Bisnis konstruksi dan lingkungan bisnis

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Pekanbaru kian hari kian tersingkir dengan kian rakusnya pembangunan ruko-ruko, mal, apartemen, perumahan elite hingga gedung perkantoran. Hutan kota berubah menjadi hutan beton. Dari waktu ke waktu, Pekanbaru mengalami

perubahan yang sangat cepat. Sepertinya seketika saja kota ini berubah wajah dari hutan alam hijau menjadi hutan beton yang kaku, dari

kawasan perkebunan sayur-mayur dan buah-buahan menjadi perkebunan rumah.

Hal itu terus terjadi seolah tanpa kendali dan sudah menjadi kebutuhan warga Pekanbaru. Alam mengalami “penyakit” ketidakseimbangan. Akibatnya, satu demi satu keanekaragaman hayati mulai menghilang. Pembangunan kota dianggap sebagai “biang kerok”-nya. Hubungan antara alam dan kota cenderung tidak harmonis. Tindakan manusia membangun kota dengan peradabannya secara langsung maupun tidak langsung telah menganiaya bahkan meniadakan alam. Di sisi lain,

menjaga dan melestarikan alam bisa berarti menahan kota dari pembangunan, terutama pembangunan fisik.

Predikat kota dengan keanekaragaman hayati tampaknya sudah jauh pergi meninggalkan Pekanbaru. Predikat yang kini melekat pada Ibu Kota adalah kota dengan ratusan bahkan ribuan gedung beton. Memang menyedihkan bahwa wilayah hijau kota semakin terancam dan mulai lenyap ditelan perkembangan kota. Namun, sebetulnya masih ada dan banyak kantong serta serat hijau di sela-sela gedung beton menjulang dan permukiman nan padat. Di tengah lebatnya gedung-gedung beton yang kaku, beberapa lahan hijau masih mencoba bertahan hidup. Beberapa di antaranya bahkan hidup di pusat polusi kota.

Ruang publik terbuka merupakan salah satu kebutuhan sebuah kota dan menjadi paru-paru kota. Setiap bagian dari hutan kota yang hijau dapat membantu mencegah kekurangan oksigen secara lokal. Penyebaran hutan-hutan kota berperan sebagai sumber oksigen, yang juga merupakan paru-paru kota.

Di tengah hiruk pikuk kota Pekanbaru, masih tumbuh pepohonan nan hijau yang menjadi tempat favorit burung-burung singgah. Ada juga jenis cempaka yang ulat-ulatnya menjadi makanan burung. Lihat saja

(2)

Taman Puteri Kaca Mayang berlokasi di Jl. Jendral Sudirman Pekanbaru, tepatnya di depan kantor walikota Pekanbaru. Taman Puteri Kaca

Mayang ini merupakan tempat rekreasi keluarga dan merupakan paru-paru yang berada di jantung kota Pekanbaru. Bagi anak-anak, arena ini cukup menarik perhatian karena di tempat ini mereka dapat

menggunakan berbagai fasilitas hiburan yang ada seperti kolam renang, komedi putar, bombom car, dan masih banyak lagi permainan yang

tentunya menyenangkan dan mengasyikkan. Untuk hari-hari libur, tempat ini selalu dipadati pengunjung yang datang baik dari kota Pekanbaru sendiri maupun dari luar daerah.

Penghijauan kota yang berada di belakang Balai Adat Riau terletak di Jl. Diponegoro Pekanbaru. Hutan kota ini kini menjadi tempat rekreasi alami yang menyenangkan. Di sini disediakan jogging track sepanjang ratusan sampai ribuan meter. Mesjid Agung An-Nur merupakan mesjid propinsi dengan bentuk bangunan yang menarik dilengkapi tiang besar dan tinggi melambangkan kebesaran-Nya, terletak di pusat kota

Pekanbaru, mempunyai fasilitas taman hijau yang indah dan luas. Di sini, sedikitnya puluhan bahkan ratusan orang menikmati hijaunya taman dan segarnya udara di kawasan ini.

Meskipun letaknya di pinggiran kota. Taman Rekreasi Danau Buatan Lembah Sari berlokasi di Kecamatan Rumbai Pekanbaru, Limbungan adalah danau buatan berupa bendungan irigasi terletak kurang lebih 10 kilometer dari kota Pekanbaru. Pemandangan alam sekitar danau dengan panorama yang indah, sejuk, nyaman dan bukit-bukit yang ditumbuhi pepohonan, memungkinkan dikembangkan sebagai tempat atraksi wisata tirta seperti berenang, memancing, bersepeda air dan lain-lain.

Untuk kota besar seperti Pekanbaru yang dikelilingi “hutan beton”, paru-paru kota sudah menjadi kebutuhan utama. Warga kota butuh tempat terbuka dengan pepohonan rindang yang menyegarkan. Apalagi

Pekanbaru sudah mulai sesak dan lingkungan hidupnya kian tercemar. Jumlah penduduk Pekanbaru pada siang hari sudah semakin padat, sementara jumlah kendaraan bermotor lebih dari ratusan ribu unit. Banyak pengemudi yang mudah marah karena suasana kota yang kurang nyaman, lalu lintas yang semrawut, dan kemacetan yang kian parah. Hutan kota yang sejuk dan segar dapat menjadi obat yang mengurangi stres tersebut.

Keinginan masyarakat terhadap kawasan hijau, pertama karena alasan kepenatan lingkungan, dan kedua pentingnya kawasan hijau untuk kesegaran jasmani dan rekreasi alam. Sementara kualitas lingkungan hidup di perkotaan cenderung makin menurun akibat berbagai aktivitas di permukiman, perindustrian, pusat-pusat kegiatan kota kian meningkat. Peranan hutan kota sangat berpengaruh terhadap keseimbangan

(3)

Hutan kota juga berfungsi sebagai ventilasi kota. Aliran udara dalam situasi panas yang membentur pepohonan, akan terpilah-pilah arahnya dan semakin menjadi dingin dan bercampur dengan oksigen bebas hasil fotosintesa. “Sehingga peranan fungsi hutan kota menjadi lebih nyata sebagai ventilasi udara lapang dan menjadikan suasana kota lebih nyaman. Ketika banyak orang “lapar” melihat lahan kosong untuk dijadikan “hutan beton”, Pemko Pekanbaru seharusnya tetap serius mempertahankan 40 persen lahan dari wilayah kota sebagai lahan hijau, hal ini sesuai dengan Instruksi menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988. Semoga.***

Coba lihat wajah kota bertuah kita. Depu-debu tanah timbunan

berterbangan di jalanan hingga menyerang paru-paru orang yang berlalu lalang, banjir dan genangan terjadi dimana-mana akibat kekurangan daerah resapan yang telah disulap menjadi bangunan-bangunan beton. Kota menjadi semakin panas karena pepohonan telah ditebas dan

digantikan oleh jalan beraspal hitam legam. Hubungan antara bisnis konstruksi dan lingkungan semakin menjadi pusat perhatian, sebab pada dasarnya masalah lingkungan hidup timbul sebagai akibat kegiatan

bisnis konstruksi.

Kegiatan bisnis konstruksi yang katanya mempunyai peranan besar dalam pembangunan nasional sering dianak-emas-kan sebegitu rupa, sehingga kurang diawasi dan kenakalan mereka dibiarkan. Hubungan antara bisnis konstruksi dan lingkungan hidup kemudian menampakan wajah yang buruk. Misalnya, lahan dieksloitasi untuk pembangunan perumahan tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan yang berakhir dengan kerusakan lingkungan dan timbul banjir dimana-mana. Mereka menggangap seolah-olah mereka hidup tanpa tetangga, tanpa orang lain. Mereka tidak mau tahu bahwa kelakuan mereka telah amat merugikan orang lain, juga merusak lingkungan hidup. Para pelaku konstruksi seolah-oleh hanya mengejar keuntungan diri sendiri dan merasa layak membuat rugi orang lain.

Bisnis konstruksi memang bertujuan mencari keuntungan.

Seseorang pelaku bisnis konstruksi bekerja untuk mencari untung, kalau tidak mencari keuntungan ia bukan pelaku bisnis konstruksi.

(4)

untuk bernafas. Di samping itu, ada batasan moral mengenai keuntungan. Misalnya, jual beli manusia (seperti pada zaman

perbudakan dulu), obat terlarang, minuman keras, pornografi, sekalipun mungkin amat menguntungkan, jelas bertentangan dengan moral

masyarakat. Begitu juga menipu pajak, mempekerjakan anak-anak,

menindas pekerja, manipulasi peraturan, semuanya bisa menguntungkan tetapi bukan itu bisnis konstruksi yang bercorak etis.

Dalam kaitannya dengan lingkungan hidup, bisnis konstruksi sering berjalan sendiri. Bisnis konstruksi sering dikelola dengan naluri atau dorongan ketamakan, ketidak sabaran, kerakusan, kebodohan, dan kecerobohan. Kalangan bisnis konstruksi sering menganggap bahwa alam ini adalah suatu asset modal yang di dapat dengan gratis. Di pihak lain, tenaga manusia yang melimpah menyebabkan sumber daya manusia dihargai seminimal mungkin, ditekan serendah mungkin sebagai ”faktor produksi” belaka.

Bisnis konstruksi dijalankan seolah-olah ”tiada hari esok”, mengeruk dan mengeruk keuntungan, seolah-olah manusia tidak mempunyai anak-anak yang harus tetap hidup. Bisnis konstruksi

dilakukan seolah-olah perusahaan sedang mengalami likuidasi. Cara kita mengekspoitasi alam dan sesama manusia, bagaikan menjelang saat kita sedang mengalami kebangkrutan, sehingga kita melakukan perusakan habis-habisan terhadap sumber daya alam dan sumber daya manusia. Cara kita memperlakukan pekerja dan lingkungan alam seolah-olah kita sedang terancam gulung tikar, sehingga semuanya hnedak dihabiskan sekaligus.

Kebebasan dalam bisnis konstruksi ternyata ada

batas-batasannya. Kebebasan itu berakhir ketika ia mengancam kehidupan orang lain. Kalau menyangkut masalah lingkungan, lebih fundamental lagi karena yang dipertaruhkan bukan hanya kehidupan orang lain saja, akan tetapi seluruh umat manusia dalam seluruh sejarahnya.

Penghabisan sumber daya alam dan perusakan lingkungan alam selalu bergandengan tangan dengan eksploitasi sumber daya manusia. Kemiskinan selalu berhubungan dengan kekumuhan dan kekumuhan selalu bergandeng kerusakan lingkungan. Pengabaian terhadap lingkuingan hidup selalu mengakibatkan munculnya bentuk-bentuk kemiskinan endemik yang menncuat khususnya di kalangan mereka yang daya tawar-menawarnya rendah atau amat hemat. Diperlukan

lingkungan politik yang kondusif bagi munculnya kekuatan kontrol yang m,emadai untuk menghalangi segala rupa kekuasaan yang represif dan kegiatan bisnis yang merusak lingkungan. Oleh sebab itu, kita bisa

mengerti apabila gerakan lingkungan hidup sekarang ini selalu cederung menjadi gerakan politik mencari paradigma baru yang mencari

(5)

Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Dalam Bidang Lingkungan Hidup

Kebijakan

Rasa kepedulian TOTAL terhadap pelestarian lingkungan hidup telah tumbuh sejak TOTAL berdiri di tahun 1970. Dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat serta generasi yang akan datang, setiap tahunnya, TOTAL secara konsisten melaksanakan CSR dalam bidang lingkungan.

(6)

konstruksi gedung. Sistem ini merupakan standarisasi internasional untuk Sistem Manajemen Lingkungan (SML) yang secara luas digunakan di dunia.

Kebijakan CSR TOTAL dalam bidang lingkungan hidup berisi kerangka arahan untuk melaksanakan penerapan, pemeliharaan, pengembangan, perbaikan dan pengelolaan lingkungan hidup untuk meminimalisasi kemungkinan dampak lingkungan negatif, mengembangkan dampak positif, serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

Melalui kebijakan program CSR lingkungan yang bertanggung jawab, kami sangat optimis bahwa keberadaan Perusahaan sebagai kontraktor dalam proyek gedung bertingkat akan diterima dengan baik oleh masyarakat, pemegang saham, serta pemangku kepentingan lainnya. TOTAL senantiasa menyelenggarakan kegiatan proyek gedung yang didasari dengan wawasan tentang lingkungan dan berperan serta dalam upaya mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat.

Kegiatan CSR Lingkungan

Sedangkan beberapa upaya konkret TOTAL dalam upaya memperhatikan aspek kelestarian lingkungan di setiap lokasi usaha dan lingkungan sekitar Perusahaan, diimplementasikan dengan cara:

 Menjaga kelestarian lingkungan.

 Menaati peraturan perundang-undangan dan standar pengelolaan lingkungan.

 Menyediakan semua perlengkapan dan peralatan pengelolaan lingkungan.

 Melakukan penyesuaian dan perbaikan lingkungan hidup untuk mengurangi dampak negatif lingkungan dan mengembangkan dampak positif serta memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.

 Melakukan tindakan yang bersifat promotif dan preventif untuk mengantisipasi keadaan darurat.

 Melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap pencemaran lingkungan yang terjadi.

 Membuat laporan atas setiap pencemaran lingkungan yang terjadi.

 Melakukan pemeriksaan, inspeksi, dan evaluasi secara berkala terhadap semua sarana.

 Melakukan pelatihan penanggulangan pencemaran lingkungan.

 Penyuluhan penggunaan dan pembuangan bahan kimia berbahaya

(7)

Sertifikasi di Bidang Lingkungan

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...