MENINGKATKAN KEMAMPUAN PUKULAN FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS MELALUI METODE DRILL PADA SISWA KELAS IX SMP NEGERI
3 GORONTALO
Herik Mada, Hariadi Said, Sarjan Mile1 ABSTRAK
Adapun yang menjadi penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan pukulan
forehand dalam permainan Bulutangkis melalui metode latihan drill pada siswa kelas IX SMP
Negeri 3 Kota Gorontalo. Berdasarkan hasil pengamatan pada observasi awal siswa belum mampu melakukan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis dan nilai rata-rata yakni 64.24% sehingga dilanjutkan pada siklus I. setelah diberi tindakan maka mengalami peningkatan yakni mencapai rata-rata 79.99%. akan tetapi pada siklus I ini belum juga mencapai target yang diharapkan yakni 85% sehingga dilanjutkan lagi siklus II. Dengan memperbaiki dan menyempurnakan kembali proses pembelajaran maka pada siklus I mengalami peningkatan dengan rata-rata 86.15%. hal ini melebihi target yang diharapkan sehingga penelitian ini dinyatakan tuntas. Berdasarakan hasil penelitian ini maka dapat ditarik kesimpulan bahwa melalui metode drill dapat meningkatkan kemampuan dasar pukulan forehand siswa pada cabang olahraga bulutangkis dengan diberikan tindakan penelitian ini berhasil.
Bulutangkis merupakan salah satu cabang olahraga permainan yang dapat dilakukan baik oleh anak-anak maupun orang tua. Tiap orang mempunyai tujuan yang berbeda-beda dalam melakukannya. Ada yang bertujuan untuk memperluas pergaulan, kesehatan, rekreasi, bahkan tidak sedikit berusaha untuk berprestasi.
Apabila program pembelajaran Pendidikan jasmani yang diselenggarakan di sekolah dapat terorganisir dengan baik, maka akan memberikan sumbangan yang sangat berarti bagi pertumbuhan dan perkembangan siswanya, baik jasmani maupun rohani yang harmonis dalam rangka menyiapkan siswanya secara psiologis untuk meningkatkan kemampuan dalam membantu pengembangan kepribadiannya.
Olahraga Bulutangkis merupakan salah satu olahraga yang sangat populer dan sangat digemari oleh seluruh lapisan masyarakat.Hal ini ditandai dengan adanya berbagai macam ivent-ivent kejuaraan Bulutangkis yang banyak diikuti oleh orang tua, pemuda-pemuda, bahkan anak usia dini, namun keberhasilan belumlah berpihak pada atlet-atlet kita salah satu penyebabnya adalah kurangnya penerapan metode yang tepat di dalam proses pembelajaran.
Proses pembelajaran merupakan suatu upaya menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa dapat belajar. Dalam proses pembelajaran Pendidikan jasmani secara eksplisit ada kegiatan memilih, menetapkan dan mengembangkan model pembelajaran untuk mencapai hasil yang diinginkan. Untuk mencapai peningkatan dan pengembangan tersebut yakni berdasar pada tahap-tahap perkembangan dan karakteristik anak.
Kelemahan pada pelaksanaan Pendidikan Jasmani di sekolah SMP Negeri 3 Gorontalo disebabkan bukan semata-mata pemilihan dan pengembangan materi yang disesuaikan dengan keadaan siswa, akan tetapi lebih banyak kelemahannya pada pengembangan model pembelajaran. Pengembangan dan pemilihan metode pembelajaran pada Pendidikan Jasmani yang kurang tepat tersebut masih terjadi di sekolah-sekolah terutama SMP Negeri 3 Gorontalo.
Pada saat melakukan observasi awal ternyata di SMP Negeri 3 Kota Gorontalo masih terdapat siswa yang belum memiliki kemampuan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis. Hal ini didasarkan pada saat melakukan observasi yang dilakukan di kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo. Dari observasi tersebut didapatkan data, yakni 26 orang siswa (100%) yang di observasi, dari jumlah siswa keseluruhan yakni termasuk dalam kategori “kurang”.
Dalam merancang kegiatan pembelajaran Pendiddikan jasmani khususnya cabang permainan Bulutangkis sebaiknya guru guru telah memperhatikan kondisi awal siswa dalam hal
presepsi dan perlakuannya dalam bermain Bulutangkis. Sistem yang digunakan saat ini oleh guru adalah sistem konvensional atau masih bersifat tradisional, yaitu sistem pembelajaran yang tidak mengutamakan prinsip karakteristik siswa, sehingga kurang efektif terhadap pengembangan dan peningkatan keterampilan gerak siswa serta menyebabkan banyak siswa yang tidak dapat melakukan bentuk-bentuk gerakan yang harus dilakukan.
Berdasarkan uraian di atas maka diangkatlah permasalahan ini untuk dijadikan sebagai bahan penelitian dengan judul: “Meningkatkan Kemampuan Pukulan Forehand Dalam Permainan Bulutangkis Melalui Metode Drill Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Gorontalo”.
METODE PENELITIAN
Penelitian tindakan kelas dilaksanakan Di SMP Negeri 3 Kota Gorontalo dengan subjek yang teliti adalah siswa kelas IX.
Subyek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo yang berjumlah 26 orang siswa, yang terdiri dari 11 putra dan 15 putri. Usia mereka 14-16 tahun dan menpunyai karakteristik yang bervariasi dan berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda serta mempunyai pukulan forehand yang rendah.
Variabel Penelitian
Beberapa viriabel yang menjadi fokus kajian dalam penelitian tindakan kelas ini terdiri dari:
Varibel Input
Yang meliputi kegiatan guru merencanakan pembelajaran serta kesiapan siswa mengikuti preses pembelajaran pukulan forehand pada permainan Bulutangkis.
Variabel Proses
Yang meliputi kegiatan guru melaksanakan proses pembelajaran yang telah direncanakan dan aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran pukulan forehand.
Variabel Output
Yaitu daya serap atau hasil belajar siswa pada materi pembelajaran yang diwujudkan dalam bentuk perolehan skor pada praktek pukulan forehand dalam permainan Bulutangkis.
HASIL
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilaksanakan pada bulan Mei 2014 yang berlangsung selama 1 bulan 5 hari, pada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo, yang berjumlah 26 orang, yang terdiri dari 11 orang laki-laki dan 15 orang perempuan yang kesemuannya memiliki latar belakang yang berbeda-beda, SMP Negeri 3 Kota Gorontalo yang beralamat dijalan Pangeran Hidayat yang masyarakat lebih kenal dengan jalan dua susun, sekolah tersebut di kelilingi oleh rumah-rumah warga dan persawahan.
Kegiatan penelitian dijalankan sesuai dengan skenario yang termuat dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Lihat Lampiran 2 halaman 36), serta sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, yang sebelumnya telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pembimbing 1, pembimbing 2, dan guru mitra.
Penelitian ini di mulai dari observasi awal sebelum masuk tindakan siklus satu, Penelitian akan dilaksanakan sebanyak dua siklus, pada siklus satu akan ada tiga kali pemberian tindakan satu kali evaluasi, begitu juga pada siklus dua tiga kali tindakan satu kali evaluasi maka total keseluruhan dari pertemuan observasi awal sampai siklus dua sebanyak sembilan kali pertemuan, settiap kali pertemuan dalam pemberian tindakan dilaksanakan selama dua jam.
Adapun yang menjadi pokok pembahasan dalam Penelitian Tindakan Kelas ini adalah pada cabang olahraga bulutangkis, dengan sub pokok pembahasan adalah pukulan forehand, yang disesuaikan dengan permasalahan dalam penelitian ini.
Siklus 1
Bertolak dari hasil observasi awal yang dimiliki siswa terhadap kemampuan dasar melakukan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis 71,56%, maka diberikan tindakan sebanyak tiga kali yaitu pada hari Jum’at, Senin, Selasa tanggal 30 Mei, 9, 10 Juni 2014 dan setelah itu, dilakukan evaluasi siklus 1 yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 11 Juni Tahun 2014, yang bertujuan agar kemampuan siswa dalam melakukan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis, bisa mencapai indikator kinerja yang telah ditetapkan dalam penelitian ini yakni sebesar 80%.
HASIL PENILAIAN SIKLUS I
PUKULAN FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS KELAS : IX
N
O NAMA SISWA
L/ P
ASPEK YANG DINILAI
NILAI RATA-RATA KE T A B C D JML 1 Rangga Ferdinan L 60 75 80 70 285 71,25 B 2 Fadel Mohamad. S L 70 80 70 75 295 73,75 B 3 Zulfan Lawani L 70 80 80 70 290 72,5 B 4 Riski Saridi L 80 75 76 78 304 76 B 5 Sukriadi Mamonto L 75 80 80 75 310 77,5 B
6 Ilham Iswanto Katili L 75 70 78 76 307 76,75 B
7 Wahyu Djafar L 75 80 81 76 314 78,5 B 8 Yaman Alhapsi L 75 75 80 75 305 76,25 B 9 Mohamad Abdi. L L 78 77 75 78 308 77 B 10 Sandi Mohamad L 78 75 78 75 306 76,5 B 11 Ismail Tangahu L 75 80 80 75 310 77,5 B 12 Piranti Katili L 70 60 65 65 260 65 C 13 Iin Octaviani. R P 75 63 64 60 262 65,5 C 14 Laura Usman P 76 64 60 65 265 66,25 C
15 Sela Aprilia Usman P 75 70 60 60 265 66,25 C
16 Tiara Berliana. H P 70 75 80 70 295 73,75 B
17 Selviana Hunou P 75 60 74 70 279 69,75 C
18 Rahmawati S. Abdul P 70 64 60 70 264 66 C
19 Santiarawati. A P 75 64 60 75 274 68,5 C
20 Nurlaila Tul Safitra P 75 80 80 75 310 77,5 B
21 Fatmawati Ismail P 70 80 65 65 260 65 C 22 Riska Tahir P 76 60 60 65 261 66,25 C 23 Delvimurlia. M P 75 60 74 70 279 69,75 C 24 Lusiana Luntua P 75 80 80 75 310 77,5 B 25 Murni Ibrahim P 70 60 65 65 260 65 C 26 Nurlinda Harun P 76 64 60 65 265 66,25 C JUMLAH 1914 1837 1865 1842 7443 1861,25
C
RATA-RATA KELAS 73,61 70,65 71,73 70,84 71,56 71,56Dan berdasarkan kegiatan evaluasi pada siklus 1 ini, diperoleh data mengenai kemampuan dasar siswa dalam melakukan pukulan forehand pada evaluasi siklus 1 berdasarkan klasifikasi nilai adalah sebagai berikut :
Tabel 1.2 : Kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IXSMP Negeri 3 Kota Gorontalo sesuai dengan klasifikasi nilai yang diperoleh.
Klasifikasi Nilai Jumlah Siswa (Orang) % Baik Sekali 80 – 100 Baik 70 - 79 Cukup 60 - 69 Kurang 45 - 59 Kurang Sekali 0 - 44 - 14 12 - - 0 53,84 46,15 0 0 Jumlah Orang 100%
Berdadarkan table 1.2 diatas tentang hasil penilaian pada siklus 1, maka dapat dijelaskan bahwa klasifikasi nilai siswa yang memiliki kemampuan dasar dalam melakukan pukulan
forehand adalah sebagai berikut :
a. Belum terdapat siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo yang termasuk dalam kategori “Baik Sekali” dengan rentang nilai 80-100% (0%)
b. Terdapat 14 orang siswa Kelas IXSMP Negeri 3 Kota Gorontalo (53,84%) yang termaksud dalam kategori “Baik” dengan rentang nilai 70-79%
c. Terdapat 12 orang siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo (46,15%) yang termasuk dalam kategori “Cukup” dengan rentang nilai 60 - 69%
d. Tidak terdapat siswa kelas IXSMP Negeri 3 Kota Gorontalo (0%) yang termasuk dalam kategori “Kurang” dengan rentang nilai 45-59%
e. Tidak terdapat siswa kelas IXSMP Negeri 3 Kota Gorontalo (0%) yang termaksud dalam kategori “Kurang Sekali” dengan rentang nilai 0 - 44
Siklus II
Berdasarkan perolehan data dari kegiatan evaluasi siklus 1 yang diperoleh mengenai kemampuan dasar siswa dalam melakukan pukulan forehand ternyata baru mencapai 71,56%, dan dengan melihat hasil tersebut sehingga peneliti beramsumsi bahwa pemberian tindakan sebanyak tiga kali lagi yang bertujuan untuk lebih meningkatkan kemampuan dasar siswa dalam melakukan pukulan forehand, guna ingin mencapai indikator capaian yang telah ditetapkan dalam penelitian ini, yakni sebesar 80%.
Setelah pemberian tindakan sebanyak tiga kali pada hari Jum’at, Sabtu, Senin, pada Tanggal 13, 14, 16, dan di evaluasi kembali pada siklus II, yang dilaksanakan pada hari selasa Tanggal 17 Juni Tahun 2014. (Lihat Lampiran 5 pada halaman 43)
HASIL PENILAIAN SIKLUS II
PUKULAN FOREHAND DALAM PERMAINAN BULUTANGKIS KELAS : IX N O NAMA SISWA L / P
ASPEK YANG DINILAI NILAI
RATA-RATA KE T A B C D JML 1 Rangga Ferdinan L 80 77 80 80 317 79,25 B 2 Fadel Mohamad. S L 85 87 86 87 345 86,25 SB 3 Zulfan Lawani L 75 79 79 80 313 78,25 B 4 Riski Saridi L 80 75 80 80 315 78,75 B 5 Sukriadi Mamonto L 77 80 80 80 317 79,25 B
6 Ilham Iswanto Katili L 80 76 80 80 316 79 B
7 Wahyu Djafar L 80 75 80 77 312 78 B 8 Yaman Alhapsi L 85 86 85 86 342 85,5 SB 9 Mohamad Abdi. L L 87 85 85 85 342 85,5 SB 10 Sandi Mohamad L 80 79 77 80 316 79 B 11 Ismail Tangahu L 80 79 78 79 316 79 B 12 Piranti Katili L 80 78 80 78 316 79 B 13 Iin Octaviani. R P 80 80 77 80 317 79,25 B 14 Laura Usman P 83 86 87 86 342 85,5 SB
15 Sela Aprilia Usman P 80 78 80 80 318 79,5 B
16 Tiara Berliana. H P 85 86 87 85 343 85,75 SB
17 Selviana Hunou P 80 80 76 80 316 79 B
18 Rahmawati S. Abdul P 85 83 85 86 341 85,25 SB
19 Santiarawati. A P 80 79 75 80 314 78,5 B
20 Nurlaila Tul Safitra P 80 80 76 80 316 79 B
21 Fatmawati Ismail P 80 79 78 80 317 79,25 B 22 Riska Tahir P 85 87 87 85 344 86 SB 23 Delvimurlia. M P 80 76 80 80 316 79 B 24 Lusiana Luntua P 80 78 79 79 316 79 B 25 Murni Ibrahim P 80 79 79 80 318 79,5 B 26 Nurlinda Harun P 80 80 80 78 318 79,5 B JUMLAH 2107 2089 2096 2111 8403 2100,75
B
RATA-RATA KELAS 81,04 80,35 80,62 81,1 9 80,80 80,80Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan siklus II ini, dapat dengan jelas dilihat pada table dibawah ini.
Tabel 1.3 : Kemampuan dasar pukulan forehand siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo sesuai dengan klasifikasi nilai yang diperoleh.
(Siklus 2)
Klasifikasi Nilai Jumlah Siswa (Orang) % Baik Sekali 80 - 100 Baik 70 - 79 Cukup 60 - 69 Kurang 45 - 59 Kurang Sekali 0 – 44 7 19 - - - 27 73 0 0 0 Jumlah 26 orang 100%
Berdarkan table 1.3 diatas tentang hasil penilaian pada siklus II, maka dapat dijelaskan bahwa klasifikasi nilai mengenai kemampuan dasar siswa dalam melakukan pukulan forehand pada permainan bulutangkis adalah sebagai berikut :
1. Terdapat 7 orang siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo (27%) yang termasuk dalam kategori “Baik Sekali” dengan rentang nilai 80 - 100%
2. Terdapat 19 orang siswa Kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo (73%) yang termasuk dalam kategori “Baik” dengan rentang nilai 70 - 79%
3. Tidak terdapat siswa kelas IXSMP Negeri 3 Kota Gorontalo (0%) yang termasuk dalam kategori “Cukup” dengan rentang nilai 60 - 69%
4. Tidak terdapat siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo (0%) yang termasuk dalam kategori “Kurang” dengan rentang nilai 45 - 59%
5. Tidak terdapat siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo (0%) yang termasuk dalam kategori “Kurang Sekali” dengan rentang nilai 0-44
Berdasarkan perlakuan tindakan pada siklus ke II maka dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan kemampuan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis melalui pada siswa kelas IX SMP Negeri 3 Gorontalo, yaitu dengan menggunakan metode drill pada proses pembelajaran. Dengan demikian setelah mengetahui bahwa dengan menggunakan metode drill pada pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan siswa maka peneliti mengadakan refleksi tentang hasil data dari suklus II tersebut. Refleksi pada siklus II ini berupaya untuk membenahi
kesalahan-kesalahan selama tindakan pada siklus I, sehingga hal-hal yang masih kurang akan dibenahi saat proses pembelajaran yang berhubungan dengan meteri forehand pada permainan bulutangkis.
Dari penjelasan di atas mengenai pengamatan siklus II menunjukkan rata-rata sisw telah memiliki kemampuan forehand yang mencapai standar indikator kinerja, dengan kata lain rata-rata kemampuan siswa telah meningkat.
Hasil pengamatan pada observasi awal rata-rata kemampuan forehand siswa kelas IX SMP Negeri 3 Gorontalo yaitu 56,78 dan pada siklus I kemampuan forehand siswa kelas IX SMP Negeri 3 Gorontalo hingga 71,56 hal ini jelas bahwa siswa kelas IX SMP Negeri 3 Gorontalo mengalami peningkatan kemampuan dasar sebesar (data) dari hasil siklus II, dan 80,80 dari indikator kinerja 80%.
Berdasarkan evaluasi hasil evaluasi hasil tes pada siklus II dengan rata-rata nilai 80,80 dengan prensentase siswa 100% sudah dapat melakukan gerakan forehand pada permainan bulutangkis, dengan kriteria sangat baik (SB). sedangkan indikator capaian 80%, maka penelitian di bantu dengan guru mitra menyimpulkan bahwa penelitian sudah berhasil, karena sudah melebihi indikator capaian yang ditergetkan maka penelitian tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.
PEMBAHASAN
Dilihat dari hasil yang diperoleh dari tahap observasi awal, maka dapat dikatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini belum mencapai indikator yang telah ditetapkan yaitu sebesar 80%, yang terbuktikan dengan hasil yang diperoleh pada tahap observasi awal adalah sebesar 56,78%, atau kemampuan dasar siswa dalam melakukan pukulan forehand masih termasuk dalam kategori “Kurang”
Dari observasi awal ini, dapat dijabarkan bahwa belum ada siswa yang tergolong dalam kategori “Baik Sekali” dan kategori “Baik”. Akan tetapi dalam kegiatan observasi awal ini, terlihat ada 26 orang siswa atau (100%) yang termasuk dalam kategori “kurang”. Tidak terdapat siswa (0%) yang termasuk dalam kategori “cukup”dan “kurang sekali’’.
Bertolak dari indikator capaian yang telah di tentukan yakni sebesar 80%. Maka berdasarkan perolehan data pada kegiatan observasi yang telah di rinci diatas, maka kemampuan siswa dalam melakukan pukulan forehand pada permainan bulutangkis, perlu untuk di
tingkatkan sebesar 23,22%, sehingga bisa mencapai indikator capaian yang telah ditentukan tersebut.
Diberikan tindakan sebanyak tiga kali, dan setelah itu dilakukan evaluasi siklus 1 untuk melihat seberapa besar peningkatan kemampuan siswa di dalam melakukan pukulan forehand pada permainana bulutangkis. Diperoleh data mengenai kemampuan siswa dalam melakukan pukulan forehand pada permainan bulutangkis kegiatan evaluasi siklus 1 ini yakni sebesar 71,56%.
Dari perolehan data pada kegiatan evaluasi siklus 1 ini, terlihat belum terdapat siswa yang termaksud dalam kategori “Baik Sekali” dengan rentang nilai 80 - 100. Terdapat 14 orang siswa (38,46%) yang termasuk dalam kategori “Baik” dengan rentang nilai 70-79, untuk kategori “Cukup” dengan rentang nilai 60 - 69, terdapat 12 orang siswa (46,15%), untuk kategori “Kurang” dengan rentang nilai 45 – 59, dan kategori “Kurang Sekali” dengan rentang nilai 0-44 tidak terdapat siswa yang mendapatkan nilai (0%).
Melihat peningkatan kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo pada kegiatan evaluasi siklus 1 ini, maka dapat diketahui pula besarnya peningkatan kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis dari kegiatan observasi awal ke evaluasi siklus 1 sebesar 14,78
dengan adanya peningkatan dari observasi awal ke evaluasi siklus 1 yang belum mencapai indikator capaian yang ditentukan, maka tindakan diberi kembali oleh peneliti kepada subyek penelitian. Oleh karena rentang peningkatan dari kegiatan observasi awal ke siklus 1 sebesar 14,78 dengan adanya pemberian tindakan sebanyak tiga kali dan besarnya peningkatan yang dibutuhkan lagi untuk mencapai indikator kinerja sebesar 80% yaitu sebesar 8,44% maka peneliti akan tetap memberikan tindakan sebanyak tiga kali untuk lebih meningkatkan lagi kemampuan dasar pukulan forehand agar bisa mencapai indikator yang di tentukan.
Setelah pemberian tindakan sebanyak tiga kali tersebut, kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo dievaluasi kembali pada siklus II, yang dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 17 Juni Tahun 2014.
Dari kegiatan evaluasi siklus II tersebut, terjadi peningkatan kemampuan dasar pukulan
forehand siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo yakni sebesar 6,16% sehingga pada
kegiatan evaluasi siklus II ini, kemampuan dasar siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo dalam melakukan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis meningkat menjadi 80,80%.
Dari perolehan data pada kegiatan evaluasi siklus II ini, tidak terdapat siswa yang termasuk dalam kategori “Baik Sekali” dengan rentang nilai 80-100%, terdapat 7 orang siswa (23%) dari jumlah siswa yang keseluruhan dalam kategori “ Sangat Baik” dengan nilai rentang nilai 80-100%, dan 19 orang siswa (73%) dari jumlah siswa keseluruhan dalam kategori “ Baik” Serta sudah tak ada lagi siswa yang (0%) yang termasuk dalam kategori “Cukup” dengan rentang nilai 60-69%, kategori “Kurang” dengan rentang nilai 45-59%, kategori “Kurang Sekali” dengan rentang nilai 0-44%.
Dengan peningkatan kemampuan dasar pukulan forehand siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo pada kegiatan siklus II yang mencapai 80,80%, maka Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini, hanya dilaksanakan sampai hanya sampai evaluasi siklus II saja. Oleh karena yang menjadi indikator capaian dalam penelitian ini yakni sebesar 80%, sudah bisa dicapai.
Berdasarkan penjelasan diatas, maka dapat dilihat dengan jelas peningkatan kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo yakni dari observasi awal yang baru sebesar 56,78%, mengalami peningkatan sebesar 14,78% ke siklus 1 sehingga menjadi 71,56% dan meningkat menjadi 9,22% pada siklus II menjadi 80,80%.
Dan dapat dilihat pula total peningkatan kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo dari observasi awal sampai pada siklus II yakni meningkat sebesar 24,02%
Tabel 1.4 : Gambaran peningkatan kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Kota Gorontalo sesuai dengan klasifikasi nilai.
Klasifikasi Nilai Observasi Awal Siswa % Siklus I Siswa % Siklus II Siswa % Baik Sekali 91 - 99 Baik 82 - 90 Cukup 73 - 81 Kurang 64 - 72 - - - 26 0 0 0 0 14 12 0 53,85 46,15 0 7 19 - - 27 73 0 0
Kurang Sekali 0 – 63 - 0
a.
- 0 0
b.
Jumlah 26 100% 26 100% 26 100%
Penjelasan di atas, membuktikan bahwa ternyata pembelajaran metode drill. Merupakan salah satu metode yang sangat tepat untuk diterapkan ke dalam proses pembelajaran guna untuk meninkatkan kemampuan dasar pukulan forehand dalam permainan bulutangkis.
SIMPULAN
Berdasarakan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan di atas ada beberapa kesimpulan sebagai berikut
1. Melalui latihan drill kemampuan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis siswa kelas IX SMP Negeri 3 Gorontalo dalam hal ini kemampuan pukulan forehand dalam permainan bulutangkis dapat ditingkatkan. Peningkatan ini diketahui melalui observasi setiap siklus 2. Berdasarkan data hasil analisis pada observasi awal rata-rata nilai 56,78. Setelah dilakukan
tindakan pembelajaran yang dilaksanakan 3 kali tindakan dan evaluasi 1 kali pada siklus I mendapat peningkatan dengan nilai rata-rata kelas 71,56 Karena belum memenuhi indicator kinerja 80% maka peneliti melanjutkan ke siklus II yang dilaksanakan dengan tiga kali tindakan pembelajaran dan satu kali evaluasi dan pemantauan yaitu dari hasil analisis diperoleh peningkatan terhadap kemampuan pukulan forehand pada permainan bulutangkis dengan rata-rata nilai 80,80 dan sudah mengacu pada indicator kinerja yaitu 80% sudah terpenuhi.
3. Kegiatan pembelajaran yang berlangsung dari siklus I sampai siklus II secara bertahap mengalami perkembangan yang cukup berarti. Optimilasasi kegiatan pembelajaran terjadi pada siklus II
4. Hipotesis yang berbunyi: jika menggunakan metode latihan driil , maka kemampuan siswa dalam melakukan pukulan forehand akan mengalami peningkatan.
SARAN
Akhir penelitian skripsi ini, penulis menyampaikan beberapa saran yang kiranya dapat bermanfaat bagi pembaca, sebagai berikut.
1. Metode latihan drill sangatlah tepat dalam meningkatkan kemampuan siswa melakukan pukulan forehand mata pelajaran pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan pada umumnya, materi permainan bulutangkis pada khususnya.
2. Dalam interaksi belajar mengajar, hendaknya guru harus mampu menciptakan kondisi belajar kondusif agar siswa merasa nyaman dalam belajar yang nantinya yang dapat meningkatakan hasil belajarnya. Oleh karena itu pemilihan metode pembelajaran harus benar-benar diperhatikan relevansinya terhadap materi yang diajarkan
3. Penelitian tindakan kelas merupakan sesuatu yang yang pasti dan harus dilakukan oleh seorang guru dalam rangka perbaikan kualitas pembelajarannya serta meningkatakan keprofesionallitasnya.
DAFTAR PUSTAKA
Alma Buchari. (2009). Guru Profesional Menguasai Metode dan Terampil Mengajar. Bandung: Alfabeta.
Arapa. (2010). Meningkatkan Kemampuan Pukulan Forehand Pada Permainan
Tenis Meja Melalui Metode Latihan Drill Pada Siswa Kelas VI SDN I Paguyaman.
Skripsi tidak diterbitkan. Gorontalo: UNG.
Chandra, Sanoesi. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Jakarta: pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Pribadi, A Beny. (2011). Mobel Assure Untuk Mendesain Pembelajaran Sukses. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
Roestiyah. (2012). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Rohman, Amri. (2012). Manajemen Pendidikan. Analisis dan Solusi Terhadap Kinerja
Manajemen Kelas dan Strategi Pengajaran Yang Efektif. Jakarta: PT. Prestasi
Pustakaraya.
Sagala, Syaiful. (2013). Konsep dan Makna Pembelajaran Untuk Membantu Memecahkan
Sutrisno, Khafadi. (2010). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan 3. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Sujarwadi, Sarjiyanto. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Puasat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Sujarwadi, Sarjiyanto. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan. Jakarta: Puasat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Wahyuni, dkk. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 1-2. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.
Wisahati, Santosa. (2010). Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan 2. Jakarta: Pusat Perbukuan Kementrian Pendidikan Nasional.