• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. Dalam era informasi dewasa ini, dunia terasa sempit dikarenakan derasnya

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. Dalam era informasi dewasa ini, dunia terasa sempit dikarenakan derasnya"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam era informasi dewasa ini, dunia terasa sempit dikarenakan derasnya arus lalu lintas informasi yang menyebar ke seluruh dunia, dari sudut desa merambah sampai ke kota tanpa mengenal jarak dan waktu, sehingga persaingan dalam dunia usaha pun semakin ketat dan kompleks. Dengan adanya teknologi berbasis informasi (TI), semua dapat melakukan apapun dengan cepat, mulai dari perdagangan dimana pelaku ekonomi dapat dengan cepat melakukan pertukaran informasi hingga terbentuk sebuah kesepakatan transaksi, sampai kepentingan ilmu pengetahuan. dimana para pelajar maupun mahasiswa dapat secara bebas menggali ilmu untuk dapat menyempurnakan pengetahuan yang diperoleh dan dimungkinkan peserta didik menjadi lebih berwawasan daripada pendidik yang hanya berkutat pada teks diktat-diktat.

Perkembangan warung internet (warnet) di Indonesia bukan tanpa alasan, dimana kebutuhan masyarakat Indonesia terhadap kemudahan dalam memperoleh informasi menjadikan tingkat penggunaan internet terus meningkat setiap harinya. Hal ini mendorong pertumbuhan bisnis dalam bidang penyedian jasa internet mengalami peningkatan dilihat dari tingkat persaingan yang ketat dalam memfasilitasi penggunaan internet.

(2)

2

Berdasarkan data APJII pada Tabel 1, hingga akhir 2005 pengguna internet keseluruhan di Indonesia telah mencapai 16.000.000 pemakai dan jumlah pengguna yang berlangganan akses internet tercatat 1.500.000.

Tabel 1.1

Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet di Semarang

Tahun Pelanggan Pemakai

2008 134.000 512.000 2009 256.000 1.000.000 2010 400.000 1.900.000 2011 581000 4.200.000 2012 667.002 4.500.000 2013 865.706 8.080.534 2014 1.087.428 11.226.143 2015 1.500.000 16.000.000

Sumber:APJII, *) perkiraan s/d akhir 2015

Penggunaan internet di Indonesia sampai saat ini terbagi ke dalam beberapa segmen yaitu penggunaan di tempat kerja, warung internet, rumah tangga dan sekolah. Berdasarkan data APJII tahun 2016 pada Gambar 1, lokasi paling sering untuk akses internet adalah warung internet yaitu sebesar 43 persen dan di tempat kerja sebesar 41 persen. Prosentase penggunaan internet di lokasi tersebut dipengaruhi oleh karakteristik pengguna internet baik secara demografis maupun psikografis. Pengguna jasa internet yang bekerja disebuah perusahaan yang memiliki akses internet besar kemungkinan untuk mengakses internet tersebut dari kantor, sedangkan pelajar atau mahasiswa akan memanfaatkan fasilitas internet yang di sediakan oleh kampus, karena adanya faktor keterbatasan layanan internet dan kecepatan dalam pegambilan data informasi yang dibutuhkan di sekolah atau kampus menuntut penggunanya untuk mengakses internet di rumah ataupun warnet.

(3)

3

Gambar 1.1

Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2016

Sumber: APJII, 2016

Peningkatan jumlah ISP mengalami peningkat dari tahun ke tahun. Dilihat dari data APJII sampai dengan akhir 2015 jumlah ISP yang terdaftar di Dirjen Postel sebanyak 232 ISP dan 119 ISP di tahun 2014. Peningkatan jumlah ISP ini tentu saja akan memberikan pengaruh terhadap pangsa pasar warnet karena dengan semakin banyaknya ISP dengan harga yang terjangkau, masyarakat akan lebih banyak melakukan akses internet di rumah maupun di kantor.

Pada tahun 2001, pemilik PT. Campus Data Media melihat potensi bisnis pelayanan jasa internet sedang dalam perkebangan yang bagus, sehingga pemilik mendirikan warnet pertamanya di Semarang. Bermula dari sebuah perusahaan yang fokus mengelola bisnis warnet. Warnet pertamanya adalah Warnet Campus Net

(4)

4

Sadewa kemudian pada tahun 2016 ini telah berkembang menjadi 10 cabang warnet yang tersebar di kota Semarang.

Seiring berkembangnya waktu PT. Campus Data Media mulai mengembangkan usaha di bidang jasa lainya. Jasa yang dijual PT. Campus Data Media bertambah menjadi jasa yang berhubungan dengan teknologi baik software maupun hardware. Software tersebut meliputi software ticketing, accounting, billing warnet, dan atau sistem managemenisasi sebuah perusahaan sesuai dengan kebutuhan managemen perusahan rekanan tersebut. Sementara Hardware yang disediakan PT. CDM adalah optional dari pelengkap software yang disediakan seperti mesin kasir, mesin ticketing, dan perangkat komputer.

Analisis kelayakan investasi merupakan penelitian terhadap rencana investasi pengadaan peralatan yang tidak hanya menganalisis layak atau tidak layak investasi tersebut, tetapi juga pada saat dioperasionalkan secara rutin dalam rangka pencapaian keuntungan yang maksimal untuk waktu yang tidak ditentukan. Analisis kelayakan investasi dapat dapat juga digunakan untuk membuktikan usulan penggantian mesin produksi yang baru sehingga memberikan manfaat lebih bagi perusahaan, karena dapat menekan waktu operasional sehingga produktivitas perusahaan meningkat yang pada akhirnya erusahaan mendapatkan keuntungan karena biaya untuk operasional serta perawatan mesin lebih murah.

Kelayakan investasi pengadaan peralatan tersebut dilakukandengan menghitung nilai beberapa kriteria investasi, yaitu: analisis NPV (Net Present Value) merupakan selisih nilai sekarang dari penerimaan dengan nilai sekrang pengeluaran pada tingkat bunga tertentu. Usaha dikatakan layak jika NPV lebih besar atau sama dengan nol. Jika NPVsama dengan nol berarti proyek tersebut mengembalikan persis

(5)

5

sebesar social opportunity cost of capital. Jika NPV lebih kecil dari nol maka proyek dinyatakan tidak layak untuk dijalankan.

Menurut Suad Husnand(2004), Payback Periode adalah sebuah metode yang mencoba mengukur seberapa cepat investasi bisa kembali. Kalau periode ini lebih pendek dari yang diisyaratkan, maka proyek bisnis dikatakan menguntungkan. Sedangkan jika lebih lama proyek bisnis akan ditolak.Hal inilah yang masih harus dikaji lebih dalam. Apakah investasi Warnet Campus Net Lingga mempunyai nilai payback periode yang bersifat negatif atau positif?

Hasil dari penilaian metoda payback periode hanya mengacu pada nilai mata uang pada masa sekarang.Seiring bertambahnya waktu, nilai mata uang sekarang tidaklah sama dengan nilai mata uang yang akan datang (Suad Husnan:2014). Sehingga diperlukan diskon factor untuk mendiskontokan perkiran arus kas yang akan datang. Metoda untuk menguji nilai arus kas yang akan datang adalah metoda NPV.

Menurut Siti Nur Khotimah (2014), analisa NPV adalah cash flow yang didiskontokan atas dasar rate of return yang diinginkan kemudian bagaimana nilai NPV investasi Warnet Campus Net Lingga selama lima tahun ini bersifat negatif atau positif?

Nilai pengembalian dari suatu investasi adalah hal yang harus diperhatikan seorang pengusaha untuk memantau usaha yang dipimpin agar pengusaha tidak merugi dalam waktu jangka panjang investasi tersebut. Pengusaha harus mengetahui secara pasti dan terperinci berapakah nilai minimal hingga maksimal yang mampu

(6)

6

dimiliki perusahaannya dimasa yang akan datang. Maka dari itu diperlukan analisa yang mendalam tentang interest rate of return.

Internal Rate of Return (IRR) adalah sebuah metode untuk menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang penerimaan-penerimaan kas bersih di masa-masa yang akan datang. Apabila tingkat bunga ini lebih besar daripada tingkat bunga relevan (tingkat keuntungan yang diisyaratkan), maka investasi dikatakan menguntungkan, jikalau lebih kecil dari tingkat bunga relevan, dapat dikatakan investasi tersebut merugikan (Suad Husnan:2014).

Beberapa hasil penelitian yang telah dilaksanakan terkait studi kelayakan aspek finansial diantaranya: 1) Achmad Rosyadi Natsir (2014) melakukan penelitian terhadap analisis kelayakan investasi Pengembangan fasilitas produksi Katering pada CV. ADHI MAYA. Hasilnya menunjukkan hasil pembahasan,penelitian dan penghitungan dari berbagai aspek dapat dikatakan layak. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk investasi pengembangan fasilitas produksi katering pada CV. ADHI MAYA dapat dikatakan layak.2) Penelitian yang dilakukan Febri Muhammad Rachadian1), Ereika Arie Agassi2), Wahyudi Sutopo (2013) dengan judul Analisis Kelayakan Investasi Penambahan Mesin Frais Baru Pada CV. XYZ, memperoleh hasil Alternatif yang digunakan selama ini ialah penggantian komponen yang rusak.

Peneliti ingin membandingkan alternative tersebut dengan penambahan mesin frais baru. Untuk itu diperlukan analisis kelayakan investasi penambahan mesin baru. Dalam perkiraan kurun waktu 10 tahun dan suku bunganya 15 % dengan menggunakan NPV, penambahan mesin frais menarik sebesar Rp 461.201.000

(7)

7

dibandingkan penggantian komponen yang rusak sebesar Rp 211.227.000. Sebaliknya pada PBP, penggantian komponen yang rusak masih mengungguli dengan 1 tahun 4 bulan dibandingkan penambahan mesin frais baru selama 2 tahun 1 bulan. Begitupun juga PI penggantian komponen yang rusak masih menarik sebesar 4,2 dibandingkan PI penambahan mesin frais baru sebesar 2,56. Dapat disimpulkan bahwa dalam jangka waktu 10 tahun, alternatif penggantian komponen yang rusak masih lebih baik dibandingkan penambahan mesin frais baru. Namun, untuk investasi jangka panjang, mungkin saja alternatif penambahan mesin frais baru lebih menarik..

3) Penelitian oleh Penelitian Afandi (2014) analisis studi kelayakan investasi pengembangan usaha distribusi PT. Aneka Andalan Karya, Hasilnya dinyatakan Untuk perhitungan digunakan lima metode alat analisis kelayakan investasi dengan hasil perhitungan sebagai berikut: Metode Payback Period menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk menutup investasi sebesar Rp 311.000.000 adalah 2 tahun 16 hari. Metode ARR (Average Rate of Return) menunjukkan bahwa tingkat keuntungan rata-rata yang diperoleh sebesar 215,91%. Metode NPV didapat nilai yang positif sebesar Rp 225.586.113. Dari metode IRR diperoleh tingkat bunga sebesar 37,77%. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat pengembalian yang diperoleh lebih besar dari tingkat suku bunga yang ditentukan yaitu 14%. Sedangkan Metode PI (Profitabilitas Indeks) menunjukkan hasil yang diperoleh lebih besar dari 1 yaitu sebesar 1,72. Dari perhitungan lima metode tersebut dapat ditunjukkan juga bahwa rencana pengembangan usaha PT. Aneka Andalan Karya dapat diterima dan layak dilaksanakan..

(8)

8

4) Penelitian oleh Ni Luh Putu Mirah Kusuma Dewi dan I Putu Yadnya (2012) dengan judul Studi Kelayakan Investasi Dari Aspek Finansial Untuk Pendirian Naya Salon Denpasar, Hasilnya tahun 5,1 bulan dari umur rencana investasi yaitu 5 tahun, Net Present Value(NPV) bernilai negatif sebesar Rp 3.578.671, Profitabilitiy Index (PI) = 1,02,sedangkanInternal Rate Return(IRR) 13,85%.Dengan payback period yang lebih pendek waktunya dibandingkan paybackperiod maksimum, Net Present Value (NPV) bernilai negarif, Profitabilitiy Index (PI) lebih besar dari satu danInternal Rate of Return (IRR) lebih besar dibandingkan bunga investasi maka pendirian Naya Salon tidak layak untuk dilaksanakan.

5) Penelitian Siti Nurkhotimah (2014) yang berjudul analisis studi kelayakan investasi waralaba (franchise) (studi kasus : rumah makan Joglo Kampoeng Doeloe, Semarang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Berdasarkan hasil penelitian, maka didapatkan NPV yang diperoleh adalah Rp 2.585.964.774 yang menunjukan bahwa investasi franchise ini layak untuk dijalankan. Hasil IRR yang diperoleh adalah 53,7% > 13%, maka hal ini menunjukan investasi franchise ini layak untuk dijalankan. PI menunjukan >>> 1 dengan anggapan investasi awal adalah 0 . Hasil MIRR adalah 68% dan COC adalah 20%, berarti dapat diinvestasikan kembali (MIRR > COC).

Dari analisis Sensitivitas, variabel yang paling sensitive adalah apabila ada kenaikan harga jual dengan 15% dan penurunan unit terjual 20%. Dan dengan menggunakan analisis simulasi monte carlo yang menghasilkan NPV rata-rata adalah Rp 2.426.828.103, NPV tertinggi Rp 2.596.104.775 dengan probabilitas 0,02% dan

(9)

9

Dalam menjalankan sebuah usaha, persaingan usaha merupakan suatu hal yang tidak dapat terelakan. Bahkan kondisi tersebut dapat mempengaruhi arus kas suatu perusahaan. Hal ini dapat dilihat dari tabel penurunan hasil penjualan yang diperoleh dari Tabel 1.2, yang menunjukkan bahwa hasil penjualan pada mengalami penurunan dari bulan kebulan antara lain sebagai berikut :

Tabel 1.2

Market Share Citra Net, Surya Net dan Campusnet Lingga

Tahun 2015

No. Bulan Citra Net Surya Net Campus Net

1 Januari 44 37 19 2 Februari 29 47 24 3 Maret 46 42 12 4 April 45 38 18 5 Mei 41 46 13 6 Juni 43 44 13 7 Juli 54 28 18 8 Agustus 56 26 18 9 September 57 25 18 10 Oktober 50 29 20 11 November 57 24 18 12 Desember 53 26 21 Jumlah 48 35 17

Sumber : Citra Net, Surya Net dan CampusNet Lingga

Terlihat dari penjulan per bulan pada tahun 2015 maka didapati pemetaan market share seperti pada Table 1.2 Citra Net dan Surya Net merupakan warnet competitor yang letak usahanya berdekatan dengan Campus Net Lingga. Berdasarkan uraian diatas diketahui bahwa terjadi perbedaan hasil pendapatan dari Citra Net, Surya Net dan CampusNet Lingga. Dan jika dirata-rata dalam setahun market share terbesar diperoleh CitraNet dengan persentase 35%, kemudian disusul

(10)

10

oleh SuryaNet sebesar 33% dan dari ketiga warnet tersebut market share yang paling kecil dibandingkan dengan kedua warnet lainnya adalah CampusNet Lingga, yaitu sebesar 32%. Oleh karena itu perlu dikaji lebih lanjut, apakah warnet Campus Net Lingga masih layak untuk dijalankan disaat jumlah pengguna internet yang semakin meningkat tetapi market share Campus Net Lingga yang terkecil diantara kompetitornya.

Dari beberapa hasil penelitian dan fenomena yang sedang terjadi di Campus Net Lingga, menjadi motivasi untuk melakukan penelitian kelayakan investasi pendirian warnet Campus Net Lingga ditinjau dari aspek finansial. Berdasarkan uraian di atas, maka menjadi pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah proyek investasi pendirian Warnet Campusnet Lingga layak atau tidak untuk dilaksanakan dari segi aspek financial.

Berdasarkan uraian dan penjelasan diatas maka judul dalam penelitian ini adalah ANALISIS KELAYAKAN INVESTASI PT. CAMPUS DATA MEDIA PADA PENDIRIAN WARUNG INTERNET CAMPUS NET LINGGA.

1.2 Perumusan Masalah

Memulai sebuah bisnis, harus diawali dengan analisis yang baik tentang prediksi masa depan bisnis tersebut, apakah akan berpotensi menghasilkan keuntungan ataukah sebaliknya. Apalagi sebuah bisnis dengan modal besar, harus betul-betul cermat merencanakannya. Pada saat memulai suatu usaha, apa yang ada dalam benak pikiran pengusaha adalah apakah ada keuntungan dari usaha yang akan dijalankan, bila tidak ada keuntungan atau tujuan lain yang ingin dicapai sudah tentu tidak ada orang yang mau menjalankan usaha tersebut. Bagaimana untuk bisa

(11)

11

mengetahui ada keuntungan atau tidak, haruslah dilakukan kalkulasi baik dalam bentuk tertulis maupun hanya dalam pikiran sang pengusaha tersebut. Untuk hal ini, secara formal harus dilakukan analisa bisnis ( studi kelayakan) mengenai usaha yang akan dijalankan. Berdasarkan uraian diatas maka pertanyaan penelitian dalam penelitian ini adalah :

1. Apakah pendirian Warnet Campus Net Lingga layak untuk dipertimbangkan untuk dilanjutkan menurut, konsumen, pesaing dan pengusaha?

2. Apakah pendirian Warnet Campus Net Lingga layak atau tidak untuk dilaksanakan ditinjau dari aspek finansial?

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah meninjau aspek financial sehingga diharapkan penelitian ini mampu mengetahui Warnet Campus Net Lingga layak atau tidak untuk dilaksanakan yang ditinjau dari aspek financial kemudian apakah pendirian Warnet Campus Net Lingga layak untuk dilanjutkan menurut konsumen, pesaing dan pengusaha.

1.4.1 Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Manfaat Praktis

Diharapkan dapat menjadi saran dan tambahan pemikiran bagi manajemen Warnet Campus Net Lingga dalam menentukan kebijakan yang tepat dan

menguntungkan di masa yang akan datang. 2. Manfaat Teoritis

(12)

12

Diharapkan sebagai sarana pembelajaran dan informasi bagi para pembaca dalam pertimbangan pengambilan keputusan investasi khususnya pengadaan peralatan dan sebagai pedoman bagi penelitian selanjutnya dalam meneliti hal-hal yang berkaitan dengan studi kelayakan investasi.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan dari penjelasan tersebut diatas, aktivitas belajar yang digunakan peneliti adalah : (a) Aktivitas fisik, meliputi siswa memperhatikan guru pada saat diberikan

Konsitensi, Pemerintah yang diberikan dalam pelaksanaan suatu komunikasi masih perlu kejelasan ( untuk diterapkan dan dijalankan ). Karena jika pemerintah yang

Adapun kelemahan yang terdapat pada metode yang diusulkan adalah kunci yang digunakan tidak bisa dengan angka 0 dan angka berdasarkan jumlah karakter pesan,

Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif, yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis dan lisan dari orang-orang dan

Penyebab kesalahan-kesalahan berdasarkan prosedur Newman ditinjau dari gaya kognitif adalah tidak dapat memahami soal dengan baik, kurangnya penguasaan materi, masih bingung

Pelaksana Tugas, yang selanjutnya disingkat Plt, adalah Pegawai yang memiliki kompetensi untuk menduduki jabatan struktural di lingkungan Departemen Keuangan, namun belum

Hasil analisis multivariabel menunjukkan variabel akses yang meliputi sumber pelayanan dan biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan metode kontrasepsi memperkecil peluang responden

Kelembagaan perangkat daerah pelayanan Perizinan terpadu sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah ini adalah kelembagaan yang bersifat terpadu, lintas sektor serta merupakan