• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN PENGELOLAAN PRODI POLTEK 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PEDOMAN PENGELOLAAN PRODI POLTEK 1"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

0

PEDOMAN PENGELOLAAN DANA DAN

PENYUSUNAN ANGGARAN BIAYA

PROGRAM STUDI

TAHUN 2016

(2)
(3)
(4)

3

KATA PENGANTAR

Buku Pedoman Pengelolaan Dana dan Penyusunan Anggaran Biaya Program Studi pada Politeknik Indonusa Surakarta merupakan bagian dari Buku Pedoman Pengelolaan Dana dan Penyusunan Anggaran Biaya Politeknik Indonusa Surakarta sebagai pedoman dalam penyusunan program kerja seluruh unit kerja Program Studi beserta penganggarannya ke dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Penetapan RKA disusun berdasarkan usulan kegiatan yang berasal dari indikator Program Kerja Tahunan dari seluruh unit kerja, dimana susunan rencana kerja dalam perangkat kerja program saling mendukung untuk mencapai tujuan dan mengintegrasikan ke dalam sistem penganggaran atau yang disebut Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB).

Rencana Kerja dan Anggaran disusun mengacu pada Renstra Prodi dan Renstra Universitas dan dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Program Studi yang secara berjenjang diselaraskan dan diintegrasikan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan Politeknik Indonusa Surakarta secara terpadu dan berkesinambungan. Pedoman Pengelolaan Dana dan Penyusunan Anggaran Program Studi dimaksudkan sebagai acuan unit kerja pada Program Studi di lingkungan Politeknik Indonusa Surakarta dalam menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Program Studi.

Pedoman Pengelolaan Dana dan Penyusunan Anggaran Program Studi ini dimaksudkan agar pengelolaan anggaran pada Program Studi dikelola dengan sistem pengelolaan keuangan yang sehat, transparan, akuntabel dan mampu mendukung pengembangan perguruan tinggi. Buku Pedoman ini diharapkan dapat bermanfaat bagi pengelola perencanaan rencana kerja dan rencana anggaran serta pimpinan unit kerja Program Studi di lingkungan Politeknik Indonusa Surakarta.

Surakarta, 29 Agustus 2016 Dikrektur,

(5)

4

I. PENDAHULUAN

(6)

5

II. STRATEGI PERENCANAAN

Sistem pengelolaan keuangan Politeknik Indonusa Surakarta yang telah disebutkan dalam Buku Pedoman Pengelolaan dan Penyusunan Anggaran Biaya Politeknik Indonusa Surakarta bahwa kebijakan operasional meliputi berikut ini:

1. Perencanaan Strategis Pendanaan dan Program Kerja

Rencana Strategis pengelolaan keuangan akan dijabarkan dalam Rencana Operasional lima tahunan, dan akan dijabarkan lagi kedalam Program Kerja Tahunan dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA). Untuk menjaga konsistensi program kerja dalam jangka panjang, RKA unit kerja merupakan penjabaran operasional dari rencana strategis unit kerja program studi, yang menginduk pada renstra Politeknik Indonusa Surakarta. Program-program pengembangan unit kerja yang diusulkan dalam RKA harus mengacu pada visi masing-masing yang diinginkan dalam lima tahun mendatang. Penetapan RKA disusun berdasarkan usulan kegiatan yang berasal dari indikator Program Kerja Tahunan dari seluruh unit kerja, dimana susunan rencana kerja dalam perangkat kerja program saling mendukung untuk mencapai tujuan dan mengintegrasikan ke dalam sistem penganggaran atau yang disebut Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB). Program Kerja Tahunan hakekatnya disusun berdasarkan target capaian yang diusulkan oleh tiap program studi. Tiap program studi hendaknya menyampaikan dengan jelas target capaian sesuai dengan renstra. Indikator capaian dibuat dengan memperhatikan standar penjaminan mutu digunakan sebagai instrumen dasar agar Prodi memiliki arah tujuan yang jelas dalam melaksanakan program-programnya, maka pimpinan prodi sudah mengetahui target kerja yang harus dicapai oleh unit kerja masing-masing dalam suatu periode tahunan. Arah pengelolaan Rencana Kerja dan Anggaran melalui ketetapan pagu anggaran yang tertuang dalam RAPB periodik dimulai sejak proses perencanaan, pelaksanaan hingga pertanggungjawaban dengan memperhatikan aspek efektivitas, efisiensi, transparansi dan akuntabilitasi berpedoman pada prinsip bottom-up dan top-down planning, artinya bahwa mekanime usulan rencana program anggaran harus mewujudkan keseimbangan berdasarkan kebutuhan masing-masing unit kerja dari tingkat bawah, menengah maupun tingkat atas.

Arah pengelolaan Rencana Kerja dan Anggaran program studi meliputi dua jenis program sebagai berikut:

(7)

6 b) Pendukung akademik;

c) Pelayanan kepada mahasiswa termasuk kegiatan mahasiswa; d) Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat;

e) Pemeliharaan;

f) Administrasi dan umum.

b. Pengembangan dan pembangunan yang mengacu pada renstra program studi. Sasaran pengembangan mencakup:

a) Pengembangan kompetensi sumber daya manusia baik melalui studi lanjut, peningkatan kualitas dosen, memperoleh sertfikasi keahlian dibidangnya, maupun mengikuti pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan peningkatan kompetensi untuk mendukung program pendidikan dan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

b) Pengembangan bidang organisasi dan manajemen untuk mewujudkan good governance dalam bidang tridharma perguruan tinggi.

c) Pengembangan program Unggulan di masing-masing Program Studi, sehinggan menjadi

centre of excelence.

d) Pengembangan Sarana dan Prasarana untuk mendukung prosespembelajaran dan program tridharma pendidikan tinggi dan pelayanan.

1.1Komponen Usulan Program dan Kegiatan

Usulan Program dan Kegiatan disampaikan oleh unit kerja sekurang-kurangnya mencakup:

a. Rapat Koordinasi (Rakor)/Rapat Kerja (Raker)

Dalam Rapat Koordinasi Politeknik Indonusa Surakarta, Direktur menyampaikan kebijakan Umum mengenai Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan dan menyampaikan mengenai tema dan fokus program masing-masing bidang. Momentum penyelenggaraan Rakor/Raker menjadi bagian penting dan strategis dalam mensosialisasikan program kerja dan anggaran serta melakukan prosesi penyusunan rencana program kegiatan dan anggaran tahunan.

b. Penyusunan Program dan Kegiatan

Usulan program dari setiap unit kerja harus relevan dan sinkron untuk membantu tercapainya renstra program studi sekaligus renstra Politeknik Indonusa Surakarta. Usulan program, kegiatan dan anggaran oleh unit kerja harus didasari dari rencana strategis masing-masing unit kerja yang bersangkutan dengan fokus program dan kegiatan yang mengarah pada pencapaian indikator kinerja.

(8)

7

1) Para Pimpinan Unit Kerja program studi membentuk tim koordinasi pada unit masing-masing yang bertugas untuk melakukan koordinasi penyusunan dan reviu rancangan program, kegiatan dan anggaran tahunan pada unit-unit dibawahnya.

2) Tim koordinasi penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan melakukan sosialisasi kepada unit-unit yang ada dibawahnya.

3) Pimpinan unit program studi mengundang rapat staf yang ada di lingkungan kerja masing-masing (dosen/tenaga kependidikan) untuk menyusun rencana kerja dan anggaran pada unit masing-masing, dan menandatangani daftar hadir yang merupakan lampiran usulan.

4) Pimpinan unit program studi menyampaikan rencana kerja dan anggaran yang telah disetujui oleh rapat pada unit masing-masing kepada tim koordinasi pada tingkat program studi, dilampiri daftar hadir penyusunan rencana kerja dan anggaran tahunan.

5) Tim koordinasi program studi melaporkan draft rencana kerja dan anggaran tahunan kepada Direktur melalui Wakil Direktur I.

6) Jika ada ketidaksesuaian antara Visi, Misi dan sasaran program studi, draft rencana kerja dan anggaran direvisi oleh program studi. Penetapan RKA disusun berdasarkan usulan kegiatan yang berasal dari indikator Program Kerja Tahunan dari seluruh unit kerja, dimana susunan rencana kerja dalam perangkat kerja program saling mendukung untuk mencapai tujuan dan mengintegrasikan ke dalam sistem penganggaran atau yang disebut Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB).

7) Jika Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) sudah tidak ada revisi, disampaikan ke Direktur melalui Wakil Direktur I dan diusulkan ke Yayasan untuk disahkan.

8) Setelah Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja (RAPB) disahkan oleh Yayasan, maka dibuat keputusan melalui SK Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahunan Program Studi.

9) Anggaran Pendapatan dan Belanja Tahunan Program Studi yang telah disahkan oleh Yayasan diserahkan kembali kepada Program Studi untuk disosialisasikan ke semua unit kerja prodi.

(9)

8

1.2 Penganggaran

Rencana penerimaan program studi bersumber dari: a. Pembayaran dari mahasiswa

Pembayaran dari mahasiswa merupakan biaya pendidikan yang dibebankan kepada mahasiswa setelah mahasiswa tersebut melakukan pendaftaran dengan membayar biaya pendaftaran. Ketentuan tarif biaya pendidikan dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi mahasiswa, orang tua mahasiswa atau pihak lain yang membiayai mahasiswa dan memberikan kemudahan, yaitu biaya pendidikan dapat dicicil mahasiswa sesuai ketentuan yang ditetapkan pada program studi. Pedoman perumusan jenis biaya pendidikan dan peruntukannya disesuaikan dengan otonomi setiap prodi, yaitu menyesuaikan kebutuhan pembiayaan masing program studi, karena masing-masing peogram studi tentu memiliki kebutuhan yang berbeda sehingga dapat mempengaruhi besaran biaya pendidikan yang diberlakukan, antara lain sebagai berikut: 1. Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP)

2. Dana Pengembangan (DP)

3. Dana Pelengkap Pendidikan adalah biaya yang dibayarkan pada semester pertama oleh mahasiswa baru untuk menunjang kelengkapan pelaksanaan pendidikan, seperti: atribut mahasiswa (jas, jaket, seragam), Ujian, ESQ Training, dan lain sebagainya. 4. Biaya PI (Praktik Industri) atau dengan istilah lainnya.

5. Biaya Pendukung Lainnya, yaitu biaya yang ketetapannya berdasarkan jenis kegiatan dan peruntukannya, seperti biaya Wisuda, Biaya Skripsi atau biaya lainnya (berdasarkan standar dan peraturan yang ada).

6. Biaya lainnya yang sah adalah biaya yang dibebankan kepada mahasiswa, ketetapannya berdasarkan jenis kegiatan yang mampu memberikan kontribusi dalam menunjang penyelenggaraan pendidikan seperti uji kompetensi dan lainnya.

b. Pemerintah (Kemenristek Dikti/Diknas), yaitu penerimaan yang diperoleh dari badan pemerintah terkait dengan bantuan:

1. Beasiswa bagi mahasiswa baik dari Kemenristek Dikti maupun dari Diknas. 2. Hibah Pemerintah baik yang berupa dana maupun sarana/prasarana.

(10)

9

c. Yayasan, yaitu penerimaan yang diperoleh dari yayasan atau badan penyelenggara. Berupa anggaran rutin yang digunakan untuk biaya operasional pendidikan dan tridharma perguruan tinggi dan anggaran pembangunan dan pengembangan fisik maupun non fisik. d. Sumber Usaha dan Kegiatan, yaitu penerimaan yang diperoleh dari pelatihan, diklat,

workshop, seminar dan lain-lain yang bersumber dari kegiatan yang diadakan Program Studi.

Anggaran Belanja Unit Kerja merupakandana yang dialokasikan program studi kepada unit kerja yang bersangkutan, yang ditetapkan dengan mempertimbangkan hal berikut:

1. Beban kerja (workload) untuk menjamin terselenggaranya pelayanan akademik; 2. Kinerja unit kerja;

3. Kontribusi unit kerja dalam menjalankan visi dan misi Program Studi. Anggaran belanja untuk setiap program kegiatan unit kerja terbagi atas: 1. Belanja pegawai;

2. Belanja barang atau bahan habis pakai dan bahan lainnya;

3. Belanja jasa pihak ketiga, merupakan layanan dari pihak diluar program studi yang diperlukan untuk mendukung kegiatan yang telah direncanakan.

2. Perencanaan Pengelolaan dan Penggunaan Dana

Pembiayaan Program Studi diatur pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Program Studi, dibagi dalam dua bagian, yaitu:

a. Biaya Operasional

Biaya operasional sebagaimana dimaksud adalah:

(11)

10

b) Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang melekat pada gaji. Yang dimaksud dengan pembayaran gaji dan tunjangan lainnya di lingkungan Politeknik IndonusaSurakarta untuk gaji pendidik adalah semua pembayaran gaji, uang kehadiran, tunjangan struktural, tunjangan jabatan fungsional, Pembimbing Akademik, dan tambahan lainnya yang berkaitan dengan diselenggarakannya kegiatan. Pembayaran gaji dan tunjangan lainnya di lingkungan Program Studi untuk gaji tenaga kependidikan adalah semua pembayaran gaji, uang kehadiran, tunjangan struktural, dan tambahan lainnya yang berkaitan dengan diselenggarakannya kegiatan. Tunjangan lainnya adalah termasuk tunjangan kesehatan (BPJS Kesehatan) dan Dana Pensiun (BPJS Ketenagakerjaan) bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah memenuhi persyaratan yang diatur dalam SK Yayasan Nomor: 002/SK-SDM/YIM/VIII/2016 tentang Buku Pedoman Kepegawaian. c) Pemberian bantuan biaya pendidikan kepada mahasiswa yatim piatu dan kurang mampu

sesuai ketentuan yang ditetapkan oleh Yayasan. b. Biaya Pembangunan dan Pengembangan

a) Biaya Pembangunan

Sumber pendanaan dalam rencana pembangunan di lingkungan Program Studi sudah dijelaskan pada penerimaan dan sumber perolehan, dimana sumber perolehandana diupayakan dalam beberapa skema yaitu:

1. Usulan pendanaan dari Yayasan dalam bentuk anggaran pembangunan

2. Pendanaan dari mahasiswa dalam bentuk penerimaan Dana Pengembangan (DPI) dan istilah lainnya.

3. Pendanaan dari sumber lain, Hibah Pemerintah maupun Swasta. a) Biaya Pengembangan

(12)

11

belajar mengajar di lembaga pendidikan. Pengembangan non fisik Program Studidifokuskan pada berikut ini:

I. Pengembangan SDM, yaitu pengembangan untuk meningkatkan keilmuan pendidik dan tenaga kependidikan melalui studi lanjut, meningkatkan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.

II. Pengembangan SDM, yaitu pengembangan untuk meningkatkan keilmuan pendidik dan tenaga kependidikan dengan mengikuti workshop, seminar, diklat maupun pelatihan-pelatihan sebagai pengembangan keahlian.

(13)

12

III. PELAKSANAAN ANGGARAN

Tahap pelaksanaan anggaran diawali dengan telah disetujuinya Rencana Anggaran dan Belanja oleh Yayasan melalui SK Pengesahan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Program Studi. Sebelum disahkan pengurus Yayasan berhak merevisi, mengurangi maupun menambah usulan anggaran yang di usulkan melalui Rencana Anggaran Pendapatan Dan Belanja setiap Program Studi. Pengelolaan dan penggunaan anggaran diserahkan kepada Direktur berdasarkan Anggaran Pendapatan dan Belanja (APB) Politeknik IndonusaSurakarta yang ditembuskan kepada masing-masing fakultas/prodi/unit kerja. Pelaksanaan pencairan anggaran ditetapkan melalui prosedur yang diatur melalui Standar Operasional Prosedur (SOP).

a. Prosedur Pencairan Anggaran

1) Unit kerja/Prodi dengan berpatokan pada anggaran pendapatan dan belanja yang telah disetujui mengajukan pencairan setiap item anggaran kepada fakultas/program studi berdasarkan kegiatan yang telah tersusun dalam program kerja masing-masing secara berjenjang.

2) Prodi menerima usulan pencairan dari unit kerja, mempelajari kesesuaian usulan pencairan dengan kebutuhan dalam anggaran.

3) Prodi meneruskan permohonan pengajuan pencairan anggaran ke Universitas melalui Wakil Direktur II dan meneruskan pengajuan anggaran kepada Direktur untuk mendapatkan persetujuan.

4) Setelah mendapatkan persetujuan dari Direktur, pengajuan anggaran oleh Wakil Direktur II diteruskan ke bagian keuangan untuk dicairkan dan meneruskannya kepada prodi.

5) Prodi mendistribusikan pencairan anggaran kepada unit kerja dan menggunakan anggaran sesuai dengan pengajuan dan realisasi program kegiatan.

b. Prosedur Pembayaran Gaji Pegawai

1) Bagian kepegawaian menyerahkan rekap presensi, lembur dan hak-hak lain yang harus dibayarkan ke bagian keuangan.

2) Bagian keuangan menerima rekap dan menginput data gaji serta mencetak rekap gaji kemudian di validasi.

(14)

13

4) Wakil Direktur II menyerahkan kembali rekap data gaji yang telah disetujui Direktur kepada bagian keuangan.

5) Bagian keuangan menyerahkan data gaji ke Bank untuk diposting ke rekening pegawai, membukukan dan membuatkan slip gaji untuk diemail ke email masing-masing pegawai.

Pelaksanaan pembiayaan kegiatan Program Studi didasari oleh azas-azas tepat anggaran, tepat manfaat, tepat prioritas, tepat sasaran, tepat jadwal, dan tepat prosedur. Strategi yang ditempuh dalam penerimaan dan penggunaan anggaran dalam pengelolaan keuangan Program Studi adalah bahwa semua kegiatan atau program dapat dilakukan namun dengan penggunaan anggaran yang lebih efisien (prinsip efektivitas dan efisiensi) seperti yang tertuang dalam Pedoman Pengelolaan Dana dan Penyusunan Anggaran Biaya Politeknik Indonusa Surakarta yang ditetapkan melalui SK Yayasan Nomor: 004/SK-YIM/VIII/2016. Dengan adanya strategi tersebut diharapkan anggaran dapat lebih dihemat dan tidak mengalami defisit anggaran, bahkan bisa memiliki sisa dana lebih (saldo dana). Sisa dana lebih atau saldo dana bisa digunakan untuk operasional tahun berikutnya, sehingga penyelenggaraan pendidikan berjalan lancar dan berkesinambungan. Perlakuan terhadap sisa dana lebih (saldo dana) dalam setiap kegiatan diatur melalui Standar Operasional Prosedur (SOP).

c. Prosedur Pengembalian Sisa Dana Lebih Program Studi

1) Unit kerja/prodi menyusun laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran dari kegiatan yang telah dilaksanakan dan menyampaikan laporan tersebut beserta sisa dana lebih dari kegiatan yang dilaksanakan (jika ada) ke fakultas/prodi.

2) Prodi mengarsipkan laporan pertanggungjawaban penggunaan anggaran tersebut dan meneruskannya ke bagian keuangan bersama sisa dana lebihnya.

3) Bagian keuangan mencocokkan laporan pertanggungjawaban antara kesesuaian laporan dengan bukti penggunaan dana disertai bukti kuitansi yang sah.

(15)

14

5) Wakil Direktur II menyampaikan laporan pertanggungjawaban penggunaan keuangan yang telah mendapat pengesahan ke bagian keuangan untuk dimasukkan kedalam sistem keuangan dan ditembuskan kepada prodi untuk pengarsipan.

(16)

15

IV. PELAPORAN

Mekanisme pengelolaan keuangan pada Prodi merupakan bagian terpenting dari seluruh aspek, maka perlu disusun prosedur teknis pengelolaan transaksi dan keuangan. Program Studi mempunyai kewenangan penuh untuk mengelola anggaran sesuai dengan RAPB Prodi yang telah disahkan oleh Yayasan. Sehingga keseluruhan proses transaksi dan keuangan prodi diharapkan tercatat dan dibukukan dengan memperhatikan prinsip kehati-hatian, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) pengelolaan keuangan dan mengacu pada ketentuan standar akuntansi yang berlaku.

Sistem pencatatan transaksi keuangan Prodi menggunakan metode Cash Basic, yang artinya transaksi dicatat pada saat menerima kas atau pada saat mengeluarkan kas. Aktiva atau pendapatan dicatat pada saat menerima kas, sedangkan kewajiban atau biaya dicatat pada saat mengeluarkan kas. Adapun mekanisme pencatatan pembukuan Prodi sama dengan mekanisme yang ada pada sistem pelaporan pengelolaan keuangan Politeknik Indonusa Surakarta.

Pencatatan Pembukuan mengacu pada Siklus Akuntansi ditunjukkan pada gambar berikut ini:

Prodi secara desentralisasi membuat laporan keuangan sebagai pertanggungjawaban penggunaan anggaran Prodi yang kemudian dilaporkan ke tingkat Pusat (Politeknik Indonusa Surakarta) untuk dibuat laporan keuangan konsolidasi. Metode yang dapat digunakan dalam pelaporan keuangan sehubungan dengan pelaporan keuangan prodi, antara lain:

a. Sisa dana lebih (Surplus) atau Defisit anggaran prodi tidak dipisahkan dengan pusat/universitas dalam hal ini Politeknik IndonusaSurakarta.

(17)

16

(18)

17

V. AUDIT, MONITORING DAN EVALUASI

1. Prosedur Audit Internal dan Eksternal

Audit atau pemeriksaan keuangan bertujuan untuk memberikan keyakinan yang memadai (reasonable assurance) bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam semua hal material, sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum. Selain itu audit bertujuan untuk menjamin efisiensi penggunaan anggaran dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan seperti fraud atau penyimpangan anggaran. Audit keuangan Program Studi tidak terpisah dari Audit Keuangan Politeknik Indonusa Surakarta dilakukan secara internal maupun eksternal.

a) Prosedur Audit Internal

(19)

18 b) Prosedur Audit Eksternal

Sesuai dengan Visi Prodi adalah menjadi program studi yang unggul, maka diperlukan hasil audit atas laporan keuangan yang dilaksanakan oleh Audit Eksternal yaitu Kantor Akuntan Publik. Dalam upaya membuktikan laporan keuangan yang dapat dipercaya dan wajar tanpa syarat, dibutuhkan pihak luar yang cukup ahli dan bebas tidak memikat yang disebut Akuntan Publik. Namun untuk pemenuhan laporan Audit Eksternal program studi masih menjadi satu kesatuan yang tidak terpisah dengan laporan Audit eksternal yang dilakukan secara periodik tahunan yang bergantung pada kebutuhan Politeknik IndonusaSurakarta atas persetujuan Yayasan. Manajemen bertanggungjawab atas penyusunan dan penyajian wajar laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Atas pengendalian internal yang di anggap perlu oleh manajemen untuk memungkinkan penyusunan laporan keuangan yang bebas dari kesalahan penyajian material, baik yang disebabkan fraud maupun kesalahan. Untuk itu diperlukan sebuah opini bahwa laporan keuangan menyajikan secara wajar dalam semua hal yang material diperoleh dari audit eksternal, dan Yayasan Indonesia Membangun (YIM) telah menunjuk KAP Wartono dan Rekan sebagai Audit Eksternal rekanan.

2. Monitoring dan Evaluasi

Untuk menjamin sebuah perguruan tinggi yang sehat dan berdaya saing, untuk itu Prodi sebagai bagian dari Politeknik IndonusaSurakarta selalu berusaha memperbaiki kapasitas fisik, tata kelola, pendanaan dan sumber daya manusia. Keberhasilan suatu program dapat dilihat dari kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaannya, terukur, dan akuntabel. Sehingga keberlanjutan aktivitas dapat terlaksana merupakan dampak dari program yang baik dan sukses. Dalam pengelolaan keuangan Program Studi dan Politeknik IndonusaSurakarta memerlukan adanya monitoring dan evaluasi guna mencapai tujuan Politeknik IndonusaSurakarta sebagai

(20)

19

(21)

20

VI. PENUTUP

Strategi pendanaan melalui proses perencanaan pendanaan, pelaksanaan, pelaporan dan pertanggungjawaban serta rencana investasi sarana dan prasarana pada Program Studi adalah gambaran dari upaya Program Studi untuk menjamin pendanaan yang memadai untuk penyelenggaraan pendidikan dan Tridharma Perguruan Tinggi. Dalam penyusunan Pedoman Pengelolaan Dana dan Penyusunan Anggaran Biaya Program Studi masih terdapat aspek-aspek teknis dan substantif yang belum secara sempurna menjadi implementasi pendanaan.

Referensi

Dokumen terkait

Stemming adalah proses yang terdapat dalam sistem Information Retrieval (IR) yang mengubah kata-kata yang terdapat dalam dokumen menjadi kata dasar dengan

Web pada awalnya adalah ruang informasi dalam internet, dengan menggunakan teknologi hypertext, pemakai dituntun untuk menemukan informasi dengan mengikuti link yang disediakan

Tujuan dari penelitian Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Migrasi Internasional Tenaga Kerja Indonesia Ke Luar Negeri Di Kabupaten Ponorogo adalah

Hal ini disebabkan karena alginat akan memperbaiki struktur ikatan silang di dalam gel tetapi alginat sendiri memiliki sifat meyerap air sehingga pada saat

Sedangkan untuk hipotesis ketiga secara simul- tan dapat dilihat dari hasil penelitian diperoleh bahwa ada hubungan yang sangat signifikan antara konflik peran ganda dan

Dengan demikian besarnya pengaruh motivasi belajar dan kerukunan teman sebaya secara bersama-sama terhadap prestasi belajar siswa kelas atas di SD Muhammadiyah 16

Karya tulis ilmiah dapat dibedakan nrenurut kepentingan yang ingin dipenirfri, yaitu kepentingan teoriotis / akademis dan kepentingan praktis I profesi /keahiian,

1) Pengisian data pada Induk dan Lampiran SPT Masa PPN tidak boleh melebihi baris dan/atau kolom yang telah disediakan dan harus.. dituliskan dalam satu baris. Contoh: