• Tidak ada hasil yang ditemukan

Drs. BUNYAMIN, M.Pd. KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Drs. BUNYAMIN, M.Pd. KEPALA DINAS PENDIDIKAN KOTA SEMARANG"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

LAYANAN PENGHAYAT KEPERCAYAAN

TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA

Drs. BUNYAMIN, M.Pd.

(2)

STUDI KASUS

PERMASALAHAN PESERTA DIDIK DI

SMK NEGERI 7 SEMARANG

(3)

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang” (UUD 1945)

(4)

Permasalahan

 Munculnya berita di medsos www.netralitas.com

tanggal 24 Juli 2016, jam 11.45 WIB, dengan headline :

“ INGIN NAIK KELAS, SISWA SMK N 7 SEMARANG DISURUH MASUK ISLAM “

 Sekolah terus berusaha menyiapkan data-data

(5)

DATA EMPIRIK

PENDAFTARAN

 Data saat pendaftaran peserta didik baru, siswa

memilih agama ISLAM pada kolom pilihan agama

 Kartu Keluarga yang dikumpulkan sebagai

persyaratan pendaftaran, siswa tertulis beragama Islam

 Kartu Keluarga (KK) No. 3374060405100011 dan

Daftar Pribadi Siswa (DPS) tanggal 29 Oktober 2014

(6)

DATA EMPIRIK

KELAS X

 Semester 1 siswa mengikuti dan menyelesaikan semua

mata pelajaran (termasuk Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam) dengan baik dan tuntas

 Semester 2 siswa mengikuti dan menyelesaikan semua

mata pelajaran (termasuk Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam) dengan baik dan tuntas

 Dari Rapat Pleno, nilai dinyatakan memenuhi kriteria

(7)

DATA EMPIRIK

Kelas XI

Semester 3, siswa mengikuti pelajaran dan memperoleh nilai tuntas, kecuali mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam (tidak memiliki nilai karena tidak mengikuti pelajaran)

Semester 4, siswa mengikuti pelajaran dan memperoleh nilai tuntas, kecuali mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam (tidak memiliki nilai karena tidak mengikuti pelajaran)

Pada Rapat Pleno, siswa dinyatakan belum dapat dinaikan kelas, karena belum mengikuti semua pelajaran dengan tuntas

(8)

DATA EMPIRIK

 Guru mapel PAI memanggil siswa dan melakukan

pendekatan persuasif, siswa membuat pernyataan tertanggal 23 Oktober 2015 yang menyatakan bahwa siswa tidak mengikuti mapel PAI.

 Wali Kelas, guru BK dan guru PAI tanggal 10

November 2015 memanggil orang tua siswa dan melakukan pendekatan serta mencari penyelesaian yang terbaik

(9)

KRONOLOGIS

 Tanggal 18 Desember 2015, saat pengambilan

LHBS, guru BK berkomunikasi dengan orang tua terkait nilai kosong pada mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam

 Sekolah memanggil orang tua siswa tanggal 3

Maret 2016 untuk melakukan pendakatan dan mencari solusi agar siswa mengikuti pelajaran Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Islam

(10)

DATA EMPIRIK

Atas dasar analisa nilai raport siswa,

yang bersangkutan tidak memiliki nilai

pada mata pelajaran Agama Islam hal

ini disebabkan yang bersangkutan tidak

mengikuti pelajaran agama Islam pada

kelas XI semester 3 dan 4.

(11)

SANDARAN REGULATIF

UUD RI 1945 pasal 31 ayat 3 :

“Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta akhlak mulia dalam rangka

mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang”

UU no 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 12 ayat 1 :

“Setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak (a) mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama”

(12)

SANDARAN REGULATIF

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan bagian E nomor 2 (d) :

 “satuan pendidikan menentukan kriteria kenaikan

kelas”

Keputusan Kepala SMK Negeri 7 Semarang Nomor : 800/7388-D/2016, tentang Norma Penilaian dan Kriteria Kenakan Kelas Tahun Pelajaran 2015/2016 bagian II nomor 1

 “Menyelesaikan seluruh program pembelajaran dalam

(13)

RESPON EKSTERNAL

 MLKI Pengurus Propinsi Jateng dan Kota Semarang

melakukan klarifikasi tentang berita yang dimuat pada website

 Rabu, 27 Juli 2016 Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah hadir ke sekolah untuk melakukan klarifikasi atas kasus yang dimaksud, dan disampaikan akan dilakukan mediasi antara keluarga dengan sekolah.

(14)

MEDIASI

 Jumat, 29 Juli 2016 dilakukan mediasi oleh pihak

Ombudsman di Kantor perwakilan Ombudsman Jl. Pahlawan Semarang. Pihak-pihak yang hadir dalam mediasi tersebut adalah : SMK Negeri 7 Semarang, keluarga Peserta Didik, didampingi dari yayasan

Bhineka Tunggal Ika dan Lembaga Bantuan Hukum Apik serta sejumlah wartawan

 3 (tiga) permintaan siswa, yaitu :

 Masih bisa sekolah di SMK Negeri 7 Semarang  Bisa sekelas dengan teman-temannya (naik kelas)  Tidak ada perbedaan perlakuan dari guru-guru

(15)

MEDIASI

 Rabu, 03 Agustus 2016 dilakukan mediasi oleh

Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah yang bertempat di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Jl. Pemuda Semarang.

 Pihak-pihak yang hadir dalam proses Mediasi tersebut

adalah : Ombudsman perwakilan Jawa Tengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng, beserta Sekretaris Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi Kurikulum, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Dewan Pendidikan kota Semarang, Pendamping keluarga, Lembaga Bantuan Hukum APIK, Yayasan Bhineka Tunggal Ika, Sejumlah Wartawan

(16)

RANGKUMAN HASIL MEDIASI

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah

 Kenaikan kelas wewenang sepenuhnya ada pada sekolah.  Negara belum hadir memberikan regulasi bagi penghayat

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang

 Kewenangan Negara untuk menyelesaikan

 Dinas pendidikan Kota Semarang sedang meminta Fatwa

kepada kementrian terkait masalah ini

 Rapat Pleno merupakan sidang tertinggi dalam kenaikan kelas  SMK Negeri 7 Semarang sudah menggunakan aturan yang

(17)

RANGKUMAN HASIL MEDIASI

Dewan Pendidikan Kota Semarang

 Sekolah sudah mengikuti aturan normatif yang

berlaku

Kepala Seksi Kurikulum Dinas Pendidikan Provinsi Jateng

 Syarat kenaikan kelas menyelesaikan seluruh

program pembelajaran 2 semester secara utuh

 Kelompok normatif adaptif sekurang-kurangnya

(18)

RANGKUMAN HASIL MEDIASI

 Berdasarkan regulasi – regulasi yang disampaikan

disimpulkan bahwa : ada 2 permintaan Peserta didik yang bisa dipenuhi, sedangkan untuk naik dan tidaknya adalah kewenangan sekolah. Dan SMK Negeri 7 Semarang telah bertindak sesuai dengan aturan dan regulasi yang ada

(19)

TINDAK LANJUT

Senin, 29 Agustus 2016, perwakilan SMK

Negeri

7

Semarang

menghadap

Ombudsman Perwakilan Jawa Tengah untuk

mempertanyakan

surat

penghentian

mediasi, untuk keperluan memanggil siswa

agar segera masuk sekolah, tetapi pihak

Ombudsman menginformasikan jika status

permasalahan

masih

dalam

status

Observasi

(20)

WALIKOTA

Selasa, 30 Agustus 2016 SMK Negeri 7

diundang oleh bapak Walikota. Yang

hadir dalam pertemuan tersebut adalah

SMK Negeri 7 Semarang, Kepala Dinas

Pendidikan Kota semarang beserta

Sekretaris, Kemenag Kota Semarang dan

pendamping keluarga peserta didik.

(21)

TANGGAPAN

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa

Bapak Walikota bahwa segera :

mencari solusi agar sekolah melaksanakan

evaluasi akhir untuk mengisi nilai kosong.

meminta negara harus hadir pada pelayanan

pendidikan yang belum dapat mengakomodasi

keperluan peserta didik tertentu

menugaskan Kepala Dinas Pendidikan untuk

memberikan rekomendasi sebagai penguat

dalam penyelesaian masalah tersebut.

(22)

TANGGAPAN

 Dari Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang :  Peserta didik tersebut dititipkan di kelas XII

menunggu peralihan dokumen perpindahan agama ke aliran kepercayaan.

 Memberikan instruksi agar sekolah study banding

ke sekolah yang pernah memiliki siswa ber kepercayaan

 Orang tua diminta untuk mengganti dokumen

perpindahan agama ke penghayat kepercayaan melalui perubahan Daftar Pribadi Siswa (DPS).

(23)

TANGGAPAN

 Hari Selasa, tanggal 31 Agustus 2016, berdasar

surat dari Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, yang ditujukan kepada Walikota Semarang, Perihal : Pelayanan Pendidikan Bagi Penghayat Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan SMK Negeri 7 Semarang mengirimkan laporan ke 2 (dua) masalah Zulfa ke Dinas Pendidikan Kota Semarang, dengan nomor : 421/8599/2016.

(24)

TINDAK LANJUT

Tanggal 31 Agustus 2016, siswa

berangkat ke sekolah dan masuk di kelas

XII

Sekolah mengirimkan surat ke Dinas

Pendidikan Kota Semarang perihal

Permohonan

Guru

Kepercayaan

Terhadap Tuhan YME

(25)

TINDAK LANJUT

Surat

Kepala

Dinas

nomor

4516/6960, tanggal 13 September

2016,

perihal

Pelayanan

Pendidikan

bagi

Penghayat

Kepercayaan terhadap Tuhan YME

(26)

 Siswa agar dapat naik ke kelas XII dengan syarat

mapel Pendidikan Agama dan Budi Pekerti yang dalam hal ini Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap Tuhan YME diberikan secara bersamaan untuk kelas XI dan kelas XII oleh guru yang kompeten untuk itu sesuai dengan kurikulum yang disusun oleh Majelis Luhur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(27)

 Apabila Hasil Evaluasi Belajar dinyatakan lulus

sesuai dengan ketentuan yang ada maka peserta didik tersebut dapat naik ke kelas XII, dan sebaliknya,

 Apabila Hasil Evaluasi Belajar dinyatakan tidak

lulus sesuai ketentuan yang ada, maka peserta didik tersebut tidak dapat naik kelas (kembali ke kelas XI) Surat Kepala Dinas

(28)

Dalam hal layanan pendidikan ini, SMK Negeri

7 dapat bekerjasama dengan Organisasi

Penghayat Kepecayaan terhadap Tuhan Yang

Maha Esa yang telah terdaftar sesuai

peraturan per-UU-an dan mempedomani

Permendikbud No.27 Tahun 2016 tentang

Layanan Pendidikan Kepercayaan terhadap

Tuhan Yang Maha Esa pada Satuan Pendidikan

(29)

Fasilitasi Dinas Pendidikan terkait dengan Percepatan penyusunan Kurikulum

Tanggal 8 September 2016, pertemuan

MLKI (Provinsi dan Kota), dinas

pendidikan, dan SMK 7 mendengarkan

paparan MLKI tentang persiapan

penyusunan

kurikulum

Penghayat

kepercayaan Thd Tuhan Yang Maha Esa.

(30)

Perkembangan Penyusunan Kurikulum

 KI dan KD sudah disusun Dirjen Kebudayaan

Kemendikbud melalui direktorat Kepercayaan

terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Nilai Tradisi (Proses – Kurikulum) diusulkan untuk mendapatkan Pengesahan dari Mendikbud.

 Telah berlangsung pelatihan asesor dan penyuluh

Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa di hotel Horison Semarang oleh BNSP atas prakarsa Kemendikbud melalui Direktorat Kepercayaan thd Tuhan Yang Maha Esa.

(31)

FASILITASI SEKOLAH

Hari Kamis, 15 September 2016, Berdasarkan surat

dari Dinas Pendidikan Kota Semarang nomor : 4516/6960 tanggal 13 September 2016 tentang Pelayanan Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa An. Zulfa Nur Rohman, maka SMK Negeri 7 Semarang membuat Surat Edaran untuk seluruh guru, dengan nomor : 421/8684/2016 tentang Pelayanan Pendidikan bagi Penghayat Kepercayaan terhadap Tuhan YME An. Zulfa Nur Rohman, dengan inti edaran sebagaimana isi dari surat dari Dinas Pendidikan Kota Semarang.

(32)

FASILITASI MLKI

 Hari Senin , tanggal 3 Oktober 2016 SMK Negeri

7 Menerima Surat Tugas dari MLKI kepada Dinas Pendidikan kota, nomor : 01/10/MLKI/2016, yang menugaskan : Bapak Sumarwanto beserta tim

(Bapak Suwahyo dan Bapak Adiyono, BA) untuk

mengajar materi penghayat kepercayaan terhadap Tuhan Yang maha Esa, kepada Zulfa Nur Rohman. Sekaligus berkoordinasi antara Tim MLKI dan SMK Negeri 7 Semarang.

(33)

FASILITASI SEMUA FIHAK

Hari Rabu, tanggal 5 Oktober 2016 siswa mulai

belajar penghayat kepercayaan yang diajar oleh guru dari MLKI, bertempat di Ruang BK.

Kunjungan Bapak Dirjen Kebudayaan unt memantau

pelaksanaan pembelajaran di SMKN 7 Semarang

Sampai sekarang pembelajaran tetap berlangsung

sesuai jadwal setiap hari Rabu dan Jumat di Ruang Bimbingan Konseling

Tatap muka yang telah dilaksanakan kelas XI

(34)

IRIAN JAYA MALUKU E.NUSA TENGGARA W.NUSA TENGGARA BALI E.JAVA C.JAVA DI YOGYAKARTA C.SULAWESI JAMBI RIAU PAPUA S.KALIMANTAN S.SULAWESI W.JAVA LAMPUNG N.SUMATRA

(35)

Referensi

Dokumen terkait

Maka dengan politik luar negeri bebas aktif Indonesia dapat menjadi negara yang bebas dan merdeka sehingga dalam menghadapi permasalahan konflik antar suku ini, sehingga tidak

penulis mencoba untuk meneliti, merancang dan membangun serta menuangkannya dalam bentuk skripsi yang berjudul “Sistem Pakar Pengenalan Gejala Dini Penyakit

adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik dalam unit atau rupiah, yang menunjukkan biaya sama dengan pendapatan. Sedangkan menurut Herjanto

 Badan Usaha Jasa Konstruksi yang dibentuk dalam rangka kerja sama modal harus memenuhi persyaratan kualifikasi besar dan wajib memiliki Izin Usaha1.  Wajib memiliki IZIN USAHA

Keliling sawah juga tidak dapat teramati dengan baik karena terdapat petani di Kranjingan Sumbersari Jember yang menyatakann jika mengukur keliling jarang digunakan dalam

Dari penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa media miniatur rangkaian listrik yang dikembangkan dapat digunakan sebagai media penunjang pembelajaran pada

That is why the writer makes this research with the title: “THE USE OF SWEAR WORDS IN DEADPOOL MOVIE: A SOCIOPRAGMATIC STUDY”.. Limitation of

Profil komitmen selanjutnya adalah affective commitment kuat, continuance commitment lemah dan normative commitment kuat, hal ini dapat terlihat dari perilaku