) No. 3374060405100011 dan
Daftar Pribadi Siswa (DPS) tanggal 29 Oktober 2014
DATA EMPIRIK
KELAS X
Semester 1 siswa mengikuti dan menyelesaikan semua
mata pelajaran (termasuk Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam) dengan baik dan tuntas
Semester 2 siswa mengikuti dan menyelesaikan semua
mata pelajaran (termasuk Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam) dengan baik dan tuntas
Dari Rapat Pleno, nilai dinyatakan memenuhi kriteria
DATA EMPIRIK
Kelas XI
Semester 3, siswa mengikuti pelajaran dan memperoleh nilai tuntas, kecuali mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam (tidak memiliki nilai karena tidak mengikuti pelajaran)
Semester 4, siswa mengikuti pelajaran dan memperoleh nilai tuntas, kecuali mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam (tidak memiliki nilai karena tidak mengikuti pelajaran)
Pada Rapat Pleno, siswa dinyatakan belum dapat dinaikan kelas, karena belum mengikuti semua pelajaran dengan tuntas
DATA EMPIRIK
Guru mapel PAI memanggil siswa dan melakukan
pendekatan persuasif, siswa membuat pernyataan tertanggal 23 Oktober 2015 yang menyatakan bahwa siswa tidak mengikuti mapel PAI.
Wali Kelas, guru BK dan guru PAI tanggal 10
November 2015 memanggil orang tua siswa dan melakukan pendekatan serta mencari penyelesaian yang terbaik
KRONOLOGIS
Tanggal 18 Desember 2015, saat pengambilan
LHBS, guru BK berkomunikasi dengan orang tua terkait nilai kosong pada mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam
Sekolah memanggil orang tua siswa tanggal 3
Maret 2016 untuk melakukan pendakatan dan mencari solusi agar siswa mengikuti pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam
DATA EMPIRIK
Atas dasar analisa nilai raport siswa,
yang bersangkutan tidak memiliki nilai
pada mata pelajaran Agama Islam hal
ini disebabkan yang bersangkutan tidak
mengikuti pelajaran agama Islam pada
kelas XI semester 3 dan 4.
SANDARAN REGULATIF
UUD RI 1945 pasal 31 ayat 3 :
“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka
mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”
UU no 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 12 ayat 1 :
“Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak (a) mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”
SANDARAN REGULATIF
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan bagian E nomor 2 (d) :
“satuan pendidikan menentukan kriteria kenaikan
kelas”
Keputusan Kepala SMK Negeri 7 Semarang Nomor : 800/7388-D/2016, tentang Norma Penilaian dan Kriteria Kenakan Kelas Tahun Pelajaran 2015/2016 bagian II nomor 1
“Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam
RESPON EKSTERNAL
MLKI Pengurus Propinsi Jateng dan Kota Semarang
melakukan klarifikasi tentang berita yang dimuat pada website
Rabu, 27 Juli 2016 Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah hadir ke sekolah untuk melakukan klarifikasi atas kasus yang dimaksud, dan disampaikan akan dilakukan mediasi antara keluarga dengan sekolah.
MEDIASI
Jumat, 29 Juli 2016 dilakukan mediasi oleh pihak
Ombudsman di Kantor perwakilan Ombudsman Jl. Pahlawan Semarang. Pihak-pihak yang hadir dalam mediasi tersebut adalah : SMK Negeri 7 Semarang, keluarga Peserta Didik, didampingi dari yayasan
Bhineka Tunggal Ika dan Lembaga Bantuan Hukum Apik serta sejumlah wartawan
3 (tiga) permintaan siswa, yaitu :
Masih bisa sekolah di SMK Negeri 7 Semarang Bisa sekelas dengan teman-temannya (naik kelas) Tidak ada perbedaan perlakuan dari guru-guru
MEDIASI
Rabu, 03 Agustus 2016 dilakukan mediasi oleh
Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Jl. Pemuda Semarang.
Pihak-pihak yang hadir dalam proses Mediasi tersebut
adalah : Ombudsman perwakilan Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, beserta Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi Kurikulum, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dewan Pendidikan kota Semarang, Pendamping keluarga, Lembaga Bantuan Hukum APIK, Yayasan Bhineka Tunggal Ika, Sejumlah Wartawan
RANGKUMAN HASIL MEDIASI
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah
Kenaikan kelas wewenang sepenuhnya ada pada sekolah. Negara belum hadir memberikan regulasi bagi penghayat
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang
Kewenangan Negara untuk menyelesaikan
Dinas pendidikan Kota Semarang sedang meminta Fatwa
kepada kementrian terkait masalah ini
Rapat Pleno merupakan sidang tertinggi dalam kenaikan kelas SMK Negeri 7 Semarang sudah menggunakan aturan yang
RANGKUMAN HASIL MEDIASI
Dewan Pendidikan Kota Semarang
Sekolah sudah mengikuti aturan normatif yang
berlaku
Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Jateng
Syarat kenaikan kelas menyelesaikan seluruh
program pembelajaran 2 semester secara utuh
Kelompok normatif adaptif sekurang-kurangnya
RANGKUMAN HASIL MEDIASI
Berdasarkan regulasi – regulasi yang disampaikan
disimpulkan bahwa : ada 2 permintaan Peserta didik yang bisa dipenuhi, sedangkan untuk naik dan tidaknya adalah kewenangan sekolah. Dan SMK Negeri 7 Semarang telah bertindak sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada
TINDAK LANJUT
Senin, 29 Agustus 2016, perwakilan SMK
Negeri
7
Semarang
menghadap
Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah untuk
mempertanyakan
surat
penghentian
mediasi, untuk keperluan memanggil siswa
agar segera masuk sekolah, tetapi pihak
Ombudsman menginformasikan jika status
permasalahan
masih
dalam
status
Observasi
WALIKOTA
Selasa, 30 Agustus 2016 SMK Negeri 7
diundang oleh bapak Walikota. Yang
hadir dalam pertemuan tersebut adalah
SMK Negeri 7 Semarang, Kepala Dinas
Pendidikan Kota semarang beserta
Sekretaris, Kemenag Kota Semarang dan
pendamping keluarga peserta didik.
TANGGAPAN
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa
Bapak Walikota bahwa segera :
mencari solusi agar sekolah melaksanakan
evaluasi akhir untuk mengisi nilai kosong.
meminta negara harus hadir pada pelayanan
pendidikan yang belum dapat mengakomodasi
keperluan peserta didik tertentu
menugaskan Kepala Dinas Pendidikan untuk
memberikan rekomendasi sebagai penguat
dalam penyelesaian masalah tersebut.
TANGGAPAN
Dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang : Peserta didik tersebut dititipkan di kelas XII
menunggu peralihan dokumen perpindahan agama ke aliran kepercayaan.
Memberikan instruksi agar sekolah study banding
ke sekolah yang pernah memiliki siswa ber kepercayaan
Orang tua diminta untuk mengganti dokumen
perpindahan agama ke penghayat kepercayaan melalui perubahan Daftar Pribadi Siswa (DPS).
TANGGAPAN
Hari Selasa, tanggal 31 Agustus 2016, berdasar
surat dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, yang ditujukan kepada Walikota Semarang, Perihal : Pelayanan Pendidikan Bagi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan SMK Negeri 7 Semarang mengirimkan laporan ke 2 (dua) masalah Zulfa ke Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan nomor : 421/8599/2016.
TINDAK LANJUT
Tanggal 31 Agustus 2016, siswa
berangkat ke sekolah dan masuk di kelas
XII
Sekolah mengirimkan surat ke Dinas
Pendidikan Kota Semarang perihal
Permohonan
Guru
Kepercayaan
Terhadap Tuhan YME
TINDAK LANJUT
Surat
Kepala
Dinas
nomor
4516/6960, tanggal 13 September
2016,
perihal
Pelayanan
Pendidikan
bagi
Penghayat
Kepercayaan terhadap Tuhan YME
Siswa agar dapat naik ke kelas XII dengan syarat
mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang dalam hal ini Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME diberikan secara bersamaan untuk kelas XI dan kelas XII oleh guru yang kompeten untuk itu sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Apabila Hasil Evaluasi Belajar dinyatakan lulus
sesuai dengan ketentuan yang ada maka peserta didik tersebut dapat naik ke kelas XII, dan sebaliknya,
Apabila Hasil Evaluasi Belajar dinyatakan tidak
lulus sesuai ketentuan yang ada, maka peserta didik tersebut tidak dapat naik kelas (kembali ke kelas XI) Surat Kepala Dinas
Dalam hal layanan pendidikan ini, SMK Negeri
7 dapat bekerjasama dengan Organisasi
Penghayat Kepecayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa yang telah terdaftar sesuai
peraturan per-UU-an dan mempedomani
Permendikbud No.27 Tahun 2016 tentang
Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap
Tuhan Yang Maha Esa pada Satuan Pendidikan
Fasilitasi Dinas Pendidikan terkait dengan Percepatan penyusunan Kurikulum
Tanggal 8 September 2016, pertemuan
MLKI (Provinsi dan Kota), dinas
pendidikan, dan SMK 7 mendengarkan
paparan MLKI tentang persiapan
penyusunan
kurikulum
Penghayat
kepercayaan Thd Tuhan Yang Maha Esa.
Perkembangan Penyusunan Kurikulum
KI dan KD sudah disusun Dirjen Kebudayaan
Kemendikbud melalui direktorat Kepercayaan
terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Nilai Tradisi (Proses – Kurikulum) diusulkan untuk mendapatkan Pengesahan dari Mendikbud.
Telah berlangsung pelatihan asesor dan penyuluh
Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di hotel Horison Semarang oleh BNSP atas prakarsa Kemendikbud melalui Direktorat Kepercayaan thd Tuhan Yang Maha Esa.
FASILITASI SEKOLAH
Hari Kamis, 15 September 2016, Berdasarkan surat
dari Dinas Pendidikan Kota Semarang nomor : 4516/6960 tanggal 13 September 2016 tentang Pelayanan Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa An. Zulfa Nur Rohman, maka SMK Negeri 7 Semarang membuat Surat Edaran untuk seluruh guru, dengan nomor : 421/8684/2016 tentang Pelayanan Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME An. Zulfa Nur Rohman, dengan inti edaran sebagaimana isi dari surat dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.
FASILITASI MLKI
Hari Senin , tanggal 3 Oktober 2016 SMK Negeri
7 Menerima Surat Tugas dari MLKI kepada Dinas Pendidikan kota, nomor : 01/10/MLKI/2016, yang menugaskan : Bapak Sumarwanto beserta tim
(Bapak Suwahyo dan Bapak Adiyono, BA) untuk
mengajar materi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kepada Zulfa Nur Rohman. Sekaligus berkoordinasi antara Tim MLKI dan SMK Negeri 7 Semarang.
FASILITASI SEMUA FIHAK
Hari Rabu, tanggal 5 Oktober 2016 siswa mulai
belajar penghayat kepercayaan yang diajar oleh guru dari MLKI, bertempat di Ruang BK.
Kunjungan Bapak Dirjen Kebudayaan unt memantau
pelaksanaan pembelajaran di SMKN 7 Semarang
Sampai sekarang pembelajaran tetap berlangsung
sesuai jadwal setiap hari Rabu dan Jumat di Ruang Bimbingan Konseling
Tatap muka yang telah dilaksanakan kelas XI
IRIAN JAYA MALUKU E.NUSA TENGGARA W.NUSA TENGGARA BALI E.JAVA C.JAVA DI YOGYAKARTA C.SULAWESI JAMBI RIAU PAPUA S.KALIMANTAN S.SULAWESI W.JAVA LAMPUNG N.SUMATRA