• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KADAR KAROTEN PADA BUAH PARE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "ANALISIS KADAR KAROTEN PADA BUAH PARE"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

127

ANALISIS KADAR β

-KAROTEN PADA BUAH PARE (Momordica

charantia L.) ASAL TERNATE SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS

Tadjuddin Naid 1, Andi Muflihunna 2, dan Mas Intan Ode Madi 2

1

Fakultas Farmasi, Universitas Hasanuddin, Makassar 2

Fakultas Farmasi, Universitas Muslim Indonesia, Makassar

ABSTRAK

Telah dilakukan Analisis Kadar β-Karoten Pada Buah Pare (Momordica charantia L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kadar β-Karoten Pada Buah Pare (Momordica charantia L.) Asal Ternate secara spektrofotometri UV-Vis. Sampel buah pare (Momordica charantia L.) diekstraksi dengan pelarut aseton. Ekstrak yang diperoleh diekstraksi kembali dengan pelarut petroleum eter, kemudian disaponifikasi dengan pelarut KOH 15% dalam metanol. Ekstrak tersebut dibebas basakan dengan air suling. Ekstrak yang diperoleh dikeringkan dengan Na2SO4 anhidrat. Ekstrak

yang diperoleh dianalisis kualitatif dengan menggunakan Kromatografi Lapis Tipis, dan analisis kuantitatif dengan menggunakan spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 450 nm diperoleh kadar rata-rata β-karotenpada buah pare asal Ternate 0,7822 mg/100 g.

Kata kunci :β-karoten, Momordica charantia L., UV-Vis

PENDAHULUAN

Vitamin merupakan senyawa organik yang sangat penting dalam mempengaruhi proses meta-bolisme. Vitamin diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk mempertahankan kesehatan, tetapi vitamin tidak dapat dibuat oleh tubuh manusia. Oleh karena itu harus diperoleh dari bahan pangan atau sediaan multivitamin (1).

β-karoten merupakan pigmen tumbuhan, dan merupakan provitamin A yang paling penting

bagi manusia. β-karoten dapat membentuk dua molekul vitamin A. Sebagian besar sumber

provita-min A adalah β-karoten yang banyak terdapat di dalam bahan-bahan nabati. Sayuran dan buah-buahan yang berwarna hijau, jingga atau merah. Senyawa dan aktivitas vitamin A yang terdapat dalam tanaman, termaksud dalam kelompok karo-ten (2,3).

Tanaman pare (Momordica charantia L.) mengandung momordisin, memordin, karantin, asam trikosanik, resin, asam resinat, steroid, vitamin A dan C serta minyak lemak yang terdiri atas asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan L-oleostearat, karantin, hydroxytryptamine, serta vitamin A, B, dan C, yang dalam ilmu farmasi di-kenal sebagi senyawa antiradang, antioksidan, analgesik, antivirus (khususnya HIV), serta mence-gah keracunan hati, antialergi, dan anti kanker (4). Dibandingkan dengan brokoli, pare me-ngandung kadar β-karoten dua kali lebih banyak.

β-karoten sangat baik untuk membasmi sel kanker dan menghambat serangan jantung. Kalium yang terdapat pada pare bermanfaat untuk mengatasi

konsumsi natrium berlebih sehingga berkhasiat untuk mengatasi tekanan darah tinggi (5).

Dari uraian di atas, maka telah dilakukan

penelitian analisis kadar β-karoten pada pare (Momordica charantia L.) secara spektrofotometri UV-VIS. alat kromatografi lapis tipis, perangkat alat soxhlet, spektrofotometer ultraviolet-visibel (Cary).

Bahan yang digunakan adalah air suling, aseton p.a (E.merck), benzen p.a (E.merck), β -karoten p.a (E.merck), natrium sulfat anhidrat p.a (E. merck), metanol p.a (E.merck), kalium hidrok-sida p.a (E.merck), petroleum eter p.a (E.merck), pare (Momordica charantia L.).

Pengolahan Sampel dan Ekstraksi

Sampel pare diambil dari Ternate, Provinsi Maluku Utara. Pare yang telah diambil dibersihkan kemudian dipotong-potong kecil dan dikeringkan.

(2)

128 Majalah Farmasi dan Farmakologi, Vol. 16, No.3 – November 2012, hlm. 127 – 130

dicampur dalam botol eluen, lalu dikocok hingga homogen.

Sebanyak 50 g pare segar ditimbang teliti, lalu diimasukkan ke dalam labu soxhlet dan diekstraksi dengan 100 ml aseton. Ekstrak aseton yang diperoleh dikisatkan kurang lebih sebanyak 5 ml, kemudian diekstraksi kembali dengan petro-leum eter sebanyak 3 kali 25 ml. Hasil ekstraksi dikisatkan sampai kurang lebih 5 ml, kemudian di-lakukan saponifikasi dengan larutan KOH 15 %, dikocok dan didiamkan semalam. Hasil saponifi-kasi tersebut diekstraksi kembali dengan petro-leum eter sebanyak 3 kali 25 ml, lalu dicuci dengan air suling sampai bebas basa, lalu dikeringkan dengan Na2SO4 anhidrat, dan disaring kemudian dicukupkan volumenya hingga 100 ml dengan petroleum eter.

Analsis Kadar β-karoten

Larutan β-karoten murni sebagai pemban-ding dan larutan sampel ditotolkan bersama-sama pada lempeng KLT. Setelah kering lempeng KLT dimasukkan ke dalam chamber kemudian dielusi dengan menggunakan cairan pengelusi petroleum eter-benzen (9:1), selanjutnya lempeng KLT di-keluarkan kemudian diamati dengan lampu UV dan dengan penyemprotan H2SO4 10 %.

Sebanyak 25 mg β-karoten murni yang diitimbang teliti dilarutkan dalam 30 ml petroleum eter di dalam labu tentukur 50 ml lalu dicukupkan volumenya hingga 50 ml, sehingga diperoleh larut-an stok denglarut-an konsentrasi 500 ppm. Dari larutlarut-an tersebut dipipet masing-masing berturut-turut se-banyak 0,5 ml, 1 ml, 2 ml, 2,5 ml, dan 3 ml, dan dimasukkan ke dalam labu tentukur dan dan volu-me dicukupkan hingga 50 ml diperoleh seri larutan baku dengan kosentrasi 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm.

Salah satu dari seri konsentrasi bahan

baku β-karoten diukur serapannya dengan spek-trofotometer pada beberapa panjang gelombang untuk menentukan panjang gelombang serapan maksimum. Selanjutnya seri larutan baku dengan kosentrasi 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, dan 25 ppm masing-masing diukur serapannya pada panjang gelombang serapan maksimum. Sampel yang telah disiapkan, diukur pula serapannya de-ngan spektrofotometer pada panjang gelombang maksimum 450 nm.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Tanaman pare merupakan tanaman sayur-an ysayur-ang mempunyai nilai kegunasayur-an ysayur-ang cukup tinggi bagi kesehatan manusia. Tingkat kesesuai-an tumbuh tkesesuai-anamkesesuai-an pare ykesesuai-ang cukup tinggi ini mangakibatkan tanaman pare dapat tumbuh di mana saja.

Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah buah pare (Momordica charantia L.) yang berasal dari Ternate dengan tujuan untuk

menge-tahui kadar β-karoten yang dianalisis secara spek-trofotometri UV-Vis.

Sampel buah pare diekstraksi dengan menggunakan alat soxhlet dengan cairan penyari aseton untuk menarik senyawa-senyawa organik yang terkandung di dalam sampel. Selanjutnya senyawa karotenoid dalam ekstrak aseton dieks-traksi dengan menggunakan petroleum eter, kemu-dian disaponifikasi dengan menambahan larutan KOH 15 % dalam metanol yang bertujuan untuk melepaskan ikatan esternya, karena sebagaimana diketahui bahwa senyawa karotenoid dari bahan alam biasanya dalam bentuk ester. Reaksi penya-bunan menghasilkan sabun yang bersifat basa, sehingga sebelum dilakukan analisis lebih lanjut, ekstrak tersebut harus dibebasbasakan dengan cara mencuci ekstrak tersebut dengan air suling sehingga rantai hidrokarbon yang bersifat hidrofob akan larut ke dalam petroleum eter sedangkan ion karbon yang bersifat hidrofilik larut dalam lapisan air. Setelah dicuci ekstrak petroleum eter tersebut dikeringkan dengan cara menambahkan Na2SO4 anhidrat yang bertujuan untuk menarik air agar ekstrak yang diperoleh tersebut bebas dari air se-hingga didapatkan hasil analisis yang lebih baik.

Pada analisis kualitatif, ekstrak petroleum eter buah pare diuji dengan Kromatografi Lapis

Tipis (KLT) dengan pembanding β-karoten murni, menggunakan cairan pengelusi petroleum eter - benzen (9:1), dan diperoleh bercak berwarna kuning untuk sampel buah pare dengan nilai Rf 0,4 dan warna bercak serta nilai Rf yang diperoleh juga sama dengan untuk senyawa pembanding β -karoten murni yang juga berwarna kuning dengan nilai Rf 0,4. Hal ini menunjukkan bahwa sampel

buah pare mengandung senyawa β-karoten,dapat dilihat pada tabel 1. Setelah diperoleh hasil dari analisis kualitatif, lalu dilanjutkan dengan analisis kuantitatif untuk melihat kadar pada buah pare (Momordica charantia L.) asal Ternate.

Tabel 1. Hasil analisis kualitatif KLT β-karoten pada buah pare (Momordica charantia L.)

Penampak

(3)

Tadjuddin Naid, dkk,Analisis Kadar β-Karoten Pada Buah Pare (Momordica charantia L.) Secara Spektrofotometri Uv-Vis 129

Tabel 2. Hasil analisis kuantitatif β-karoten pada buah pare (Momordica charantia L.) dengan 3 kali pengukuran serapan, dan berat sampel 50 g.

Serapan Kadar (mg/g)

Kadar (mg/100g)

Kadar rata-rata (mg/100g)

0,5463 0,0078096 0,78096

0,7822 0,5474 0,0078260 0,78260

0,5477 0,0078304 0,78304

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa kadar rata-rata β-karoten pada buah pare yaitu 0,7822 mg/100 g.

DAFTAR PUSTAKA

1. Andarwulan, N., dan Koswara, 1992, Kimia Vitamin, Penerbit Rajawali, Jakarta.

2. Almatsier, S. 2004. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Gizi, PT.Gramedia Pustaka Utama, Jakarta. 3. Suhardjo & Kusnarto, C.M. 1999.

Prinsip-Prinsip Ilmu Gizi, Penerbit Kanisius, Yogya-karta.

4. Damayanti, D. 2008, Buku Pintar Tanaman

Obat, Agromedia Pustaka, Jakarta.

5. Sampoerna, T. 2004. Kiat Mengenal Penyakit dan Obatnya, Penerbit Progres, Jakarta. 6. Mulja, M. dan Syahrani, A. 1990. Aplikasi

Ana-lisis Spektrofotometer Ultra Violet-Visiblel, Mec-phiso Grafika, Surabaya.

(4)

Gambar

Tabel  1.  Hasil  analisis  kualitatif  KLT  β-karoten  pada  buah pare (Momordica charantia L.)
Tabel  2.  Hasil  analisis  kuantitatif  β-karoten  pada  buah  pare (Momordica charantia L.) dengan 3 kali pengukuran  serapan, dan berat sampel 50 g

Referensi

Dokumen terkait

penelitiannya adalah deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecakapan personal siswa pada pembelajaran sosiologi yang terdiri dari indikator kecakapan kesadaran diri

Berdasarkan hasil analisis data penelitian yang telah dilakukan, maka disimpulkan bahwa terdapat pengaruh model Missouri Mathematics Project terhadap hasil belajar matematika

- Jika baris bagian bawah dari papan permainan telah penuh, kamu dapat mengisi baris pada bagian yang berada pada posisi lebih atas.d. - Jika baris bagian bawah dari papan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelelahan para penjahit dan mengetahui lokasi keluhan muskuloskeletal yang paling sering terjadi pada para penjahit,

perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan atau pemerintah telah digunakan secara efektif dan efesien, guna untuk mencapai suatu

dalam penelitian kualitatif dapat diperoleh dengan observasi, wawancara,

keberlangsungan ilmu pengetahuan. Seperti pada sebuah ungkapan dalam bahasa Arab disebutkan bahwa hendaklah kita menumtut ilmu hingga negeri China. Hal ini mempunyai

By the time the Doctor and Jo reached the Marshal’s office, the noise was clearly audible in the corridor outside.. They tried to go straight in, but an armed security guard stopped