PENGARUH PEMBERIAN ZAT MULTI GIZI MIKRO DAN PENDIDIKAN GIZI TERHADAP PENGETAHUAN GIZI, PEMENUHAN ZAT GIZI DAN STATUS BESI REMAJA PUTRI

Teks penuh

(1)

171

PENGARUH PEMBERIAN ZAT MULTI GIZI MIKRO DAN PENDIDIKAN GIZI TERHADAP

PENGETAHUAN GIZI, PEMENUHAN ZAT GIZI DAN STATUS BESI REMAJA PUTRI

(The ef f ect of Mul t i Mi cr onut r i ent s Suppl ement at i on and Nut r i t i on Educat i on on Nut r i t i on Knowl edge, Nut r i ent s Adequacy Rat i o and Ir on St at us of Young Adol escent Gi r l s)

Cesilia Met i Dwiriani1*, Rimbawan1, Hardinsyah1, Hadi Riyadi1, dan Draj at Mart iant o1

1

Depart emen Gizi Masyarakat , Fakult as Ekologi Manusia, Inst it ut Pert anian Bogor, Bogor 16680 * Alamat korespondensi: Depart emen Gizi Masyarakat , Fakul t as Ekologi Manusia, Inst it ut Pert anian Bogor, Bogor 16680. Telp: 0251-8621258; Fax: 0251-8622276; email: cmet id@yahoo. com

ABST RACT

Thi s st udy was ai med t o anal yze t he ef f ect of mul t i -mi cr onut r i ent s (MMN) suppl ement at i on and nut r i t i on educat i on on nut r i t i on knowl edge, mean adequacy r at i o (MAR) and i r on st at us of young adol escent gi r l s (YAG). The st udy was done i n t hr ee pur posi vel y sel ect ed j uni or hi gh school s (JHS) i n r ur al Bogor by i mpl ement i ng a quasi exper i ment cont r ol t r i al f or 112 YAG f or 16 weeks: t hi r t y f i ve YAG i n t he f i r st JHS as a MMN gr oup (SG) wer e gi ven t hr ee t i mes of MMN t abl et s per week, f or t y t wo YAG i n t he second JHS wer e gi ven MMN t abl et pl us nut r i t i on educat i on del i ver ed by t r ai ned t eacher f or t ni ght l y cal l ed SGP gr oup and t hi r t y f i ve YAG i n t he t hi r d JHS as a cont r ol gr oup. The r esul t showed t hat t he i ncr ement of nut r i t i on knowl edge scor e as wel l as MAR of SGP gr oup wer e si gni f i cant l y hi gher t han t he ot her t wo gr oups. The decr ement l evel of hemogl obi n (Hb) i n SG and SGP gr oups was si gni f i cant l y l ower t han i n cont r ol gr oup, but i n t he subset dat a of anemi c gr oup, bot h i nt er vent i on gr oups had si gni f i cant l y i ncr eased l evel of Hb. Thi s i mpl y t hat nut r i t i on educat i on i mpr oved nut r i t i on knowl edge of YAG, but MMN t abl et coul d not i mpr ove Hb l evel i n gener al and onl y had ef f ect on YAG suf f er i ng f r om anemi a.

Key words: mul t i -mi cr o nut r i ent s, nut r i t i on educat i on, i r on st at us, adol escent gi r l s

PENDAHULUAN

Anemia merupakan masal ah gizi ut ama yang dij umpai pada remaj a wanit a di dunia maupun di Indonesia. Depkes RI (2005) me- laporkan prevalensi 26. 5 persen pada remaj a wanit a 15-19 t ahun, sement ara Permaesih dan Herman (2005) melaporkan 30 persen pada remaj a wanit a 10-19 t ahun. Penelit ian t erse- rak di beberapa wilayah Indonesia menunj uk- kan prevalensi yang bervariasi, yait u 17. 2-80. 2 persen (Angel es-Agdeppa et al. 1997, Depkes RI 2003). Anemia disebabkan t idak hanya oleh kekurangan zat besi, t et api zat gizi mikro lainnya sepert i asam f olat , vit amin A, vit amin C, ribof lavin dan vit amin B12 j uga berperan dalam t erj adinya anemia, karena zat -zat gizi t ersebut berperan dalam erit ropoiesis (pem- bent ukan sel darah merah) dan met abolisme besi (Beard 2000; All en 2002).

Suplement asi zat besi dan f olat dengan penambahan zat gizi mikro lainnya pada rema- j a t elah dilakukan beberapa penelit i Ahmed, Khan, dan Jackson (2001); Soekarj o et al. (2004); Jayat issa dan Piyasena (1999); Angeles-Agdeppa et al. (1997); Dillon (2005); Briawan (2008). Hasilnya menunj ukkan penambahan zat

besi dan f olat dengan vit amin dan mineral la- innya diant aranya dapat memperbaiki st at us besi.

Upaya mengat asi masalah gizi disaran- kan dilakukan dengan pendekat an yang l ebih berkelanj ut an dan mempunyai nilai pengemba- lian ekonomi (economi c r et ur n) yang relat if t inggi (Worl d Bank 2006), yait u melal ui int er- vensi pendidikan gizi agar t erj adi perubahan peri laku makan sehi ngga nant inya penurunan preval ensi anemia dapat lebih dicapai. Remaj a dapat dikat akan merupakan t arget ideal pen- didikan gizi, karena remaj a umumnya bersif at lebi h t erbuka sert a menunj ukkan keingint ahu- an dan ket ert arikan t erhadap ide at au penge- t ahuan baru.

(2)

172

depan at au bimbi ngan dalam hal pribadi, sosial, belaj ar dan karier.

Berdasarkan pert imbangan di at as perlu dikaj i dampak int ervensi gizi melal ui sekolah, yait u dengan pendidikan gi zi dan supl ement asi berbagai zat gizi mikro. Pert anyaan yang akan dij awab dalam penelit ian ini adalah apakah supl ement asi gizi mikro dan pendidikan gizi dapat meni ngkat kan penget ahuan gizi dan pemenuhan zat gizi sert a memperbaiki st at us besi remaj a put ri ?

Penelit ian ini bert uj uan: 1) menganalisis penget ahuan gizi, t ingkat pemenuhan zat gizi, dan st at us besi remaj a put ri, 2) menganalisis pengaruh int ervensi suplement asi zat gizi mikro dan pendi dikan gizi t erhadap penget ahuan gi zi, pemenuhan zat gizi dan st at us besi remaj a put ri. Hasil penelit ian diharapkan dapat menj adi salah sat u alt ernat if model program pencegahan anemi bagi remaj a put ri .

METODE

Desain dan Lokasi

Desain penelit ian adalah quasy expe- r i ment cont r ol t r i al . Cont oh dikelompokkan dalam t iga perlakuan, yait u supl ement asi mult i gizi mikro (SG) dan SG pl us pendidikan gizi (SGP) sert a kelompok kont rol.

Penelit ian di lakukan di t iga SMP di Kabu- pat en Bogor. Pemi lihan sekolah dilakukan se- cara pur posi ve dengan pert imbangan: 1) t erse-dia guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang akan memberikan pendi dikan gizi dan 2) murid-murid di ket iga sekolah t ersebut memi-liki keadaan sosial ekonomi budaya yang relat if sama. Dari penj aj agan t erhadap delapan se- kolah, dipilih t iga sekolah sebagai lokasi pene-

lit ian. Alokasi perlakuan pada sekolah di-lakukan secara acak. Penelit ian di di-lakukan Sept ember 2009–Juni 2010.

Cara Pemilihan Sampel

Cont oh adalah remaj a put ri kelas I dan II SMP dengan krit eria inklusi : 1) sudah

menar che, 2) menderit a anemia margi nal (Hb <12. 5 g/ dL hasil pemeriksaan menggunakan

HemoCue AB, Angel hol m, Sweden, 3) bersedia berpart isipasi selama 4 bulan dengan menan- dat angani i nf or med consent yang j uga dit an- dat angani oleh orang t ua, 5) t idak sedang menderit a inf eksi yang disert ai panas saat pengumpulan darah yang didasarkan hasil pemeriksaan dokt er.

Dari ket iga sekolah t erpili h t erdapat 761 siswi kelas I dan II, dimana 381 siswi (50. 1%) sudah menar che. Pengukuran Hb dengan

HemoCue AB t erhadap 359 siswi yang sudah menst ruasi menunj ukkan 139 siswi at au sej um- lah 38. 7 persen cont oh t erkat egori anemia

mar gi nal. Gambar 1 menunj ukkan prosedur pengambilan cont oh.

Jenis dan Cara Pengumpulan Dat a

Dat a karakt erist ik cont oh (t anggal lahir, berat dan t i nggi badan [ BB dan TB] , usia menar che, j umlah uang saku dan uang j aj an per hari) dan karakat erist ik keluarga (pendi- dikan, pekerj aan dan pendapat an orang t ua, sert a besar kel uarga) dikumpulkan mengguna- kan kuesioner yang diisi sendiri ol eh cont oh set elah diberi penj elasan penelit i . Dat a BB di - kumpulkan menggunakan t imbangan digit al merk Boso (ket elit ian 0. 1 kg), TB menggunakan

mi cr ot oi se (ket elit ian 0. 1 cm). Pengukuran di - lakukan dengan met ode st andar.

(3)

173

Dat a perki raan konsumsi pangan dikum-

pulkan dengan met ode r ecal l 1 x 24 j am. Penget ahuan gizi diukur dengan 25 pert anya- an, yang di bagi dalam lima t opik, yait u: 1) gi zi umum (5 pert anyaan), 2) gizi remaj a (5 per- t anyaan), 3) pangan sumber zat gizi (4 pert a- nyaan), 4) f ungsi dan akibat kekurangan/ kele- bihan zat gizi (5 pert anyaan) dan 5) anemia (6 pert anyaan). Dat a st at us besi di ukur dengan hemoglobi n (Hb), hemat okrit (Ht ) dan serum

t r ansf er i n r ecept or (STf R). Pengambilan sam- pel darah di lakukan ol eh t enaga medis t erlat ih dan dianalisis dengan met ode st andar pada laborat orium yang sudah t erakredit asi, yait u di Labora-t orium Biokimia, Pusat Penelit ian Tek- nologi Terapan Kesehat an dan Epi demiologi Klinik Kemenkes RI.

Pengolahan dan Analisis Data

Dat a BB dan TB diolah unt uk menghit ung indeks massa t ubuh (IMT). Pengelompokan st a- t us gizi dilakukan dengan sof t war e Ant hr oPl us

(WHO 2007). Dat a perkiraan i nt ake energi dan zat gizi (prot ein, vit amin A, C dan besi) diper- peroleh dengan mengkonversi bahan pangan yang dikonsumsi menggunakan Daf t ar Kompo- sisi Bahan Makanan (DKBM). Mean adequacy r a- t i o (MAR) dihit ung unt uk menget ahui peme- nuhan zat gizi , selisih ni lai variabel respon sebelum dan set elah int ervensi dilakukan uj i ANOVA. Sebelum uj i ANOVA, di uj i normalit as dat a dengan uj i Komolgov-Smirnov. Uj i ANOVA

dilanj ut kan dengan uj i LSD, j ika dit emukan perbedaan pada p<0. 05 ant ar kelompok perlakuan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Karakteristik Contoh

Umur cont oh berkisar ant ara 12-16 t a- hun dan lebih dari 90 persen berusia 13-15 t a- hun (Tabel 1). Bila dibandingkan ant ar kelom- pok perlakuan, umur cont oh kelompok SG sig- nif ikan l ebih t ua. Usia menar che, yait u usia menst ruasi pert ama kali, berkisar 10-14 t ahun. St at us gizi cont oh berkisar dari sangat kurus sampai obes, dengan nilai z berkisar -3. 4 sam- pai +2. 5. Pada masing-masing kelompok, lebih dari 85 persen cont oh berst at us gizi normal .

Besarnya uang saku cont oh per hari ber -kisar ant ara Rp 2 000-Rp 15 000. Rat a-rat a uang saku relat if sama ant ar kelompok SGP dan Kont rol , namun signif ikan lebih rendah pada kelompok SG. Uang j aj an cont oh mem-punyai kisaran yang sama dengan uang saku, besarnya relat if sama ant ar kelompok SGP dan SG, namun signif ikan l ebih t inggi pada ke-lompok Kont rol . Hal ini menunj ukkan meskipun cont oh SGP dan Kont rol memiliki uang saku relat if sama, cont oh Kont rol membelanj akan uangnya lebih banyak unt uk j aj an.

Tabel 1. Sebaran Cont oh berdasarkan Karakt erist ik Individu

Karakteristik Individu Kontrol SG SGP Total

n (%) n (%) n (%) n (%)

Umur (t ahun) 13. 80 ± 0. 76a 14. 31 ± 1. 02b 13. 88 ± 0. 71a 13. 99 ± 0. 85

<13 1 (2. 9) 0 (0. 0) 1 (2. 4) 2 (1. 8)

13 – 15 34 (97. 1) 31 (88. 6) 41 (97. 6) 106(94. 6)

>15 0 (0. 0) 4 (11. 4) 0 (0. 0) 4 (3. 6)

Usia Menar che (t ahun) 11. 80 ± 0. 83a 12. 14 ± 0. 94a 12. 13 ± 0. 67a 12. 03 ± 0. 82

<12 13 (37. 2) 8 (22. 9) 7 (16. 7) 28 (25. 0)

12 16 (45. 7) 16 (45. 7) 23 (54. 8) 55 (49. 1)

>13 6 (17. 2) 11 (31. 5) 12 (28. 6) 29 (25. 9)

St at us Gizi (nilai z IMT/ U) -0. 03 ± 1. 07a -0. 24 ± 1. 15a -0. 37 ± 1. 03a -0. 22 ± 1. 08

Kurus/ s. kurus (<-2. 0) 0 (0. 0) 2 (5. 7) 2 (4. 8) 4 (3. 6)

Normal (-2. 0 s/ d +0. 9) 30 (85. 7) 31 (88. 6) 36 (85. 7) 97 (86. 6) Over wei ght / obese (>+1. 0) 5 (14. 3) 2 (5. 7) 4 (9. 5) 11(9. 8) Uang Saku (Rp/ hari) 6. 604 ± 2. 452a 5. 431 ± 2. 353b 6. 046 ± 2. 304a 6. 028 ± 2. 447

< Rp 3 000 2 (5. 7) 7 (20. 0) 5 (11. 9) 14 (12. 5)

> Rp 3 000 33 (94. 3) 28 (80. 0) 37 (88. 1) 98 (87. 5)

Uang j aj an (Rp/ hari) 5. 600 ± 2. 075 a 4. 029 ± 1. 823 b 4. 393 ± 2. 320b 4. 656 ± 2. 181

≤ Rp 3 000 4 (11. 4) 18 (51. 4) 19 (45. 2) 41 (36. 6)

> Rp 3 000 31 (88. 6) 17 (48. 6) 23 (54. 8) 71 (63. 4)

a, b

(4)

174

Karakt erist ik keluarga cont oh menun-j ukkan besar keluarga cont oh berkisar 2-9 orang dan hampi r separuh (49. 1%) cont oh me-miliki besar kel uarga 5-6 orang at au t erka- t egori sebagai keluarga sedang, yait u memiliki anak 3-4 orang. Besar kel uarga cont oh kelom- pok SG signif ikan lebi h banyak dibandingkan kelompok SGP dan Kont rol .

Pendidikan f ormal orangt ua cont oh ber -kisar ant ara lulusan SD sampai lul usan aka- demi. Hampir separuh ayah (46%) dan ibu (44%) cont oh berpendidikan set ingkat SMP dan SMA, namun l ebih dari separuh ibu cont oh (54%) berpendidikan SD. Jika pendidikan f ormal orangt ua dikonversi ke lama menempuh pendidikan f ormal (t ahun) t ampak bahwa pen- didikan f ormal orangt ua cont oh pada t iga kelompok perlakuan relat if sama.

Hasil uj i st at ist ik menunj ukkan t erdapat hubungan signif ikan yang negat if ant ara st at us gizi dengan usia (p=0. 000; r=-0. 541) dan st at us gizi dengan usia menar che (p=0. 000; r=-0. 343). Art inya semakin bert ambah usia, st at us gizi cont oh semakin menj auhi normal dan semakin baik st at us gizi, usia menar che cont oh semakin muda. Hal ini sej alan dengan laporan WHO (1995), All en dan Gill espi e (2001) dan WHO (2005). Cont oh dengan st at us gizi yang lebih baik cenderung memiliki st at us kesehat an yang lebi h baik pula dan hal i ni akan mempengaruhi kemat angan (mat ur i t y) sist em hormon, sehi ng-ga cont oh menng-galami menst ruasi lebih di ni (WHO 1995).

Pengetahuan Gizi

Rat a-rat a skor penget ahuan gizi sebelum int ervensi relat if sama ant ar kelompok perla-

kuan (Tabel 2), kecuali pada t opik gizi secara umum skor kelompok Kont rol signif ikan lebih t inggi. Secara umum t ingkat penget ahuan gi zi seluruh cont oh t erkat egori kurang, karena rat a-rat a skor penget ahuan gizi menunj ukkan penguasaan mat eri masih kurang dari 60 persen.

AsupanEnergi dan Zat Gizi

Rat a-rat a asupan energi dan zat gizi (pro- t ein, vit amin A, C dan zat besi) cont oh relat if sama, kecuali konsumsi energi kelompok SG yang signif ikan lebih rendah (Tabel 3). Terdapat l ebi h dari separuh cont oh yang asupannya <70 persen angka kecukupan gizi (AKG), sedangkan cont oh dengan i nt ake >110 persen AKG dit emui kurang dari 10 persen cont oh. Int ake cont oh t ampak lebi h buruk dibandingkan hasil Riskesdas 2010 (Depkes RI 2010) dan bi la dihit ung MAR cont oh, nilainya berkisar ant ara 15-100 persen dan ant ar kelompok perlakuan t idak berbeda (p>0. 05). Asupan cont oh yang relat if rendah ini diduga se- bagian disebabkan kebiasaan sarapan dan j aj an cont oh yang relat if kurang baik, dimana t erdapat sekit ar 10 persen cont oh t idak pernah sarapan pagi dan 10 persen lainnya hanya sarapan 1-2 kali per minggu sert a f rekuensi makan lengkap t iga kali sehari hanya di lakukan ol eh kurang dari 30 persen cont oh. Namun hampir 90 persen con- t oh j aj an set iap hari di sekolah dan sekit ar sepa- ruh cont oh j uga j aj an set iap hari di rumah. Kebi- asaan j aj an cont oh baik di sekolah dan di rumah menunj ukkan perlunya bekal penget ahuan gizi yang cukup agar cont oh dapat membeli makanan j aj anan yang bergizi dengan j at ah uang j aj an yang dimiliki , yang diperlukan unt uk pert um- buhan di masa remaj a.

Tabel 2. Rat a-rat a Skor Penget ahuan Gizi Sebelum Int ervensi

Topik Kont rol SG SGP Tot al

1. Gizi umum 58. 3±14. 0a 52. 6±12. 0b 51. 4±10. 0b 53. 9±12. 3 2. Gizi remaj a 56. 7±16. 8a 54. 3±15. 3a 52. 4±14. 5a 54. 3±14. 6 3. Sumber gizi 25. 7±15. 0a 21. 1±15. 3a 24. 8±13. 1a 23. 9±14. 4 4. Fungsi, akibat kurang/ lebih gizi 37. 7±21. 0a 33. 7±21. 0a 34. 8±25. 0a 35. 4±22. 5

5. Anemia 37. 8±17. 9a 34. 3±18. 0a 40. 5±15. 7a 37. 7±17. 2

Tot al skor 43. 2±8. 6a 39. 2±7. 9b 40. 8±7. 8a, b 41. 0±8. 2

a, b

Pada baris yang sama, huruf yang sama menunj ukkan t idak t erdapat perbedaan nyat a (p>0. 05)

Tabel 3. Rat a-rat a Perki raan Int ake Energi dan Zat Gizi Cont oh Sebel um Int ervensi

Int ake/ hr Kontrol SG SGP Total

Energi (kkal) 1557 ± 419a 1351 ± 431b 1552 ± 317a 1491 ± 396

Prot ein (g) 38. 5 ± 12. 7a 35. 7 ± 11. 5a 35. 7 ± 10. 3a 36. 6 ± 11. 4 Vit . A (RE) 484. 8 ± 311a 410. 3 ± 431a 359. 1 ± 279a 414. 4 ± 343 Vit . C (mg) 33. 8 ± 68. 2a 20. 2 ± 23. 6a 23. 3 ± 312a 25. 6 ± 44. 6 Zat besi (mg) 12. 9 ± 13. 5a 15. 3 ± 15. 4a 11. 7 ± 5. 9a 13. 2 ± 12. 0

MAR 58. 0 ± 22. 4a 55. 2 ± 26. 9a 51. 7 ± 22. 3a 54. 8 ± 23. 8

a, b

(5)

175

Status Besi

Konsent rasi Hb cont oh berkisar 9. 2–15. 2 g/ dl dan j ika dikelompokkan berdasarkan kri - t eria ACC/ SCN (1991) t erdapat 14. 3 persen cont oh yang anemi ringan dan 0. 9 persen cont oh yang anemia sedang dan rat a-rat a nilai Hb ket iga kelompok perl akuan adalah sama. Kadar Ht cont oh berkisar 26-43 persen dan menggunakan st andar >36 persen sebagai ba- t as normal (WHO/ UNICEF/ UNU, 2001) t erda-pat 21. 4 persen cont oh anemia. Gibson (2005) menyat akan bahwa penggunaan dat a Ht saj a t idak cukup unt uk secara konklusif mendet eksi def isiensi besi, karena Ht akan menurun set e- lah pembent ukan Hb mulai t erganggu, sehing- ga pada def isiensi besi t ingkat sedang dapat saj a t erj adi nilai Hb relat if rendah namun ni lai Ht masih normal . Nilai STf R cont oh berkisar 0. 7-4. 6 ug/ ml dan t erda-pat 9. 8 persen cont oh dengan ni lai STf R t inggi yang mengindikasikan t elah t erj adi def isiensi besi erit ropoiesis/ def isiensi besi pada j aringan. Cont oh pada ke- lompok Kont rol pali ng banyak mengalami def isiensi besi pada j aringan (17. 1%) diban- dingkan dua kelompok l ainnya (11. 4% dan 2. 4%). Rat a-rat a STf R signif ikan l ebih t inggi pada kelompok Kont rol yang menunj ukkan gambaran l ebih mengarah kepada def isiensi besi erit ropoiesis.

Bila dihubungkan dengan karakt erist ik individu dan kel uarga, nil ai Hb dan Ht secara signif ikan berhubungan negat if dengan umur (bert urut -t urut p=0. 022 0. 217; p=0. 007 r=-0. 253). Art inya seiri ng dengan meningkat nya usia cont oh, nilai Hb dan Ht cont oh akan se-makin rendah. Sebaliknya nilai STf R signif ikan berhubungan posit if dengan umur, dimana se- makin meni ngkat usia cont oh, ni lai STf R con- t oh cenderung semaki n t inggi (p=0. 036 r=0. 198), yang art inya semakin mengarah pada kondisi def isiensi. Hal i ni diduga berhubungan dengan peningkat an kebut uhan zat besi selama usia remaj a. WKNPG (2004) menet apan kecu- kupan besi 14 mg/ hr unt uk usia 10-12 t ahun dan meningkat menj adi 26 mg/ hr unt uk usia 13-49 t ahun, sedangkan FAO/ WHO (2001) me- net apkan angka kebut uhan yang t erus mening- kat pada remaj a usia 11-17 t ahun kemudian menurun set elah 18 t ahun. Peningkat an kebu- t uhan zat besi j ika t idak diimbangi dengan asupan yang cukup akan menyebabkan ni lai in- dikat or st at us besi diat as menj auhi ni lai normal .

Kepat uhan Konsumsi Tablet MGM

Tingkat kepat uhan cont oh mengonsumsi t ablet berkisar 70-100 persen (34–48 t ablet )

dan secara umum kelompok kont rol menunj uk- kan kepat uhan yang lebi h t inggi dibandingkan dua kelompok lainnya. Hal ini diduga disebab- kan adanya keluhan set elah mengkonsumsi t ablet MGM, yait u sakit perut pada sekit ar dua per t iga cont oh SG dan SGP sert a keluhan mual pada sepert iga cont oh SG dan SGP. Sakit perut dan mual dilaporkan merupakan gej ala yang umum di rasakan bila mengkonsumsi t ablet besi (UNICEF/ WHO/ FAO 2001). Tabl et besi disaran- kan dikonsumsi set elah makan, sehi ngga j ika ada cont oh yang belum sarapan (unt uk yang masuk pagi) at au makan siang (unt uk yang masuk siang) penelit i menyediakan makanan kecil (buras) unt uk dikonsumsi cont oh sebelum minum t abl et MGM. Tindakan yang umumnya dilakukan cont oh saat merasa sakit adalah me- nahan sakit dan meskipun cont oh t elah makan pagi di rumah at au makan makanan keci l yang disediakan penelit i, kel uhan di at as masih di- rasakan oleh sekit ar separuh cont oh.

Pengaruh Intervensi terhadap Pengetahuan Gizi, Pemenuhan Zat Gizi dan Perbaikan Status Besi.

Int ervensi pendidikan gizi meningkat kan 28. 6 skor penget ahuan gizi dan 8. 7 nilai MAR kelompok SGP, signif ikan lebih t inggi diban- dingkan kelompok SG dan Kont rol (Tabel 4). Nilai Hb dan Ht cont oh sebel um int ervensi me- nunj ukkan hubungan negat if dengan umur, ar- t inya nilai Hb dan Ht cont oh cenderung me- nurun dengan semaki n meningkat kanya umur. Suplement asi MGM t iga kali seminggu selama empat bulan secara signif ikan memberikan pe- nurunan nilai Hb pada kelompok SG dan SGP yang lebi h rendah dibandingkan pada kelom- pok Kont rol . Tampak bahwa selisih ni lai Hb se- t elah dan sebelum i nt ervensi pada kelompok Kont rol lebih besar dibandingkan kelompok SG dan SGP. Pengaruh signif ikan t ablet MGM t er- hadap kadar Hb j uga t erlihat pada j umlah cont oh yang anemia set elah int ervensi , dimana cont oh kelompok Kont rol yang anemi (25%) lebi h banyak dibandingkan cont oh anemi ke- lompok SG (11. 4%) dan SGP (9. 5%). Sebelum int ervensi preval ensi anemia pada masing-masing kelompok perlakuan relat if sama, yait u 17. 1 persen pada pada Kont rol , 11. 5 persen pada SG dan 16. 7 persen pada SGP.

(6)

176

nilai Ht set elah int ervensi pada semua kelom- pok perlakuan menurun dan penurunan t erbe- sar j ust ru t erdapat pada kelompok SGP kemu- dian diikut i kelompok SG dan kont rol .

Nilai STf R cont oh sebel um i nt ervensi dit emukan signif ikan l ebih t inggi pada kelom- pok kont rol dan berhubungan posit if dengan usia cont oh, art i nya semakin t ua usia, ni lai STf R semakin t inggi at au semakin mengarah ke def isiensi besi. Tabel 4 menunj ukkan nilai STf R set elah int ervensi pada ket iga kelompok mem- punyai kecenderungan yang sama, yait u menu- run, yang berart i mengarah pada ni lai normal. Rat a-rat a penurunan ni lai STf R bahkan t am- pak lebih besar pada kelompok Kont rol diban- dingkan kelompok SG dan SGP.

Penelit ian ini t idak dapat membukt ikan supl ement asi t ablet MGM t iga kali seminggu pada remaj a put ri dapat meningkat kan hemo- globin diduga t erut ama disebabkan sebagian besar (84%) cont oh t idak anemi. Pada subset dat a cont oh yang anemi (Tabel 5), menun- j ukkan int ervensi signif ikan menurunkan rat a-rat a prevalensi anemia 73. 2 persen, mening-

kat kan Hb 1. 44 g/ dl, Ht 2. 6% dan menurunkan STf R 1. 4 mg/ dl pada kelompok SG dan SGP.

KESIMPULAN

Penget ahuan gi zi hampir sel uruh cont oh t erkat egori kurang demikian pula i nt ake energi dan zat gizi pada l ebih dari separuh cont oh masih kurang dari 70 persen AKG. Terdapat 15. 2 persen cont oh anemi dan t ersebar merat a pada masing-masing kelompok.

Int ervensi pendi dikan gizi signif ikan me- ningkat kan 28. 6 skor penget ahuan gizi dan 8. 7 nilai pemenuhan kebut uhan zat gizi kelompok SGP lebih besar di bandi ngkan SG dan Kont rol . Suplement asi t abl et MGM t idak dapat mening- kat kan Hb cont oh, namun signif ikan lebih ren- dah menurunkan ni lai Hb pada kelompok SG dan SGP dibandingkan Kont rol . Pada cont oh anemi, suplement asi t ablet MGM t erbukt i me- nurunkan preval ensi anemi dan meni ngkat kan kadar Hb dan Ht .

Tabel 4. Skor Penget ahuan Gizi, Ni lai MAR dan St at us Besi Sebel um dan Set elah Int ervensi

Indikator Waktu Kontrol SG SGP Total

Skor Penget ahuan Gizi

Sebelum 43. 2 ± 8. 6a 39. 2 ± 7. 9b 40. 8 ± 7. 8a, b 41. 0 ± 8. 2

Set elah 55. 7 ± 9. 9a 58. 5 ± 12. 3a 69. 3 ± 15. 2b 61. 7 ± 14. 1

Selisih 12. 4 ± 11. 1a 19. 3 ± 11. 5b 28. 6 ± 13. 7c 20. 7 ± 13. 9

MAR

Sebelum 58. 0 ± 22. 4a 55. 2 ± 26. 9a 51. 7 ± 22. 3a 54. 8 ± 23. 6

Sesudah 49. 6 ± 25. 2a 50. 7 ± 25. 5a 60. 4 ± 25, 4a 54. 0 ± 25. 6

Selisih -8. 5 ± 29. 7a -4. 5 ± 34. 6a 8. 7 ± 37. 4b -0. 8 ± 34. 8

Hb (g/ dL)

Sebelum 13. 38 ± 1. 34a 13. 29 ± 1. 34a 13. 03 ± 0. 93a 13. 22 ± 1. 10 Set elah 12. 43 ± 1. 48a 12. 95 ± 0. 92a 12. 89 ± 0. 95a 12. 76 ± 1. 15 Selisih -0. 95 ± 1. 08b -0. 35 ± 1. 13a -0. 14 ± 1. 10a -0. 46 ± 1. 15

Ht (%)

Sebelum 38. 03 ± 2. 75a 37. 31 ± 3. 75a 37. 00 ± 2. 23a 37. 41 ± 2. 94 Set elah 36. 85 ± 4. 56a, c 36. 07 ± 2. 36b, c 34. 91 ± 2. 32b 35. 88 ± 3. 27

Selisih -1. 18 ± 3. 57a -1. 24 ± 3. 05a -2. 09 ± 2. 52a -1. 54 ± 3. 05

STf R (ug/ mL)

Sebelum 2. 06 ± 0. 87 b 1. 57 ± 0. 76 a 1. 31 ± 0. 58a 1. 63 ± 0. 79

Set elah 1. 03 ± 0. 45a 1. 03 ± 0. 23a 0. 97 ± 0. 25a 1. 01 ± 0. 31

Selisih -1. 03 ± 0. 52 a -0. 54 ± 0. 71b -0. 34 ± 0. 45b 0. 62 ± 0. 63 a, b, c

Pada baris yang sama, huruf yang sama menunj ukkan t idak t erdapat perbedaan nyat a (p>0. 05)

Tabel 5. Ni lai Hb, Ht dan STf R Cont oh Anemi Sebelum dan Set elah Int ervensi

Indikator Waktu Kontrol SG SGP Total

Anemia (%) Sebelum 6 (100) 4 (100) 7 (100) 17 (100)

Set elah 5 (83. 3) 1 (25. 0) 2 (28. 6) 8 (47. 1)

Rat a-rat a Hb (g/ dl) Sebelum 11. 7±0. 2a 10. 6±1. 0b 11. 6±0. 2a 11. 4±0. 7

Set elah 10. 2±1. 0a 12. 2±0. 2b 12. 9±1. 6b 11. 8±1. 7

Selisih -1. 5±1. 0a 1. 6±1. 1b 1. 3±1. 5b 0. 4±1. 8

Rat a-rat a Ht (%) Sebelum 33. 3±1. 0a 29. 5±2. 9b 34. 3±2. 1a 32. 8±2. 7

Set elah 30. 3±2. 9a 33. 9±0. 7a, b 35. 0±4. 1b 33. 1±3. 7

Selisih -3. 0±3. 2a 4. 4±3. 3a, b 0. 7±3. 9a 0. 2±4. 4

Rat a-rat a STf R (mg/ dl) Sebelum 3. 0±0. 8a 3. 4±0. 3a 1. 7±0. 7b 2. 6±1. 0

Set elah 1. 6±0. 4a 1. 2±0. 5a, b 1. 0±0. 2b 1. 3±0. 4

Selisih -1. 4±0. 6a -2. 2±0. 7a, b -0. 7±0. 7a -1. 3±0. 9

a, b

(7)

177

DAFTAR PUSTAKA

Ahmed F, Khan MR, & Jackson AA. 2001. Concomit ant suppl ement al vit amin A enhances t he response t o weekly supplement al iron f olic acid in anemia t eenagers in urban Bangl adesh. Am J Clin Nut r, 74, 108-115.

All en LH. 2002. Iron supplement at ion: scient if ic issues concerning ef f icacy and implicat ions f or research and programs.

J Nut r 132: 813S-819S

Angeles-Agdeppa I, Scult ink W, Sast roamidj oj o S, Gross R, & Karyadi D. 1997. Weekl y micornut rient supplement at ion t o buil d iron st ores in f emal e Indonesian adolescent s. Am J Clin Nut r , 66, 177-183.

Beard JL. 2000. Iron requirement s in adolescent f emal es. J Nut r 130: 440S-442S.

Briawan D. 2008. Ef ikasi Suplement asi Besi-Mult ivit amin t erhadap Perbaikan St at us Besi Remaj a Wanit a. Disert asi. SPS, IPB, Bogor.

Depkes RI. 2003. Program pencegahan anemia gizi besi pada wanit a usia subur (WUS). Direkt orat Gizi Masyarakat , Dirj en Kesehat an Masyarakat , Depkes RI, Jakart a.

. 2005. Gizi dalam Angka. Direkt orat Gizi Masyarakat , Dirj en Kesehat an Masyarakat , Depkes RI, Jakart a.

. 2010. Riset Kesehat an Dasar (RISKESDAS) 2010. Depkes RI: Jakart a.

Dillon DHS. 2005. Nut rit ional healt h of Indonesian adol escent girl s: t he rol e of ribof lavin and vit amin A on iron st at us. Disert at ion. Wageningen Universit y, Net herland.

FAO/ WHO. 2001. Human Vit amin and Mineral Requirement . Report of j oint FAO/ WHO expert consult at ion Bangkok, Thailand. FAO, Rome.

Fishman SM, Christ ian P, West KP. 2003. The role of vit amin in t he prevent ion and cont rol of anemia. Publ . Healt h Nut r. 3(2): 125-150.

Gibson RS. 2005. Princi ples of Nut rit ional Assessment . Second Edi t ion. Oxf ord Universit y Press, London.

Gill espie S, Kevany J, Manson J. 1991. Cont rrol ling Iron Def iciency. A Report Based on an ACC-SCN Workshop. England: The Lavenham Press

Jayat issa R & Piyasena C. 1999. Adolescent schoolgirls: daily or weekly iron supplement at ion. Food Nut r Bull , 20(4), 429-434.

Permaesih D & Herman S. 2005. Fact ors af f ect ing anemia on adolescent t . Healt h Research Bul let i n, 33(4), 162-171.

Prayit no. 1997. Pelayanan bimbingan dan konseling. Jakart a: PT Ikrar Mandiriabadi .

Soekarj o DD et al. 2004. Ef f ect iveness of weekly vit amin A (10000 IU) and i ron (60 mg) supplement at ion f or adol escent boys and girls t hrough schools in rural and urban East Java, Indonesia. Eur J Clin Nut r, 58, 927-937.

WHO. 1995. Physical st at us: t he use and int erpret at ion of ant hropomet ry. WHO Technical Report Series 854. Report of a WHO Expert Commit t ee. WHO, Geneva.

/ UNICEF/ UNU. 2001. Iron Def iciency Anemia, Assessment , Prevent ion and Cont rol. A gui de f or programme manager. WHO, Geneva.

. 2005. Nut rit ion in adol escent : issues and chal lenges f or t he healt h sect or: issues in adol escent healt h and development . WHO discussion papers on adolescent . Geneva: WHO.

World Healt h Organizat ion/ Cent re f or Disease Cont rol and Prevent ion Technical Consult at ion on t he Assessment of Iron St at us at t he Populat ion Level , Geneva, Swit zerland, 6–8 April 2004. WHO & CDC, Geneva.

Figur

Gambar 1.  Prosedur Pengambilan Contoh
Gambar 1 Prosedur Pengambilan Contoh . View in document p.2
Tabel 1. Sebaran Contoh berdasarkan Karakteristik Individu
Tabel 1 Sebaran Contoh berdasarkan Karakteristik Individu . View in document p.3
Tabel 2. Rata-rata Skor Pengetahuan Gizi Sebelum Intervensi
Tabel 2 Rata rata Skor Pengetahuan Gizi Sebelum Intervensi . View in document p.4
Tabel 4. Skor Pengetahuan Gizi, Nilai MAR dan Stat us Besi Sebelum dan Set elah Intervensi
Tabel 4 Skor Pengetahuan Gizi Nilai MAR dan Stat us Besi Sebelum dan Set elah Intervensi . View in document p.6
Tabel 5.  Nilai Hb, Ht dan STfR Contoh Anemi Sebelum dan Setelah Intervensi
Tabel 5 Nilai Hb Ht dan STfR Contoh Anemi Sebelum dan Setelah Intervensi . View in document p.6

Referensi

Memperbarui...